Anda di halaman 1dari 3

TUGAS M3 KB3.

1: ANALISIS VIDEO KONSTRUKTIVISTIK

Dalam video kali ini, teacher Toni mencoba menyelesaikan masalah di kelas dengan
menggunakan teori belajar Konstruktivistik.

Setelah Bapak/Ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah belajar
dengan teori Konstruktivistik, cobalah Bapak/Ibu membuat simpulan sebanyak 1 halaman
tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori Konstruktivistik dalam
pembelajaran? Berikan pula komentar Bapak/Ibu terhadap penerapan strategi tersebut.

Isi video :

Guru toni menghadapai permasalahan dalam pembelajaran, siswa kurang memperahatikan


guru, siswa malas belajar, siswa tidak tertarik dalam pembelajaran, siswa mengantuk. Guru toni
mencoba alternatif sistem pembelajaran konstruktivistik (contructivism). .Konstruktivisme adalah
teori yang menyamakan pembelajaran dengan menciptakan makna dari pengalaman. belajar lebih
berarti bagi siswa ketika mereka mampu berinteraksi dengan masalah atau konsep.
konstruktivisme dapat membantu melibatkan dan memotivasi siswa Anda dengan membuat
mereka mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran. konstruktivisme
menggunakan strategi pengajaran interaktif untuk menciptakan konteks makna yang membantu
siswa membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Guru toni mencoba berpikir dari beberapa alternatif stategi pembeljaran, kemudian guru
tony mencoba mengajukan pertanyaan : bagaimana kita bisa mengurangi limbah untuk membantu
mempertahankan sumber daya bumi?

Guru tony mencari sumber sumber pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran


dengan strategi konstruktivistik. Mencari bahan-bahan materi pembelajaran limbah ayang ada di
bumi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad
21 seperti pemanfaatan laptop, komputer, gagdet, internet dan aplikasi pendukung skype dan e-
learning yang lain. Menetapkan Tujuan : yang pertama pemecahan masalah, kedua keterampilan
berpikir tinggi, dan ketiga kerja kolaboratif.
Komentar :

Menurut teori konstruktivime pengetahuan tidak dapat di transfer begitu saja dari pikiran
guru kepada pikiran siswa artinya, siswa harus aktif secara mental membangun struktur
pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Konstruktivistik merupakan
metode pembelajaran yang lebih menekankan pada proses dan kebebasan dalam menggali
pengetahuan serta upaya dalam mengkonstruksi pengalaman atau dengan kata lain teori ini
memberikan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan
atau teknologi, dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri. Dalam proses
belajarnya pun, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan
bahasa sendiri, untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga siswa menjadi lebih kreatif dan
imajinatif serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Ada beberapa keunggulan dari teoti ini yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi
gagasan dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.,
memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan
kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka
tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong
untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa, memberi
siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir
kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-
gagasanpada saat yang tepat, memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru
agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks,
baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi siswa untuk menggunakan
berbagai strategi belajar,mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan merka setelah
menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan
gagasan mereka, memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa
mengungkapkan gagasan, saling menyimak, dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang
benar.

Pemebelajaran konstruktivistik juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut :


kesulitan memberikan contoh-contoh konkrit dan realistik dalam proses pembelajaran,
memerlukan lebih banyak waktu, Belum adanya alat-alat laboratorium yang cukup memadai untuk
jumlah siswa yang besar, Siswa membuat pengetahuan dengan ide mereka masing-masing, oleh
karena itu pendapat siswa berbeda dengan pendapat para ahli, menanamkan supaya siswa
membangun pengetahuannya sendiri, hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama. Apalagi untuk
siswa yang malas,