Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat
diambil beberapa simpulan antara lain faktor risiko kejadian berat badan lahir rendah di lima
Wilayah Puskesmas Kabupaten Sumenep adalah penambahan berat badan, LILA ibu, pendidikan
ibu dan HB ibu.

1. Jika ibu berpendidikan Sekolah Dasar maka kecenderungan untuk mempunyai bayi berat
badan lahir rendah akan berlipat 4,346 kali dibandingkan berpendidikan > Sekolah
Dasar.
2. Jika hamoglobin ibu < 11 gram% maka kecenderungan untuk mempunyai bayi berat
badan lahir rendah akan berlipat 3,366 kali dibandingkan hamoglobin ibu 11 gram % .
3. Jika LILA ibu < 23,5 cm maka kecenderungan untuk mempunyai bayi berat badan lahir
rendah akan berlipat 6,307 kali dibandingkan LILA ibu 23,5 cm
4. Jika penambahan berat badan ibu < 9 kg maka kecenderungan untuk mempunyai bayi
berat badan lahir rendah akan berlipat 8,624 kali dibandingkan penambahan berat badan
ibu 9 kg

SARAN

1. Peningkatan pelayanan kesehatan melalui program KIA pada tingkat Puskesmas dalam
hal penyuluhan antenatal care, deteksi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil.
2. Melakukan studi lanjut tentang aspek budaya mempengaruhi ibu dalam perawatan masa
kehamilan terhadap kejadian BBLR.

55
DAFTAR PUSTAKA

 Agresti A, (1996) An Introduction to Categorical Data Analysis, John Wiley and Sons,
USA
 Bobak., (1999) Maternal Nursing Care Plans, Mosby Company
 Breiman L., J.H Friedman ,R.A Olshen ,C.J. Stone. (1993) Classification And Regression
Trees, New York : Chapman And Hall.
 Departemen Kesehatan RI, (2005) Profil Kesehatan Indonesia 2005, Pusat Data dan
informasi, Heath Statistic, Jakarta:Depkes RI
 Departemen Kesehatan RI, (2008) Profil Kesehatan Indonesia 2007, Pusat Data dan
Informasi, Health Statistic. Jakarta: Depkes RI.
 Dinas Kesehatan Kota Sumenep, (2008) Profil Dinas Kesehatan Kota Sumenep 2008,
Dinas Kesehatan Kota Sumenep.
 Turhayati ER, (2006) Hubungan Pertambahan Berat Badan Selama Kehamilan dengan
Berat Lahir Bayi di Sukaraja Bogor Tahun 2001-2003, Jurnal Kesehatan Masyarakat V0l
1,N0. 3, Desember 2006, hal 140-143.
 Wiknjosastro H, ( 1999) Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono FKUI, Jakarta.
 Hermiyanti S, ( 2005) Kesehatan Neonatal di Indonesia,. Jakarta: Lokakarya Nasional
Kesehatan Neonatal.
 Hosmer, DW dan S Lemeshow., (2000) Applied Logistic Regression, second Edition,
John Wiley and Sons.
 Kartiaji, (1999) Berat Badan Lahir Rendah dan Penanganannya, Pustaka Utama,
Bandung
 Lewis dan J Roger, (2000) An Introduction to Classification and Regression Trees
(CART) Analysis. Presented at the 2000.
 Luknis Sabrani, (2000) Modul Biostatistik & Statistik Kesehatan, FKUI, Jakarta,
 Manuaba, Ida Bagus, (1998) Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan, dan Keluarga
Berencana, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

56
 Pratisto A, (2009) Statistik Menjadi Mudah dengan SPSS 17, PT Alex Media Komutindo,
Jakarta
 Priyatno, Duwi, (2009) SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi, dan Multivariate, Gava
Media, Yogyakarta
 Rogayah, Hanifah, (2005) Faktor Resiko Ibu Hamil yang mempengaruhi BBLR FKM-
Unair Surabaya.
 Rustam Mochtar, (1998) Patologi Kebidanan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
 Saraswati, E, (2006) Faktor Kesehatan Reproduksi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan
Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kota Sukabumi Tahun 2005-2006, Jurnal
Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1, No. 3., Desember 2006, hal 106-110.
 Saraswati, E, (1998) Resiko ibu Hamil Kurang EnergiKronis (KEK) dan Anemia untuk
melahirkan Bayi dengan BBLR. Penelitian Gizi dan Makanan jilid 21: 27
 Setyowati Titiek (1996) Faktor-faktor yang mempengaruhi BBLR, Depkes RI, Jakarta.
 Siciliano R., dan F Mola (2000) Multivariate data analisis and modeling through
classification and regression trees Computational Statistics dan data analisis, Elsevier.
 Sudjana, (2002) Teknik Analisis Regresi dan Korelasi Bagi Para Peneliti, Penerbit
Tarsito, Bandung
 Sudjana, (2005) Metoda Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung
 Suharjon B (2008) Analisis Regresi Terapan Dengan SPSS, Graha Ilmu, Yogyakarta
 Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi., (1998) Faktor-faktor yang mempengaruhi
BBLR, Ikatan Ahli Gizi, Jakarta.

57