Anda di halaman 1dari 2

 

 
 
                                                                                                                                                                                               

                                                                                                                         Gender Health Environmental Linkages Program (G‐HELP)  FACT SHEET 


               

ISSUE XX NOVEMBER 2008

Persoalan Kesehatan Reproduksi Remaja


  Satu dari   4  penduduk dunia  saat ini  adalah    Survey  Kesehatan  Reproduksi  Remaja 
remaja (usia 10 – 24 tahun). 86% di antaranya hidup  Indonesia  (SKRRI)  2002‐2003  menyebutkan  tidak 
di negara‐negara berkembang5. Di Indonesia sendiri,  sampai  50%  remaja  laki‐laki  dan  remaja  perempuan 
jumlah  remaja  saat  ini  mencapai  lebih  dari  44  juta  yang  memiliki  pengetahuan  tentang  kesehatan 
jiwa6.  Sayangnya,  mereka  tidak  memiliki  reproduksi.  Sedikitnya  jumlah  remaja  yang  faham 
pengetahuan  tentang  kesehatan  reproduksi  yang  tentang  kesehatan  reproduksi  ini  menimbulkan 
memadai.   persoalan  yang  cukup  serius,  seperti    meningkatnya 
  kasus  HIV/AIDS,  kehamilan  yang  tidak  diinginkan 
Fakta dan Data Kesehatan Reproduksi Remaja (KTD),  aborsi,  dan  persalinan  remaja  yang  tidak 
menikah.  
Kasus Prosentase Sumber   Hal  itu  dibuktikan  oleh  data  Departemen 
Kesehatan  RI  yang  menunjukkan  bahwa  sampai 
dengan  Maret  2008,  pengidap  HIV/AIDS  terbanyak 
Remaja Indonesia 46,1% remaja laki- SKRRI
adalah  kelompok  remaja3..  Sedangkan  United 
yang memiliki laki dan 43,1% 2002-2003
Nations  Population  Fund  (UNFPA)  memperkirakan 
pengetahuan perempuan
tentang kesehatan setiap  hari  ada  6.000  atau  setiap  14  menit  ada  1 
reproduksi orang  muda  di  dunia  yang  terinfeksi  HIV.  Mayoritas 
di  antaranya  adalah  perempuan  muda7.  Sementara 
Remaja yang 15% remaja PKBI
itu,  sebuah  penelitian  yang  diungkap  oleh 
Indonesia sudah Pusat
melakukan Perkumpulan  Keluarga  Berencana  Indonesia  (PKBI) 
hubungan seks Pusat  menyebutkan  bahwa  15%  remaja  Indonesia 
pranikah telah  melakukan  hubungan  seks  pra  nikah4. 
Karenanya  tak  heran  jika  Departemen  Kesehatan 
Kasus aborsi 700.000 atau 30% Departem
mencatat  setiap  tahun  terjadi  700.000  atau    30% 
remaja di dari kasus aborsi en
kasus aborsi  pada remaja4.  
Indonesia setiap tahunnya Kesehatan
RI  
Kelahiran usia 10% remaja SKRRI Mengapa Remaja terlibat Aktivitas Seksual? 
remaja di 2002-2003  
Indonesia • Media massa, material-material (seperti lem-
baran, buku, dsb), migrasi dan/atau urbanisasi
Remaja terinfeksi Setiap 14 menit UNFPA meningkatkan keinginan dan kesempatan re-
HIV/AIDS di ada 1 remaja maja untuk melakukan aktivitas seksual.
dunia
• Banyak remaja memiliki ikatan yang kuat pada
Remaja terinfeksi Pada akhir 2001, UNFPA kelompok sebayanya untuk terlibat dalam aktivi-
HIV/AIDS di diperkirakan 11.8 tas seksual.
dunia juta penduduk usia
15-24 tahun Sumber: http://www.advocatesforyouth.org/publications/
factsheet/fsglobal.htm

G‐HELP (Gender Health  Environment Linkages Program), merupakan kolaborasi antara Pusat Penelitian Kesehatan 
Universitas Indonesia dengan 14 Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang Kesehatan Reproduksi  CONTACT 
serta Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan yang mendapatkan dukungan dari Ford Foundation. Tujuan dari  Pusat Penelitian Kesehatan UI. 
program ini adalah untuk menjembatani hubungan yang dinamis antara isu gender, kesehatan reproduksi dan  Ged‐G,R.211.Fak.Kesehatan Masyarakat. 
keadilan lingkungan di masyarakat dalam rangka mempercepat pencapaian  peningkatan kualitas hidup masyara‐ Kampus UI Depok,16424.           
kat Indonesia.   Telp         :  021‐7270154      
MITRA KERJA  Yayasan Rifka Annisa, Yayasan Mitra Aksi, Yayasan Bina Usaha Lingkungan‐GEF SGP, Java Learning  Fax          :   021‐7270153 
Center, Warung Informasi Konservasi, Yayasan Fatayat NU, Perkumpulan Untuk Pembaharuan Hukum Berbasis  Website :   www.g‐help.or.id  
Masyarakat dan Ekologis, Konsorsium Nasional Untuk Pelestarian Hutan dan Alam Indonesia, Yayasan RAHIMA,  Email      :   chrui@ui.edu
Yayasan Hotline Surabaya, Yayasan Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi, Yayasan Masyarakat 
Tertinggal Riau, Yayasan Talenta, Yayasan Duta Awam, RMI‐The Indonesian Institute for Forest and Environment. 
TIM G‐HELP  Budi Utomo, Purwa Kurnia Sucahya, Dini Dachlia, Luluk Ishardini, Dwiastuti Yunita Saputri, Nurul 
Huriah Astuti, Linda Widiyanti, M.Arafat Patria 
                                          

                                                Seri Fact sheet G‐
Seri Fact sheet G‐HELP 
HELP
 
 
 
                                                                                                                                                                                               

                                                                                                                         Gender Health Environmental Linkages Program (G‐HELP)  FACT SHEET 


               

Mengapa Terjadi?    KRR  bertujuan  untuk  memenuhi  hak‐hak 


  Pada  masa  remaja  terjadi  perubahan  fisik,  reproduksi  bagi  remaja  dalam  hal  promosi, 
emosional, dan sosial. Akibat hal itu, minat terhadap  pencegahan,  dan  penanganan  masalah‐masalah 
masalah seksualitas pun meningkat. Kondisi tersebut  kesehatan  reproduksi  dan  seksual.  Di  dalamnya 
membuat  remaja  berupaya  mencari  informasi   tercakup  pemahaman  anatomi  dan  fisiologi  organ‐
tentang  itu.  Sayangnya,  sedikit  remaja  yang  organ  reproduksi,  terutama  terkait  dengan  fungsi 
mendapatkannya dari keluarga atau guru. Akibatnya,  seksual  dan  bagaimana  menjaga  kesehatan.  Selain 
mereka  mendapatkan  dari  teman,  buku‐buku  itu,    juga  diberikan  pendidikan  life  skill,  bagaimana 
tentang seks, media massa, dan internet yang belum  menunda  pernikahan  dan  kehamilan  remaja, 
tentu benar8.   mencegah  HIV/AIDS,  serta  mencegah 
  Tanpa  bimbingan  terhadap  masalah  ini,  penyalahgunaan narkoba1. 
mereka  dapat  mengalami  eksploitasi  dan  kekerasan    Walaupun,  program  KRR  telah  banyak 
seksual. Bahkan, seringkali pula mereka menjadi aktif  dilakukan,  baik  oleh  pemerintah  maupun 
secara  seksual8.  Kondisi  itu,  akhirnya  memunculkan  masyarakat. Akan tetapi, fakta dan kondisi kesehatan 
mitos‐”mitos” seputar seksualitas. Contohnya adalah  reproduksi  remaja  di  Indonesia  masih  belum 
mitos  bahwa  hubungan  seks  sekali (HUS)  tidak akan  menggembirakan.  Median  umur  kawin  pertama 
menimbulkan  kehamilan.i  Tak  heran,  jika  setiap  perempuan  Indonesia  masih  rendah,  yaitu  19,5 
tahun angka KTD pada remaja pun meningkat2.  tahun.  Sedangkan  angka  kelahiran  pada  usia  remaja 
  masih menjadi di atas 10%1. (Nurul HA) 
Apa yang Harus Dilakukan?s, sebuah informasi yang   
belu  Kebutuhan  remaja  akan  informasi  kesehatan  Referensi :
seksual  dan  reproduksi  berbeda  dengan  orang 
1. Gemari, September 2006, Program KRR berbeda
dewasa.  Karenanya,  para  remaja  membutuhkan   dengan Pendidikan Seksual, Edisi 68/Tahun VII,
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). KRR   Septermber 2006
berbeda dengan pendidikan seksual (sex education).   2. Kita-Kita, Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk
Remaja, Sebuah Kebutuhan ataukah Malapetakan?
KRR  tidak  mengajarkan  bagaimana  berhubungan 
http://www.geocities.com/guntoroutamadi/artikel-
seks, tetapi melindungi remaja dari perilaku‐perilaku  pendidikan-seks-remaja.html, accessed 15 August 2008
yang berisiko dan tidak terlindungi2.    3. Komisi Penanggulangan AIDS, 2008, Analisa: Perkem-
bangan HIV/AIDS di Indonesia Kian Mengkha-
watirkan, http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?
Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja (PKRR) o p -
tion=com_content&task=view&id=1949&Itemid=134,
• Memperhatikan kebutuhan khusus remaja dan accessed 15 August 2008
tidak membatasi layanan berdasarkan gender, 4. Komisi Penanggulangan AIDS, Analisa : Sekitar 15
Persen Remaja Indonesia Berhubungan Seks Pranikah,
ekonomi, suku, agama, atau umur. http://www.google.co.id/search?
• M e n j a mi n k e r a h a s i a a n k l i e n d a n h l = i d & q = S K R R I + 2 0 0 2 -
mempromosikan kebebasan. Sehingga remaja 2003+perilaku+seksual+remaja&start=10&sa=N, ac-
bisa berkonsentrasi pada pengobatan dan cessed 15 August 2008
5. Salgado, Melendez dan Cheetham, Nichole, Januari
perawatannya sendiri. 2003, The Sexual and Reproductive Health of Youth :
• Meyakinkan pada remaja bahwa biaya layanan A Global Snapshot, http://www.advocatesforyouth.org/
itu terjangkau atau gratis. publications/factsheet/fsglobal.htm, accessed 13 August
• Konselor atau petugas adalah mereka yang 2008
6. Sudarmi, 17 Mei 2008, Membangun Remaja Peduli
berkompetensi dalam bidang khusus masalah KRR, BKKBN, http://www.bkkbn.go.id/yogya/
remaja dan mampu berkomunikasi dengan print.php?tid=2&rid=8, accessed 13 Augus 2008
remaja. 7. United Nations Population Fund (UNFPA), Fast Fact,
http://www.unfpa.org/adolescents/facts.htm, accessed
Sumber: Aide Medicale Internationale (AMI), http:// 15 August 2008
www.google.co.id/search?hl=id&q=health+messenger% 8. United Nations Population Fund (UNFPA), Adolescent
2C+AMI&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=&aq=f&oq= Realities in a Changing World, http://www.unfpa.org/
adolescents/about.htm, accessed 15 August 2008
                                          

                                                Seri Fact sheet G‐
Seri Fact sheet G‐HELP 
HELP