Anda di halaman 1dari 2

Kerangka teori dan kerangka konsep sebaiknya di visualisasikan.

selanjutnya, visualisasi
harus lurus diikuti dengan narasi tentang bagaimana “membaca”dan “memaknakan”konsep
baru,yang dibuat oleh peneliti.

Contoh narasi konsep baru menjadi sebagai berikut : peneliti ini mengambil teori dari
fallon dan Mc gregor sebagai dasar ilmiah untuk meneliti perilaku organisasi di yayasan
X/UPTD.Dari hasil penelitian polan(nama fiktif)pada tahun 2011 di lima rumah sakit umum
daerah di lima kabupaten Indonesia,ia menemukan bahwa ternyata budaya organisasi ala
Indonesia kuat pengaruhnya terhadap perilaku organisasi rumah sakit yang ditelitinya. Pengaruh
ini kuat terasa pada kabupaten-kabupaten yang masih kental budaya kebapakan dan direktur
rumah sakit masih ada hubungan keluargaan dengan bupati setempat. Dalam sarannya, polan
merekomendasikan bawha variable budaya organisasi Indonesia perlu kiranya diikutsertakan bila
meneliti tentang perilaku organisasi, terutama di Indonesia. Sebagai kesimpulan,dalam
menyusun kerangka konsep untuk penelitiannya,peneliti dimasukkan variable baru yaitu variable
budaya organisasi Indonesia.

PEMBALAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI URAIAN TENTANG KERANGKA


TEORI DAN KERANGKA KONSEP

a. Hampir selalu sebuah penelitian mempunyai teori sebagai landasan ilmiahnya


b. Pencarian teori dilakukan melalui telaah pustaka,dan pencarian tersebut dari awal sudah
difokuskan kepada masalah dan tujuan penelitian yang sudah dipersiapkan oleh peneliti
c. Teori yang sudah ada ditentukan tidak oleh kapan teori tersebut diciptakan, melainkan
ditentukan oleh kebaruan teori tersebut. Sampai detik ini misalnya, belum ada teori lain
yang mengantitesiskan teori gravitasi dari Sir Isaac Newton masih sah untuk di ambil.
Anderson terus mengembangkan teorinya tentang Health Service Utilization,sehingga
terdapat teori Anderson yang diciptakan tahun 1962, kemudian teori Anderson tentang
hal yang sama pada tahun 1972 dan seterusnya. Dalam ini selalu usahakan mencari teori
Anderson yang paling mutakhir dan usahakan mencari sumber aslinya. Bila sumber asli
sulit di peroleh,dapat mengutip teori Anderson (kalau bias yang mutakhir) dari penelitian
terdahulu, namun harus tetap mencantumkan sumber kutipan. Bila melakukannya melalui
kutipan, di anjurkan berhati-hati terutama bila mengutip dari penelitian terdahulu yang
berbahasa Indonesia sebab teori Anderson yang asli adalah berbahasa inggris. Mengutip
teori Anderson dalam bahasa Indonesia merupakan pilihan terakhir sebab bias saja teori
Anderson yang ditulis dalam bahasa Indonesia tidak sepenuhnya tepat seperti teori
aslinya yang berbahasa inggris.
d. Teori yang terpilih dan di anggap relevan dengan masalah dan tujuan penelitian bias lebih
dari satu jumlahnya.
e. Setiap kali mendapat teori relevan, selalu cantumkan nama penggagas teori tersebut dan
sumber informasinya.
f. Telaah pustaka dan kemudian di lanjutkan dengan membaca dan menelaah laporan-
laporan penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian peneliti.
Catat hasil penelitian yang mencakup variable-variabel mana yang bermakna. Telaah
saran peneliti terdahulu untuk membaca rekomendasi mereka.
g. Berdasar teori-teori yang sudah ada, dan hasil serta saran peneliti terdahulu, susun konsep
baru yang peneliti anggap paling “pas” dan cocok untuk dijadikan konsep penelitiannya.
Konsep “baru” ini tidaklah selalu berbeda dengan teori yang ada. Banyak peneliti tidak
melakukan modifikasi apapun pada teori yang sudah ada, dpl. Teori yang sudah ada
dipakai sebagai landasan ilmiah penelitiannya. Jadi,konsep baru bias memakai teori yang
sudah ada dan asli tetapi juga bisa dengan menyusun konsep baru yang merupakan
perpaduan dari teori-teori yang sudah dibaca dan hasil serta saran peneliti terdahulu.
Konsep baru berguna sekali sebab akan terlihat dengan jelas variable-variabel apa saja
yang akan di teliti. Kerangka konsep bisa diartikan sebagai visualisasi hubungan antara
dua variable atau lebih. Pada umumnya terdapat satu variable dependen dan lebih dari
satu variable independen. Karena kerangka konsep menggambarkan hubungan,maka ada
arah hubungan. Lazimnya, arah hubungan adalah dari variable bebas ke variable terikat.
h. Konsep baru menjadi landasan untuk penegakan hipotesis. Bila kelak konsep baru
terbukti sah dan dapat dipertanggungjawabkan, maka konsep baru ini akan menjadi
sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bentuk sebuah teori yang baru.
Pada contoh di atas, bila kelak terbukti (melalui berbagai penelitian senada yang di
lakukan pada berbagai institusi organisasi rumah sakit di Indonesia dan sesudah melalui
proses meta-analisis) bahwa secara konsisten budaya organisasi ala Indonesia selalu
memberikan hubungan yang bermakna dengan perilaku organisasi, maka mungkin saja
konsep ini akan menjadi teori baru berjudul:perilaku organisasi ala Indonesia.

Sambas Ali Muhidin, 2011, Panduan Praktis Memahami Penelitian, Bandung: Pustaka Setia.