Anda di halaman 1dari 97

TOP SECRET

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

focus team
PUSKESMAS

• Puskesmas diatur dalam Kepmenkes RI No.


128/Menkes/SK/II/2004 dengan isi Puskesmas adalah
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembinaan kesehatan di suatu
wilayah kerja.

TOP SECRETPelayanan kesehatan yang diberikan di
Puskesmas adalah pelayanan menyeluruh yang meliputi
upaya promotif (peningkatan kesehatan), preventif
(upaya pencegahan), kuratif (pengobatan) dan
rehabilitative (pemulihan kesehatan).Keempat jenis
pelayanan dasar tersebut bersifat integratif, baik
personal maupun program melalui Upaya Pokok
Kesehatan (UPK).
PUSKESMAS
• Upaya Pokok Kesehatan (UPK) dibagi menjadi Upaya
Pokok Kesehatan Wajib atau Basic Six dan Upaya
Pokok Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan
wajib/ Basic Six yaitu :
• (1) Promosi Kesehatan
• (2) Kesehatan Lingkungan

TOP SECRET
• (3) Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana
(KIA dan KB)
• (4) Peningkatan Gizi
• (5) Penanggulangan Penyakit Menular/P2M
• (6) Pengobatan Dasar

Sedangkan upaya kesehatan pengembangan adalah


upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan
kesehatan yang ditemukan dimasyarakat serta yang
disesuaikan dengan kemampuan puskesmas.
UPK Program Gizi

– Pemantauan pertumbuhan balita


– Pengukuran lingkar lengan atas wanita usia
subur dan ibu hamil

TOP SECRET
– Pemberian Fe 30 tablet (Fe 1) pada ibu hamil
– Pemberian Fe 30 tablet (Fe 3) pada ibu hamil
– Pemberian vitamin A pada ibu nifas
– Penimbangan balita di posyandu
UPK Pelayanan Dasar

• Poliklinik
- Pelayanan Tingkat Dasar
- Kunjungan pasien dan jaminan yang
digunakan.
- Rujukan Pasien

TOP SECRET
• Apotek
- Pelayanan Rutin di Apotik
- Membuat permintaan obat
• Laboratorium
- Pelayanan rutin di Puskesmas
UPK Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga
Berencana (KB)

• Cakupan Kunjungan K1 dan K4


• Cakupan Ibu Hamil dengan Komplikasi yang
Ditangani
• Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Bidan

TOP SECRET
atau Tenaga Kesehatan
• Cakupan Pelayanan Ibu Nifas
• Cakupan Neonatal dengan Komplikasi
• Cakupan Kunjungan Bayi
• Cakupan Pelayanan Anak Balita
UPK Promosi Kesehatan

• Pertemuan Kader
• Penyuluhan Di Kelompok Masyarakat
• Penyuluhan di Sekolah
• Pertemuan Desa Siaga


TOP SECRET
Survey PHBS Rumah Tangga
Media Promosi Kesehatan (Spanduk dan Poster
)
• Penyuluhan perorangan
UPK Penanggulangan Pemberantasan Penyakit
Menular (P2P)

• Surveilans
• Imunisasi
• Penanggulangan TB
• Penanggulangan Kusta

TOP SECRET
Penanggulangan DBD
UPK Kesehatan Lingkungan

• Kerjasama dengan lintas sektor (Linsek) terkait


untuk pengawasan dan pemeriksaan tempat-
tempat umum (TTU).
• Pengawasan dan Pemeriksaan tempat

TOP SECRET
penjualan makanan (TPM).
• Pengawasan dan Pemeriksaan tempat
pembuangan sampah (TPS).
• Pengawasan dan Pemeriksaan Sarana Air
Bersih (SAB).
• Pemeriksaan air PDAM.
Menetapkan prioritas masalah
• Ada beberap teknik atau metode yang dapat digunakan untuk
menetapkan prioritas masalah baik dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif maupun kualitatif sebagai berikut:
• A. Metode Kuantitatif
– 1. Teknik Kriteria Matriks
– 2. Metode Delbeq
– 3. Metode Hanlon (Kuantitatif)


TOP SECRET




4. Metode Hanlon (Kualitatif)
5. Metode CARL
6. Metode Reinke
7. Metode Bryant
B. Metode Kualitatif
– 1. Metode Delphi
– 2. Metode Diskusi atau Brainstorming Technique
– 3. Metode Brainwriting
• Disebut juga cara ekonometrik. Dalam metode ini parameter
diletakkan pada kolom dan dipergunakan kriteria untuk penilaian
masalah yang akan dijadikan sebagai prioritas masalah. Kriteria
yang dipakai ialah:
1. Magnitude : Berapa banyak penduduk yang terkena masalah

TOP SECRET
2. Severity : Besarnya kerugian yang timbul yang ditunjukan
dengan case fatality rae masing-masing
3. Vulnerability: Menunjukan sejauh mana masalah tersebut
4. Community and political concern : Menunjunkan sejauh mana
masalah tersebut menjadi concern atau kegusaran masyarakat dan
para politisi
5. Affordability : Menunjukan ada tidaknya dana yang tersedia
Parameter diletakkan pada baris atas dan
masalah-masalah yang ingin dicari prioritasnya
diletakkan pada kolom. Pengisian dilakukan dari

TOP SECRET
satu parameter ke parameter lain. Hasilnya
didapat dari perkalian parameter tersebut.
• Pada metode ini parameter diletakkan pada baris dan harus ada
kesepakatan mengenai kriteria dan bobot yang akan
digunakan. Metode ini memakai lima kriteria untuk penilaian

TOP SECRET
masalah tetapi masing-masing kriteria diberikan bobot
penilaian dan dikalikan dengan penilaian masalah yang ada.
Cara untuk menentukan bobot dari masing-masing kriteria
dengan diskusi, argumentasi, dan justifikasi
Emergency : Kegawatan menimbulkan
kesakitan atau kematian
Greetes member : Menimpa orang banyak,

TOP SECRET
Expanding scope
insiden/prevalensi
: Mempunyai ruang
lingkup besar di luar kesehatan
Feasibility : Kemungkinan dapat/tidaknya
dilakukan
Policy : Kebijakan pemerintah daerah
/nasional
1.Kelompok kriteria A = besarnya masalah
• Besarnya persentase penduduk yang menderita langsung karena
penyakit tersebut
• Besarnya pengeluaran biaya yang diperlukan untuk mengatasi
masalah tersebut

TOP SECRET
• Besarnya kerugian lain yang diderita
2. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah yaitu tingginya
angka morbiditas dan mortalitas, kecendrungannya dari waktu ke
waktu
3. Kelompok kriteria C = kemudahan penanggulangan masalah
dilihat dari perbandingan antara perkiraan hasil atau manfaat
penyelesaian masalah yang akan diperoleh dengan sumber daya
(biaya, sarana dan cara) untuk menyelesaikan masalah. Skor 0-10
(sulit – mudah)
• Kelompok kriteria D = Pearl faktor, dimana :
P = Propriatness (kesesuaian masalah dengan prioritas
berbagai kebijaksanaan / program / kegiatan instansi /
organisasi terkait
E = Economic feasibility (kelayakan dari segi

TOP SECRET
pembiayaan)
A = Acceptability (suatu penerimaan masyarakat dan
instansi terkait / instansi lainnya
R = Resource availability (ketersediaan sumber daya untuk
memecahkan masalah : tenaga, sarana / peralatan, waktu)
L = Legality (dukungan aspek hukum / perundang-
undangan / peraturan terkait seperti peraturan
pemerintah/juklak/juknis/protap)
TOP SECRET
EPIDEMIOLOGI
1. EPIDEMI
2. ENDEMIK
3. PANDEMIK
focus team
EPIDEMI

• Meningkatnya jumlah penyakit


• secara tidak lazim
• dalam suatu daerah dan waktu tertentu
• SKALA NASIONAL
• TOP SECRET
contoh : epidemi kolera di Kongo
Epidemi mirip KLB/outbreak
-epidemi utk kasus jarang dan berskala
nasional
-outbreak untuk kasus biasa dan berskala
lokal(DBD)
ENDEMIK

• selalu adanya penyakit di suatu wilayah


tertentu
• prevalensi besar
• contoh : malaria
TOP SECRET
Pandemi

• Penyebaran penyakit melampaui batas


geografis
• contoh : H5N1

TOP SECRET
Tipe Outbreak/KLB

• Common Source Outbreak


– pasien terpapar agen penyebab yang umum
(makanan). dibagi menjadi point source dan
continue source.

TOP SECRET
• Point Source Outbreak
– jika agen paparan tunggal, terpapar hanya 1
kali, dan semua yang terpapar mengalami
gejala.(inkubasi pendek)
– contoh : keracunan makanan setelah pesta,
polusi
Tipe Outbreak/KLB
• Continue Source Outbreak
– gejala muncul jika paparan berkali-kali (continue) atau
jika paparan multipel
– kurva dengan berbagai puncak
– contoh : Diare& Disentri

TOP SECRET
• Propagated Source Outbreak
– jika penyebarannya dari orang ke orang
(bukan lewat benda)(inkubasi panjang)
– contoh : wabah difteri
STEPS OF AN OUTBREAK INVESTIGATION

• konfirmasi/menentukan dx dan identifikasi


penyebab
• menentukan KLB/bukan
• jika KLB (+)--> lapor dinkes form W1 (dlm 24
jam)
TOP SECRET
• identifikasi hubungan disease dgn orang, waktu,
tempat
• studi epidemiologi dan menentukan hipotesis
• uji hipotesis, analisa statistik dan kesimpulan
• intervensi/menanggulangi masalah
• menyampaikan hasil berupa laporan KLB
Level Pencegahan
(Pencagahan masalah kesehatan)
• Primer (pada orang yang belum sakit)
– health promotion : penyuluhan
– specific protection : masker, vaksinasi
• Sekunder (orang yang sudah sakit)

TOP SECRET
– early diagnosis : skrining TB pada keluarga pasien
– Prompt treatment : shigellosis diterapi dengan
antibiotik
• Tersier
– disability limitation:
– Rehabilitasi : pengembalian fungsi sosial dan biologis
Rehabilitasi Medik

• Tujuan --> mengembalikan fungsi sosial


pasien seperti sedia kala
• tujuan rehabilitasi ditentukan oleh pasien.
pasien ingin apa, lalu dokter yang
TOP SECRET
memprogramkan kemungkinan terbaik
• program rehabilitasi dibuat oleh dokter
5 level pencegahan health problem

• Level 1
– Health promotion
• Level 2
– Specific protection
TOP SECRET
• Level 3
– Early diagnosis & prompt treatment
• Level 4
– Disability limitation
• Level 5
– Rehabilitation
Health promotion target
• Primer
– populasi berisiko
– bukan populasi dengan disease
• Sekunder
TOP SECRET
– populasi umum tidak berisiko
– masyarakat umum, pak RT, Kades
• Tersier
– pembuat kebijakan besar
– ex. pemerintah, dinkes, menteri, dll
Fase Timbulnya Disease
• Prepatogenesis
– stage susceptible (rentan)
– terpapar faktor risiko tp tetap sehat

• Patogenesis/Inkubasi
– Penyakit/infeksi sudah masuk ke tubuh

TOP SECRET
– belum terlihat manifestasi klinis
• Prepatogenesis
– stage susceptible (rentan)
– terpapar faktor risiko tp tetap sehat
• Klinis
– sudah ada manifestasi klinis
– lanjut ke stadium klinis lanjut jika tdk di terapi
• Kovalesen
– sembuh total, sembuh cacat, mati
• Rehabilitasi
– Kembalinya fungsi sosial dan biologis
Milenium Developmental Goals (MDGs)

• Eradicating extreme poverty and hunger


• Achieving universal primary education
• Promoting gender equality and empowering
women
• Reducing child mortality rates
TOP SECRET
• Improving maternal health (menurunkan AKI
3/4 dari sebelumnya)
• Combating HIV/AIDS,malaria, and other tropic
diseases
• Ensuring enviromental sustainability and
• Developing a global partnership for
development.
Biostatistik Wabah

• Attack rate~Insidensi

= pertama kali terserang sakiit x 100%


populasi yang terpapar (at risk)

TOP SECRET
• Cth : dari 300 penduduk didapat 10 penduduk terkena campak,
2 hari kemudian terdapat 100 penduduk yang tertular

• AR = 10 /300 x 100%
Biostatistik Wabah

• Secondary Attack rate

= kelompok yg tertular(sekunder) x 100%


populasi yang terpapar (at risk) - sakit primer

TOP SECRET
• Cth : dari 300 penduduk didapat 10 penduduk terkena campak,
2 hari kemudian terdapat 100 penduduk yang tertular

• SAR = 100 /300 - 10 x 100%

Fungsi SAR dan AR adalah mengetahui


kecepatan penyebaran wabah
dan jangkauan wabah
BIOSTATISTIK
- IR = Jumlah Kasus baru x 100% - PR = Jumlah Kasus lama & baru x 100%
Populasi Berisiko Populasi Berisiko

- Case Fatality Rate(CFR) - Cumulative Insidence Rate


= Jumlah mati karena sakit x 100% = IR Kasus 1 + IR Kasus 2
Jumlah yang sakit

TOP SECRET
- Angka Kematian Ibu
= Jumlah Ibu yang mati x 100.000
Jumlah kelahiran hidup
- Angka Kematian Bayi (Infant)
= Jumlah bayi yang mati x 100.000
Jumlah kelahiran hidup

- TB Succes Rate
= Pasien sembuh x 100%
BTA+
METODOLOGI PENELITIAN

TOP SECRET
BIAS
• Bias seleksi
– Bias diagnosis (salah mendiagnosis)
– Bias follow up
• Bias informasi/measurement/misclasification

TOP SECRET
– Bias recall (mengingat-ingat sesuatu-->rentan lupa)
– terjadi karena menggunakan standar baku yang tidak
sahih
• Counfounding (Perancu)
– Efek intervensi sama dengan efek faktor resiko subyek
– Ex : efek asap rokok pada ca mammae wanita dengan
KB
THE RESEARCH

OBSERVATIONAL STUDIES EXPERIMENTAL STUDIES


(NO CONTROL OVER EXPOSURE) (INVESTIGATOR DETERMINE) WHO
EXPOSED OR NOT EXPOSED

TOP SECRET
Tidak melihat hubungan sebab akibat

DESKRIPTIF
Melihat hubungan sebab akibat

ANALYTIC

CASE REVIEW
CASE CONTROL
SURVEILLANCE COHORT STUDY
STUDY
SURVEY
METODE RISET OBSERVASIONAL

• CROSS SECTIONAL
– Waktu singkat
– Faktor risiko dan disease dianalisa serentak
saat itu juga

TOP SECRET
– Langsung diambil sampel
– Hubungan kausal paling lemah
– Hubungan kausal dengan prevalen risk
METODE RISET OBSERVASIONAL

• CASE CONTROL
– Retrospektif
– Subyek Digolongkan menjadi sakit dan sehat
dulu lalu digali riwayat kebelakang

TOP SECRET
– hubungan kausal lebih kuat dari cross
sectional
– kendala etik(-)
– Hubungan kausal dengan Odd ratio
METODE RISET OBSERVASIONAL

• COHORT
– Prospektif
– ada DURASI WAKTU
– semua subyek berawal dari kondisi SEHAT
TOP SECRET
– kendala etik (+)
– Waktu Lama
– Hubungan kausal RELATIVE RISK
D+ D-

FR+ A B

TOP SECRET
FR- C D

ODD Ratio = AD/BC

Prevalence Risk = Relative Risk = A/(A+B) : C/ (C+D)


STATISTIK
(SKALA PENGUKURAN)
• Kategorik
– Nominal
• setara
• cth: Laki-perempuan, ya-tidak
– Ordinal
• berjenjang

TOP SECRET
• cth : SD,SMP,SMA
• cth : Resiko rendah, resiko sedang, resiko tinggi
• Numerik
– Interval
• bisa bernilai negatif
• cth : suhu
– Ratio
• Tidak bisa bernilai negatif
• cth : tinggi badan,berat badan,dll
Variabel Penelitian

• DEPENDEN
– Efek
– Parameter yang diukur
– Bisa skala kategorik ataupun skala nominal
TOP SECRET
– Determinan uji statistik
• INDEPENDEN
– Kausa
– Perlakuan : cth. paparan rokok-tidak,paparan
obat dosis 1,2,3
Penentuan Uji Statistik

• Variabel dependen skala kategorik


– 2 kelompok perlakuan
• Chi Square
• Jika Pre dan Post --> Wilcoxon
– >2 kelompok perlakuan
• Krusskal Wallis

TOP SECRET
• Variabel dependen skala numerik
– 2 kelompok perlakuan
• T test pair --> berpasangan, analisa pre dan post intervensi 1
populasi
• T test independen --> dua populasi dua perlakuan beda, 1
populasipre dan post tx dengan wash out
– >2 kelompok perlakuan
• anova
• Ada pengaruh/ada hubungan signifikan jika P<0,05
UJI STATISTIK BESAR
PENGARUH/BESAR HUBUNGAN
• Variabel dependen skala kategorik
– Menentukan besar hubungan / pengaruh -->
korelasi SPEARMAN
– Menentukan faktor yang paling berpengaruh
dari banyak faktor yang diteliti --> REGRESI

TOP SECRET
LOGISTIK
• Variabel dependen skala numerik
– Menentukan besar hubungan / pengaruh
KORELASI PEARSON
– Menentukan faktor yang paling berpengaruh
dari banyak faktor yang diteliti --> REGRESI
LINIER
Contoh Soal

• Chisquare
– Seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara
rokok dengan kejadian PJK. Jika rokok dinyatakan
sebagai rokok ya dan tidak ( nominal dikotom ) dan
PJK dinyatakan sebagai ya dan tidak. Maka uji

TOP SECRET
statistik yang tepat?
• Wilcoxon
– Seorang dokter ingin meneliti tingkat pengetahuan
mahasiswa akan seks bebas dengan
membandingkan skor sebelum dan sesudah diberi
penyuluhan. Jika variabel tingkat pengetahuan
berskala ordinal, maka uji statistik yang tepat?
Contoh Soal

• T test dependen
– Seorang dokter ingin mengetahui efektivitas
kaptopril dalam menurunkan TD pasien
dengan membandingkan TD sebelum dan
sesudah diberi kaptopril, uji hipotesis yang

TOP SECRET
tepat adalah?
• T test Independen
– Seorang dokter ingin mengetahui efektivitas
kaptopril dan nifedipin dalam menurunkan TD
pasien dengan membandingkan TD pasien
diberi kaptopril dengan pasien yang diberi
nifedipin, uji hipotesis yang tepat adalah?
Contoh Soal

• Anova
– Seorang dokter ingin mengetahui manakah
dari suplemen berikut Fe, Zn, dan Fe+Zn
yang dapat meningkatkan kadar Hb ibu hamil
yang menderita anemia. Uji hipotesis yang

TOP SECRET
tepat adalah?
• Kruskall Wallis
– Seorang dokter ingin mengetahui pembelian
metformin saja, metformin dgn sulfonil urea,
dan metformin+insulin, terhadap kejadian PJK
pada pasien DM, jika PJK dinyatakan sebagai
sakit PJK dan tidak, maka uji hipotesis yang
tepat adalah?
Contoh Soal

• Korelasi Spearman
– Seorang dokter ingin mengetahui seberapa
kuat rokok mampu menyebabkan PJK. Jika
rokok dan PJK dinyatakan dalam nominal
dikotom, maka uji statistik yang sesuai
TOP SECRET
adalah?
• Korelasi Pearson
– Seorang dokter ingin meneliti dan mencari
tahu seberapa besar kaptopril dapat
menurunkan TD pasien HT. Jika TD
dinyatakan skala numerik maka uji statistik
yang sesuai adalah?
Contoh Soal

• Regresi Linier
– Peneliti ingin mengetahui faktor manakah dari kadar
kreatinin, intake kalori, dosis suplemen Fe yang
paling berpengaruh terhadap kadar Hb (skala
numerik), maka uji statistik yang sesuai adalah?

TOP SECRET
• Regresi logistik
– Diketahui faktor yang mempengaruhi pemilihan
jampersal adalah tingkat pendidikan, status ekonomi,
ANC, dan dukungan keluarga. Jika ingin mengetahui
faktor mana yang paling berpengaruh dalam
pemilihan jampersal ( nominal dikotom) maka uji
statistik yang sesuai?
PROBABILITY SAMPLING

• Simple Random Sampling


– Semua subyek memilik chance sama untuk dipilih
– metode : UNDIAN
– Kalau pake rumus --> sistematik
• Stratified Sampling

TOP SECRET
– Dikelompokan menjadi sub-sub populasi berdasarkan
kriteria berjenjang, dan diambil sama rata tiap jenjang
– Contoh : sampel 100 siswa (25 siswa SD, 25 SMP, 25
SMA, 25 PT
• Cluster Sampling
– Diambil dari kelompok2 kecil yang dibentuk
– Contoh: sampel 1000 anak dari desaA, maka diambil
20% dari RW 1, 20% dari RW 2, 20% dari RW 3, dst.
Non Probability Sampling

• Quota Sampling
– Mempunyai jumlah atau quota tertentur
– Cth: Sudah ditentukan bahwa sampel petani
45 orang maks, PNS 40 org maks, swasta 30

TOP SECRET
orang maks
• Purposive Sampling
– Mempunyai ciri-ciri tertentu sesuai harapan
peneliti
– Cth: Peneliti ingin hanya ibu hamil usia 20
tahun dan belum KB sebelumnya, bisa baca
tulis, dan pendidikan minimal SMA
Non Probability Sampling

• Accidental sampling
– Memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai
– Asal COMOT
• Snow Ball Sampling
– Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil

TOP SECRET
– masing-masing anggota diminta mencari anggota baru dalam
jumlah tertentu
– masing-masing anggota diminta mencari anggota baru lagi
• Saturation sampling
– Semua orang diambil
– cth: ada 1000 penduduk desa A, maka semua dijadikan subyek
Rumah Sehat

• Syarat ventilasi
– Ada ventilasi alami
– jika ventilasi buatan: luas lubang ventilasi min
5% luas lantai

TOP SECRET
– udara yang masuk tidak tercemar
– aliran udara diusahakan cross ventilation
• Kepadatan hunian
– Rumus=Luas lantai/orang
– layak huni ≥ 10 m2/orang
– tidak layak huni < 10 m2/org
Rumah Sehat

• Pencahayaan
– Diukur dengan lux meter
– dapat diukur dari tengah-tengah ruangan,
ukuran <84 cm dari lantai

TOP SECRET
– memenuhi syarat sehat jika cahaya 50-300
lux
– luas jendela 15%-20% dari luas lantai
Posyandu
1. Pratama
– Belum mantap
– Pengurus <5 orang
– kegiatan belum rutin terlaksana
2. Madya
– Kegiatan 8x/tahun
– Cakupan kegiatan utama <50%

TOP SECRET
3. Purnama



Kegiatan >8x/tahun
Cakupan kegiatan utama >50%
Kegiatan tambahan (+) , dana sehat (+) peserta <50% kepala keluarga
– Personil >5 orang
4. Mandiri
– Kegiatan >8x/th
– Cakupan kegiatan utama >50%
– Kegiatan tambahan (+), dana sehat (+) peserta >50% kepala keluarga
– Personil > 5 orang
TATA MEJA POSYANDU

1. Pendaftaran balita, ibu hamil, dan ibu menyusui


2. Penimbangan balita
3. Pencatatan hasil penimbangan
4. Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu
hamil dan ibu menyusui

TOP SECRET
5. Pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok oralit
SKDN POSYANDU

1. S --> Jumlah balita yang ada di wilayah posyandu


2. K --> Jumlah balita yang terdaftar dan yang memiliki
KMS
3. D --> Jumlah balita yang datang ditimbang bulan ini
4. N --> Jumlah balita yang naik berat badannya

TOP SECRET


Cakupan kegiatan penimbangan (K/S)
Kesinambungan kegiatan penimbangan posyandu (D/K)
– Tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan (D/S)
– Kecenderungan status gizi (N/D)
– Efektivitas kegiatan (N/S)
5 Stars Doctor (WHO)

1. Care provider
– Selalu ada untuk pasien
– terapi pasien komprehensif holistik
2. Decision maker
– Menentukan terapi yg efektif dan cost yang efisien

TOP SECRET
3. Communicator
– Menhimbau individu, keluarga, komunitas untuk hidup sehat
4. Community Leader
– Kemampuan memimpin
5. Manager
– Kemampuan untuk mengelola
PUSKESMAS

1.1 Kecamatan 1 puskesmas. Puskesmas


rawat inap (jika jarak 20 km dari RS dan
2.Depkes : 1 puskesmas minimal 2
dokter. 1 posyandu maksimal 100
TOP SECRET
balita/lansia
3.1 puskesmas maksimal melayani
30.000 penduduk. 1 pustu/pusling 1
dokter. 1 pustu untuk 10.000 penduduk
4.WHO: 1 dokter idealnya melayani 2500
penduduk
Level Pelayanan Kesehatan

1.Pelayanan primer
– pelayanan dasar yang dimotori dokter umum dan
perawat
– cth: puskesmas
2. Pelayanan sekunder
TOP SECRET
– Lebih bersifat spesialis dan bahkan kadang kala
pelayanan subspesialis, tetapi masih terbatas
– RS tipe C dan D
3. Pelayanan Tersier
– Mengutamakan subspesialis dan subspesialis luas
– RS tipe A dan B
Basic Six(6) Puskesmas

1.Promosi kesehatan
2.Kesehatan lingkungan
3.Pencegahan dan pemberantasa
penyakit menular
TOP SECRET
4.Kesehatan keluarga (ibu dan anak) dan
reproduksi
5.Perbaikan gizi masyarakat
6.Penyembuhan penyakit dan pelayanan
kesehatan (Balai pengobatan)
Fungsi Puskesmas

• Pusat penggerak pembangunan berwawasan


kesehatan
– menggerakan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh
masyarakat dan dunia usaha
– upaya yang dilakukan puskesmas adalah

TOP SECRET
mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit tanpa mengabaikan
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
• Pusat pemberdayaan masyarakat
– agar perorangan terutama pemuka masyarakat,
keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha
memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup
sehat
Fungsi Puskesmas

• Pusat pelayanan kesehatan strata


pertama
– menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu
dan berkesinambungan

TOP SECRET
– Terdiri dari :
1.Pelayanan kesehatan perorangan (menyembuhkan
penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan,
tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit)
2.Pelayanan kesehatan masyarakat kegiatan antara
lain: promosi kesehatan, pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, KB, dll)
Teori Perubahan Perilaku Kesehatan
(Roger dan Shoamaker)
• Awareness
– menyadarkan masyarakat dengan jalan memberikan
penerangan yang bersifat informatif dan edukatif
• Interest
– Masyarakat sudah mulai tertarik perhatiannya pada usaha
pembaruan

TOP SECRET
• Evaluation
– Pendekatan secara individu. mulai mempertimbangkan baik -
buruknya. dan mempertimbangkan melakukan.
• Trial
– Sudah mulai mencoba tingkah laku baru
• Adoption
– Masyarakat telah bertingkah laku baru, sesuai yang diharapkan.
dan berpendirian teguh terhadap perilaku
Faktor yang mempengaruhi perilaku (
Green, 2000)
• Predisposisi / Pendorong
– pengetahuan
– sikap
– persepsi
– nilai - nilai
– kepercayaan
TOP SECRET
• Enabling / pemungkin
– aka. faktor pendukung
– sarana dan fasilitas (+)
• Penguat / reinforcing
– aka. faktor penarik
– pujian, motivasi (baik dari luar dan dalam)
– sikap / perilaku tokoh masyarakat
Teori Fungsi Perilaku Katz
• Instrumental
– Berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan.
Seseorang dapat bertindak (berperilaku) positif terhadap objek
demi pemenuhan kebutuhannya
– misalnya orang membuat jamban jika dia butuh jamban
• Defence mechanism
– sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya

TOP SECRET
– misalnya orang menghindari DBD dengan 3M karena penyakit tersebut
merupakan ancaman bagi dirinya
• Penerima objek dan memberikan arti
– menyesuaikan diri dengan lingkungannya. tindakan spontan dan cepat
– cth. bila seseorang merasa sakit kepala maka secara cepat tanpa berpikir
lama ia akan bertindak untuk mengatasi rasa sakit tersebut dengan
membeli obat
• Ekspresif
– Pencerminan dari hati sanubari
– cth. orang yang sedang marah, senang, gusar, dan sebagainya dapat dilihat dari
perilaku atau tindakannya.
Sistem Rujukan

• Interval Referral

Pasien
dr.A

TOP SECRET
dr.B
Sistem Rujukan
• Collateral Referral
dr B

Pasien dr A

TOP SECRET
dr A
Sistem Rujukan

• Split Referral

Pasien dr A

TOP SECRET
dr A

dr B
Sistem Rujukan

• Cross Referral

Pasien dr A

TOP SECRET
dr A

dr B
Sistem Rujukan
• Interval ( titip pasien sementara)
– dr A menuju dr B untuk kurun waktu tertentu, tapi akan kembali ke dr A
• Kolateral (Konsul)
– dokter A merawat penyakit utama pasien, dan konsul dr B penyakit lain
yang diakibatkan penyakit utama, dr B bisa intervensi dr A
– cth : pasien DM dirawat dr A, tapi dirujuk ke dr.Sp.M karena retinopati
diabetik


TOP SECRET
• Cross (alih rawat)
– dr A merujuk ke dr B, dan tidak lagi bertanggung jawab dengan pasien
– cth: dr.UGD merawat pasien sepsis, dilimpahkan ke IPD untuk MRS
Split ( Rawat bersama)
– dr A merawat penyakit X, dr B merawat penyakit Y yang tidak berkaitan
dengan penyakit X
– tidak saling intervensi terapi
Jenis Rujukan & Konsultasi

• Rujukan kesehatan
– Rujukan untuk studi epidemiologi, survey, dan surveilance
– cth: dokter puskesmas merujuk KLB difteri ke DINKES untuk
diteliti
• Rujukan medis

TOP SECRET
– Rujukan pasien, rujukan spesimen, rujukan laboratorium
– cth: dokter puskesmas merujuk spesimen dahak pasien untuk
dikultur di lab besar
• Konsultasi medis
– Upaya untuk meminta pendapat ttg aspek pasien ke dokter
lain dengan memberikan data medis pasien (pasien tidak
menemui dr konsulen)
– formal (tertulis) informal (lisan/via tlp)
3 Strategi Dasar Promkes

• Advokasi
– memicu/mendekati/mendesak terjadinya
perubahan atau pembuatan kebijakan publik
• Kemitraan
– kerjasama formal antara individu-individu,
TOP SECRET
kelompok-kelompok,atau organisasi-
organisasi lintas sektoral
• Pemberdayaan
– membuat masyarakat bertindak sendiri,
peningkatan kemampuan masyarakat guna
mengangkat harkat hidup, martabat dan
derajat kesehatannya
Separasi Penyakit Menular

• Karantina
– Pemisahan pasien yang dicurigai
terinfeksi/kuman sudah masuk tapi klinis (-
)/terpapar agen infeksius dari individu sehat

TOP SECRET
• Isolasi
– Pemisahan pasien yang terinfeksi penyakit
menular dan klinis (+) dari individu sehat
Teori Komunikasi Psikoanalisa Sigmund
Freud
• Simpati
– Menempatkan diri di posisi pasien dengan keterlibatan emosi
didalamnya (ikut nangis, sedih)
• Empati
– Menempatkan diri di posisi pasien tanpa keterlibatan emosi
didalamnya
• Transferensi
TOP SECRET
– Pasien memindahkan aspek hubungan kepada orang lain yang
tidak seharusnya (dokter) misalnya menganggap dokter sebagai
anaknya sendiri sehingga ia leluasa bicara tidak sopan
• Counter transferensi
– Perasaan yang timbul dari diri dokter sebagai reaksi dari keluhan
pasien. ada unsur relationship. cth : dokter teringat seseorang di
kehidupannya yang mirip pasien
• Resistensi
– Pasien menolak semua sugesti dokter
PIRAMIDA MAKANAN

TOP SECRET
Sistem Pembayaran Asuransi
• Kapitasi
– metode pembayaran untuk jasa pelayanan kesehatan
dimana pemberi pelayanan kesehatan (dokter atau
rumah sakit) menerima sejumlah tetap penghasilan
peserta, per periode waktu (biasanya bulan)
• Utilisasi

TOP SECRET
– gambaran tentang kualitas pelayanan dan risiko suatu
populasi (angka kesakitan). apabila utilisasi tinggi berarti
menunjukkan kualitas pelayanan buruk atau derajat
kesehatan peserta buruk

– Angka kapitasi/harga kapitasi/biaya per bulan per orang


(PAPB) = angka utilisasi x biaya satuan
– Pembayaran kapitasi = jumlah peserta x angka kapitasi
– Premi = PAPB+margin safety (1-2% dari angka utilisasi)
Family Apgar Components

TOP SECRET
Family Apgar Components

TOP SECRET
Family Apgar Components

TOP SECRET
Family Apgar Components

• FAPGAR Score
– (7-10) Highly functional family
– (4-6) Moderately dysfunctional family
– (0-3) severely dysfunctional family
TOP SECRET
Problem Solving Method

– Fishbone/Ishikawa/fishikawa/cause-effect
diagram
• untuk team yang sudah high performance
– Problem solving cycle

TOP SECRET
• untuk team yang masih sederhana
Problem Solving Cycle
Pakai analisis
penyebab masalah pareto/
diagram pareto- H-Blum

TOP SECRET
Pakai analisa SWOT
Diagram Pareto (analisa penyebab
permasalahan)

TOP SECRET
Fishbone Diagram

TOP SECRET
Surveilans Epidemiologi

– Surveilans adalah proses pengamatan secara


teratur dan terus menerus terhadap semua
aspek penyakit tertentu, baik keadaan
maupun penyebarannya dalam suatu
masyarakat tertentu untuk kepentingan

TOP SECRET
pencegahan dan penanggulangan
– Surveilans aktif: aktif turun lapangan
mencari kasus. untuk kasus yang sering
underdiagnose
– Surveilans pasif/sentinel: menunggu data
dari petugas kesehatan, kader, puskesmas,dll
Manfaat Surveilans Epidemiologi

1. Dapat mendeteksi tanda-tanda adanya perubahan


kecenderungan dari suatu penyakit
2. Mendeteksi adanya KLB
3. Memperkirakan besarnya suatu kesakitan atau
kematian

TOP SECRET
4. merangsang penelitian,untuk menentukan suatu
tindakan penanggulangan atau pencegahan
5. mengidentifikasi faktor risiko
6. memungkinkan seseorang untuk melakukan penilaian
terhadap tindakan penanggulangan
7. mengawali upaya untuk meningkatkan tindakan-
tindakan praktek klinis oleh petugas kesehatan yang
terlibat dalam sistem surveilans
Kubler - Ross model five stages of Grief

– Denial
• Fase awal, pasien sulit menerima, menolak pernyataan
dokter
– Anger
• Individu mulai marah dan meluapkan emosi terhadap
kenyataan yang terjadi padanya

TOP SECRET
• Menyalahkan orang lain, diri. Merasa tidak adil."Why it's me?
it's not fair!","How can this happen to me?", " Who is to
blame?", "Why would god let this happen?"
– Bargaining
• Mencari cara untuk meghindari kenyataan yang buruk
• Berharap masih bisa menghindari kenyataan yang buruk
Kubler - Ross model five stages of Grief
– Depression
• Saya tidak dapat mengelak dari kenyataan yang buruk
• Sangat pesimis, terkubur dalam kesedihannya, dan lebih
suka sendirian, "i'm so sad, why bother with anything?"."I'm
going to die soon so what's the point?","i miss my loved
one,why go on?"

TOP SECRET
– Acceptance
• menerima kenyataan/ berita buruk yang dihadapinya.
individu juga sudah mau beranjak untuk kembali melanjutkan
kehidupannya
• "it's going to be okay","i can't fight it, i may as well prepare for
it?"
Teori Perilaku Skinner

– Skinner theory
• Perilaku adalah respon atau reaksi seseorang terhadap
stimulus
• Teori skinner disebut teori S-O-R(Stimulus-Organisme-
Respon)
– Ada 2 jenis respon

TOP SECRET
• Responden respon :: respon yang ditimbulkan oleh stimulus
tertentu dan menimbulkan respon yang relatif tetap
• Operant respon: respon yang timbul dan berkembang,
kemudian diikuti oleh stimuli yang lain
– Ada 2 jenis perilaku manusia
• perilaku tertutup, yaitu perilaku yang tidak dapat diamati oleh
orang lain. Contoh : perasaan,persepsi, perhatian.
• perilaku terbuka, yaitu perilaku yang dapat diamati oleh
orang lain berupa tindakan atau praktek
Transtheoretical Model

– Precontemplation
• tidak mempunyai niat untuk bertindak
– Contemplation
• mempunyai niat untuk bertindak tapi belum tahu kapan
bertindak

TOP SECRET
– Preparation
• merencanakan kapan waktu bertindak, bagaimana, dengan
siapa dll
– Action
• Sudah bertindak
– Maintenance
• mempertahankan tindakannya dan mengadopsinya sebagai
perilaku baru
Sensitivitas dan Spesitifitas

– Sensitifitas Disease ( + ) Disease ( - )


• Kemampuan test
mengidentifikasi Test ( + ) A B (eror I)
individu benar sakit
(true positif) Test ( - ) C (eror II) D
• Rumus=a/(a+c)

TOP SECRET
– Spesifisitas
• Kemampuan test
mengidentifikasi
individu tidak sakit (true
Keterangan
– a=positif benar ( sakit +,test + )
negatif) – b=positif semu (sakit - ,test + )
• Rumus=d/(b+d) – c=negatif semu (sakit + ,test - )
– d= negatif benar (sakit - ,test - )
– N=a+b+c+d (total populasi)
Positif dan Negatif Prediktif Value

– Positif predictive Disease ( + ) Disease ( - )


value
Test ( + ) A B (eror I)
• presentase pasien yang
menderita sakit dengan
Test ( - ) C (eror II) D
hasil test positive
• Rumus PPV=a/a+b

TOP SECRET
– Negatif predictive
value
Keterangan
– a=positif benar ( sakit +,test + )
– b=positif semu (sakit - ,test + )
• presentase pasien yang tidak – c=negatif semu (sakit + ,test - )
menderita sakit dengan hasil
test negative
– d= negatif benar (sakit - ,test - )
– N=a+b+c+d (total populasi)
• Rumus NPV=a/a+b
Tipe Eror & Hipotesis
Kondisi Sebenarnya
Ho Benar Ho Salah

Error tipe II
Menerima Ho Taraf kepercayaan 1 - ɑ
β

Error tipe I Power/Daya Uji

TOP SECRET
Menolak Ho
ɑ

– Ho = hipotesis yang tidak diharapkan


1-β

– H1 = hipotesis diharapkan
– P<alpha maka H1 diterima Ho ditolak
– P>alpha maka H1 ditolak Ho diterima
Tipe Keluarga

– Nuclear family
• keluarga inti dalam 1 rumah
• ayah kandung,ibu kandung, anak
– Extended family
• keluarga besar dalam 1 rumah

TOP SECRET
• ayah, ibu, anak, mertua, bibi,dll
– Blended family atau step family
• jika ada salah satu pihak yang bersifat "tiri" (tdk ada
hubungan darah)
• ayah kandung,ibu tiri, anak kandung dari ayah, dll
– Single parent family
• jika anak dengan single parent
Prinsip Dokter Keluarga

– Berkesinambungan/continue
• tempat praktek tetap tidak berpindah pindah
• rekam medis yang tercatat baik
– Menyeluruh/komprehensif
• memandang manusia seutuhnya, psio-bio-sosio

TOP SECRET
• preventif,kuratif,rehabilitatif
– Koordinatif dan kolaborasi
• koordinatif : cth: dokter dgn perawat
• kolaborasi : cth; dokter A dgn dokter B
– Berbasis keluarga
– Berbasis masyarakat
– Mengutamakan preventif
Program Imunisasi
– Backlog fighting
• merupakan upaya aktif melengkapi imunisasi dasar pada anak yang
berumur 1 - 3 tahun. Sasaran prioritas adalah desa/kelurahan yang
selama dua tahun berturut turut tidak mencapai desa UCI
– Crash program
• merupakan imunisasi tambahan yang ditujukan untuk wilayah yang

TOP SECRET
memerlukan intervensi secara cepat untuk mencegah terjadinya
KLB. sedangkan kriteria pemilihan lokasi imunisasi jenis ini antara
lain : 1. angka kematian bayi dan angka PD3I tinggi. 2. kekurangan
tenaga, sarana, dana. 3. desa yang selama 3 tahun berturut turut
tidak mencapai target UCI
– Imunisasi dalam penanganan KLB (Outbreak Respone Imunization
atau ORI)
– Kegiatan Imunisasi khusus, meliputi pekan imunisasi nasional
(PIN), Sub pekan imunisasi nasional, dan Catch-up campaign
campak.
TERIMA KASIH

TOP SECRET