Anda di halaman 1dari 23

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Konsumen

Konsumen yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah konsumen

yang menggunakan Handphone Xiaomi di Universitas Semarang. Metode

pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive

sampling dan diperoleh sampel sebanyak 75 konsumen.

4.1.1. Gambaran Karakteristik Konsumen


Dalam penelitian akan diuraikan gambaran umum karakteristik konsumen

dapat dilihat melalui data identitas konsumen yang meliputi jenis kelamin, umur,

pekerjaan, pendapatan, lama pemakaian. Adapun gambaran karakteristik

konsumen dapat diketahui pada tabel berikut :

1. Karakteristik Konsumen Menurut Jenis Kelamin

Gambaran karakteristik konsumen menurut jenis kelamin dapat dilihat

pada tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1
Karakteristik Konsumen Menurut Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi %


1 Laki-laki 32 42,7
2 Perempuan 43 57,3
Jumlah 75 100
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.1. menunjukkan bahwa konsumen yang menjadi sampel dalam

penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 43

(57,3%) dan 32 konsemen dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 32 (42,7%)


Hasil tersebut menggambarkan bahwa mayoritas konsumen perempuan hanya

tidak terlalu signifikan dengan jumlah konsumen laki-laki. Hal tersebut

didukung dengan pernyataan Schifman dan Kanuk (2004:57) dalam Acep

(2013:68) di mana jenis kelamin (gender) seringkali dianggap sebagai salah

satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam perilaku konsumen. Hal ini

disebabkan oleh terdapatnya suatu perbedaan kebutuhan dan selera akan

sesuatu diantara laki-laki dan perempuan.

2. Karakteristik Konsumen Menurut Umur

Gambaran karakteristik konsumen menurut umur dapat dilihat pada

tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2
Karakteristik Konsumen Menurut Umur

No Umur Frekuensi %
1 20 - 23 tahun 15 20,0
2 24 - 27 tahun 10 13,3
3 28 - 31 tahun 27 36,0
4 > 31 tahun 23 30,7
Jumlah 75 100,0
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.2. menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen berumur

antara 28-31 tahun, yakni sebanyak 27 konsumen (36%), diikuti konsumen

yang berumur > 31 tahun, yakni sebanyak 23 konsumen (30,7%), konsumen

yang berumur 20-23 tahun sebanyak 15 konsumen (20%) dan 10 konsumen

yang berusia 24-27 tahun (13,3%). Hasil tersebut dapat menggambarkan

bahwa sebagian besar konsumen dalam penelitian ini berada pada usia

dewasa muda dengan penghasilan tetap.


3. Karakteristik Konsumen Menurut Pekerjaan

Gambaran karakteristik konsumen menurut pekerjaan dapat dilihat

pada tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3
Karakteristik Konsumen Menurut Pekerjaan

No Usia Frekuensi %
1 Pelajar/Mahasiswa 36 48,0
2 Wiraswasta 26 34,7
3 Karyawan 13 17,3
Jumlah 75 100
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.3. menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yang bekerja

sebagai pelajar/mahasiswa berjumlah 36 (48%) konsumen, konsumen dengan

pekerjaan sebagai wiraswasta sebesar 26 (34,7%) dan konsumen dengan

pekerjaan karyawan terdapat 13 (17,3%). Hal tersebut dikarenakan lokasi yang

menjadi studi kasus adalah Universitas Semarang, sehingga sebagian besar

responden adalah masih sebagai pelajar/mahasiswa.

4. Karakteristik Konsumen Menurut Pendapatan

Gambaran karakteristik konsumen menurut besar pendapatan dapat

dilihat pada tabel 4.4. berikut ini:

Tabel 4.4
Karakteristik Konsumen Menurut Pendapatan

No Lama Kerja Frekuensi %


1 < Rp 2.000.000,00 24 32,0
2 Rp 2.000.000,00 - Rp 4.000.000,00 36 48,0
3 Rp 5.000.000,00 - Rp 7.000.000,00 15 20,0
Jumlah 75 100,0
Sumber : Data primer yang diolah
Tabel 4.4. menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen mempunyai

penghasilan kisaran Rp. 2.000.000-Rp. 4.000.000 sejumlah 36 (48%),

konsumen dengan pengahasilan < Rp. 2.000.000 terdapat 24 (32%), dan

responden dengan penghasilan Rp. 5.000.000 – RP. 7.000.000 terdapat 15

(20%). Karena lokasi yang menjadi studi kasus di Universitas Semarang,

sehingga responden sebagian besar pelajar/mahasiswa yang

berpenghasilan/uang saku per bulan antara Rp. 2.000.000-Rp. 4.000.000.

5. Karakteristik Konsumen Menurut Lama Pemakaian

Gambaran karakteristik konsumen menurut lama kerja dapat dilihat

pada tabel 4.5. berikut ini:

Tabel 4.5
Karakteristik Konsumen Menurut Lama Pemakaian

No Lama Pemakaian Frekuensi %


1 < 1 tahun 6 8%
2 1 – 2 tahun 7 9%
3 > 2 tahun 62 83%
Jumlah 75 100%
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.5. menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen mempunyai

lama pemakaian > 2 tahun tahun terdapat 62 (83%) responden, responden

dengan lama pemakaian, responden dengan lama pemakaian 1-2 tahun

terdapat 7 (9,3%) dan responden dengan lama pemakaian < 1 tahun terdapat 6

responden (8%).
4.1.2. Gambaran Tanggapan Konsumen
Hasil analisis jawaban konsumen terhadap variabel-variabel yang

diuji, digunakan analisis deskripif jawaban konsumen yang berasal dari

kuesioner yang dibagikan ke 75 konsumen. Maka peneliti akan

menguraikan secara rinci jawaban konsumen yang dikelompokkan dalam

tabel sebagai berikut, menurut (Sugiono, 2004) :

𝑚−𝑛
𝑅𝑆 =
𝑘
5−1
𝑅𝑆 = =0,8
5

Keterangan :

RS : Rentan skala

m : Skala likert tertinggi yang digunakan dalam penelitian

n : Skala likert terendah yang digunakan dalam penelitian

k : banyaknya kategori penilaian

Kategori jawaban konsumen dapat dijelaskan sebagai berikut

1,00 – 1,80 = Sangat rendah atau sangat tidak baik yang menunjukkan

kondisi variabel yang masih sangat rendah atau sangat kecil

1,81 – 2,60 = Rendah atau tidak baik yang menunjukkan kondisi variabel

yang masih rendah atau kecil

2,61 – 3,40 = Sedang atau cukup yang menunjukkan kondisi variabel yang

sedang atau cukup

3,41 – 4,20 = Tinggi atau baik yang menunjukkan kondisi variabel yang

tinggi atau baik


4,21 – 5,00 = Sangat tinggi atau sangat baik yang menunjukkan kondisi

variabel yang sangat tinggi atau sangat baik

1. Gambaran Tanggapan Konsumen Mengenai Citra Merk

Deksripsi tanggapan yang tertuang dalam hasil pernyataan konsumen

mengenai variabel citra merekdapat diketahui pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6.
Tanggapan Konsumen Terhadap Citra Merk

STS TS CS S SS Kri-
No Pernyataan Skor
F S F S F S F S F S teria
Reputation
1 0 0 0 0 31 93 42 168 2 10 3,61 baik
(nama baik)
Recognition
2 0 0 0 0 40 120 30 120 5 25 3,53 baik
(pengenalan)
Affinity (hubungan
3 0 0 0 0 25 75 49 196 1 5 3,68 baik
emosional)
Brand Loyalty
4 0 0 0 0 40 120 30 120 5 25 3,53 baik
(kesetiaan merek)
Rata-rata 3,59 baik
Sumber : Data primer yang diolah

Hasil jawaban pernyataan konsumen pada variabel citra merek

diperoleh nilai rata-rata 3,59. Kondisi ini memberikan kesan bahwa citra merk

Handphone Xiaomi dipersepsikan memiliki citra merek yang baik oleh

responden di Universitas Semarang. Hasil tersebut didukung dengan

perolehan rerata tertinggi pengujian deskripsi dapat diketahui bahwa indikator

“Affinity” (hubungan emosional) memiliki nilai rata-rata jawaban yang

tertinggi dibanding dengan indikator lain. Hasil ini menunjukkan bahwa cara

yang dilakukan produsen Xiaomi agar mempunyai Citra merek yang baik di

hati konsumen adalah dengan membangun hubungan emosional “Affinity”

dengan konsumen.
2. Gambaran Tanggapan Konsumen Mengenai Fitur

Deksripsi tanggapan yang tertuang dalam hasil pernyataan konsumen

mengenai variabel fitur dapat diketahui pada tabel berikut ini :

Tabel 4.7.
Tanggapan Konsumen Terhadap Fitur

STS TS CS S SS Nilai Kri-


No Pernyataan
F S F S F S F S F S teria
Kelengkapan
1 0 0 0 0 22 66 44 176 7 35 3,69 baik
Fitur
Kebutuhan
2 0 0 0 0 31 93 42 168 2 10 3,61 baik
Fitur
Ketertarikan 12
3 0 0 0 0 40 30 120 5 25 3,53 baik
Fitur 0
Kemudahan
4 dalam 0 0 0 0 31 93 42 168 2 10 3,61 baik
Penggunaan
Rata-rata 3,61 baik
Sumber : Data primer yang diolah

Hasil jawaban pernyataan konsumen pada variabel fitur diperoleh nilai

rata-rata 3,61. Kondisi ini memberikan kesan bahwa Handphone Xiaomi

dipersepsikan memiliki fitur yang dipersepsikan baik oleh responden di

Universitas Semarang. Hasil tersebut didukung dengan perolehan rerata

tertinggi pengujian deskripsi dapat diketahui bahwa indikator “kelengkapan

fitur” memiliki nilai rata-rata jawaban yang tertinggi dibanding dengan

indikator lain. Hasil ini menunjukkan bahwa produk Xiaomi sudah

mempunyai fitur sesuai dengan harapan konsumen.


3. Gambaran Tanggapan Konsumen Mengenai Persepsi Harga

Deksripsi tanggapan yang tertuang dalam hasil pernyataan konsumen

mengenai variabel Persepsi harga dapat diketahui pada tabel berikut ini :

Tabel 4.8.
Tanggapan Konsumen Terhadap Persepsi harga

Sts Ts Cs S Ss Kri-
No Pernyataan Nilai
F S F S F S F S F S teria
1 Keterjangkauan harga 0 0 0 0 33 99 30 120 12 60 3,75 baik
Kesesuaian harga
2 0 0 0 0 25 75 49 196 1 5 3,68 baik
dengan kualitas produk
3 Daya saing harga 0 0 0 0 32 96 41 164 2 10 3,60 baik
Kesesuaian harga
4 0 0 0 0 33 99 30 120 12 60 3,75 baik
dengan manfaat produk
3,68 Baik
Sumber : Data primer yang diolah

Hasil jawaban pernyataan konsumen pada variabel fitur diperoleh nilai

rata-rata 3,68. Kondisi ini memberikan kesan bahwa Handphone Xiaomi

dipersepsikan memiliki persepsi harga yang dipersepsikan baik oleh

responden di Universitas Semarang. Hasil tersebut didukung dengan

perolehan rerata tertinggi pengujian deskripsi dapat diketahui bahwa indikator

“keterjangkauan harga” dan “kesesuaian harga dengan manfaat produk”

memiliki nilai rata-rata jawaban yang tertinggi dibanding dengan indikator

lain. Hasil ini menunjukkan bahwa produk Xiaomi sudah mempunyai fitur

yang bermanfaat dengan harga yang terjangkau. .

4. Gambaran Tanggapan Konsumen Mengenai Keputusan Pembelian

Deksripsi tanggapan yang tertuang dalam hasil pernyataan konsumen

mengenai variabel keputusan pembelian dapat diketahui pada tabel berikut ini:
Tabel 4.9.
Tanggapan Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian
STS TS CS S SS Kri-
No Pernyataan Nilai
F S F S F S F S F S teria
Keputusan tentang
1 0 0 0 0 25 75 49 196 1 5 3,68 baik
jenis produk
Keputusan tentang
2 0 0 0 0 31 93 42 168 2 10 3,61 baik
bentuk produk
Keputusan tentang
3 0 0 0 0 40 120 30 120 4 20 3,47 baik
merek
Keputusan tentang
4 0 0 0 0 25 75 49 196 1 5 3,68 baik
penjual
Rata-rata 3,61 baik
Sumber : Data primer yang diolah

Hasil jawaban pernyataan konsumen pada variabel fitur diperoleh nilai

rata-rata 3,61. Kondisi ini memberikan kesan bahwa konsumen Handphone

Xiaomi dipersepsikan memiliki keputusan pembelian yang baik (tinggi). Hasil

tersebut didukung dengan perolehan rerata tertinggi pengujian deskripsi dapat

diketahui bahwa indikator “ Keputusan tentang jenis produk” dan “keputusan

tentang penjual” memiliki nilai rata-rata jawaban yang tertinggi dibanding

dengan indikator lain. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen Xiaomi sudah

mempunyai keputusan pembelian yang tinggi karena menurut konsumen

Xiaomi merupakan smartphone yang mudah dicari di toko atau secara online

dan menyediakan memiliki beberapa pilihan produk yang sesuaidengan

kebutuhan.

.
4.2. Analisa Hasil

4.2.1. Pengujian Kualitas Data

4.2.1.1.Pengujian Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu

kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner

mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Jadi

validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat

betul- betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur. Uji validitas dalam

penelitian ini menggunakan perhitungan koefisien korelasi Product Moment

Pearson dengan taraf signifikan (a) = 5 %. Kemudian r yang diperoleh

dibandingkan dengan nilai r tabel sesuai dengan dan baris taraf signifikan (a) = 5

% dalam pengujian validitas kuesioner dikatakan valid apabila r hitung > r tabel.

Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas

Variabel r hitung r tabel keterangan


0,737 0,227 valid
0,848 0,227 valid
Citra Merek
0,504 0,227 valid
0,848 0,227 valid
0,583 0,227 valid
0,907 0,227 valid
Fitur
0,562 0,227 valid
0,907 0,227 valid
0,953 0,227 valid
Persepsi 0,693 0,227 valid
Harga 0,759 0,227 valid
0,953 0,227 valid
0,832 0,227 valid
Keputusan 0,833 0,227 valid
Pembelian 0,524 0,227 valid
0,832 0,227 valid
Sumber data primer yang diolah
Tabel 4.11. menunjukkan bahwa dari hasil pengujian validitas diketahui

bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang

digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar

dari r-tabel untuk degree of freedom (df) adaah n-2, yakni 75-2=73 adalah sebesar

0,227. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa semua butir pertanyaan

yang digunakan untuk mengukur variabel citra merek, fitur, persepsi harga dan

keputusan pembelian dinyatakan valid.

4.2.1.2.Pengujian Reliabilitas

Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu

instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data

karena instrumen tersebut sudah baik. Adapun rumus yang digunakan untuk

mencari realibilitas instrumen yang berbentuk kuesioner adalah rumus alpha,

dimana kuesioner dikatakan reliabel apabila memiliki nilai α > 0.6. Hasil

pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12
Hasil Uji Reliabilitas

alpa alpha
Variabel hitung cronbach keterangan
Citra Merek 0,796 0,6 Reliabel
Fitur 0,79 0,6 Reliabel
Persepsi Harga 0,827 0,6 Reliabel
Keputusan Pembelian 0,795 0,6 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah

Pengujian reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha yang

tersaji tabel 4.12. menunjukkan bahwa variabel citra merek, fitur, persepsi harga

dan keputusan pembelian memiliki nilai alpha lebih besar dari 0,6. Hasil ini

menunjukkan semua pernyataan (indikator) dapat dinyatakan reliabel.


4.2.2. Pengujian Asumsi Klasik
4.2.2.1.Uji Normalitas

Bertujuan menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan

variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. model

regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal .

caranya adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan

distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk

satu garis lurus diagonal. Apabila distribusi data adalah normal maka garis yang

menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonal.

Gambar 4.1.
Normal Probability Plot

Hasil uji normalitas yang tersaji pada gambar 4.1. menunjukkan bahwa

variasi data mendekat dari garis diagonalnya serta membentuk satu garis lurus

diagonal. Hal ini berarti bahwa data telah terdistribusi normal.


4.2.2.2.Uji Multikolinearitas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji model regresi ditemukan

adanya korelasi antara variabel bebas (independent). Model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas

saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel ortogonal

adalah variabel bebas yang nilai korelasi antara sesama variabel bebas sama

dengan nol. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas. Untuk

mendeteksi multikolinieritas di dalam model regresi adalah dengan tolerance

value dan Varian Inflation Factor (VIF). Hasil pengujian multikolinieritas dapat

diketahui pada tabel 4.14. berikut ini :

Tabel 4.14
Hasil Uji Multikolinieritas

Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)
X1 ,251 3,976
X2 ,296 3,380
x3 ,671 1,490
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.14., menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan nilai tolerance

antar variabel independen diketahui variabel independen memiliki nilai tolerance

lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antar variabel independen.

Sehingga pada model regresi tidak terjadi multikolinieritas sehingga model regresi

tersebut layak dipakai dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya

karena telah memenuhi asumsi multikolinieritas.


4.2.2.3.Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi

terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang

lain. jika variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang tetap,

maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas atau

yang terjadi Heteroskedatisitas kebanyakan data cross section mengandung situasi

Heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai

ukuran. Uji heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan analisis grafik

Scatter Plot.

Gambar 4.2.
Grafik Scatter Plot

Gambar 4.2. menunjukkan bahwa data sampel tersebar secara acak dan

tidak membentuk suatu pola tertentu. Data tersebar baik berada di atas maupun di

bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan tidak terdapat

heterokodestisitas dalam model regresi yang digunakan.


4.2.3. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi

linier untuk mengetahui pengaruh citra merek, fitur, persepsi harga terhadap

keputusan pembelian. Adapun hasil analisis regresi dapat diketahui pada tabel

berikut ini :

Tabel 4.15.
Analisis Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardized Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) ,759 ,635 1,196 ,236
citra merk ,454 ,079 ,483 5,723 ,000 ,251 3,976
fitur ,265 ,074 ,278 3,579 ,001 ,296 3,380
persepsi
,229 ,039 ,304 5,878 ,000 ,671 1,490
harga
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber : Data primer yang diolah

Dari hasil output pengujian hipotesis dan model regresi statistik t

diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :

Y= 0,483 X1 + 0,278 X2 + 0,304 X3

Dari persamaan di atas dapat diketahui bahwa variabel citra merek, fitur,

persepsi harga terhadap keputusan pembelian memiliki nilai koefisien yang

positif. Artinya bahwa semakin baik persepsi konsumen terhadap citra merek,

fitur, dan persepsi harga maka keputusan pembelian akan semakin tinggi.

Dari persamaan regresi linier berganda tersebut diatas menunjukan bahwa:

a. Nilai koefisien regresi citra merekterhadap keputusan pembelian menunjukkan

nilai positif yaitu sebesar 0,483 dengan signifikansi sebesar 0,000 dapat

diartikan bahwa semakin tinggi persepsi citra merekmaka akan semakin

meningkatkan keputusan pembelian.


b. Nilai koefisien regresi kualitas fitur terhadap keputusan pembelian

menunjukkan nilai positif yaitu sebesar 0,278 dengan signifikansi sebesar

0,001 dapat diartikan bahwa semakin tinggi persepsi fitur maka akan semakin

meningkatkan keputusan pembelian.

c. Nilai koefisien regresi persepsi harga terhadap keputusan pembelian

menunjukkan nilai positif yaitu sebesar 0,304 dengan signifikansi sebesar

0,000 dapat diartikan bahwa semakin tinggi persepsi persepsi harga maka

akan semakin meningkatkan keputusan pembelian.

4.2.4. Pengujian Hipotesis


4.2.4.1.Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi-variabel dependen. Hasil uji

koefisien determinasi dapat diketahui pada tabel berikut :

Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square Estimate

1 ,934a ,873 ,868 ,584

a. Predictors: (Constant), persepsi harga, fitur, citra merk


b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.16. menunjukkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai

Adjusted R² sebesar 0,868 yang berarti bahwa variabel keputusan pembelian dapat

dijelaskan oleh variabel kualitas citra merek, fitur dan persepsi harga sebesar

86,8%, sedangkan sisanya 13,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang

diteliti.
4.2.4.2.Uji t

Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek, fitur dan persepsi

harga terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil pengujian t statistik dapat

diketahui pada uraian berikut ini :

1. Pengujian Hipotesis 1

Dari hasil pengujian parsial diperoleh nilai t-hitung pengaruh citra merek

terhadap keputusan pembelian sebesar 5,723 dan nilai signifikansi sebesar

0,000. Oleh karena nilai signifikansi diketahui lebih kecil dari 0,05 (<5%),

maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa

citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi di Universitas Semarang.

2. Pengujian Hipotesis 2

Dari hasil pengujian parsial diperoleh nilai t-hitung pengaruh fitur terhadap

keputusan pembelian sebesar 3,579 dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Oleh

karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (<5%), maka Ho ditolak dan H2

diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fitur berpengaruh positif

dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen yang menggunakan

Handphone Xiaomi di Universitas Semarang.

3. Pengujian Hipotesis 3

Dari hasil pengujian parsial diperoleh nilai t-hitung pengaruh persepsi harga

terhadap keputusan pembelian karyawan sebesar 5,878 dan nilai signifikansi

sebesar 0,000. Oleh karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (<5%), maka

Ho ditolak dan H3 diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa persepsi


harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi di Universitas Semarang.

4.3. Pembahasan

4.3.1. Hubungan Citra merek dengan Keputusan pembelian

Hasil pengujian koefisien regresi variabel citra merek didapati hasil

sebesar 0,483 dan pada hubungan simultan antara variabel citra

merekterhadap keputusan pembelian didapati nilai t hitung 5,723, dengan

nilai probability significance sebesar 0,000 lebih kecil daripada

probability significance sebesar 0,05, sehingga variabel citra merek secara

signifikan berpengaruh terhadap peningkatan keputusan pembelian

karyawan bagian operasional Handphone Xiaomi di Universitas

Semarang.

Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada penelitian

yang dilakukan Alana (2013) yang menemukan hasil dimana citra merek

berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian Handphone

Nokia pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Penelitian lain yang

sejalan ditemukan juga oleh Setyawati dan Tyas (2015) yang menemukan

hasil dimana citra merek berpengaruh positif signifikan terhadap

keputusan pembelian perumahan Villa Grand Tomang Zona Riviera

Tangerang.
4.3.2. Hubungan Kerjasama Tim dengan Keputusan pembelian

Hasil pengujian koefisien regresi variabel fitur didapati hasil sebesar

0,278 dan pada hubungan simultan antara variabel fitur terhadap

keputusan pembelian didapati nilai t hitung 3,579, dengan nilai probability

significance sebesar 0,001 lebih kecil daripada probability significance

sebesar 0,05, sehingga variabel fitur secara signifikan berpengaruh

terhadap peningkatan keputusan pembelian Handphone Xiaomi di

Universitas Semarang.

Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh mampu

mempengaruhi Lestari (2015) dimana fitur berpengaruh positif signifikan

terhadap keputusan pembelian Mebel pada MS Furniture Vintage di

Jepara. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh

Laheba et.al (2015) yang juga menemukan hasil dimana fitur berpengaruh

positif terhadap Keputusan pembelian Handphone Samsung pada

Mahasiswa FEB Unsrat Manado

4.3.3. Hubungan Persepsi harga dengan Keputusan pembelian

Hasil pengujian koefisien regresi variabel persepsi harga didapati hasil

sebesar 0,304 dan pada hubungan simultan antara variabel persepsi harga

terhadap keputusan pembelian didapati nilai t hitung 5,878, dengan nilai

probability significance sebesar 0,000 lebih kecil daripada probability

significance sebesar 0,05, sehingga variabel persepsi harga secara

signifikan berpengaruh terhadap peningkatan keputusan pembelian

Handphone Xiaomi di Universitas Semarang.


Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada penelitian

yang dilakukan Setyawati dan Tyas (2015) dimana harga berpengaruh

positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian perumahan Villa

Grand Tomang Zona Riviera Tangerang. Hasil yang sejalan juga

dikemukakan oleh Samosir dan Prayoga (2015) dimana harga berpengaruh

psotif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Enervon C.


BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil peneltiian yang dilakukan pada konsumen Handphone

Xiaomi di Universitas Semarang dapat disimpulkan bahwa :

1. Citra merek secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan

keputusan pembelian konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi

di Universitas Semarang. Hasil tersebut menunjukan bila terjadi

peningkatan citra merek maka akan meningkatkan keputusan pembelian

konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi di Universitas

Semarang.

2. Fitur secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan keputusan

pembelian konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi di

Universitas Semarang. Hasil tersebut menunjukan bila terjadi peningkatan

fitur maka akan meningkatkan konsumen yang menggunakan Handphone

Xiaomi di Universitas Semarang.

3. Persepsi harga secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan

keputusan pembelian konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi

di Universitas Semarang. Hasil tersebut menunjukan bila terjadi

peningkatan kepercayaan dalam organisasi maka akan meningkatkan

keputusan pembelian konsumen yang menggunakan Handphone Xiaomi

di Universitas Semarang.
5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada konsumen yang

menggunakan Handphone Xiaomi di Universitas Semarang dapat disarankan

beberapa hal yaitu :

1. Produsen Handphone Xiaomy perlu memperhatikan citra merk

terutama pada point pengenalan dan kesetiaan merek. Sebaiknya

perusahaan perlu melakukan cara marketing dengan strategi jitu agar

masyarakat lebih mengenal dan lebih setia dalam menggunakan

Handphone merk Xiaomy

2. Produsen Xiaomi hendaknya meningkatkan kualitas produk seperti

menambah kelengkapan dan kecanggihan fitur-fitur handphone dan

meningkatkan kualitas perangkat keras lainnya untuk menarik minat

konsumen dalam membeli.

3. Produsen Handphone Xiaomy perlu memperhatikan harga jual

handphone Xiaomi dan disesuaikan dengan kualitas produk. Namun

untuk tipe tertentu tidak dijual dengan harga terlalu tinggi agar

konsumen tidak mengurungkan niatnya membeli Xiaomi

4. Keputusan pembelian adalah keputusan tentang merek

5. Perusahaan sebaiknya dapat menjaga keputusan pembelian yang

dilakukan konsumen pada pemilihan merek yang sudah dinilai baik,

agar terjadi lagi pembelian-pembelian selanjutnya. Hal itu bisa

dilakukan dengan cara pemotongan harga untuk setiap pembelian

diatas 1 produk / barang oleh konsumen


5.3. Keterbatasan penelitian

Penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan antara lain:

1. Ukuran sampel relatif kecil dan teknik pengambilan sampel tidak acak

sehingga generalisasinya harus dilakukan secara hati-hati.

2. Survey dilakukan dengan kuesioner self-report sehingga ada

kemungkinan terjadinya common method bias.

3. Penelitian ini hanya membahas mengenai keputusan pembelian banyak

variabel lain yang dapat diteliti seperti tingkat kepuasan kerja, motivasi

kerja dan upah serta kompensasi yang dapat dijadikan acuan bagi

peningkatan keputusan pembelian dalam perusahaan