Anda di halaman 1dari 17

4.

3 Analisa Stabilitas Bendungan


Untuk mengetahui keamanan tubuh dari bendung, harus dilakukan analisa stabilitas
bendung. Dalam analisa stabilitas bendung dilakukan kontrol terhadap:
 Guling
 Geser
 Daya dukung tanah
 Erosi bawah tanah

Analisa stabilitas ini ditentukan oleh gaya-gaya yang bekerja pada bidang meliputi:

 Tekanan air (W)


 Beban mati ( G)
 Tekanan tanah ( P)
 Tekanan up lift ( U)
 Tekanan lumpur sedimen ( Ps)

Dalam perhitungan ditinjau dalam 2 keadaan yaitu:


1. Keadaan normal
2. Keadaan banjir

1. Analisa terhadap Gaya Guling.


a. Keadaan normal
∑𝑀𝑇
Sf = > 1.5
∑𝑀𝐺

b. Keadaan banjir
∑𝑀𝑇
Sf = > 1.25
∑𝑀𝐺

Dimana:
Sf = Safety factor
∑MT = Jumlah momen tahanan (tm)
∑MT = Jumlah momen guling (tm)
2. Analisa terhadap Gaya Geser.
a. Kedalaman normal
∑𝑉 𝑋 𝐹
Sf = > 2.0
∑𝐻

b. Keadaan banjir
∑𝑉 𝑋 𝐹
c. Sf = > 1.25
∑𝐻

Dimana:

F = koefisien gesekan

∑V = Jumlah gaya vertical (tm)

∑H = Jumlah gaya horizontal (tm)

3. Analisa eksentrisitas

∑𝑀 1 1
e= − <6 xL
∑𝑉 2

Dimana:

e = eksentrisitas (m)

∑M = Jumlah momen (tm)

∑V = Jumlah gaya vertical (tm)

L = Panjang telapak pondasi (m)

Dengan data-data sebagai berikut:

 Rembesan line (CL) =5


 Sudut geser dalam (θ) = 72°
 Berat volume tanah jenuh (ˠsat) = 1.8 t/m3
 Berat volume air (ˠw) = 1 t/m3
 ˠ beton massa = 2.4 t/m3
 Koefisien geser (f) = tg θ = 0.7

4. Keadaan horizontal yang bekerja pada bendung dengan,


1 − sin 𝜃 1 − 72
Ka = = = 0.0251
1 +sin 𝜃 1+72

1 + sin 𝜃 1 + 72
Kp = = = 39.863
1−sin 𝜃 1− 72

5. Gaya vertikal, gaya horizontal dan momen tahanan pada saat air normal.
Menghitung gaya-gaya vertical pada kondisi air normal.

 Menghitung Berat Sendiri Bendung

Menghitung berat G1

G1 = ˠ x A x 1 (meter panjang)
Dimana:

A = Luas penampang

ˠ = berat volume beton

7.80 𝑥 19.00
G1 = 2.4 x = x1
2

= 177.794 ton

Perhitungan selanjutnya ditabelkan.

Tabel hasil perhitungan berat sendiri bendungan.

NOTASI BJ BAHAN LUAS PENAMPANG (m^2) PERMETER GAYA (ton)


G1 2.4 74.081 1 177.794
G2 2.4 195.000 1 468.000
G3 2.4 134.900 1 323.761
G4 2.4 3.000 1 7.200
G5 2.4 8.500 1 20.400
G6 2.4 8.500 1 20.400
G7 2.4 156.446 1 375.470
ZV(-) 1393.025

 Menghitung momen akibat berat sendiri Bendungan


Momen G1
Lengan momen = Jarak dari titik berat G1 ke titik O
Momen = Gaya G1 x Lengan G1
= 177.794 x 24.090

= 23370.993tm

*Perhitungan selanjutnya ditabelkan*

Tabel hasil perhitungan momen akibat berat sendiri bendungan


NOTASI GAYA (ton) JARAK (m) MOMEN (ton.m)
G1 177.794 24.090 4283.067
G2 468.000 17.740 8302.320
G3 323.761 9.990 3234.372
G4 7.200 40.540 291.888
G5 20.400 35.540 725.016
G6 20.400 32.450 661.980
G7 375.470 15.640 5872.350
ZMV(-) 23370.993

 MENGHITUNG GAYA ANGKAT TANAH (UP LIFT) PADA BENDUNG.


Perhitungan gaya uplift di titik a
Diketahui: Hx = 21 m
Lx = 41.29 m
L = 41.29 m
ΔH = 19 m
ˠw = 1 t/m3
𝐿𝑥
Px = (Hx - x ΔH) x ˠw
𝐿

Dimana:
Hx = Jarak titik a sampai atas permukaan mercu
Lx = Panjang yang ditinjau terhadap titik O
L = Panjang total
41.29
Px = (21 - 41.29 x 19) x 1

= 2 t/m2

*Perhitungan selanjutnya ditabelkan.*

Tabel hasil perhitungan gaya angkat tanah (up lift) pada bendung.
NOTASI Hx (m) Lx (m) L (m) ΔH (m) Px (ton/m^2)
A 21.000 41.290 41.290 19 2
B 21.000 39.790 41.290 19 2.690
C 20.000 39.790 41.290 19 1.690
D 20.000 31.290 41.290 19 5.602
E 24.000 31.290 41.290 19 9.602
O 24.000 0 41.290 19 24.000

 Diagram gaya up lift


 Menghitung tekanan Uplift (U)
Tekanan uplift 1 (U1)
U1 = ∑luas bidang Px*

*Luas bidang diperoleh dari autocad.


U1 = luas bidang P1 + luas bidang P2
= 3 + 0.518
= 3.518 t/m

*perhitungan selanjutnya ditabelkan*

Tabel hasil perhitungan tekanan up lift


NOTASI GAYA GAYA (ton/m) TOTAL GAYA (ton/m)
P1 3.000
U1 3.518
P2 0.518
P3 14.619
U2 31.540
P4 16.920
P5 298.993
U3 523.160
P6 224.167
ZV(+) 558.217

 Menghitung momen akibat tekanan up lift (MU1)


MU1 = U1 x lengan
Dimana: Lengan = Jarak dari titik U1 ke titik O
MU1 = (P1 x Lengan) + (P2 x Lengan)
= ( 3 x 40.54) + (0.0.518 x 40.29)
= 142.470 tm
*Perhitungan selanjutnya ditabelkan*

Tabel hasil perhitungan momen akibat tekanan up lift

GAYA LENGAN MOMEN MOMEN TOTAL


NOTASI GAYA
(ton/m) (m) (ton.m) (ton.m)
P1 3.000 40.54 121.620
U1 142.470
P2 0.518 40.29 20.850
P3 14.619 35.46 518.404
U2 1094.036
P4 16.920 34.02 575.632
P5 298.993 15.57 4655.323
U3 6982.176
P6 224.167 10.38 2326.853
 MENGHITUNG NILAI TEKANAN TANAH PADA BENDUNG

Diketahui:
Θ =72°
ˠsat = 1.8 t/m3
Ka = 0.0251
ˠw = 1 t/m3
Kp = 39.863

 Perhitungan untuk tanah aktif


Ha1 = Ka x (ˠsat -ˠw) x h
= 0.0251 x ( 1.8 – 1) x 2
= 0.040 t/m

Pa1 = 0.5 x Ha1 x h


= 0.5 x 0.040 x 2
= 0.040 t

*Perhitungan selanjutnya ditabelkan*

 Perhitungan untuk tanah pasif


Hp1 = Kp x (ˠsat - ˠw) x h
= 39.863 x ( 1.8 – 1) x 1
= 31.890 t/m

Pp1 = 0.5 x Hp1 x h


= 0.5 x 31.890 x 1
= 15.945 t
*Perhitungan selanjutnya ditabelkan*

 MENGHITUNG NILAI TEKANAN AIR SAAT KONDISI AIR NORMAL.


 Menghitung nilai tekanan air statis (Pw)
Pw1 = 1/3 x ˠw x H2
= 1/3 x 1 x 192
= 120.333 t

 Menghitung nilai tekanan air dinamis ( Pd)


Diketahui : Kh = 0.15 (Koefisien gempa horizontal)
Pd = Pw x Kh
= 120.333 x 0.15
= 18.050 t

 Menghitung nilai tekanan sedimen ( Ps)


Ps = ½ x (ˠsat - ˠw) x Cs x H2
= ½ x (1.8 – 1) x 1 x 192
= 96.267 t

Tabel hasil perhitungan tekanan tanah dan air kondisi normal pada tubuh bendung

TINGGI Ha TEKANAN
NOTASI Ka
(m) (ton/m) (ton)
Pa1 2.000 0.0251 0.040 0.040
Pa2 4.000 0.0251 0.080 0.161
Pw1 19.000 - - 120.333
Pd1 19.000 - - 18.050
Ps1 19.000 - - 96.267
ZH(+) 234.851
TINGGI Hp TEKANAN
NOTASI Kp
(m) (ton/m) (ton)
Pp1 1.000 39.863 31.890 15.945
Pp2 5.000 39.863 159.452 398.630
ZH(-) 414.575
 MENGHITUNG MOMEN AKIBAT TEKANAN TANAH.

 Akibat tekanan tanah aktif


MPa1 = Pa1 x Lengan
= 0.040 x 3.67
= 0.147 tm
 Akibat tekanan tanah pasif
MPp1 = Pp1 x Lengan
= 15.945 x 3.33
= 53.098 tm
*Perhitungan selanjutnya ditabelkan*

 Menghitung momen akibat tekanan air dinamis


MPd1 = Pd1 x Lengan
= 18.050 x 12
= 216.600 tm
 Menghitung momen akibat tekanan sedimen
MPs1 = Ps1 x Lengan
= 96.267 x 11.33
= 1090.701 tm
 Menghitung momen akibat tekanan air statis
MPw = Pw1 xLengan
= 120.333 x 11.33
= 1363.377 tm

Tabel hasil perhitungan momen akibat tekanan tanah


TEKANAN LENGAN MOMEN
NOTASI
(ton) (m) (ton.m)
Pa1 0.040 3.670 0.147
Pa2 0.161 1.330 0.214
Pw1 120.333 11.330 1363.377
Pd1 18.050 12.000 216.600
Ps1 96.267 11.330 1090.701
ZMH(+) 2671.039
TEKANAN LENGAN MOMEN
NOTASI
(ton) (m) (ton.m)
Pp1 15.945 3.330 53.098
Pp2 398.630 1.670 665.712
ZMH(-) 718.810

 Kontrol stabilitas terhadap kondisi air normal


Menghitung jumlah gaya-gaya vertical (∑V)
∑V = ∑V (-) - ∑V (+)
= 1393.025– 558.217

= 834.808 ton

Menghitung jumlah gaya-gaya horizontal (∑H)


∑H = ∑H (-) - ∑H (+)
= 414.575– 234.851

= 179.724 ton
Menghitung momen tahanan (∑MT)
∑MT = ∑MV (-) + ∑MH (-)
= 23370.993+ 718.810

= 24089.802 ton.m

Menghitung momen guling (∑MG)


∑MG = ∑MV (+) + ∑MH (+)
= 8218.682+ 2671.039

= 10889.721 ton.m

∑MS = ∑MT - ∑MG


= 24089.802 - 10889.721
= 13200.081 ton.m

 Tekanan tanah di bawah bendung


Panjang pondasi (L) = 41.29 m
𝐿 ∑Ms
Eksentrisitas (e) =2- < 1/6 x L
∑V
41.29 13200.081
= – < 1/6 x 41.29
2 834.808

= 4.833 < 6.882. . . . . . . . . . . . . . OK!!

Stabilitas Guling
∑MT
Sf = ∑MG ≥ 1.5
24089.802
= 10889.721 ≥ 1.5

= 2.212 ≥ 1.5 . . . . . . . . . . . . . . OK!!


Stabilitas Geser
∑V
Sf = f x ∑H > 2.0
834.808
= 0.7 x > 2.0
179.724

= 3.251> 2.0 . . . . . . . . . . . . . . OK!!