Anda di halaman 1dari 1

Menurut Teori konstruktivistik pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari suatu

kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang


terhadap obyek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah
sesuatu yang sudah ada dan tersedia dan sementara orang lain tinggal
menerimanya. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang terus
menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya
pemahaman-pemahaman baru.

Penerapan teori konstruktivistik dalam pelajaran Dasar Listrik Dan Elektronika.


A. Kompetensi Dasar
3.1. Memahami kaidah teknik kelistrikan
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1. Menyebutkan muatan listrik
3.2. Menjelaskan prinsip arus listrik
3.3. Menjelaskan arus elektron

Sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi di atas, maka langkah-langkah


yang Saya lakukan sesuai dengan teori belajar Konstruktivistik adalah :

1. Menyuruh siswa menyebutkan pengertian muatan listrik, Menjelaskan


prinsip arus listrik, Menjelaskan arus elektron sesuai dengan apa yang
mereka ketahui masing – masing dengan dengan bahasa sendiri.
2. Memberikan dukungan kepada siswa baik berupa pemberian penguatan
(reinforcement), motivasi belajar, ataupun petunjuk – petunjuk untuk
mengarahkan siswa pada pengertian dan pengetahuan yang lebih tepat.
3. Membantu siswa dengan memberi kemudahan terhadap akses sumber
belajar sehingga mereka lebih mudah mengerti dengan materi yang sedang
dipelajari. Contoh menanyangkan slide (power point) tentang muatan listrik,
arus listrik dan aliran elektron. Atau membuat video animasi tentang muatan
listrik, arus listrik dan aliran elektron, sehingga siswa dapat menyimpulkan
sendiri dengan pemahaman masing-masing setelah melihat tayangan/video
pembelajaran.
4. Membentuk group belajar, sehingga para siswa antar group belajar dapat
saling berinteraksi /saling mengajukan pendapat tentang topik pembelajaran
muatan listrik, arus listrik dan aliran elektron yang mereka kembangkan
melalui pendapat pribadi, diskusi, atau melalui sumber belajar lain Sehingga
timbul kesepahaman walaupun dengan bahasa yang mungkin berbeda yang
lebih mudah mereka mengerti.