Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rebri Atnam

Nrp : F44080030

Kertas

Saat ini, sampai 97% kertas dunia dan board diproduksi dari pulp kayu, dan 85% pulp kayu
ini berasal dari cemara, firs, dan pinuskonifer dan tumbuhan berdaun jarum lainnya Dinding kayu dari
kayukayu lunak yang lebih banyak digunakan dalam produksi pulp memiliki 4045% berat sellulosa,
1525% berat hemiselulosa dan 2630% berat lignin. Maksud dari proses produksi pulp adalah
memisahkan serat kayu tanpa merusaknya sehingga dapat dibuat menjadi lembaran kertas. Komponen
lignin dalam kayu harus dilunakkan dan dilarutkan ka dalam fiber kayu itu sendiri. Produksi pulp secara
komersial meiliki metode pelunakkan lignin dengan cara memanfaatkan perbedaan sifat fisik dan kimia
antara selulosa dengan lignin untuk memperoleh fiber. Pelunakkannya terjadi sampai memiliki derajat
lebih besar atau lebih kecil pada berbagai langkah yang dilakukan selama proses.
Pulp yang mempertahankan sebagian besar lignin yang mengandung seratserat
kaku tidak akan dapat dijadikan kertas yang kuat. Dalam hal ini, warna dan kekuatan kertas tersebut
akan berkurang dengan cepat. Hal ini dapat diperbaiki dengan mengambil sebagian besar atau
keseluruhan dari lignin yang akan diproses dengan menggunakan larutan berbagai zat kimia. Pulp seperti
ini dikenal dengan nama pulp kimia. Sedangkan proses pelunakan lignin yang lain yaitu dengan memberi
tekanan pada kayu pada batu asah grindstone akan memproduksi pulp mekanik. Pada proses ini, panas
dihasilkan untuk mengurangi gesekan antara komponen dalam kayu sehingga fiber terpisah dari lignin
dengan sedikit kerusakan. Selain pulp mekanik dan pulp kimia ada lagi jenis pulp yang lain yang
diklasifikasikan berdasarkan proses pembuatannya yaitu pulp semikimia dan pulp kimiamekanik.

Pembuatan pulp secara mekanik telah mengalami perkembangan yang cukup baik, di antaranya adalah
proses yang bernama refiner Mechanical Pulping (RMP), Thermomechanical Pulping (TMP), dan
Chemithermomechanical Pulping (CTMP). Adapun pembuatan pulp secara kimia biasanya menggunakan
NaOH secara langsung maupun tidak langsung. Lignin dilarutkan dari bagian lapisan sehingga fiber
terpisah. Dalam proses ini, kulit kayu diambil dan batang kayunya dibuat keepingkeping kayu kemudian
dihancurkan dalam tekanan pada temperatur yang dibutuhkan. Proses pembuatan pulp secara
kimia,yaitu:
1. Proses alkalin: proses soda, dan proses kraft
2. Proses sulfit : proses asam sulfit, dan proses bisulfit
Pulp yang dibuat dengan metode semikimia pertama kali ditemukan oleh Mitscherlich pada tahun 1984.
Tujuan proses ini adalah menghasilkan perolehan yang maksimal yang setara dengan proses dari tingkat
kekuatan dan kebersihan yang paling baik.

Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam proses ini adalah:


1. Menggunakan larutan kimia untuk menghancurkan dan mencerna kayu. Larutan kimia yang biasa
digunakan adalah NaOH, Na2CO3, Na2SO4. Dalam proses ini, sebagian besar hemiselulosa harus
sudah tercerna.
1. Menghancurkan bahan secara mekanik, Salah satu proses terkenal pembuatan pulp secara semikimia
adalah proses Neutral Sulfite Semichemical (NSCC). Proses pencernaan kayu merupakan proses yang
memiliki arti yang sangat penting. Proses ini diatur sedemikian rupa dengan kondisi terbaik mulai dari
temperature, tekanan, dan larutan kimia.

Tujuan utama dari pencernaan ini adalah:


1. Menghasilkan pulp masak yang baik, yang bebas dari bagian bebas selulosa dan hemiselulosa
2. Mencapai hasil maksimum dari perolehan hasil dengan kualitas yang baik.
3. Menjamin persediaan pulp yang konstan Setelah mengalami proses penghancuran, selanjutnya pulp
akan mengalami proses penggelantangan. Warna pulp sangat bergantung pada jenis kayu asal, cara
proses, dan komponen tambahan yang terdapat dalam kayu. Selulosa dan hemiselulosa sudah berwarna
putih dan tidak berkontribusi pada warna pulp, sedangkan lignin sangat berperan besar dalam
memberikan warna pada pulp.
Pada dasarnya, terdapat dua tipe penggelantangan yang biasa dilakukan pada pulp. Kedua metode ini
adalah:
1. Memodifikasi secara kimia senyawa kromoforic pada kayu dengan menggunakan reaksi oksidasi atau
oksidasi
2. Menyempurnakan proses delignifikasi dan membuang beberapa senyawa karbohidrat lain Proses
bleaching pada produksi pulp secara kimia dan mekanik berbeda.
Proses Pembuatan kertas Pulp akan dilewatkan pada berbagai unit proses dan operasi, diolah secara
kimia maupun mekanik, ditambahkan berbagai zat additive kemudian masuk ke dalam mesing pembuat
kertas khusus.
Beating dan pemurnian adalah proses awal yang digunakan untuk memperbaiki kekuatan dan sifat fisik
dari kertas yang diinginkan, dan untuk mempengaruhi tingkah laku kertas selama berada dalam tahap
proses pembentukan lembaran dan pengeringan tujuan proses ini adalah juga untuk menambah luas
permukaan fiber dan pelarutan. Selain itu, proses ini juga dapat menambah fleksibilitas fiber sehingga
bahan fiber menjadi relative mudah untuk dideformasi plastic dalam mesin kertas. Kualitas keluaran unit
beater ini bergantung pada kualitas penghancurannya. Fiber untuk kertas biasanya keras dan elastic dan
biasanya fiber akan berubah menjadi lunak jika dimasukkan ke dalam mesin kertas tanpe melalui proses
beating ini.
Sizing adalah proses untuk menjadikan bahan fiber menjadi kertas dan lebih tahan rusak dari berbagai
cairan, khususnya air. Damar adalah bahan terbanyak yang digunakan sebagai zat pembantu proses ini,
selain itu, dapat digunakan juga bahan seperti pati, lem, kasein, resin sintetis, dan turunanturunan
selulosa lainnya. Behan-bahan ini ditambahkan secara langsung ke dalam beater beater yang sedang
memproses fiber, atau ditambahkan saat fiber sudah menjadi lembaran kertas kering untuk membuat
permukaan tahan cairan.

Beberapa proses yang terkenal dalam proses pembuatan kertas, yaitu:


Fourdrinier Mesin Fourdrinier pertama kali ditemukan pada tahun 1804 oleh Henry dan Sealy
Fourdrinier. Pada proses ini, kertas dibuat dengan mengendapkan suspensi fiber yang sangat larut dari
suspense cairan pembawanya. Hampir 95% air dibuang pada proses ini. Saat itu, masing-masing fiber
akan bersilangan satu sama lain secara acak.
Silinder Mesin silinder atau dikenal dengan proses mesin tong pertama kali dikembangkan oleh John
Dickinson dari Inggris pada tahun 1809. Manfaat mesin ini adalah dalam manufaktur kertas dus, yaitu
sejumlah unit silinder dapat disusun sehingga lapisan fiber dari setiap silinder dapat diendapkan dan
seluruh lembaran itu dapat dikombinasikan untuk membuat dus. Ketebalan diatur dan dibatasi dengan
jumlah silinder yang digunakan.

Twin wire Metode ini digunakan untuk membuat kertas dan kertas dus. Kertas dibentuk di antara dua
penyaring. Dan air dikeluarkan dari bahan dengan memodifikasi tekanan dan bahkan sampai tercapai
keadaan vakum.

Pemerasan dan pengeringan Setelah meninggalkan mesin pembuat kertas di atas, kertas yang berupa
lembaran yang masih mengandung 7590% air diumpankan kepada unit untuk diperas kemudian
dikeringkan dengan rol pemanas dengan steam sampai tersisa kelembaban sebesar 410%.

Sifat Fisik kertas:


1. Direksi kertas. Arah (direksi) kertas menentukan beberapa sifat fisik kertas yang lain. Arah ini
2. bergantung pada orientasi urat fiber selam dalam proses pembuatan
3. Basis Massa Basis Massa adalah ukuran massa dalam gram per meter kuadrat. Sifat fisik ini
4. ditentukan oleh standar TAPPI T 410.
5. Ketebalan Maksud ketebalan di sini adalah ketebalan satu lembar kertas yang diukur dalam kondisi
spesifik TAPPI T 410 dan biasanya dinyatakan dalam mikron
6. Kuat tarik Kuat tarik adalah gaya per lebar unit lembaran kertas yang dibutuhkan untuk
7. menghasilkan kerusakan pada kertas tersebut pada kondisi spesifik
8. Bidang potong Bidang potong ini dinyatakan dalam persentasi elongasi per lebar. Bidang potong akan
memiliki nilai terbesar dalam arah silang.
9. Bursting Strength Bursting Strength adalah tekanan hidrostatik yang dibutuhkan untuk memutuskan
bahan saat berada dalam kondisi spesifik.
10. Tearing Strength Tearing Strength adalah gaya ratarata
11. yang dibutuhkan untuk menyobek sebuah lembaran kertas dalam kondisi spesifik
12. Tingkat kekakuan Kekakuan yang dimaksud adalah tahanan ikatan yang diukur oleh gaya yang
dibuthkan untuk memberikan pembelokan. Tingkat kekakuan bervariasi bergantung pada ketebalan
kertas.
13. Daya tahan lipat Daya tahan lipat merupakan jumlah lipatan maksimum yang masih dapat ditahan kertas
sampai terjadinya kerusakan berdasarkan kondisi spesifik TAPPI T 410.

Macam-macam produk kertas Secara garis besar, kertas dibagi menjadi 2 kategori, yaitu
1. kertas asli yang biasanya dibuat dari kertas tergelantang, dan digunakan untuk menulis, sebagai buku
besar, buku dan cover.
2. Kertas kasar (coarst), dibuat dari kertas tak tergelantang (tidak mengalami proses bleaching dari pulp
kayu lunak dan biasanya digunakan untuk kemasan makanan.
Macam -macam tipe kertas:
1. Kertas kraft Biasanya digunakan untuk tas, karton berombak, juga untuk kemasan makanan
2. Kertas tergelantang Biasanya digunakan untuk dibuat tas kecil, amplop, kertas lilin, label, dan bahan
laminating
3. Kertas Greaseproof Biasanya digunakan untuk fatty foods
4. Kertas Glassine Merupakan kertas yang tahan minyak.Biasanya digunakan untuk tas, kotak dan
kemasan makanan berminyak
5. Perkamen sayur Kertas ini tidak beracun dan memiliki kekuatan tahan basah dan minyak.
Biasanya digunakan untuk kemasan makanan basah dan berminyak
6. Kertas tissue Kertas ini memiliki sifat lembut, dan semitransparan.

Sumber(http://school-press.com/sman1banjar/2010/01/proses-pembuatan-kertas/)
Proses Pembuatan Kertas (pulp)

1. Kayu diambil dari hutan produksi kemudian dipotong - potong atau lebih dikenal dengan log. log
disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk
melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku
2. Kayu dibuang kulitnya dengan mesin atau dikenal dengan istilah De - Barker
3. Kayu dipotong - potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai
ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang.
4. Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang diunakan untuk
membuat kertas) dengan lignin. proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping
Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp
ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)

Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock preparation. bagian ini
berfung si untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan
zat retensi, menambahkan filler (untuk mengisi pori - pori diantara serat kayu), dlln. Bahan yang keluar
dari bagian ini di sebut stock 9campuran pulp, bahan kimia dan air)

Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang disebut cleaner.
Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox berfungsi untuk membentuk lembaran kertas
(membentuk formasi) diatas fourdinier table.

Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Hasil yang keluar
disebut dengan web (kertas basah). Kadar padatnya sekitar 20 %.

Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Hasilnya
masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara kerja press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang
berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bagian ini dapat menghemat
energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30 %).
Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %. Hasilnya digulung di pop
reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong - potong
sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.
Sumber(http://semangatbelajar.com/proses-pembuatan-kertas/)