Anda di halaman 1dari 22

PENGGUNAAN WEBSITE DAN APLIKASI

IRMS (INDONESIA ROAD MANAGEMENT SYSTEM)


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
SUBDIT ADPS (ANALISA DATA DAN PENGEMBANGAN SISTEM)

1. PENDAHULUAN
IRMS (Indonesia Road Management System) merupakan sebuah sistem
pengelolaan jalan yang terintegrasi. Didalamnya mencakup beberapa hal pokok
berkenaan dengan pengelolaan jalan, mencakup perencanaan, perbaikan dan kegiatan
pengelolaan lainnya termasuk dengan ruas-ruas jalan yang masih dan dalam proses
pembangunan baru untuk perencanaan dan penyusunan program jalan, Direktorat
Jenderal Bina Marga selama 10 (sepuluh) tahun terakhir ini telah menggunakan yang
diadopsi dari Highway Design and Maintenance, 3.0 (HDM III).

1.1. Metode Indonesia Roughness Index (IRI)


Direktorat Jenderal Bina Marga menggunakan parameter Indonesia Roughness
Index (IRI) dalam menentukan kondisi konstruksi jalan, yang dibagi atas 4 kelompok.
Berikut ditampilkan Tabel 1 penentuan kondisi ruas jalan dan kebutuhan penanganannya:
Tabel 1. Penentuan Kondisi Ruas Jalan dan Kebutuhan Penanganan
Kategori IRI Kondisi jalan Kebutuhan penanganan
1 < 4,5 Baik Pemeliharaan Rutin
2 4,5 – 8 Sedang Pemeliharaan Berkala
3 8 – 12 Rusak Ringan Peningkatan Jalan
4 >12 Rusak Berat Peningkatan Jalan

2. Petunjuk Penggunaan Website dan Aplikasi


2.1. Login Website
Untuk dapat mengakses website IRMS maka terlebih dahulu pengguna harus masuk
ke alamat : irms.binamarga.pu.go.id
Dengan begitu maka akan terbuka akses login untuk masuk kedalam
website IRMS (Indonesia Road Management System) Bina Marga seperti
berikut :

Lalu masukkan User ID , dan User Password dengan benar kemudian


klik Log In. Maka, halaman website IRMS akan terbuka sebagai berikut :
2.2.Log Out Website

Untuk melakukan proses Log Out akun, pertama-tama pilih status


akun yang terletak pada pojok kanan atas. Kemudian akan muncul tampilan
seperti di bawah.

Setelah itu, pilihlah point Log Out. Secara otomatis akun anda
akan keluar.
2.3.Fronted

1 5
3
2 4

Halaman beranda adalah halaman pertama yang kita lihat saat membuka
website IRMS, pada halaman ini ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh
pengguna IRMS yaitu :
1. Logo ADPS
2. Menu Home
3. Menu Utama
4. Status Bar
5. Akun

1. Logo IRMS
Logo adalah gambar identitas dari website IRMS yang terdapat pada
bagian kiri atas layar;

2. Menu Home
Merupakan ikon home yang akan membawa kita kembali ke halaman
utama/beranda seperti yang diatas.
3. Menu Utama
Ada beberapa menu pada main menu ini yaitu :
Didalam IRMS 3.0 ada pilihan modul yang dimana terdapat 5 point :
1. Pavement Analyst
2. Structures Analysis
3. Safety Analyst
4. Portofolio Analyst
5. System

Adapun beberapa sub menu yang setelah dapat dipilih setelah


memilih jenis modul seperti :
a. Setup
Pada menu setup ini menyajikan sub menu yang digunakan untuk
b. Database
Merupakan menu yang didalamnya terdapat data-data yang
disimpan didalam modul pavement analyst dimana data-data
tersebut merupakan hasil survei. Dimana survei tersebut yaitu :
survei Inventaris, survei Lalu-lintas dan survei kondisi. Kemudian
data tersebut digabungkan secara umum menjadi database
keseluruhan. Di menu database ini terdapat submenu yaitu :

Dimana keseluruhan data yang dimaksud diatas dapat dilihat


pada sub menu Current Pavement Conditions.
c. Analysis
Didalam menu analysis ini terdapat dua sub menu yaitu:

d. Reports
Didalam menu report terdapat 3 sub menu yaitu:

4. Status Bar
Status bar merupakan suatu batang horizontal yang menampilkan
informasi kondisi sebuah program misalnya status dari item dalam
jendela program atau informasi tentang item yang dipilih.
5. Akun
Menu akun ini digunakan untuk fungsi change admin unit,
massage, create new session, change password, dan logout akun.

3. Petunjuk dan Penggunaan


3.1.Modul Pavement Analyst
a. Modul pada Menu Bar
Pada penjelasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa terdapat 5 modul
pilihan di menu bar, dalam pembahasan kali ini pertama penulis mencoba
menjelaskan tentang modul Pavement Analyst.
Pavement Analyst terdapat 4 (empat) pilihan menu yaitu : Setup, Database,
Analyst dan Reports.

b. Menu Database
Pada menu database ini terdapat beberapa sub menu, dan didalam sub menu
tersebut terdapat beberapa point :
 Current Pavement Conditions

Menu ini merupakan kumpulan data-data hasil suvei yang kemudian menjadi
database secara keseluruhan seperti berikut :

Data disimpan perseratus meter (100 m), per arah dan perlajur.

Merupakan Nomor UNIK


Nomor Ruas
Arah :
a. Normal = dari
titik 0 – terbesar R1 = Right (kanan)
b. Opposite = dari L1 = Left (kiri)
titik terbesar - 0

Nilainya perseratus
(hanya saja data-data
ini tidak berurutan)

Average Annual
Daily Traffic (Lalu-
lintas Harian Rata-
rata). Yang didapat
dari survei lalu lintas
Didapat dari survei IRI yang
dilalukan 2x (dua kali) dalam
setahun. Menggunakan alat
untuk mengukur IRI :
NAASRA Meter / Bank
Integrator, dan Laser

NAASRA Meter / Bank Integrator

Merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur alat ukur tingkat
kekasaran jalan.
Fitur-fitur NAASRA adalah sebagai berikut :

1. Akurasi hasil data survei dapat dipertanggung jawabkan


2. Proses kalibrasi alat mudah dan tidak perlu dilakukan berulang-ulang, cukup pada
1 kendaraan saja yang akan dijadikan sebagai kendaraan survei.
3. Mudah Pengoperasiannya, semua langsung terhubung ke komputer sebagai
sentral command sekaligus berfungsi sebagai “logger”.
4. Ruas jalan yang di survei disertai dengan data GPS dan Capture dari Camera
sehingga mudah untuk monitoring data.
5. Software kamera/hasil capture dapat disesuaikan jaraknya sesuai dengan
permintaan, bisa diambil per 100 meter, 200 meter dan seterusnya.
6. Akurasi Jarak dapat dipertanggung jawabkan, menggunakan sensor yang
sebelumnya dilakukan terlebih dahulu kalibrasi jarak.
7. Akurasi Data kekasaran jalan dapat dipertanggung jawabkan, menggunakan
sensor yang sebelumnya telah di kalibrasi, melalui pengambilan Sample
Percobaan dari mulai kondisi yang baik, sedang dan rusak.
8. Data NAASRA dapat langsung di export ke program IRMS baik versi I maupun
versi II. *sekarang versi III
9. Data NAASRA dapat langsung dilihat Baik, sedang atau rusaknya suatu ruas
jalan, seketika itu juga di akhir ruas/setelah survei dihentikan. Dengan catatan
bahwa data kalibrasi telah dimasukkan ke dalam software Naasra
10. Kapasitas pengolahan dan atau pengambilan data survei unlimited, sebab bisa
disimpan pada external hardisk lainnya.
11. Tidak diperlukan lagi pengolahan data lapangan, yang akan sangat menyita waktu
dan energi, sebab ketika itu juga dapat terlihat hasilnya.
12. Mudah Pengoperasian, baik untuk yang baru berlajar ataupun yang sudah
berpengalaman.
13. Format Output file tersedia dalam bentuk excel spreadsheet, dan tersedia pula
dalam bentuk *.DAT file sebagai sumber data untuk input ke IRMS apabila
diperlukan.
14. Masukan data ketika survei dilapangan, mengenai kondisi jalan per segmennya,
inputnya bervariasi, di input sesuai dengan bahasa surveyor, misal : “terdapat
tumpukan tanah”, “lubang lebar”, “retak-retak” dan sebagainya sehingga mudah
untuk monitoring data yang diperoleh pada ruas jalan yang dimaksud.
15. Grafik kekasaran jalan ketika itu juga dapat ditampilkan, sesaat setelah survei
dilakukan, dengan catatan data kalibrasi telah diperoleh.

Kelengkapan utama yang akan diperoleh antara lain sebagai berikut :


1. Box Sensor 9. Software Peralatan NAASRA
2. Broadband Router 10. Laptop/Komputer
3. GPS 11. Power Inverter
4. Batang NAASRA 12. Peralatan pelengkap lainnya
5. Sensor NAASRA 13. Sudah termasuk dengan biaya
6. Sensor Jarak pelatihan dan biaya untuk
7. Front Camera kalibrasi
8. Rear Camera

Lebar Permukaan perkerasan yang didapat


dari survey inventaris. Biasanya untuk
mempercepat survei digunakan alat bantu
teknologi yang biasa disebut Photogrametri.
Photogrametri merupakan video yang sudah
terkalibrasi. Salah satu survey Photogrametri
adalah Aerial Photogrammetric Survey
dengan bantuan drone.
Tipe jalan : 2 lajur, 3
lajur atau 4 lajur

Tipe perkerasan
dijalan tersebut.

Data Cummulative
Tahun terakhir Equivalent Standart
jalan tersebut Axle / CESA,
konstruksi merupakan beban
sumbu, dimana ini
merupakan daya rusak
dari trafik terhadap
suatu perkerasan
(angka diinput dalam
juta), fungsi dari
kendaraan dan daya
rusak kendaraan.

Biasanya per
Volume lalu
seratus (akan
lintas dan
tetapi tidak bisa
kapasitas jalan
pas perseratus

Merupakan data Merupakan data


untuk Rigid / Lendutan
Kaku (survei
secara visual)
Klasifikasi jalan Data kondisi Data kerusakan
per-koridornya jalan (untuk jalan (untuk
Fleksibel/Aspal) Rigid/Kaku)

Map (Peta) untuk menunjukan Lokasi


semua fungsi yang ada di data dapat
dipetakan,

Contoh hasil pemetaan data tersebut dapat dilihat sebagai berikut :


Blok terlebih dahulu data yang ingin dilihat,

Kemudian klik kanan (pada mouse) lalu pilih Show on Map,

Maka akan tampak hasil/data di dalam map yang sesuai ruas yang ingin dilihat.
Dari hasil data base tersebut lah yang nanti selanjutnya akan diolah.

 Menu Setup
Di dalam menu setup disini dipersiapkan model-model, yaitu model
Deterioration model, Treatment model, dan effect. Di dalam menu ini ada
beberapa sub menu yang telah dijelaskan sebelumnya.
a. Network Analysis
Sub menu Network Analysis terdapat beberapa point yaitu sebagai berikut :

 Upper Level Decision Tree

Upper Level Decision Tree adalah pembagian jalan menjadi


kelompok besar di mana di bina marga jalan di bagi menjadi 2 yaitu
Asphaltic Concrete ( jalan aspal ) dan Rigid Pevement ( jalan beton
Contoh hasil menu Upper Level Decision Tree

 Decisin trees

Decision tree merupakan menu untuk menganalisa data menjadi


pohon keputusan. Dalam Decision tree terdapat menu lainya yaitu :
1. Connection type
2. Upper level
3. Decision tree

1 3

1. Connection type
Connection type adalah menu pemilihan tipe analiasa yang di gunkan
2. Upper level
Adalah data dari menu Upper Level Decision Tree yaitu hasil
pengelompokan jenis jalan

3. Decision tree
Decision tree merupakan menu berupa data keputusan dari data tersebut
nantiknya menjadi alur ‘yes’ dan ‘no’ dari pohon keputusan berupan solusi dan
analisa dari kondisi yang di analisa.

Data keputusan

Tipe anlisa

Data keputusan dari menu decision tree bisadi tentukan sendiri


sesuin kebutuhan analisa yang di ingikan.
Untuk pengunaan decision tree ini pertama harus mengetahui jenis
jalan apa yang di analisa apakah asphalt atau rigit.

Kemudian pilih jenis jalan yang akan di analisa

Lalu kelik kiri (pada mouse) pada view/edit pada menu decision tree

Setelah itu akan muncul hasil decision tree berupa digram pohon
keputusan dari data yang di analisa
DAFTAR ISI

https://saungdaun.wordpress.com/2015/12/06/naasra-meter-alat-naasra-edisi-review/

Anda mungkin juga menyukai