Anda di halaman 1dari 15

ISSN 1410-9859

GAYA KEPEMIMPINAN DAN GOOD GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN


EXCELLENT SERVICE DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT
(Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)

LEADERSHIP STYLE AND GOOD GOVERNANCE AS AN EXCELLENT SERVICE IMPROVEMENT


EFFORTS AND TRUST COMMUNITY
(Case Study Dinperindag Central Java)

Kesi Widjajanti
Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto
Universitas Semarang

ABSTRAKSI
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap penerapan prinsip
good governance dalam upaya peningkatan excellent service untuk membangun kepercayaan publik di Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah (Dinperindag Jateng). 100 responden digunakan untuk
memberikan tanggapan tentang gaya kepemimpinan, penerapan prinsip good governance, kinerja pelayanan
serta memberikan penilaian tingkat kepercayaannya terhadap Dinperindag Jateng. Selain itu informan kunci
dalam penelitian ini digunakan untuk menjustifikasi tanggapan atau pendapat dari para responden tersebut.
Alat analisis yang digunakan adalah mix methode dengan desain Sequential Explanatory. Model sequential
explanatory dicirikan dengan melakukan pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama,
dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua, guna memperkuat hasil
penelitian kuantitatif. Hasil Analisis menunjukkan bahwa secara garis besar masyarakat menilai
implementasi dari good governance dan gaya kepemimpinan di lingkungan Dinperindag telah dinilai baik.
Dinperindag telah mampu menciptakan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan kepercayaan masyarakat
terhadap Dinperindag-pun dinilai cukup tinggi. Hasil lain yang diperoleh yaitu 1) kepemimpinan
transformasional dapat mempengaruhi pelaksanaan dan implementasi good governance serta memberikan
kepercayaan kepada masyarakat, 2) masa kepemimpinan yang pendek belum dapat membuktikan dampak
dari gaya kepemimpinan terhadap kinerja pelayanan, 3) kinerja pelayanan yang baik akan membawa
kepercayaan masyarakat, 4) pelaksanaan prinsip good governance dapat menciptakan excellent service untuk
selanjutnya membawa kepercayaan terhadap masyarakat.

Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Good Governance, Kinerja Pelayanan, Kepercayaan Publik

ABSTRACT
The aim of this research was to analyze the influence of leadership style on the application of good
governance in order to improve excellent service and build public trust in the Department of Industry and
Trade of Central Java (Dinperindag Jateng). 100 respondents used to provide feedback about the leadership
style, the application of good governance, service performance and provide an assessment of the level of
public trust against Dinperindag Jateng. In addition key informants in this study were used to justify the
responses or opinions of the respondents. The analytical tools of this research is mix methods with Sequential
Explanatory design. Sequential explanatory models are characterized by data collection and analysis of
quantitative data in the first stage, followed by the collection and analysis of qualitative data in the second
stage, in order to reinforce the results of quantitative research. The results show that public broadly assess
the implementation of good governance and leadership style in Dinperindag been rated good. Dinperindag
has been able to create a good service for public and public trust in the Dinperindag was considered quite
high. Other results were obtained: 1) transformational leadership can affect the execution and
implementation of good governance and give trust to the public, 2) the short period of leadership is not able
to prove the impact of leadership style on service performance, 3) excellent service will bring public trust, 4)
the implementation of good governance principles can create excellent service to further bring public trust.

Key Words: Leadership Style, Good Governance, Excellent Service, Public Trust

270 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
PENDAHULUAN berinovasi dan berkontribusi terhadap proses
LATAR BELAKANG MASALAH perubahan yang diharapkan. Dalam mewujudkan
Organisasi publik adalah organisasi yang pelayanan prima, seorang pemimpin harus berani
didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan perubahan. Karena itu diperlukan
akan jasa dan layanan publik. Organisasi ini kepemimpinan transformasional yaitu kepemim-
bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat pinan yang mampu sebagai agen perubahan. Disini
demi kesejahteraan sebagaimana di amanatkan jelas adanya peran pemimpin sebagai agen
dalam konstitusi sebagai pijakan dalam opera- perubahan yang akan mengarahkan bawahannya
sionalnya. Organisasi publik dibuat oleh publik, untuk berkinerja tinggi dan meningkatkan kualitas
untuk publik dan karenanya harus bertanggung pelayananya terhadap masyarakat.
jawab terhadap publik. Dalam kaitanya tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan
organisasi publik ditantang untuk memenuhi Kota di Jawa Tengah pada tahun 2014 ini telah
harapan berbagai kelompok stakeholder khusunya menempati rangking pertama terjelek dalam hal
penerima layanan yaitu masyarakat. Isu mengenai pelayanan publik di Jawa Tengah. Hal ini
kualitas layanan cenderung menjadi semakin sebagaimana diungkapkan Kepala Ombusmen
penting dalam menjelaskan kinerja organisasi Jawa Tengah, Akhmad Zaid dalam paparannya di
pelayanan publik. Banyak pandangan negatif yang acara Gatering Konco Ombusmen Jateng (Sabtu,
terbentuk mengenai organisasi publik muncul 29/11). Pada tahun 2014 ini Instansi Pemerintah
karena ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas Daerah telah menempati rangking terjelek dalam
layanan yang diterima dan organisasi publik. pelayanan publik di Jawa Tengah, dibanding Polri
Tuntutan masyarakat akan pelayanan publik dan BPN. Ditambahkan oleh Zaid, penilaian
yang berkualitas, mengharuskan pembenahan kinerja layanan didasarkan atas aduan masyarakat
dalam manajemen publik. Masih tingginya tingkat yang masuk ke ombusmen sebanyak 140 kasus
keluhan masyarakat pengguna jasa menunjukkan yang hampir 40 persennya kecewa atas pelayanan
bahwa pemerintah sebagai organisasi publik masih pemda, sedangkan 30 persen kecewa layanan polri
belum sepenuhnya mampu menciptakan sistem dan 20 persen terkait layanan di Badan Pertanahan
pelayanan yang akseptabel dimata rakyat. Hal ini Nasional. Indikator buruknya pelayanan publik
sedikit banyak telah membawa dampak menurun- yang terlalu lama terkait perizinan. Selain itu,
nya kepercayaan publik terhadap organisasi publik. komposisi SDM tidak berkompeten dalam bidang.
Pelayanan publik yang jelek akan mengurangi Dengan begitu, masyarakat merasa dirugikan
kepercayaan masyarakat dan memunculkan sikap terkait proses perizinan bertele-tele (Dazuki, 2014)
sinisme Rakyat. Satu tahap penting yang harus dan bahkan tidak sedikit warga harus menguras
dilakukan pemerintah pada saat ini adalah kocek rupiah agar dilayani dengan cepat dan kilat
membangun kepercayaan masyarakat terhadap (kabar65.com, 2014).
kinerja pemerintah. Lebih lanjut Maas (2010) menjelaskan bahwa
Sebagai upaya untuk membentuk, mewujud- cerminan dari kualitas pelayanan yang rendah
kan, serta meningkatkan kepercayaan publik diantaranya dapat dilihat dari pengurusan perizinan
kepada pemerintah diperlukan tata kelola usaha yang berbelit-belit, tumpang tindih dan
pemerintah yang baik, dikelola secara partisipasif birokratis, kurang jelasnya waktu dan biaya
dan berdampingan antara masyarakat dengan pengurusan perizinan, serta standar pelayan yang
pemerintah. Konsep-konsep good governance belum tersedia.
dikembangkan sebagai evaluasi tata kelola Dari latar belakang tersebut di atas yaitu
pemerintah untuk meningkatkan public trust. pentingnya membangun kepercayaan masyarakat,
Prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, peningkatan pelayanan publik melalui tata kelola
partisipasi, kesetaraan, keadilan, dan integritas pemerintahan yang baik (good governance),
sebagai pendorong peningkatan kepercayaan menjadi daya tarik peneliti untuk melakukan
publik. Menurut Hamka (2007), beberapa poin penelitian tentang sejauh mana penerapan prinsip-
penting yang terkait dengan implementasi prinsip- prinsip good governance diaplikasikan. Dan
prinsip Good Governance merupakan pegangan tentunya diteliti pula bagaimana gaya kepemim-
bagi birokrasi publik dalam melakukan pinan dalam suatu institusi dalam mendukung
transformasi manajemen pemerintahan upaya-upaya tersebut. Sehingga masalah penelitian
Kepemimpinan dalam suatu organisasi men- yang diajukan adalah bagaimana meningkatkan
jadi ujung tombak keberhasilan tujuan pemerintah. execellent service dan kepercayaan publik melalui
Keberhasilan penyelenggaraan reformsi birokrasi penerapan prinsip-prinsip good governance dan
ditentukan oleh keberadaan seorang pemimpin gaya kepemimpinan.
didalamnya, dengan berbagai karakter yang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa
melekat dan tanggung jawab yang yang dipikul- Tengah (Dinperindag Jateng), menjadi obyek
nya, menuntut pemimpin lebih agresif dalam dalam penelitian ini, karena berdasarkan data yang

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 271


telah disampaikan sebelumnya bahwa Jawa mewujudkan pelayanan prima, seorang pemimpin
Tengah menduduki peringkat terjelek pelayanan harus berani melakukan perubahan. Karena itu
publik di tahun 2014, indikator dan cerminan diperlukan kepemimpinan transformasional yaitu
terjelek dalam pelayanan yaitu terkait dengan kepemimpinan yang mampu sebagai agen
perijinan. Dinperindag Jateng merupakan organi- perubahan.
sasi publik yang banyak memberikan pelayanan di Kepemimpinan transformasional sebagai gaya
bidang perijinan. Pelayanan-pelayanan perijinan di kepemimpinan yang dapat membangkitkan moti-
lingkup Dinperindag antara laian SKA (Surat vasi karyawan, sehingga dapat berkembang dan
Keterangan Asal) Barang/ certificate of origin, mencapai kinerja pada tingkat yang tinggi,
API (Angka Pengenal Importir), SIUP (Surat Ijin melebihi dari apa yang mereka perkirakan
Usaha Perdagangan), Klinik Manajemen Mutu sebelumnya. Bass et.al (2003) serta Humphreys
(sertifikasi SNI, ISO, Barcode), IUI (Ijin Usaha (2002) menjelaskan kemampuan seorang
Industri) dan NRP (Nomor Regristasi Produk). pemimpin transformasional dapat mengubah
Sehingga lebih jelasnya penelitian ini berusaha sistem nilai bawahan demi mencapai tujuan
menganalisis bagaimana gaya kepemimpinan dan diperoleh dengan mengembangkan salah satu atau
Good Governance dilaksanakan sebagai upaya seluruh faktor dimensi kepemimpinan transfor-
untuk meningkatkan Excellent Service dan mem- masional, yaitu: pengaruh ideal (idealized
bangun kepercayaan masyarakat di lingkungan influence), motivasi inspirasi (inspiration
Dinperindag Jawa Tengah motivation), pengembangan intelektual
(intellectual stimulation), dan perhatian pribadi
Rumusan Masalah (individualized consideration).
Bagaimana gaya kepemimpinan dan Good
Governance dilaksanakan sebagai upaya untuk 2.2 Good Governance
meningkatkan Excellent Service dan membangun Good Governance merupakan bentuk dari
kepercayaan masyarakat di lingkungan penyelenggaraan suatu organisasi untuk mencapai
Dinperindag Jawa Tengah tujuan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang
baik. Beberapa prinsip mengenai good governance
KAJIAN PUSTAKA diantaranya oleh Organisation for Economic Co-
Teori ekpektansi (expectancy theory) menurut operation and Development (OECD) yaitu:
Victor Vroom yang dikutip oleh Antarwiyati Fairness, Transparency, Accountability, dan
(2006) didasarkan pada ide bahwa tiap orang Responsibility. Forum for Corporate Governance
memiliki ekspektansi (harapan yang kuat). Jika in Indonesia (FCGI) mengungkapkan prinsip-
suatu objek mendukung dalam pencapaian tujuan, prinsip good governance menjadi Fairness,
maka suatu individu akan menunjukan sikap Disclosure, Transparency, Accountability, dan
senang terhadap objek tersebut. Masyarakat akan Responsibility. Menteri Negara BUMN
memberikan kepercayaan atau tanggapan yang mengungkapkan Prinsip-prinsip good governance
positif terhadap organisasi publik jika organisasi menjadi: Fairness, Independency, Transparency,
publik tersebut memenuhi harapannya terkait Accountability, dan Responsibility.
dengan pelayanan yang dibutuhkan. Pemenuhan Sedangkan menurut Keputusan Menteri
harapan masyarakat akan pelayanan yang prima Pendayagunaan dan Aparatur Negara (MenPAN)
dipengaruhi oleh bagaimana organisasi itu dikelola Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 asas pelayanan
dengan baik atau buruk serta bagaimana sistem publik dengan prinsip-prinsip good governance
kepemimpinan yang dijalankan. adalah transparansi, akuntabilitas, kondisional,
partisipasif, kesamaan hak dan kesimbangan hak
Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan dan kewajiban. Dalimunthe (2010) menggunakan
Sanapiah (2014) mendefinisikan kepemimpin- prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan
an sebagai suatu proses dimana seseorang mem- partisipasi sebagai indikator Good Governance.
pengaruhi kebiasaan orang lain ke arah penye- Menurut Hamka (2007), beberapa poin
lesaian tujuan yang spesifik yang mengarah kepada penting yang terkait dengan implementasi prinsip-
teaching organization untuk dapat melatih dan prinsip Good Governance merupakan pegangan
mengembangkan knowledge, skill, dan attitude bagi birokrasi publik dalam melakukan
setiap individu dalam organisasi. Kualitas kepe- transformasi manajemen pemerintahan. Menurut
mimpinan dalam berbagai bentuk memperlihatkan Tjokroamidjojo dalam Hamka (2007), tuntutan ke
perbedaan antara organisasi yang mampu arah Good Governance juga lahir akibat kualitas
mencapai tujuan dan yang tidak. Peran pemimpin pelayanan publik yang rendah. Lebih jauh
sebagai agen perubahan yaitu harus mampu disebutkan bahwa Good Governance berintegritas
mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap dari pelaksanaan pemerintahan. Adapun prinsip
manajemen dan pengelolaan birokrasi. Dalam yang harus diperhatikan adalah akuntabilitas,

272 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
transparansi, keterbukaan, aturan hukum, (Rahmawaty, 2009). Gefen dalam Yeni (2012)
perlakuan yang adil (jaminan fairness). mendefinisikan trust adalah kemauan untuk
membuat dirinya peka pada tindakan yang diambil
Pelayanan Publik dan Excellent Service oleh orang yang dipercayainya berdasarkan pada
Pelayanan Publik rasa kepercayaan dan tanggung jawab. Dengan
Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat demikian kepercayaan adalah kesediaan pihak
didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, tertentu menjalin kemitraan dengan pihak lain
baik dalam bentuk barang publik maupun jasa dengan dasar keyakinan dan tanggung jawab.
publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung Menurut Mayers dalam Putri (2012) faktor
jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap
di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability),
Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik kebaikan hati (benevolence), dan integritas
Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuh- (integrity). Mayers et al, yang menjelaskan bahwa
an masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan faktor pembentuk kepercayaan terdiri dari:
ketentuan peraturan perundang-undangan (Marzal, a. Kemampuan (ability)
2014). Kemampuan pemberi layanan untuk
melaksanakan kebutuhan dari pelanggan..
Excellent Service b. Kebaikan hati (benevolence)
Pelayanan prima atau excellent service adalah Benevolence adalah perhatian dan motivasi
pelayanan yang sangat baik dan atau pelayanan untuk bertindak sesuai dengan kepentingan
yang terbaik, sesuai dengan standar yang berlaku konsumen/pelanggan oleh penyedia layanan.
atau dimiliki oleh instansi yang memberi c. Integritas (integrity)
pelayanan sehingga mampu memuaskan pihak Integritas adalah kejujuran dan kemampuan
yang dilayani (pelanggan) (LAN-RI2004 dalam menepati janji dari pihak yang dipercaya
Brawijaya, 2013). Pelayanan prima atau service (pemberi layanan).
excellence adalah suatu sikap atau cara karyawan Kepercayaan konsumen adalah persepsi dari
dalam melayani pelanggan secara memuaskan”. sudut pandang konsumen akan keandalan pemberi
Pelayanan prima merupakan suatu pelayanan layanan dalam pengalaman dan terpenuhinya
terbaik, melebihi, melampaui, mengungguli harapan dan kepuasan konsumen. Kepercayaan ada
pelayanan yang diberikan pihak lain atau daripada ketika konsumen memiliki keyakinan terhadap
pelayanan waktu yang lalu. integritas, benevolence, dan ability dari pemberi
Menurut Parasuraman dalam Abror, 2008 layanan.
kinerja pelayanan publik yang baik dapat dilihat
melalui berbagai indikator yaitu Keandalan Hubungan Logis Antar Variabel
(reliability), Daya tanggap (responsiveness), Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Good
Jaminan (assurance), Perhatian (emphaty) dan Governance
Kenyataan (tangibility). Menurut KepMenPan Hayat (2014) menjelaskan bahwa kepemim-
No.KEP/25/M.PAN/2/2004, excellent atau tidak- pinan menjadi tonggak keberhasilan dari reformasi
nya pelayanan publik dapat dilihat dengan meng- birokrasi dalam pelayanan publik terhadap tujuan
gunakan IKM (Index Kepuasan Masyarakat). good governance. Kepemimpinan bangsa yang
IKM merupakan data dan informasi tentang tingkat tegas dalam kebijakan strategis, transparan
kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil efektivitas dan efisiensi, akuntabilitas dalam tugas
pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas dan wewenang, disertai dengan pola komunikasi
pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayan- dan relasi secara populis, baik dan adil menjadi
an dari aparatur penyelenggara pelayanan publik tolak ukur tercapainya tujuan reformasi birokrasi
dengan membandingkan antara harapan dan dengan good will yang dilakukan secara bersama-
kebutuhannya. sama dalam service oriented sebagai fungsi utama
dari birokrasi yang berorientasi kepada good
Kepercayaan (Trust) governance. Prinsip-prinsip kepemimpinan dalam
Trust atau Kepercayaan didefinisikan oleh pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi tuntutan
Moorman, Deshpande, dan Zaltman dalam Jahroni yang harus terus dilakukan dan digerakkan sebagai
(2008) sebagai keinginan untuk menggantungkan pemacu keberhasilan pemerintahan secara makro
diri pada mitra bertukar yang dipercayai. menuju good governance. Sehingga hipotesis
Kepercayaan adalah kesediaan pihak tertentu pertama dalam penelitian ini adalah:
terhadap pihak lain dalam melakukan hubungan Hipotesis 1 : Gaya Kepemimpinan
transaksi berdasarkan suatu keyakinan bahwa Berpengaruh terhadap Good
pihak yang dipercayainya tersebut akan melakukan Governance
tindakan sesuai dengan yang diharapkan

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 273


Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan memuaskan dan tidak menimbulkan keluhan
Excellent Service masyarakat dalam menerima pelayanan setelah
Kepemimpinan merupakan suatu proses adanya penerapan prinsip-prinsip good corporate
dimana seseorang (atasan) mempengaruhi orang governance. Penyelenggaraan pemerintahan yang
lain (bawahan) untuk bersama-sama mencapai baik, adalah pemerintah yang dekat dengan
tujuan. Sumber dari pengaruh bisa berupa masyarakat dan dalam memberikan pelayanan
pengaruh formal yang telah ditetapkan secara harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Esensi
organisasional sehingga seorang pemimpin mampu kepemerintahan yang baik (good governance)
mempengaruhi orang lain semata-mata karena dicirikan dengan terselenggaranya pelayanan
kedudukan di tingkat manajerial (Sanapiah, 2007). publik yang baik, hal ini sejalan dengan esensi
Tanpa kepemimpinan yang baik, akan sulit bagi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah yang
organisasi publik untuk mencapai tujuannya, yaitu ditujukan untuk memberikan keleluasaan kepada
memenuhi tuntutan pelaksanaan tugas dan daerah mengatur dan mengurus masyarakat
fungsinya yang strategis dalam pelayanan publik. setempat, dan meningkatkan pelayanan publik
Setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan fungsi (Khafid, 2011). Dalam penelitiannya, Barus (2011)
pokok birokrasi publik menjadi tanggungjawab menemukan bahwa pengaruh pelaksanaan good
pimpinan. Lemahnya kualias dan kompetensi governance sangat tinggi terhadap pelayanan
pimpinan birokrasi berdampak terhadap kinerja publik. Paradigma good governance menjadi
pegawai dan pelayanan publik (Hayat, 2014). relevan dan menjiwai kebijakan pelayanan publik
Hipotesis 2 : Gaya Kepemimpinan di era otonomi daerah yang diarahkan untuk
Berpengaruh terhadap Excellent meningkatkan kinerja manajemen pemerintahan,
Service. mengubah sikap mental, perilaku aparat
penyelenggara pelayanan serta membangun
Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Trust kepedulian dan komitmen pimpinan daerah dan
Sanapiah (2007) menjelaskan bahwa peran aparatnya untuk memperbaiki dan meningkatkan
pemimpin dalam membangun kepercayaan publik pelayanan publik yang berkualitas (Ahmad, 2009).
mencakup lingkup internal yang berkaitan dengan Dari uraian tersebut di atas penerapan prinsip good
upaya menggerakkan dan memastikan seluruh governance yang baik akan membawa pada
sumberdaya aparatur berkinerja tinggi, dan lingkup peningkatn kualitas pelayanan, sehingga hipotesis
eksternal organisasi dalam upaya mencermati ke-empat dalam penelitian ini adalah:
harapan masyarakat dan komunikasi eksternal baik Hipotesis 4 : Good Governance Berpengaruh
menyangkut ukuran-ukuran kinerja pelayanan terhadap Excellent Service
(public service measures) yang ditetapkan, upaya
yang telah, sedang dan akan dilakukan, maupun Hubungan Good Governance dengan Trust
kinerja pelayanan yang telah dihasilkan. Dalam Penerapan Good Corporate Governance
membangun kepercayaan masyarakat dibutuhkan (GCG) pada perusahaan merupakan suatu konsep
pemimpin yang berkinerja tinggi dan mampu yang digunakan guna menjaga konsistensi dan
melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
mengakomodasi tuntutan kebutuhan dan per- Penerapan prinsip good corporate governance
masalahan yang ada dalam masyarakat. Jadi secara konsisten dan berkesinambungan, dapat
tumbuhnya kepercayaan masyarakat akan ter- menghasilkan suatu kepercayaan publik
gantung pada kepemimpinan yang dilaksanakan, (Nurcahyani, 2012). Penerapan prinsip good
apakah pendekatan kepada masyarakat yang governance akan membawa pada kepercayaan
mereka lakukan berjalan dengan efektif atau stakeholder. Kepercayaan terhadap kemampuan
kepemimpinan tersebut gagal dalam menjalin institusi muncul karena dalam penerapan good
hubungan dengan masayarakat. Sehingga hipotesis governance ada pembagian wewenang dan
ketiga dalam penelitian ini adalah: tanggung jawab yang jelas diantara peserta yang
Hipotesis 3 : Gaya Kepemimpinan terlibat, serta sesuai dengan kompetensi masing-
Berpengaruh terhadap Trust masing. Budi Santoso, anggota Ombudsman RI,
(2014) mengatakan, diperlukan integritas, akunta-
Hubungan Good Governance dengan Excellent bilitas, dan transparansi sebagai pendorong me-
Service ningkatkan kepercayaan publik. Dalam konteks
Penerapan prinsip-prinsip Good University tersebut tersirat bahwa prinsip-prinsip dari good
Governance (GUG) dalam pengelolaan pelayanan governance merupakan hal yang penting dalam
menjadi suatu tuntutan utama terhadap pembentukan dan peningkatan public trust. Nilai-
peningkatan kinerja pelayanan. Surya dalam nilai yang bercirikan good governance akan
Dalimunthe (2010) menjelaskan bahwa mutu dan membangkitkan kepercayaan, dalam pelaksanaan
kualitas pelayanan menjadi lebih baik dan government yang buruk akan membawa pada

274 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
penurunan kepercayaan publik terhadap Populasi dalam penelitian ini adalah
pemerintah. Sehingga hipotesis kelima dalam masyarakat Jawa Tengah yang telah menggunakan
penelitian ini adalah: jasa Dinperindag di bidang perijinan. Sampling
Hipotesis 5 : Good Governance Berpengaruh menggunakan maximum likelhood dengan jumlah
terhadap Trust sample 100 orang responden

Hubungan Excellent Service dengan Trust Variabel dan Indikator


Kepercayaan publik tumbuh dari pelayanan yang
berkualitas. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Tabel 1. Variabel dan Indikator
OECD (2000) bahwa pada dasarnya pelayanan
publik adalah kepercayaan publik. Menurut
No Variabel Indikator Sumber
Sanapiah (2007) kualitas pelayanan publik
merupakan salah satu strategic issue bagi aparatur 1. Gaya  Idealized Bass et
negara yang harus diaktualisasikan dalam Kepemimpin Influence al
kerangka membangun kepercayaan publik. an (Kharisma) dalam
Garbarino dan Jhonson dalam Jahroni (2009), (Transformat  Motivasi Sonni
menyatakan bahwa kepercayaan sebagai keyakinan ional Inspirasional (2013)
konsumen akan kualitas dan keandalan pelayanan Leadership)  Stimulasi
yang ditawarkan oleh suatu organisasi. Intelektual
Kepercayaan masyarakat akan tumbuh jika suatu  Pertimbangan
organisasi memberikan kepastian, meningkatkan Individual
kualitas, dan kinerja pelayanan sesuai dengan 2. Good  Partisipasi Dalimu
kebutuhan masyarakat dan selaras dengan Governance  Accountability nthe
kemampuan penyelenggara layanan (Brawijaya,
2013). Sehingga hipotesis ke-enam adalah  Transparancy (2010)
Hipotesis 6 : Good Governance Berpengaruh  Equity
terhadap Trust 3. Excellent  Prosedur Kep
Service Pelayanan Men
Kerangka Penelitian  Persyaratan Pan No.
Pelayanan KEP/25
 Kecepatan /M.PA
Pelayanan N/2/20
 Kepastian 04
Jadwal
Pelayanan
 Keadilan
Mendapat
Pelayanan
 Kewajaran
Gambar 1 Biaya
Kerangka Penelitian Pelayanan
 Kepastian
METODE PENELITIAN Biaya
Penelitian ini adalah penelitian Mix Pelayanan
Methode dengan model Sequential Explanatory  Kejelasan
Design yang dicirikan dengan melakukan Petugas
pengumpulan data dan analisis data kuantitatif Layanan
pada tahap pertama, dan diikuti dengan  Kedisiplinan
pengumpulan dan analisis data kualitatif pada Petugas
tahap kedua, guna memperkuat hasil penelitian Layanan
kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama
 Tanggung
(Sugiyono, 2011).
Jawab Petugas
 Kemampuan
Analisis Kuantitatif
Petugas
Metode yang digunakan adalah Structural
 Kesopanan dan
Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan
Keramahan
program Partial Least Square (PLS).
Petugas
Populasi dan Sampling

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 275


HASIL DAN PEMBAHASAN
No Variabel Indikator Sumber
 Kenyamanan Analisis Structural Equation Modeling
Lingkungan Hasil Uji Kelayakan Model (Model Fit)
 Keamanan
Pelayanan Tabel 3. General SEM Analysis Result
4. Trust  Ability Mayers
 Benevolence dalam
 Integritas Restika
(2012)

Analisis Kualitatif
Metode yang digunakan adalah pendekatan
existential phenomenology. Metode pengumpulan Hasil output general result di atas
data yang digunakan yaitu dengan interview, menunjukkan model mempunyai fit yang baik,
observasi dan dokumentasi (Chariri, 2009) dimana nilai P-value untuk APC dan ARS < 0.001.
Begitu juga dengan nilai AVIF yang dihasilkan
Informan dan Pengumpulan Informasi yaitu < 3.3, yang berarti bahwa tidak ada masalah
Informan dipilih berdasarkan kriteria dari multikolinearitas antar indikator dan antar variabel
Bungin (2003), bahwa informan merupakan eksogen.
individu yang telah cukup lama dan intensif
menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas Analisis Model Pengukuran
yang menjadi sasaran penelitian. Pengumpulan
informasi dilakukan melalui wawancara dan Tabel 4 Loading Factor
diskusi yang tidak terstruktur, dan tidak terjadwal.
Tabel 2 di bawah menunjukkan informan yang
terpilih

Tabel 2 Informan Penelitian

Identitas Lama Posisi


Informan Bekerja
Nining 18 tahunStaff Bidang Perdagangan
Luar Negeri
Supri 6 tahun Staff Bidang Perdagangan
Luar Negeri Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa hampir
Heru 25 tahun Staff Bidang Perdagangan seluruh indikator pembentuk konstruk laten
Luar Negeri memiliki nilai loading factor > 0.5 yang berarti
Budi 8 tahun Staff Bidang Perdagangan bahwa indikator tersebut telah memenuhi kriteria
Luar Negeri indicator reliability (Ghozali, 2014)
Sartono 20 tahun Staff Bidang Perdagangan
DalamNegeri Tabel 5. Latent Variabel Coefficient
Cahyo 30 tahun Staff Perdagangan Dalam
Negeri
Sinta 6 tahun Staff Perlindungan
Konsumen dan
Pengawasan Barang
Beredar
Mahmud 11 tahun Staff Perlindungan
Konsumen dan
Pengawasan Barang Dari tabel 5 latent variable coefficient terlihat
Beredar bahwa nilai composite reliability untuk semua
Catatan: Nama-nama informan adalah bukan nama variabel di atas 0.7 begitu juga dengan nilai
sebenarnya cronbach alpha semua juga di atas 0.7 sehingga
memenuhi reliabilitas konsistensi internal. Nilai
AVE untuk semua variabel sangat baik (>0.5)
sehingga memenuhi validitas konvergen. Nilai full

276 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
colliniearity VIF juga baik yaitu < 5, tidak terdapat dan kinerja pemasaran mampu menjelaskan variasi
problem collinearity dalam model. Nilai Q- dari kepercayaan masyarakat sebesar 76%.
Squared untuk setiap variabel endogen > 0 yang
berarti bahwa model mempunyai predictive Indirect Effect
relevance.
Tabel 6. Output Pengujian Indirect Effect
Analisis Model Struktural

a. Pengaruh tidak langsung Gaya


Kepemimpinan terdahap Kepercayaan
Masyarakat
Kepemimpinan Transformasional → Good
Governance →Trust
Hasil output indirect effect untuk good
governance signifikan pada 0.002 < 0.05 yang
Gambar 2
berarti bahwa Good Governance dapat menjadi
Hasil Analisis Model Struktural
variabel mediator secara parsial (partial
mediation) untuk hubungan kepemimpinan
Berdasarkan gambar 10. di atas diperoleh hasil
transformasional dan kepercayaan. Kepemimpinan
sebagai berikut:
transformasional dapat secara langsung
1. Gaya Kepemimpinan Transformasional (LD)
mempengaruhi kepercayaan, atau secara tidak
berpengaruh positif signifikan terhadap
langsung mempengaruhi kepercayaan dengan
implementasi Good Governance (GG)
melalui good governance.
2. Gaya Kepemimpinan Transformasional (LD)
Kepemimpinan Transformasional → Excellent
tidak berpengaruh terhadap Excellent service
Service → Trust
(KP)
Hasil output indirect effect untuk good
3. Gaya Kepemimpinan Transformasional (LD)
governance signifikan pada taraf <0.001, hal ini
berpengaruh positif signifikan terhadap
berarti bahwa excellent service tidak dapat menjadi
Kepercayaan Masyarakat (Trust)
variabel mediator (no mediation) untuk hubungan
4. Implementasi Good Governance (GG)
kepemimpinan transformasional dan kepercayaan.
berpengaruh positif signifikan terhadap
Kepemimpinan transformasional dapat secara
Excellent Service (KP)
langsung mempengaruhi kepercayaan tanpa
5. Implementasi Good Governance (GG)
melalui excellent service.
berpengaruh positif signifikan terhadap
Kepercayaan Masyarakat (Trust)
b. Pengaruh tidak langsung Kepemimpinan
6. Excellent (KP) berpengaruh positif signifikan
Transformasional terhadap Excellent service
terhadap Kepercayaan Masyarakat (Trust)
Kepemimpinan Transformasional → Good
Governance →Excellent Service
Koefisien R-Square untuk Good Governance
Hasil output indirect effect untuk good
sebesar 0.44 yang berarti bahwa variasi dari
governance signifikan pada 0.002 < 0.05 hal ini
implementasi good governance dapat dijelaskan
berarti bahwa Good Governance dapat menjadi
oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional
variabel mediator secara penuh (full mediation)
sebesar 44%. Koefisien R-Square untuk Kinerja
untuk hubungan kepemimpinan transformasional
Pelayanan sebesar 0.60 yang berarti bahwa
dan excellent service. Kepemimpinan
implementasi good governance dan gaya
transformasional harus mampu terlebih dahulu
kepemimpinan transformasional mampu men-
menjalankan good governance untuk dapat
jelaskan variasi dari kinerja pelayanan sebesar
meningkatkan kinerja pelayanan (excellent
60%. Selanjutnya R-Square untuk kepercayaan
service).
masyarakat sebesar 0.76 yang berarti bahwa gaya
kepemimpinan transformasional, good governance
c. Pengaruh tidak langsung Good Governance
terhadap Kepercayaan Masyarakat

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 277


Good Governance → Excellent Service → Trust Dari kutipan wawancara tersebut terlihat
Hasil output indirect effect untuk excellent bahwa pemimpin menerapkan aspek akuntabilitas
service signifikan pada taraf < 0.001 yang berarti dalam bekerja. Jadi sebagai manusia kita harus
bahwa excellent service dapat menjadi variabel menggunakan hati nurani dan semua pekerjaan itu
mediator secara parsial (partial mediation) untuk tidak hanya dipertanggung jawabkan kepada
hubungan good governance dan trust. Good pimpinan, namun juga pada Tuhan yang Maha
governance dapat secara langsung mempengaruhi Esa.
trust, atau secara tidak langsung mempengaruhi Supri, Staff Dinperindag yang telah bekerja
trust dengan melalui excellent service. selama 6 tahun mengatakan bahwa:
“Pak Priyo menjadi cerminan bapak yang bijak
Pembahasan yang dapat mengayomi anak buahnya, tidak
Gaya Kepemimpinan Transformasional membeda-bedakan anak buah dan berlaku adil
berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap semua karyawan” (15 Mei 2015)
implementasi Good Governance Dari kutipan wawancara tersebut di atas
Hasil penelitian menunjukkan semakin baik prinsip equity telah dilaksanakan dalam
gaya kepemimpinan transformasional yang kepemimpinan di Dinperindag. Dengan tidak
dijalankan, semakin baik pula implementasi dari membeda-bedakan bawahan, bawahan akan
good governance. Good governance adalah sebuah merasa dihargai dan merasa aman, hal tersebut
kebijakan yang dilaksanakan oleh suatu organisasi akan mendorong bawahan untuk melakukan hal
untuk mencapai kinerja yang lebih baik sedangkan yang sama yang ditunjukkan oleh pemimpin dalam
kepemimpinan transformasional dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
menghasilkan dan melaksanakan kebijakan publik
yang lebih efektif (zulkifli, 2013). Menurut Hayat Gaya Kepemimpinan Transformasional tidak
(2014) kepemimpinan transformasional mampu berpengaruh terhadap Excellent Service
membuat pegawai mengaktualisasikan diri dalam Hasil menunjukkan kepemimpinan bahwa
penerapan kebijakan secara realistis yang baik buruknya kinerja pelayanan di Dinperindag
berorientasi kepada good governance. Selanjutnya tidak dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang
hayat menjelaskan bahwa kepemimpinan menjadi dijalankan. Hasil ini mendukung penelitian
tonggak keberhasilan dari reformasi birokrasi Setiawan (2015) dan Lomanja (2013). Heru staff
dalam pelayanan publik terhadap tujuan good Dinperindag dengan mengatakan bahwa
governance. Hasil ini mendukung penelitian yang “Setiap bagian di Dinperindag memiliki SOP
dilakukan oleh Lestari (2012). (standar operational procedure) dalam menjalan-
Setelah dilantik menjadi Kadinas Perindag kan tugasnya, SOP menjadi landasan dasar setiap
Prov Jateng, Prijo Anggoro BR, SH, MSi karyawan dalam bertindak (15 Juni 2015)”
menyampaikan pengarahan pada apel pagi bahwa: Budi Staff Dinperindag yang sudah bekerja
“seluruh jajaran PNS dapat meningkatkan selama 8 tahun mengatakan bahwa:
produktivitas kerja, menjaga kebersamaan, “Dinperindag punya tupoksi yang jelas dan
menjalankan kegiatan sesuai rencana kerja serta mengarah untuk masyarakat dan seluruh pegawai
mengedepankan kejujuran terutama dalam bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing,
pelayanan masyarakat” (03 Februari 2015) selain itu Dinperindag juga memiliki sistem
Dari kutipan tersebut terlihat bahwa pemimpin prosedur kerja yang jelas”
memiliki komitmen untuk melaksanakan prinsip- Berdasarkan kutipan hasil wawancara tersebut
prinsip good governance seperti partisipasi, mengandung arti bahwa, setiap anggota organisasi
transparasi, dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan dapat bekerja secara mandiri berdasarkan SOP
kerja yang dilakukan di lingkungan Dinperindag. ataupun Tupoksi yang telah ada. SOP dan Tupoksi
Untuk itu gaya kepemimpinannya akan menjadi pedoman karyawan dalam bertindak dan
berpengaruh terhadap implementasi good dengan adanya SOP dan tupoksi perusahaan dapat
governance di lingkup Dinperindag. memastikan suatu aktivitas pelayanan bisa berjalan
Nining karyawan Dinperindag Jateng yang sesuai dengan standar yang diharapkan. Hal ini
telah bekerja selama 18 tahun mengatakan bahwa: dapat menjadi alasan kenapa gaya kepeminpinan
“Bapak selalu mengingatkan, kalau bekerja harus tidak berpengaruh terhadap kinerja pelayanan.
selalu menggunakan hati nurani, sesuai dengan Selain itu berdasarkan observasi,
etika dan nilai-nilai yang berlaku, terlebih kita Kepemimpinan Kepala Dinperindag belum genap
bekerja sebagai pelayan masyarakat dan beliau 1 (satu) tahun, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, SH,
selalu mendukung kreatifitas bawahanya asal MSi diangkat menjadi Kepala Dinas Perindustrian
tetap sesuai dengan aturan yang berlaku” (15 Juni dan Perdagangan Jawa Tengah pada tanggal 30
2015) Januari 2015 yang sebelumnya menjabat sebagai
Sekretaris DPRD Jateng. Masa kepemimpinan

278 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
yang pendek tersebut belum memperlihatkan
dampak yang signifikan terhadap kinerja
perusahaan.

Gaya Kepemimpinan Transformasional


berpengaruh positif signifikan terhadap
Kepercayaan Masyarakat (Trust)
Semakin baik gaya kepemimpinan
transformasional yang dijalankan, semakin
meningkat pula kepercayaan masyarakat terhadap
Dinperindag. Menurut Zulkifli (2013) kepercayaan
publik sangat berhubungan dengan kepemimpinan
etis dan transformasional. Sanapiah (2007)
menjelaskan bahwa peran pemimpin dalam
membangun kepercayaan publik mencakup
lingkup internal yang berkaitan dengan upaya
menggerakkan dan memastikan seluruh
sumberdaya aparatur berkinerja tinggi, dan lingkup
eksternal organisasi dalam upaya mencermati
harapan masyarakat dan komunikasi eksternal baik
menyangkut ukuran-ukuran kinerja pelayanan
(public service measures) yang ditetapkan, upaya
yang telah, sedang dan akan dilakukan, maupun
kinerja pelayanan yang telah dihasilkan.
Kebajikan atau harapan bahwa orang yang
dipercaya akan berperilaku positif terhadap orang-
orang yang memercayai kebajikan menunjukkan
goodwill dan sisi baik pada bagian pengenalan dari
Gambar 3.
orang-orang yang diamanatkan menjadi pemimpin,
Pelatihan Keterampilan SDM Industri di
terhadap orang yang memercayai atau pemilih.
Bidang Garmen Siap Kerja
Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan
oleh Yulianti (2015), Saputra (2013), dan Yogi
Pelatihan keterampilan SDM industri di
(2011)
Bidang Garmen siap kerja yang diselenggarakan
Kepemimpinan transformasional memberikan
oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan
contoh dan role model yang positif dalam perilaku
wujud nyata bentuk fasilitasi kepada masyarakat
sikap, prestasi, maupun komitmen terhadap
sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan
anggota atau pengikutnya. Keadaan ini tercermin
masyarakat terhadap Dinperindag. Selain itu
dalam standar moral dan etis yang tinggi. Ia sangat
banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
memperhatikan kebutuhan anggotanya khususnya
Dinperindag dibawah kepemimpinan prijo
masyarakat. Hal ini terlihat dari tindakan yang
Anggoro Budi Rahardjo, SH, MSi yang
diambil oleh pemimpin Dinperindag sebagai
berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, seperti
wujud perhatiannya terhadap kebutuhan
“Pelatihan Achivement sebagai Upaya Membentuk
masyarakat yaitu pada tanggal 09 Februari sampai
Mental Baja” (24 Maret-9 April 2015), kegiatan
tanggal 17 Maret 2015 telah dilaksanakan program
“Temu Usaha UMKM untuk Tingkatkan Jaringan
pelatihan keterampilan SDM industri di bidang
Pasar” (17-18 Maret 2015), dsb. Melalui perilaku
garmen siap kerja. Pelatihan yang diikuti oleh 220
atau tindakan yang memperhatikan kebutuhan para
peserta dilaksanakan karena mengingat kebutuhan
pengikutnya, maka pengikut atau anggota
SDM industri garmen siap kerja semakin
masyarakat akan menaruh respek, rasa kagum, dan
bertambah seiring dengan meningkatnya ekspor
percaya kepada pimpinannya.
Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) akibat pembatas-
Selanjutnya, Sartono, Staff yang telah 20
an masuknya TPT China ke pasar Amerika, Eropa
tahun bekerja mengatakan bahwa:
dan beberapa pasar non tradisional.
“berkat kepemimpinan sekarang ini, sering
diadakan acara-acara seperti pameran-pameran
yang berdaya saing tinggi dan berkualitas untuk
baik itu masyarakat umum maupun untuk pelaku
industri” (15 Mei 2015)

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 279


Supri salah satu Staff Diperindag yang telah Transparansi adalah kunci dari pemerintahan yang
bekerja selama 6 tahun mengatakan bahwa: bersih. Pemeringkatan Badan Publik oleh komisi
“bapak itu cepat responsif untuk mengatasi informasi di dasarkan pada UU No. 14 Tahun 2008
keluhan masyarakat dan segera mungkin ditindak tentang Keterbukaan Informasi, dan dasar hukum
lanjuti jadi keluhan-keluhan masyarakat tidak yang lain seperti Peraturan Komisi Informasi No. 1
hanya ditampung namun segera ditidak lanjuti” Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Informasi
(15 Mei 2015) Publik, Permendagri No. 35 Tahun 2010 tentang
Menurut Nawawi (2007), sesuai dengan asas Pedoman Pengelolaan Pelayanan dan Dokumentasi
responsif, maka setiap unsur pemerintah akan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri,
memiliki etik yakni etik individual menuntut Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2012 tentang
mereka agar memiliki kriteria kapabilitas dan Pelayanan Informasi Publik Penyelenggaraan
loyalitas profesional. Sedang etik sosial menuntut Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan
mereka agar memiliki sentifitas terhadap berbagai sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa
kebutuhan publik. Kedua etik apabila diaplikasikan Dinperindag telah melaksanakan prinsip
demi kepentingan publik maka akan terbangun akuntabilita yaitu mengikuti peraturan perundang-
kepercayaan. undangan dan dasar hukum lainnya sehingga
mampu menciptakan exccellent service yang di
Implementasi Good Governance berpengaruh buktikan dengan masuknya Dinperindag dalam 3
positif signifikan terhadap Excellent Service besar Pemeringkatan Badan Publik oleh komisi
Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin informasi.
baik implementasi good governance, semakin baik Cahyo, Staff Dinperindag yang telah bekerja
pula kinerja pelayanan yang dihasilkan. Hal ini selama 30 tahun mengatakan bahwa:
sejalan dengan pernyataan Surya yang dikutip oleh “Disini semua informasi yang berkaitan dengan
Dalimunte (2010) yang menjelaskan bahwa mutu pelayanan selalu terbuka, kami telah
dan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dan melaksanakan tugas sesuai dengan anjuran
memuaskan dan tidak menimbulkan keluhan pemerintah untuk meningkatkan kinerja layanan
masyarakat dalam menerima pelayanan setelah dan memang selalu ada keterlibatan msayarakat
adanya penerapan prinsip-prinsip good dn pemerintah dalam perbaikan layanan” (15 Mei
governance. Paradigma good governance menjadi 2015)
relevan dan menjiwai kebijakan pelayanan publik Sinta, Staff Dinperindag yang telah bekerja
di era otonomi daerah yang diarahkan untuk selama 6 tahun mengatakan bahwa
meningkatkan kinerja manajemen pemerintahan, “Dinperindag bertugas di bidang perindustrian
mengubah sikap mental, perilaku aparat dan perdagangan oleh karena itu orientasinya
penyelenggara pelayanan serta membangun sebagain besar pada kebutuhan masyarkat, dan
kepedulian dan komitmen pimpinan daerah dan masyarakt dapat berpartisipasi dalam perbaikan
aparatnya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan dengan mudah, misalnya melalui
pelayanan publik yang berkualitas (Ahmad, 2009). kotak saran, mengirim email, dsb” (15 Mei 2015)
Menurut Barus (2011) pengaruh pelaksanaan good Mahmud, Staff Dinperindag yang telah
governance sangat tinggi terhadap pelayanan bekerja selama 11 tahun menambahkan:
publik. Hasil ini mendukung penelitian yang “kami disini bekerja sesuai dengan undang-
dilakukan oleh Ferlianda (2012), Lestari (2012) undang, karyawan Dinperindag dalam bekerja
dan Barus (2011) ditanamkan untuk tidak melanggar aturan-aturan
Pengaruh pelaksanaan prinsip-prinsip good yang telah disepakati jadi Insyaallah tidak ada
governance terhadap excellent service di yang mengambil hak masyarakat ataupun korupsi
Dinperindag Jateng terlihat dari masuknya di Dinperindag” (15 Mei 2015)
Dinperindag Jateng dalam 3 besar SKPD Dari kutipan wawancara di atas tersirat bahwa
Pemeringkatan Komisi Informasi tahun 2014. prinsip-prinsip dari good governance telah
Komisi informasi merupakan lembaga mandiri dilaksanakan oleh karyawan Dinperindag dan
yang berfungsi menjalankan Undang-Undang karyawanpun telah menyadari bahwa orientasi
Keterbukaan Informasi Publik dan peraturan terbesar mereka dalam bekerja adalah untuk
pelaksanaannya termasuk menetapkan petunjuk kepentingan masyarakat
teknis standar layanan Informasi Publik dan
menyelesaikan Sengketa Informasi Publik melalui Implementasi Good Governance (GG)
Mediasi dan ajudikasi nonlitigasi. Masuknya berpengaruh positif signifikan terhadap
Dinperindag Jateng dalam 3 besar peringkat Kepercayaan Masyarakat (Trust)
komisi informasi menunjukkan bahwa Implementasi good governance yang semakin
Dinperindag telah mengimplementasikan prinsip- baik dapat meningkatakan kepercayaan masyarakat
prinpsip good governance dengan baik. terhadap Dinperindag. Menurut Nurcahyani

280 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
(2012), penerapan prinsip good governance secara isu-isu strategis serta input yang diperlukan dalam
konsisten dan berkesinambungan dapat penyusunan strategi tersebut. Kebijakan yang
menghasilkan kepercayaan publik. Budi Santoso, melibatkan masyarakat akan lebih dipercaya dan
anggota Ombudsman RI (2014) mengatakan dilaksanakan dengan sepenuh hati.
diperlukan integritas, akuntabilitas, dan
transparansi sebagai pendorong peningkatan Excellent Service berpengaruh positif signifikan
kepercayaan terhadap publik.Hasil ini mendukung terhadap Kepercayaan Masyarakat (Trust)
penelitian Alif (2013), Junusi (2005) dan Islamey Kinerja pelayanan yang semakin baik akan
(2014). meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat.
Berikut adalah bukti-bukti dari implementasi Kepercayaan publik tumbuh dari pelayanan yang
good governance oleh Dinperindag Jateng sebagai berkualitas. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan
upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, OECD (2000) bahwa pada dasarnya pelayanan
antara lain kutipan Wawancara dari Mahmud publik adalah kepercayaan publik. Menurut
selaku staff bagian pelayanan yang telah 11 tahun Sanapiah (2007) kualitas pelayanan publik
bekerja di Dinperindag, mengatakan bahwa: merupakan salah satu strategic issue bagi aparatur
“untuk mengetahui informasi lebih dalam negara yang harus diaktualisasikan dalam
masyarakat dapat membuat surat untuk kerangka membangun kepercayaan publik.
menanyakan semua hal-hal yang berhubungan Garbarino dan Jhonson dalam Jahroni (2009),
dengan pelayanan, selain itu semua informasi menyatakan bahwa kepercayaan sebagai keyakinan
terkait pelayanan di pasang di papan konsumen akan kualitas dan keandalan pelayanan
pengumuman dan website, semua diinformasikan yang ditawarkan oleh suatu organisasi.
secara terbuka” (15 Mei 2015) Kepercayaan masyarakat akan tumbuh jika suatu
Gambar di bawah menunjukkan aplikasi organisasi memberikan kepastian, meningkatkan
website dan sosial media yang mencerminkan kualitas, dan kinerja pelayanan sesuai dengan
pelaksanaan prinsip good governance oleh kebutuhan masyarakat dan selaras dengan
Dinperindag dan sekaligus sebagai sarana untuk kemampuan penyelenggara layanan (Brawijaya,
mendekatkan diri kepada masyarakat untuk 2013). Hasil ini mendukung penelitian Cahyani
membangun kepercayaan masyarakat (2014), Rini (2014), dan Kurniawan (2012).
Pada tahun 2013 Dinperindag Jateng telah
meraih penghargaan daerah peduli konsumen yang
diselenggarakan di Swiss Belhotel, Jakarta.

Gambar 4. Gambar 5
Website dan Facebook Dinperindag Jateng Penghargaan Daerah Peduli Konsumen

Selain itu dalam menyusun kebijakan Penghargaan daerah peduli konsumen


Dinperindag juga melibatkan partisipasi dari para menunjukkan bahwa Dinperindag jateng selalu
stakeholder seperti yang telah dilakukan yaitu melakukan pembinaan dan perlindungan terhadap
menggelar Forum Komunikasi Peningkatan konsumen dalam hal ini adalah masyarakat.
Ekspor Jawa Tengah yang dilaksanakan pada Excellent Service Dinperindag yang dibuktikan
tanggal 12 Januari 2015, tujuan kegiatan ini adalah dengan penghargaan yang diterimanya
untuk mensosialisasikan "Strategi Melipat-tigakan meningkatkan hubungan kerjasama yang lebih
Ekspor dalam lima Tahun Kedepan" dan baik dengan masyarakat sehingga membawa
mendapatkan masukan dari para akedemisi, umpan balik yaitu kepercayaan masyarakat
praktisi, maupun stakeholders terkait mengenai terhadap instansi tersebut.

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 281


SIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

Implikasi Teoritis Alif, Nurohmah, “Analisis Pengaruh Prinsip-


1) Prinsip good governance dapat meningkatkan Prinsip Good Corporate Governance (GCG)
kinerja pelayanan dan kepercayaan publik, terhadap Kepercayaan Nasabah pada Bank
serta gaya kepemimpinan transformasional Muamalat Kendal”. Undergraduate (S1)
dapat meningkatkan kepercayaan publik thesis, IAIN Walisongo, 2013.
2) Gaya kepemimpinan transformasional tidak
mempengaruhi kinerja pelayanan hal ini dapat Antarwiyati, Prapti, dkk, “Determinan Electronic
disebabkan oleh SOP dan Tupoksi yang Loyalty (E-Loyalty) pada Website”,
menjadi pedoman karyawan dalam bertindak Fakultas Ekonomi, Universitas Islam
untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain Indonesia, 2006
itu masa kepemimpinan yang pendek belum
dapat membuktikan dampak dari gaya Arisman, “Peran Kepemimpinan Dalam
kepemimpinan yang digunakan terhadap Membangun Kepercayaan Masyarakat
kinerja pelayanan yang dihasilkan Terhadap Pelayanan Publik”, Makalah
Kepemimpinan, 2014
Implikasi Manajerial
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini Brawijaya, “Pelayanan Prima Unit Pelayanan
untuk Dinperindag Jatrng adalah: Publik”, PJM Universitas Brawijaya, 2013
a. Untuk terus meningkatkan gaya kepemimpinan
transformasional, karena gaya kepemimpinan Bungin, B, “Analisis Data Penelitian Kualitatif:
ini dapat meningkatkan implementasi good Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke
governance yang pada nantinya membawa Arah Penguasaan Model Aplikasi”.
kepercayaan terhadap masyarakat Cetakan Pertama. Jakarta: Raja Grafindo
b. Untuk terus mengaplikasikan pinsip-prinsip Persada, 2003
good governance dalam setiap aktivitas bisnis,
karena prinsip ini dapat membawa kinerja Cahyani, Komang Indah Gita, Gede Bayu
pelayanan yang terbaik dan membangun Rahanatha, “Pengaruh Kualitas Layanan
kepercayaan masyarakat terhadap organisasi terhadap Kepuasan dan Dampaknya pada
publik Kepercayaan serta Loyalitas”, Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana
Keterbatasan Penelitian (Unud), Bali, Indonesia, 2014
a. Pengumpulan data penelitian hanya dilakukan
di kantor Dinperindag Jateng, yaitu dengan Dalimunthe, RF, “Analisis persepsi karyawan
membagi kuesioner kepada responden yang bagian administrasi umum tentang
sedang mengurus perijinan di Dinperindag penerapan prinsip Good Corporate
serta sampling yang digunakan adalah metode Governance (transparansi, akuntabilitas,
quota sampling. Sehingga mayoritas responden keadilan, dan partisipasi) kaitannya dengan
berdomisili di wilayah Semarang dan kinerja karyawan di Rumah sakit Umum
sekitarnya dan tidak mewakili seluruh daerah Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
di Jawa Tengah tahun 2009” Universitas Sumatera Utara,
b. Hasil penelitian tidak bisa digeneralisir di luar 2010
wilayah atau obyek penelitian
Firdayanti, Restika, “Persepsi Risiko Melakukan
Agenda Penelitian Mendatang E-Commerce dengan Kepercayaan
1) Penelitian selanjutnya dapat meliput wilayah Konsumen dalam Membeli Produk Fashion
lain yang lebih luas untuk dapat mengeneralisir Online”, Journal of Social and Industrial
hasil. Psychology, Universitas Negeri Semarang,
2) Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih 2012
umum maka perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut dengan unit analisis pada beberapa Chariri, A. “Landasan Filsafat dan Metode
perusahan/instansi. Penelitian Kualitatif”, Paper disajikan pada
Workshop Metodologi Penelitian
Kuantitatif dan Kualitatif, Laboratorium
Pengembangan Akuntansi (LPA), Fakultas
Ekonomi Universitas Diponegoro
Semarang, 2009

282 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)
Ghozali, Imam, “Structural Equation Modeling: Publik dengan Prinsip-Prinsip Good
Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan Governance, Nomor
Program Lisrel 8.80”, edisi dua, BP 63/KEP/M.PAN/7/2003
UNDIP, Semarang 2008
Kurniawan, Wahyu, “Analisis Pengaruh Kualitas
Ghozali, Imam, Hengky Latan, “Partial Least Pelayanan, Kualitas Produk dan Harga
Square, Konsep, Metode dan Aplikasi terhadap kepercayaan Konsumen Produk
Menggunakan Program WrapPLS 4.0”. Notebook (Studi Kasus Terhadap
second edition, Universitas Diponegoro Duamerknotebook)”, Skripsi, Universitas
Semarang, 2014 Muhammadiyah Surakarta, 2014

Hamka, “Kualitas Pelayanan Publik: Implikasi Lestari, Vanny Sirnayati, “Pengaruh Gaya
Reorganisasi Kelembagaan Pemerintah Kepemimpinan dan Penerapan Good
Kabupaten/Kota”, STIA LAN Jakarta Corporate Governance terhadap Kinerja
Organisasi”, Jurusan Akuntansi, Fakultas
Hayat, “Konsep Kepemimpinan Dalam Reformasi Ekonomi, Universitas Siliwangi, 2012.
Birokrasi:Aktualisasi Pemimpin Dalam
Pelayanan Publik Menuju Good Lomanjaya, Jacqueline, Meliana Laudi, Deborah
Governance”, Jurnal Borneo Administrator, C. Widjaja, Endo Wijaya Kartika, “Analisis
vol.10, no.1, 2014 Pengaruh Gaya Kepemimpinan
Transformasional dan Transaksional
Islamey, Yanuar Adinda, “Pengaruh pengendalian terhadap Kinerja Karyawan PT. ISS
intern dan total quality management Indonesia Cabang Surabaya di Rumah Sakit
terhadap kepercayaan masyarakat pada Katolik St. Vincentius A. Paulo”,
badan dan lembaga amil zakat di Manajemen Perhotelan, Fakultas Ekonomi,
jabodetabek dengan good governance Universitas Kristen Petra, Surabaya,
sebagai variabel intervening”, UIN Syarif Indonesia, 2013
Hidayatullah Jakarta : Fakultas Ekonomi
dan Bisnis, Prodi Akuntansi, 2014 Mas’oed, Muchtar, “Tumbuhkan Kepercayaan
Publik, Pemerintah Diminta Kedepankan
Jahroni, “Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas”, Seminar
Loyalitas Nasabah Melalui Kepuasan, Nasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Komitmen, Kepercayaan Pada Bank Politik, Universitas Gajag Mada,
Central Asia Tbk”, Jurnal Akuntansi, Yogyakarta, 2004
Manajemen Bisnis dan Sektor Publik
(JAMBSP), Universitas Sunan Giri Mansur, T, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Surabaya, 2009 Kualitas Pelayanan Publik pada Bagian
Bina Sosial Setdako Lhokseumawe,
Junusi, Rahman El, “Implementasi Syariah Universitas Sumatera Utara, Medan, 2008
Governance serta Implikasinya terhadap
Reputasi dan Kepercayaan Bank Syariah”, Marzal, “Ikhlas: Kunci Pelayanan Prima”,
Annual International Conference on Islamic Widyaiswara Muda BDK Palembang
Studies, 2005
Meilianasari, Yeni Dwi, “Analisis Kepercayaan
Khoirusmadi, Ahhmad Shofian, “Analisis Nasabah Pengguna ATM, Jurnal
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Manajemen Bisnis, Vol. 2, No. 0, Edisi
terhadap Kinerja Pegawai dengan Budaya April, Fakultas Ekonomi UMM, 2012
Organisasi sebagai Variabel Intervening
(Studi pada Sekretariat Daerah Pemerintah Nawawi, Juanda, “Membangun Kepercayaan
Kota Pekalongan)”, Universitas dalam Mewujudkan Good Governance”,
Diponegoro, 2011 2007
Kushandajani, “Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rini, Elis Ayudianti Sekar, “Pengaruh Kualitas
dan Peningkatan Pelayanan Publik di Era Pelayanan (Service Quality) terhadap
Otonomi Daerah”, 2005 Kepuasan dan Kepercayaan Konsumen
dalam Memanfaatkan Jasa Lessing Pada
Keputusan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur PT. Bussan Auto Finance Cabang
Negara (MenPAN), “Asas Pelayanan

J. DINAMIKA SOSBUD Volume 17 Nomor 2, Desember 2015 : 270 - 284 283


Pasuruan”, Skripsi, Universitas Jember, Transaksional terhadap Kinerja Organisasi
2014 dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel
Pemoderasi (Studi Empiris Pada
Rofiq, Ainur, “Pengaruh Dimensi Kepercayaan Perusahaan Perbankan Di Kota Padang)”,
(Trust) terhadap Partisipasi Pelanggan E- Universitas Negeri Padang, 2013
Commerce (Studi Pada Pelanggan E-
Commerce Di Indonesia)”, Fakultas Widodo, “Metodelogi Penelitian Manajemen”,
Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang”,
2007 2010

Rorimpandey, Lydia, “Gaya Kepemimpinan Yenny, “Prinsip-Prinsip Good Governance Studi


Transformasional, Transaksional, Tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Good
Situasional, Pelayanan Dan Autentik Governance Dalam Pelaksanaan Pelayanan
Terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Di Publik di Kantor Camat Samarinda Utara
Kecamatan Bunaken Kota Manado”, Jurnal Kota Samarinda”, eJournal Ilmu
EMBA, Vol.1, No.4, 2013 Administrasi Negara, 2013

Sanapiah, A.Aziz, “Dimensi Kepemimpinan Yogi, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan


Aparatur Publik dalam Perspektif Transformasional terhadap Kepuasan Kerja
Pelayanan Publik: Building Trust”, Jurusan melalui Kepercayaan pada Atasan PT.
Administrasi Bisnis STIA LAN Jakarta, Catur Elang Perkasa kota
2007 Surabaya”. Skripsi, Jurusan Manajemen,
Program Studi S1-Manajemen Konsentrasi
Sanusi, Anwar, “Metodelogi Penelitian Bisnis”, Manajemen Sumber Daya Manusia
Salemba Empat, 2014 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Malang, 2011
Saputra, Beny Mahyudi, “Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Transformasional terhadap Yulianti, Wuryanti, “Pengaruh Kepemipinan
Kepuasan kerja melalui Kepercayaan Transformasional, Integritas Perilaku dan
Karyawan pada Atasan (Studi pada STT, Kepercayaan terhadap Pimpinan dalam
STMIK, STBA dan Politeknik Cahaya Peningkatan Kinerja SDM (Studi BLHKP,
Surya)”, Jurnal OTONOMI, vol. 13, no.1, BKPPD dan BPMP Kabupaten Konawe
2013 Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara)”,
Conference in Business, Accounting, and
Setiawan, Eko Yudhi, “Pengaruh Gaya Management, vol.2, no.1, 2015
Kepemimpinan Transformasional dan
Transaksional terhadap Kinerja Karyawan Zulkifli, Irawan, “Kepemimpinan
PT. ISS Indonesia di Rumah Sakit National Transformasional dalam Proses Penerimaan
Surabaya”, e-Jurnal Ilmu Manajemen, dan Proses Seleksi Pemimpin Publik dalam
MAGISTRA, vo.1, no.1, 2015 Menciptakan Kepercayaan Di Indonesia”,
Binus Business Review, vol. 4, no. 1, 2013
Sonni, Joko Agustri, “Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Transformasional dan

284 Gaya Kepemimpinan dan Good Governance Sebagai Upaya Peningkatan Excellent Service
dan Kepercayaan Masyarakat (Studi Kasus Dinperindag Jawa Tengah)