Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PENDAHULUAN GIZI

1. Jelaskan tentang Nutritional assessment!

Keadaan Gizi (Nutriture) merupakan keadaan yang diakibatkan oleh


keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan gizi di satu pihak dan
penggunaan oleh organisme di pihak lain, atau keadaan fisiologik akibat
dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. Tanda-tanda atau
penampilan yang diakibatkan dari nutriture dapat dilihat melalui variabel
tertentu (indikator status gizi) seperti berat, tinggi dll dan akan
menunjukkan status gizi seseorang. Dengan demikian, status gizi
merupakan keadaan yang diakibatkan oleh status keseimbangan antara
jumlah asupan (“intake”) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan
(“requirement”) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis, antara lain
pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan,
dan lainnya.

Cara penentuan status gizi dapat dilakukan secara langsung dan tidak
langsung. Metode penentuan status gizi secara langsung dapat
menggunakan indikator antropometri, klinis, biokimia dan biofisik,
sedangkan metode tidak langsung dapat menggunakan survei konsumsi
pangan, data statistik vital dan& faktor ekologi.

2. Jelaskan perbedaan makanan biasa, lunak, saring dan cair!


a. Makanan padat :
 Makanan padat (biasa) adalah bentuk makanan yang diberikan
pada orang normal.
 Makanan biasa sama dengan makanan sehari-hari yang beraneka
ragam, bervariasi dengan bentuk, tekstur dan aroma yang normal.
 Makanan biasa terdiri dari golongan makanan pokok, golongan
lauk-pauk, golongan sayuran dan golongan buah.
b. Makanan lunak :
 Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang
mudah dikunyah, ditelan dan dicerna dibandingkan makanan
biasa.
 Makanan lunak merupakan perpindahan dari makanan saring ke
makanan biasa.
c. Makanan saring :
 Makanan saring adalah makanan semipadat yang mempunyai
tekstur lebih halus daripada makanan lunak, sehingga lebih
mudah ditelan dan dicerna.
 Makanan saring merupakan perpindahan dari makanan cair kental
ke makanan lunak.
d. Makanan cair :
 Makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi cair
hingga kental.
 Makanan dapat diberikan secara oral atau parenteral
 Menurut konsistensi makanan, makanan cair terdiri atas 3 jenis
yaitu makanan cair jernih, makanan cair penuh dan makanan cair
kental.

3. Apa syarat pemberian makanan saring dan lunak?


a. Makanan saring
 Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat selama 1-3 hari,
karena
kurang memenuhi kebutuhan gizi, terutama energi dan tiamin.
 Rendah serat, mudah dicerna, tidak membentuk gas dalam
saluran
cerna, tidak merangsang saluran cerna, diberikan dalam bentuk
disaring atau diblender.
 Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8 kali sehari

b. Makanan lunak
 Energi, protein dan zat gizi lain cukup
 Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak, sesuai
dengan
keadaan penyakit dan kemampuan makan pasien.
 Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3 kali makan
lengkap
dan 2 kali selingan.
 Makanan mudah cerna, rendah serat dan tidak mengandung
bumbu
yang tajam.
4. Jelaskan indikasi pemberian makanan saring dan lemak!
Indikasi pemberian makanan saring dan lunak :
a. Makanan saring
 Pasien sesudah mengalami operasi tertentu
 Pasien pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna (misal :
typhus
abdominalis atau gastroenteritis)
 Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan
 Sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak

b. Makanan lunak
 Pasien sesudah operasi tertentu
 Pasien dengan penyakit infeksi dengan kenaikan suhu tubuh tidak
terlalu tinggi
 Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan
 Sebagai perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.

5. Jelaskan tujuan, indikasi dan jenis diet !


a. Diet lambung
- Tujuan :
 Meringankan beban kerja saluran pencernaan
 Membantu netralisir kelebihan asam lambung
 Memberikan makanan dengan zat gizi, adekuat dan tidak
merangsang
 mengusahakan keadaan gizi sebaik mungkin
- Indikasi : diberikan kepada pasien dengan gastritis, ulkus
peptikum,tifus abdominalis, dan pasca bedah saluran cerna atas.
- Jenis diet :
 Diet lambung I
Diet lambung I diberikan kepada pasien gastritis akut,
ulkus peptikum, pasca pendarahan, dan tifus abdominalis
berat. Makanan diberikan dalam bentuk saring dan
merupakan diet pasca hematemesis melena,atau setelah
fase akut teratasi. Makanan diberikan setiap 3jam selama
1-2 hari saja karena membosankan karena kurang
energi,zat besi,tiamin dan vitamin C.
 Diet lambung II
Diet lambung II diberikan sebagai perpindahan daridiet
lambung I,kepada pasien dengan ulkus peptikum atau
gatritis kronis dan tifus abdominalis ringan,.makanan
berbentuk lunak,porsi kecil serta diberikan berupa 3 kali
makanan lengkap dan 2-3 kali makanan selingan,makanan
ini cukup energi, protein,vitamin C,tetapik kurang tiamin.
 Diet lambung III
Diet lambung III diberikan diberikan sebagai perpindahan
daridiet lambung II,kepada pasien dengan ulkus peptikum
atau gatritis kronis dan tifus abdominalis yang hampir
sembuh. Makanan berbentuk lunak atau biasa bergantung
pada toleransi pasien, makanan ini cukup energi dan zat
gisi lainnya.
b. Diet rendah sisa
- Tujuan : untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang
sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi
volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna.
- Indikasi : diberikan kepada pasien dengan diare berat,peradangan
saluran cerna akut, divertikulus akut,obstipasi spastik,
penyumbatan sebagaian saluran cerna, hemoroid berat serta pada
pra dan pascabedah saluran cerna.
- Jenis diet :
 Diet sisa rendah I
Diet sisa rendah I adalah makanan yang diberikan dalam
bentuk disaring atau diblender. Makanan ini menghindari
makanan berserat tinggi dan sedang, bumbu yang tajam,
susu, daging berserat kasar, dan membatasi penggunaan
gula dan lemak. Kandungan serat maksimal 4 gram. Susu
tidak diperbolehkan. Hanya diberikan selama beberapa
hari karena rendah kalori, protein, kalsium, besi, thiamin
dan vit. C.
 Diet sisa rendah II
Diet sisa rendah II merupakan makanan peralihan dari
diet sisa rendah I ke makanan biasa atau kepada
penderita diare kronis. Diet ini diberikan bila penyakit
mulai membaik atau bila penyakit bersifat kronis.
Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak.
Makanan berserat sedang diperbolehkan, susu diberikan
maksimal 2gelas perhari. Lemak dan gula diberikan dalam
bentuk mudah dicerna, bumbu kecuali cabe,merica dan
cabe boleh diberikan dalam jumlah terbatas. kandungan
serat diet ini adalah 4-8gr. Makanan mengandung serat
diperbolehkan dalam jumlah terbatas, begitupun lemak
dan gula. Bumbu-bumbu yang merangsang tidak
diperbolehkan. Makanan ini cukup kalori dan semua zat
gizi.

c. Diet tinggi serat


- Tujuan : untuk memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yang
tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltik usus agar
defekasi berjalan normal.
- Indikasi : diberikan kepada pasien konstipasi kronis dan penyakit
divertikulosis.
- Jenis diet :
- Serat larut air (soluble fiber), ketika mengonsumsi
makanan yang banyak mengandung serat larut air, di
lambung akan terjadi pembentukan gel karena adanya
reaksi serat ini dengan air. "Gel akan membuat lambung
penuh dan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh
sudah kenyang,".
- Serat tidak larut (insoluble fiber), Serat jenis ini dapat
berfungsi membersihkan saluran cerna sehingga
membantu melancarkan buang air besar.

d. Diet rendah garam


- Tujuan : tujuan diet garam rendah adalah membantu
menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan
menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
- Indikasi : sirosis hepatis, penyakit ginjal tertentu, dekompensasio
kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial karena
penyakit2 tersebut berpotensi menyebabkan hipertensi, edema,
asites.
- Jenis diet :
 Diet garam rendah I (200-400 mg Na)
Diberikan kepada pasien dengan edema,asites dan atau
hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak
ditambahkan garam dapur. Dan dihindari makanan yang
tinggi kadar natriumnya.
 Diet garam rendah II (600-800 mg Na)
Diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan atau
hipertensi yang tidak terlalu berat. Pemberian makanan
sehari sama dengan diet garam rendah I. Pada
pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sdt
garam dapur (2 gr). Dan menghindari makanan yang
tinggi natriumnya.
 Diet garam rendah III (1000-1200 mg Na)
Diberikan kepada pasien dengan edema,asites,dan atau
hipertensi ringan, pemberian makanan sehari sama
dengan diet garam rendah I. Pada pengolahan bahan
makanannya boleh menggunakan 1 sdt (4 gr) garam
dapur.
e. Diet penyakit hati
- Tujuan : untuk mencapai dan mempertahankan status
gizi optimal tanpa memberatkan fungsi hati.dengan cara :
 Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan
mencegah kerusakan lebih lanjut dan atau
meningkatkan fungsijaringan hati yang tersisa.
 Mencegah katabolisme protein.
 Mencegah penurunan BB atau meningkatkan BB bila
kurang.
 Mencegah atau mengurangi asites,varises
esofagus,dan hipertensi portal.
 Mencegah komahepatik
- Indikasi dan jenis :
 Diet hati I
Diberikan jika pasien dalam keadaan akut atau bila
prekoma sudah dapat diatasi dan pasien sudah mulai
mempunyai nafsu makan.
Makanan diberikan dalam bentuk cicang atau lunak.
Pemberian protein dibatasi 30 gr/hari
 Diet hati II
Diberikan sebagai perpindahan makanan dari diet hati I
kepada pasien yang nafsu makannya cukup. Makanan
diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Protein
diberikan 1 g/kg BB dan lemak sedang 20-25% dari
kebutuhan energi totaldan dalam bentuk yang mudah
dicerna.
 Diet hati III
Diberikan sebagai makanan perpindahaan dari diet hati II
atau kepada pasien hepatitis akutdan sirosis hati yang
nafsu makannya membaik, bisa menerima protein dan
tidak menunjukkan gejala sirosis hatiaktif.
Diberikan dalam bentuklunak atau biasa.
f. Diet rendah lemak
- Tujuan :untuk mencapai dan mempertahankan status gizi
optimal dan memberi istirahat pada kandung empedu,
dengan cara:
 Menurunkan BB bila kegemukan, ygdilakukan secara
bertahap
 Membatasi makanan yangmenyebabkan kembung
atau nyeri abdomen
 Mengatasi malabsorbsi lemak.
- Jenis dan indikasi pemberian
 Diet lemak rendah I
Diberikan kepada pasien kolesistisis dan kolelitiasis
dengan kolik akut. Makanan yang diberikan berupa buah-
buahan dan minuman manis, makanan ini rendah energi
dan dan semua zat gisi kecuali vitamin A dan C. Sebaiknya
diberikan selama 1-2 hari saja.
 Diet lemak rendah II
Diberikan seccara berangsur bila keadaan akut sudah
dapat diatasi dan perasaan mual sudah berkurang atau
kepada pasien penyakit saluran empedu kronis
yangterlalu gemuk. Makanan diberikan dalam bentuk
cincang, lunak atau biasa. Makanan ini rendah energi,
tiamin,dan kalsium
 Diet lemak rendah III
Diberikan kepadapasien kandung empedu yang tidak
gemuk dan cukup mempunyai nafsu makan,menurut
keadaaan pasien makanan diberikan dalambentuk lunak
atau biasa. Makanan ini cukup energi dan semua zat gizi.

6. Pemberian makanan enteral dan perenteral

Nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan pada pasien yang tidak dapat
memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi
diberikan melalui tube ke dalam lambung (gastric tube), nasogastrik tube
(NGT), atau jejunum dapat secara manual maupun dengan bantuan
pompa mesin

Nutrisi parenteral adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang diberikan


langsung melalui pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernakan.
Nutrisi parenteral diberikan apabila usus tidak dipakai karena suatu hal
misalnya: malformasi kongenital intestinal, enterokolitis nekrotikans, dan
distress respirasi berat. Nutrisi parsial parenteral diberikan apabila usus
dapat dipakai, tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi untuk
pemeliharaan dan pertumbuhan Tunjangan nutrisi parenteral
diindikasikan bila asupan enteral tidak dapat dipenuhi dengan baik
7. Jelaskan tentang LDL, HDL, dan trigliserida!
A. HDL
B. LDL
C. Trigliserida

a. Kolesterol HDL ( high Density Lipoprotein)


Kolesterol ini tidak berbahaya, kolesterol HDL mengangkut kolesterol
lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena dapat
membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali
kehati, untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah kolesterol menghadap
di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis
(terbentuknya plak) pada dinding pembuluh darah. Tingginya kadar
kolesterol HDL dalam darah dapat membantu mengurangi resiko penyakit
jantung, sebaliknya kadar kolesterol HDL yang rendah dapat
meningkatkan resiko serangan jantung dan stoke.
b. Kolesterol LDL ( Low Density lipoprotein)
Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak dalam darah.
Tingginya kadar LDL menyebabkan pengendapan kolesterol dalam arteri.
Kolesterol LDL merupakan factor resiko utama penyakit jantug koroner
sekaligus target utama dalam pengobatan dislipidemia.
c. Trigliserida
Selain HDL dan LDL, yang penting untuk diketahui juga adalah trigliserida,
yaitu satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dari berbagai organ
dalam tubuh. Mengingatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat
meningkatkan kadar kolesterrol. Sejumlah factor yang dapat
mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan,
konsumsi alcohol, gula dan makanan berlemak. Tingginya kadar
trigliserida lebih sering diasosiasokan dengan tingginya pancreatitis. Kadar
trigliserida yang tinggi dalam darah merupakan factor resiko tambahan
terhadap serangan jantung. Trigliserida dapat dikontrol dengan diet
rendah karbohidrat.
Kadar LDL dalam darah idelanya <160 mg/dl dan kadar ideal HDL dalam
darah >35 mg/dl, total kolesterol normal dalam darah adalah antara 160 -
200 mg/dl, kadar trigliserida normal < 175 mg/dl.
Kilomikron dari lipoprotein terdiri dari LDL (low density lipoprotein) dan
HDL (high density lipoprotein). LDL yang terbentuk berfungsi
menyediakan kolesterol bagi jaringan. HDL mengantarkan kolesterol yang
terbentuk di jaringan secara berlebihan kembali ke hati. Trigliserida
merupakan lemak yang sesungguhnya . Trigliserida oleh lipase pancreas
dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, hasil pemecahan dibawah ke
usus halus melalui difusi pasif. Di usus halus, asam lemak rantai panjang
diaktifkan dengan bantuan koenzim A dan digunakan kembali untuk
resintesis trigliserol (trigliserida).
Kadar LDL dalam darah idelanya <160 mg/dl dan kadar ideal HDL dalam
darah >35 mg/dl, total kolesterol normal dalam darah adalah antara 160 -
200 mg/dl, kadar trigliserida normal < 175 mg/dl.