Anda di halaman 1dari 12

UJIAN MINICEEX

F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Untuk Memenuhi Seebagian Syarat Kepanitraan Klinik di Bagian


Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD Banyumas

Diajukan Kepada Yth :


dr. Hilma Paramita, Sp.KJ

Oleh:
Putri Shafirra Rakita G4A016051

SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO

2018

1
HALAMAN PENGESAHAN

UJIAN MINICEEX

F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Untuk Memenuhi Seebagian Syarat Kepanitraan Klinik di Bagian


Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD Banyumas

Disusun Oleh :

Putri Shafirra Rakita G4A016051

Telah dipresentasikan dan disetujui oleh pembimbing


Pada tanggal 18 April 2018

Pembimbing,

dr. Hilma Paramita, Sp.KJ

2
STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. S
Umur : 40 th
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jambusari 02/04 Jeruklegi
Pekerjaan : Penjahit
Pendidikan : SD
Suku : Jawa
Status Perkawinan : Menikah
Tanggal Masuk RS : 14 April 2018

II. RIWAYAT PSIKIATRI


Auto dan alloanamnesis dilakukan pada tanggal 16 April 2018 di bangsal
Bima RSUD Banyumas.

Alloanamnesis
Nama Ny. S
Usia 38 Tahun
Jenis kelamin Perempuan
Agama Islam
Alamat Jeruklegi
Pekerjaan Penjahit
Pendidikan SD
Hubungan Istri
Lama kenal 13 tahun
Sifat perkenalan Dekat

A. Keluhan Utama
Pasien bicara terus menerus tanpa sebab

B. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RSUD Banyumas tanggal 14 April 2018
diantar oleh keluarganya karena bicara terus menerus tanpa sebab, tidak
bisa tidur, melakukan hal yang sama terus menerus. Menurut keluarga, hal

3
ini terjadi sejak 2 hari SMRS. Awalnya pasien baru saja pulang mondok
dirawat di bangsal Sadewa RSUD Banyumas selama 15 hari karena
keluhan serupa, namun belum genap 1 minggu di rumah pasien tidak mau
minum obat. Sehingga keluhan muncul dan membuat keluarga pasien
membawa pasien ke IGD. Saat ini pasien kerap berbicara terus menerus
tanpa sebab, dan melakukan aktivitas shalat berulang kali dimanapun tanpa
memperdulikan arah kiblat. Pasien mengatakan melakukan hal tersebut
karena takut dosa dan ingin bertaubat, karena menurut pasien, sebelumnya
pasien pernah berkata-kata kasar pada ibunya. Pasien juga mendengar
suara-suara yang menyuruh dirinya untuk bertaubat, dan menambah rasa
bersalah pada diri pasien. Selain itu, pasien mengatakan melihat bayangan
orang menyuruh dirinya bertaubat juga,
Pasien sehari-hari tinggal di Jakarta. Menurut penuturan keluarga, 4
bulan yang lal pasien terjatuh dari sepeda motor dan menyebabkan rasa
nyeri yang menetap pada kaki kiri sehingga pasien tidak bisa melakukan
aktivitas menjahit, dan hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi pasien.
Sejak saat itu, pasien mulai menunjukkan gejala bicara sendiri tanpa sebab,
marah-marah, berulang kali membereskan pakaian, dan sulit tidur.

C. Riwayat Penyakit Dahulu


1. Psikiatri
Keluhan saat ini merupakan ke-5 kalinya pasien dirawat di bangsal jiwa
RSUD Banyumas. Pasien mengalami keluhan serupa pertama kali sejak
> 15 tahun yang lalu. Berdasarkan pengetahuan keluarga, pasien pernah
mengalami diputus pacar saat masih bujang. Namun istri pasien tidak
terlalu mengetahui saat kejadian sebelum menikah. Setelah menikah di
tahun 2005, keluhan pasien muncul lagi. Kemudian pasien dibawa
berobat dan dirawat oleh ibunya, sementara istrinya dipisahkan
beberapa waktu sampai keadaan pasien saat itu membaik. Setelah
selesai pengobatan, pasien tidak pernah kontrol kembali karena tidak
menunjukkan gejala apapun hingga saat ini.
2. Medis Umum

4
Hipertensi (-), DM (-), Penyakit Jantung (-), Alergi (-), Kejang dan
kejang demam (-), Trauma Kepala (-).
3. Penyalahgunaan Obat-obatan, Alkohol, dan Zat adiktif
Penggunaan obat-obatan terlarang, minuman keras, dan rokok
disangkal. Pasien riwayat terapi jiwa di RSUD Banyumas.
4. Kesimpulan Riwayat Dahulu
Yang mendahului penyakit
- Faktor organik : HT (-), DM (-), trauma kepala (-), nyeri
kepala (-), kejang (-)
- Faktor psikososial : menikah
- Fator predisposisi : pasien tidak kontrol rutin, ekonomi
menengah bawah, mempunyai
keterbatasan bekerja akibat kecelakaan
- Kepribadian : extrovert

Riwayat Penyakit Dahulu


- Riwayat Opname : 4x akibat keluhan banyak bicara
sendiri tanpa sebab, tidak bisa tidur.
- Riwayat penggunaan obat :+
- Riwayat trauma kepala : tidak ada
- Riwayat penyakit neurologis : tidak ada

D. Riwayat Keluarga
Pasien merupakan anak ke-3 dari 8 bersaudara. Pasien tinggal bersama istri
dan anak ke-2 pasien. Pada keluarga besar (kakek dan saudara kembar
pasien) ada yang mengalami gejala yang serupa dengan gejala yang
ditampakan oleh pasien. Saudara kembar pasien pernah dirawat bersama di
bangsal Jiwa pada tahun 2005.

E. Anamnesis Sistem
Jantung : berdebar-debar (-), nyeri dada (-)
Susunan Saraf Pusat : sakit kepala (-), pusing (-), kejang (-)

5
Respirasi : batuk (-), sesak nafas (-)
Digesti : nyeri perut (-), mual (-), muntah (-)
Uropoetika : nyeri saat berkemih (-)
Integumentum : tidak ada keluhan
Muskuloskeletal : myalgia (-)

III. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI


A. Masa Prenatal dan Perinatal
Pasien lahir di rumah dengan pertolongan dukun bayi. Kehamilan ibu
pasien merupakan kehamilan yang dikehendaki. Kesehatan fisik ibu di saat
mengandung dalam keadaan yang baik dan ibu merasa senang menghadapi
kehamilan. Persalinan saat umur kehamilan 9 bulan.

B. Masa Kanan Awal (Sampai Usia 3 Tahun)


Pasien dibesarkan oleh orang tua kandung. Tidak terdapat keterlambatan
yang signifikan dalam perkembangannya.

C. Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun)


Pasien masuk sekolah dasar saat usia 6 tahun. Pasien memiliki banyak
teman, bersosialisasi dengan baik.

D. Masa Kanak Akhir dan Remaja


Saat memasuki remaja, pasien seperti layaknya anak seusianya, pasien
memiliki teman bergaul dan rajin membantu kedua orangtuanya.

E. Masa Dewasa
1. Riwayat Pendidikan
Setelah lulus dari SD pasien tidak melanjutkan pendidikan karena
terbatas masalah ekonomi.
2. Riwayat Pekerjaan
Pasien bekerja sebagai penjahit, namun sejak kecelakaan 4 bulan yang
lalu pasien berhenti menjahit karena kakinya sakit.

6
3. Riwayat Keagamaan
Beragama islam, sebelum sakit pasien taat beribadah shalat 5 waktu.
4. Riwayat Perkawinan
Menikah dengan 1 istri dan mempunyai 2 anak
5. Riwayat Militer
Pasien tidak pernah memiliki riwayat militer.
6. Riwayat Hukum
Pasien belum pernah terlibat masalah hukum
7. Aktivitas Sosial
Pasien berinteraksi dengan baik oleh tetangga sekitarya, sering
bercerita humor.
8. Status Ekonomi
Pasien berasal dari keluarga yang berekonomi menengah ke bawah
namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari pasien.
9. Kebiasaan
Kebiasaan pasien adalah membantu istri bersih-bersih segala hal di
rumah.
10. Situasi Hidup Sekarang
Saat ini pasien tidak bekerja, kegiatan sehari-hari hanya berada di
rumah. Suami tadinya bekerja sebagai penjahit. Istri pasien bekerja
sebagai penjahit.
11. Riwayat Psikoseksual
Pasien tidak memiliki riwayat pelecehan seksual di masa lampau.
Hubungan suami istri sebelum keluhan saat ini baik.

IV. KESIMPULAN ALLOANAMNESIS


1. Pasien Tn. S usia 40 tahun datang ke IGD RS Banyumas pada 14 April
2018 dengan keluhan bicara sendiri tanpa sebab.
2. Keluhan bicara sendiri tanpa sebab, tidak bisa tidur, melakukan aktivitas
bersih-bersih berulang kali dirasakan sejak 2 hari SMRS sejak pasien
berhenti minum obat. Saat ini pasien masih bicara tanpa sebab, ada
waham bersalah dan shalat berulang kali.

7
3. Keluarga pasien mengatakan ini sakit yang ke-5, terakhir kambuh tahun
2005.
4. Pasien mengalami keluhan saat ini setelah 4 bulan sebelumnya
mengalami kecelakaan yang mengakibatkan rasa nyeri pada kaki kirinya
sehingga pasien tidak bisa menjahit.
5. Kecenderungan kepribadian pasien introvert.
V. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
A. Status Internus
Keadaan Umum : baik, kesan gizi cukup
Kesadaran : Compos Menis (GCS E4V5M6)
Tanda Vital :
TD : 120/70mmHg RR : 20 x/mnt
HR : 76 x/mnt Suhu : 36.5° C
Kepala : konjungtiva anemis (-), Sklera Ikterik (-)
Leher : Lnn. Tidak teraba
Jantung : Kardiomegali (-), S1-S2 reguler, bising (-)
Paru : Suara vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-
Abdomen : Datar, supel, Bising Usus (+) normal, hepar/lien ttb
Ekstremitas : Atas : edem -/-, bawah : edem -/-

B. Status Neurologis
Nervi craniales : dalam batas normal
Motorik : tidak ada kelainan
Refleks fisiologis : +/+ +/+
Refleks patologis : -/- -/-
Kesan : Dalam Batas Normal

C. Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap, EKG
Hasil laboratorium tanggal 15/04/2018 di RSUD Banyumas
Hb 14.2 gr/dL
Ht 41.4 %
Eritrosit 4.57 x 106/uL

8
Leukosit 11.50 x 103/uL
Trombosit 208 x 103/uL
BUN 12 mg/dL
Kreatinin 1,05 mg/dL
GDS 137 mg/dL
Na 145 meq/L
K 3,5 meq/L
Cl 106 meq/L
SGOT 48 U/L
SGPT 23 U/L
HbsAg negatif
D. Pemeriksaan Psikologis
Tidak dilakukan

VI. PEMERIKSAAN PSIKIATRI (dilakukan tanggal 12 April 2018)


- Kesan Umum : Tak tampak sakit jiwa,
- Kesadaran : compos mentis
- Sikap, Tingkah Laku : kooperatif, normoaktif
- Orienasi O/W/T/S : baik/baik/baik/baik
- Afek : appropiate
- mood : eutimia
- Bentuk Pikir : non-realistik
- Isi Pikir : waham bersalah (+), waham berdosa (+),
thought of insertion (+)
- Progresi Pikir :
- Persepsi : halusinasi auditorik (+), visual (+), olfaktori (-)
- Hubungan Jiwa : mudah
- Perhatian : mudah ditarik, mudah dicantum
- Insight : derajat 4

9
VII.RANGKUMAN DATA YANG DIDAPAT
A. Anamnesis
1. Pasien Tn. S usia 40 tahun datang ke IGD RS Banyumas pada 14 April
2018 dengan keluhan bicara sendiri tanpa sebab.
2. Keluhan bicara sendiri tanpa sebab, tidak bisa tidur, melakukan aktivitas
bersih-bersih berulang kali dirasakan sejak 2 hari SMRS sejak pasien
berhenti minum obat. Saat ini pasien masih bicara tanpa sebab, ada
waham bersalah dan shalat berulang kali.
3. Keluarga pasien mengatakan ini sakit yang ke-5, terakhir kambuh tahun
2005.
4. Pasien mengalami keluhan saat ini setelah 4 bulan sebelumnya
mengalami kecelakaan yang mengakibatkan rasa nyeri pada kaki kirinya
sehingga pasien tidak bisa menjahit.
5. Kecenderungan kepribadian pasien introvert.

B. Pemeriksaan psikiatri
Tingkah laku normoaktif, afek serasi, mood eutimia, bentuk pikir non-
realistic (+), waham logis [waham berdosa (+), waham bersalah (+)]
waham bizzare [thought of insertion (+)], halusinasi auditorik, halusinasi
visual, insight baik.

VIII. DIAGNOSIS BANDING

F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Pedoman diagnostik menurut PPDGJ III Pada pasien


1 Kategori ini digunakan baik untuk episode Terpenuhi
skizoafektif tipe depresif yang tungal maupun
untuk gangguan berulang dengan sebagian
besar episode skizoafektif tipe depresif
2 Afek depresif harus menonjol disertai Terpenuhi
sedikitnya gejala khas baik depresif maupun
kelainan perilaku terkait seperti tercantum
dalam uraian untuk episode depresif (F32)
3 Dalam episode yang sama harus jelas ada Terpenuhi
sedikitnya satu, atau lebih baik lagi dua, gejala
skizofrenia yang khas

10
F33.3 Gangguan depresif berulang, episode kini berat dengan gejala psikotik

Pedoman diagnostik menurut PPDGJ III Pada pasien


1 Kriteria untuk gangguan depresif berulang Terpenuhi
(F33.-) harus terpenuhi,
2 Sekurang – kurangnya dua episode telah Tidak Terpenuhi
berlangsung masing – masing selama minimal
2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan
tanpa gangguan afektif bermakna.

IX. EVALUASI MULTIAXIAL

Axis I : F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Axis II :-
Axis III : tidak ada diagnosis
Axis IV : masalah psikososial
Axis V : GAF 70 - 61

X. PENATALAKSANAAN
A. Terapi Biologis (farmakoterapi)
PO Haloperidol tab 5 mg 1x1
PO Chlorpromazine tab 100 mg 1x1
PO Trifluoperazine tab 5 mg 1x1
B. Terapi psikososial
- Memberikan dorongan, dukungan dan semangat untuk sembuh dari
penyakit
- Memberi pengertian kepada pasien bahwa semua manusia pasti
mempunyai masalah yang harus dihadapi dengan pikiran jernih
C. Edukasi
- Pasien harus lebih terbuka kepada orang sekitar, saat ada masalah
jangan hanya dipikirkan sendiri, tetapi bantu pasien dan ajak orang lain
disekitarnya untuk mendorong dan merundingkan solusi yang terbaik.
- Pasien harus diedukasi bahwa setiap manusia pernah melakukan dosa.

11
XI. PROGNOSIS
Premorbid
- Riw Gangguan jiwa dalam keluarga : ada (buruk)
- Status perkawinan : menikah (baik)
- Dukungan keluarga : baik (baik)
- Status sosial ekonomi : menengah kebawah (buruk)
- Stressor : jelas (baik)
- Kepribadian : extrovert (baik)

Morbid
- Onset usia : muda (buruk)
- Jenis penyakit : depresi berulang dengan psikotik
(buruk)
- Perjalanan penyakit : kronis (buruk)
- Penyakit organik : tidak ada (buruk)
- Regresi : tidak ada (buruk)
- Respon terapi : baik (baik)

Progresi : Dubia ad malam

12