Anda di halaman 1dari 42

MANUAL SJH STANDAR

Manual SJH
• Dokumen perencanaan yang menggambarkan
cara perusahaan memenuhi 11 kriteria SJH
• Berfungsi sebagai panduan bagi perusahaan
dalam menerapkan SJH
Prinsip Manual Sistem

Menuliskan apa yang dikerjakan

Mengerjakan apa yang dituliskan


Metode Implementasi SJH
• SJH harus dituliskan dalam Manual SJH
• Penerapan SJH dapat secara independen maupun
terintegrasi dengan sistem manajemen lainnya.
• Metode dan pendekatan penerapan sesuai kreasi
dan kondisi perusahaan (asalkan memenuhi kriteria
SJH).
Manfaat Manual SJH :
• Memudahkan dalam mempelajari
pengoperasian SJH di sebuah perusahaan.
• Sebagai acuan saat pelatihan pada orang yang
akan bertanggung jawab menjalankan
sistemnya.
• Mempermudah alur komunikasi antara
sesama staf yang bertanggung jawab.
Manfaat Manual SJH (Lanjutan) :
• Menjadi dasar dalam evaluasi, revisi dan
pengembangan sistem lebih lanjut.
• Menjadi acuan penilaian kinerja bagi Tim MHI.
• Menghilangkan ketergantungan pada personal
menjadi tergantung pada Sistem.
Garis Besar Isi Manual SJH :
• Kebijakan Halal
• Penugasan Tim Manajemen Halal
• Prosedur tertulis untuk semua aktivitas yang
berkaitan dengan penjaminan produk halal.
• Dokumentasi pelaksanaan aktifitas
Ruang Lingkup Manual SJH
• Semua fasilitas produksi untuk menghasilkan
produk halal atau terdapat aktivitas yang dapat
mempengaruhi kehalalan produk.
• Dapat mencakup :
Pabrik (milik sendiri / maklon),
Kantor pusat,
Fasilitas produksi di luar pabrik (misal : pembuatan
premiks bahan, pengemasan, penyimpanan), dll.
Karakteristik Manual SJH
Manual SJH harus dibuat terpisah dari dokumen manual
sistem yang lain. Namun prosedur tertulis dan
dokumentasi aktivitas dapat diintegrasikan dengan
prosedur atau dokumentasi sistem yang lain.

Misal Prosedur dan dokumentasi pada :


Pengembangan produk baru, penggunaan bahan baru,
pembelian, pemeriksaan bahan datang, produksi,
penyimpanan dan ketertelusuran produk
 digabungkan dengan prosedur sistem manajemen
mutu dan keamanan pangan
Format Manual SJH
Dalam penerapan SJH, tidak ada cara baku yang
dapat berlaku untuk semua perusahaan

• Setiap perusahaan mempunyai kebijakan,


prosedur dan proses bisnis yang berbeda.
• Setiap perusahaan dapat menentukan sendiri
cara yang sesuai untuk menulis Manual SJH
dan menerapkannya sesuai dengan
kebutuhan/keadaan perusahaan.
Karakteristik Manual SJH (Lanjutan)
Disusun sesuai
dengan proses bisnis perusahaan

Isi Manual SJH harus mencerminkan kebijakan


dan prosedur yang secara riil berlaku di
perusahaan dalam penerapan SJH.
Cara penulisan Manual SJH :
• Format Bebas
• Format Kuesioner
• Model Template
Format Bebas
• Perusahaan menentukan sendiri format dan isi Manual SJH
secara bebas.
• Manual SJH dianggap cukup apabila menggambarkan cara
perusahaan memenuhi 11 kriteria SJH.
• Cocok untuk Perusahaan yang telah menerapkan sistem
manajemen mutu, sistem keamanan pangan atau sistem
yang lain.
• Penulisan prosedur/dokumentasi aktivitas tertentu pada
Manual SJH dapat dibuat deskripsi singkat atau
ringkasannya saja, sedangkan detailnya dapat merujuk
pada nomor dan judul dari prosedur/dokumentasi yang
dimaksud.
Format Kuesioner
• Untuk perusahaan yang kesulitan dalam menyusun format Manual
SJH bebas.
• Kuesioner Manual SJH telah disiapkan oleh LPPOM MUI dan berisi
pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada 11 kriteria SJH.
• Perusahaan harus menjawab pertanyaan dalam kuesioner sesuai
dengan kondisi penerapan SJH yang sesungguhnya di perusahaan.
• Perusahaan tidak perlu menjawab pertanyaan yang tidak relevan
dengan kondisi atau bisnis proses perusahaan.
• Penulisan prosedur/dokumentasi aktivitas tertentu dapat dibuat
deskripsi singkat atau ringkasannya saja, sedangkan detailnya dapat
merujuk pada nomor dan judul dari prosedur/dokumentasi yang
dimaksud.
Format Template
• Hanya diperuntukkan bagi perusahaan kecil yang
tidak mempunyai pengalaman yang cukup dalam
penerapan sistem dan menghadapi keterbatasan
sumberdaya.
• Template Manual SJH telah disiapkan oleh LPPOM
MUI dan dapat langsung diisi oleh perusahaan.
• Pada kondisi tertentu, isi template Manual SJH
dapat direvisi sesuai dengan kondisi perusahaan
dan kemudahan penerapannya.
Penyusunan Manual SJH
• Manual SJH disusun sepenuhnya oleh
perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan
keadaan perusahaan.
HAP : Halal Assurance Point
Beberapa Kasus dalam Fasilitas

Purchasing Intermediate
Team
Warehouse

Toll Manufacturer
Intermediate
Product

Coding by
New Product Distributor
Research Team
Manufacturer
Alternatif Manual SJH untuk Perusahaan
dengan Beberapa Lokasi Pabrik
• Manual SJH dapat dibuat hanya satu dan berlaku untuk
semua pabrik.
• Jika proses bisnis atau prosedur operasi berbeda antar
pabrik, maka Manual SJH spesifik untuk masing-masing
pabrik.
• Pembuatan Manual SJH untuk perusahaan yang memiliki
beberapa lokasi pabrik dapat juga dibuat di kantor pusat
jika terdapat aktivitas kritis, misalnya proses pembelian,
pemilihan bahan baru dan pengembangan produk baru.
Perusahaan yang Memiliki Tempat Maklon
(Produk maupun sebagian proses)

• Manual SJH harus berlaku untuk pabrik tempat


maklonnya.
• Prosedur tertulis aktivitas tertentu yang dilakukan
di tempat maklon dapat mengacu/mengikuti
prosedur yang berlaku di tempat maklon.
Contoh Ketentuan Pembuatan Manual SJH
Perusahaan Yang Memiliki Tempat Maklon
Bila perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal adalah
pemilik produk, maka:
• Manual SJH dapat dibuat oleh pemilik produk saja dan isi
Manual SJH disesuaikan dengan penerapan SJH di pemilik
produk dan di tempat maklon.
• Pemilik produk harus mempersyaratkan agar tempat
maklon mempunyai komitmen dan prosedur tertulis yang
dapat menjamin produk yang dihasilkan dapat memenuhi
kriteria SJH.
• Manual SJH dapat dibuat oleh pemilik produk dan tempat
maklon.
• Fasilitas produksi tempat maklon harus tercantum dalam
ruang lingkup Manual SJH pemilik produk.
Contoh Ketentuan Pembuatan Manual SJH
Perusahaan Yang Memiliki Tempat Maklon (Lanjutan)
• Bila perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal
adalah tempat maklon, maka Manual SJH dibuat oleh
tempat maklon dan pemilik produk tidak perlu
membuat Manual SJH.
• Ketentuan ini berlaku walaupun tempat maklon tidak
memiliki produk yang disertifikasi halal.
Contoh Rencana Penerapan SJH :
No. Kriteria SJH Rencana Penerapan SJH

1. Manajemen Puncak harus Kebijakan halal ditetapkan dan


menetapkan dan mensosialisasikan disosialisasikan ke seluruh pemangku
kebijakan halal kepada seluruh kepentingan perusahaan melalui poster,
pemangku kepentingan perusahaan. pelatihan, briefing, dan memo internal.

2. Manajemen Puncak harus Manajemen puncak menunjuk Tim


menetapkan Tim Manajemen Halal Manajemen Halal dan Struktur Tim
dan mencakup semua bagian yang Manajemen Halal terdiri dari semua bagian
terlibat dalam aktivitas kritis. yang terlibat dalam aktivitas kritis.

3. Pelatihan (internal atau eksternal) Pelatihan eksternal dilaksanakan secara


harus dilaksanakan secara terjadwal terjadwal minimal dua tahun sekali atau
minimal setahun sekali atau lebih jika terdapat penggantian Tim Manajemen
sering jika diperlukan. Halal. Pelatihan internal dilaksanakan
secara terjadwal minimal setahun sekali.
Contoh Rencana Penerapan SJH :
No. Kriteria SJH Rencana Penerapan SJH
4. Perusahaan harus mempunyai Semua bahan yang digunakan untuk proses
dokumen pendukung untuk semua produksi dilengkapi dengan dokumen
bahan yang digunakan. pendukung yang valid, kecuali bahan tidak
kritis.
5. Merk/nama produk tidak boleh Perusahaan hanya memproduksi produk
menggunakan nama yang mengarah halal dengan merk/nama produk yang tidak
pada sesuatu yang diharamkan atau menggunakan nama yang mengarah pada
ibadah yang tidak sesuai dengan sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang
syariah Islam. tidak sesuai dengan syariah Islam.

6. Fasilitas produksi tidak boleh Fasilitas produksi di pabrik milik sendiri


digunakan secara bergantian untuk digunakan khusus untuk menghasilkan
menghasilkan produk halal dan produk halal. Fasilitas produksi di pabrik
produk yang mengandung babi atau maklon dapat digunakan secara bergantian
turunannya. untuk menghasilkan produk yang lain tetapi
bahannya tidak berasal dari babi/
turunannya.
Contoh Rencana Penerapan SJH :
No. Kriteria SJH Rencana Penerapan SJH

7. Perusahaan harus mempunyai Perusahaan mengembangkan prosedur


prosedur tertulis mengenai aktivitas kritis sesuai dengan kriteria
pelaksanaan aktivitas kritis. SJH dan mensosialisasikan ke semua
Prosedur tertulis aktivitas kritis pihak yang terlibat dalam penerapan
harus disosialisasikan ke semua prosedur.
pihak yang terlibat dalam
aktivitas kritis

8. Perusahaan harus mempunyai Perusahaan mengembangkan prosedur


prosedur tertulis untuk kemampuan telusur (traceability) yang
menjamin kemampuan telusur dapat menjamin kemampuan telusur
produk yang disertifikasi. produk yang disertifikasi dan
mensosialisasikan ke semua pihak yang
terlibat dalam penerapan prosedur.
Contoh Rencana Penerapan SJH :
No. Kriteria SJH Rencana Penerapan SJH
9. Produk yang tidak memenuhi kriteria - Penanganan produk yang tidak memenuhi
tidak dijual ke konsumen yang kriteria di area pabrik yaitu produk
mempersyaratkan produk halal. - dipisahkan untuk menghindari terjadi
Produk yang tidak memenuhi kriteria kontaminasi silang dengan bahan/ produk
dan terlanjur dijual, harus ditarik halal, selanjutnya produk akan
dimusnahkan.
- Bila produk yang tidak memenuhi kriteria
sudah terlanjur dijual, maka produk
tersebut akan ditarik dari pasaran
10. Audit internal dilakukan secara Audit Halal Internal dilakukan secara
terjadwal setidaknya enam bulan terjadwal setiap enam bulan sekali,
sekali atau lebih sering jika dilakukan secara terintegrasi dengan audit
diperlukan internal sistem ISO 9001 dan 22000.
11. Manajemen Puncak harus melakukan Kaji ulang manajemen dilakukan setiap akhir
kajian terhadap efektifitas tahun atau lebih sering jika diperlukan, yang
pelaksanaan SJH satu kali dalam satu dihadiri oleh manajemen puncak/wakilnya
tahun atau lebih sering jika dan tim manajemen halal. Pelaksanaan kaji
diperlukan. ulang manajemen dilakukan bersamaan
dengan kaji ulang sistem ISO 9001 dan
22000.
Contoh Surat Penetapan Tim Manajemen Halal
Contoh Poster
Kebijakan Halal Dan Edukasi Halal
Contoh Isi Poster Kebijakan Halal

KEBIJAKAN HALAL

“Kami berkomitmen tinggi untuk hanya menghasilkan produk


halal, dengan hanya menggunakan bahan yang telah disetujui
oleh LPPOM MUI dan diproduksi dengan menggunakan
peralatan yang bebas dari najis. Kami akan mencapainya dengan
membentuk tim manajemen halal dan melaksanakan dengan
sungguh-sungguh semua prosedur operasional”
…................, .........................................
Pimpinan Perusahaan,

( ........................................................)
Contoh Isi Poster Halal Haram
PENGERTIAN HALAL HARAM
• Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal adalah
wajib hukumnya bagi orang Islam.
• Pengertian halal haram :
(i) Halal adalah Boleh. (ii) Haram adalah sesuatu yang dilarang
oleh Allah SWT dengan larangan yang tegas.
• Contoh bahan haram : (i) Babi, termasuk seluruh bagian
tubuhnya dan produk turunannya, (ii) Khamr (minuman
beralkohol), (iii) Hasil samping khamr yang diperoleh hanya
dengan pemisahan secara fisik, (iv) Darah, (v) Bangkai, (vi)
Bagian dari tubuh manusia, binatang buas, dll.
Contoh Poster Praktek Penerapan SJH
Sistem Produksi Halal di PT Evigo Suksesindo :
• Menjaga semua fasilitas produksi dan peralatan dalam keadaan bersih
sebelum dan sesudah digunakan.
• Menjaga kebersihan diri sebelum dan selama bekerja sehingga tidak
mengotori produk yang dihasilkan.
• Tidak boleh membawa produk tidak halal di area produksi.
• Tidak boleh membawa/memelihara hewan peliharaan di area produksi.
• Tidak boleh menggunakan peralatan produksi untuk kepentingan lain.
• Menyimpan bahan dan produk di tempat yang bersih dan menjaganya
supaya terhindar dari najis.
• Memastikan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut produk halal
dalam kondisi baik dan tidak digunakan untuk mengangkut produk lain yang
diragukan kehalalannya.
Materi Pelatihan Internal

• Pengetahuan Halal Haram


• Pengetahuan Benda Najis
• Pengetahuan Sertifikasi Halal
• Penerapan Sistem Jaminan Halal (SJH)
Format Daftar Bahan Halal
Sistematika Manual SJH
• Berdasarkan sistem yang sudah dibuat dan
diterapkan, tuliskan rencana penerapan SJH di
perusahaan dan pastikan hal tersebut sudah
memenuhi kriteria SJH pada HAS 23000.
Sistematika Dokumentasi SJH
I. Kendali dokumen
II. Pendahuluan
III. Kriteria SJH
IV. Lampiran-lampiran
I. Kendali Dokumen
1. Halaman Pengesahan
2. Daftar Distribusi Dokumen
(Copy Terkontrol / Tidak Terkontrol)
3. Daftar Revisi Dokumen
II. Pendahuluan
1. Informasi Umum Perusahaan
Berisi informasi perusahaan : nama, alamat, jenis
usaha/produk, sejarah, kapasitas produksi, tempat maklon
(jika ada), jumlah lini produksi, jumlah tenaga kerja,
jangkauan pasar, dll.
2. Tujuan Penyusunan Manual
Agar menjadi pedoman penerapan SJH untuk menjaga
kesinambungan proses produksi halal
3. Ruang Lingkup
menjadi panduan implementasi SJH di Perusahaan sesuai HAS
23000 untuk seluruh unit Perusahaan yang terkait dengan
proses produksi halal, termasuk maklon dan gudang sewa.
III. Kriteria SJH
Menuliskan tentang Kriteria SJH yang
diimplementasikan perusahaan
1. Seluruh Kriteria SJH
1. Kebijakan Halal
2. Tim Manajemen Halal
3. Training and edukasi
4. Bahan
5. Produk
6. Fasilitas Produksi
7. Prosedur tertulis untuk aktifitas kritis
8. Penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria
9. Kemampuan telusur (Traceability)
10. Audit Internal
11. Manajemen Review
III. Contoh Lampiran-Lampiran
• Surat Pengangkatan Tim Manajeman Halal Internal.
• Daftar Lembaga Sertifikasi Halal yang diakui oleh MUI
• Daftar Bahan Tidak Kritis (Positif List)
• Jadwal Audit Internal
• Contoh Form Audit Internal dan Laporan Berkala ke LPPOM
MUI.
• Contoh Form
Evaluasi Implementasi SJH
Untuk memelihara implementasi SJH, perusahaan
harus melakukan :

• INTERNAL AUDIT Minimal Setiap 6 bulan sekali


• LAPORAN BERKALA setiap 6 bulan sekali kepada
LPPOM MUI
• MANAGEMENT REVIEW minimal setiap setahun
sekali