Anda di halaman 1dari 2

Rubrik: Esai

Judul: video ciuman Shaynaz – Jeje: salah siapa?

Video Ciuman Shaynaz – Jeje: Salah siapa?

Senin sore, ketika langit sore berubah menjadi jingga pertanda jam kantor sudah mulai usai.
Sambil menunggu waktunya pulang, iseng-iseng saya melihat linimasa media sosial saya, terutama
linimasa twitter dimana banyak sekali betebaran ucapan “selamat” dan segala anekdot-nya atas
kemenangan Napoli atas Jupe pada laga semalem. Scroll.. scroll.. scroll.. tak sengaja ketekan sebuah
berita pada salah satu akun forum terbesar di Indonesia. Iseng pula saya baca berita mengenai
“kontroversi” pada salah satu momen bahagia dalam hidupnya (berita dapat dilihat disini:
http://solo.tribunnews.com/2018/04/22/video-ciuman-syahnaz-dan-jeje-jadi-perbincangan-netter-
merusak-moral?page=all). Yang jadi pertanyaan saya ada, terus kenapa? Emangnya salah? Mereka
kan sudah “Halal”..

Yah, dasarnya netizen Indonesia memang terlalu kepo (knowing every particular object)
dengan hal-hal “baru, lain, dan tidak biasa”. Dan level ke-kepo-an netizen Indonesia memang sudah
berada di “level atas”, termasuk urusan-urusan pribadi para public figure (baca: selebritis). Apapun
pasti di bahas, termasuk hal yang remeh-remeh begini.

Pada berita tersebut, yang dipermasalahkan adalah adegan ciumannya. Seakan-akan ciuman,
khususnya ciuman di bibir, adalah hal yang tabu bagi manusia. Lho memangnya salah berciuman? Dan
dalam sebuah hubungan (pria dan wanita) pun, berciuman juga merupakan suatu “bumbu cinta”
dalam hubungan mereka. Menurut Michael Christian, pengarang “The Art of Kissing”, berciuman
(khususnya di bibir) punya peran penting dalam sebuah hubungan yaitu Membantu melihat
kesetaraan romantisme pasangan. Selain itu ada banyak sekali artikel mengenai ciuman di internet
(silahkan Anda bisa baca dan google sendiri).

Dalam kasus Shaynaz-Jeje, mereka pun tidak salah. Karena yang pertama, mereka sudah
“halal” dan sah ketika melakukannya (dalam video dilakukan pada saat resepsi setelah akad nikah).
Kedua mereka meng-ekspresikan rasa cinta mereka dengan berciuman. Terus kontoversi yang
mengiringi video tersebut adalah ekspresi netizen yang merasa iri, tidak pernah merasakan ciuman,
ataupun menganggap ciuman itu tabu. Merusak moral-lah, ini
Terus ini salah siapa? Menurut saya pribadi yang pertama salah peng-unggah pertama video
tersebut (entah siapa orangnya). Resepsi pernikahan Shaynaz-Jeje bersifat “tertutup”, mengambil
“momen mereka” tanpa izin pun juga bisa dianggap mengganggu privasi mereka. Mereka berhak lho
menuntut kalo merasa dirugikan. Yang kedua orang yang menyebarkannya di sosial media. Sudah tahu
sosial media itu bersifat “bebas”, dari segal umur, latar belakang, dan pendidikan pun ada pada media
soisal tersebut, kenapa juga masih meng-unggah “hal yang dianggap tabu” ke media sosial. Biasanya
akun-akun macam ini mengatasnamakan “akun penggemar” atau “akun gosip paling hot” yang
mengambil video dari akun lain, tanpa izin. Dan ini pun mengandung resiko dimana kontroversi pasti
akan terjadi (dan akun-akun tersebut pasti menginginkan hal itu untuk mendongkrak viewers,
follower, komen, atau apapun yang membuat mereka terkenal). Mungkin sebaiknya para netizen
kembali membuka tutorial atau pandungan menggunakan media sosial yang baik.

Terus ngapain saya nulis beginian? Ah, ngapain juga ya.. nggak penting juga sih.. cuma ngisi
waktu luang menunggu hujan reda setelah jam kerja usai..