Anda di halaman 1dari 19

MODUL

PRODUK KREATIF DAN


KEWIRAUSAHAAN

SMK PGRI WANARAJA

M. WISNU WIGUNA, ST

JL. KOROPEAK NO 771 SUCINARAJA


2018
MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

1. Sikap Dan Perilaku Wirausahawan

 Definisi wirausaha
 Definisi kewirausahaan
 Pengertian sikap dan perilaku wirausaha
 Karakteristik wirausaha
 Keberhasilan dan kegagalan wirausaha
 Perilaku wirausaha
 Kriteria faktor keberhasilan dan kegagalan wirausaha

2. Peluang Usaha Produk Barang/Jasa

 Definisi peluang dan resiko usaha


 Definisi Barang / Jasa
 Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha komputer(hardware/software/produk digital)
 Ide dan peluang usaha komputer(hardware/software/produk digital)
 Peluang usaha produk barang/jasa komputer (hardware/software/produk digital)

3. Hak Atas Kekayaan Intelektual

 Pengertian hak atas kekayaan intelektual


 Macam-macam hak atas kekayaan intelektual
 Menyebutkan Macam – macam hak atas kekayaan intelektual
 Hak atas kekayaan intelektual dalam bidang komputer (hardware/software/produk digital)

4. Konsep Desain/Prototype Dan Kemasan Produk Barang/ Jasa

 Konsep desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa


komputer(hardware/software/produk digital)
 Memperkirakan konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa komputer
(hardware/software/produk digital)
 Menyajikan desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa
komputer(hardware/software/produk digital)

5. Proses Kerja Pembuatan Prototype Produk Barang/Jasa

 Tahapan – tahapan pembuatan prototype produk barang/jasa


komputer(hardware/software/produk digital)
 Keunggulan dan kelemahan produk barang/jasa komputer(hardware/software/produk digital)
 Proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa komputer(hardware/software/produk
digital)

PRODUK KREATIF WIRAUSAHA

1. Sikap Dan Perilaku Wirausahawan


 Definisi wirausaha
 Definisi kewirausahaan
 Pengertian sikap dan perilaku wirausaha
 Karakteristik wirausaha
 Keberhasilan dan kegagalan wirausaha
 Perilaku wirausaha
 Kriteria faktor keberhasilan dan kegagalan wirausaha
Pembahasan materi :
1. Definisi wirausaha
Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan
kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki kesiapan mental, baik
untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga seorang wirausaha harus
mempunyai karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri,
mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka
mencoba sesuatu, dll. (trisna, 2013)

2. Definisi kewirausahaan
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam
menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta
menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka
memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan. (sirait, 2009)

3. Pengertian sikap dan perilaku wirausaha


Perilaku dan sifat tidak bisa dipisahkan untuk menjadikan lebih sempurna karena kedua-
duanya memilliki karakteristik yang berbeda. Sikap itu cara pandang dan pola pikir (mindset)
atas hal-hal yang dihadapinya, seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritikan, saran, tekanan, dan
hambatan yang mendasari sebuah tindakan. Sedangkan perilaku adalah tindakan (act) dari
kebiasaan atas kebenaran yang ia pegang teguh. (renriz, 2015)

4. Karakteristik wirausaha
a. Memiliki rasa percaya diri
b. Berorientasi pada tugas dan hasil
c. Berani menanggung resiko
d. Memiliki jiwa kepemimpinan
e. Keorisinalan
f. Berorientasi ke masa depan
g. Jujur dan tekun
h. Memiliki kreativitas tinggi
i. Selalu mencari peluang. (palguna, 2015)

5. Keberhasilan dan kegagalan wirausaha


a. Keberhasilan wirausaha
- Memiliki kepribadian unggul didalam usahanya
- Mengenal diri sendiri
- Mengetahua dan memperhatikan hambata-hambatan yang ada serta hambatan yang
mungkin terjadi
- Mempunyai keahlian khusus
- Memiliki kekayaan mental, spiritual dan material
- Kemauan dan kesediaan untuk belajar dan bekerja prestatif
b. Kegagalan wirausaha
- Kebiasaan menunda waktu
- Ketekunan dan ketaqwaannya kurang
- Kepribadian negatif
- Kebiasaan boros
- Kebiasaan hati-hati berlebihan. (sugeng, 2016)
6. Perilaku wirausaha
a) Memiliki rasa percaya diri
b) Berorientasi pada tugas dan hasil
c) Pengambil resiko
d) Kepemimpinan
e) Inovatif, kreatif dan fleksibel
f ) Optimis memandang masa depan. (lutfiabidin, 2016)
7. Kriteria faktor keberhasilan dan kegagalan wirausaha
a. Faktor keberhasilan wirausaha
- Manusia
- Keuangan
- Organisasi
- Kemampuan dalam mengatur usaha
- Kemampuan pemasaran
b. Faktor kegagalan wirausaha
- Tak memiliki kompetensi dalam manajerial
- Tak cakap dalam mengatur dan mengendalikan keuangan
- Gagal dalam tahapan perencanaan
- Lokasi usaha kurang tepat
- Pengawasan terhadap alat alat usaha kurang
- Sikap yang tidak bersungguh-sungguh
- Tidak cakap melakukan transisi kewirausahaan. (iqbalwomz, 2015)

MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN


2. Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
 Definisi peluang dan resiko usaha
 Definisi Barang / Jasa
 Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha komputer(hardware/software/produk digital)
 Ide dan peluang usaha komputer(hardware/software/produk digital)
 Peluang usaha produk barang/jasa komputer (hardware/software/produk digital)
Pembahasan Materi :
 Definisi peluang dan resiko usaha
Peluang Usaha Dan Risiko Usaha
Dalam hal ini banyak sekali peluang usaha yang ada disekitar kita, asalkan kita mau mencari dan
bertanya. Sebagai seorang kreatif atau calon wirausahawan akan mampu melihat begitu banyak peluang
usaha yang berpotensi untuk diciptakan.
Dan cara mengindentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada dapat dicari, asalkan mau bekerja keras,
ulet dan percaya kepada kemampuan diri sendiri. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha,
seorang wirausahawan haru dapat berpikir positif dan kreatif diantaranya dengan cara sebagai berikut.
 Percaya bahwa usaha dapat dilaksanakan.
 Menerima gagasan baru.
 Bertanya pada diri sendiri.
 Mendengarkan saran orang lain.
 Memiliki etos kerja yang tinggi.
 Pandai berkomunikasi.
Ada kalanya seseorang yang ingin membuka sebuah usaha baru didorong oleh rasa optimis yang
berlebihan, sebagai pengimbangnya kita harus mampu mengevaluasi usaha tersebut. (setiawan, 2016)

 Definisi Barang / Jasa


Pengertian barang secara umum adalah benda-benda yang berwujud yang digunakan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhannya. Secara lengkap, ciri-ciri barang adalah produk yang berwujud, barang bisa
dijual kembali, bisa disimpan, aspek mutu mudah diukur dan jika digunakan manfaat dan nilai benda
bisa berkurang.
Pengertian jasa secara umum adalah setiap aktivitas atau pekerjaan jasa yang ditawarkan dari satu
pihak ke pihak lainnya. Jasa ini tidak menimbulkan perpindahan atas kepemilikan. (Admin, 2018)

 Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha komputer(hardware/software/produk


digital)
Faktor-faktor keberhasilan usaha
Menurut Murphy and Peck ada 8 ciri yang harus dimiliki seorang wirausaha yang juga merupakan kunci
keberhasilan, yaitu:
 Mau bekerja keras
 Bekerjasama dengan orang lain
 Penampilan yang baik
 Yakin
 Pandai dalam membuat keputusan
 Mau menambah ilmu pengetahuan
 Berambisi untuk maju
 Pandai berkomunikasi
Menurut Suryana, kunci keberhasilan dalam wirausaha adalah:
o Kemapuan dan kemauan
 Tekat yang kuat dan kerja keras
 Mengenal peluang dan berusaha meraihnya

Faktor-faktor Kegagalan Usaha


Menurut Alex Nitisemito menyebutkan sebab-sebab kegagalan usaha dalam perusahaan adalah sebagai
berikut:
 Kurang ulet dan mudah putus asa
 Kurang tekun dan kurang teliti
 Tidak jujur dan tidak menepati janji
 Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan
 Memulai usaha langsung secara besar-besaran
 Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
 Mengambil kresit tanpa mempertimbangkannya masak-masak
 Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
 Pelayanan yang kurang baik
 Banyaknya piutang ragu-ragu
 Banyaknya pemborosan dan penyelewengan
 Kekeliruan menghitung harga pokok
 Menyamakan perusahaaan dengan badan sosial
 Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dengan harta perusahaan
 Kemacetan keuangan yang sering terjadi
 Kurangnya pengawasan dan pengendalian (ujianchoirunnisak, 2016)

Ide dan peluang usaha komputer(hardware/software/produk digital)

 Perkembangan teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Di mana, teknologi juga
memiliki andil besar dalam perkembangan kehidupan manusia. Dengan banyaknya teknologi
baru saat ini, muncul beberapa peluang usaha di bidang IT yang menjanjikan dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.

 Peluang usaha di bidang IT di Indonesia masih tergolong baru, belum banyak orang yang terjun
di bidang IT, sehingga peluang untuk sukses masih terbuka lebar. Ada banyak ide-ide usaha yang
bisa dieksekusi untuk bisa terjun menjadi entrepreneur bidang IT. Jika Anda masih berikut ada 10
ide peluang bisnis bidang IT yang paling menguntungkan saat ini:

 Web Development
Website saat ini sudah menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki oleh sebuah bisnis. Sebab,
sekarang adalah eranya informasi, keterbukaan, dan kemudahan dalam komunikasi. Ada banyak
manfaat memiliki website untuk sebuah bisnis, diantaranya meningkatkan kredibilitas,
memperkenalkan profil, media promosi, media komunikasi, dan lain sebagainya. Maka dari itu,
peluang untuk membuat usaha web developer saat ini sangat tepat, banyak orang yang
membutuhkan mulai dari kelas pribadi, kelas bisnis, hingga kelas korporat.
 Startup, Startup adalah istilah bagi seseorang yang baru merintis usaha dalam bidang digital.
Untuk membangun sebuah startup, Anda hanya membutuhkan konsep yang matang saja. Jika
Anda tidak bisa masalah pemrograman, desain, konten marketing, pemasaran, dan SEO, Anda
bisa melemparkan ke orang lain yang lebih berpengalaman. Tetapi jika Anda mampu, Anda bisa
melakukannya sendiri. Kemampuan utama yang harus dimiliki sebelum membuat startup yaitu
pengelolaan sumber daya manusia. Contoh saja Facebook yang dulunya hanya startup kecil, kini
sudah menjelma menjadi salah satu raksasa di dunia dan digunakan oleh banyak orang.
 Desain Grafis, Jasa desain grafis juga memiliki peluang yang besar. Tidak semua orang bisa
melakukan desain walaupun sudah mempunyai aplikasinya. Harga jual untuk sebuah desain juga
cukup besar tergantung skill dari desainernya. Tips agar sering mendapat klien, Anda harus
memiliki banyak portfolio, tujuannya agar klien mengetahui hasil desain yang pernah Anda buat
dan lebih mudah menawarkan harga kepada klien. Anda bisa mencari klien di beberapa website
terkenal seperti 99designs.com, Fiverr, Sribulancer, dan lainnya.
 Penulis Artikel, Bagi Anda yang hobi menulis, tidak ada salahnya Anda menyalurkan hobi Anda
menjadi pundi-pundi rupiah. Pekerjaan menulis ini merupakan salah satu dari ide peluang usaha
bidang IT paling mudah dilakukan. Apalagi jika Anda memahami masalah SEO, maka nilai artikel
Anda akan dihargai lebih. Anda bisa menawarkan keahlian menulis Anda di forum-forum atau
bergabung dengan perusahaan penulis konten.
 SEO, SEO atau Search Engine Optimization adalah salah satu cara bagaimana menaikan website
Anda berada di halaman pertama pencarian Google sehingga banyak pengunjung yang datang
pada website Anda. Ilmu SEO ini masih jarang yang menguasainya, masih terbuka lebar peluang
untuk membuat usaha di bidang SEO ini. Apalagi biaya dari jasa SEO ini tergolong mahal,
terutama pada website yang memiliki persaingan berat.
 Aplikasi Mobile, Perkembangan aplikasi mobile dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan
yang cukup tinggi, dari tahun ke tahun perkembangannya sangat signifikan. Apalagi ditambah
dengan maraknya smartphone yang membuat aplikasi mobile menjadi salah satu peluang bidang
IT yang sangat menggiurkan. Aplikasi mobile yang paling banyak di-download menurut data di
urutan pertama adalah kategori Games (21,69%), urutan kedua kategori Education and
Reference (14,6%), urutan ketiga kategori Business and Productifity (13,90%). Dari data tersebut
menyebutkan bahwa games adalah aplikasi yang paling laku dan diminati saat ini, sehingga ini
menjadi peluang yang bisa Anda manfaatkan untuk memulai usaha di bidang IT yang tepat.
 Software, Jika aplikasi lebih cenderung ke mobile/smartphone, maka untuk software ini
cenderung ke perangkat komputer. Software adalah perangkat lunak yang isinya dari bahasa
pemrograman tertentu yang memiliki kesatuan dan memiliki nilai dan tujuan tertentu. Jika Anda
memiliki kemampuan coding yang baik, maka mendirikan usaha software house developer
adalah pilihan yang tepat. Selain pasarnya masih luas, harga setiap software yang dijual biasanya
memiliki harga yang mahal, sehingga masih sangat prospek untuk kedepannya.
 Blogger, Bagi Anda yang memiliki hobi menulis, maka blogger adalah salah satu peluang usaha
yang tepat untuk Anda. Anda bisa membuat blog dengan niche sesuai yang Anda kuasai. Selain
kemampuan menulis, Anda harus mengerti tentang urusan domain, hosting, dan SEO agar blog
Anda bisa bersaing dengan blog lain di Internet. Untuk bisa mendapatkan penghasilan, Anda bisa
melakukan monetisasi (mengubah dan mengelola) blog yang Anda miliki dengan PPC Adsense,
mengikuti program afiliasi, menjual slot iklan, paid to review, dan masih banyak model
monetisasi lainnya.
 Social Media Consulting, Social media saat ini banyak sekali jenisnya, jika dulu hanya ada
Friendster, maka sekarang sudah ada Facebook, Instagram, Line, Twitter, Tumblr, Path, dan lain
sebagainya. Anda bisa memanfaatkan peluang dari banyaknya jenis social media yang ada
dengan menjadi konsultan social media. Anda bisa menawarkan jasa untuk mengoptimalkan
social media untuk berbisnis, sarana promosi, membangun brand, menambah jumlah
follower/teman dan masih banyak lainnya.
 IT Solution, IT solution adalah bidang usaha yang bergerak di bidang jasa atau penjualan alat-alat
IT. Contoh usahanya seperti pemasangan CCTV, alarm keamanan, jasa service perangkat IT,
penjualan software, dan lainnya. Jika Anda dapat menjalankan usaha IT solution ini
keuntungannya cukup besar karena saat ini masih banyak orang yang membutuhkan jasa IT
(Choiri, 2018)

Peluang usaha produk barang/jasa komputer (hardware/software/produk digital)


1. Konsultan Teknologi
Jika Anda mahir dalam dunia IT atau komputer, maka bisnis ini mungkin saja adalah pilihan yang tepat
bagi Anda. Perubahan besar di bidang teknologi saat ini membuat perusahaan besar dan kecil
mengutamakan teknologi baru untuk dintegrasikan dengan bisnis mereka.
Para pebisnis umumnya disibukkan dengan urusan meningkatkan penjualan mereka sehingga tak
memiliki waktu untuk mengurus teknologi yang mendukung bisnis. Oleh karenanya profesi atau layanan
konsultan teknologi merupakan salah satu bisnis yang banyak dicari.
2. Konsultan Media Sosial
Walaupun sudah mulai banyak bisnis yang menawarkan jasa konsultasi media sosial, tidak ada salahnya
Anda ikut mencoba mengingat tingginya permintaan pasar. Coba tawarkan jasa untuk konsultasi
penggunaan media sosial untuk platform yang masih “berjuang” seperti Instagram, Pinterest, Tumblr
dan Snapchat.
Fokus kepada platform itu karena Facebook dan Twitter sudah terlalu banyak digunakan. Platform-
platform media sosial tersebut masih kurang mendapat perhatian dari perusahaan besar karena belum
menyadari manfaat dan tingkat keefektivitasannya.
Periskop misalnya, aplikasi live streaming Twitter ini memiliki lebih dari 10 juta akun aktif. Selain itu,
Snapchat memiliki lebih dari 100 juta pengguna, sementara Tumblr dan Instagram memiliki lebih dari
400 juta pengguna. Kemudian disusul dengan Pinterest yang memiliki 100 juta pengguna lebih.
Jika Anda memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan media sosial, coba mulai bisnis
konsultasi media sosial yang bertujuan mendapatkan keuntungan dari pengguna.
3. Buka Toko Komputer & Software
Ide ini harus dipertimbangkan oleh Anda, khususnya jika Anda memiliki pengetahuan mengenai
teknologi software dan hardware. Hampir mirip dengan jasa service gadget, toko seperti ini
memungkinkan pembeli untuk mengunduh file, membeli perangkat komputer atau gadget, mempebaiki
perangkat mereka dan lainnya.
Toko seperti ini banyak dicari oleh masyarakat, terutama jika memiliki website yang bisa secara langsung
melayani pelanggan. Pasalnya kini semua orang memiliki smartphone, gadget, hingga kamera
profesional yang memerlukan perbaikan atau perawatan.
4. Server Building
Server memainkan peran penting dalam dunia telepon dan koneksi internet, baik untuk penggunaan di
rumah, sekolah, perkantoran, tempat hiburan dan sebagainya.
Namun, masih jarang terdapat perusahaan yang menyediakan jasa server room, dimana hal ini akan
melancarkan kegiatan bisnis. Server room adalah ruangan untuk menyimpan server, perangkat jaringan
dan perangkat lainnya yang berhubungan.
Jadi, jika Anda ingin memulai bisnis berbasis teknologi, maka salah satu pilihan terbaik adalah dengan
membangun bisnis server building/server room.
5. Perusahaan Telekomunikasi
perusahaan yang menjalankan bisnis telekomunikasi adalah “pemain” aktif dalam industri teknologi.
Disini, Anda akan dikenal sebagai penyedia layanan provider.
Jika Anda memiliki modal yang besar dan ingin memulai bisnis teknologi informasi, maka Anda patut
mencoba jenis bisnis ini. Bosnis telekomunikasi adalah bisnis yang bersifat padat modal namun sangat
menjanjikan dari segi keuntungan.
6. Perpustakaan Online Atau E-Library
E-library adalah sebuah platform dimana orang bisa mempelajari banyak mata pelajaran dengan biaya
yang terjangkau. E-library merupakan pusat informasi di mana Anda dapat dengan nyaman melakukan
penelitian dan studi dimanapun Anda berada selama memiliki jaringan internet.
Orang akan membayar biaya pendaftaran dan biaya keanggotaan untuk mendapatkan akses ke e-library.
7. Layanan Instalasi
Banyak orang yang memiliki perangkat canggih (software dan hardware) tapi tak mengerti cara
penggunaannya. Mereka lebih memilih untuk langsung bertanya kepada orang lain daripada harus
mempelajarinya dari buku manual atau internet. Pasalnya pertanyaan yang dimiliki belum tentu dapat
terjawab dari kedua sumber informasi tersebut.
Oleh karenanya bisnis ini merupakan salah satu jenis yang bisa Anda pertimbangkan. Ingat, Anda harus
memiliki keterampilan teknis terlebih dahulu sebelum sukses menjalankan bisnis layanan instalasi.
8. Layanan Pembuatan Antivirus untuk Smartphone dan Komputer
Jika Anda memiliki kemampuan programming software, maka bisnis yang bisa Anda coba adalah
membuat dan mengembangkan antivirus untuk perangkat smartphone dan komputer. Jika bisnis ini
berjalan dengan efektif, maka tentu Anda akan mendapat banyak pemasukan mengingat banyaknya
orang yang membutuhkan jasa ini.
9. Pengembang Perangkat Smartphone
Mengingat penggunaan smartphone semakin meningkat setiap waktunya, tidak ada salahnya jika Anda
mencoba bisnis yang menyediakan layanan jasa pengembangan perangkat ini.
Untuk memulainya, Anda bisa merancang dan mencoba produksi handphone untuk Anda sendiri. Ada
banyak perusahaan di negara China yang bisa membantu Anda dalam hal ini dengan biaya yang cukup
hemat.
10. Jasa Layanan Website untuk Freelancer
Bisnis ini menghubungkan para pekerja freelance dengan perekrut kerja. Anda bisa
merekrut freelancer melalui website dengan berbagai bidang dan keahlian, misalnya perekrut
membutuhkan seorang web developer. Anda bisa menyediakannya dan membayar upah mereka sesuai
dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Pengertian

Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada
seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI
pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan
dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan
tindakan / jasa dalam bidang komersial (goodwill).

Dengan begitu obyek utama dari HaKI adalah karya, ciptaan, hasil buah pikiran, atau intelektualita
manusia. Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut adalah kecerdasan,
daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3). Setiap
manusia memiliki memiliki hak untuk melindungi atas karya hasil cipta, rasa dan karsa setiap individu
maupun kelompok.

Kita perlu memahami HaKI untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi
intelektual sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh setiap manusia, siapa saja yang ingin maju
sebagai faktor pembentuk kemampuan daya saing dalam penciptaan Inovasi-inovasi yang kreatif.

Prinsip-prinsip Hak Kekayaan Intelektual

Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah sebagai berikut :

1. Prinsip Ekonomi

Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang
memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan member keuntungan kepada pemilik hak cipta.

 Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan
intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap
karyanya.

 Prinsip Kebudayaan

Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna
meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa dan
Negara.

 Prinsip Sosial

Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan
oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan
keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.

Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia

Dalam penetapan HaKI tentu berdasarkan hukum-hukum yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dasar-dasar hukum tersebut antara lain adalah :

 Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade
Organization (WTO)
 Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan
 Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta
 Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek
 Undang-undang Nomor 13/1997 tentang Hak Paten
 Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the Protection of
Industrial Property dan Convention Establishing the World Intellectual Property Organization
 Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty
 Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the Protection of
Literary and Artistic Works
 Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty

Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut maka Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dapat
dilaksanakan. Maka setiap individu/kelompok/organisasi yang memiliki hak atas pemikiran-pemikiran
kreatif mereka atas suatu karya atau produk dapat diperoleh dengan mendaftarkannya ke pihak yang
melaksanakan, dalam hal ini merupakan tugas dari Direktorat Jenderal Hak-hak Atas Kekayaan
Intelektual, Departemen Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia.

3. Hak Atas Kekayaan Intelektual

 Pengertian hak atas kekayaan intelektual


 Macam-macam hak atas kekayaan intelektual
 Menyebutkan Macam – macam hak atas kekayaan intelektual
 Hak atas kekayaan intelektual dalam bidang komputer (hardware/software/produk digital)

Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

Secara umum Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terbagi dalam dua kategori, yaitu :

1. Hak Cipta
2. Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :
1. Hak Paten
2. Hak Merek
3. Hak Desain Industri
4. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
5. Hak Rahasia Dagang
6. Hak Indikasi

Dalam tulisan ini, penulis hanya akan membahas Hak Cipta, Hak Paten, dan Hak Merek.

 Hak Cipta

Hak Cipta adalah Hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan ciptaannya atau memperbanyak
ciptaannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19/2002 Pasal 1 ayat 1 mengenai Hak Cipta :

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau
memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-
pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak cipta termasuk kedalam
benda immateriil, yang dimaksud dengan hak milik immateriil adalah hak milik yang objek haknya adalah
benda tidak berwujud (benda tidak bertubuh). Sehingga dalam hal ini bukan fisik suatu benda atau
barang yang di hak ciptakan, namun apa yang terkandung di dalamnya yang memiliki hak cipta. Contoh
dari hak cipta tersebut adalah hak cipta dalam penerbitan buku berjudul “Manusia Setengah Salmon”.
Dalam hak cipta, bukan bukunya yang diberikan hak cipta, namun Judul serta isi didalam buku
tersebutlah yang di hak ciptakan oleh penulis maupun penerbit buku tersebut. Dengan begitu yang
menjadi objek dalam hak cipta merupakan ciptaan sang pencipta yaitu setiap hasil karya dalam bentuk
yang khas dan menunjukkan keasliannya dalam ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Dasar hukum
Undang-undang yang mengatur hak cipta antara lain :

 UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta


 UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15)
 UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta
(Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
 UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah
diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)

Hak Kekayaan Industri

Hak kekayaan industri adalah hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian, terutama yang
mengatur perlindungan hukum. Hak kekayaan industri sangat penting untuk didaftarkan oleh
perusahaan-perusahaan karena hal ini sangat berguna untuk melindungi kegiatan industri perusahaan
dari hal-hal yang sifatnya menghancurkan seperti plagiatisme. Dengan di legalkan suatu industri dengan
produk yang dihasilkan dengan begitu industri lain tidak bisa semudahnya untuk membuat produk yang
sejenis/ benar-benar mirip dengan mudah. Dalam hak kekayaan industri salah satunya meliputi hak
paten dan hak merek.

 Hak Paten

Menurut Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 1, Hak Paten adalah hak eksklusif yang diberikan
oleh Negara kepada Inventor atas hasil penemuannya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu
tertentu dalam melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau dengan membuat persetujuan
kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah
menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuan adalah
kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi, hal yang dimaksud berupa proses, hasil
produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses, serta penyempurnaan dan pengembangan hasil
produksi.

Perlindungan hak paten dapat diberikan untuk jangka waktu 20 tahun terhitung dari filling date.
Undang-undang yang mengatur hak paten antara lain :

 UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1989 Nomor 39)
 UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten
(Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)
 UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 109).

 Hak Merek

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15/2001 pasal 1 ayat 1, hak merek adalah tanda yang berupa
gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur
tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Merek merupakan tanda yang digunakan untuk membedakan produk/jasa tertentu dengan produk/jasa
yang sejenis sehingga memiliki nilai jual dari pemberian merek tersebut. Dengan adanya pembeda
dalam setiap produk/jasa sejenis yang ditawarkan, maka para costumer tentu dapat
memilih produk.jasa merek apa yang akan digunakan sesuai dengan kualitas dari masing-masing
produk/jasa tersebut. Merek memiliki beberapa istilah, antara lain :

 Merek Dagang

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau
beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang
sejenis lainnya.

 Merek Jasa

Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa
orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

 Merek Kolektif
Merek Kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama
yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk
membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.

Selain itu terdapat pula hak atas merek, yaitu hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek
yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu, menggunakan sendiri merek
tersebut atau memberi izin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan
hukum untuk menggunakannya. Dengan terdaftarnya suatu merek, maka sudah dipatenkan bahwa
nama merek yang sama dari produk/jasa lain tidak dapat digunakan dan harus mengganti nama
mereknya. Bagi pelanggaran pasal 1 tersebut, maka pemilik merek dapat mengajukan gugatan kepada
pelanggar melalui Badan Hukum atas penggunaan nama merek yang memiliki kesamaan tanpa izin,
gugatan dapat berupa ganti rugi dan penghentian pemakaian nama tersebut.

Selain itu pelanggaran juga dapat berujung pada pidana yang tertuang pada bab V pasal 12, yaitu setiap
orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama secara keseluruhan dengan
merek terdaftar milik orang lain atau badan hukum lain, untuk barang atau jasa sejenis yang diproduksi
dan diperdagangkan, dipidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak
Rp100.000.000,-

Oleh karena itu, ada baiknya jika merek suatu barang/jasa untuk di hak patenkan sehingga pemilik ide
atau pemikiran inovasi mengenai suatu hasil penentuan dan kreatifitas dalam pemberian nama merek
suatu produk/jasa untuk dihargai dengan semestinya dengan memberikan hak merek kepada pemilik
baik individu maupun kelompok organisasi (perusahaan/industri) agar dapat tetap melaksanakan
kegiatan-kegiatan perekonomiannya dengan tanpa ada rasa was-was terhadap pencurian nama merek
dagang/jasa tersebut.

Undang-undang yang mengatur mengenai hak merek antara lain :

 UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 81)
 UU Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek
(Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 31)
 UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 110)

Dalam pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa HaKI adalah bagian penting dalam penghargaan dalam
suatu karya dalam ilmu pengetahuan, sastra maupun seni dengan menghargai hasil karya pencipta
inovasi-inovasi tersebut agar dapat diterima dan tidak dijadikan suatu hal untuk menjatuhkan hasil karya
seseorang serta berguna dalam pembentukan citra dalam suatu perusahaan atau industri dalam
melaksanakan kegiatan perekonomian.

4. Konsep Desain/Prototype Dan Kemasan Produk Barang/ Jasa

 Konsep desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa


komputer(hardware/software/produk digital)
 Memperkirakan konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa komputer
(hardware/software/produk digital)
 Menyajikan desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa
komputer(hardware/software/produk digital)

PENGERTIAN PROTOTYPE PRODUK

Fenomena dewasa ini banyak manajer menjalankan Total Quality Management (TQM) sebagai
prioritas untuk peningkatan dan pengendalian kualitas produk. Karena kualitas suatu produk
berhubungan erat dengan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) serta keuntungan industri.
Dengan kualitas yang lebih tinggi akan menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus
mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah.
Perhatian terhadap kualitas yang terbaik adalah bukan pada produk akhir. Hal ini penting agar
produk akhir yang dihasilkan adalah produk yang bebas cacat dan tidak ada lagi pemborosan karena
produk tersebut dibuang atau dikerjakan ulang. Maka sebaiknya perhatian terhadap kualitas harus
dimulai pada saat awal pembangunan produk. Tahapan yang sangat penting dalam perencanaan
awal pembuatan produk adalah pembuatan prototipe produk.

Prototipe produk (purwa–rupa produk) adalah bentuk dasar dari sebuah produk merupakan
tahapan yang sangat penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut keunggulan
produk yang akan menentukan kemajuan suatu usaha di masa mendatang. Dikatakan sebagai
tahapan yang sangat penting karena prototipe dibuat untuk diserahkan pada pelanggan (lead–user)
agar pelanggan dapat mencoba kinerja prototipe tersebut. Selanjutnya jika pelanggan memiliki
komplain ataupun masukan mengenai protipe tersebut maka industri mendokumentasikannya
untuk proses perbaikan prototipe tersebut. Sehingga menciptakan suatu sistem inovasi produk yang
dibangun bersama-sama antara industri dan pelanggan sebagai upaya pemenuhan kepuasan
pelanggan (customers).

Sebagai bentuk dasar produk, prototipe memiliki bagian yang ukuran dan bahan sama seperti jenis
produk yang akan dibuat tetapi tidak harus difabrikasi dengan proses sebenarnya ditujukan untuk
pengetesan untuk menentukan apakah produk bekerja sesuai desain yang diinginkan dan apakah
produk memuaskan kebutuhan pelanggan. Prototipe seperti ini disebut alpha prototype ada juga
yang disebut beta prototype yang dibuat dengan bagian yang disuplai oleh proses produksi
sebenarnya, tetapi tidak rakit dengan proses akhir ditujukan untuk menjawab pertanyaan akan
performance dan ketahanan uji untuk menemukan perubahan yang perlu pada produk final.

TAHAPAN-TAHAPAN PROTOTYPE

Berikut tahapan prototype:

1. Pendefinisian produk: merupakan penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan dengan


kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perancangan termasuk aspek hukum produk
dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan perlindungan terhadap konsumen.
2. Working model: dibuat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara keseluruhan dan dibuat
pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep dari pembuatan produk dan
menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat. Working model juga
dibangun untuk menguji parameter fungsional dan membantu perancangan prototipe rekayasa.
3. Prototipe rekayasa (engineering prototype): dibuat seperti halnya working model namun mengalami
perubahan tingkat kompleksitas maupun superioritas dari working model, dibangun mencapai
tingkat kualitas teknis tertentu agar dapat diteruskan menjadi prototipe produksi atau untuk
dilanjutkan pada tahapan produksi.
4. Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional dan kebutuhan
rancangan sistem produksi.
5. Prototipe produksi (production prototype): bentuk yang dirancang dengan seluruh fungsi
operasional untuk menentukan kebutuhan dan metode produksi dibangun pada skala sesungguhnya
dan dapat menghasilkan data kinerja dan daya tahan produk dan part-nya.
6. Qualified production item: dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan diproduksi pada
tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi segala bentuk standar maupun
peraturan yang diberlakukan terhadap produk tersebut biasanya untuk diuji-cobakan kepada umum.
7. Untuk mematangkan produk yang hendak diproduksi secara komersil, maka produk perlu memasuki
pasar untuk melihat ancaman-ancaman produk yang terjadi; misal: keamananan, regulasi, tanggung
jawab, ketahanan dan kerusakan (wear–and–tear), pelanggaran, siklus break even dan polusi, dan
konsekuensinya diperlukan peningkatan program pemasaran.
8. Model: merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun (look–like–models). Secara
jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan skala yang diperbesar, 1:1, atau
diperkecil untuk memastikan produk yang akan dibangun sesuai dengan lingkungan produk maupun
lingkungan user.
9. Prototipe adalah bentuk efektif dalam mengkomunikasikan konsep produk namun jangan sampai
menyerupai bentuk produk sebenarnya karena mengandung resiko responden akan
menyamakannya dengan produk akhir.
PENGERTIAN KEMASAN PRODUK

Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi
dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan
digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi
dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan
memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah
untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat
pemasaran (Rangkuti, 2010:132).

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan.
Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau
menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat
merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang
baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan
produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.

FUNGSI KEMASAN PRODUK

Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka
menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari
pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:

1. Fungsi Protektif
Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi
yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu
harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.

2. Fungsi Promosional
Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan
sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi
konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat
pemasaran, yaitu :

1. Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan
harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan
menyeluruh yang mendukung produk.
2. Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan,
ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
3. Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang
dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek
produk.
4. Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga
memberi keuntungan bagi produsen.
Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu
sebagai berikut:
1. Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah satu fungsi dasar kemasan adalah untuk
mengurangi terjadinya kehancuran, busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan
penempatan.
2. Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian kepada sebuah produk dan
memperkuat citra produk.
3. Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik
perhatian dan mengkomunikasikannya.
TUJUAN KEMASAN PRODUK

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan,
yaitu:

1. Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
2. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.
3. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu
paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
4. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau
membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
5. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik
(menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket
juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.
6. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan,
kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.
7. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli
produk.

JENIS-JENIS KEMASAN

Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol
minuman, dll).
2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya,
seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang
dibungkus dan sebagainya.
3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau
identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai.
Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang
oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan
ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.
3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan
lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis
botol.
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna
sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian,
misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil
atau plastik.
PENGERTIAN SKETSA

Menurut Linda Murray dan Peter, Sketsa adalah rancangan kasar dari suatu komposisi atau

sebagian komposisi dibuat demi kepuasan pribadi. Pada tahap ini ada beberapa hal yang menjadi
acuan yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan lain sebagainya.

Sementara menurut H.W Flower, Sketsa adalah begitu saja tanpa persiapan. Merupakan gambaran
atau lukisan pendahuluan yang kasar, ringan dan semata-mata garis besar. Kegiatan menggambar
sketsa pada dasarnya memerlukan alat dan bahan yang sangat sederhana untuk dapat membuat
tanda goresan yang mewakili bentuk sesungguhnya.

Beberapa garis yang digoreskan pada bidang datar dapat memberikan suatu kesan simbol tentang
bentuk yang ada di sekitar kita atau gagasan tentang sesuatu yang terlihat dan terlintas dalam benak
seseorang.

Dengan demikian pikiran dan perasaan dapat diungkapkan dalam bentuk visual melalui kegiatan
menggambar, sehingga menggambar termasuk kegiatan mendasar dalam berkarya seni rupa.

Kegiatan menggambar sketsa dapat dianalogikan dengan kegiatan menulis. Ketika kita hendak
menulis, sebelum dapat menulis kalimat yang baik kita cenderung menulis dan merangkai beberapa
kata terlebih dahulu hingga diperoleh kalimat yang sesuai.

Demikian pula halnya dengan kegiatan menggambar sketsa. Sebelum dapat membuat karya seni
rupa yang utuh, umumnya para seniman membuat sketsa terlebih dahulu.

Menurut Fajar Sidik (1981) garis atau penggarisan merupakan unsur yang paling menonjol hakiki
dalam seni lukis, akan tetapi pada dasarnya terdapat perbedaan antara sketsa dengan lukisan. Ada
ungkapan yang menarik yang disampaikan oleh Kusnadi, seorang seniman dan kritikus seni rupa.

Sketsa ibarat gesekan biola tunggal, sedangkan lukisan merupakan sebuah orkes yang lengkap.

Ungkapan ini menyatakan dua hal, pertama, sketsa sebagai ungkapan estetis dihadirkan secara
sangat sederhana karena menggunakan garis secara hemat dan selektif.

Umumnya sketsa dikerjakan dengan cepat dan secara spontan. Jika sketsa dibangun oleh unsur-
unsur garis sebagai medium utamanya, lukisan merupakan ungkapan lengkap, dalam arti
penyajiannya dibangun dengan menggunakan unsur-unsur lain, seperti tekstur, kedalaman/ruang,
gelap-terang, dan warna di samping unsur garis.

Bahkan, dalam lukisan unsur warna menjadi penting sebagai unsur tambahannya (Schinneller,1966).
Sebagaimana halnya dengan karya lukisan, sketsa juga memiliki keragaman tema, gaya dan teknik
pengungkapannya. Perbedaan yang mencolok hanyalah pada medium pengucapannya.

JENIS-JENIS SKETSA

1. Gambar garis besar yaitu sketsa yang membuat garis-garis bentuk sederhana tanpa rincian dan tidak
selesai.
2. Sketsa cepat yaitu sketsa yang menggunakan beberapa garis saja untuk menampilkan citra suatu
sketsa yang sudah selesai.
3. Studi citra yaitu sketsa yang berupa coretan dengan cepat dan kurang terperinci hanya menunjukan
bentuk global.
KOMPOSISI UNSUR SKETSA

Komposisi memiliki peranan penting dalam terciptanya sebuah sketsa yang bagus. Komposisi atau
susunan unsur-unsur dalam seni rupa harus berada pada perbandingan yang tepat agar dihasilkan
karya yang pas. Adapun unsur-unsur dalam sketsa antara lain :

1. Garis – Garis adalah unsur yang memiliki peran utama di dalam membentuk komposisi. Jenis garis
yang dapat membentuk komposisi : komposisi garis lurus; komposisi garis lengkung.
2. Warna – Meskipun umumnya sketsa terdiri dari satu jenis warna, akan tetapi pengaturan komposisi
warna pada objek sktesa sangat diperlukan agar memberikan kesan harmonis. Komposisi warna
pada sketsa umumnya diatur berdasarkan gelap terang pencahayaan.
3. Bidang dan bentuk – Bidang dan bentuk adalah unsur yang dibentuk melalui garis-garis yang disusun
atau digores sedemikian rupa. Keharmonisan dari komposisi bentuk ditentukan dari berbagai faktor
unsur-unsurnya yaitu simetris, asimetris, sentral, dan diagonal.
4. Efek pencahayaan – Unsur gelap terang merupakan pelengkap dalam pengkomposisian warna.
Meskipun sketsa cenderung berupa gambar kasar yang tidak selesai, akan tetapi goresan-goresan
yang dihasilkan kerap kali menghasilkan efek gelap terang sehingga sebuah objek dapat diamati
dengan cukup jelas.

ATURAN DALAM MEMBUAT SKETSA

1. Membuat kerangka gambar yang terdiri dari garis-garis vertical, horizontal, maupun lengkung secara
tipis.
2. Menggambar garis sekundernya, misalnya melukis kerangka kubus atau kotak dalam keadaan tipis
3. Menebalkan garis sketsa yang sudah benar. Ketebalan sesuai dengan karakter jenis garis yang
diinginkan.

FUNGSI ATAU MANFAAT SKETSA

Senada dengan defenisinya, sktesa memiliki beberapa fungsi yaitu :

1. Untuk lebih memfokuskan gambaran atau gagasan tema


2. Meminimalisir kesalahan
3. Mempertajam pengamatan
4. Meningkatkan kemampuan koordinasi hasil pengamatan dan keterampilan tangan.

5. Proses Kerja Pembuatan Prototype Produk Barang/Jasa

 Tahapan – tahapan pembuatan prototype produk barang/jasa


komputer(hardware/software/produk digital)
 Keunggulan dan kelemahan produk barang/jasa komputer(hardware/software/produk digital)
 Proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa komputer(hardware/software/produk
digital)

A. Prototipe
Setiap tahapan dalam proses pengembangan konsep melibatkan banyak bentuk model dan
prototipe. Hal ini mencakup, antara lain model pembuktian konsep yang akan membantu tim
pengembangan dalam menunjukkan kelayakan : model “hanya bentuk” dapat ditunjukkan pada
pelanggan untuk mengevaluasi keergonomisan dan gaya, sedangkan model lembar kerja adalah
untuk pilihan teknis.Prototipe merupakan penafsiran produk yang dapat diklasifikasikan melalui dua
dimensi yaitu dimensi yang pertama adalah tingkat dimana sebuah prototipe merupakan bentuk
fisik sebagai lawan dari analitik.
Prototipe fisik merupakan benda nyata yang dibuat untuk memperkirakan produk. Aspek yang
diminati tim pengembang secara nyata dibuat jadi suatu benda untuk pengujian dan percobaan.
Dimensi kedua adalah tingkatan dimana sebuah prototipe merupakan prototipe yang menyeluruh
sebagai lawan yang terfokus. Prototipe yang menyeluruh mengimplementasikan yang sebagian
besar atau semua atribut dari produk. Prototipe menyeluruh merupakan prototipe yang diberikan
kepada pelanggan untuk mengidentifikasi kekurangan dari desain sebelum memutuskan diproduksi.

B. Kegunaan Prototipe
Dalam proyek pengembangan produk, prototipe digunakan untuk empat tujuan yaitu:
pembelajaran, komunikasi, penggabungan, dan tonggak.

1. Pembelajaran
Prototipe sering digunakan untuk membuat dua tipe pertanyaan "akankah dapat bekerja?" dan
"sejauh mana dapat memenuhi kebutuhan pelanggan?" saat harus menjawab pertanyaan
semacam ini, prototipe dilakukan sebagai alat pembelajaran.

2. Komunikasi
Prototipe memperkaya komunikasi dengan manajemen puncak, penjual, mitra, keseluruhan
anggota tim, pelanggan dan investor. Hal ini benar karena sebuah gambar, alat tampil tiga dimensi
dari produk lebih mudah dimengerti dari pada penggambaran verbal, bahkan sebuah sketsa
produk sekalipun.

3. Penggabungan
Prototipe digunakan untuk memastikan bahwa komponen dari produk bekerja bersamaan seperti
yang diharapkan. Prototipe fisik menyeluruh paling efektif sebagai alat penggabung dalam proyek
pengembangan produk karena prototipe ini membutuhkan perakitan dan keterhubungan fisik dari
seluruh bagian dan sub-assembly yang membentuk sebuah produk.

4. Milestones
Dalam tahap pengembangan produk berikutnya, prototipe digunakan untuk mendemonstrasikan
bahwa produk yang telah mencapai tingkat kegunaan yang diinginkan. Prototipe milestones
menyediakan hasil nyata memperlihatkan kemajuan dan disiapkan untuk menjalankan jadwaI.
Manajemen senior sering membutuhkan sebuah prototype untuk memperagakan fungsi tertentu
sebelum memperbolehkan proyek tersebut diteruskan.

C. Prinsip Pembuatan Prototipe

1. Prototipe Analitik Umumnya Lebih Fleksibel Dibandingkan Prototipe Fisik


Karena sebuah prototipe analitik merupakan perkiraan matematis dari produk, maka secara umum
akan mengandung beberapa parameter yang bervariasi untuk menampilkan rancangan alternatif.
Dalam banyak kasus, mengubah parameter dalam prototipe analitik lebih mudah dibandingkan
mengubah sebuah atribut prototipe fisik.

2. Prototype Fisik Dibutuhkan Untuk Menemukan Fenomena Yang Tidak Dapat Diduga
Sebuah prototipe fisik seringkali memperlihatkan fenomena yang tidak dapat diduga yang sama
sekali tidak berhubungan dengan tujuan semula dari prototipe. Beberapa hal yang muncul secara
kebetulan adalah prototipe fisik tidak relevan pada produk akhir dan bertindak sebagai
pengganggu selama pengujian.
Namun beberapa dari hal yang ditemukan secara kebetulan ini akan juga tampak pada produk
akhir. Pada kasus ini, prototipe fisik dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mendeteksi fenomena
yang mengganggu dan tidak dapat diduga yang mungkin timbul pada produk akhir. Prototipe
analitik, sebaliknya, tidak pernah dapat mengungkapkan fenomena yang bukan merupakan bagian
model analitik pokok yang prototipe.

3. Sebuah Prototipe Dapat Mengurangi Resiko Iterasi yang Merugikan


Dalam banyak situasi, hasil dari sebuah pengujian mungkin mengharuskan menggambarkan
peranan resiko dan iterasi dalam pengembangan produk, meskipun tugas pengembangan akan
harus diulang. Sebagai contoh, jika bagian tercetak tidak sesuai dengan bagian bingkainya, cetakan
harus dibuat ulang. Jika pembuatan dan pengujian prototipe banyak sekali meningkatkan
kemungkinan kegiatan berikutnya akan diteruskan tanpa iterasi, misalnya dari 70% menjadi 95%,
tahap prototipe mungkin dibenarkan.

4. Sebuah Prototipe Dapat Memperlancar Langkah Pengembangan Lainnya


Pembuatan prototype dapat membuat kegiatan selanjutnya selesai lebih cepat dibandingkan jika
tidak membuat prototype. Jika waktu yang dibutuhkan untuk tahap prototype lebih sedikit dari
simpanan lamanya waktu untuk kegiatan berikutnya.

5. Sebuah Prototipe Dapat Menstrukturisasi Ketergantungan Tugas


Merupakan sesuatu yang mungkin untuk melengkapi beberapa tugas berbarengan dengan
membangun sebuah prototype. Sebagai contoh sebuah pengujian software mungkin tergantung
pada keberadaan sirkuit fisik. Daripada menunggu pembuatan bersi papan sirkuit cetakan untuk
digunakan dalam pengujian, tim dapat dengan cepat membuat sebuah prototype dan
menggunkannya untuk pengujian sementara pembuata papan sirkuit cetakan dimulai.

D. Teknologi Pembuatan Prototipe

1. Model Komputer 3D
Pada dekade yang lalu, cara yang dominan dalam menampilkan rancangan telah berubah secara
dramatis dari gambar-gambar, seringkali dibuat dengan komputer, menjadi model komputer 3D,
model ini menampilkan rancangan sebagai bentuk 3D masing-masing biasanya dibangun dari
bangun geometric dasar seperti silinder, balok, dan lubang

2. Pembuatan bentuk bebas


Teknologi pembuatan produk bentuk bebas memungkinkan prototype 3D yang nyata dibuat lebih
awal dan lebih murah dibandingkan yang sebelumnya. Jika digunakan secara tepat, prototype ini
dapat mengurangi waktu pengembangan produkatau memperbaiki produk hasil. Sebagai
tambahan, untuk memungkinkan pembuatan prototype kerja yang cepat, teknologi ini dapat
digunakan untuk mewujudkan konsep yang dapat dikomunikasikan dengan anggota tim lainnya.

E. Merencanakan Prototipe

Langkah 1: Menetapkan Tujuan Prototipe


Mengingat kembali empat tujuan prototipe, yaitu: pembeIajaran. komunikasi, penggabungan, dan
milestone. Dalam menetapkan tujuan sebuah prototipe, tim mendaftar khususnya pembelajaran
dan kebutuhan komunikasi. Anggota juga mendaftar beberapa kebutuhan penggabungan baik yang
jadi atau tidak. Prototipe diharapkan untuk menjadi satu dari beberapa tonggak utama dari proyek
pengembangan produk keseluruhan.

Langkah 2: Menetapkan Tingkat Perkiraan Konsep


Merencanakan sebuah prototipe membutuhkan tingkatan dimana produk akhir diperkirakan akan
ditetapkan. Tim harus mempertimbangkan apakah prototipe fisik diperlukan atau apakah prototipe
analitik yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Dalam banyak kasus, prototipe yang
terbaik adalah prototipe yang paling sederhana yang akan memenuhi tujuan yang ditetapkan pada
langkah 1. Pada beberapa kasus, prototipe yang sudah ada atau prototipe yang dibuat untuk tujuan
lain dapat dipinjam.

Langkah 3: Menggariskan Rencana Percobaan


Dalam banyak kasus, penggunaan prototipe dalam penggunaan produk dapat dianggap sebagai
sebuah percobaan. Praktek percobaan yang baik membantu untuk menjamin penggalian nilai
maksimum dari kegiatan pembuatan prototipe. Rencana percobaan meliputi identifikasi variabel
percobaan (jika ada), protokol pengujian, sebuah indikasi mengenai pengukuran apa yang akan
ditampilkan, dan sebuah rencana untuk menganalisis data hasil. Saat terdapat banyak variabel yang
harus digali, rancangan percobaan yang efisien akan sangat membantu proses semacam ini.
Langkah 4: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan Pengujian
Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan subproyek dalam keseluruhan
proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal untuk kegiatan membuat prototipe. Tiga
tanggal pertemuan sangat penting dalam menetapkan usaha pembuatan prototipe. Pertama, tim
menetapkan kapan bagian-bagian akan siap untuk dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim
menetapkan tanggal kapan prototipe akan diuji pertama kali (tanggal "pengujian asap"). Yang ketiga,
tim menetapkan tanggal saat prototype diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.

Langkah 5: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan Pengujian


Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan subproyek dalam keseluruhan
proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal untuk kegiatan membuat prototipe. Tiga
tanggal pertemuan sangat penting dalam menetapkan usaha pembuatan prototipe. Pertama, tim
menetapkan kapan bagian-bagian akan siap untuk dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim
menetapkan tanggal kapan prototipe akan diuji pertama kali (tanggal "pengujian asap"). Yang ketiga,
tim menetapkan tanggal saat prototype diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.

F. Prototipe Rancangan Produk


Direncanakan pada rancangan produk yang berupa alat puntir benang sutera ini terdapat 12 spindle
dengan diameter spindle 24 mm, jarak antara spindle satu dengan spindle lainnya 112 mm, jarak
antara spindle dengan puli penuntun (guide pulley) 100 mm, jumlah puli penuntun 5 buah dengan
diameter 24 mm, jarak antara puli motor dengan spindle ke-1 480 mm. Prototipe dari rancangan
produk dapat dilihat pada Gambar 10.1.