Anda di halaman 1dari 5

(/)

(http://www.pom.go.id)
Main menu

Beranda (/) Artikel (/artikel) Obat Baru (/cari/obat-baru) IONI (/ioni) Info BPOM (/info-bpom)

Situs Terkait (/situs-terkait) Website POM (http://www.pom.go.id)

Cari

Depan (/) » IONI (/ioni) » BAB 5 INFEKSI (/ioni/bab-5-infeksi) » 5.1 Antibakteri (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri) »
5.1.8 Antibiotik Lain (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain) » 5.1.8.1 Kloramfenikol

5.1.8.1 Kloramfenikol
Kloramfenikol merupakan antibiotik spektrum luas, namun dapat menyebabkan efek samping hematologik yang berat
jika diberikan secara sistemik. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya dicadangkan untuk penanganan infeksi yang
mengancam jiwa, terutama akibat Hemophilus in uenzae dan demam tifoid. Kloramfenikol juga digunakan pada
brosis sistik untuk mengatasi infeksi pernafasan karena Burkholderia cepacia yang resisten terhadap antibiotik lain.
Sindrom Grey baby dapat terjadi setelah pemberian dosis tinggi pada neonatus dengan metabolisme hati yang belum
matang. Untuk menghindarkan hal ini dianjurkan untuk melakukan monitoring kadar plasma. Kloramfenikol juga
tersedia dalam bentuk tetes mata (lihat 11.1) dan tetes telinga (12.1.1).

Monogra : 

KLORAMFENIKOL
(/monogra /kloramfenikol)
Indikasi: 
lihat keterangan di atas.

Peringatan: 
hindari pemberian berulang dan jangka panjang. Turunkan dosis pada gangguan fungsi hati dan ginjal. Lakukan hitung
jenis sel darah sebelum dan secara berkala selama pengobatan. Pada neonatus dapat menimbulkan grey baby
syndrome. (Periksa kadar dalam plasma).

Interaksi: 
lihat Lampiran 1 (kloramfenikol).

Kontraindikasi: 
wanita hamil, menyusui dan pasien por ria.

Efek Samping: 
kelainan darah yang reversibel dan ireversibel seperti anemia aplastik (dapat berlanjut menjadi leukemia), neuritis
perifer, neuritis optik, eritema multiforme, mual, muntah, diare, stomatitis, glositis, hemoglobinuria nokturnal.

Dosis: 
oral, injeksi intravena atau infus: 50 mg/kg bb/hari dibagi dalam 4 dosis (pada infeksi berat seperti septikemia dan
meningitis, dosis dapat digandakan dan segera diturunkan bila terdapat perbaikan klinis).

ANAK: epiglotitis hemo lus, meningitis purulenta, 50-100 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi. BAYI di bawah 2 minggu,
25 mg/kg bb/hari (dibagi dalam 4 dosis). 2 minggu-1 tahun, 50 mg/kg bb/hari (dibagi 4 dosis).

TIAMFENIKOL (/monogra /tiamfenikol)


Indikasi: 
infeksi yang disebabkan oleh Salmonella sp., Hemophilus in uenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia,
lyphogranuloma-psittacosis, dan bakteri Gram negatif penyebab bakterimiameningitis; tidak digunakan untuk
hepatobilier dan gonore.

Peringatan: 
hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya; pemakaian dalam waktu lama perlu dilakukan
pemeriksaan hematologik secara berkala; sesuaikan dosis pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, hentikan
penggunaan apabila timbul retikulositopenia, leukopenia, trombositopenia atau anemia; lama pemakaian sebaiknya
tidak melebihi batas waktu yang ditentukan; kehamilan dan menyusui (dapat menembus plasenta dan diekskresikan
melalui ASI); hati-hati pada bayi baru lahir (2 minggu pertama) dan bayi prematur (untuk menghindari timbulnya
sindrom Grey); penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya mikroorganisme yang tidak sensitif
termasuk fungi dan bakteri.

Interaksi: 
penggunaan bersama kloramfenikol dapat mengakibatkan resistensi silang; hati-hati bila digunakan bersama dengan
obat-obat yang juga dimetabolisme oleh enzim-enzim mikrosom hati, seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid, dan
fenobarbital.
Kontraindikasi: 
hipersensitif terhadap tiamfenikol; gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat; tindakan pencegahan infeksi bakteri dan
pengobatan infeksi trivial, infeksi tenggorokan dan in uenza.

Efek Samping: 
diskrasia darah (anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan granulositopenia), gangguan saluran
pencernaan (mual, muntah, glositis, stomatitis dan diare), reaksi hipersensitif (demam, ruam angioedema, dan
urtikaria), sakit kepala, depresi mental, neuritis optik dan sindrom grey.

Dosis: 
Dewasa, anak-anak, dan bayi berusia di atas 2 minggu, 50 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 3-4 kali sehari.Bayi
prematur, 25 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 4 kali sehari. Bayi berusia di bawah 2 minggu, 25 mg/kg bb sehari
dalam dosis terbagi 4 kali sehari.

‹ 5.1.8 Antibiotik Lain (/ioni/bab-5-infeksi/51- ke 5.1.8.2 Klindamisin › (/ioni/bab-5-infeksi/51-


antibakteri/518-antibiotik-lain) atas antibakteri/518-antibiotik-lain/5182-klindamisin)
(/ioni/bab-
5-
infeksi/51-
antibakteri/518-
antibiotik-
lain)

DAFTAR ISI
IONI (/ioni)
PEDOMAN UMUM (/ioni/pedoman-umum)
BAB 1 SISTEM SALURAN CERNA (/ioni/bab-1-sistem-saluran-cerna-0)
BAB 2 SISTEM KARDIOVASKULER (/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0)
BAB 3 SISTEM SALURAN NAPAS (/ioni/bab-3-sistem-saluran-napas-0)
BAB 4 SISTEM SARAF PUSAT (/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat)
BAB 5 INFEKSI (/ioni/bab-5-infeksi)
5.1 Antibakteri (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri)
5.1.1 Penisilin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/511-penisilin)
5.1.2 Sefalosporin dan Antibiotik Beta-laktam Lainnya (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/512-sefalosporin-
dan-antibiotik-beta-laktam-lainnya)
5.1.3 Tetrasiklin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/513-tetrasiklin)
5.1.4 Aminoglikosida (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/514-aminoglikosida)
5.1.5 Makrolida (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/515-makrolida)
5.1.6 Kuinolon (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/516-kuinolon)
5.1.7 Sulfonamid dan Trimetoprim (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/517-sulfonamid-dan-trimetoprim)
5.1.8 Antibiotik Lain (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain)
5.1.8.1 Kloramfenikol (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5181-kloramfenikol)
5.1.8.2 Klindamisin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5182-klindamisin)
5.1.8.3 Vankomisin dan Teikoplanin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5183-
vankomisin-dan-teikoplanin)
5.1.8.4 Spektinomisin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5184-spektinomisin)
5.1.8.5 Polimiksin (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5185-polimiksin)
5.1.8.6 Linezolid (/ioni/bab-5-infeksi/51-antibakteri/518-antibiotik-lain/5186-linezolid)
5.2 Tuberkulosis dan Leprosi (/ioni/bab-5-infeksi/52-tuberkulosis-dan-leprosi)
5.3 Anti Jamur (/ioni/bab-5-infeksi/53-anti-jamur)
5.4 Infeksi Virus (/ioni/bab-5-infeksi/54-infeksi-virus)
5.5 Infeksi Protozoa (/ioni/bab-5-infeksi/55-infeksi-protozoa)
5.6 Infeksi Cacing (/ioni/bab-5-infeksi/56-infeksi-cacing)
BAB 6 SISTEM ENDOKRIN (/ioni/bab-6-sistem-endokrin)
BAB 7 OBSTETRIK, GINEKOLOGIK, DAN SALURAN KEMIH (/ioni/bab-7-obstetrik-ginekologik-dan-saluran-kemih)
BAB 8 KEGANASAN DAN IMUNOSUPRESI (/ioni/bab-8-keganasan-dan-imunosupresi)
BAB 9 GIZI DAN DARAH (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah)
BAB 10 OTOT SKELET DAN SENDI (/ioni/bab-10-otot-skelet-dan-sendi)
BAB 11 MATA (/ioni/bab-11-mata)
BAB 12 TELINGA, HIDUNG DAN TENGGOROK (/ioni/bab-12-telinga-hidung-dan-tenggorok)
BAB 13 KULIT (/ioni/bab-13-kulit)
BAB 14 PRODUK IMUNOLOGIS DAN VAKSIN (/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin)
BAB 15 ANESTESIA (/ioni/bab-15-anestesia)
BAB 16 PENANGANAN DARURAT PADA KERACUNAN (/ioni/bab-16-penanganan-darurat-pada-keracunan)
BAB 17 MEDIA KONTRAS (/ioni/bab-17-media-kontras)
BAB 18 RADIOFARMAKA (/ioni/bab-18-radiofarmaka)
LAMPIRAN 1 : INTERAKSI OBAT (/ioni/lampiran-1-interaksi-obat-0)
LAMPIRAN 2 : GAGAL HATI (/ioni/lampiran-2-gagal-hati-0)
LAMPIRAN 3 : GAGAL GINJAL (/ioni/lampiran-3-gagal-ginjal)
LAMPIRAN 4 : KEHAMILAN (/ioni/lampiran-4-kehamilan)
LAMPIRAN 5 : MENYUSUI (/ioni/lampiran-5-menyusui)
LAMPIRAN 6 : PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (/ioni/lampiran-6-petunjuk-praktis-
penggunaan-obat-yang-benar)

PENCARIAN
IONI (/ioni/search)
Monogra (/ioni/search/monogra )
Interaksi Obat (/ioni/search/interaksi)
Gagal Hati (/ioni/search/gagal-hati)
Gagal Ginjal (/ioni/search/gagal-ginjal)
Kehamilan (/ioni/search/kehamilan)
Menyusui (/ioni/search/menyusui)

Copyright © 2015, Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI