Anda di halaman 1dari 2

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menyerang balita

dan sekian dari beberapa korban harus di rawat inap di rumah sakit karena penyakit yang
membahayakan im, dan merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi. ISPA akan
semakin parah bila telah masuk ke fase Pneumonia

ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA


merupakan infeksi yang berawal dari saluran pernapasan hidung, tenggorokan, laring,
trakea, bronchi dan alveoli. Yang dimaksud dengan saluran pernafasan adalah organ
mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti
sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Pilek dan flu adalah penyakit ISPA yang
paling umum.

Penderita penyakit ISPA sebagian besar adalah bayi dan anak-anak baik dinegara
miskin, berkembang maupun dinegara maju. Penyakit ISPA yang diderita pada masa
bayi dan anak-anak yang tidak mendapatkan penanganan dengan tepat dapat
mengakibatkan terhambatnya proses tumbuh kembang bahkan sampai menyebabkan
kecacatan. Penyakit ISPA yang diderita pasien dapat berlangsung dalam dalam kurun
waktu sampai 14 hari atau kurang dari 3 minggu. .

Gejala ISPA sangat bervariasi. Antara penyakit satu dan yang lainnya sering
mempunyai gejala yang serupa. Sebagai contoh, kita mungkin sulit membedakan
common cold dengan flu karena gejalanya hampir sama. Konsultasikan ke dokter
untuk memastikan penyakit yang dialami anak kita.
Berikut ini adalah gejala ISPA pada anak-anak :
 Demam
 Batuk
 Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
 Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
 Suara serak
 Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
 Lesu, lemas
 Sesak napas
 Frekuensi napas cepat
Pada hal umum adalah letih dan berkeringat banyak. tanda-tanda bahaya pada
anak golongan umur dua bulan sampai lima tahun adalah tidak bisa minum,
kejang, kesadaran menurun, stri-dor dan gizi buruk.Tanda bahaya pada anak
golongan umur kurang dari dua bulan adalah kurang bisa minum (kemampuan
minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa
diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam dan
dingin
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernafasan yang
mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pemafasannya. Infeksi
saluran pernafasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi
pada semua go-longan masyarakat pada bul.inbul.in musim dingin. tetapi ISPA yang
berlanjut menjadi pneumonia, sering terjadi pada anak kecil terutama apabila ter
dapat gizi kurang dan dikombiiusi dengan keadaan lingkungan yang tidak sehat atau
bersih.

kewaspadaan terhadap pengobatan ISPA ini dilakukan karena dapat berakibat fatal terutama bagi
anak. Jika penyakit ISPA berlangsung tanpa upaya preventif maka dapat menyebabkan penyakit yang
semakin memberat kita ambil contoh pneumonia (sebagai penyakit yang cukup banyak kasusnya).
Pada pneumonia perlu diberi obat antibiotik seperti kotrimoksasol, jika terjadi alergi / tidak cocok
dapat diberikan Amoksilin, Penisilin, Ampisilin. Sedangkan pada pneumonia berat diperlukan rawat
inap di rumah sakit. Jika seorang anak telah diketahui terserang, pengobatan ISPA sesegara mungkin
perlu dilakukan. Selain itu juga perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit semakin memberat
seperti member makanan yang gurih, dll.

Pencegahan ISPA sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh
seseorang. Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan sangat rentan terhadap
serangan sehingga pengobatan ISPA biasanya di fokuskan kepada mereka yang memiliki sistem
kekebalan tubuh yang rendah.

beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah ISPA antara lain dengan memberikan gizi
yang cukup kepada anak atau dapat juga dengan melakukan imunisasi untuk menjaga
kekebalan tubuh. erikan anak makanan padat sesuai kebutuhannya. Bayi dan balita
hendaknya secara teratur ditimbang untuk mengetahui apakah beratnya sesuai dengan
umurnya dan perlu diperiksa apakah ada penyakit yang menghambat pertumbuhan.

Agar anak memperoleh kekebalan dalam tubuhnya anak perlu mendapatkan yang
dimaksudkan untuk mencegah penyakit Pertusis yang salah satu gejalanya adalah infeksi
saluran nafas. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat merupakan modal utama bagi
pencegahan ISPA, sebaliknya perilaku yang tidak mencerminkan hidup sehat akan
menimbulkan berbagai penyakit.

Penyebab ISPA adalah topik cukup kompleks karena berhubungan dengan gaya hidup hingga
peralihan kehidupan dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. ecara umum, efek
pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung
menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran
pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga
menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran
pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing
tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan, hal ini akan memudahkan
terjadinya infeksi saluran pernafasan. Ada beberapa pencetus yang dapat membuat penyebab ISPA
semakin bertambah. Kebiasaan merokok misalnya, karena dengan merokok, asap yang masuk secara
langsung dapat membuat silia dalam sistem pernapasan rusak sedikit demi sedikit sehingga perlu
ada manajemen pola kebiasaan untuk menanggulangi penyebab penyakit ISPA secara efisien.