Anda di halaman 1dari 5

Pendahuluan

Bakso sapi merupakan salah satu jenis produk makanan yang banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia karena bakso merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani
alternatif yang relative murah, bila dibandingkan dengan daging sapi, sehingga tingkat konsumsi
masyarakat akan bakso sangat tinggi (Pandiedkk, 2014).
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bakso yang baik memiliki persyaratan
sifat fisik meliputi bau normal khas daging, cita rasa gurih, warna sesuai bahan baku, dan tekstur
kenyal, serta sifat kimia meliputi: kandungan air maksimal 70%, kadar protein minimal 9%,
kadar lemak maksimal 2%, kadar mineral maksimal 3% dan tidak mengandung boraks
(Fuadidkk, 2016).
Bahan yang sering di campurkan ke dalam pembuatan bakso adalah bahan penyedap rasa,
bahan pengawet dan bahan pengenyal. Bahan pengawet berbahaya yang sering di gunakan pada
bakso adalah boraks (Efriliadkk, 2016)
Tujuan penambahan zat tambahan makanan adalah untuk meningkatakan atau
mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah
dihidangkan serta mempermudah dalam penyiapan bahan pangan. Meskipun bukan pengawet
makanan, borak ssering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering
disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen,
siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan,boraks juga dapat
membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan
(Junianto, 2013).
Boraks dinyatakan dapat mengganggu keseahatan bila digunakan dalam makanan.
Efeknegatif yang ditimbulkan dapat berjalan lama meskipun yang digunakan dalam jumlah
sedikit. Jika tertelan boraks dapat mengakibatkan efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati.
Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami
kerusakan dibandingkan dengan organ lain (Tubagusdkk, 2013).
Seluruh bakso yang beredar di masyarakat diharapkan terbebas darizat-zat yang
berbahaya apabila dikonsums icontohnya boraks, oleh karena itu perlu dilakukan pengujian
secara rutin pada bakso-bakso yang beredar dikalangan masyarakat.
MateridanMetode

Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Kesmavet Balai Besar Veteriner Maros.


Pelaksanaan pengujian dilakukan pada bulan Januari 2018 dengan melibatkan 1 warung bakso di
wilayah tersebut. Sampel yang digunakan merupakan bakso olahan daging sapidengan berat 25
gr. Sampel tersebut dideteksi menggunakan Boraks Test Kit.
Alat
- Pipet
- Tabung
Bahan
- Bakso 25 gr
- Boraks Test Kit
ProsedurPengujian.
- Ambil sampel padat ½ gr yang telah dihaluskan masukkan kedalam tabung
- Tambahkan Aquades sebanyak 1 ml menggunaan pipet
- Tambahkan pereaksi 1 uji Boraks sebanyak 3-5 tetes
- Homogenkan sampel
- Celupkan sebagian kertas kurkumin kedalam tabung sampel dan kedalam tabung berisi
Boraks (Kontrol +).
- Angin-anginkan kertas kurkumin selama 10 menit
- Jika dalam beberapa menit kurkumin paper berubah warna menjadi merah bata, berarti
sampel +
Hasil danPembahasan

Uji kandungan boraks pada bakso dideteksi dengan menggunakana test kit boraks. Objek
yang positif mengandung boraks ditandai dengan terjadinya perubahan warnapada kertas uji dari
warna kuning menjadi merah kecoklatan. Terjadinya perubahan warna pada kertas uji boraks dari
warna kuning menjadi merah kecoklatan disebabkan Karena terjadi reaksi antara kromofor dari
test kit reagent cair dengan Na tetraborat yang akan membentuk kompleks warna berwarna
merah pekat. Hal ini mengindikasikan adanya kandungan boraks dalam suatu pangan (Yantidkk,
2017).
Berdasarkan hasil pengujian Boraks sampel yang merupkan bakso olahan daging sapi
tersebut dinyatakan negative hal tersebut berdasarkan pengamatan pada kertas uji dimana kertas
uji tidak menunjukkan perubahan warna ataupun menjadi merah bata.

Kesimpulandan Saran
Kesimpulan
Sampel bakso olahan daging sapi yang diuji Boraks dinyatakan negative berdasarkan hal
tersebut, bakso olahan daging sapi yang di peroleh di warung tersebut terbebas dari boraks.
Saran
Perlu diadakan pengujian rutin terhadap olahan-olahan yang berasal dari hewan utamanya
yang dicurigai mengandung boraks.

DaftarPustaka
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai