Anda di halaman 1dari 10

IDENTIFIKASI MASJID KUNO GUNUNG PUJUT DI DESA SENGKOL, PUJUT,

LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT, SEBAGAI BAHAN


PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL

OLEH
Nama : ISROMI ALMAIDATA
NIM : 0714021046
Jurusan : Pendidikan Sejarah
Dosen pembimbing : Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut,
Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, (2) struktur dan
bentuk bangunan Masjid Kuno Gunung Pujut, (3) aspek-aspek yang terkandung dalam
Masjid Kuno Gunung Pujut yang dapat dijadikan bahan pengembangan sumber belajar
sejarah lokal.
Sasaran penelitian ini adalah Masjid Kuno Gunung Pujut yang berada di Desa
Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini
merupakan penelitian sejarah. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi dokumen,
wawancara, selanjutnya kritik sumber, interpretasi, historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Kuno Gunung Pujut diperkirakan
berdiri sekitar tahun 1008 H = tahun caka 1509 = 1587 M, dipimpin para Wali di bawah
pimpinan Baginda Raja secara bergotong royong, masjid ini di bangun di puncak gunung
pujut karena kerjaan pujut ada di atas gunung pujut. Para Wali mengajarkan agama Islam
sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan terarah dengan lambang atau sImbol,tujuan
didirikan masjid dikarenakan oleh faktor agama (2) struktur bangunan Masjid Kuno Gunung
Pujut sama dengan struktur bangunan Masjid Demak di Jawa. Bangunan Masjid mempunyai
luas 9 m2, maknanya mengingatkan kita kepada kesembilan Wali. Bangunannya tegak
menjulang, atapnya hampir menyentuh tanah. Hal ini mengandung makna: setiap orang
hendak melakukan shalat haruslah merendahkan diri menyembah tuhan yang tinggi, (3)
Sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut sebagai sumber belajar sejarah melalui masuknya Islam
di pulau Lombok, yang terdapat pada pelajaran kelas XI Semestar I. Sejarah berdirinya
masjid, struktur bentuk bangunan masjid.

Kata Kunci : Sejarah Masjid, Wali, Islam, Sumber Belajar dan Sejarah Lokal
IDENTIFICATION OF ANCIENT MOSQUE IN MOUNTAIN VILLAGE PUJUT
SENGKOL, PUJUT, CENTRAL LOMBOK, WEST NUSA TENGGARa,
MATERIALS AS A LOCAL HISTORICAL RESOURCES DEVELOPMENT

BY
Name : ISROMI ALMAIDATA
NIM : 0714021046
Major : History Education
Supervisor : Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum

ABSTRACT

This study aims to describe (1) the history of Ancient Mosque Mount Pujut, Sengkol Village,
District Pujut, Central Lombok, West Nusa Tenggara, (2) the structure and shape of buildings
Old Mosque Mount Pujut, (3) the aspects contained in the Old Mosque Mount pujut which
can be used as a learning resource development of local history.
This research is targeted Ancient Mosque Mount Pujut Sengkol located in the Village,
District Pujut, Central Lombok regency, West Nusa Tenggara. This study is history. Data
collected by the method of observation, study documents, interviews, hereafter source
criticism, interpretation, historiography.
The results showed that (1) Old Mosque Mount Pujut estimated standing around in 1008
years Çaka H = 1509 = 1587 AD, led by the mayor under the leadership of His Majesty the
King of mutual cooperation, the mosque was built on top of the mountain because of work
pujut pujut exist in the mountain pujut. The Guardian teach Islam in accordance with local
circumstances and directed the emblem or symbol, established purpose mosques due to
religious factors (2) Old Mosque structure similar to Mount Pujut structure Mosque Demak in
Java. Mosque building has a spacious 9 m2, meaning reminiscent of the ninth mayor. Erect
towering buildings, the roof almost touched the ground. This implies: everyone want to pray
should worship God humbled himself high, (3) History of Ancient Mosque Mount Pujut as
learning resources through the history of Islam in the island of Lombok, which is contained in
the class lessons Semestar XI I. History of the mosque, the mosque building form structure.

Keywords: Historical Mosque, Wali, Islam, Learning Resources and Local History
Pendahuluan disambut dengan baik. Bagi masyarakat
Pulau Lombok sudah dikenal pulau Lombok pada umumnya, Pujut
dalam sejarah berabad-abad yang silam. dikenal sebagai sebuah “desa tua” dalam
Di dalam kitab Negarakertagama karya artian kebudayaannya. Namun, Pujut
Pujangga Jawa terkenal di abad ke 14 Mpu identik dengan sosok desa tradisionalnya,
Prapanca (1365) nama pulau Lombok adat istiadat, dan norma-norma budaya
sudah disebutnya di dalam pupuh XIV, lama yang masih mewarnai pola
bait 3 dan 4 sebagai Lombok Mirah. Hal kehidupan masyarakat (Handayani dalam
ini dikarenakan waktu itu Lombok Rizki, 04 : 2011 ). Gunung Pujut berada
termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan kurang lebih 1 kilometer disebelah timur
Majapahit ( dalam Salam, 1992 : 1293- Ibu kota Kecamatan Pujut. Gunung Pujut
1295 ). memiliki ketinggian sekitar 500 meter di
Kata sasak berasal dari kata sak- atas permukaan laut.
sak yang artinya sampan. Lebih lanjut Karakteristik bangunan masjid
menurut Prapanca (1365) dalam kitabnya kuno Gunung Pujut berbeda dengan
menyatakan, kata Sasak disebut menjadi Masjid zaman sekarang. Masjid Kuno
satu dengan Pulau Lombok, yakni Lombok Gunung Pujut sama seperti Masjid Demak
Sasak Mirah Adhi. Tradisi lisan warga yang ada di Jawa. Kesamaan Masjid Kuno
setempat kata sasak dipercaya berasal dari Gunung Pujut dikarenakan yang membawa
kata "sa'-saq" yang artinya yang satu. Agama Islam di daerah Pujut.
Kemudian Lombok berasal dari kata Beberapa peneliti yang terkait
Lomboq yang artinya lurus, jika digabung dengan penelitian tentang masjid telah
kata Sa' Saq dan Lomboq artinya sesuatu dapat dilakukan oleh beberapa penulis
yang lurus, atau sebagai jalan yang lurus. seperti; (1) Khairrat (2005), dengan judul
Pada awal Islam masuk melalui saluran “Struktur dan Fungsi Masjid Kuno Bayan
adat Hindu, kemudian dari Agama Islam Beleq di Kecamatan Bayan Kabupaten
yang dibawa oleh para Wali dari Jawa. Lombok Barat”. Penelitian ini
Para Wali yang datang dengan memaparkan tentang pengertian masjid,
menggunakan bahasa pengantar yakni sejarah perkembangan Masjid serta
bahasa Jawa Kuno. Ternyata cara ini dapat struktur dan fungsi Masjid Bayan Beleq,
diterima oleh masyarakat Lombok dan (2) Nurqamariyah (2005), dengan judul
“Asal Usul Dan Fungsi Masjid Keramat Landasan Teori
Singaraja di Kelurahan Kampung Masjid adalah suatu lambang Islam
Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten yang merupakan barometer atau ukuran
Buleleng (Tinjauan Sosial Budaya)”. dari keadaan masyarakat muslim pada
Penelitian ini memaparkan mengenai suatu ruang dan waktu (Gazalba, 1975 :
sejarah masjid dan fungsi masjid yang di 274). Dalam perkembangan sejarah, sejak
tinjau dari sosial budayanya. masa Rasulullah SAW sampai sekarang
Para peneliti tersebut hanya pendirian masjid bisa dikatakan sejajar
menggambarkan dan mengungkap sejarah atau sejalan dengan ajaran Islam. Masjid
masjid, struktur dan fungsi masjid saja adalah Baitullah atau “Rumah Allah” yang
yang di teliti sehingga tujuannya belum dibangun sebagai sarana bagi umat untuk
menyentuh aspek pengembangan sumber mengingat, mensyukuri dan menyembah-
belajar sejarah lokal di tingkat SMA. Nya.
dalam buku-buku sejarah yang diajarkan di Bentuk wujud dan corak seni
SMA menceritakan tentang masjid-masjid bangunan masjid sejak jaman para
yang ada di Jawa sehingga sejarah yang Khalifah sampai saat ini berbeda antara
ada di luar Jawa diabaikan, padahal satu dengan yang lainnya. Namun
sumber sejarah yang ada di luar Jawa juga semuanya didasari oleh jiwa Tauhid
sangat penting mengenai pengetahuan kepada Allah SWT.
sejarah lokal bagi pererta didik. Dengan Pengertian Sumber Belajar
demikian, perlu diadakan penelitian atau
Sumber belajar adalah segala
penulisan tentang peninggalan sejarah
sesuatu yang ada di sekitar lingkungan
yang ada di luar Jawa.
kegiatan belajar yang secara fungsional
Dari berbagai keunikan yang
dapat digunakan untuk membantu
ditemukan tersebut maka penulis sangat
optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi
tertarik untuk mengkaji lebih jauh hal yang
hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya
terkait tentang Identifikasi Masjid Kuno
dari hasil belajar (output) namun juga
Gunung Pujut Sebagai Bahan
dilihat dari proses berupa interaksi siswa
Pengembangan Sumber Belajar Sejarah
dengan berbagai macam sumber belajar
Lokal di Lombok Tengah khususnya di
yang dapat merangsang siswa untuk
Kecamatan Pujut.
belajar dan mempercepat pemahaman dan
penguasaan dibidang ilmu yang
dipelajarinya (Sadikin, 2012). Selanjutnya
Kusumah (2008) bahwa Sumber belajar yang lampau dengan tindakan sekarang
(learning resources) adalah semua sumber terutama bagi peristiwa-peristiwa yang
baik berupa data, orang dan wujud tertentu sulit dicarikan dasar Kronologinya dan
yang dapat digunakan oleh peserta didik kausasi dalam penghubungannya (Widja,
dalam belajar, baik secara terpisah maupun 1991 : 29).
secara terkombinasi sehingga Demikianlah beberapa prinsip yang
mempermudah peserta didik dalam akan dijadikan sebagai pedoman dalam
mencapai tujuan belajar atau mencapai penulisan ini, sehingga nantinya menjadi
kompetensi tertentu. cerita sejarah yang baik dan mampu
memberikan pemahaman yang benar
METODE mengenai Sejarah dan Struktur Bangunan
Dalam penulisan cerita sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut bagi
tetap menggunakan 5 W +1H (Pageh, masyarakat Pujut dan peserta didik tentang
2010 : 18). Setelah dilakukan analisis sejarah yang ada di sekitarnya. Hal ini pula
mengenai informasi terkait dengan Sejarah bisa dijadikan bahan pengembangan
Masjid Kuno Gunung Pujut dan Struktur sumber belajar sejarah sebagai sumber
Bangunannya, kemudian baru belajar yang bisa diterpakan oleh tenaga
mengupayakan menyusun cerita sejarah pengajar atau guru-guru kepada anak-anak
dengan mangaplikasi aspek kronologi peserta didik tingkat SMA di Lombok
(urutan waktu terjadi peristiwa) sangatlah Tengah khususnya di Kecamatan Pujut.
penting (Koentjaraningrat, 1985 : 104).
Selain itu juga perlu memperhatikan Hasil
prinsip-prinsip lanjutan seperti prinsip Desa Sengkol adalah desa yang
serialisasi (cara membuat urutan-urutan terbentang sepanjang pantai selatan pulau
peristiwa), prinsip kausasi (hubungan Lombok. Mulai dari sebelah timur Ibu
sebab akibat) (Widja, 2000 : 25), prinsip Kota Kecamatan yaitu desa Teruwai dan
koligasi yang berhubungan dengan fakta- Segala Anyar dan sebelah barat desa
fakta yang secara interinsik memberikan Pengembur.
arti bagi keseluruhan peristiwa masa Desa Sengkol merupakan salah
lampau yang ingin dibangunn. Bahkan satu desa yang ada di kecamatan Pujut,
tidak kalah pentingnya dalam penulisan kabupaten Lombok Tengah. Desa sengkol
cerita sejarah adalah prinsip Imajinasi membawahi 19 dusun yaitu; dusun
yang tidak lain semacam kemampuan Sengkol I, dusun Sengkol II, dusun
membuat analogi antara peristiwa waktu Sengkol III, dusun Sengkol IV, dusun
Sowang, dusun Semundal, dusun Kekale, Gunung Pujut adalah tempat pusat
dusun Pampang, dusun Piyang, dusun pemerintahan raja Pujut yang memiliki
Gerupuk, dusun Penambong, dusun Junge, wilayah kekuasaan pemerintahan sendiri.
dusun Lemuh, dusun Jomang, dusun Kerajaan Pujut diperintah oleh raja-raja
Tonjer, dusun Loang Landak, dusun dari keturunan Raja Majapahit di pulau
Ebangah, dusun Sekencang, dan dusun Jawa. Raja Majapahit itu meninggalkan
Tajuk. Jumlah penduduk Sengkol yang istananya pada saat agama Islam tersebar
sudah didata sebanyak 11.821 jiwa yang dengan pesat di pulau Jawa. Waktu itu
terdiri dari berbagai agama, etnis dan beliau tidak mau masuk agama Islam.
sistem mata pencaharian yang akan Beliau meninggalkan Istana Majapahit
digambarkan di bawah (Arsip Desa dengan dikawal oleh 16 orang pengikutnya
Sengkol). menuju ke pulau Lombok. Daerah-daerah
yang disinggahinya adalah kerajaan
Desa Sengkol terletak 500 meter di
Gianyar, Kelungkung dan kerajaan
atas permukaan laut. Desa Sengkol
Karangasam Bali.
memiliki batas-batas wilayah sebagai
pada zaman dahulu masyarakat
berikut.
Pujut menganut Agama Hindu Budha. Ini
Sebelah Utara : Desa Ketare dapat kita buktikan dengan adanya
Sebelah Selatan : Desa Rembitan peninggalan-peninggalan sebagai berikut.

Sebelah Timur : Desa Segala Anyar 1. Dewa Peringga (tempat


dan Desa Truwai menyimpan harta kraton)

Sebelah Barat : Desa Pengembur 2. Dewa Pujut (tempat semedi /


memuji)
Pembahasan
3. Dewa Dapur (kraton/istana)
Sejarah Singkat Gunung Pujut
4. Dewa Jomang (tempat kuda)
Gunung Pujut terletak di wilayah
Sejarah Masuknya Islam
Desa Sengkol. Gunung Pujut memiliki
Kerajaan Pujut dipimpin oleh
ketinggian 500 metar di atas permukaan
keturunan kerajaan Majapahit. Orang
laut. Terletak dengan jarak 1 Km di
Yang menjadi raja Pujut bernama Sri
sebelah timur ibu kota kecamatan Pujut, 11
Meraja Tinauran, beliau seorang
km di sebelah utara pantai Kuta sebagai
perempuan yang pernah memipin kerajaan
batas wilayah kecamatan Pujut Lombok
Pujut. Sri Meraja Tinauran ini memiliki
Tengah bagian selatan.
keponakan bernama Meraja Olam, yang
kemudian Meraja Olam yang pertama Pembangunan Masjid Kuno Gunung Pujut
masuk Islam raja Pujut. diperkirakan dibangun pada Tahun 1008
H= Tahun Caka 1509= 1587 M. Masjid
Setelah Baginda Raja masuk Islam,
kuno gunung Pujut yang letaknya di desa
kemudian namanya diganti dengan sebutan
Sengkol didirikan tepatnya di puncak
nama Kyai Sri Jati dan dinamakan juga
gunung Pujut yang mana puncak gunung
Mas Olem nama yang terkenal karena
Pujut adalah tempat Kerajaan Pujut.
sendiri di Islamkan ketika ke Jawa,
sementara itu rakyatnya di Pujut masih Struktur Bangunan Masjid Kuno
belum masuk Islam, maka Baginda raja Gunung Pujut
kembali ke Pujut bersama para Wali di Masjid di bangun dengan memiliki
antaranya : Aji Saka, Wali Samud, beserta makna-makna di setiap bagiannya.
para tokoh–tokoh pengikutnya. Bangunan Masjid mempunyai luas 9
meter, maknanya mengingatkan kita
Sejarah Beririnya Masjid Kuno
kepada kesembilan Wali, bertiang agung 4.
Gunung Pujut
Bilangan 4 sebagai umat yang
Dengan dipimpin para Walia menjalankan yang 4 perkara yakni syareat,
Baginda Raja membangun Masjid bersama tarekat, hakekat, dan ma’rifat. Sabar dan
mayarakatnya secara bergotong royong juga syukur, ridho, tawakal. Ukuran 20
sehingga pembangunan masjid tidak mengingatkan kita kepada Zat Allah ( sifat
memerlukan waktu cukup lama. Masjid di – sifatnya ). Pondasi bersudut 4,
bangun oleh Baginda Raja sebagai tempat maknanya: Mengingatkan kita kepada 4
beribadah bagi raja dan rakyatnya. Raja anasir : api, air, angin, tanah.
beserta rakyatnya melakukan ibadah Bangunannya tegak menjulang,
karena raja Pujut beserta rakyatnya sudah atapnya hampir menyentuh tanah. Hal ini
menganut agama Islam yang dibawakan mengandung makna: setiap orang hendak
oleh Wali dari Jawa. Dengan masuknya melakukan shalat haruslah merendahkan
kerajaan Pujut masuk Islam tempat diri menyembah tuhan yang tinggi.
ibadahpun dibangun sebagai tempat Masjid kuno gunung Pujut juga
melakukan hubungan dan mendekatkan memiliki bagian-bagian seperti; kepala,
diri kepada Allah SWT. badan dan kaki (pondasi). Bagian kepala
masjid memiliki makna bahwa itulah
Masjid dibangun bukan hanya
kekuasaan dan juga sebagai alat dan
sekedar membangun sedemikian rupa,
baerangkat dari akal dan pikiran, badan
tetapi dengan penuh makna dan nilai.
masjid memiliki makna bahwa badan bangsa agar selalu menjaga dan
sebagai penerima sesuatu yang merupakan melestarikan sisa-sisa peninggalan nenek
kekuasaan, sementara itu pendasi moyang.
merupakan penguat sehingga keimanan
Pendidikan mengenai bagaimana
dan ketakwaan umat Islam menjadi kokoh.
sejarah masjid ini akan dikembangkan
Aspek-Aspek Masjid Kuno Dapat sebagai bahan pengembangan sumber
Dijadikan Sumber Belajar Sejarah belajar materi sejarah lokal di tingkat
Lokal. SMA Kelas XI Semestar I. Karena pada
Menurut Abdullah, (2005 : 15) saat inilah materi tentang sejarah
bahwa sejarah lokal adalah sejarah dari masuknya Islam diajarkan oleh para guru
suatu tempat, suatu locality, yang pada siswa-siswi. Setelah mencari sumber
batasnya ditentukan oleh perjanjian yang dari kuri kulum KTSP yang digunakan
diajukan penulis sejarah. Batasan geografis para guru SMA di Lombok Tengah
dapat suatu tempat tinggal suku bangsa, ternyata materi ini bisa dan cocok untuk
yang kini mungkin telah mencakup dua dimasukkan ke dalam Silabus dan RPP
tiga daerah administratiftingkat dua atau yang dibuat oleh guru-guru SMA Kelas XI
tingkat satu (suku bangsa) dan juga dapat Semestar I. Terutama pada Kompetensi
pula suatu kota atau suatu desa. Dasar (KD) Mengenai Pengaruh
Perkembangan Agama dan Kebudayaan
Aspek Sejarah Berdirinya Masjid
Islam Terhadap Masyarakat di Berbagai
Sejarah Masjid Kuno yang
Daerah di Indonesia yang yang terdapat
merupakan salah satu peninggalan nenek
pada Silabus dan RPP guru yang sudah
moyang khususnya peninggalan sejarah
peneliti temukan dari SMA di Lombok
nenek moyang masyarakat Pujut, sehingga
Tengah nantinya dimasukkan pada materi
dengan keberadaan Masjid Kuno tersebut
tentang sejarah lokal yang diajarkan oleh
masyarakat di sekitar lingkungan Pujut
para guru di SMA-SMA yang ada di
bisa dijadikan sebagai media pendidikan
Lombok Tengah umumnya SMAN 1 Pujut
mengenai Sejarah Lokal yang ada di
pada khususnya.
sekitar masyarakat. Entah pendidikan bagi
masyarakat setempat yang masih belum Aspek Bentuk Dan Struktur Bangunan
mengetahui bagaimana sejarah dan latar Masjid
belakang berdirinya Masjid Kuno Gunung Melalui aspek terkait dengan
Pujut itu dan bagi siswa-siswi generasi bentuk bangunan masjid siswa dapat
penerus yang merupakan generasi penerus memperkaya pengetahuannya tentang
sejarah. Aspek tersebut bisa berbentuk Bagi siswa bisa mempelajari
relief, artefak, arca dan lain sebagainya. kebudayaan lokal yang berada disekitar
Bentuk artefak ini merupakan peninggalan mereka agar supaya kebudayaan-
sejarah yang berbentuk bangunan yakni kebudayaan lokal yang dimiliki oleh nenek
bangunan masjid. Masjid kuno yang moyangnya tetap terjaga dan dapat
memiliki nilai sejarah bisa digunakan oleh dijadikan sebagai pegangan bagi
guru untuk menambah indikator dan masyarakat dan siswa untuk menjaga
materi belajar sejarah dalam RPP. keharmonisan dalam bermasyarakat agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Terkait dengan struktur dan bentuk
bangunan masjid kuno gunung Pujut para Simpulan
guru-guru di Lombok Tengah dapat Masjid Gunung Pujut diperkirakan
memberikan gambaran kepada siswa-siswi didirikan sekitar tahun 1008 H = tahun
sekolah kelas XI semester I bahwa caka 1509 = 1587 M, yang dipimpin oleh
kerajaan daerah Pujut yang merupakan para Wali Baginda Raja. Pendirian masjid
tempat tinggal mereka pernah di bawah didirikan di atas puncak gunung yang
kerajaan besar di Indonesia yakni kerajaan dinamakan gunung pujut. Pendirian masjid
Majapahit dan kerajaan Demak dengan didirikan di puncak gunung pujut karena di
memberikan bukti sebuah masjid. Bentuk puncak gunung pujut tempat kerajaan
Masjid Kuno yang ada di tengah-tengah kerajaan pujut. Proses pendirian masjid
mereka struktur dan bentuknya sama dilakukan secara bergotong royong
seperti masjid yang ada di Jawa yaitu dibantu oleh masyarakat Pujut. Tujuan
masjid Demak. mengapa masjid kuno gunung Pujut
didirikan karena dengan didorong oleh
Aspek Kebudayaan
faktor agama yang di anut oleh kerajaan
Aspek kebudayaan yang bisa
pujut yang digunakan sebagai tempat
dipetik dari keberadaan Masjid Kuno
ibadah.
Gunung Pujut adalah adalah aspek
kebudayaan dari bentuk, struktur masjid. Materi sejarah yang diajarkan para
Selain itu juga terdapat beberapa aspek guru kepada siswa terkadang masih belum
yang bisa diterima oleh masyarakat mengenak pada tujuan yang ingin dicapai.
setempat. Bahkan kebudyaan-kebudayaan Hal itu dikarenakan materi sejarah yang
tersebut masih tetap dipertahankan oleh diajarkan oleh para guru guru-guru SMA
masyarakat Pujut pada khususnya dan suku di Lombok Tengah dan di SMAN 1 Pujut
sasak pada umumnya.
khusnya lebih banyak memeberikan materi Daftar Pustaka
tentang sejarah Nasional. Abdullah, Tufik. 2005. Sejarah Lokal di
Indonesia. Jakarta: GADJAH MADA
SARAN UNIVERSITY PRESS.

Rizki, Iqbal. 2011. Pemertahanan Tradisi


Diharapkan dapat memberikan
Watu Telu Pada Masyarakat Islam di
dukungan sepenuhnya baik secara material Desa Bayan Lombok Utara Nusa
Tenggara Barat (tahun 2000 - 2009).
maupun spiritual dalam rangka
Skripsi Tidak Diterbitkan :
mempertahankan dan menjaga Masjid UNDIKSHA.
Kuno Gunung Pujut terutama dalam nilai
Koentjaraningrat. 1985. Beberapa Pokok
kesejarahannya. Antropologi Sosial. Jakarta : Dian
Rakyat
Keberadaan bangunan bersejarah
seperti Masjid Kuno Gunung Pujut Kontowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu
Sejarah. Yogyakarta : Bentang.
pemerintah daerah bisa menggunakan
aspek sejarah, struktur bangunan dan Khairrat, Umul (2005), Struktur dan
Fungsi Masjid Kuno Bayan Beleq di
kebudayaan yang ditanamkan oleh pendiri
Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok
masjid kuno ke dalam pendidikan lokal di Barat. Skripsi Tidak Diterbitkan : IKIP
N Singaraja.
sekolah-sekolah di Lombok Tengah agar
bangunan-bangunan bisa terjaga. Nurqakmariyah. 2005. Asal Usul Dan
Fungsi Msjid Keramat Singaraja Di
Hasil penelitian ini bisa
Kelurahan Kampung Kajanan,
dimanfaatkan oleh para guru sebagai Kecamatan Buleleng, Kabupaten
Buleleng (Tinjauan Sosial Budaya).
pengembangan sumber materi sejarah
Skripsi Tidak Diterbitkan : IKIP N
lokal di SMA sehingga dengan penanaman Singaraja
sejarah lokal sehingga siswa menjaga sisa-
Pageh, I Made. 2010. Metode Sejarah
sisa peninggalan sejarah di lingkungannya. Dalam Persepektif Pendidikan.
Singaraja : Fakultas Ilmu Sosial
Menjaga kelaestarian cagar budaya
Universitas Pendidikan Ganesha
yang dimiliki Lombok Tengah dari Singaraja.
berbagai pengaruh yang bisak merusak
Salam, Solichin. 1992. Lombok Pulau
keberadaan Masjid Kuno Gunung Pujut. Perawan. Mataram : Merta Pena.
Hasil penelitian ini berguna bagi Widja, I Gde. 1991. Sejarah Lokal Suatu
masyarakat yang berada di sekitar gunung Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah.
Bandung : Angkasa
pujut agar mereka tahu bagaimana sejarah
masjid yang berada di tengah-tengah
mareka dan menambah pengetahuan.