Anda di halaman 1dari 8

BAB II

SMART MASSAGE

A. Profil Smart Massage

Kata massage berasal dari bahasa Arab yaitu "mash" yang bisa diartikan
"menekan dengan lembut", dalam bahasa Yunani disebut "massien" yang berarti
"memijat atau melutut". Massage disebut pula sebagai sebagai ilmu pijat atau
ilmu lutut, para pelakuknya biasa disebut sebagai masseur untuk pria dan
massaeuse untuk wanita. Massage dapat diberikan kepada semua orang tanpa
memandang jenis kelamin dan usia, baik itu laki-laki, perempuan, orang tua,
dewasa maupun anak-anak.
Smart massage adalah klinik seni gerak tangan (jasa pemijatan) yang
bertujuan untuk memelihara kesehatan jasmani. Gerak tangan secara mekanis ini
akan menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi penerimanya. Klinik ini
diperuntukan bagi klien yang sehat ataupun sakit yang berfokus pada kenyamanan
disertai pendidikan kesehatan sesuai keperluan klien. Sebagai salah satu bentuk
pelayanan kesehatan, klinik smart massage ini juga bekerjasama dengan beberapa
instansi rumah sakit di kota palangka raya.

B. Konsep Smart Massage

1. Masase

Terapi pijat (masase) adalah teknik penyembuhan yang diterapkan dalam


bentuk sentuhan langsung dengan tubuh penderita untuk menghasilkan
relaksasi.

Fungsi:

a. Mengurangi ketegangan otot


b. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis
c. Mengkaji kondisi kulit
d. Meningkatkan sirkulasi/ peredaran daerah pada area yang dimasase
Metode:

a. Selang-seling tangan. Masase punggung dengan tekanan pendek, cepat,


bergantian tangan
b. Usap otot bahu dengan setiap tangan anda yang dikerakan secara bersama
c. Masase punggung dengan ibu jari, dengan gerakan memutar sepanjang
tulang punggung dari sakrum ke bahu
d. Masase punggung dengan kedua tangan, denga menggunakan tekanan
lebih halus dengan gerakan ke atas untuk membantu aliran balik vena
e. Tekan punggung secara horisontal. Pindah tangan anda dengan arah yang
berlawanan dengan menggunakan gerakan meremas
f. Tekanan menyikat. Secara halus tekan punggung dengan ujung-ujung jari
untuk mengakhiri masase.

Hal yang perlu diperhatikan:

a. Masase dapat dikerjakan pada saat akan memandikan pasien/ saat mandi,
sebelum tidur, atau bila pasien menghendaki
b. Masase dilakukan selama 5 – 10 menit
c. Efek relaksasi dapat dicapai maksimal bila masase dilakukan sesuai
dengan gerakan pernapasan
d. Perhatikan kemungkinan pasien alergi terhadap minyak atau lotion
e. Hindari pemijatan pada area kemerahan, kecuali bila kemerahan tersebut
hilang waktu dimasase
f. Masase dapat juga dilakukan pada daerah leher, tangan dan kaki
g. Masase dapat merupakan kontraindikasi pada pasien imobilitas tertentu
yang dicurigai mempunyai gangguan penggumpalan darah.
2. Pijat Refleksi
Pijat Refleksi adalah sebuah teknik pemijatan yang dilakukan dengan cara
menekan titik-titik pada kaki, tangan maupun titik-titik tertentu sehingga titik
pijatan tersebut merefleksikan pada anggota tubuh yang dikehendaki. Dalam
melakukan pijat refleksi perawat dapat melakukan penekanan dengan:
a. Alat bantu kayu yang dibentuk tumpul / mirip jari
b. Ujung jari telunjuk
c. Ujung jari telunjuk yang diperkuat dengan jari tengah
d. Ujung ibu jari gelangan pertama ibu jari

Fungsi:
a. Memperbaiki Fungsi kelenjar endokri
b. Memperbaiki metabolisme tubuh
c. Menyeimbangkan fungsi organ-organ tubuh
d. Memperlancar peredaran darah

Hal yang perlu diperhatikan:

a. Tidak dianjurkan pada wanita yang sedang haid


b. Tidak dianjurkan pada wanita hamil trimester pertama
c. Hindari memijat pada bagian tubuh yang trauma (udema, trauma, luka,
dll).
3. Akupresur
Akupresur adalah teknik pemijatan dengan menggunakan tekanan dari jari jari
tangan pada titik-titik tubuh tertentu. Titik tubuh yang dilakukan pemijatan
dengan menggunakan kaidah titik akupuntur tetapi perbedaanya terletak pada
cara penekananya tidak menggunakan jarum namun menggunakan jari-jari
tangan.

Fungsi:
a. Meningkatkan sistem daya tahan tubuh
b. Mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan
c. Membuat relaksasi tubuh dan fikiran
d. Metode terbaik untuk menenangkan kegelisahan dan kecemasan
e. Teknik efektif mengurangi rasa sakit pada persalinan

Hal yang perlu diperhatikan:

a. Hindari melakukan pemijatan pada daerah kulit yang luka, bengkak atau
trauma lainya
b. Setiap titik yang dipijat, perawat harus mengkaji respon klien, apabila
klien merasa terlalu sakit maka kurangi penenkanan
c. Mempertahankan komunikasi terapeutik kepada pasien
d. Pada kasus pasien-pasien yang mempunyai riwayat penyakit tertentu
(darah tinggi, hipertensi dll) lakukan observasi keadaan umum dan tanda-
tanda vital.
4. Pendidikan Kesehatan
Menurut (Notoatmodjo. S, 2003: 20) pendidikan kesehatan adalah proses
untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan. Sedang dalam keperawatan, pendidikan kesehatan
merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu
klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya perawat
berperan sebagai perawat pendidik.
a. Tujuan Pendidikan Kesehatan
Secara umum, tujuan dari pendidikan kesehatan ialah meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan, baik fisik, mental dan sosialnya sehingga produktif secara
ekonomi maupun sosial (Notoatmodjo S, 2003:21).
b. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 27 ) ruang lingkup pendidikan
kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain: dimensi aspek
kesehatan, dimensi tatanan atau tempat pelaksanaan pendidikan
kesehatan, dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan.
c. Aspek Kesehatan

1) Promosi ( promotif )
2) Pencegahan ( preventif )
3) Penyembuhan ( kuratif )
4) Pemulihan ( rehabilitatif )

d. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

1) Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga)


2) Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah, dilakukan di sekolah
dengan sasaran murid.
3) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh
atau karyawan yang bersangkutan.
4) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum, yang mencakup
terminal bus, stasiun, bandar udara, tempat-tempat olahraga, dan
sebagainya.
5) Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan, seperti:
rumah sakit, Puskesmas, Poliklinik rumah bersalin, dan sebagainya.

e. Metode dalam Pendidikan Kesehatan


Metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan dapat berupa:
1) Metode Pendidikan Individual

a) Bimbingan dan penyuluhan


b) Wawancara (interview)

2) Metode Pendidikan Kelompok

a) Ceramah
b) Seminar

3) Metode Pendidikan Massa

a) Ceramah umum
b) Pidato melalui media elektronik.

Metode ini dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, kemampuan perawat


sebagai tenaga pengajar, kemampuan individu/ keluarga/ kelompok/
masyarakat, besarnya kelompok, waktu pelaksanaan pendidikan
kesehatan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

f. Alat Bantu Pendidikan Kesehatan


Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 65 ) pada garis besarnya hanya ada tiga
macam alat bantu pendidikan (alat peraga), yaitu:
1) Alat bantu lihat (visual aids)
2) Alat bantu dengar (audio aids)
3) Alat bantu lihat dengar yang lebih dikenal dengan Audio Visual Aids
(AVA).
C. Rencana Biaya Usaha
Rencana biaya yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut:

Biaya Investasi
1. Tempat Usaha
Rehabilitasi Bangunan Luas 144 m2 Rp 50.000.000
2. Peralatan
a. Peralatan Administrasi
No Uraian Volume Satuan Harga/ sat Jumlah
1 Admit station 1 Unit Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
2 Sofa tamu 1 Unit Rp 5.000.000 Rp 5.000.000

3 Pernak-pernik 50 Macam Rp 10.000.000 Rp 10.000.000


4 Tv di lobby 1 Unit Rp 2.000.000 Rp. 2.000.000
TOTAL Rp22.000.000

b. Peralatan kerja
No Uraian Vol Sat Harga/ sat Jumlah
1 Bed 10 Bh Rp .500.000 Rp5.000.000
2 Kursi 10 Bh Rp 100.000 Rp1.000.000
3 Komputer 1 Bh Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
4 Etalase 1 unit Rp 500.000 Rp .500.000

5 Handuk 30 bh Rp .100.000 Rp .3.000.000

TOTAL Rp 10.500.000

3. Bahan Habis Pakai/ bulan

No Bahan Vol Sat Harga/ sat Jumlah


1 Minyak zaitun 100 ml Rp 20.000 Rp 20.000
2 Minyak telon 200 ml Rp 100.000 Rp 100.000
5 souvenir 30 buah Rp 20.000 Rp 600.000
TOTAL Rp 720.000
4. Biaya Operasi
a. Kebutuhan biaya operasional/ bulan
No Uraian Vol Satuan Harga/sat Jumlah
1 Rekening listrik Rp .200.000
3 PDAM Rp .50.000
TOTAL Rp 250.000

b. Gaji dan Upah Kerja/ bulan


No Uraian Vol Satuan Harga/sat Jumlah
1 leader 1 Orang Rp 1.800.000 Rp 1.800.000
2 terapis 10 Orang Rp 1.000.000 Rp 10.000.000
3 Non terapis 2 Orang Rp .800.000 Rp 1.600.000
TOTAL Rp 12.000.000

JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERHARI Rp .100.000


JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp. 2.400.000
BIAYA INVESTASI USAHA AWAL Rp.95.470.000
BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp 50.000.000
JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 145.470.000

5. Rencana Aliran Kas


Uraian Persiapan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Transaksi
Kas awal bulan Rp145.470.00 Rp.50.000.000 Rp.145.050.00 Rp.337.100.00
0 0 0
Jmlh kunjunga 40x26 80x26 120x26
n
Nilai penjualan Rp 104.000.00 Rp 208.000.00 Rp 312.000.00
0 0 0
Jumlah Rp Rp.350.050.00 Rp
Pemasukan 158.600.000 0 649.100.000
Pembelian Rp32.500.000 - - -
peralatan kerja
dan kantor
Pembelian Rp720.000 Rp 700.000 Rp 700.000 Rp700.000
bahan habis
pakai

Biaya Rp 250.000 Rp 250.000 Rp 250.000 Rp 250.000


operasional
Gaji dan upah Rp 12.000.000 Rp 12.000.000 Rp 12.000.000 Rp 12.000.000
Jumlah Rp Rp. 12.950.000 Rp.12.950.000 Rp12.950.000
Pengeluaran 95.470.000
Saldo Akhir Rp 50.000.000 Rp Rp 337.100.00 Rp.636.150.00
Bulan 145.050.000 0 0

RANCANGAN PENGEMBANGAN DAN INVESTASI


Keuntungan yang diperoleh dari usaha adalah:
Uraian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Hasil Penjualan Rp 104.000.000 Rp 208.000.000 Rp 312.000.000
Biaya Pengeluaran Rp. 12.950.000 Rp. 12.950.000 Rp. 12.950.000
Keuntungan Rp .91.050.000 Rp.195.050.000 Rp.299.000.000

Pengembalian modal 30 Rp 27.315.000 Rp 58.515.000 Rp 89.700.000


%
Pengembangan usaha 30 Rp 27.315.000 Rp 58.515.000 Rp 89.700.000
%
Tabungan 40 % Rp 36.420.000 Rp 78.020.000 Rp 119.600.000

TARIF PIJAT REFLEKSI


Pijat : Rp.75.000
Refleksi : Rp. 100.000

JAM PRAKTEK
Setiap hari buka (kecuali hai jumat libur) mulai jam 10.00 s/d jam 17.00 WIB