Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

A. Keimpulan

Setelah penulis menguraikan mengenai berbagai hal yang sesuai asuhan

keperawatan pada klien dengan gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran

proses keperawatan di Ruang Elang Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta

dari tanggal 06-08 juli 2018, dalam Karya Tulis Ilmiah penulis menyimpulkan beberapa

hal sebagai berikut :

Skizofrenia paranoid adalah memiliki ciri khas waham (delusion ) kejar atau waham

kebesaran, halusinasi yang mengandung isi kejaran atau kebesaran, gangguan alam perasaan

dan perilaku seperti bertengkar dan berdebat dan tindak kekerasan.

Halusinasi adalah perubahan persepsi terhadap suatu stimulus yang tidak nyata,

tetapi klien menganggap keadaan tersebut menjadi nyata. Pada tahap pengkajian ini

penulis dapatkan pada Tn. N diantaranya klien sering tertawa sendiri, berbicara sendiri,

klien suka mendengar suara-suara bisikan yang menyuruhnya untuk marah, sehingga

klien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta.

Klien bernama Tn. N umur 41 thn, klien dirawat di rumah sakit jiwa Dr. Soeharo

Heerdjan Jakarta, dirawat mulai tanggal 4 juni 2018 diruang Elang No. register 031009,

dengan diagnosa medis Skizofrenia Paranoid, tanggal pengkajian 06-06-2018, dengan

alasan masuk klien suka marah-marah sempat berkelahi dengan bapa nya karena sering

meminta uang.

Didalam pengkajian faktor pendukung dalam melakukan pengkajian adalah

klien kooperatif dalam menjawab pertanyaan dan penulis dibantu oleh perawat ruangan.
Adapun faktor penghambat dalam pengkajian adalah penulis tidak pernah bertemu

dengan keluarga klien selama dinas di rumah sakit sehingga data keluarga dan

penatalaksanaan asuhan keperawatan dirumah tidak dapat dikaji. Solusi untuk

memvalidasi data penulis mendapat bantuan dari perawat ruangan dalam hal

pengumpulan data. Data-data yang ditemukan kemudian dianalisis sehingga dapat

dirumuskan masalah diagnosa keperawatan.

Diagnosa keperawatan Faktor pendukung yang penulis dapatkan adalah penulis

dibantu dengan perawat ruangan. Faktor penghambat yaitu penulis tidak melihat

langsung pada saat klien halusinasi, sehingga tidak menemukan data-data yang dijadikan

masalah untuk menegakan diagnosa keperawatan, perlu validasi dari perawat ruangan.

Solusinya yaitu penulis berkolaborasi dengan perawat ruangan untuk menegakan

diagnosa yang akurat.

Didalam perencanaan faktor pendukung penulis adalah adanya asuhan

keperawatan masalah gangguan sensori persepsi : halusinasi pendengaran yang penulis

gunakan sebagai acuan pada masalah keperawatan Tn. N yang telah baku sehingga

mempermudahkan penulisan dalam menentukan penyusunan perencanaan selanjutnya.

Faktor penghambat dalam membuat perencanaan adalah tidak adanya referensi yang baku

tentang penentuan waktu interaksi pada klien denga halusiansi. Solusinya menetapkan

waktu interaksi disesuaikan dengan kondisi klien.

Didalam implementasi faktor pendukung dalam melakukan implementasi yaitu,

klien kooperatif sehingga mempermudah penulis melakukan implementasi, dibantu

dengan perawat ruangan. Faktor penghambat dalam melakukan implementasi yaitu, tidak

ada pulpen dan kertas untuk menulis jadwal kegiatan dan klien tidak mengetahui
waktunya jam berapa saja. Solusinya penulis berkolaborasi dengan perawat ruangan

untuk memvalidasi jadwal kegiatan harian klien dan selalu mengingatkan klien untuk

mengevaluasi tepat waktu.

Didalam evaluasi faktor pendukungnya adalah klien mampu mengingat,

mengulangi dan mempraktekan cara-cara yang telah dibicarakan oleh perawat. Faktor

penghambat yaitu, tidak sesuai dengan kontrak waktu pada saat melakukan evaluasi.

Solusinya yaitu berkolaborasi dengan perawat ruangan untuk selalu mengingatkan klien

dan mengevaluasi tepat waktu.

B. Rekomendasi

Setelah penulis melakukan Asuhan Keperawatan pada klien Tn. N dengan

Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi pendengaran di Ruang Elang Rumah Sakit Jiwa

Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta, penulis menemukan beberapa hambatan dan kesenjangan

antara teori dengan praktek. Penulis mengarahkan kepada :

1. Lahan praktek / Rumah Sakit

Kepada pihak Rumah Sakit diharapkan dokumentasi asuhan keperawatan lebih

lengkap agar para mahasiswa atau penulis yang akan menyusun Karya Tulis Ilmiah

lebih mudah untuk mendapatkan data-data tentang klien.

2. Perawat / Mahasiswa
Diaharapkan dalam berkomunikasi dengan klien khususnya pada klien dengan

Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi pendengaran harus mampu menggunakan

komunikasi terapeutik.
DAFTAR PUSTAKA