Anda di halaman 1dari 10

POTENSI, BAKAT DAN MINAT

Disusun untuk memenuhi nilai tugas mata ajar Harga Diri semester III tahun ajar 2014

Dosen Pengampu: Ns. Diyan Yuli, S.Kep., M.Kep.

Disusun Oleh:

1. Husnia Tahta Afwina 22020113130076


2. Agstri Lestari Putri 22020113130111
3. Dwi Saputra 22020113120024
4. Tsania Ayu Zahrany 22020113140126
5. Siti Nurhidayah 22020113140100
6. Dita Andini Dwi Pratiwi 22020113130129
7. Laura Ayudina 22020113140098

A.13.2

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap individu pasti memiliki yang namanya minat, bakat dan potensi. Dari minat,bakat,
dan potensi yang dimiliki oleh setiap individu tidak selalu sama. Semua itu didapatkan oleh
manusia sejak lahir dan semua orang berhak mempunyai minat, bakat, dan potensi. Untuk
memenuhi harga diri, seorang individu perlu mewujudkan minatnya dan tentunya membutuhkan
waktu untuk menemukan minat, bakat, dan potensi
Minat, bakat, dan potensi merupakan modal yang dimiliki setiap individu untuk dapat
mencapai apa yang diinginkanya. Karena faktor itu pula seseorang selalu ingin berkembang. Bakat
yang merupakan suatu kemampuan lebih yang ada pada diri manusia akan membuat manusia
tersebut menjadi apa yang diinginkan dengan melatih bakat tersebut. Minat merupakan sesuatu
yang benar-benar diinginkan oleh seseorang. Ketiga hal ini yang ada pada setiap individu yang
merupakan pemberian atau bawaan dari lahir.
Penulis dalam makalah ini akan menulis tentang pengembangan potensi, bakat, dan minat
melalui pengembangan diri. Dalam makalah ini akan dicantumkan beberapa hal terkait
pengembangan diri antara lain: pengertian minat, bakat, dan potensi, hubungan antara minat,
potensi, dan bakat, serta hambatan minat dan bakat.
Banyak keuntungan yang dapat diambil dari pengembangan bakat, minat, dan potensi.
Dengan memahami ketiga unsur tersebut perawat dapat memahami konsep dirinya, dengan
memahami konsep diri sendiri kita dapat mengetahui kelebihan serta kekurangan yang ada dalam
dirinya. Dengan begitu perawat dapat dengan mudah membantu pasien sesuai dengan kemampuan
yang dimilikinya sehingga dapat dengan maksimal membantu kesembuhan pasien.

1.2 Tujuan
a. Untuk menggetahui minat , bakat, dan potensi diri kita masing- masing maupun kelompok
b. Untuk menggenali minat, bakat, dan potensi diri kita masing – masing maupun kelompok
c. Untuk bisa menggembangkan dan meningkatkan bakat, minat serta potensi yang kita miliki.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Potensi
Kata potensi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris to poten yang memiliki dua arti
kata yaitu, (1) kesanggupan; tenaga dan (2) kekuatan; kemungkinan. Potensi menurut kamus besar
bahasa Indonesia adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan,
kekuatan, kesanggupan dan daya. Potensi adalah sesuatu yang bisa kita kembangkan. Udo Yasmin
Efendi Majdi (2007: 92) mengungkapkan bahwa Potensi adalah akumulatif dari pikiran,
kemampuan yang kita miliki yang bisa dikembangkan.

Menurut Slamet Wiyono (2006:37) potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari
sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu
kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang
dimiliki manusia yang masih terpendam didalam dirinya yang menunggu untuk
diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.

Menurut Endra K (2004: 6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan
yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi diri yang dimaksud
disini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan
dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah.

Sedangkan Sri Habsari (2005: 2) menjelaskan, potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan
yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk
dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik.

Berdasarkan pengertian di atas potensi merupakan daya yang dimiliki oleh setiap manusia.
Hanya saja, daya itu belum terwujud atau belum dimanfaatkan secara maksimal. Dalam penjelasan
di atas telah disinggung bahwa manusia dianugerahi cipta, rasa,
dan karsa.

Budiyanto membagi potensi menjadi 5 macam yaitu:

a. Potensi fisik (psychomotoric) adalah organ fisik manusia yang dapat dipergunakan dan
diberdayakan untuk berbagai kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup. Setiap potensi fisik yang
dimiliki manusia mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Misalnya: kaki untuk berjalan, mulut untuk
berbicara, telinga
untuk mendengar dan lain sebagainya.
b. Potensi mental intelektual (intellectual quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada dalam otak
manusia. Potensi ini berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, menghitung dan lain
sebagainya.
c. Potensi emosional (emotional quotient), adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia
(otak belahan kanan). Potensi berfungsi untuk mengendalikan marah, bertanggung jawab,
motivasi, kesadaran diri dan lain sebagainya.
d. Potensi mental spiritual (spiritual quotient), adalah potensi kecerdasan dalam diri sendiri yang
berhubungan dengan kearifan di luar jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai tetapi menemukan
nilai. Spiritual quotient dapat terbentuk melalui pendidikan agama formal.
e. Potensi Ketahanmalangan (adversity quotient), adalah potensi kesadaran manusia yang
bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan
dan daya juang. Adversity quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena
mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan
sebagai penghalang menjadi peluang.
Menurut La Rose, pengembangan diri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu:

a. Bergaul dengan yang bukan satu profesi.


b. Pilihlah teman yang dapat diajak diskusi dan tidak mudah tersinggung, serta mau memberi umpan
balik yang sesuai realita.
c. Bersikap dan berpikir positif terhadap sesama.
d. Biasakan mengucapkan berterima kasih.
e. Biasakan mengatakan hal-hal yang menghargai orang lain.
f. Biasakan berbicara aktif
La Rose (1991:56) menyebutkan bahwa orang yang berpotensi memiliki ciri-ciri-ciri
sebagai berikut:

a. Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya


b. Memiliki sikap yang luwes,
c. Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan
d. Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan
e. Memiliki sikap yang tulus bukan kelicikan
f. Memiliki rasa tanggung jawab,
g. Menerima kririk saran dari luar,
h. Berjiwa optimis tidak mudah putus asa.
Pengetian potensi diri dapat disimpulkan menjadi arti kemampuan dasar yang dimiliki oleh
seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika
didukung dengan latihan dan sarana yang memadai

2.2 Pengertian Bakat


Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Bakat
adalah suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan
dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi. Bakat merupakan potensi dan bukan
sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih
harus diwujudkan. Bakat merupakan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu
melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses.
a. Pentingnya Bakat Diidentikasi
- Sebagai dasar dlm pemberian pendidikan dan latihan berkenaan dengan bakat
- Sebagai dasar dlm pengembangan karir
- Sebagai dasar dalam pemilihan individu-individu dalam bidang tertentu
b. Cara-cara Mengidentifikasi Bakat
- Dengan tes bakat (aptitude test)
- Dengan observasi terhadap minat, seseorang yang punya bakat dlm bidang tertentu
mempunyai minat yang kuat dalam bidang tersebut
- Dengan pengalaman atau latihan

c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi bakat


- Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah
kiri bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila
dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta
atletis
- Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan
latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya
- Lingkungan mempengaruhi motivasi untuk mengembangkan nakat
- Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan
memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.

d. Prinsip yang harus dimiliki untuk mengembangkan bakat


- Berani memulai, berani gagal, berani berkorban (perasaan, waktu, tenaga, pikiran, dsb), berani
bertarung. Keberanian akan membuat kita melihat jalan keluar berhadapan dengan berbagai
kendala
- Harus selalu berlatih : bakat perlu selalu diasah, latihan adalah kunci keberhasilan
- Membutuhkan lingkungan yg konosif: lingkungan disini termasuk manusia, fasilitas, biaya, dan
kondisi sosial yang turut berperan dalam usaha pengembangan bakat
- Perlu memahami hambatan dan mengatasinya : maksudnya disini perlu mengidentifikasi dengan
baik kendala-kendala yang ada, kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasinya

2.3 Pengertian Minat


Minat merupakan dorongan atau keinginan dalam diri seseorang pada objek tertentu. Minat
adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai
perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui
dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut Bimo Walgito
(1981: 38).
Oleh karena itu minat merupakan aspek psikis yang dimiliki
seseorang yang menimbulkan rasa suka atau tertarik terhadap sesuatu
dan mampu mempengaruhi tindakan orang tersebut.
Terdapat tiga karakteristik minat, yaitu sebagai berikut:
 Minat menimbulkan sikap positif dari suatu objek.

 Minat adalah sesuatu yang menyenangkan dan timbul dari suatu objek.

 Minat mengandung unsur penghargaan, mengakibatkan suatu keinginan, dan kegairahan untuk
mendapat sesuatu yang diinginkan.

Miflen, FJ & Miflen FC, (2003:114) mengemukakan ada dua


faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik, yaitu:
1. Faktor dari dalam yaitu sifat pembawaan
2. Faktor dari luar, diantaranya adalah keluarga, sekolah dan
masyarakat atau lingkungan.
Menurut Crow and Crow yang dikutip (Dimyati Mahmud,
2001:56) yang menyebutkan bahwa ada tiga faktor yang mendasari
timbulnya minat seseorang yaitu:
1. Faktor dorongan yang berasal dari dalam. Kebutuhan ini dapat
berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.
2. Faktor motif sosial. Timbulnya minat dari seseorang dapat didorong
dari motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan
dan lingkungan dimana mereka berada.
3. Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang
dalam menaruh perhatian terhadap sesuatu kegiatan atau obyek
tertentu.

2.4 Hubungan Minat dan Bakat


 John Holland, ahli yang banyak meneliti mengenai minat memberi pengertian minat sebagai
aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi
kesenangan atau kenikmatan.
 Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu dimana ia akan termotivasi
untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi.
 Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat untuk hal
tersebut atau hal yang berkaitan dengan bidang yang akan ditekuni. Tanpa minat untuk hitung
menghitung, seseorang tidak akan berkembang menjadi seorang ahli matematika.

2.5 Hambatan untuk Mengetahui Minat dan Bakat


a. Belum mengetahui kemampuan, bakat dan minat
b. Kurangnya wawasan dan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada
c. Lingkungan yang tidak mendukung bakat dan minat
d. Seorang belajar tentang studi yang tidak disukainya dan tanpa mengetahui tujuan serta manfaat
belajar
e. Bakat yang dimiliki bervariasi
f. Bakat belum terasah dan digali lagi
g. Rasa percaya diri yang kurang
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Potensi, minat dan bakat terdapat pada diri manusia. Potensi merupakan kemampuan yang
dimiliki seseorang dari lahir, terdapat pada diri seseorang namun belum dikembangkan. Minat
ialah hal yang disukai dan ingin dikembangkan dari diri seseorang. Bakat merupakan kemampuan
seseorang dalam dirinya sehingga menguasai suatu hal dan dikembangkan. Manusia sebagai
makhluk sosial memerlukan potensi, minat dan bakat untuk menunjang kemampuan dirinya
sebagai makhluk sosial. Potensi, minat dan bakat dapat berguna untuk meningkatkan kualitas
hidup dan rasa harga diri yang tinggi bagi seorang manusia. Oleh karena itu sebagai mahasiswa
keperawatan, kita perlu untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat dalam diri.