Anda di halaman 1dari 3

ANAK DENGAN SESAK NAPAS

Perhatian
• Ingat ABC : jangan terlambat mentransfer anak dengan sesak napas akut ke
critical area dengan anamnesa dari orang tua.
• Anak dengan sesak napas yang tidak menangis menunjukkan adanya bahaya
terjadinya henti napas: transfer ke critical area.
• Anak yang menangis kuat menunjukkan fungsi paru masih baik.
• Anak dengan sesak napas dapat dalam keadaan nyeri hebat dari kolik bilier (kista
koledokus), akut abdomen (peritonitis, intususepsi). Setiap anak yang mengalami
nyeri dapat terjadi sesak napas!
• Anak yang sesak dengan pemeriksaan thorax normal dan rontgen thorax normal
dapat terjadi akibat DKA (tipikal air hunger, peningkatan gula darah perifer,
keton pada nafas dan urine).
• Auskultasi dada ,anak harus ditenangkan dulu untuk menghindari kesalahan hasil
pemeriksaan akibat teriakan anak.
• Saat auskultasi dada, perhatikan udara masuk, tidak hanya crackles dan wheezing:
penurunan udara masuk pada satu lobus mungkin satu-satunya tanda untuk
diagnosis konsolidasi lobaris sebelum timbul crackles local dan suara bronchial,
adanya efusi pleura atau pneumothorak.
• Aspirin atau overdosis obat dapat terjadi sesak napas akibat asidosis metabolik
• Selalu pertimbangkan penyebab jantung seperti gagal jantung akibat penyakit
jantung bawaan, myokarditus atau supra ventricular takikardi (SVT).

Pertanyaan pada orang tua atau pengasuh


 Onset sesak
1. apakan sesak terjadi tiba-tiba saat bermain dengan mainan atau saat makan ?
2. Anak sesak saat muntah: muntah dan sianosis curiga aspirasi.
3. Muntah, nyeri dada dan sesak curiga pneumonia lobus bawah.
4. Muntah, sesak dan wheezing mungkin mengindikasikan sticky phlegm seperti
bronkitisa.
 Paparan anggota keluarga dari PTB, pneumonia atau infeksi dada, atau virus
 Riwayat asma atau wheezing sebelumnya.
Pemeriksaan
Catatan:
1. anak yang sesak mungkin mengalami gagal jantung, dengan manifestasi klinik
seperti bronchiolitis dengan wheezing; suara jantung mungkin sulit didengar.
2. anak sesak dengan retraksi kepala mungkin disertai dengan tanda iritasi
meningen, ingatlah untuk mencari tanda peningkatan tekanan intrakranial pada
anak yang gelisah, sesak atau apneu.
3. anak sesak dengan gagal tumbuh mungkin menderita refluks gastroesofageal,
fistula trakeoesofageal, kistik fibrosis, atau imunokompromised.
 Status mental merupakan: indikator awal hipoksemia atau hiperkarbia. Waspadai
iritabilitas, gelisah, ketidakmampuan mengenal orang tua dan tidak ada respon
social.
 Lihat sianosis sentral, transfer ke critical care area dan beri 100% oksigen dengan
masker.
 Tanda distress nafas: sianosis, retraksi kepala, penggunaan otot pernafasan
asesorius, trakeal tug, retraksi, grunting atau nafas cuping hidung, stridor.
Transfer ke critical care dan beri 100% oksigen dengan masker.
 Hitung frekuensi pernafasan
 Cari tanda-tanda penyakit saluran napas atas atau bawah?
1. Obstruksi saluran napas atas : ngorok dan stridor
2. Grunting menunjukkan patologis pada alveoli perlu PEEP untuk
membersihkan alveoli seperti pada konsolidasi dari pneumonia, atau edema
paru, atau sepsis
 Observasi dada untuk tanda ekspansi yang tidak sama; palpasi posisi trakea;
emfisema subcutan; resonansi vokal paling baik dievaluasi dengan meminta anak
mengulang nama karakter kartun kesukaannya.
 Lengkapi pemeriksaan system THT.

Penatalaksanaan
 Pertimbangan rontgen dada
1. diagnosis klinis harus ditegakkan sebelumnya
2. pada bayi sesak dimana sulit menilai kelainan paru ,demikian pula ukuran
jantung.
3. tidak semua pasien asma memerlukan roentgen dada tapi berguna untuk
menyingkirkan aspirasi benda asing, pneumonia dan atelektasis
4. diindikasikan pada wheezing yang pertama kali disertai trias klinis panas, batuk
dan sesak
5. mungkin berbahaya mengirim anak untuk rontgen dada dari pada roentgen
dilakukan di critical care area, misalnya pada croup dan epiglotitis.
 Anak dengan sesak napas berat
1. penatalaksanaan di critical care area
2. evaluasi dan dukungan jalan napas
3. berikan oksigen 100% dengan masker
4. monitoring: ECG, tanda vital tiap 5-15 menit, pulse oksimetri
5. pemeriksaan dada dengan teliti
6. roentgen dada sesuai keperluan

7. nebulisasi salbutamol untuk anak dengan wheezing


dosis: 0,5 ml : 1,5 ml saline untuk < 1 tahun
1 ml : 3 ml saline untuk > 1 tahun, dapat diulang tiap
20 menit
lakukan konsultasi pediatrik dan transfer ke pediatric ICU.
8. heparin plug pada vena perifer: buat analisa gas darah vena yang
berguna untuk menilai pH dan pCO2
 Anak sesak sedang
1. Penatalaksanaan di intermediate care area
2. Monitoring: pulse oksimetri
3. Berikan Oksigen jika SpO2 < 96%
4. Pada asma :
a. PEFR dilakukan pada anak yang dapat melakukannya dengan adekuat
( umumnya usia 6-7 tahun keatas )
b. Nebulisasi salbutamol sesuai kebutuhan tiap 20 menit.
c. Berikan prednison oral 1 – 2 mg/kg sejak awal pulang dari UGD
Disposisi
 Masuk Rumah Sakit
1. Anak dengan intubasi, diikuti dengan konsultasi pediatrik
2. tidak ada perbaikan setelah terapi
3. SpO2 pada udara ruangan < 96 %
4. Orang tua / pengasuh tidak kompeten mengikuti instruksi
 Rawat Jalan dengan review dari pediatrik bila memungkinkan.
1. Anak yang berespon terhadap terapi
2. Orang tua/ pengasuh kompeten mengikuti instruksi.