Anda di halaman 1dari 5

BAB I

LATAR BELAKANG

A. Latar Belakang

Kanker merupakan penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel,

merubah genom sel (komplemen genetik total sel) dan menyebabkan penyebaran liar

dan pertumbuhan sel. Penyebab dari penyakit kanker belum diketahui secara pasti,

karena merupakan gabungan dari sekumpulan faktor genetik, dan lingkungan (Padila,

2013).

Menurut Kemenkes RI (2015a), ada beberapa faktor resiko penyebab terjadinya

kanker, diantaranya indeks massa tubuh yang tinggi, kurangnya konsumsi buah dan

sayur, kurangnya aktivitas fisik, penggunaan rokok dan konsumsi alkohol yang

berlebihan. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh paparan dari karsinogenik fisik

(ultraviolet dan radiasi ion), karsinogenik kimiawi (benzo, formalin, alfatoksin

(kontaminan makanan) dan lainnya), karsinogenik biologis (infeksi virus, bakteri dan

parasit).

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh

dunia. Pada tahun 2012, kanker merupakan penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang.

Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC) (dalam

Kemenkes RI, 2015), diketahui bahwa pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus

baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia (Kemenkes RI,

2015a).

Berdasarkan Data Kemenkes RI (2015b), secara nasional prevalensi penyakit

kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4% atau

diperkirakan 347.792 orang, dan di Provinsi Riau memiliki prevalensi 0,7% yaitu

sekitar 4.301 orang yang menderita kanker.


Menurut data Union for International Cancer Control (UICC) (dalam Kemenkes

RI, 2015a), setiap tahun terdapat sekitar 176.000 anak yang didiagnosis kanker, dan

merupakan penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya. Di Indonesia

terdapat sekitar 11.000 kasus kanker pada anak setiap tahunnya. Secara umum, kanker

yang paling sering terjadi pada anak adalah Leukimia, dan jenis tumor yang hanya

menyerang pada anak adalah neuroblastoma, nephroblastoma, medulloblastoma dan

retinoblastoma (Kemenkes RI, 2015a).

Data dari Rumah Sakit Arifin Achmad Pekanbaru, diketahui bahwa pada tahun

2016 terdapat 1.124 kasus anak dengan penyakit kanker, dengan kasus tertinggi

merupakan Leukimia dengan jumlah 422 kasus, dan kasus terendah merupakan

Hemangioma dengan jumlah 26 kasus. Data bulan Januari – Juni 2017 diketahui

terdapat 688 kasus penyakit kanker pada anak (RSUD AA, 2017).

Kanker anak biasanya digunakan untuk mendiagnosis kanker pada anak yang

terjadi sampai usia 18 tahun. Kanker pada anak dan dewasa cenderung berbeda.

Beberapa faktor resiko kanker pada anak yang dapat diidentifikasi yaitu radiasi, faktor

genetic, karsinogen kimiawi, dan virus. Pada anak, biasanya sebagian besar kanker

muncul tanpa tanda dan gejala spesifik, sehingga dapat menyebabkan lambatnya

kanker tersebut terdeteksi (Kemenkes RI, 2015a).

Pengobatan kanker bergantung pada jenis atau tipe kanker yang diderita, dimana

asal kanker tersebut dan atau pola penyebarannya. Selain itu, penting juga untuk

mengetahui umur, kondisi kesehatan secara umum, serta sistem pengobatan yang juga

dapat mempengaruhi proses pengobatan kanker. Pengobatan yang umum diberikan

pada penderita kanker biasanya berupa pembedahan atau operasi jika tumor

memungkinkan untuk diambil, kemoterapi dengan obat-obatan, radioterapi


(menggunakan sinar radiasi), terapi hormonal maupun terapi biologik (Baradero, dkk.,

2008).

Komplikasi dari penatalaksanaan dan pengobatan kanker dapat menimbulkan

adanya ketidaknyamanan, meningkatnya stress sehingga akan mempengaruhi kualitas

hidup seseorang, Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang tentang kondisi

kesehatannya yang mempengaruhi kesehatannya secara umum dalam pelaksanaaan

peran dan fungsi fisik serta keadaan tubuh (Raudatussalamah & Fitri, 2012). Untuk

mengetahui bagaimana kualitas hidup seseorang maka dapat diketahui dengan

mempertimbangkan status fisik, psikologis, sosial dan kondisi penyakit (Polonsky,

2007).

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rijalul Hakim, dkk

(2013), dapat diketahui bahwa dari 32 responden kanker yang menjalani kemoterapi

dapat dilihat bahwa sebagian besar pasien memiliki dukungan keluarga dan kualitas

hidup yang rendah sebanyak 76,5% (13 responden). Penelitian lain yang dilakukan

Duff, et al., (2006, dalam Doloksaribum 2011), menyatakan bahwa anak mengalami

peningkatan rasa sakit dengan gangguan tidur lebih dari 3 jam setelah pengobatan

kanker dalam hal ini kemoterapi sehingga akan mempengaruhi pada kualitas hidup

anak.

Anak dengan penyakit kanker akan mengalami masalah fisik, fisiologis dan

psikologis yang cukup berat. Akan timbul berbagai keluhan baik dari akibat penyakit,

proses penyakit, prosedur pengobatan serta efek samping dari pengobatan akan

memperngaruhi kualitas hidup anak. Berdasarkan fenomena yang ada peneliti tertarik

untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran kualitas hidup anak dengan penyakit

kanker”.
B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mengetahui dan mengidentifikasi gambaran kualitas hidup anak dengan

penyakit kanker.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui karakteristik anak dengan penyakit kanker.

b. Mengetahui kualitas hidup anak dengan penyakit kanker.

D. Manfaat Penulisan

1. Perkembangan Ilmu Keperawatan

Diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan baru untuk ilmu

perkembangan ilmu keperawatan khususnya tentang anak dengan penyakit

kanker.

2. Institusi Tempat Penelitian

Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dan bahan

masukan bagi Rumah sakit dalam memberikan penyuluhan tentang kanker,

memotivasi dan mendukung keluarga yang memiliki anak dengan penyakit kanker

untuk meningkatkan kualitas hidupnya, serta menentukan kebijakan program

pengendalian penyakit kanker di Kota Pekanbaru, terutama di Rumah Sakit

Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau.

3. Pasien dan Keluarga

Diharapkan penelitian ini berguna bagi keluarga dalam meningkatkan upaya

dukungan dan motivasi khususnya dalam merawat anak dengan penyakit kanker.

4. Peneliti Selanjutnya
Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dan data pendukung

pada penelitian selanjutnya terkait tentang meningkatkan kualitas hidup anak

dengan penyakit kanker.

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. (2015a). Situsasi Penyakit Kanker. Jakarta: Pusat Data dan Informasi

Kemenkes RI

Kemenker RI. (2015b). Stop Kanker. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika

RSUD AA. (2017). Data Rekam Medik Jumlah Anak Penderita Kanker.