Anda di halaman 1dari 5

Laporan Tugas UAS Pengantar Nano Sains

Prediksi Stanene Sebagai Superkonduktor


Berbasis : First Principles Calculations,
Density Functional Theory (DFT)

Disusun oleh :
Nama : Zohan Syah Fatomi
NIM : 14/362761/PA/15810

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
Pada tahun 1911, Heike Kammerlingh Onnes ( Fisikawan
Belanda) berhasil mengungkap gejala superkonduktivitas. Sejak
diketemukan gejala tersebut, penelitian bertopik superkonduktivitas
sangat gencar dilakukan. Penelitian tersebut dilakukan dengan
mencoba berbagai macam material.

Pada saat ini ilmuwan di dunia masih melakukan penelitian


untuk mendapatkan bahan superkonduktor yang bisa beraktivitas di
suhu kamar. Untuk mendapatkan hasil tersebut, ilmuwan masih
mengalami banyak kendala, antara lain adalah suhu kritis yang sangat
jauh dengan suhu ruang, densitas yang tinggi, homogenitas yang
tinggi, ukuran kistral yang sangat besar, rapat arus kritis yang tinggi
dan medan magnetik yag tinggi. Sehingga efek dari masalah-masalah
tersebut adalah biaya aplikasi yang terlalu mahal. Oleh karenanya,
perlu dikaji ulang tentnag penelitian-penelitian superkonduktivitas
pada material-material baru yang memiliki peluang untuk menjadi
superkonduktor pada suhu ruang.

Pada tahun 2004 Graphene berhasil diketemukan oleh Andre


Geim dan Konstantin Novoselov dari ekstrasi bulk Graphite.
Semenjak itu eksplorasi tentang material 2-Dimensional dilakukan
secara luas oleh publik, sehingga diketemukan material 2-Dimensional
baru yang lainnya seperti Silicene, Germanene dan Stanene.

Stanene adalah salah satu yang material yang unik. Dalam


bahan ini, struktur heksagonal karakteristik yang terkait dengan bahan
2D tersusun atas atom timah (Sn). Seperti dalam kasus elemen 2-
Dimensional lainnya, Stanene merupakan hasil dari sintesis di
laboratorium oleh epitaksi balok molekul (pengendapan partikel
individu ke substrat pada kondisi vakum dan suhu tinggi) dan telah
terbukti tentang eksistensinya.

Stanene merupakan material dengan 2-Dimensional yang mana


termasuk topological insulator. Topological insulator berbeda dengan
insulator biasa walaupun memiliki kesamaan yaitu memiliki selisih
energi yang besar pada pita elektronik (band structure). Namun jika
diperiksa permukaan dari topological insulator, maka akan
diketemukan sifat yang tidak ditemui pada insulator biasa. Pada
Topological Insulator menghantarkan listrik pada permukaannya. Jadi
secara lokal, topological insulator bersifat seperti insulator biasa
namun jika dalam persepektif yang menyeluruh tidak sama.

Keadaan tersebut telah dipelajari oleh fisikawan dan


diketemukan penyebabnya adalah karena kombinasi spin orbit pada
efek spin Hall.

Stanene juga memiliki sifat unik yang berkaitan dengan spin


elektron. Elektron yang dapat bergerak sepanjang tepi luar isolator
topologi juga terisolasi dari efek kuantum yang bisa membalik spin
mereka.

Insulator topologi 2-Dimensional dapat membawa "arus kiral”.


Arus Kiral ini adalah keadamaan di mana spin elektron terkunci ke
arah transportasi mereka, dengan kata lain dapat digunakan dalam
transfer informasi. Jika pada elektronik digital tradisional pada
dasarnya menggunakan muatan pada elektron sebagai sarana
menyimpan dan memproses informasi, maka stanene menggunakan
spin elektron untuk menyandikan dan mentransfer informasi.
Telah dilakukan perhitungan oleh Yusuf Shaidu dan Omololu
Akin-Ojo pada stanene dengan doping calcium (lithium) dengan
prinsip prediksi pertama menggunakan Density Functional Theory
bahwa Stanene berpotensi menjadi superkonduktor.

Metode yang digunakan adalah menggunakan formulasi dari


Allen dan Dynes untuk menentukan superconducting transition
temeperature Tc.

Dimana parameter masing-masing adalah rerata logaritmik pada


energi phonon, electron-phonon coupling constant dan electron
coulomb.

Hasilnya adalah dihasilkan phonon yang sesuai dengan referensi


dan Band structure yang sesuai dengan refrensi serta dengan suhu
kritis yang rendah (superconducting transition temeperature Tc) ~ 1.3
Kelvin, lebih rendah dari pada Bulk Tin (3.7 K).

Gambar
1.(a). Band structure dari stanene, (b). eletronics density of states (EDOS)
Stanene
Gambar 2.(a). Band structure dari CaSn6, (b). eletronics
density of states (EDOS) CaSn6

Rereferensi :
1. Y. Shaidu dan A.O. Akin, ”First principles predictions of
superconductivity in doped stanene” , Elsevier,118(2016) p.11-15

2. Evazzade dan M.R. Roknabadi, “Semimetal behavior of bilayer


stanene”, Elsevier, 89(2017) p.155-159

3. B. Mortazavi dan A. Dianat , “Application of silicene, germanene


and stanene for Na or Li ion storage: A theoretical investigation”,
Elsevier, 213 (2016) p.865-87