Anda di halaman 1dari 14

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III
BATCH I BANDUNG

NAMA : YULIUS IFAN TODING


NIP : 199011152018021001
UNIT KERJA : BALAI BENDUNGAN

CORE ISSUE : “MASIH ADA PEGAWAI YANG TIDAK LOYAL TERHADAP


PEKERJAAN KARENA TIDAK MENGETAHUI TUSINYA”

COACH : Ir. MUAZZIN, MT.


MENTOR : ANISSA MAYANGSARI, ST, MPSDA.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN


RAKYAT
(PUPR)

I
DAFTAR ISI
JUDUL .................................................................................. I
DAFTAR ISI .......................................................................... II
BAB I PENDAHULUAN ........................................................ 1
1.1. Latar Belakang ........................................................... 1
1.2. Rumusan Isu............................................................... 2
1.3. Tujuan Kegiatan ......................................................... 2
1.4. Manfaat Kegiatan........................................................ 3
1.5. Analisis Isu Strategis ................................................. 3
BAB II ANALISIS ISU ........................................................... 5
2.1. Gagasan Isu ................................................................ 5
2.2. Tahapan Kegiatan ...................................................... 6
2.3. Dampak Solusi Mengatasi Isu ................................... 9
2.4. Nilai-Nilai Yang Diaktualisasikan .............................. 9
 Akuntabilitas............................................................... 9
 Komitmen Mutu .......................................................... 9
2.5. Jadwal Rencana Kegiatan Kesimpulan .................... 11
2.6. Kesimpulan ................................................................. 12

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai:
1. Pelaksana kebijakan publik;
2. Pelayan publik; dan
3. Perekat dan pemersatu bangsa.
Dalam menjalankan fungsinya, ASN wajib mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar profesi ASN dalam keseharian kerjanya. Sesuai dengan amanat
undang-undang, untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar tersebut ke
dalam setiap ASN, maka calon ASN harus mengikuti tahapan pelatihan
dasar.
Sistem pembelajaran pada Pelatihan Dasar (latsar) Calon Pegawai
Negeri Sipil Batch I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
menuntut setiap peserta pelatihan dasar untuk mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar profesi ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi yang disingkat menjadi ANEKA. Melalui
proses pembelajaran aktualisasi ini, seluruh atau beberapa nilai dasar dan
kedudukan dan peran ASN akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan
peserta latihan dasar, setiap peserta harus menemukan dan
mengungkapkan makna dibalik penerapan nilai-nilai dasar dan kedudukan
dan peran ASN tersebut pada pelaksanaan setiap kegiatan yang telah
dirancang oleh peserta pelatihan dasar di tempat tugas. Salah satu tahap
penting dalam proses Latsar ini adalah agenda habituasi dan aktualisasi
nilai-nilai dasar ANEKA di instansi asal peserta. Melalui tahap ini para
peserta diharapkan mampu menerapkan nilai -nilai dasar ANEKA ketika
menjalankan tugas di masing-masing instansi.
Aparatur sipil Negara (ASN) sebagai unsur utama sumber daya
manusia mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Melaksanakan tugas
dan tanggungjawab dalam bekerja merupakan suatu kewajiban yang harus
dipenuhi masing-masing pegawai. Bekerja bukan hanya sekedar
memperoleh penghasilan, akan tetapi bekerja merupakan pengabdian
kepada bangsa dan negara untuk melayani masyarakat demi terwujudnya
masyarakat yang sejahtera dan harus dilandasi dengan norma yang ada
dalam tempat bekerja. Bekerja membuat seseorang memperoleh suatu
pengalaman, baik pengalaman manis maupun pengalaman pahit.
Pengalaman manis dapat membuat pegawai termotivasi dan merasa

1
nyaman dalam bekerja, namun bila pegawai belum paham mengenai tugas
dan fungsinya sebagai pegawai maka itu akan menurunan motivasi untuk
bekerja yang dapat berakibat terhadap produktivitas kerja pegawai
terhadap instansi tersebut.
Suatu pekerjaan merupakan amanah yang diberikan kepada kita
terutama kita sebagai ASN untuk membangun bangsa dan negara, namun
pada kenyataannya masih ada pegawai yang tidak loyal terhadap pekerjaan
karena tidak mengetahui tugas dan fungsinya dalam bekerja. Tugas dan
fungsi pegawai dalam bekerja perlu disadari dan diingat oleh masing-
masing pegawai untuk menumbuhkan loyalitas terhadap pekerjaan,
sehingga dalam bekerja pegawai memahami tugas dan fungsinya sebagai
pelayan publik.
Dalam upaya meningkatkan loyalitas pegawai terhadap pekerjaan
maka perlunya sosialisasi tentang tugas dan fungsi masing-masing unit
kerja sehingga dapat mengingatkan kembali apa yang harus di kerjakan
oleh pegawai tersebut. Dalam penyelesaian isu “masih ada pegawai yang
tidak loyal terhadap pekerjaan karena tidak mengetahui tugas dan
fungsinya” maka saya mengangkat alternative sosuli ”Peningkatan loyalitas
pegawai terhadap pekerjaannya” melalui pemasangan tugas dan fungsi di
masing-masing unit kerja.
1.2. Rumusan Isu
a. Masih ada pegawai yang tidak mengetahui tusinya dalam bekerja
Pegawai tidak mengetahui tugas dan fungsinya dalam bekerja, dapat
disebabkan oleh diri pegawai itu sendiri yang acu tak acu/ malas tahu
dan bisa juga dari pengaruh lingkungan sekitar yang sudah menjadi
budaya dalam unit kerja tersebut sehingga tidak mementingkan
pemahaman tentang tusi dalam bekerja.
b. Belum adanya suatu wadah untuk mengingatkan tusi masing-masing
unit kerja
Pegawai memiliki karakter yang berbeda-beda dalam memahami tusi
masing-masing, serta adanya pegawai yang lupa akan tusi karena
faktor kesibukan dan juga faktor umur, sehingga perlu ada suatu
wadah/ fasilitas untuk mengingatkan kembali tusi tersebut setiap saat
di setiap unit kerja.
1.3. Tujuan Kegiatan
a. Mengingatkan kembali tusi masing-masing unit kerja
b. Menumbuhkan loyalitas pegawai terhadap pekerjaan
c. Meningkatkan kinerja pegawai setelah memahami tusi masing-masing
d. Meningkatkan kerja sama antar pegawai karena memiliki tusi yang
sama dalam satu unit kerja meskipun pekerjaan yang diberikan oleh
pimpinan berbeda karena pekerjaan tersebut merupakan bagian dari

2
tusi unit kerja sehingga perlu adanya kerja sama antar pegawai dalam
mencapai satu tujuan bersama.
1.4. Manfaat Kegiatan
Manfaat yang akan dicapai dalam kegiatan aktualisasi adalah penulis
mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA di tempat tugas dan
menjadi kebiasaan dan merasakan manfaat sehingga penulis dapat
menjadi PNS yang profesional dan dapat menyumbangkan ide atau
gagasan untuk organisasi dalam mempercepat proses perencanaan
pembangunan bendungan.
1.5. Analisis Isu Strategis
Isu-isu yang ada di balai bendungan yaitu:
1. Kurangnya rasa kebersamaan pegawai dalam mengikuti program
senam pagi setiap hari jumat
2. Masih ada pegawai yang tidak loyal terhadap pekerjaan karena tidak
mengetahui tusinya
3. Pegawai yang tidak loyal karena tidak kompeten dalam bidang tugas
Kriteria pemilihan isu
Dari beberapa isu yang telah dibahas tersebut selanjutnya dilakukan
penetapan isu untuk diangkat dalam kegiatan aktualisasi. Penetapan isu
tersebut dilakukan dengan pendekatan analisis APKL yaitu:
a. Aktual: isu yang benar-benar terjadi dan uptudate
b. Problematik: keadaan yang terjadi dalam isu tersebut tidak sesuai
dengan harapan
c. Kekhalayakan: permasalahan tersebut menyangkut kepentingan
banyak pihak
d. Kelayakan: layak dan realistis untuk diselesaikan sesuai dengan tugas
peserta Latsar dan mampu untuk diselesaikan dalam rentang waktu
yang disediakan

3
Tabel 1.1.Teknik Tapisan APKL
No Identifikasi Isu Aktual Problematik Kekhalayakan Layak Total

1 Kurangnya rasa 3 2 3 3 12
kebersamaan pegawai
dalam mengikuti program
senam pagi setiap hari
jumat

2 Masih ada pegawai yang 3 4 4 3 14


tidak loyal terhadap
pekerjaan karena tidak
mengetahui tusinya

3 Pegawai yang tidak loyal 3 3 4 3 13


karena tidak kompeten
dalam bidang tugasnya

Keterangan:
1 = Sangat Kecil
2 = Kecil
3 = Sedang
4 = Besar
5 = Sangat Besar

4
BAB II
ANALISIS ISU
2.1. Gagasan Isu
Pembuatan papan tusi dimasing-masing unit kerja
Tugas dan fungsi balai bendungan
Balai Bendungan
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 72
1. Balai Bendungan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
2. Balai Bendungan dipimpin oleh seorang Kepala.
3. Wilayah kerja Balai Bendungan meliputi seluruh wilayah Indonesia.
Pasal 73
Balai Bendungan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan
bimbingan teknis bendungan serta pemantauan perilaku bendungan.
Pasal 74
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73, Balai
Bendungan menyelenggarakan fungsi:
a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyusunan program;
b. pengkajian bendungan untuk mendapatkan persetujuan;
c. inspeksi berkala dan luar biasa;
d. pelaksanaan analisa perilaku bendungan;
e. penyiapan bimbingan teknis bendungan;
f. pelaksanaan kerjasama dengan instansi terkait dan pihak pemilik bendungan;
g. penyebarluasan dan pemberian bimbingan bendungan;
h. penyusunan peraturan, pedoman, petunjuk teknis bendungan;
i. inventarisasi, registrasi dan klasifikasi bahaya bendungan;
j. pelaksanaan penyusunan laporan akuntansi keuangan dan akuntansi barang
milik negara; dan
k. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Susunan Organisasi
Pasal 75
Susunan organisasi Balai Bendungan, terdiri atas:
a. Subbagian Tata Usaha;
b. Seksi Program dan Evaluasi;
c. Seksi Pemantauan Bendungan;
d. Seksi Kajian Bendungan, Data dan Informasi; dan
e. Kelompok Jabatan Fungsional.

5
Pasal 76
1. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelayanan administrasi
kepada semua unsur di Balai Bendungan.
2. Seksi Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan
peraturan, pedoman dan petunjuk teknis keamanan bendungan, rencana
kajian dan pemantauan bendungan, evaluasi perilaku bendungan,
penyusunan program dan anggaran serta evaluasi kinerja.
3. Seksi Pemantauan Bendungan mempunyai tugas melakukan inspeksi
berkala, inspeksi luar biasa/khusus dan evaluasi data pemeriksaan
bendungan.
4. Seksi Kajian Bendungan, Data dan Informasi mempunyai tugas pengkajian
pembangunan bendungan, penganalisa perilaku bendungan, penyiapan
bimbingan teknis dan pemberian bimbingan keamanan bendungan, serta
melakukan pengumpulan/pengolahan data bendungan serta penyebarluasan
informasi bendungan dan peraturan/pedoman bendungan.
Lokasi
Pasal 77
Balai Bendungan berlokasi di Jakarta Selatan, DKI Jakarta
2.2. Tahapan Kegiatan
Dalam mencapai tujuan dari kegiatan diatas ada beberapa tahapan yang
harus dilakukan agar bisa terlaksana dengan baik antara lain:
a. Konsultasi dengan mentor dan coach
b. Mencari tusi balai bendungan menurut permen Nomor: 20/Prt/M/2016
c. Konsultasi dengan kepala unit kerja terkait tusi masing-masing
d. Merangkum tusi masing-masing unit kerja di balai bendungan
e. Mengkoordinasikan dengan pimpinan/ mentor apakah tusi tersebut sudah
sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing unit.
f. Membuat design latar tusi sehingga lebih menarik
g. Membuat/ pengadaan wadah tempat pemasangan tusi
h. Pemasangan papan beserta tusinya di masing-masing unit
i. Koordinasi dengan pimpinan/ mentor

6
Unit Kerja : Balai bendungan
Identifikasi Isu : Loyalitas pegawai
Isu yang Diangkat : Masih ada pegawai yang tidak loyal terhadap pekerjaan karena tidak mengetahui tusinya
Gagasan Pemecahan Isu : Peningkatan loyalitas pegawai terhadap pekerjaannya dengan mengingatkan tusi masing-masing unit kerja.

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
Mata Pelatihan Visi-Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Sosialisasi Konsultasi dengan mentor dan Saran terkait a. akuntabilitas
tusi coach isu b. Komitmen mutu
Mencari tusi balai bendungan File permen Komitmen mutu
menurut permen Nomor: Nomor:
20/Prt/M/2016 20/Prt/M/2016
Konsultasi dengan kepala unit Notulen tusi a. akuntabilitas
kerja terkait tusi masing-masing masing-masing b. Komitmen mutu
unit kerja
Merangkum tusi masing-masing Rangkuman Komitmen mutu
unit kerja di balai bendungan Tusi
Mengkoordinasikan dengan penyetujuan a. Akuntabilitas
pimpinan/ mentor apakah tusi mengenai b. Komitmen mutu
tersebut sudah sesuai dengan rangkuman
tugas dan tanggungjawab tusi masing-
masing-masing unit. masing unit
kerja

7
Membuat design latar tusi Papan tusi Komitmen mutu
sehingga lebih menarik lebih menarik
untuk dibaca
oleh masing-
masing
pegawai
Membuat/ pengadaan wadah Papan tusi Komitmen mutu
tempat pemasangan tusi beserta tusinya
Pemasangan papan beserta Papan tusi Komitmen mutu
tusinya di masing-masing unit terpasang di
masing-masing
unit kerja
Koordinasi dengan pimpinan/ Penyetujuan a. Akuntabilitas Peningkatan loyalitas a. inovasi
mentor terlaksananya b. Komitmen mutu pegawai terhadap b. Efektifitas
aktualisasi pekerjaannya pekerjaan
c. Efisiensi waktu
sehingga mendorong
kerja dalam
kinerja dari pegawai menyelesaikan
meningkat. suatu tugas
dengan baik

8
2.3. Dampak Solusi Mengatasi Isu
Setelah pemasangan tusi, pegawai diharapkan mau dan mampu mengingat
tusinya dimasing-masing unit kerja. Dalam pelaksanaan tugas dan
tanggungjawab mampu mengimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari,
sehingga pegawai tersebut dapat menghadirkan inovasi dan kreatifitas serta
efektifitas dan efisiensi dalam bekerja untuk mendukung kemajuan instansi dalam
pembangunan infrastruktur dalam hal ini Balai Bendungan lewat pembangunan
bendungan.
2.4. Nilai-Nilai Yang Diaktualisasikan
 Akuntabilitas
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab.
Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki makna yang berbeda.
Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab. Akuntabilitas adalah
suatu kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Dengan mengingatkan
kembali tusi masing-masing unit kerja pegawai diharapkan mampu meningkatkan
kinerjanya sebagai tanggungjawab yang harus dilaksanakan.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas publik
memiliki tiga fungsi utama ( Bovens, 2007), yaitu untuk menyediakan kontrol
demokratis ( peran demokratis ); untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan
kekuasaan (peran konstitusional ); dan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas ( peran belajar ).
Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu : akuntabilitas vertical
(pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas
horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk memenuhi
terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas kejujuran dan hukum,
akuntabilitas proses, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijakan.
 Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang
apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti
dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.
Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi,
inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelayanan publik.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus
diperhatikan yaitu :
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas
organisasi tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana)

9
mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur
dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
b. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil
tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat
ketepatan realiasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar
alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai
aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan
tugas rutin.
d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan
kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan
melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar
untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk
mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.

10
2.5. Jadwal Rencana Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi direncanakan sesuai jadwal, yakni pada tanggal 20 Juni 2018 sampai
dengan 24 Agustus 2016 bertempat di Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan jadwal sebagaimana tercantum pada tabel berikut.

Tabel 2.1.jadwal aktualisasi

Jadwal Aktualisasi
Bulan Juli Bulan Agustus
No Kegiatan 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 Konsultasi dengan mentor dan coach
2 Mencari tusi balai bendungan menurut permen Nomor: 20/Prt/M/2016
3 Konsultasi dengan kepala unit kerja terkait tusi masing-masing
4 Merangkum tusi masing-masing unit kerja di balai bendungan
5 Mengkoordinasikan dengan pimpinan/ mentor
6 Membuat design latar tusi sehingga lebih menarik
7 Membuat/ pengadaan wadah tempat pemasangan tusi
8 Pemasangan papan beserta tusinya di masing-masing unit
9 Koordinasi dengan pimpinan/ mentor

11
2.6. Kesimpulan
Peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan rancangan pemecahan
masalah dari isu yang ada di unit kerja masing-masing. Dari rancangan
kegiatan untuk pemecahan isu, peserta diharapkan mengimplementasikan
nilai-nilai ANEKA untuk mendukung aktualisasi serta tetap berkoordinasi
dengan pimpinan/ mentor untuk mendapatkan saran-saran maupun kritikan
dalam melaksanakan rancangan aktualisasi.

12