Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO PELAYANAN BEDAH

TELUSUR STANDAR EP CHECK


PPA kompeten dan berwenang KKS 10
KKS 12
KKS 14
KKS 17
AP 3 EP 2
ASESMEN AWAL MEDIS
 Lengkap AP 1 EP 2
 Keterlibatan keluarga AP 1 EP 4
 Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik AP 1.1 EP 1
 Diagnosis dan masalah AP 1.1 EP 3
 Selesai 24 jam AP 1.1 EP 4
 Hasil asesmen PPA diintegrasikan AP 4 EP 1
 Hasil asesmen dianalisis untuk membuat rencana AP 4 EP 2
asuhan
 Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA AP 4 EP 3
lainnya, DPJP mengintegrasikan rencana asuhan dan
tindak lanjutnya
Diagnosis pra operasi dan rencana operasi dicatat di PAB 7 EP 2
rekam medik pasien oleh DPJP EP 3
 Asemen pra anestesi dilakukan untuk setiap pasien PAB 4 EP 1
yang akan operasi
 Hasil asesmen didokumentasikan dalam rekam medis PAB 4 EP 2
pasien
RENCANA ASUHAN
 Asesmen awal pasien ranap menghasilkan rencana AP 1.1 EP 5
asuhan
 Rencana asuhan PPA diintegrasikan AP 4 EP 3
EDUKASI
Metode edukasi MKE 11 EP 1-5
 PPA harus menyediakan waktu yang adekuat dalam MKE 11 EP 1
memberikan edukasi
 Harus mendorong pasien dan keluarga untuk bertanya MKE 11 EP 3
dan memberi pendapat agar dapat sebagai peserta
aktif
 Dilakukan verifikasi untuk memastikan pasien dan MKE 11 EP 4
keluarga dapat memahami materi edukasi yang
diberikan
 Informasi verbal diperkuat dengan materi tertulis MKE 11 EP 5
 Bila diperlukan, pemberian edukasi kepada pasien dan MKE 11 EP 2
keluarga diberikan secara kolaboratif oleh professional
pemberi asuhan (PPA) terkait
 Pasien diberi informasi tentang rencana asuhan dan HPK 2.1 EP 3
tindakan yang akan dilakukan dan berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan
 Dalam rekam medis memuat pemberian penjelasan PAB 7.1 EP 3
tentang risiko, keuntungan dan alternatif operasi
 Pasien diberi tahu bilamana “persetujuan tindakan” HPK 2.1 EP 4
(informed consent) diperlukan dan bagaimana proses
memberikan persetujuan
 Bila dilakukan tindakan medik yang memerlukan MKE 9 EP 4
persetujuan tindakan kedokteran (informed consent),
pasien dan keluarga belajar tentang risiko dan
komplikasi yang dapat terjadi untuk dapat memberikan
persetujuan
EDUKASI PELAYANAN DAN ASUHAN ANESTESI
 Pasien dan atau keluarga atau pihak lain yang PAB 5.1 EP 1
berwenang yang memberikan keputusan dijelaskan
tentang risiko, keuntungan dan alternatif tindakan
anestesi
 Dokter spesialis anestesi melaksanakan edukasi dan PAB 5.1 EP 3
mendokumentasikannya
EDUKASI PELAYANAN DAN ASUHAN BEDAH
 Pasien, keluarga dan mereka yang memutuskan diberi PAB 7.1 EP 1
edukasi tentang risiko, manfaat, komplikasi, dampak
dan alternatif prosedur/teknik terkait rencana operasi
 Penjelasan tentang risiko, keuntungan dan alternatif PAB 7.1 EP 2
penggunaan darah dan produk darah
 Edukasi oleh dokter penanggung jawab pelayanan PAB 7.1 EP 3
(DPJP) dan dicatat pada bagian pemberian informasi
dalam form persetujuan tindakan kedokteran
 Edukasi tentang kemungkinan timbulnya nyeri akibat PAP 6 EP 4
tindakan yang terencana
 Pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga terkait MKE 10 EP 4
dengan asuhan yang diberikan meliputi manajemen
nyeri
TRANSFER
Transfer pasien antar unit pelayanan di dalam rumah sakit ARK 3.3 EP 1-8
dilengkapi dengan form transfer pasien
KESELAMATAN PASIEN
 Regulasi surgical safety check list SKP 4 EP 1
 Site marking EP 2
 Site marking melibatkan pasien EP 3
 Surgical safety check list EP 4
 Time out SKP 4.1 EP 2
 Tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien EP 3
DI KAMAR OPERASI
 Asemen pra induksi dilakukan untuk setiap pasien PAB 4.1 EP 1
sebelum dilakukan induksi
 Hasil asesmen didokumentasikan dalam rekam medis PAB 4.1 EP 2
pasien
 Obat-obat anestesi, dosis dan rute serta teknik anestesi PAB 5 EP 2
didokumentasikan di rekam medis pasien
 Dokter spesialis anestesi dan perawat yang PAB 5 EP 3
mendampingi / penata anestesi ditulis dalam form
anestesi
 Pemantauan status fisiologis pasien sesuai dengan PAB 6 EP 2
panduan praktik klinis
 Hasil pemonitoran dicatat di form anestesi PAB 6 EP 3
PASCA OPERASI
 Waktu masuk ruang pemulihan dan dipindahkan dari PAB 6.1 EP 2
ruang pemulihan dicatat dalam form anestesi
 Pasien dimonitor dalam masa pemulihan pasca PAB 6.1 EP 3
anestesi sesuai regulasi
 Hasil pemonitoran dicatat di form anestesi PAB 6.1 EP 4
 Bukti dalam rekam medis memuat laporan operasi PAB 7.2 EP 2
 Laporan operasi dapat dicatat di area asuhan intensif PAB 7.2 EP 3
lanjutan
 Pelaksanaan rencana asuhan pasca operasi dalam PAB 7.3 EP 2
bentuk SOAP selesai dalam waktu 24 jam
 Rencana asuhan pasca operasi meliputi rencana asuhan PAB 7.3 EP 3
medis, keperawatan, dan PPA lainnya sesuai kebutuhan
kebutuhan pasien
MANAJEMEN NYERI
Rumah sakit menghormati dan mendukung hak pasien HPK 2.5 EP 2
dengan melakukan asesmen dan manajemen nyeri yang
sesuai
Pelatihan staf tentang nyeri PAP 6 EP 5
Pasien nyeri menerima pelayanan untuk mengatasi nyeri PAP 6 EP 2
sesuai dengan kebutuhan
Edukasi kemungkinan timbulnya nyeri akibat tindakan yang PAP 6 EP 4
terencana
 Pasien dan keluarga diberikan edukasi tentang PAP 6 EP 3
pelayanan untuk mengatasi nyeri sesuai dengan latar
belakang agama, budaya, nilai-nilai pasien, dan
keluarga
 Pemberian edukasi tentang asesmen nyeri dan MKE 10 EP 4
manajemen nyeri
Asesmen pasien nyeri AP 1.5 EP 2
Asesmen ulang nyeri AP 1.5 EP 3
Laporan rasa nyeri oleh pasien beserta asesmen dan HPK 2.5 EP 3
manajemen nyeri