Anda di halaman 1dari 2

Laporan Praktikum Hari/Tanggal : Selasa, 8 Mei 2018

Teknologi Minyak Atsiri Dosen : Dr. Erliza Hambali


Rempah dan Fitofarmaka Asisten : F. Wali (F34130043 )

Alamsyah Firdaus Widiatara / F34150056


PEMURNIAN MINYAK ATSIRI
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
[Terlampir.]
Pembahasan
Minyak atsiri terkadang masih memiliki komponen yang dapat menurunkan
kualitas minyak atsiri. Oleh, karena itu dibutuhkan pemurnian minyak atsiri.
Pemurnian minyak atsiri adalah metode untuk meningkatkan kualitas minyak atsiri
(Ketaren 1985). Pemurnian minyak atsiri dapat dilakukan dengan cara kimia yaitu
menggunakan cara mencampur adsorben dan lainnya, sedangkan secara fisik dapat
dilakukan dengan perlatan yang rumit dibandingkan secara kimia. Pemurnian
bertujuan agar mutu minyak menjadi baik dan dapat memaksimalkan keuntungan
(Prisca et all 2014).
Dari praktikum yang telah dilakukan terdapat beberapa cara dalam
memurnikan minyak atsiri. Pertama pemucatan yang dilakukan dengan
menambahkan beberapa persen adsorben. Selanjutnya bahan dan adsorben akan
diaduk hingga warna dari minyak atsiri menjadi lebih cerah atau kuning keputihan.
Selanjutnya teknik penarikan air, dimana didalam minyak pasti terdapat kandungan
air dan proses yang telah dilakukan. Untuk itu, perlu dilakukan penarikan air untuk
menghindari penurunan kualitas karena hidrolisis. Selanjutnya, ada pengkhelatan,
yaitu penghilangan kandungan logam dari minyak. Minyak masih mengandung
logam karena alat – alat sepanjang produksi mengandung logam, sehingga bahan
akan terkontaminasi oleh dinding logam alat. Prinsip pengkhelatan adalah
pengikatan logam dengan bantuan senyawa pengikat. Teknik terakhir yaitu
deterpenasi,yang menghilangkan senyawa terpen dengan ekstraksi pelarut, yang
menghasilkan minyak atsiri yang lebih stabil dalam prosespengolahan dan
penyimpanan.
Dari hasil yang didapatkan diperoleh bahwa pemurnian minyak dengan
pemucatan berwarna kuning keruh dan aroma yang tidak begitu tajam. Pada
penarikan air warna hijau muda dan aroma sereh sangat kuat. Pada pengkhelatan
warnanya menjadi kuning pucat dengan aroma sereh yang tidak begitu kuat. Pada
deterpenasi warna menjadi kuning keruh dan aroma sereh yang sangat kuat.
Simpulan
Dari hasil yang didapatkan diperoleh bahwa pemurnian minyak dengan
pemucatan berwarna kuning keruh dan aroma yang tidak begitu tajam. Pada
penarikan air warna hijau muda dan aroma sereh sangat kuat. Pada pengkhelatan
warnanya menjadi kuning pucat dengan aroma sereh yang tidak begitu kuat. Pada
deterpenasi warna menjadi kuning keruh dan aroma sereh yang sangat kuat.
Daftar Pustaka
Ketaren.1985.Pengantar Teknologi Minyak Atsiri.Jakarta(ID):Balai Pustaka
Prisca, Violetta Effendi & Simon Bambang Widjanarko. (2014). Distilasi dan
Karakterisasi Minyak Atsiri Rimpang Jeringau. Jurnal Pangan dan
Agroindustri. Vol.2, No.2. 1-8.