Anda di halaman 1dari 21

Kondisi Wilayah Provinsi

Kepulauan Bangka Belitung

Bab ini menggambarkan kondisi Provinsi Kandungan timah yang tinggi membuat Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung secara umum, yang Kepulauan Bangka Belitung menjadi incaran
meliputi aspek sejarah, fisik, kependudukan dan bangsa asing. Sebut saja Belanda yang menjadi
sosial budaya, serta perekonomian Provinsi pelopor penambangan timah sejak tahun 1852
Kepulauan Bangka Belitung. yang ditandai dengan adanya perusahaan swasta
Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton, Inggris,
hingga para pedagang Tionghoa (LPEM UI, 2000).
2.1 Aspek Sejarah Perebutan lahan pun tak terelakkan. Berulang kali
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi
2.1.1 Sejarah Alam
“barang dagangan” yang terlempar ke sana ke
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung identik mari.
dengan sumber daya alam timah. Indonesia Keberadaan timah yang memiliki nama kimia
merupakan salah satu negara produksi timah Selenium (Sn) ini mulai terungkap ketika orang-
terbesar di dunia. Data dari Commodity Research orang Tionghoa mulai berdatangan. Maka
Unit tahun 2005 menyebutkan bahwa dari dikenallah penambangan pasir timah terbuka
333.900 ton kontribusi timah Indonesia, Provinsi dengan cara cam (pembukaan lahan
Kepulauan Bangka Belitung menghasilkan sekitar menggunakan sampel sebidang tanah). Timah di
90.000 ton. Bangka pertama kali ditemukan sekitar tahun
1709 melalui penggalian di Sungai Olin di

II-1
Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Kecamatan Toboali, oleh orang-orang Johor atas mendapat pengaruh Hindu, yaitu suku bangsa
pengalaman mereka di Semenanjung Malaka. Deutro Melayu. Kedatangan mereka mendesak
Sejak saat itu, Pulau Bangka mulai disinggahi para orang-orang Proto Melayu karena mereka tidak
pendatang dari Asia maupun Eropa. mampu berbaur. Mereka menyingkir, lari ke
hutan-hutan dan pulau-pulau atau tepi laut, dan
Selain dikenal sebagai penghasil timah, Provinsi
terpecah dalam kelompok kecil yang kemudian
Kepulauan Bangka Belitung pada zaman dulu juga
disebut sebagai Suku Laut. Mereka yang lari ke
dikenal sebagai salah satu penghasil lada putih
hutan-hutan dikenal sebagai orang-orang Talang
terbesar. Namun, seiring perkembangan zaman,
Mamak, Sakai, dan Semang di Malaysia.
lada putih tersebut tergeser dengan hasil timah
Sedangkan orang-orang Deutro Melayu yang
yang menjanjikan pendapatan yang lebih besar
datang, merupakan asal mula suku Melayu yang
bagi daerah.
saat ini dikenal sebagai orang Melayu Riau, yang
2.1.2 Sejarah Budaya mendiami Kepulauan Riau, termasuk Lingga,
Singkep, Natuna, Bengkalis, Rupat, Selatpanjang,
Masa prasejarah Bangka Belitung dirasakan masih Indragiri, dan Kepulauan Bangka Belitung sekarang
gelap dan sulit untuk diketahui. Peninggalan- ini.
peninggalan purbakala serta fosil-fosil manusia Selama berabad-abad Kepulauan Bangka Belitung
purba pertama yang mendiami kepulauan ini, didiami oleh suku Laut. Mereka dikenal sebagai
khususnya fosil-fosil darat, sebelum zaman penangkap ikan ulung dan terbilang ahli dalam
Holosen dan sesudah zaman Mesozoikum, belum membuat berbagai jenis perahu, diantara mereka
menjelaskan banyak tentang masa prasejarah pandai berburu di hutan-hutan dan mengolah
Bangka Belitung. hasil hutan untuk keperluan sehari-hari. Pada
Masa-masa prasejarah Bangka dan Belitung baru beberapa daerah di Kepulauan Bangka Belitung,
dapat diduga ribuan tahun sebelum masa Masehi. suku Laut inilah yang dianggap sebagai penduduk
Para ahli purbakala memperkirakan ketika asli. Mereka kadang-kadang disebut Orang Sekak,
Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaya atau Sekah, dan tinggal di sekitar Teluk Kelabat,
(Malaysia sekarang) belum didiami manusia, di Kurau, Pulau Lepar, Muara Sungai Kampa, dan
wilayah ini sudah ada golongan ras Weddoid dan pantai-pantai Pulau Belitung.
Austroloid. Mereka adalah orang-orang dari Pada abad ke-7 atau tepatnya tahun 686 Masehi,
daerah Hoabinh di Indochina yang merupakan ditemukan sebuah prasasti Kota Kapur yang
bangsa pengembara. Orang-orang itu pandai menjelaskan keberadaan Kerajaan Sriwijaya dan
berburu dan meramu hasil hutan dan sudah pengaruhnya di Bangka. Prasasti ini ditemukan di
menganut suatu kebudayaan Batu Tua muara Sungai Mendu, Bangka Barat oleh seorang
(Mesoliticum). Para ahli purbakala dan antropolog pegawai kantor pamongpraja Belanda bernama
menyebutkan bahwa suku bangsa zaman J.K. Van der Meulen, pada bulan Desember tahun
Mesolithicum itu hidup semasa 5.000 hingga 1892. Pada waktu itu, Meulen menemukan dua
3.000 tahun Sebelum Masehi, dan menganut batu bertulis di muara Sungai Mendo, di barat
kebudayaan Hoabinchina. Pulau Bangka, pada sebuah bangunan tanah liat
Suku bangsa berikutnya adalah mereka yang yang menyerupai bendungan.
sudah agak maju dan mendukung kebudayaan Batu yang pertama bertuliskan beberapa huruf
Batu Baru (Neolithicum) dan Batu Besar saja, sedangkan yang lain setinggi 1,77 meter,
(Megalithicum). Mereka inilah yang dianggap bersisi enam, bertuliskan huruf Wenggi yang
sebagai asal mula ras rumpun Melayu yang dikenal masih jelas terbaca. Ternyata batu yang kedua
sebagai ras Proto Melayu, yang datang berimigrasi merupakan naskah lengkap dengan 240 kata
pada masa Neolithicum 2.500 hingga 1.500 tahun Melayu kuno bercampur bahasa Sansekerta yang
Sebelum Masehi (SM). Kehadiran ras ini lalu keseluruhannya terdiri dari 10 baris. Batu bertulis
mendesak penduduk asli ras Weddoid dan Kota Kapur ini kemudian diterjemahkan oleh Prof.
Austroloid sehingga mereka menyingkir ke Hendrik Kern pada tahun 1913.
pedalaman dan hutan-hutan.
Prasasti Kota Kapur yang asli kini berada di
Pada gelombang berikutnya, sekitar 300 tahun SM Museum Nasional Jakarta, sedangkan duplikatnya
datang lagi suku bangsa yang lebih maju dan sudah yang terbuat dari lempeng tembaga diletakkan di

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-2


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

ruang tunggu gedung timah, di jalan Gatot Akibat kekalahan ini, Lord Minto, Gubernur
Subroto, yang pernah menjadi kantor pusat PT. Jenderal Inggris di Calcutta, India, didesak untuk
Timah tahun 1974 hingga 1991 (Kepulauan segera mengusir musuh mereka, Belanda, dari
Bangka Belitung, Semangat dan Pesona Provinsi Pulau Jawa. Untuk itu, Inggris mengerahkan 100
Timah dan Lada, 2003). kapal perang yang mengangkut sekitar 12.000
tentara dan kemudian berlabuh di Batavia. Lord
Setelah runtuhnya kerajaan Sriwijaya, sejak tahun
Minto juga membawa serta Thomas Stanford
1293 hingga 1520 Bangka Belitung berada di
Raffless dalam pendaratan ini. Inilah masa awal
bawah kekuasan Majapahit, hingga berakhirnya
pendudukan Inggris atas Bangka dan Belitung
kerajaan besar itu akibat masuknya Islam di
dalam rangkaian pendudukan Inggris di Indonesia.
Indonesia. Pada masa kekuasaan Majapahit, patih
Gajah Mada sempat berkunjung ke Bangka Inggris berkuasa di Bangka Belitung sejak tahun
bersama seorang pedagang Arab bernama 1812 sampai dengan 1816, dan diwarnai dengan
Sulaiman. beberapa perlawanan dari para pejuang Bangka
pada waktu itu. Pada tanggal 20 Mei 1812, Inggris
Pada tahun 1722, terjadi perjanjian antara Sultan
melalui komandan angkatan perang Robert Rollo
Mahmud Kamaruddin (putra Sultan
Gillespie mengeluarkan pernyataan politik yang
Abdurrachman, Sultan Palembang) dengan VOC
intinya mengganti nama Bangka dengan The Durk
yang berisi bahwa VOC mendapatkan hak
of York dan Kota Mentok dengan nama baru
monopoli perdagangan lada dan timah, sedangkan
Minto yang diambil dari nama Lord Minto. Selain
Sultan Palembang harus menjual lada dan timah
itu, untuk memperkuat Mentok, didirikan sebuah
itu menurut harga yang ditetapkan VOC. Sultan
benteng yang kokoh yang diberi nama Fort
Palembang yang mulai menikmati hasil
Nugent. Pelabuhan Belinyu juga diberi nama baru
perdagangan dan penambangan timah ini, terus
yaitu Port Wellington.
berusaha meningkatkan perdagangannya. Pada
masa inilah orang-orang Cina mulai didatangkan Pada bulan Desember 1816, Belanda kembali
dari Malaka secara terus menerus sehingga masuk ke Pulau Bangka, setelah Raffles gagal
penduduk Cina bertambah ramai. Pendatang dari mempertahankannya. Pulau Bangka kembali
Cina ini datang lebih banyak pada masa diserahkan kepada Belanda sebagai imbal-tukar
pemerintahan Sultan Palembang berikutnya, yaitu dengan co chin di India. Penyerahterimaan Pulau
Ratu Mahmud Badaruddin I yang mengambil alih Bangka dari Inggris ke Belanda terjadi pada tanggal
kepemimpinan Sultan Mahmud Kamaruddin. 10 Desember 1816, dari Residen Court (Inggris)
kepada Klass Heynis (Belanda) yang menjadi
Perjanjian monopoli antara Sultan Mahmud
residen pertama dan berkedudukan di Mentok.
Kamaruddin dengan VOC ternyata tidak berjalan
Selanjutnya, penambangan timah di Bangka
baik dan dalam pelaksanaannya Palembang lebih
diambil alih Belanda dan mendirikan sebuah
suka berdagang dengan Inggris daripada VOC.
perusahaan untuk mengelolanya. Perusahaan itu
Inggris berhasil memainkan peran perdagangan
diberi nama Banka Tinwinning Bedrijf (BTW) dan
timah VOC di Kanton, Cina, pada tahun 1789
berkedudukan di Mentok.
dan berkembang sangat pesat. Pada tahun 1755
perjanjian dagang antara VOC-Palembang Tahun 1822 Belanda mendatangkan balatentara
diperbaharui karena VOC kecewa dan berkekuatan 100 prajurit ke Belitung di bawah
mengetahui ada campur tangan Inggris dalam pimpinan seorang kapten bangsa Belgia bernama
pembelian timah dan penyelundupan terus J.P. De La Motte yang kemudian digantikan oleh
berlangsung. J.R. Bierschel (1826) yang berhasil menemukan
timah di Belantu, sekitar Gunung Tajam, dan
Pada awal abad ke-19, Belanda kalah dalam
Sijuk, dekat Sungai Membalong. Pada tahun 1873,
perang di Eropa melawan Perancis yang
penambangan timah Belitung dibuka.
bersekutu dengan Inggris. Pengaruh kekalahan
Belanda inilah yang menyebabkan seluruh daerah Pada tahun 1819, Belanda mengeluarkan T in
jajahan Belanda berpindah ke tangan kekuasaan Reglement yang berisi:
Inggris. Akibatnya, Bangka Belitung yang waktu itu 1. Bahwa penambangan timah di Bangka
berada di bawah jajahan Belanda, juga terpaksa langsung di bawah wewenang dan kekuasan
berpindah ke dalam kekuasaan Perancis dan residen.
Inggris.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-3


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

2. Timah adalah monopoli penuh Belanda. Pembauran budaya yang luar biasa tersebut
Tambang timah partikelir dilarang sama sekali. berdampak positif terhadap perbendaharaan
bahasa yang dimiliki. Walaupun bahasa Melayu
Kesewenang-wenangan Belanda inilah yang
mendominasi bahasa yang digunakan, tetapi masih
akhirnya memicu perlawanan rakyat terhadap
ada juga bahasa lain yang digunakan di Provinsi
Belanda. Seperti perlawanan dari Depati Bahrin
Kepulauan Bangka Belitung.
dan Depati Amir yang akhirnya tertangkap pada
Desember 1851 dan wafat di pembuangan pada Selain bahasa, pembauran latar belakang yang
tahun 1885. Perlawanan terhadap Belanda terus berbeda-beda di Provinsi Kepulauan Bangka
berlangsung selama kurun waktu 1842 hingga Belitung juga menciptakan keragaman agama yang
tahun 1900. dianut oleh penduduk Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu,
Demikian pula pada akhir abad ke-19, terjadi
dan Budha serta ditambah oleh para penganut
pemberontakan Liu Ngie melawan kekuasaan
kepercayaan dengan persentase terbesar adalah
Belanda yang dimotori Tionghoa Bangka. Pada
penganut agama Islam.
masa kemerdekaan pun, seorang tokoh tionghoa,
Tony Wen, menembus blokade Belanda untuk
menyelundupkan opium ke Singapura dan dari 2.2 Kondisi Fisik
sana menyelundupkan senjata untuk membantu
perjuangan Republik Indonesia. Tony Wen 2.2.1 Geografis dan Perwilayahan
sempat memimpin sejumlah laskar relawan
internasional untuk melawan Belanda dalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdiri pada
perang kemerdekaan di Jawa. Kini nama Tony bulan November 2000. Provinsi ini merupakan
Wen diabadikan sebagai nama jalan di Kota provinsi yang ke-31 di Indonesia yang dibentuk
Pangkalpinang. berdasarkan Undang-undang Nomor 27 tanggal 4
Desember 2000. Pada awal terbentuknya,
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga pernah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari
dikuasai oleh Jepang. Hal ini dimulai ketika
dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bangka dan
meletusnya Perang Dunia II tanggal 8 Desember
Kabupaten Belitung, serta satu kota, yaitu
1941. Dengan cepat Jepang masuk dan
Pangkalpinang. Sekarang, Provinsi Kepulauan
menguasai Indonesia. Setelah mendarat di
Bangka Belitung terdiri dari enam kabupaten, yaitu
Bangka, Jepang mendaratkan 200 serdadunya di
Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat,
Belitung dan mengambil alih kependudukan
Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka
Belanda di Bangka Belitung.
Selatan, Kabupaten Belitung, dan Kabupaten
Sejarah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga Belitung Timur, serta satu kota, yaitu
diwarnai dengan singgahnya Laksamana Cheng Pangkalpinang.
Ho, seorang pelaut utusan Kaisar Zhu pada
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terletak antara
zaman Dinasti Ming, untuk membawakan misi
104050’ – 109030’ Bujur Timur dan 0050’ – 4010’
dalam rangka pelayaran muhibah ke negara-
Lintang Selatan, serta berbatasan dengan Laut
negara Asia untuk membuka hubungan
Natuna dan Laut Cina Selatan di sebelah utara,
diplomatik. Di Bangka Belitung, Laksamana Cheng
Selat Karimata di sebelah timur, Laut Jawa di
Ho juga menyebarkan agama Islam dan tata
sebelah selatan, dan Selat Bangka di sebelah barat.
krama kepada penduduk.
Secara geografis, lokasi Provinsi Kepulauan Bangka
Saat ini, selain penduduk keturunan Tionghoa, di Belitung berada di posisi yang sangat strategis dan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat dapat mendatangkan banyak keuntungan dari segi
berbagai macam suku bangsa, kebudayaan, dan ekonomi karena terletak di segitiga pertumbuhan
golongan sosial yang secara garis besar terdiri dari ekonomi, yaitu Singapura-Johor-Riau dan Batam.
Melayu, Bugis, Jawa, Bali, Batak, Buton, Flores, Wilayah kepulauan yang terdiri dari wilayah
Sunda, Madura, dan warga negara asing yang daratan dan perairan ini memiliki luas keseluruhan
telah menetap di Kepulauan Bangka Belitung. 81.725,14 km2. Wilayah perairan memiliki
Suku-suku bangsa tersebut sejak lama hidup proporsi yang lebih besar, yaitu seluas 65.301
berdampingan dengan damai. km2 atau sekitar 79,90% dibandingkan wilayah
daratan yang hanya memiliki luas 16.424,14 km2
(20,10% dari luas keseluruhan).

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-4


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Secara keseluruhan, Provinsi Kepulauan Bangka secara keseluruhan Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung memiliki 1.015 pulau, termasuk di Belitung memiliki permukaan yang bervariasi,
dalamnya dua buah pulau besar (Bangka dan membentuk dataran sampai perbukitan dengan
Belitung) dengan beragam potensi yang dimiliki, ketinggian yang beragam antara 0-500 m di atas
termasuk potensi bawah lautnya yang luar biasa. permukaan laut.
Pulau Bangka dan Pulau Belitung dikelilingi oleh
Pulau Bangka memiliki permukaan yang beragam,
pulau-pulau kecil, seperti Pulau Nangka, Penyu,
mulai dari tanah datar, bergelombang, berbukit,
Burung, Lepar, Pongok, Gelasa, Panjang, Tujuh,
dan bergunung. Terdapat dua buah gunung yang
Nasik, Lima, Lengkuas, Melindang, Selanduk,
tergolong tinggi di Pulau Bangka, yaitu Gunung
Seliu, Nadu, Mendanau, dan Batu Dinding.
Menumbing dan Gunung Maras, Bukit Mangkol,
Beberapa pulau kecil di Provinsi Kepulauan
serta bukit-bukit kecil seperti Bukit Paku, Bukit
Bangka Belitung memiliki potensi pariwisata,
Pelawan, Bukit Rebo, Bukit Permis. Luas tanah
seperti Pulau Memperak di Kepulauan
datar meliputi 46,19%, tanah bergelombang yang
Memperang, Pulau Lepar, Pulau Pongok, Pulau
mencapai 41,08% tersebar merata di seluruh
Ayer Masin, Pulau Nanas, Pulau Burung, Pulau
wilayah kecamatan, dan 12,37% sisanya
Tinggi, dan Pulau Lengkuas.
merupakan wilayah berbukit dan bergunung yang
Tabel II.1
sebagian besar terdapat di Kecamatan Toboali,
Luas Wilayah Daratan Menurut Payung, Koba, Mentok, dan Sungailiat. Sekitar
Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan 25,39% dari luas wilayah datar, bergelombang,
Bangka Belitung Tahun 2004 berbukit sampai bergunung tersebut merupakan
Luas Wilayah daerah rawa-rawa yang sebagian besar berada di
Kabupaten/Kota Persentase daerah pantai yaitu di wilayah Kecamatan Mentok
(km2)
Bangka 2.950,68 17,97 dan Sungaiselan.
Bangka Barat 2.820,61 17,17
Bangka Tengah 2.155,77 13,13 Kota Pangkalpinang pada umumnya bertopografi
Bangka Selatan 3.607,08 21,96 datar dengan kemiringan berkisar antara 0-15%.
Belitung 2.293,69 13,97 Topografi bergelombang dan berbukit hanya
Belitung Timur 2.506,91 15,24
sedikit terdapat di bagian barat dan selatan kota.
Pangkalpinang 89,40 0,54
Jumlah 16.424,14 100,00
Ketinggian tanah di kota ini berkisar antara 0-30 m
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. dari permukaan laut. Tanah dengan ketinggian
Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004 lebih dari 30 m pada umumnya berupa
perbukitan, di antaranya Bukit Girimaya, Bukit
Luas Pulau Bangka yang terdiri dari Kabupaten Manggis, Bukit Marara, Bukit Merapi, dan Bukit
Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Baru.
Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, dan
Wilayah Belitung juga memiliki permukaan yang
Kota Pangkalpinang jauh lebih besar dibandingkan
bervariasi, mulai dari tanah datar, bergelombang
dengan Pulau Belitung. Luas Pulau Bangka
dan berbukit dengan ketinggian bervariasi antara
meliputi hampir 70,77% dari total luas
0-500 m di atas permukaan laut. Sebagian besar
keseluruhan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,
daratan Belitung berada pada ketinggian 25-100
seperti yang terlihat pada tabel II.1.
m di atas permukaan laut, sedangkan sisanya
memiliki ketinggian 1-10 m (14,12%), 10-25 m
2.2.2 Geologi
(13,81%), dan yang terkecil adalah lahan dengan
Dari segi geomorfologis, Kepulauan Bangka kemiringan 2-15%, seluas 347.087 ha yang
Belitung terdiri dari dataran rendah, lembah, tersebar di hampir seluruh wilayah. Sementara
pegunungan, dan perbukitan. Daerah dataran itu, lahan dengan kemiringan lebih dari 40%
rendah berada di ketinggian 50 m di atas adalah seluas 16.353 ha.
permukaan laut, sedangkan ketinggian Pulau Bangka dan Belitung bersama Pulau Singkep
pegunungan seperti Gunung Maras dan Gunung dan Kepulauan Riau merupakan jalur timah di
Tajam adalah 699 m dan 500 m dari permukaan Indonesia dan termasuk ke dalam “T he Majo r
laut. Ketinggian perbukitan seperti Bukit So uth East Asian T in Belt” yang secara geologis
Menumbing adalah 445 m dan Bukit Mangkol terdapat di Paparan Sunda dan secara geotektonik
sekitar 395 m dari permukaan laut. Namun, merupakan bagian dari orogen Malaya. Batuan

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-5


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

sedimen pra-tersier di Kepulauan Bangka Belitung wilayah produksi (wilasi), yaitu: Pangkalpinang,
terutama terdiri dari batu pasir dan serpih. Batuan Sungailiat, Pemali, Mentok, Belinyu, dan Toboali.
meta sedimen yang berasal dari batu pasir ini Penambangan endapan timah sekunder di Pulau
mempunyai ciri-ciri: berwarna putih, kuning, Bangka dilakukan dengan cara tambang terbuka
sampai coklat kemerah-merahan, berbutir halus, (tambang semprot) dan kapal keruk. Sedangkan
dan terpilah baik. Sedimentasi terdiri dari oksida untuk endapan timah primer di Pemali dilakukan
besi, kwarsa, lempung, dengan porositas baik penambangan dengan cara tambang kering.
sampai buruk dengan ketebalan yang tidak
Tambang semprot atau hydraulic mining adalah
merata. Disamping itu diketemukan pula kwarsit,
suatu cara untuk menggali endapan timah.
rijang, dan radiolaria, tufa vulkanik, basalt,
Penggalian dengan cara ini memanfaatkan
konglomerat dan aglomerat. Batuan sedimen di
pancaran air dari pompa isap atau pompa tanah
atas menunjukkan kemiringan yang tajam/curam
sebagai sarana pengali sekaligus sebagai sarana
(Satyajit, 1990).
pengangkutan. Hasil semprotan yang merupakan
Lapisan tanah yang mengandung bijih besi terdiri campuran tanah dan air (pulp) kemudian dialirkan
atas (Nazir, 1985): lapisan tanah penutup (satuan ke lubang isap, lalu oleh pompa tanah akan
humus, satuan lempung pasiran, satuan pasir diteruskan ke instalasi pencucian hingga
lempung, dan satuan lempung), lapisan endapan didapatkan hasil bijih timah dan limbah berupa
bijih timah atau kaksa (satuan pasir lempung, pasir sisa-sisa batuan/tanah (tailing).
halus, dan pasir kasar), dan batuan dasar atau
Endapan bijih timah diketemukan pada lapisan
kong yang merupakan batuan granit yang telah
tanah sebelah atas (endapan kulit) dan pada
mengalami pelapukan.
lapisan yang kedalamannya bervariasi antara 10-
Pembentukan bijih timah sekunder (alluvial) 20 cm (lapisan kaksa). Kegiatan penambangan
berasal dari bijih timah primer. Bijih timah primer yang dilakukan meliputi:
terbentuk dari proses hidrotermal. Bijih timah • Pengupasan tanah penutup dan penggalian
primer mempunyai hubungan yang erat dengan kaksa yang dilakukan oleh buldo zer
batuan granit yang terbentuk dari magma cair • Pembentukan dan pengangkutan lumpur yang
yang disebut juga “tin bearing granit”. Dalam granit dilakukan dengan bantuan instalasi pompa
cair terdapat gas-gas, uap air, dan gas dari unsur • Reklamasi dilakukan dengan cara mengisi
logam lainnya diantaranya timah, yang akan kembali daerah bekas galian yang telah
melepaskan diri dari cairan granit dan masuk ke diambil bijih timahnya dengan tanah penutup
dalam celah-celah batuan atasnya. Endapan timah
sekunder terjadi karena proses pelapukan timah 2.2.3 Cuaca/Iklim
primer yang kemudian diangkut dan diendapkan
oleh air pada tempat yang lebih rendah, misalnya Kepulauan Bangka Belitung memiliki iklim tropis
lembah, sungai, pantai, atau dasar laut. atau kering selama tiga bulan berturut-turut atau
kurang, dan iklim basah selama 7-9 bulan.
Timah di Pulau Bangka, pertama kali ditemukan
Kelembaban udara di Provinsi Kepulauan Bangka
sekitar tahun 1709 melalui penggalian di Sungai
Belitung pada tahun 2004, berkisar antara 72%
Olin di Kecamatan Toboali oleh orang-orang
sampai dengan 89% dengan rata-rata per bulan
Johor atas pengalaman mereka di Semenanjung
mencapai 81,00%, dengan curah hujan antara 2,4
Malaka. Sejak saat itu, Pulau Bangka mulai
mm sampai dengan 460,2 mm.
disinggahi para pendatang dari Asia maupun
Eropa. Saat ini di Pulau Bangka terdapat 6 (enam)

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-6


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.2
Keadaan Cuaca Per Bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
KelembabanUdara Curah Hujan Hari Hujan Tekanan Udara Rata-rata Kecepatan Arah Angin
No Bulan
(%) (%) (Hari) (MBS) Angin (Knots) Terbanyak
1. Januari 87,00 185,4 24 1.010,3 2,00 U
2. Februari 84,00 196,9 16 1.010,5 2,00 U
3. Maret 86,00 236,4 25 1.009,7 2,00 BL-TL
4. April 82,00 156,8 16 1.009,6 2,00 T
5. Mei 84,00 175,1 24 1.009,3 2,00 T
6. Juni 79,00 66,7 13 1.010,6 3,00 S
7. Juli 83,00 154,1 17 1.009,9 3,00 S
8. Agustus 72,00 2,4 1 1.010,7 6,00 TGR-S
9. September 73,00 4,1 6 1.010,4 5,00 T-S
10. Oktober 77,00 129,2 11 1.010,8 3,00 T-S
11. November 81,00 151,0 16 1.010,0 1,00 TL
12. Desember 89,00 460,2 28 1.009,9 1,00 B-U
Rata-rata 81,00 186,1 16 1.010,1 2,70
Keterangan: U : Utara; B: Barat; TL: Timur Laut; T: Timur; S : Selatan; TGR: Tenggara; BL: Barat Laut
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka Belitung dalam Angka,2004.

Tabel II.3
Suhu Udara dan Rata-rata Penyinaran Matahari di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Suhu Udara (oC) Rata-rata Penyinaran
No Bulan
Minimum Maksimum Rata-rata Matahari
1. Januari 23,4 30,4 26,2 31,7
2. Februari 23,3 30,8 26,4 29,9
3. Maret 23,3 31,3 26,6 31,2
4. April 24,3 32,2 27,7 53,1
5. Mei 24,4 32,2 27,5 44,4
6. Juni 24,4 31,9 27,7 54,3
7. Juli 23,4 30,7 26,6 40,9
8. Agustus 23,8 32,1 27,7 67,7
9. September 24,5 32,6 28,3 60,8
10. Oktober 23,9 33,1 27,8 49,7
11. November 24,0 32,0 27,2 42,6
12. Desember 23,5 29,9 25,9 16,7
Rata-rata 24,0 31,9 27,3 42,5
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka Belitung dalam Angka,
2004

Dari tabel II.2. dapat dilihat bahwa pada tiga bulan rata suhu udara maksimum 31,90C dan rata-rata
di pertengahan tahun atau bulan Juni, Juli, dan suhu udara minimum 24,10C. Suhu udara
Agustus merupakan musim kering karena jumlah maksimum tertinggi terjadi pada bulan Oktober
hari hujan dalam satu bulan adalah yang paling dengan suhu udara 33,10C, sedangkan suhu
kecil dengan rata-rata hari hujan 7 hari per bulan. udara minimum terendah terjadi pada bulan
Hal ini dipengaruhi oleh adanya angin musim yang Februari dan Maret sebesar 23,3 0C .
mengakibatkan Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung mengalami bulan kering selama tiga bulan 2.2.4 Flora dan Fauna
terus menerus dan bulan basah selama sembilan
bulan sepanjang tahun. Untuk bulan basah, rata- Selain timah dan lada putih, Provinsi Kepulauan
rata hari hujan 18,3 hari per bulan, terjadi pada Bangka Belitung merupakan produsen kayu
bulan Januari sampai dengan bulan Mei dan bulan berkualitas tinggi. Jenis-jenis kayu yang dihasilkan
September sampai dengan bulan Desember. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain
kayu meranti, ramin, membalong, mandaru, dan
Tabel II.3 menunjukkan bahwa rata-rata suhu karengas. Tanaman lain yang tumbuh di
udara selama tahun 2004 di Provinsi Kepulauan Kepulauan Bangka Belitung adalah kapuk, jelutung,
Bangka Belitung mencapai 27,30C dengan rata-

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-7


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

pulai, gelam, meranti rawa, bitanggor, mahang, di Pulau Bangka dan Belitung, yaitu: T arsius
bakau, dan sebagainya. Beberapa jenis rotan dan bancanus. T arsius bancanus dibedakan menjadi
madu juga dapat ditemukan di Provinsi Kepulauan tiga sub-jenis (sub-spesies), yaitu: T arsius bancanus
Bangka Belitung, tapi madu Kepulauan Bangka bancanus yang terdapat di Pulau Bangka dan
Belitung terkenal dengan sebutan madu pahit. Sumatera bagian selatan, T arsius bancanus
bo rneanus yang terdapat di Borneo dan
Vegetasi lainnya yang hidup di Kepulauan Bangka
Kepulauan Natuna bagian selatan, serta T arsius
Belitung adalah jenis suku Pandanaceae (pandan-
bancanus saltato r yang hanya ada (endemik) di
pandanan) yang terdapat pada hutan dataran
Pulau Belitung.
rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas
permukaan laut. Vegetasi ini mendominasi
ekosistem hutan di sepanjang sungai hingga ke 2.3 Kependudukan dan Sosial
muara. Jenis lain yang cukup menarik adalah Budaya
belian (Eusidero xylo n zw ageri) dari suku Lauraceae
(medang-medangan). Selain di Kepulauan Bangka 2.3.1 Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Belitung, jenis vegetasi tersebut juga hidup di
Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sayangnya, Populasi penduduk Provinsi Kepulauan Bangka
keberadaan belian semakin terancam akibat Belitung pada tahun 2004 berjumlah 1.012.655
penebangan liar. orang yang berarti mengalami peningkatan
Fauna di Kepulauan Bangka Belitung yang cukup sebesar 1,13% dibandingkan dengan tahun 2000
menarik dan dikenal adalah jenis primata. Primata yang jumlah penduduknya sebesar 899.095,
merupakan salah satu makhluk yang memiliki nilai dengan komposisi 522.993 orang penduduk laki-
eksotik dan menarik untuk dijadikan sebagai daya laki dan 489.662 orang penduduk perempuan.
tarik wisata yang menyimpan pesona. Hasil studi Data peningkatan populasi penduduk di Provinsi
yang telah dilakukan menunjukkan beberapa Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat dari tabel
eksistensi dari primata, mamalia kecil, dan burung di bawah ini.
yang dapat menjadi potensi wisata di Kepulauan
Tabel II.4
Bangka Belitung, yaitu:
Jumlah Penduduk
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tipe Pemanfaatan Contoh Jenis Flora
Tahun 1996-2004
Pengamatan primata Tarsius (Tarsius bancanus)
(endemik) Monyet ekor panjang (Macaca Tahun Jumlah
fascicularis) 1996 872.923
Lutung (Trachypithecus cristatus) 1997 880.841
Pengamatan Nighi sayap putih (Pipistrellus 1998 886.546
kelelawar putih vordermanni) 1999 892.928
2000*)) 899.095
Pengamatan Kalong kecil (Pteropus 2002*) 913.868
kelelawar di gua hypomelanus) 2003*) 976.031
Codot fajar (Eonicteris spelaea) 2004*) 1.012.655
Kegiatan pengamatan Bangau tong-tong
Keterangan: *) Hasil Susenas
burung (birdwatching) Elang ular bido
Elang brontok *)) Hasil Sensus Penduduk 2000
Elang laut perut putih Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,
Elang ikan kepala kelabu 2005. Kepulauan Bangka Belitung Dalam
Elang bondol Angka, 2004
Elang tikus
Takur tutut
Pekaka belukar Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan
Seriwang Asia perempuan ditunjukkan dalam angka
Sempur hujan darat
Burung ruik
perbandingan jenis kelamin (sex ratio ).
Burung siau Perbandingan jenis kelamin penduduk di
Sumber : Survei Potensi Keanekaragaman Hayati dan Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2004
Budaya, 2003 adalah 107, yang berarti dalam setiap 100 orang
penduduk perempuan di Provinsi Kepulauan
Berdasarkan Groves (2001), terdapat sedikitnya 9 Bangka Belitung terdapat 107 orang penduduk
spesies tarsius di dunia dan salah satunya terdapat laki-laki.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-8


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.5
Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk
Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Jumlah Jumlah Penduduk
No Kabupaten/Kota Rumah Laki- Perempuan Jumlah
Tangga laki
1. Bangka 53.901 115.864 115.929 231.793
2. Bangka Barat 32.832 70.070 70.253 140.323
3. Bangka Tengah 29.996 64.851 64.618 129.469
4. Bangka Selatan 34.775 73.465 73.574 147.039
5. Belitung 34.463 69.327 65.454 134.781
6. Belitung Timur 22.305 45.430 42.635 88.065
7. Pangkalpinang 34.656 70.510 70.675 141.185
Jumlah 2004 242.928 522.993 489.662 1.012.655
2003 228.538 490.692 485.339 976.031
2002 219.781 465.070 448.789 913.868
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka
Belitung Dalam Angka, 2004

Tabel II.6
Luas Daerah dan Rata-rata Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Luas Daerah Rata-rata Jumlah Penduduk
No Kabupaten/Kota
(km2) Per Desa Per km2
1. Bangka 2.950,68 3.409 79
2. Bangka Barat 2.820,61 2.462 50
3. Bangka Tengah 2.155,77 3.237 60
4. Bangka Selatan 3.607,08 3.063 41
5. Belitung 2.293,69 3.209 59
6. Belitung Timur 2.506,91 2.936 35
7. Pangkalpinang 89,40 4.034 1.579
Jumlah 2004 16.424,14 3.165 62
2003 16.424,14 3.059 59
2002 16.424,14 2.874 56
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2004. Kepulauan Bangka Belitung
Dalam Angka, 2004

Pertumbuhan penduduk pada tahun 1980-1990 2.3.2 Profil/Karakteristik Penduduk


di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai
2,29% per tahun dan menurun pada tahun 1990- Berdasarkan kelompok umur, penduduk
2000 menjadi 0,93% per tahun. Jumlah kepala Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2004
keluarga di Kepulauan Bangka Belitung pada tahun didominasi oleh penduduk usia produktif (15-64
2004 mencapai 242.928 kepala keluarga, dengan tahun) dengan persentase sebesar 66,25%.
konsentrasi terbesar di Kabupaten Bangka, yaitu Kondisi ini merupakan potensi bagi pariwisata
sebesar 53.901 kepala keluarga (lihat Tabel II.5). Kepulauan Bangka Belitung karena penduduk
produktif merupakan sumber pasar wisatawan
Kota Pangkalpinang merupakan kota dengan
yang sangat potensial, sekaligus sumber daya
jumlah penduduk terpadat di provinsi ini. Suatu
manusia yang dapat dimanfaatkan bagi
hal yang terjadi hampir di setiap provinsi di
pengembangan kepariwisataan Kepulauan Bangka
Indonesia bahwa ibu kota provinsi memiliki jumlah
Belitung. Data jumlah penduduk berdasarkan
penduduk terpadat. Adapun untuk rata-rata
kelompok umur di Provinsi Kepulauan Bangka
jumlah penduduk per kabupaten/kota
Belitung dapat dilihat pada tabel berikut ini.
berdasarkan luas daerahnya dapat dilihat dari tabel
II.6.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-9


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.7 Tabel II.8


Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Jumlah Angkatan Kerja dan Pengangguran
Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Menurut Jenis Kelamin
Tahun 2004 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tahun 2004
Kabupaten/ Kelompok Umur (tahun)
No Jumlah
Kota 0 – 14 15 - 64 65 + No Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Bangka 70,659 152,496 8,728 231,793 1. Angkatan kerja
2. Bangka Barat 42,544 92,678 5,101 140,323 yang bekerja 312.768 123.149 435.917
3. Bangka (jiwa)
Tengah 38,506 85,940 5,023 129,469 2. Pencari Kerja
15.757 23.181 43.004
4. Bangka 44,199 97,074 5,766 147,039 (jiwa)
Selatan 3. Jumlah
328.825 146.330 457.649
5. Belitung 40,168 90,289 4,324 134,781 Angkatan (jiwa)
6. Belitung Timur 26,095 59,214 2,756 88,065 4. Tingkat
7. Pangkalpinang 42,570 93,170 5,445 141,185 Pengangguran 4,80 15,84 9,40
Jumlah 2004 304,561 670,861 37,143 1,012,655 (%)
2003 352,558 617,707 32,766 976,031 Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
2002 303,787 578,233 31,848 913,868 Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
Susenas, dalam Kepulauan Bangka Belitung Dalam Tabel II.9
Angka, 2004 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas
yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Pada tahun 2004, jumlah penduduk usia produktif Tahun 2004
(15 tahun ke atas) di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung berjumlah 707.683 jiwa atau 69,88% No Lapangan Pekerjaan Pekerja Persentase
dari total penduduk provinsi ini. Dari jumlah 1. Pertanian 189.798 43,54
penduduk usia kerja tersebut, sebanyak 67,10% 2. Pertambangan dan
75.632 17,35
adalah angkatan kerja (bekerja dan mencari kerja) penggalian
dan sisanya sebesar 32,90% adalah penduduk 3. Industri Pengolahan 21.404 4,91
4. Listrik, Gas & Air Minum 741 0,17
bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah
5. Bangunan 20.488 4,70
tangga, dan lain-lain). Tingkat Partisipasi Angkatan 6. Perdagangan, Hotel & 68.962 15,82
Kerja (TPAK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Restoran
tahun 2004 adalah sebesar 67,10% yang berarti 7. Angkutan dan Komunikasi 14.472 3,32
sebesat 67% penduduk usia kerja aktif secara 8. Keuangan, Asuransi,
Usaha Persewaan
ekonomi. Sedangkan Tingkat Pengangguran Bangunan, Tanah dan
3.182 0,73
Terbuka (TPT) nya adalah 8,20% yang artinya Jasa
dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, 9. Jasa Kemasyarakatan 39.843 9,14
secara rata-rata 8-9 orang diantaranya pencari 10. Lainnya 1.395 0,32
Jumlah 2004 435.917 100,00
kerja. Berikut ini adalah informasi jumlah angkatan 2003 414.645 100,00
kerja dan pengangguran yang ada di Provinsi 2002 361.606 100,00
Kepulauan Bangka Belitung menurut jenis kelamin Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
(lihat tabel II.8). Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004

Penduduk usia kerja yang bekerja di Provinsi 2.3.3 Kondisi Sosial Budaya
Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2004
sebagian besar bekerja di sektor pertanian, yaitu Penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
mencapai 43,54%, diikuti sektor pertambangan terdiri dari berbagai macam suku bangsa,
dan penggalian sebesar 17,35%, dan sektor kebudayaan dan golongan sosial yang secara garis
perdagangan, hotel dan restoran sebesar besar terdiri dari Melayu, Bugis, Jawa, Bali, Batak,
15,82%. (lihat tabel II.9). Buton, Flores, Sunda, Madura, keturunan Cina,
dan warga negara asing yang telah menetap di
Kepulauan Bangka Belitung. Suku-suku bangsa
tersebut sejak lama hidup berdampingan dengan
damai.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-10


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.10
Jumlah Penduduk Kepulauan Bangka Belitung Menurut Agama yang Dianut Tahun 2004
No Kabupaten/Kota Islam Katolik Protestan Hindu Budha Jumlah
1. Bangka 188.360 4.876 4.302 34 34.221 231.793
2. Bangka Barat 131.004 1.861 1.366 152 5.941 140.324
3. Bangka Tengah 112.104 7.298 1.437 144 8.487 129.470
4. Bangka Selatan 143.153 689 518 9 2.669 147.038
5. Belitung 122.260 1.565 1.447 587 8.922 134.781
6. Belitung Timur 87.212 0 0 0 853 88.065
7. Pangkalpinang 110.630 7.805 6.973 239 15.537 141.184
Jumlah 2004 894.723 24.094 16.043 1.165 76.630 1.012.655
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004

Jumlah penduduk WNA didominasi oleh beragam, tetapi mereka dapat hidup secara damai
warganegara Cina. Hal ini terjadi karena satu sama lain dan mendukung kegiatan
warganegara Cina menurut sejarahnya telah keagamaan satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat
membaur dengan penduduk pribumi. dilihat ketika pelaksanaan acara-acara ritual agama
Islam, seperti acara maras taun, perang ketupat,
Bahasa yang paling dominan digunakan di Provinsi
maupun acara lain, umat lain pun bersedia
Kepulauan Bangka Belitung adalah bahasa Melayu,
membantu lancarnya penyelenggaraan acara ritual
yang juga disebut sebagai bahasa daerah. Tetapi
tersebut. Demikian pula ketika umat beragama
seiring dengan keanekaragaman suku bangsa yang
lain selain Islam menyelenggarakan acara ritual
ada di provinsi ini, bahasa lain yang digunakan
seperti ceng beng maupun acara lainnya, umat
antara lain bahasa Mandarin dan bahasa Jawa. Hal
Islam pun tidak keberatan untuk membantunya.
ini pula yang menyebabkan bahasa Melayu di
Hal ini juga didukung oleh keseharian mereka
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami
yang bergabung dalam suatu lingkungan
perubahan, yang pada umumnya perubahan
masyarakat.
tersebut terletak pada pengucapan vokal “A”
(terakhir) yang adakalanya berubah ucapan
menjadi “E” atau “O” ataupun “É“. Di Pulau 2.4 Perekonomian
Bangka, perubahan tersebut menjadikan kita
mudah untuk mengetahui apakah seseorang 2.4.1 Produk Domestik Regional Bruto
berasal dari Bangka bagian utara, Bangka bagian
tengah, atau Bangka bagian selatan. Atas dasar hal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah
ini, di Pulau Bangka bahasa-bahasa tersebut indikator penting perekonomian suatu wilayah
digolongkan menjadi bahasa Mentok, bahasa pada periode tertentu, umumnya berlaku selama
Belinyu dan bahasa Orang Lum. satu tahun. PDRB didefinisikan sebagai jumlah dari
nilai tambah semua komponen ekonomi di suatu
Berdasarkan data tahun 2004, jumlah penduduk
daerah. PDRB berdasarkan harga berlaku
yang menganut agama Islam berjumlah 894.723
menunjukkan nilai tambah bruto dari barang dan
orang, beragama Katolik 24.094 orang, beragama
jasa yang dihasilkan dari semua komponen
Protestan sebanyak 16.043 orang, Hindu 1.165
ekonomi berdasarkan harga pada setiap tahun,
orang dan beragama Budha sebanyak 76.630
sedangkan PDRB berdasarkan harga konstan
orang.
didasarkan pada harga pada tahun dasar.
Tabel II.10 menunjukkan bahwa agama Islam
PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi
merupakan agama yang paling banyak dianut oleh
Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2004
penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
adalah sebesar Rp 9.423.420 juta, atau naik
sebesar 88,35%, yang diikuti oleh agama Budha
sebesar 11,34% dibandingkan dengan keadaan
sebesar 7,57% dan agama Kristen Protestan
tahun 2003 yang sebesar Rp 8.463.470 juta.
sebesar 2,38%.
Demikian halnya dengan PDRB atas dasar harga
Penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung konstan tahun 2000, juga mengalami kenaikan
merupakan penduduk yang sangat agamis. yaitu dari Rp 6.727.117 juta di tahun 2003
Meskipun agama yang dianut masyarakatnya menjadi Rp 7.010.018 juta pada tahun 2004.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-11


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.11 konstruksi (6,07%). Sektor tersier yang terdiri


PDRB Kepulauan Bangka Belitung atas perdagangan, hotel, dan restoran,
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan transportasi dan komunikasi, keuangan dan jasa
Tahun 2000-2004 memberikan kontribusi sebesar 26,06%.
PDRB Atas Dasar
PDRB Atas Dasar
Harga Konstan
Tabel di bawah ini menggambarkan kontribusi
Tahun Harga Berlaku sektor-sektor ekonomi bagi PDRB Provinsi
Tahun 2000
(Juta Rupiah)
(Juta Rupiah) Kepulauan Bangka Belitung.
2000 5.760.749 5.760.749
2001 6.576.424 6.103.270 Tabel II.13
2002 7.528.567 6.409.268 Struktur Perekonomian
2003 8.463.470 6.727.117 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
2004 9.423.420 7.010.018
Tahun 2002-2004 (%)
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004
Lapangan Usaha 2002 2003 2004
Pertanian 22,91 22,61 22,28
2.4.2 Pertumbuhan Ekonomi Pertambangan dan
16,44 16,13 16,16
Penggalian
Pertumbuhan ekonomi adalah indikator yang Industri Pengolahan 27,74 27,97 28,50
digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,80 0,93 0,93
Bangunan 5,67 5,83 6,07
pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah Perdagangan, Hotel dan
sebaiknya menggali sumber potensi yang dapat 11,77 10,94 10,72
Restoran
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Angkutan dan Komunikasi 3,90 3,87 3,99
pembangunan dalam suatu wilayah. Pertumbuhan Keuangan, Persewaan dan
4,28 4,10 3,92
Jasa Perusahaan
ekonomi Kepulauan Bangka Belitung adalah
Jasa-jasa 6,49 7,61 7,43
4,21% pada tahun 2004 yang berarti mengalami Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
penurunan sebesar 0,75 poin jika dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004.
dengan tahun 2003 yang mencapai 4,96%.
2.4.4 Pendapatan Per Kapita
Tabel II.12
Pertumbuhan Ekonomi Pendapatan per kapita adalah salah satu indikator
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengukur kemakmuran dan kesejahteraan
Tahun 2001-2004
penduduk di suatu wilayah. Pada tahun 2004,
Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) pendapatan per kapita populasi berdasarkan harga
berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
2001 5,95 adalah Rp 7.938.503 meningkat 7,72%
2002 5,01
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
2003 4,96
2004 4,21
Peningkatan pada tahun 2004 sedikit lebih rendah
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,
dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2003,
2005. Kepulauan Bangka Belitung Dalam yang mencapai 9,98%. Pada tahun 2004,
Angka, 2004 pendapatan per kapita atas dasar harga konstan
tahun 2000 adalah Rp 5.947.102 atau meningkat
2.4.3 Struktur Perekonomian 0,92% dibandingkan dengan tahun 2003 yang
mencapai Rp 5.892.576. Berikut adalah tabel
Struktur ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka pendapatan regional per kapita Provinsi
Belitung pada tahun 2004 masih ditopang oleh Kepulauan Bangka Belitung.
sektor primer dan sekunder. Sektor primer terdiri
dari sektor pertanian (22,88%) serta
pertambangan dan penggalian (16,16%) yang
memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB
provinsi. Sektor sekunder Kepulauan Bangka
Belitung, antara lain sektor industri pengolahan,
memberikan kontribusi sebesar 28,50%; sektor
listrik, gas dan air minum (0,93%); dan sektor

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-12


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

terdapat pula 192 unit pelayanan kesehatan lain


Tabel II.14 yang terbagi dalam 47 unit puskesmas dan 145
Pendapatan Regional per Kapita unit puskesmas pembantu.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tahun 2000-2004 Dari data jumlah rumah sakit, baik milik
pemerintah maupun swasta yang ada di Provinsi
Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga
Tahun
Berlaku Konstan Tahun 2000 Kepulauan Bangka Belitung, terlihat bahwa belum
2000 5.540.850 5.540.850 semua kabupaten memiliki rumah sakit. Sebagian
2001 6.094.279 5.687.632 besar rumah sakit yang ada di Provinsi Kepulauan
2002 6.700.901 5.764.981 Bangka Belitung berada di tiga kabupaten/kota
2003 7.369.833 5.892.576 terbesar, yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten
2004 7.938.503 5.947.102
Belitung, dan Kota Pangkalpinang. Kabupaten
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004 Belitung Timur saat ini sedang membangun
rumah sakit umum, dan diharapkan siap
beroperasi pada awal tahun 2006.
2.5 Fasilitas Umum
Sementara itu fasilitas kesehatan selain rumah sakit
2.5.1 Fasilitas Kesehatan terdapat di setiap kabupaten/kota di luar tiga
kabupaten/kota terbesar di atas. Lebih rinci,
Pada tahun 2004, di Provinsi Kepulauan Bangka fasilitas kesehatan yang terdapat di Provinsi
Belitung terdapat 6 unit Rumah Sakit (RS) yang Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat pada
terbagi menjadi 3 RS Umum Pemerintah, 2 RS tabel II.15 dan II.16.
Umum Swasta, dan 1 RS Jiwa. Selain rumah sakit,

Tabel II.15
Jumlah Rumah Sakit Pemerintah, Swasta dan Khusus Beserta Kapasitas Tempat Tidur
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Pemerintah Swasta Khusus Jumlah
No Kabupaten/Kota RSU Tempat RSU Tempat RSJ Tempat RSU Tempat
Tidur Tidur Tidur Tidur
1. Bangka 1 100 - - 1 100 2 200
2. Bangka Barat - - - - - - - -
3. Bangka Tengah - - - - - - - -
4. Bangka Selatan - - - - - - - -
5. Belitung 1 100 - - - - 1 100
6. Belitung Timur - - - - - - - -
7. Pangkalpinang 1 106 2 187 - - 3 293
Jumlah 2004 3 306 2 187 1 100 6 593
2003 3 292 2 150 1 100 6 542
2002 3 267 1 100 1 100 5 467
2001 4 277 1 130 1 100 6 507
2000 3 269 1 85 - - 5 454
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam. Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004. BPS Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, 2005

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-13


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.16
Jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Puskesmas Pengunjung
No Kabupaten/Kota Puskesmas
Pembantu Puskesmas
1. Bangka 10 29 101.873
2. Bangka Barat 6 16 -
3. Bangka Tengah 5 16 51.130
4. Bangka Selatan 6 25 35.076
5. Belitung 8 26 -
6. Belitung 5 15 113.857
7. Pangkalpinang 7 18 202.024
Jumlah 2004 47 145 503.960
2003 47 138 554.605
2002 45 137 676.198
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam. Kepulauan Bangka Belitung
Dalam Angka, 2004. BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005

2.5.2 Fasilitas Keuangan 1. Bank Central Asia


2. Bank Danamon
Fasilitas pelayanan keuangan di Provinsi Kepulauan 3. Bank Pikko
Bangka Belitung pada tahun 2004 terdiri dari 19
bank pemerintah dan 3 bank swasta. Adapun
2.5.3 Fasilitas Keagamaan
bank pemerintah yang terdapat di provinsi ini
antara lain: Sesuai dengan komposisi jenis agama yang dianut
1. Bank Mandiri oleh masyarakatnya, Provinsi Kepulauan Bangka
2. Bank Negara Indonesia Belitung memiliki tempat peribadatan dengan
3. Bank Rakyat Indonesia jumlah sebagai berikut: 749 mesjid, 143 mushola,
4. Bank Pembangunan Daerah Sumsel 450 langgar, 80 gereja protestan, 9 gereja katolik,
Sementara itu, bank swasta yang terdapat di 22 kopel, 16 buah pura, 34 vihara dan 11 centiya.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah:

Tabel II.17
Tempat Peribadatan Menurut Agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
No. Kabupaten/Kota Islam Protestan Katolik Hindu Budha
Mesjid Mushola Langgar Gereja Gereja Kopel Pura Wihara Centiya
1. Bangka 127 25 93 16 2 5 7 5 1
2. Bangka Barat 142 15 56 9 1 1 1 5 2
3. Bangka Tengah 87 4 45 8 1 11 - 3 4
4. Bangka Selatan 154 5 95 4 1 1 4 1 1
5. Belitung 101 7 93 20 1 - 4 5 -
6. Belitung Timur 74 58 42 6 1 2 - 4 -
7. Pangkalpinang 64 34 54 17 2 2 - 6 3
Jumlah 2004 749 143 450 80 9 22 16 34 11
2003 749 143 418 133 9 20 8 54 10
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-14


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

2.6 Transportasi dan Infrastruktur disebutkan bahwa sistem transportasi adalah


turunan dari tata ruang atau sebaliknya. Dalam
2.6.1 Transportasi berbagai teori pengembangan sistem transportasi
disebutkan bahwa sistem transportasi
A. Konsep Umum Sistem Transportasi dikembangkan untuk meningkatkan aktifitas
ekonomi di daerah-daerah yang dilalui sistem
Masalah transportasi/perhubungan merupakan transportasi dan akhirnya akan meningkatkan
masalah yang selalu dihadapi oleh daerah-daerah pertumbuhan daerah tersebut. Dilain sisi,
yang sedang berkembang, baik di bidang pembangunan sistem transportasi digunakan juga
transportasi perkotaan maupun transportasi untuk melayani aktifitas ekonomi di wilayah-
regional antarkota. Dalam beberapa diskusi wilayah yang telah memiliki aktifitas ekonomi
tentang permasalahan transportasi sering dengan baik.
disebutkan bahwa transportasi yang ideal adalah
Kegiatan kepariwisataan juga merupakan bagian
transportasi yang menjamin pergerakan manusia
dari tata ruang. Lokasi-lokasi untuk kegiatan
dan/atau barang (kapasitasnya mencukupi)
kepariwisataan dan sistem jaringan transportasi
terpadu, tepat dan teratur, aman, cepat dan
menjadi hal yang penting untuk dikaji dalam
lancar, murah, selamat, nyaman, efisien dengan
mengembangkan kepariwisataan daerah.
biaya yang terjangkau dan tingkat utilisasi yang
mencukupi. Sistem transportasi yang demikian ini Jaringan atau infrastruktur transportasi sangat
diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi
pengembangan sistem transportasi di tiap daerah. suatu wilayah termasuk didalamnya kegiatan
kepariwisataan. Apabila suatu lokasi daya tarik
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang
wisata memiliki tingkat kunjungan yang rendah,
berbentuk kepulauan dengan daerah yang cukup
maka jaringan transportasi dapat berperan sebagai
luas, sangat dirasakan kebutuhan akan sistem
pemicu perkembangan atau pertumbuhan
transportasi (perhubungan) dengan berdasarkan
kegiatan kepariwisataan di daya tarik wisata
konsep yang disebutkan di atas tersebut. Setiap
tersebut (ship pro mo tes the trade/the trade follow s
tahap pembangunan sangat memerlukan sistem
the ship). Apabila tingkat kegiatan di suatu daya
transportasi yang efisien sebagai salah satu
tarik wisata tinggi, maka jaringan transportasi akan
prasyarat guna kelangsungan dan terjaminnya
menjadi faktor atau infrastruktur pelayanan dalam
pelaksanaan pembangunan. Pembangunan sektor
melayani pertumbuhan kegiatan pariwisata di
perhubungan harus direncanakan, dijabarkan, dan
objek wisata tersebut.
dilaksanakan secara terkoordinasi, terpadu, dan
sesuai dengan perkembangan dan perubahan
C. Jaringan Transportasi Kepulauan
tuntutan di masa mendatang.
Bangka Belitung
Demikian pula dengan pengembangan
kepariwisataan di Kepulauan Bangka Belitung, Sebagai daerah yang berbentuk kepulauan,
konsep pengembangan jaringan transportasi perlu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki
direncanakan sesuai dengan konsep yang telah jaringan transportasi yang lengkap, meliputi
ditetapkan. Jaringan transportasi darat, laut dan transportasi darat, laut, dan udara.
udara perlu dikembangkan dalam kerangka
mewujudkan keterpaduan sistem jaringan Transportasi Darat
transportasi wilayah sehingga dapat mendukung Transportasi darat merupakan salah satu faktor
pengembangan sektor kepariwisataan daerah. penting yang mempengaruhi kegiatan ekonomi di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut
B. Hubungan Timbal Balik Transportasi Badan Pusat Statistik di Kepulauan Bangka
dan Tata Ruang Belitung, pada tahun 2004 panjang jalan
keseluruhan adalah 3.193,36 km, terdiri atas
Sistem transportasi sangat berhubungan dengan
16,62% jalan negara, 16,26% jalan provinsi, serta
rencana tata ruang atau rencana suatu wilayah
67,12% jalan kabupaten dan kota.
dalam menentukan lokasi-lokasi kegiatan
ekonomi. Hubungan antara tata ruang dan sistem
transportasi dirasakan sangat kuat sehingga sering

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-15


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Kondisi jaringan jalan antara lain 37,98% Transportasi Laut


berkondisi baik, 31,45% berkondisi sedang, dan
Transportasi laut, termasuk pelabuhan, merupakan
24,47% berkondisi rusak, serta 5,79% berkondisi
hal yang penting bagi provinsi yang berbentuk
sangat rusak. Rincian panjang jalan menurut status
kepulauan ini dalam hubungannya dengan provinsi
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat
lain maupun dalam provinsi.
dilihat dari tabel II.18.
Lalu lintas penumpang menuju dan keluar Provinsi
Tabel II.18 Kepulauan Bangka Belitung sesuai dengan jadwal
Panjang Jalan Menurut Status di Provinsi keberangkatan dan kedatangan kapal. Armada
Kepulauan Bangka Belitung (km) Tahun 2004 kapal yang melayani jalur pelayaran ini terdiri dari
No Keadaan Negara Provinsi Kabupaten Jumlah armada milik pemerintah (Pelni) dan swasta, dan
1. Jenis dua jenis kapal yaitu kapal cepat dan kapal feri.
Permukaan:
a. Aspal 530,65 511,97 1.786,47 2.829,09
Terdapat perbedaan waktu tempuh yang signifikan
b. Kerikil - - 95,07 95,07 antara kapal cepat dan kapal feri. Untuk rute
c. Tanah - 7,20 262,00 269,20 Jakarta-Tanjungpandan dengan kapal feri mencapai
2. Kondisi 12 jam, sedangkan waktu tempuh rute yang sama
Jalan
a. Baik 244,27 274,39 695,07 1.213,73 dengan kapal cepat hanya memakan waktu 4
b. Sedang 194,97 176,92 632,58 1.004,47 (empat) jam.
c. Rusak 91,41 67,86 630,92 790,19
d. Rusak - - 184,97 184,97 Nama-nama pelabuhan yang berada di Provinsi
Berat Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan jenisnya:
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004 A. Pelabuhan Laut:
1. Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang
Selain banyak jalan yang kondisinya kurang baik, 2. Pelabuhan Mentok, Mentok
jaringan jalan di Pulau Bangka, terutama di bagian 3. Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu
tengah dan selatan, memiliki luas lebar jalan yang 4. Pelabuhan Sungaiselan, Sungaiselan
kurang memadai. Banyak jalan-jalan yang memiliki 5. Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung
lintas harian rata-rata yang cukup tinggi dan jenis 6. Pelabuhan Gantung, Belitung
kendaraan yang besar (seperti truk dan bus) 7. Pelabuhan Tanjungbatu, Sungailiat
namun mempunyai lebar badan jalan yang kurang 8. Pelabuhan Tanjung Berikat, Toboali
dari 6 meter. Hal ini berpotensi menyebabkan B. Pelabuhan Darat:
kemacetan dan kecelakaan yang cukup tinggi 1. Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok
mengingat banyaknya pengendara sepeda motor 2. Pelabuhan Sadai, Toboali
yang melewati jalan-jalan tersebut. Peta gambaran 3. Pelabuhan Manggar, Belitung Timur
kondisi jalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 4. Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung
dapat dilihat pada gambar 2.1.
Berbagai rute pelayaran kapal dari Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat pada tabel
II.19.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-16


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Gambar 2.1 Peta Gambaran Kondisi Jalan

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-17


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.19
Bandara Depati Amir mencapai 2.525 kali dengan
jumlah penumpang yang datang sebanyak
Rute dan Frekuensi Pelayaran Kapal 237.944 penumpang, dan yang berangkat
Penumpang di Provinsi Kepulauan Bangka 241.894 penumpang. Jika dibandingkan dengan
Belitung data pada tahun 2003, frekuensi kedatangan dan
Rute & Pelabuhan
keberangkatan pesawat meningkat sebesar
No Armada Frekuensi 20,88%, sedangkan jumlah penumpang yang
Keberangkatan
1. KM Senopati Pangkalpinang-Jakarta 2 kali seminggu datang mencapai 40,79% dan yang berangkat
Nusantara (Pelabuhan
Pangkalbalam) 41,68%. Frekuensi kedatangan dan
2. KM Prima Pangkalpinang-Jakarta 2 kali seminggu keberangkatan pesawat di Bandara H.A.S
Nusantara (Pelabuhan Hanandjoeddin pada tahun 2004 meningkat
Pangkalbalam)
3. KM Srikandi Pangkalpinang-Jakarta 2 kali seminggu 13,63% dibandingkan tahun sebelumnya.
Line (Pelabuhan Kedatangan dan keberangkatan penumpang
Pangkalbalam)
4. KM Tri Star Pangkalpinang-Jakarta Reguler *) masing-masing meningkat menjadi 36,33% dan
(Pelabuhan 48,70%.
Pangkalbalam)
5. Sumber Mentok-Palembang Setiap hari
Bangka (Pelabuhan Mentok) (2 kali per hari) Terminal di Bandara Depati Amir yang
6. Ekspress Mentok-Palembang Setiap hari
Bahari (Pelabuhan Mentok) (4 kali sehari) merupakan bandara utama di Provinsi Kepulauan
Pangkalpinang- Setiap hari Bangka Belitung saat ini memiliki ruangan yang
Tanjungpandan (2 kali per hari)
(Pelabuhan
cukup sempit sehingga kegiatan check-in dan
Pangkalbalam) kegiatan pengambilan bagasi terlihat padat apabila
Tanjungpandan- kondisi penumpang ramai. Ketika proses
Pangkalpinang
(Pelabuhan pengambilan bagasi, para penumpang terpaksa
Tanjungpandan) berjejal di sepanjang jalur co nveyo r belt sehingga
7. KM Melayani Pangkalpinang- 6 kali seminggu
Tanjungpandan (1 kali per hari)
menyulitkan para penumpang lain yang akan
(Pelabuhan mengambil barangnya.
Pangkalbalam)
Tanjungpandan- Melihat berkembangnya permintaan untuk
Pangkalpinang
(Pelabuhan
melayani kebutuhan perjalanan menuju ke
Tanjungpandan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui
8. Pelni KM Bangka-Kijang 1 kali seminggu transportasi udara, terdapat keinginan untuk
Sirimau (Pelabuhan Tanjung
Gudang, Belinyu) mengembangkan Bandara Depati Amir. Kondisi
Bangka-Jakarta 1 kali seminggu Bandara Depati Amir saat ini adalah bandara yang
(Pelabuhan Tanjung
Gudang, Belinyu)
dapat didarati pesawat tipe Boeing 737-200.
9. Pelni KM Bukit Bangka-Jakarta 1 kali seminggu
Raya (Pelabuhan Tanjung
Pengembangan bandara memerlukan sebuah
Gudang, Belinyu) perencanaan terpadu yang memperhatikan pola
Bangka-Kijang 1 kali seminggu pergerakan dan kebutuhan perjalanan dari dan ke
(Pelabuhan Tanjung
Gudang, Belinyu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
10. Pelni KM Tanjungpandan-Jakarta Reguler Pengembangan bandara dapat dilakukan dengan
Leuser (Pelabuhan Tanjung Ru)
11. Pelni KM Lawit Tanjungpandan-Jakarta Reguler
memperpanjang landasan pacu (runw ay) agar
(Pelabuhan Tanjung Ru) dapat didarati tipe pesawat yang lebih besar
Keterangan: *) Reguler = sudah terjadwal (tidak ada data sehingga dapat meningkatkan jumlah lalu lintas
pasti tentang jadwal) penumpang dengan moda transportasi udara ke
Sumber: Direktori Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung,
dan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
2004
Transportasi udara di Kepulauan Bangka Belitung
Transportasi Udara sampai saat ini belum melayani penerbangan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki dua antarkota dalam provinsi. Rute penerbangan
bandar udara sebagai alternatif transportasi laut dilayani oleh maskapai penerbangan Sriwijaya Air,
dan darat, yaitu Bandara Depati Amir di Pulau Batavia Air, Adam Air dan Riau Airlines, seperti
Bangka dan Bandara H.A.S Hanandjoeddin di dapat dilihat pada tabel berikut.
Pulau Belitung. Pada tahun 2004, frekuensi
kedatangan dan keberangkatan pesawat di

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-18


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.20 A. Jaringan Air Bersih


Rute dan Frekuensi Penerbangan di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung Kelompok pelanggan air bersih terbesar pada
tahun 2004 adalah rumah tangga (94,40%),
Maskapai Rute & Bandara
No
Penerbangan Keberangkatan
Frekuensi sisanya digunakan oleh perusahaan, pertokoan,
Jakarta- Setiap hari dan industri (2,40%), badan sosial dan rumah
Pangkalpinang- (4 kali per hari) sakit (1,22%), instansi pemerintah (1,32%),
Jakarta
(Bandara Depati sarana umum (0,47%), hotel/objek pariwisata
1. Sriwijaya Air
Amir) (0,14%), mobil tangki (0,03%), dan pelabuhan
Jakarta- Setiap hari
Tanjungpandan- (1 kali per hari)
(0,02%). Untuk tahun 2003, jumlah pelanggan
Jakarta yang ada khususnya di Pulau Bangka adalah
(Bandara H.A.S sebanyak 10.457 pelanggan yang terdiri dari
Hanandjoeddin)
Jakarta- Setiap hari 6.274 pelanggan di Kabupaten Bangka, 2.571
Pangkalpinang- (2 kali per hari) pelanggan di Kabupaten Bangka Barat, 457
Jakarta
(Bandara Depati
pelanggan di Kabupaten Bangka Tengah, dan
2. Batavia Air
Amir) 1.155 pelanggan di Kabupaten Bangka Selatan.
Jakarta- Setiap hari Seperti halnya wilayah kepulauan lainnya,
Tanjungpandan- (1 kali per hari)
Jakarta penyediaan air bersih sangat bergantung pada
(Bandara H.A.S perusahaan air minum karena adanya
Hanandjoeddin)
Jakarta- Setiap hari
keterbatasan dalam memperoleh sumber air
Pangkalpinang- (2 kali per lainnya seperti sumur galian.
3. Adam Air Jakarta hari)
(Bandara Depati Masih banyak juga daerah tujuan wisata yang
Amir) belum memiliki jaringan air bersih. Hal ini perlu
Batam- 3 kali dicermati agar kawasan wisata memiliki
Pangkalpinang- seminggu infrastruktur air bersih yang memadai sehingga
Batam (Senin–
Rabu-Jum’at, dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dan
1 kali per masyarakat akan air bersih di lokasi wisata yang
hari mereka kunjungi.
4. Riau Airlines
Palembang- 3 kali
Pangkalpinang- seminggu
Palembang (Selasa– B. Jaringan Listrik
Kamis-
Kapasitas pembangkit energi listrik yang dikelola
Sabtu, 1 kali
per hari oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) Provinsi
Sumber: Dinas Perhubungan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 137.634,83
Kepulauan Bangka Belitung, 2004. KVA dengan daya terpasang sebanyak 97.002
kilowatt yang berasal dari 80 buah pembangkit
2.6.2 Infrastruktur listrik. Data jumlah pelanggan PLN di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung tahun 2004 dapat
Selain transportasi, infrastruktur juga tidak kalah dilihat dari tabel II.21 berikut.
pentingnya dalam pengembangan kepariwisataan
daerah. Pengembangan pariwisata tanpa didukung
ketersediaan infrastruktur yang baik, seperti
jaringan air bersih, listrik, dan telekomunikasi, sulit
untuk berkembang.

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-19


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tabel II.21
Jumlah Pelanggan PLN
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004
Kabupaten/ Tempat Instansi *)
No Industri Jumlah
Kota Tinggal Pemerintah Lain-lain
1. Bangka 18.553 16 152 1.185 19.903
2. Bangka Barat 13.526 2 66 845 14.739
3. Bangka Tengah 3.893 - 25 184 4.102
4. Bangka Selatan 7.769 - 44 299 8.102
5. Belitung 22.089 32 144 1.601 23.866
6. Belitung Timur 14.561 14 48 881 15.504
7. Pangkalpinang 47.372 52 290 3.053 50.767
Jumlah 2004 127.753 116 769 8.045 136.683
2003 127.377 118 583 8.000 136.078
2002 126.773 119 539 7.098 135.129
Keterangan: *) Termasuk Fasilitas Sosial + Lampu Jalan + Bisnis
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka,
2004

Sama halnya dengan pelanggan air minum, C. Jaringan Telekomunikasi


kelompok pelanggan terbesar PLN adalah rumah
Telekomunikasi sebagai sarana komunikasi yang
tangga, kemudian kelompok lainnya yaitu industri,
paling efektif telah mencapai pelosok daerah di
instansi pemerintah, dan lain-lain. Pada tahun
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terdapat
2004, jumlah pelanggan listrik khusus untuk Pulau
peningkatan sebesar 2,01% pengguna telepon
Bangka adalah 97.613 pelanggan.
dibandingkan tahun 2003. Jumlah kapasitas sentral
Beberapa daerah tujuan wisata, terutama di telepon pada tahun 2004 adalah sebanyak 24.534
wilayah selatan Pulau Bangka, belum memiliki unit. Penggunaan sarana komunikasi lain seperti
jaringan listrik hingga ke lokasi daya tarik wisata. surat elektronik (email) dan internet juga sudah
dimulai sejak tahun 1998.
Namun, terdapat juga beberapa lokasi yang
memiliki pembangkit listrik sendiri seperti Air
Terjun Sadap yang bahkan dapat menyediakan
kebutuhan listrik daerah sekitarnya.

Tabel II.22
Kapasitas Sentral dan Jumlah Sambungan Telepon
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2004

Kandatel Pelanggan
No Kap Sentral Jumlah
Bangka Belitung BIS RES SOS
1. Bangka 5.052 785 3.900 6 4.691
2. Bangka Barat 2.088 364 1.549 6 1.919
3. Bangka Tengah 860 63 608 2 673
4. Bangka Selatan 1.132 86 869 6 961
5. Belitung 4.840 799 3.617 - 4.416
6. Belitung Timur 704 112 541 3 656
7. Pangkalpinang 12.344 2.244 8.944 30 11.218
Jumlah 2004 27.020 4.453 20.028 53 24.534
2003 26.736 4.279 19.724 48 24.051
2002 25.480 4.182 18.561 37 22.780
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005. Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka, 2004

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-20


Bab 2
Kondisi Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Sementara itu, fasilitas telepon umum di Tabel II.23


Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari Jumlah Telepon Umum Berdasarkan Jenisnya
warung telekomunikasi (wartel), telepon umum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
tunggu, telepon umum swalayan, dan telepon Tahun 2004
umum kartu. Kandatel Telepon Umum
No Bangka KBU/WTL/
Wartel dan telepon umum tunggu, dari tahun Belitung TUT
TUC/TUCP
ke tahun mengalami peningkatan jumlah yang 1. Bangka 226 -
lumayan besar, sedangkan untuk telepon umum 2. Bangka Barat 105 -
swalayan dan telepon umum kartu jumlahnya 3. Bangka Tengah 34 -
4. Bangka Selatan 52 -
semakin menurun.
5. Belitung 126 1
Jumlah telepon umum yang ada di Provinsi 6. Belitung Timur 19 -
Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat pada 7. Pangkalpinang 330 3
Jumlah 2004 892 4
tabel II.23. 2003 845 5
2002 725 17
Keterangan: KBU = Kamar Bicara Umum; WTL =
Wartel; TUT = Telepon Umum Tunggu;
TUL = Telepon Umum Swalayan; TUK =
Telepon Umum Kartu
Sumber: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2005.
Kepulauan Bangka Belitung dalam Angka, 2004

RIPPDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung II-21