Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


DIREKTORAT BINA PENATAAN BANGUNAN
SATKER PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl.Raya Menganti Wiyung PO.BOX 89/SB-KR Sby. Telp. 7525708 Fax.7525707, Surabaya

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN
SUPERVISI PEMBANGUNAN RTH UMBULAN
KABUPATEN PASURUAN
(PAKET SPV-08)

SATUAN KERJA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN


PROVINSI JAWA TIMUR

TAHUN ANGGARAN 2018


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DIREKTORAT BINA PENATAAN BANGUNAN
SATKER PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl.Raya Menganti Wiyung PO.BOX 89/SB-KR Sby. Telp. 7525708 Fax.7525707, Surabaya

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN SUPERVISI PEMBANGUNAN RTH UMBULAN
KABUPATEN PASURUAN

(PAKET SPV-08)

I. LATAR BELAKANG
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek
Strategis Nasional menyebutkan bahwa keberadaan SPAM Umbulan termasuk didalamnya yaitu nomer urut
114 dari 225 proyek strategis nasional sehingga memerlukan prioritas penanganan yang terpadu, kawasan
mata air umbulan adalah sebuah mata air yang berada di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten
Pasuruan dengan tanah seluas 4,8 hektar. Letaknya sekitar 72 kilometer dari kota Surabaya, debit mata air
umbulan diperkirakan mencapai sekitar 4 600 liter per detik, tetapi selama ini yang dimanfaatkan baru sekitar
10 persen, sisanya terbuang ke laut dan tidak termanfaatkan.
Dalam mendukung Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional SPAM Umbulan, Direktorat
Jenderal Cipta Karya melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan menugaskan Satuan Kerja Penataan
Bangunan dan Lingkungan Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan penataan bangunan dan lingkungan
di kawasan strategis SPAM Umbulan dengan melakukan implementasi pembangunan Program
Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang sebelumnya sudah diadops dari pemerintah pusat melalui
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengintegrasikan secara sinergis dari tiga
kepentingan utama dalam pembangunan perkotaan yang meliputi keadilan sosial, mendorong pertumbuhan
dan efisiensi ekonomi, dan perlindungan terhadap kelestarian lingkungan. Pengawasan dan pengendalian
merupakan hal yang harus dilakukan agar implementasi dari rencana dan rancangan kota yang sudah dibuat
dapat berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Beragam wajah dan kondisi kawasan telah ditangani
dalam program ini tiap tahunnya yang diharapkan dapat memberikan efek positif bagi perkembangan dan
pertumbuhan berbagai elemen kawasan dan pertumbuhan kota itu sendiri pada masa yang akan datang.
Dalam menunjang kegiatan pelaksanaan fisik Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Satker
Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Jawa Timur pada Kegiatan Pembangunan RTH Umbulan
Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, kegiatan Pengawasan/ Supervisi perlu dilakukan baik dari segi
desain hingga teknis dan kualitas, memegang peranan penting sebagai salah satu alat ukur/barometer
keberhasilan penyelenggaraan Program Pengembangan Kota Hijau.
Kegiatan pengawasan dimaksudkan untuk mendukung suksesnya implementasi pembangunan Program
Pengembangan Kota Hijau (P2KH), yang terdiri dari 8 (delapan) atribut kota hijau. Atribut-atribut Kota Hijau

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


1
yang dikembangkan khusus untuk Indonesia yaitu Green Planning and Design, Green Openspace, Green
Waste, Green Transportation, Green Water, Green Energy, Green Building, Dan Green Community. Selain
itu fungsi dari kegiatan pengawasan/ supervisi ini adalah sebagai upaya mengadakan cross checking
terhadap gambar perencanaan yaitu Detail Engineering Design (DED)/ shop drawing dengan aplikasi atau
pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan. Kegiatan ini menghasilkan sebuah keluaran berupa
laporan pengawasan yang terpadu sebagai hasil pengawasan bersifat aktual dan faktual terhadap kinerja
dan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


Menginformasikan berbagai hal dan memberikan gambaran secara detil tentang kegiatan pelaksanaan
fisik yang sedang berlangsung di lapangan (on site) sebagai rangkaian kegiatan fisik Pembangunan RTH
Umbulan Kabupaten Pasuruan yang telah dilakukan Bantuan Teknis Perencanaan dan pembuatan DED-nya
dalam bentuk kegiatan pengawasan/ supervisi.
Sedangkan tujuannya ialah memberikan laporan detil tentang pelaksanaan pengawasan/supervisi
kegiatan fisik Penataan Lingkungan Permukiman Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan provinsi
Jawa Timur pada fisik Pembangunan RTH Umbulan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur yang berisi
informasi kawasan, spesifikasi teknis, kuantitas dan kualitas material terpasang, metode pekerjaan, schedule
hingga kelembagaan dan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.

III. LINGKUP KEGIATAN


Adapun lingkup kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan Pengawasan/ Supervisi Penataan Lingkungan
Permukiman Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Jawa Timur pada Kegiatan fisik Pembangunan
RTH Umbulan Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur adalah
1. Kegiatan Persiapan :
 Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan fisik
di lapangan
 Membuat time schedule pelaksanaan kegiatan fisik
 Memeriksa kelengkapan dan persiapan berbagai hal Penyedia Jasa
 Melakukan survey lapangan terkait kesiapan penyedia jasa terhadap pelaksanaan pekerjaan.
2. Kegiatan Pengawasan/ Supervisi :
 Membuat Laporan progress kemajuan pekerjaan lapangan
 Menginventarisasi permasalahan-permasalahan di lapangan dan memberikan solusi terhadap
permasalahan teknis yang ada
 Mengadakan cross checking terhadap spesifikasi teknis dan konstruksi yang telah disepakati ketika
terjadi kegiatan konstruksi di lapangan
 Mengawasi dan mengatur pekerjaan seiring dengan time schedule pelaksanaan
 Membuat rencana percepatan dan revisi terhadap schedule pelaksanaan pekerjaan
 Menyiapkan akomodasi dan akses kepada tim satker PBL Jatim apabila ke lapangan

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


2
 Mengadakan koordinasi dan evaluasi bersifat intens dalam rangka konsolidasi dan pemecahan
masalah terkait di lapangan dengan pihak penyedia jasa, satker PBL Jatim dan Instansi terkait lainnya
 Melakukan survey dan pengukuran lapangan
Survey dan pengukuran lapangan dilakukan untuk mengecek kuantitas volume pekerjaan apakah telah
sesuai dengan kontrak, survey dan pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat waterpass,
theodolite atau Total Station dan melibatkan instansi yang independen dari perguruan tinggi negeri
maupun dari swasta, disertai dengan laporan pelaksanaan pekerjaan yang berbentuk hardcopy
(laporan) dan softcopy (autocad) yang berisikan: denah dan ukuran site lokasi, Patok BM titik awal
pelaksanaan konstruksi dan perkembangannya dari awal sampai dengan ahir pekerjaan, nilai koordinat
pekerjaan, gambar potongan kontur lapangan sebelum dan setelah hasil pekerjaan konstruksi fisik.
 Melakukan uji kualitas terhadap bahan yang sudah maupun akan terpasang dilapangan.
a. Uji kuat tekan paving : Pengambilan sample dilaksanakan secara acak diambil sebelum terpasang
(material datang) dan setelah terpasang dilapangan masing-masing (10 sample).
b. Uji keausan bahan : Pengambilan sample dilaksanakan secara acak dengan jumlah (3 sample)
c. Uji core drill : Pengambilan sample dilakukan secara acak sebanyak (3 sample) sebelum material
terpasang (untuk U-ditch/box culvert) dan ketika material sudah matang (seuai dengan umur
beton).
d. Uji kuat tarik baja tulangan : Pengambilan sample dilakukan dengan memotong tulangan yang akan
dipasang dilapangan sebanyak (5 sample) untuk tulangan tarik.
e. Biaya transportasi petugas teknis/laboratorium ke lapangan adalah tanggung jawab dari konsultan
supervisi selaku pengawas lapangan.
 Uji kualitas dan bahan dapat dilakukan oleh direksi teknis / pengawas lapangan dengan berkoordinasi
sebelumnya dengan konsultan pengawas /supervisi seluruh proses uji kualitas dan bahan harus
dilakukan sepengetahuan dari PPK Satker PBL Jatim.
 Menyiapkan presentasi progres kemajuan fisik untuk rapat 2 mingguan, bulanan sampai dengan ahir
proyek pelaksanaan dan pemeliharaan kepada PPK Pelaksanaan Satker PBL Jatim
3. Kegiatan Penyusunan Laporan :
 Membuat berita acara pertemuan baik yang bersifat koordinasi maupun konsolidasi sebagai bagian
dari pengawasan
 Membuat laporan bersifat harian, mingguan dan bulanan sebagai informasi kemajuan pelaksanaan
fisik di lapangan secara reguler
 Membuat berita acara permasalahan yang bersifat teknis
 Membuat executive summary terhadap pekerjaan yang dilakukan
 Membuat laporan akhir sebagai informasi terpadu untuk segenap kegiatan fisik yang telah dilakukan
oleh Penyedia Jasa.

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


3
IV. KELUARAN
1. Laporan Pendahuluan ( Inception Report )
Laporan Pendahuluan ini diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan kalender setelah turunnya SPMK
sebanyak (4 eksemplar ) dan telah dibahas dengan Tim Teknis terkait, paling lambat satu minggu
setelah diserahkan laporan ini.
2. Laporan Mingguan (Weekly Report )
Laporan Mingguan diserahkan tiap 2 mingguan kalender sejak dimulainya pelaksanaan fisik. Jumlahnya
sebanyak (10 eksemplar), laporan ini akan dibahas dengan Tim Teknis terkait, paling lambat dua minggu
setelah diserahkan.
3. Laporan Bulanan ( Monthly Report )
Laporan Bulanan diserahkan tiap akhir bulan kalender selama pelaksanaan fisik berlangsung.
Jumlahnya sebanyak (10 eksemplar), laporan ini akan dibahas dengan Tim Teknis terkait, paling lambat
dua minggu setelah diserahkan.
4. Laporan Akhir.
Merupakan laporan akhir adalah akumulasi dari seluruh kegiatan pekerjaan pendampingan ketika
pelaksanaan fisik telah mencapai kondisi mutual check 100%. Laporan Akhir diserahkan paling lambat
5 (lima) bulan kalender sejak turunnya SPMK, dengan jumlah (5 eksemplar).
5. Album DED (Shop Drawing, As Shop Drawing dan As Build Drawing)
Berisi laporan gambar teknis dari awal perencanaan sampai dengan selesainya pelaksanaan pekerjaan
fisik dilapangan (FHO), gambar teknis dalam format A3, lengkap dengan kop yang sudah dilegalisasi
oleh konsultan supervisi dan kontraktor pelaksana dibuat sebanyak (5 eksemplar).
6. Executive Sumary (Album Foto Pelaksanaan).
Berisi tentang gambaran singkat proyek, data-data proyek, titik koordinat, peta situasi lapangan dan
album foto pelaksanaan, yang dibuat per item pekerjaan secara beruntun dan rapi, pengambilan foto
dimulai dari progres 0%, 25%, 50%, 75%, sampai dengan 100% dalam format A4, kertas glosy atau
kertas foto dengan kualitas yang baik dan jelas dengan desain cover yang dibuat menarik sebanyak
(5 eksemplar).
7. Laporan Hasil Uji Kualitas dan Bahan dan pemetaan
Merupakan laporan yang berisi tentang uji kualitas bahan yang diperlukan dilapangan meliputi hasil test,
kuat tekan paving, uji keausan bahan, uji core drill (Kuat tekan beton), uji kuat tarik bahan tulangan,
uji kepadatan tanah dan pemetaan tanah untuk mengetahui kuantitas (volume) dan kualitas material
yang terpasang (3 Eksemplar).

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


4
8. Format Laporan
Format pelaporan harus mengikuti standar format produk yang telah ditetapkan (buku laporan dalam
format A4, Gambar Pelaksanaan/ As Built drawing dalam format A3, dan seluruh laporan dikemas dalam
bentuk digital/ Hardisk 1Tb sebanyak 1 (Satu) buah. Pelaksana wajib untuk menyampaikan setiap
produk pelaporan dengan tepat waktu, baik kepada Pemberi Tugas maupun kepada Tim Teknis dan
Narasumber untuk mendapatkan koreksi dan sebagai bahan pembahasan.

V. KRITERIA DAN BATASAN


Dalam pelaksanaan tugas Penataan Lingkungan Permukiman Satker Penataan Bangunan dan
Lingkungan Jawa Timur pada Kegiatan Pengawasan/Supervisi Pembangunan RTH Umbulan
Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur, konsultan dibatasi oleh peraturan-peraturan dan ketentuan antara
lain sebagai berikut :
1. NI-2 (1971) Peraturan beton bertulang
2. NI-3 (1970) Peraturan umum untuk bahan bangunan Indonesia.
3. NI-2 (1961) Peraturan konstruksi kayu Indonesia
4. NI-3 (1980) Syarat-syarat untuk portland cement Indonesia.
5. NI-8 Peraturan Portland Cement Indonesia
6. NI-10 Peraturan Bata merah sebagai bahan bangunan
7. NI-18 (1985) Peraturan muatan Indonesia.
8. NI-10 (1969) Peraturan tras dan semen merah Indonesia.
9. Dep. PU (1977) Standart penerangan buatan dalam negeri.
10. Dep. PU (1976) Peraturan Pengawetan dan pengeringan kayu.
11. PPBI (1983) Peraturan perencanaan bangunan baja Indonesia
12. PBS dan PBK setempat.
Dan peraturan lainnya yang berhubungan dengan Penataan Bangunan dan Lingkungan khususnya pada
kegiatan Pengawasan/Supervisi Penataan Bangunan Kawasan Strategis Kawasan Mata Air Umbulan
Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur ini.

VI. KLASIFIKASI KONSULTAN PENGAWASAN/SUPERVISI


Klasifikasi perusahaan konsultan pengawasan/supervisi adalah termasuk jasa engineering fase
konstruksi dan instalasi bangunan dan gedung/ jasa pengawas pekerjaan konstruksi bangunan gedung
(31001/RE201), atau jasa engineering fase konstruksi dan instalasi bangunan dan gedung/ jasa pengawas
pekerjaan konstruksi teknis sipil transportasi (RE202), sedangkan untuk tenaga ahli adalah sebagai berikut.

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


5
VII. TENAGA AHLI
Dalam melaksanakan tugasnya Konsultan harus menyediakan tenaga profesional yang memenuhi
kebutuhan proyek, baik ditinjau dari lingkup proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan, terdiri dari:
1. Tenaga Ahli
a. Ahli Teknik Arsitektur (Team Leader) 1 (Satu) Orang
Memiliki pengalaman di bidang Arsitektural dan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 dengan
pengalaman 5 tahun.

b. Ahli Teknik Sipil (Inspector) sekaligus Petugas SMK3 : 1 (Satu) orang


Memiliki pengalaman di bidang Teknik Sipil dan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 dengan
pengalaman 4 tahun.

2. Tenaga Penunjang
d. Operator Komputer/CAD 1 (Satu) Orang
Memiliki pengalaman di bidang dan sekurang-kurangnya berpendidikan D3/SMK/SMU/Sederajat
dengan pengalaman 2 tahun.

VIII. TUGAS DAN KEWAJIBAN PERSONIL


a. Tenaga Ahli Arsitektur (Team Leader) :
- Memberikan bantuan pengawasan kepada KPA / Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK / Pejabat
Pembuat Komitmen.
- Membuat schedule kegiatan atau jadwal kegiatan pekerjaan.
- Memonitor atau memantau progress pekerjaan yang dilakukan tenaga ahli.
- Bertanggung jawab dalam melaksanakan supervisi langsung dan tidak langsung kepada semua
karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya, antara lain memberikan pelatihan kepada
karyawan agar dapat mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi
teamnya dan dapat menerapkan sikap disiplin kepada karyawan sesuai dengan peraturan yang
berlaku di perusahaan.
- Bertanggung jawab dalam melaksanakan koordinasi dalam membina kerja sama team yang solid.
- Bertanggung jawab dalam mencapai suatu target pekerjaan yang telah ditetapkan
dan sesuai dengan aturan.
- Mengkoordinir seluruh aktifitas Tim dalam mengelola seluruh kegiatan baik dilapangan
maupun dikantor.

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


6
- Bertanggung jawab terhadap pemberi pekerjaan yang berkaitan terhadap kegiatan
tim pelaksana pekerjaan.
- Membimbing dan Mengarahkan anggota team dalam mempersiapkan semua laporan
yang diperlukan.
- Melakukan pengecekan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.
- Melaksanakan presentasi hasil pekerjaan dengan direksi pekerjaan dan instansi terkait setiap
2 minggu sekali di Satker PBL Jatim maupun di Dinas PU Kab/Kota.
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan peyelenggaraan program pembangunan proyek
pekerjaan termasuk pihak Satker PBL Jatim, Dinas PU Propinsi Jatim, Dinas PU Kab/Kota dan
instansi teknis yang lain yang terkait.
- Memberikan informasi dan konfirmasi kepada press/media terkait mutu dan kualitas pekerjaan
yang dilaksanakan, dengan seijin PPK, dan Kepala Satker PBL Jatim
- Membantu PPK dan tim satker menyusun CCO (Contract Changer Order) disertai dengan
perhitungan volume pekerjaan yang rinci.

b. Tenaga Ahli Sipil (Inspector) sekaligus Petugas K3


- Membantu dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dari aspek prosedur dan kuantitas pekerjaan
berdasarkan dokumen kontrak.
- Bertanggung jawab Penuh Terhadap Team Leader untuk mengawasi kuantitas dan kuantitas
pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor.
- Melakukan pemeriksaan gambar kerja kontraktor berdasarkan gambar rencana serta memeriksa
dan memberi ijin pelaksanaan pekerjaan kontraktor.
- Mengawasi dan memberi pengarahan dalam pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan
prosedur berdasarkan spesifikasi teknis.
- Meminta request pekerjaan dan bahan yang akan di kerjakan kepada penyedia jasa dan selalu
berkoordinasi dengan Satker PBL Jatim dan instansi teknis daerah.
- Berhak Menerima dan menolak hasil pekerjaan kontraktor berdasarkan spesifikasi teknis.
- Melakukan uji test kualitas bahan yang ada dilapangan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi
teknis yang di syaratkan di dokumen lelang.
- Membuat laporan harian mengenai aktivitas kontraktor untuk kemajuan pekerjaan, terdiri dari
cuaca, material yang dating (masuk), perubahan dan bentuk dan ukuran pekerjaan, peralatan di
lapangan, kuantitas dari pekerjaan yang telah diselesaikan, pengukuran di lapangan dan
kejadian-kejadian khusus.
- Memeriksa gambar terlaksana (Shop Drawing, As Shop Drawing dan As Built Drawing).
- Membuat catatan lengkap tentang peralatan, tenaga kerja dan material yang digunakan dalam
setiap pekerjaan yang merupakan atau mungkin akan menjadi pekerjaan tambah (extra)
- Bersama-sama kontraktor Membantu proyek menyiapkan soft drawing dan as-buld drawing .
- Memantau peyampaian pelaporan pembangunan kepada team leader

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


7
- Melakukan konsolidasi laporan penanggung jawab kegiatan dan pengawas bangunan dalam
setiap bulannya.
- Memberikan saran penanganan apabila ada permasalahan, serta alternatif tindak lanjut
penangananya kepada penyelenggara kegiatan di lapangan ;
- Memberikan dukungan teknis, menajemen kepada pengawas bangunan.
- Melakukan dokumentasi foto-foto pelaksanaan
- Memberikan informasi dan konfirmasi kepada press/media terkait mutu dan kualitas pekerjaan
yang dilaksanakan, dengan seijin PPK Pelaksanaan, dan Kepala Satker PBL Jatim

- Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi


- Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
- Merencanakan dan menyusun program K3
- Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
- Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan
instruksi kerja K3
- Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
- Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
- Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat
- Memberikan masukan kepada penyedia jasa terhadap perlengkapan K3 yang harus dipenuhi
untuk dapat dilaksanakan dilapangan.

d. Tenaga Cad (Penunjang)


- Mendiagnosa dan mempelajari Gambar teknis/Draft
- Menyesuaikan Dengan Spesifikasi Teknis
- Mengedintifikasikan Keterangan Sketsa yang tidak jelas serta memperbaiki gambar
- Mengedintifikasi Bahan Dan alat Yang diperlukan
- Menetapkan Ukuran, Jenis kertas dan setting gambar yang diperlukan
- Menghitung Jumlah Gambar yang akan dikejakan
- Menyusun daftar peralatan gambar, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan
- Memberikan daftar bahan dan alat yang dibutuhkan pada atasan langsung
- Membuat Jadwal Kerja dan memperkirakan Jumlah Waktu untuk tiap gambar
- Memperkirakan alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan penggambaran
- Memberikan jadwal kerja kepada atasan
- Melakukan Penggambaran
- Menyapkan Bahan dan peralatan yang akan digunakan
- Melakukan Koordinasi dengan Arsitek dan melakukan penggambaran
- Melakukan tindakan perawatan terhadap peralatan yang digunakan
- Mencatat dan melaporkan hasil penggambaran

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


8
IX. TANGGUNG JAWAB KONSULTAN
Secara umum konsultan bertanggung jawab secara profesional atas layanan jasa yang dilakukan sesuai
ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku yaitu antara lain:
 Menyediakan tenaga ahli sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi personil.
 Melakukan survey awal lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan.
 Mengadakan asistensi dan rapat pembahasan dengan tim teknis untuk setiap laporan yang telah dibuat.
 Mengatur jadwal pembahasan rapat rutin berserta laporan kemajuan proyek di satker PBL Jatim.
 Membuat shedule percepatan pelaksanaan pekerjaan
 Menyiapkan dan Melakukan presentasi di Satker PBL Jatim maupun di instansi teknis Kab/Kota.
 Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan memenuhi seluruh persyaratan administratif yang berlaku.
 Melakukan koordinasi dengan pelaksana pekerjaan di lapangan
 Membantu PPK Pelaksanaan dan tim satker untuk menyusun CCO (Kontrak Change Order) pada
pelaksanaan fisik dilapangan beserta data dukung termasuk perhitungan volume pekerjaan secara rinci.
 Bertanggung jawab terhadap mutu dan kualitas bahan yang terpasang sesuai dengan kontrak
 Mengadakan pengawasan intensif sehubungan dengan kegiatan supervisi
 Melaksanakan pengukuran lapangan, dan pengambilan sampling material / bahan dilapangan.
 Melakukan test laboratorium yang diperlukan terhadap kualitas bahan yang telah terpasang di lapangan
dan melaporkannya kepada PPK Pelaksanaan Satker PBL Jatim.
 Menyiapkan fasilitas kantor proyek dilapangan lengkap dengan meja, kursi dan papan tulis untuk
koordinasi pelaksanaan dilapangan.
 Menyiapkan kendaraan dan fasilitas lainya terkait akses menuju lapangan kepada tim satker PBL Jatim

X. WAKTU KEGIATAN SUPERVISI


Kegiatan Pengawasan/ Supervisi Penataan Lingkungan Permukiman Satker Penataan Bangunan dan
Lingkungan Jawa Timur pada Kegiatan fisik Pembangunan RTH Umbulan Kabupaten Pasuruan Propinsi
Jawa Timur dilaksanakan selama 150 (Seratus Lima Puluh) hari kalender.

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


9
XI. WAKTU DAN BIAYA
1. Kegiatan Pengawasan/ Supervisi Penataan Lingkungan Permukiman Satker Penataan Bangunan dan
Lingkungan Jawa Timur pada fisik Penataan Bangunan Kawasan Strategis Kawasan Mata Air Umbulan
Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur ini dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu 150 (Seratus
Lima Puluh) hari kalender sejak ditandatanganinya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
2. Biaya Pengawasan/ Supervisi Penataan Lingkungan Permukiman Satker Penataan Bangunan dan
Lingkungan Propinsi Jawa Timur pada Kegiatan fisik Penataan Bangunan Kawasan Strategis Kawasan
Mata Air Umbulan Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur dibebankan pada APBN
Tahun Anggaran 2018 dengan dana sebesar Rp. 136.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah).

XII. PENUTUP
1. Setelah KAK ini diterima, maka Konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima
dan mencari masukan lain yang diperlukan.
2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut, agar konsultan segera menyusun program kerja untuk dibahas
bersama dengan Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Satker fisik
Pelaksanaan Pembangunan RTH Umbulan Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur.

KAK SUPERVISI SATKER PBL JAWA TIMUR


10