Anda di halaman 1dari 6

Studi Kegiatan Transshipment Batubara

Studi Kasus: Perairan Taboneo, Kalimantan Selatan


Denny Maruli Silaen 1,Setyo Nugroho 2
Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: snugroho@na.its.ac.id

Abstrak--Batubara merupakan salah satu tempat tujuan secara optimal. Transshipment yang
komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Proses merupakan bentuk khusus dari masalah transportasi
pemindahan pengangkutan batubara adalah hal utama mempunyai ciri bahwa adalah cara pengiriman barang dari
yang perlu diperhatikan. Moda tranportasi darat dan tempat permintaan tidak dapat dilakukan secara langsung.
laut sebagai prasarana pengangkutan. Kondisi perairan Secara khusus metode Transshipment digunakan
di Kalimantan Selatan tidak memungkinkan untuk karena kondisi geografis Sungai Barito tidak
dilalui oleh kapal-kapal besar. Oleh karena itu memungkinkan untuk dilayari kapal muatan besar untuk
dibutuhkan metode dalam menangani permasalahan memuat batubara dari Terminal Kelanis ke tempat
tersebut, yaitu dengan cara Transshipment. pengiriman secara langsung. Karena itu digunakan
Transshipment adalah salah satu metode tongkang yang ditarik tugboat untuk mengirim batubara
distribusi dimana batubara dikirim dari satu moda dari terminal Kelanis menuju Terminal Taboneo sebagai
transportasi ke moda transportasi lainnya untuk sampai lokasi bongkar muat batubara untuk dikirimkan
ke tujuan. Transhipment adalah suatu metode yang menggunakan kapal besar.
digunakan untuk pemindahan pengangkutan yang Kebutuhan batubara semakin besar tetapi proses
diakibatkan kondisi perairannya tidak bisa dilalui kapal pemindahan pengangkutan saat ini terlalu lama dalam
besar. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil yang perjalanan dan proses bongkar muat juga terlalu lama.
optimal dengan memvariasikan ukuran tongkang dan Untuk mencari pola operasional harus tetap disesuaikan
kapasitas grab. dengan kondisi geografis sungai Barito.
Pemilihan variasi kapasitas tongkang dengan
II. Metode
grab floating crane 45 ton, tongkang bermuatan 15.000
ton sebanyak 2 unit, tongkang bermuatan 20.000 ton Selama pengerjaan tugas akhir ini, penulis membagi
sebanyak 30 unit serta jumlah floating crane yang pengerjaan tugas ini dalam beberapa tahapan pengerjaan.
dibutuhkan sebanyak 6 floating crane. Total biaya Tahapan pengerjaan tugas akhir ini antara lain :
untuk pilihan ini adalah Rp 1.477.865.617,476.
2.1 Tahap Identifikasi Masalah
Kata Kunci: Batubara, Transshipment, Biaya, Optimasi Pada tahap ini dilaksanakan pencarian informasi
tentang transshipment batubara kemudian mengidentifikasi
I. Pendahuluan
masalah-masalah yang dapat timbul dalam
Volume produksi batubara yang terus meningkat pengoperasiannya.
tiap tahunnya memerlukan peningkatan sarana transportasi
2.2 Tahap Perumusan Masalah dan Tujuan
dan infrastruktur. Sementara itu, menurut Tim Pelaksana Dari informasi dan masalah yang teridentifikasi pada
Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa tahap sebelumnya, dibuat perumusan masalahnya dan
Kementerian Perhubungan (2012), kondisi geografis pulau tujuan dari penelitian yang akan dilakukan.
Kalimantan dengan tambang batubara yang terletak dekat
dengan sungai memungkinkan pengembangan sarana 2.3 Tahap Studi Kepustakaan
transportasi air tanpa pengembangan infrastruktur yang Pada tahap ini dilakukan studi literatur terhadap
intensif dan berbiaya mahal. berbagai referensi terkait dengan topik penelitian. Studi
Transshipment adalah salah satu metode distribusi pustaka ini dimaksudkan untuk mencari konsep dan metode
dimana batubara dikirim dari satu moda transportasi ke yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang telah
moda transportasi lainnya untuk sampai ke tujuan akhir dirumuskan pada tahap sebelumnya dan untuk mewujudkan
pengiriman (Public-Private Infrastructure Advisory Facility, tujuan yang dimaksudkan. Studi pustaka ini termasuk
2013). mencari referensi atas teori-teori terkait atau hasil penelitian
Transshipment adalah kasus khusus dari transportasi yang pernah dilakukan sebelumnya.
yang merupakan bagian dari ilmu opreation research. 2.4 Tahap Pengumpulan Data
Sedangkan masalah transportasi adalah suatu metode yang Selama penulisan tugas akhir ini, penulis melakukan
digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber pengumpulan data untuk pengerjaan tugas akhir. Dalam
yang menyediakan produk yang sama atau sejenis ke
melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan 2.7 Tahap Perhitungan Biaya
beberapa metode seperti pengumpulan data secara langsung Pada tahap ini dilakukan perhitungan secara detail
(primer) dan pengumpulan data secara tidak langsung tentang besarnya biaya transportasi minimum dari
(sekunder). perencanaan armada yang paling optimal.
Dalam merencanakan utilisasi armada dan rute Variabel Keputusan untuk memperoleh penyelesaian
angkutan batubara, diperlukan data awal sebagai berikut, optimum adalah,
1. Data ukuran utama tongkang dan kapal pandu 1. Tipe kapal yang dilayani
2. Kapasitas angkut maksimum 2. Jumlah total armada tongkang dan kapal tunda yang
3. Data karakteristik rute, meliputi jarak dari terminal ke ditugaskan dalam jaringan konseptual yang terbentuk.
rede 3. Faktor operasional tongkang, meliputi : faktor muat di
4. Data operasional tongkang dan kapal tunda, meliputi terminal batubara dan bongkar di rede oleh floating
biaya sewa/charter berupa biaya perjalanan (voyage crane.
cost) yaitu biaya bahan bakar dan minyak pelumas.
2.8 Prose Optimasi
5. Data volume produksi di tambang, meliputi volume
Untuk mengembangkan model matematika yang
produksi total batubara per tahun (throughput)
bertujuan meminimalkan biaya pengangkutan batubara
a. Pengumpulan Data Secara Langsung (Primer) dibutuhkan beberapa informasi, diantaranya roundtrip
Pengumpulan data secara langsung adalah penulis transportasi, ukuran tongkang yang akan digunakan dan
melakukan pengumpulan data secara langsung berdasarkan jenis floating crane yang akan digunakan. Untuk mencari
survei dilapangan. Pengumpulan data primer dilakukan biaya minimum transportasi tongkang, maka diperlukan
ketika melakukan kerja praktek di daerah prose optimasi agar didapatkan hasil yang sesuai.
penelitian.Pengumpulan Data Secara Tidak Langsung Proses optimasi biaya minimum dengan
(Sekunder) menggunakan program Solver.
Pengumpulan data sekunder dengan melakukan a. Objective Function
pengumpulan informasi-informasi terkait transshipment Objective function pada model proses optimasi ini
yang ada sebelumya. adalah mencari biaya minimum pola operasi.
2.5 Tahap Perencanaan Pola Operasional
Pada tahap ini dilakukan identifikasi peralatan ..(1)
bongkar muat, kapasitas peralatan bongkar muat dan
identifikasi pola operasional berdasarkan kondisi daerah Dimana:
penelitian. Dalam hal ini adalah kapasitas muat tongkang Z = Biaya total transportasi
dan kapasitas bongkar-muat grab floating crane. i..m = Jenis tongkang
Identifikasi variable yang mempengaruhi pola j..n = Muatan terangkut
distribusi batubara adalah, Aij = Biaya transportasi
Xij = Jumlah tongkang
1. Faktor pelabuhan (terminal penampungan batubara )
b. Decision Variables
2. Faktor permintaan jasa transportasi (Demand side)
Decision variable pada model proses optimasi ini
3. Faktor penawaran jasa transportasi (Supply side)
adalah jumlah tongkang pengangkut batubara.
2.6 Tahap Perencanaan Armada c. Constraints
Tahap ini diawali dengan penentuan variasi Constraints pada model proses optimasi ini adalah
kapasitas peralatan bongkar muat berdasarkan jumlah tongkang dan muatan batubara yang
pertimbangan kondisi daerah penelitian. Selanjutnya terangkut.
menentukan pola operasional dari variasi yang telah d. Subject to
ditentukan. Selanjutnya ditentukan variasi operasional mana Subtect to model proses optimasi ini adalah,
yang paling optimal. ∑tongkang = Bilangan bulat (integer)
Variabel keputusan dalam melakukan perencanaan ∑tongkang >= 0
pola operasi adalah, ∑BT >= ∑BP , dimana:
BT : batubara terangkut
1. Karakteristik muatan (batubara), meliputi : volume
BP : batubara produksi
batubara yang dikirimkan
2. Karakteristik Tongkang dan Kapal Tunda (tug boat) III. Hasil dan Pembahasan
3. Karakteristik perairan, meliputi : jarak pemindahan
pengangkutan dari terminal penampungan batubara di 3.1 Analisa Operasional
Analisa operasional meliputi analisa skenario variasi
pelabuhan ke rede
kapasitas tongkang dan kapasitas grab crane. Komponen
4. Karakteristik Peralatan Bongkar muat di terminal dan
dari analisa operasional adalah,
floating crane
1. Waktu pelayaran (Roundtrip time) 3.2 Analisa Biaya Transportasi Laut
2. Pola operasi Biaya transportasi laut meliputi biaya kapital, biaya
operasional, biaya pelayaran, dan biaya sewa dan biaya
Berdasarkan spesifikasi tongkang dan grab crane
bongkar/muat.
pada floating crane, maka waktu roundtrip untuk satu
Analisa biaya kapital dan operasional untuk 5 variasi
tongkang dapat ditentukan. Waktu roundtrip terdiri dari
tongkang dan 4 variasi floating crane sama. Perbedaan
waktu labuh (port time) dan waktu layar (sailing time)
penentuan biaya pelayaran dan biaya sewa karena
untuk satu kali trip.
spesifikasi tongkang dan floating crane yang bervariasi.
Waktu labuh dipengaruhi oleh kapasitas muat
tongkang dan produktivitas bongkar-muat grab crane pada a. Biaya Kapital
floating crane. Pola operasi pengangkutan batubara Komponen biaya kapital dalam analisa ini adalah,
berdasarkan variasi kapasitas grab crane dan kapasitas 1. Harga kapal
tongkang dapat ditentukan berdasarkan waktu pelayaran. 2. Pinjaman
Kuantitas batubara yang diangkut sebesar 3. Bunga pinjaman (flat 100%)
47.200.000 ton/tahun. Maka jumlah unit tongkang yang 4. Masa pinjaman
dibutuhkan untuk pengangkutan batubara dalam satu tahun 5. Umur ekonomis
dapat ditentukan berdasarkan, 6. Angsuran per tahun
7. Nilai buku
8. Depresiasi
…(2)
Untuk Pinjaman, bunga pinjaman adalah 100% flat.
Masa pinjaman diasumsi 10 tahun dengan umur ekonomis
Tabel 3-1 Pola Operasi dengan Grab Crane 15 ton 20 tahun.
Jumlah Jumlah Total Pengiriman Angsuran per tahun didapatkan melalui perhitungan
Tong RTD
Pelayaran Tongkang batubara/tongkang berikut,
kang (hari)
/tahun (unit/tahun) (ton/tahun)
1 4,7 76 66 722.000
2 5,4 67 50 954.750 …(3)
3 6,1 59 43 1.121.000
4 4,5 81 77 615.600 Sementara Depresiasi didapatkan melalui perhitungan
5 4,9 74 62 773.300

Tabel 3-2 Pola Operasi dengan Grab Crane 25 ton


Jumlah Jumlah Total Pengiriman ..(4)
Tong RTD
Pelayaran Tongkang batubara/tongkang
kang (hari) Hasil Analisis biaya kapital untuk tongkang
/tahun (unit/tahun) (ton/tahun)
1 4,2 86 58 817.000 dicantumkan pada Tabel 3-5. Biaya kapital per hari bagi
2 4,6 78 43 1.111.500 Tongkang 1 adalah Rp 1.747.945,00, bagi Tongkang 2
3 5,1 71 35 1.349.000 adalah Rp 1.958.904,00, bagi Tongkang 3 adalah Rp
4 4,0 90 70 684.000
2.109.589,00, bagi Tongkang 4 adalah Rp 1.597.260,00,
5 4,3 84 54 877.800
dan bagi Tongkang 5 adalah Rp 1.808.219,00.
Tabel 3-3 Pola Operasi dengan Grab Crane 35 ton
Jumlah Jumlah Total Pengiriman
Tabel 3-5 Hasil Analisis Biaya Kapital Tongkang
Tong RTD TONGKANG
Pelayaran Tongkang batubara/tongkang
kang (hari) BIAYA KAPITAL
/tahun (unit/tahun) (ton/tahun) 1 2 3 4 5 SATUAN

1 4,0 91 55 864.500 HARGA KAPAL 5.800.000.000 6.500.000.000 7.000.000.000 5.300.000.000 6.000.000.000


Rp
2 4,3 84 40 1.197.000 PINJAMAN 5.800.000.000 6.500.000.000 7.000.000.000 5.300.000.000 6.000.000.000
BUNGA PINJAMAN (Flat) 10% 10% 10% 10% 10% /tahun
3 4,6 78 32 1.482.000 MASA PINJAMAN 10 10 10 10 10
tahun
4 3,9 94 67 714.400 UMUR EKONOMIS 20 20 20 20 20
5 4,1 90 51 940.500 NILAI BUKU - - - - -
ANGSURAN per TAHUN 638.000.000 715.000.000 770.000.000 583.000.000 660.000.000 Rp
Tabel 3-4 Roundtrip dengan Grab Crane 45 ton DEPRESIASI 290.000.000 325.000.000 350.000.000 265.000.000 300.000.000
CAPITAL COST per Hari 1.747.945 1.958.904 2.109.589 1.597.260 1.808.219 Rp
Jumlah Jumlah Total Pengiriman
Tong RTD
Pelayaran Tongkang batubara/tongkang
kang (hari) Hasil Analisis biaya kapital untuk floating crane
/tahun (unit/tahun) (ton/tahun)
1 3,9 94 53 893.000 dicantumkan pada Tabel 3-6. Biaya kapital per hari bagi
2 4,1 88 38 1.254.000 Floating Crane 1 adalah Rp 3.013.699,00, bagi Floating
3 4,4 83 30 1.577.000 Crane 2 adalah Rp 3.835.616,00, bagi Floating Crane 3
4 3,8 97 65 737.200 adalah Rp 4.931.507,00, bagi Floating Crane 4 adalah Rp
5 3,9 93 49 971.850
5.753.425,00.
Tabel 3-6 Hasil Analisa Biaya Kapital Floating Crane Tabel 3-8 Hasil Analisis Biaya Operasional Tongkang
Floating Crane
BIAYA KAPITAL SATUAN BIAYA OPERASIONAL TONGKANG 1 TONGKANG 2 TONGKANG 3 TONGKANG 4 TONGKANG 5 SATUAN
1 2 3 4
HARGA KAPAL 10.000.000.000 13.000.000.000 17.000.000.000 20.000.000.000 GAJI 38.000.000 38.000.000 38.000.000 38.000.000 38.000.000
Rp Rp/Bln
PINJAMAN 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 GUDANG 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
BUNGA PINJAMAN (Flat) 10% 10% 10% 10% /tahun KONSUMSI 12.150.000 12.150.000 12.150.000 12.150.000 12.150.000
MASA PINJAMAN 10 10 10 10 PERBAIKAN &
tahun 9.000.000 9.000.000 9.000.000 9.000.000 9.000.000
UMUR EKONOMIS 20 20 20 20 PEMELIHARAAN Rp/Bln
NILAI BUKU - - - - ASURANSI 46.400.000 52.000.000 56.000.000 42.400.000 48.000.000
ANGSURAN per TAHUN 1.100.000.000 1.400.000.000 1.800.000.000 2.100.000.000 Rp ADMINISTRASI 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
DEPRESIASI 500.000.000 650.000.000 850.000.000 1.000.000.000 Rp/Bln
TOTAL 120.550.000 126.150.000 130.150.000 116.550.000 122.150.000
CAPITAL COST per Hari 3.013.699 3.835.616 4.931.507 5.753.425 Rp BIAYA
OPERASIONAL per 4.420.167 4.625.500 4.772.167 4.273.500 4.478.833 Rp
b. Biaya Operasional Hari

Komponen biaya operasional dalam analisa ini Hasil Analisis total biaya operasional harian
adalah, Floating Crane bagi Floating Crane 1 adalah Rp
1. Gaji 5.213.333,00, bagi Floating Crane 2 adalah Rp
2. Gudang 6.163.333,00, bagi Floating Crane 3 adalah Rp
3. Konsumsi 7.305.000,00, dan bagi Floating Crane 4 adalah Rp
4. Perbaikan dan pemeliharaan 8.255.000,00. Detail perhitungan biaya operasional
5. Asuransi Floating Crane tercantum pada Tabel 3-9.
6. Administrasi Tabel 3-9 Hasil Analisis Biaya Operasional Floating Crane
7. Biaya lain-lain Operational Cost Floating Crane Floating Crane Floating Crane Floating Crane
SATUAN
Floating Crane 1 2 3 4
GAJI 38.000.000 38.000.000 38.000.000 38.000.000
Biaya-biaya berikut didapatkan dari referensi,
GUDANG 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
KONSUMSI 12.150.000 12.150.000 12.150.000 12.150.000
1. Biaya perbaikan dan pemeliharaan, didapatkan dari PERBAIKAN & Rp/Bln
11.250.000 15.750.000 18.000.000 22.500.000
kebutuhan satu tongkang memerlukan 4 drum minyak PEMELIHARAAN
ASURANSI 80.000.000 104.000.000 136.000.000 160.000.000
pelumas/bulannya. ADMINISTRASI 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
2. Biaya asuransi diasumsi sebesar 80% dari harga kapal. TOTAL 156.400.000 184.900.000 219.150.000 247.650.000 Rp
BIAYA OPERASIONAL
3. Biaya administrasi sebesar Rp 5.000.000,00 per Hari
5.213.333 6.163.333 7.305.000 8.255.000
Rp
4. Biaya lain-lain ditentukan sebesar 10% dari total biaya
operasional c. Biaya Sewa
5. Biaya Gaji lebih detail pada Tabel 3-7 Biaya sewa termasuk dalam perhitungan jika dalam
Tabel 3-7 Gaji Awak Kapal Tongkang operasional pengangkutan batubara, pemilik menggunakan
NO AWAK KAPAL GAJI (Rp) tongkang dan/atau floating crane pihak lain. Untuk
1. Kapten 7.000.000 menghitung biaya sewa per harinya, biaya sewa per bulan
2. Mualim 5.000.000 dibagi dengan hari operasional (30 hari).
3. Kepala Kamar Mesin 6.500.000
4. Masinis 5.000.000
Tabel 3-7 Biaya Sewa Tongkang
BIAYA SEWA (Rp)
5. Juru Masak 2.500.000 TONGKANG
6. Kelasi (2 Orang) 6.000.000 Sewa/bulan Sewa/hari
1 320.000.000 10.666.667
7. Juru Motor (2 Orang) 6.000.000
2 360.000.000 12.000.000
Total 38.000.000
3 380.000.000 12.666.667
4 300.000.000 10.000.000
Hasil Analisis total biaya operasional harian 5 340.000.000 11.333.333
tongkang bagi Tongkang 1 adalah Rp 4.420.167,00, bagi
Tabel 3-8 Analisis Biaya Sewa Floating Crane
Tongkang 2 adalah Rp 4.625.500,00, bagi Tongkang 3 FLOATING BIAYA SEWA (Rp)
adalah Rp 4.772.167,00, bagi Tongkang 4 adalah Rp CRANE Sewa/bulan Sewa/hari
4.273.500,00, dan bagi Tongkang 5 adalah Rp 1 400.000.000 13.333.333
4.478.833,00.. Detail perhitungan biaya operasional 2 460.000.000 15.333.333
3 480.000.000 16.000.000
tongkang tercantum pada Tabel 3-8.
4 520.000.000 17.333.333
5 400.000.000 13.333.333

d. Biaya Pelayaran
Variasi pada kapasitas tongkang dan kapasitas grab
crane pada floating crane berpengaruh pada konsumsi
bahan bakar. Dalam Analisis biaya pelayaran ini komponen
yang diperhitungkan adalah biaya bahan bakar.
Tabel 3-9 Biaya Pelayaran dengan Grab Crane 15 ton Tabel 3-14 Biaya Total dengan Grab Floating Crane 15
BIAYA PELAYARAN TONGKANG 1 TONGKANG 2 TONGKANG 3 TONGKANG 4 TONGKANG 5 SATUAN Ton
TOTAL COST TONGKANG
FUEL CONS. AT SAIL 18.384 20.056 21.727 16.713 19.053
liter (Rp/hari) 1 2 3 4 5
FUEL CONS. AT PORT 1.678 2.518 3.357 1.343 1.846
Milik 140.843.228 186.614.686 232.455.063 120.228.566 150.699.105
FUEL COST AT SAIL 183.842.434 200.555.383 217.268.331 167.129.486 190.527.614
Rp Charter 185.247.925 245.316.358 303.344.259 158.972.592 199.730.755
FUEL COST AT PORT 16.783.333 25.175.000 33.566.667 13.426.667 18.461.667

Tabel 3-10 Biaya Pelayaran dengan Grab Crane 25 ton Hasil analisis total biaya transportasi untuk grab
floating crane 25 ton dapat dilihat pada Tabel 3-15.
BIAYA PELAYARAN TONGKANG 1 TONGKANG 2 TONGKANG 3 TONGKANG 4 TONGKANG 5 SATUAN
Kapasitas tongkang 8.000 dwt memiliki total biaya
FUEL CONS. AT SAIL 18.384 20.056 21.727 16.713 19.053
liter transportasi paling rendah dengan Rp 86.193.869,00 (milik)
FUEL CONS. AT PORT 1.045,00 1.567,50 2.090,00 836,00 1.149,50
FUEL COST AT SAIL 183.842.434 200.555.383 217.268.331 167.129.486 190.527.614 dan Rp 120.715.672,00 (sewa). Biaya transportasi paling
Rp
FUEL COST AT PORT 10.450.000 15.675.000 20.900.000 8.360.000 11.495.000 tinggi adalah opsi tongkang 20.000 dwt dengan total biaya
transportasi Rp 145.918.837,00 (milik) dan Rp
Tabel 3-11 Biaya Pelayaran dengan Grab Crane 35 ton
203.437.662,00 (sewa).
BIAYA PELAYARAN TONGKANG 1 TONGKANG 2 TONGKANG 3 TONGKANG 4 TONGKANG 5 SATUAN
Tabel 3-15 Biaya Total dengan Grab Floating Crane 25
FUEL CONS. AT SAIL 18.384 20.056 21.727 16.713 19.053
liter
Ton
FUEL CONS. AT PORT 774 1.160 1.547 619 851 TOTAL COST TONGKANG
FUEL COST AT SAIL 183.842.434 200.555.383 217.268.331 167.129.486 190.527.614 (Rp/hari)
Rp 1 2 3 4 5
FUEL COST AT PORT 7.735.714 11.603.571 15.471.429 6.188.571 8.509.286
Milik 98.377.241 122.241.768 145.918.837 86.193.869 103.969.564
Charter 137.152.308 171.443.441 203.437.662 120.715.672 146.421.584
Tabel 3-12 Biaya Pelayaran dengan Grab Crane 45 ton
BIAYA PELAYARAN TONGKANG 1 TONGKANG 2 TONGKANG 3 TONGKANG 4 TONGKANG 5 SATUAN Hasil analisis total biaya transportasi untuk grab
floating crane 35 ton dapat dilihat pada Tabel 3-16.
FUEL CONS. AT SAIL 18.384 20.056 21.727 16.713 19.053
Liter Kapasitas tongkang 8.000 dwt memiliki total biaya
FUEL CONS. AT PORT 623 934 1.246 498 685
FUEL COST AT SAIL 183.842.434 200.555.383 217.268.331 167.129.486 190.527.614 transportasi paling rendah dengan Rp 85.731.873,00 (milik)
Rp/hari
FUEL COST AT PORT 6.227.778 9.341.667 12.455.556 4.982.222 6.850.556
dan Rp 118.444.153,00 (sewa). Biaya transportasi paling
e. Biaya Penanganan Muatan tinggi adalah opsi tongkang 20.000 dwt dengan total biaya
transportasi Rp 144.479.981,00 (milik) dan Rp
Biaya penanganan muatan (cargo handling cost)
196.268.647,00 (sewa).
dapat ditentukan berdasarkan total cost floating crane dan
waktu labuh. Tabel 3-16 Biaya Total dengan Grab Floating Crane 35 Ton
TOTAL COST TONGKANG
Tabel 3-13 Biaya Penanganan Muatan (Rp/hari) 1 2 3 4 5
Grab Floating CHC Tongkang per hari (Rp/tongkang) Milik 97.891.417 121.327.422 144.479.981 85.731.873 103.454.330
Crane 1 2 3 4 5 Charter 134.253.786 166.457.666 196.268.647 118.444.153 143.086.509
Grab 25 46.096.400 69.144.600 92.192.801 36.877.120 50.706.040
Grab 15 92.359.725 138.539.588 184.719.451 73.887.780 101.595.698 Hasil analisis total biaya transportasi untuk grab
Grab 35 43.675.406 65.513.108 87.350.811 34.940.325 48.042.946 floating crane 45 ton dapat dilihat pada Tabel 3-17.
Grab 45 36.948.150 55.422.225 73.896.299 29.558.520 40.642.965 Kapasitas tongkang 8.000 dwt memiliki total biaya
transportasi paling rendah dengan Rp 81.230.775,00 (milik)
f. Total Biaya Transportasi
dan Rp 112.937.764,00 (sewa). Biaya transportasi paling
Penentuan total biaya transportasi melalui dua tinggi adalah opsi tongkang 20.000 dwt dengan total biaya
pilihan kepemilikan alat, milik sendiri atau sewa. transportasi Rp 133.219.814,00 (milik) dan Rp
Total Cost= CC+OC+VC + CHC 181.825.059,00 (sewa).
..(5)
Tabel 3-17 Biaya Total dengan Grab Floating Crane 45
Hasil analisis total biaya transportasi dihitung Ton
berdasarkan kapasitas grab crane. Hasil analisis total biaya TOTAL COST TONGKANG
(Rp/hari) 1 2 3 4 5
transportasi untuk grab floating crane 15 ton dapat dilihat
Milik 92.337.214 112.939.387 133.219.814 81.230.775 97.365.616
pada Tabel 3-14. Kapasitas tongkang 8.000 dwt memiliki Charter 127.359.195 155.807.726 181.825.059 112.937.764 135.431.216
total biaya transportasi paling rendah dengan Rp
120.228.566,00 (milik) dan Rp 158.972.592,00 (sewa). 3.3 Proses Optimasi
Biaya transportasi paling tinggi adalah opsi tongkang Add-in Solver pada software Microsoft Excel
20.000 dwt dengan total biaya transportasi Rp digunakan untuk menentukan biaya transportasi optimum
232.455.063,00 (milik) dan Rp 303.344.259,00 (sewa). bagi variasi alat transshipment. Analisis menggunakan
Solver dilakukan berdasarkan kapasitas grab floating crane.
a. Grab Crane 15 ton V. Daftar Pustaka
Berdasarkan analisis operasional dan analisis biaya,
[1] Adaro Energy. 2013. Laporan Operasional Kuartalan
pilihan kapasitas operasional grab floating crane sebesar 15
Kuartal Keempat 2012. Jakarta: PT Adaro Energy, Tbk.
ton memerlukan tongkang berukuran 10.000 dwt sebanyak [2] Adaro Energy. 2013. Laporan Tahunan Adaro Tahun
19 unit, tongkang 15.000 dwt sebanyak 1 unit, dan 2012. Jakarta: Adaro Energy Tbk.
tongkang 11.000 dwt sebanyak 44 unit. Total biaya untuk
[3] Arrazi, Moch. Fakhruddin. 2013. Load Cell Test Pada
pilihan ini adalah Rp 3.322.688.832.192. Barge Mounted Crane Pt. Pulau Graha Amerindo.
b. Grab Crane 25 ton Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Berdasarkan analisis operasional dan analisis biaya, [4] Belbot, M. D., Vourvopoulos, G., Womble, P. C., &
pilihan kapasitas operasional grab floating crane sebesar 25 Paschal, J. (1999). Elemental Online Coal Analysis Using
ton memerlukan tongkang berukuran 15.000 dwt sebanyak Pulsed Neutrons. SPIE's International Symposium on
2 unit, dan tongkang 20.000 dwt sebanyak 35 unit. Total Optical Science, Engineering, and Instrumentation (pp.
biaya untuk pilihan ini adalah Rp 1.873.074.987.271. 168-177). International Society for Optics and Photonics.
c. Grab Crane 35 ton [6] Gorton. L., Hillenius, P. Ihre, R. Dan Sandevarn, S.
(2004), Shipbroking and Chartering Practice”. MPG Books
Berdasarkan analisis operasional dan analisis biaya,
Ltd. London: Informa.
pilihan kapasitas operasional grab floating crane sebesar 35
[7] Joel Odland, Frans Kaltea. (2011). Forecasting Model
ton memerlukan tongkang berukuran 20.000 dwt sebanyak
For Dry Bulk Sea Freight. Swedia: Lund University.
6 unit. Total biaya untuk pilihan ini adalah Rp
[8] Perhubungan, T. P. (2012). Penelitian Pemilihan Moda
1.668.743.775.219.
Angkutan Batubara Antara Angkutan Sungai Dan Truk.
d. Grab Crane 45 ton Jakarta: Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan analisis operasional dan analisis biaya, [9] Rosa Pires Da Cruza, João J.M. Ferreiraa* & Susana
pilihan kapasitas operasional grab floating crane sebesar 45 Garrido Azevedoa. (2013). Logistics Resources In Seaport
ton memerlukan tongkang berukuran 15.000 dwt sebanyak Performance: Multi-Criteria Analysis. Maritime Policy &
2 unit dan tongkang 20.000 dwt sebanyak 30 unit. Total Management: The flagship journal of international
biaya untuk pilihan ini adalah Rp 1.477.865.617.476. shipping and port research , 40 (6), 588-613.
[10] Suyono, R.P. Shipping Pengangkutan Intermodal
3.4 Kebutuhan Floating Crane
Ekspor Impor melalui Laut. Jakarta: PPM
Muatan batubara terangkut di Perairan Taboneo
[11] World Meteorological Organization (2013) Sea State
dalam satu hari sebesar 134.857 ton dan kecepatan muat
dalam Manual on Codes Volume I.1.
floating crane dalam satu hari sebesar 21.600 ton. Maka
jumlah kebutuhan floating crane adalah 6 unit floating
crane dengan kapasitas grab 45 ton.
IV. Kesimpulan

Pola pemindahan pengangkutan batubara yang


optimal adalah pemilihan variasi kapasitas tongkang dengan
grab floating crane 45 ton, tongkang bermuatan 15.000 ton
sebanyak 2 unit, tongkang bermuatan 20.000 ton sebanyak
30 unit serta jumlah floating crane yang dibutuhkan
sebanyak 6 floating crane. Total biaya untuk pilihan ini
adalah Rp 1.477.865.617.476.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis D.M.S. menyampaikan terima kasih kepada


Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang telah memberi
sarana dan prasarana untuk penelitian ini. Penulis juga
berterima kasih kepada Dr. Ing. Setyo Nugroho selaku
dosen pembimbing, dosen pengajar Jurusan Teknik
Perkapalan dan Bidang Studi Transportasi Laut, serta
teman-teman yang membantu dalam penelitian ini.