Anda di halaman 1dari 11

RESUM TENTANG

ANALISIS PROFITABILITAS

DALAM MANAJEMEN BIAYA

Oleh :
Lina Novita Sari (10130310040)
Novita Krisnaningrum (10130310073)
Akuntansi A - 2
ANALISIS PROFITABILITAS
Apakah laba itu? Laba adalah perbedaan antara pendapatan dan biaya. Oleh
karena itu kita harus mempelajari dengan seksama ekspresi kedua pihak. Dalam
bab ini kita akan melihat hubngan yang saling mempengaruhi antara harga dan
biaya.

 ALASAN-ALASAN PENGUKURAN LABA


Adalah jelas bahwa perusahaan-perusahaan tertarik untuk mengukur laba.
Terdapat banyak alasan untuk mengukur keuntungan. Termasuk dalam hal ini
adalah untuk menentukan kelangsungan hidup perusahaan, mengukur kinerja
manajerial, menentukan apakah perusahaan mentaati atau tidak peraturan
pemerintah, dan memberi tanda pada pasar tentang kesempatan bagi pihak lain
untuk menghasilkan laba.
Pemilik sebuah perusahaan ingin mengetahui jika perusahaan dapat bertahan
jangka pendek atau jangka panjang. Tetap berada dalam bisnis tidak hanya
merupakan cara untuk sebuah tujuan tapi merupakan tujuan itu sendiri. Terdapat
kutipan yang menarik dalam The Money Game, ditulis oleh Adam Smith yaitu
Permainan? Permainan?Mengapa Sang Guru mengatakan permainan? Ia dapat
menyebutnya bisnis, atau profesi, atau pekerjaan atau apa yang Anda miliki.
Apakah permainan itu? Permainan merupakan “olah raga, pertunjukan,
kegembiraan, atau kesenangan,””sebuah skema atau pekerjaan seni untuk
mencapai suatu tujuan atau obyek tertentu,””sebuah pertandingan, dilakukan
sesuai dengan serangkaian aturan, untuk kesenangan, rekreasi, atau
memenangkan uang taruhan.” Apakah semua itu kelihatan seperti Memiliki
Saham Industri Amerika? Berpartisipasi dalam Pertumbuhan Jangka Panjang
Ekonomi Amerika? Tidak, tetapi itu kelihatan seperti pasar saham.
Laba dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajerial. Dalam hal ini, laba
menunjukan efisiensi dalam menggunakan sumber daya, karena biaya dijaga tetap
di bawah laba.
Laba menjadi daya tarik perusahaan-perusaahan lain karena itu merupakan tanda
adanya kesempatan. Sebuah perusahaan dengan kemampuan menghasilkan laba
yang tinggi memberi tanda pada pasar bahwa perusahaan lain dapat memperoleh
laba dengan memasuki pasar. Laba yang kecil tidak menarik persaingan. Untuk
alasan ini perusahaan-perusahaan secara hati-hati menghindari laba besar dalam
jangka pendek.
Ditekan juga bahwa walaupun sebuah entitas yang-tidak-mencari-laba tidak
mendapatkan laba, ia tetap terlibat dalam relasi pertukaran dan harus menilai
kinerjanya dan kemampuannya bertahan hidup dalam jangka panjang.
 UKURAN-UKURAN LABA
Laba merupakan ukuran yang membedakan antara apa yang perusahaan masukkan
untuk membuat dan menjual produk dengan apa yang diterimanya. Merupakan
tingkat di mana perusahaan menjadi lebih sejahtera dengan transaksi-transaksi
yang dilakukannya. Keinginan perusahaan untuk mengukur peningkatan
kekayaannya telah mengarah ke berbagai definisi tentang laba. Beberapa
digunakan untuk laporan kepada pihak luar, sebagian untuk pihak dalam
perusahaan.

Pendekatan Biaya Serapan untuk Mengukur Laba


Biaya serapan atau biaya penuh (full costing) diperlukan utuk laporan kepada
pihak luar. Menurut GAAP, laba merupakan konsep jangka panjang dan
tergantung pada perbedaan antara pendapatan dan biaya. Dalam jangka panjang,
tentu saja, semua biaya dapat bervariasi. Oleh karena itu, biaya tetap diperlakukan
sebagai biaya variabel dengan membebankannya pada setiap unit produksi. Biaya
serapan membebankan semua biaya manufaktur, bahan baku langsung, tenaga
kerja langsung, biaya overhead variabel dan pembagian biaya overhead tetap
untuk setiap unit yang diproduksi.
Perbedaan antara pendapatan dan harga pokok penjualan adalah laba kotor
(margin kotor), ini tidak sama dengan laba operasi, karena biaya pemasaran dan
administrasi tidak diperhitungkan. Pada suatu waktu, laba kotor merupakan
ukuran profitabilitas yang berguna.

Pendekatan Biaya Variabel untuk Mengukur Laba


Sebuah pendekatan untuk mengukur profitabilitas yang menghindari masalah-
masalah yang inheren dalam memperlakukan biaya overhead tetap sebahgai biaya
variabel. Pendekatan biaya variabel hanya memperhitungkan biaya manufaktur
variabel di tingkat unit terhadap produk; termasuk dalam biaya-biaya ini adalah
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel. Biaya
overhead tetap diperlakukan sebagai biaya periode dan tidak dimasukkan dengan
biaya produk lainnya. Namun, diperhitungkan sebagai biaya yang muncul di
periode tersebut.

Jika Maka,
1. Produksi > Penjualan Laba pendekatan biaya serapan > laba
pendekatan biaya variabel
2. Produksi < Penjualan\ Laba pendekatan biaya serapan < laba
pendekatan biaya variabel
3. Produksi = Penjualan Laba pendekatan biaya serapan = laba
pendekatan biaya variabel

Terdapat faktor-faktor tambahan yang harus dipertimbangkan dalam


menggunakan laporan laba rugi untuk laporan internal atau untuk evaluasi kinerja.
Baik laba operasi maupun Laba bersih (laba operasi dikurang pajak) tidak
mencukupi untuk analisis profitabilitas.
 ANALISIS VARIAN YANG BERKAITAN DENGAN LABA
Para manajer sering kali ingin membandingkan antara laba aktual yang dihasilkan
dengan laba yang diharapkan. Hal ini biasanya mengarah ke analisis varian, di
mana jumlah aktua dan yang dianggarkan dibandingkan. Varian laba berpusat
pada perbedaan harga, volume dan margin kontribusi aktual dengan yang
dianggarkan. Varian laba dapat dihitung untuk tiap produk individual juga untuk
produk secara keseluruhan.
Perbedaan antara pendapatan aktual dan yang diharapkan yang dapat dianalisis
dalam varian harga jual dan volume harga. Varian harga jual adalah perbedaan
antara haraga aktual dan harga yang diharapkan dikali dengan jumlah aktual
barang yang dijual. Varian volume harga adalah perbedaan antara volume
barang dijual aktual dengan yang diharapkan dikali dengan harga yang
diharapkan.

Varian Margin Kontribusi


Varian margin kontribusi adalah perbedaan antara margin kontribusi aktual dan
yang dianggarkan.

Varian margin kontribusi = Margin kontribusi aktual – margin kontribusi yang


dianggarkan

Varian ini menguntungkan (favorable) jika margin kontribusi yang dihasilkan


lebih tinggi dari jumlah yang dianggarkan.

Varian Volume Penjualan


Varian volume penjualan adalah perbedaan antara jumlah penjualan aktual
dengan jumlah penjualan yang dianggarkan dikali dengan margin kontribusi rata-
rata per unit yang dianggarkan.

Varian volume penjualan = (Kuantitas barang dijual aktual – Kuantitas barang


dijual yang dianggarkan) x Rata-rata margin kontribusi per unit yang
dianggarkan

Rata-rata margin kontribusi per unit yang dianggarkan merupakan total margin
kontribusi yang dianggarkan dibagi dengan total amggaran jumlah unit semua
produk yang yang dijual

Varian Campuran Penjualan


Campuran penjualan mewakili proposi total penjualan yang dihasilkan tiap
produk. Jika produk yang berlaba-tinggi relatif lebih banyak dijual, maka laba
akan lebih tinggi dari yang diharapkan. Jika campuran penjualan bergerak ke arah
produk yang labanya lebih rendah, maka laba akan lebih rendah dari yang
diharapkan.
Mendefinisikan varian campuran penjualan sebagai jumlah perubahan unit
yang dijual untuk tiap produk dikali dengan perbedaan antara margin kontribusi
yang dianggarkan dan rata-rata margin kontribusi perunit yang dianggarkan.

Varian campuran penjualan = [(Unit aktual Produk 1 – Unit yang dianggarkan


produk 1) x (margin kontribusi per unit yang dianggarkan produk 1 – rata-rata
margin kontribusi per unit yang dianggarkan)] + [(unit aktual produk 2 – unit
yang dianggarkan produk 2) x (margin kontribusi per unit yang dianggarkan
produk 2 – rata-rata margin kontribusi per unit yang dianggarkan)]

Persamaan varian campuran penjualan di atas adalah untuk dua produk. Jika tiga
produk yang diproduksi, kita dapat menambahkan perubahan unit tersebut dikali
dengan perubahan margin kontribusi untuk setiap tambahan produk.
VARIAN PANGSA PASAR (Market Share) dan UKURAN PASAR (Market
Share)
Para manager tidak hanya ingin melihat ke dalam pada margin kontribusi melalui
varian volume penjualan dan varian campuran penjualan, tapi juga melihat ke
luar, untuk mengetahui bagaimana keadaan perusahaannya dibandingkan dengan
seluruh industri yang ada. Pangsa pasar (market share) memberikan proposi
penjualan perusahaan di dalam industri. Ukuran pasar (market size) adalah total
penjualan untuk industri tersebut.
Varian pangsa pasar merupakan perbedaan antara persentase pangsa pasar
aktual dan persentase pangsa pasar yang dianggarkan dikali dengan unit penjualan
industri aktual yang dianggarkan dikali rata-rata margin kontribusi per unit yang
dianggarkan. Varian ukuran pasar adalah perbedaan antara unit penjualan
industri aktual dan yang dianggarkan dikali dengan persentase pangsa pasar yang
dianggarkan kali rata-rata margin kontribusi per unit yang dianggarkan

Varian pangsa pasar = [(oersentase pangsa pasar aktual – persentase pangsa pasar
yang dianggarkan) x (Unit penjualan industri aktual)] x (Rata-rata margin
kontribusi per unit yang dianggarkan)

Varian ukuran pasar = [(Unit penjualan industri aktual – Unit penjualan industri
yang dianggarkan) x (Persentase pangsa pasar yang dianggarkan)] x (Rata-rata
margin kontribusi per unit yang dianggarkan)

 PROFITABILITAS SEGMEN
Perusahaan secara teratur ingin mengetahui profitabilitas suatu segmen bisnis.
Segmen ini dapat berupa sebuah produk, divisi, wilayah penjualan, atau kelompok
pelanggan. Menentukan laba dari subdivisi tertentu dalam perusahaan lebih sulit
daripada menentukan laba keseluruhan karena perlunya biaya-biaya yang
dialokasikan ke subdivisi tersebut. Tidak mudah menelusuri biaya yang akurat
untuk tiap segmen. Tapi, pentingnya laba segmental ini bagi keputusan
manajemen dapat membuat latihan-latihan ini menjadi berharga.

Laba Menurut Jalur Produk


Adalah mudah untuk memahami mengapa sebuah perusahaan ingin mengetahui
apakah produk tertentu dapat menghasilkan laba atau tidak. Sebuah produk yang
terus-menerus merugi dan tidak berpotensi untuk menghasilkan laba dapat
disingkirkan. Hal ini akan memberikan peluang bagi produk-produk yang lebih
berpotensi. Dengan kata lain, sebuah produk yang mampu menghasilkan laba
pantas mendapatkan waktu dan perhatian tambahan.
Jalur produk akan mudah dihitung jika semua biaya dan pendapatan dapat dengan
mudah dilacak untuk tiap produk. Namun kemudahan ini jarang terjadi. Oleh
karena itu, perusahaan pertama-tama harus menentukan bagaimana laba akan
dihitung. Terdapat tiga kemungkinan (untuk meningkatkan ketepatan):
pendekatan biaya serapan, pendekatan biaya variabel dan pendekatan biaya
berdasarkan aktivitas. Setiap pendekatan mengalokasikan biaya ke suatu jalur
produk dengan cara yang berbeda dan akan memberikan hasil yang berbeda.
Kebutuhan perusahaan akan keakuratan menentukan pendekatan mana yang akan
digunakan.
Menggunakan Pedekatan Biaya berdasarkan-Aktivitas untuk Mengukur
Laba Segmen
Pendekatan biaya berdasarkan-aktivitas, baik berdasarkan aktivitas ditingkat-unit,
tingkat-kelompok unit, tingkat-produk, dan tingkat –fasilitas, dapat memberikan
pemahaman yang lebih akurat kepada manajemen mengenai laba yang dapat
dihasilkan dari tiap jalur produk yang berbeda.
Berikut ini berisi informasi bersama dengan pemakaian pemicu biaya yang
digunakan oleh produk. Perhatikan bahwa tidak terdapat pemicu aktivitas untuk
biaya pabrik lainnya, mereka merupakan biaya ditingkat-fasilitas dan akan
berubah apapun produk yang dimanufaktur.

Aktivitas Overhead Pemicu Aktivitas Total Biaya


Mempersiapkan
peralatan Jumlah persiapan 40.000
Memelihara
peralatan Jam kerja pemeliharaan 120.000
Menyediakan
perlengkapan Jam tenaga kerja langsung 80.000
Menyediakan
bahan bakar Jam kerja mesin 280.000
Depresiasi mesin Jam kerja mesin 250.000
Biaya pabrik
lainnya (Tidak ada) 55.000
825.000

Penggunaan Aktivitas oleh Produk


(Diukur dengan Pemicu Aktivitas)
Kertas Thermal Kertas Biasa
Jumlah persiapan 10 30
Jam kerja
pemeliharaan 2.000 8.000
Jam tenaga kerja
langsung 40.000 15.000
Jam kerja mesin 10.000 90.000

Sekarang kita dapat membuat lagi laporan laba rugi berdasarkan jalur produk
dengan menggunakan informasi pendekatan biaya berdasarkan-aktivitas. Nilai
laporan laba rugi berdasarkan pendekatan biaya berdasarkan-aktivitas adalah ia
mengingatkan pihak manajemen bahwa biaya-biaya tidak dapat begitu saja
dipisahkan menjadi komponen tetap dan variabel berdasarkan per unit produk
saja. Sekarang pihak manajemen dapat konsentrasi pada pengurangan sumber-
sumber yang secara langsung menambah biaya. Sebelumnya, biaya overhead
dibebankan berdasarkan jam tenaga kerja langsung. Hal ini akan menyesatkan
pihak manajemen, meraka akan berpikir bahwa pengurangan jam tenaga kerja
langsung akan menurunkan biaya overhead. Dengan cara yg sama, penurunan
dalam biaya persiapan dapat dicapai hanya dengan mempercepat atau mengurangi
kegiatan persiapan.

Alden Company
laporan Laba Rugi dengan Pedekatan Berdasarkan-Aktivitas
(dalam ribuan )

Kertas Thermal Kertas Biasa Total


Penjualan 4.000 3.500 7.500
dikurangi:
Biaya utama 1.100 950 2.050
Biaya persiapan 10 30 40
Pemeliharaan 24 96 120
Perlengkapan 58 22 80
Bahan bakar 28 252 280
Depresiasi
mesin 25 225 250
Komisi
penjualan 400 350 750
Margin segmen 2.355 1.575 3.930
dikurangi :
Overhead tetap
lainnya 55
dikurangi : Biaya
administrasi 2.000
Laba operasi 1.875

Laba Devisi
Laba devisi sering digunakan untuk mengevaluasi kinerja para manajer. Gagal
untuk menghasilkan laba dapat menyebabkan ditutupnya divisi tersebut. Misalnya
Polyglyph Inc. Adalah konglomerat dengan empat divisi, Alpha, Beta, Gamma
dan Delta. Biaya perusahaan adalah $10 juta dan dialokasikan ke setiap divisi
berdasarkan penjualan. Laporan laba rugi divisi adalah sebagai berikut :

Alpha Beta Gamma Delta Total


Penjualan 90 60 30 120 300
dikurangi : HPP 35 20 11 98 164
Laba kotor 55 40 19 22 136
dikurangi : Biaya
divisi 20 10 15 20 65
dikurangi : Biaya
perusahaan 3 2 1 4 10
Laba Operasi 32 28 28 -2 61

Profitabilitas Pelanggan
Profitabilitas pelanggan adalah jelas bahwa para pelanggan sangat penting dalam
menghaslkan laba, namun demikian profitabilitas antara satu pelanmggan dnegan
yang lainnya tidak sama. Para pelanggan yg menilai profitabilitas berbagai
kelompok pelanggan dapat secara lebih akurat menetapkan pasar sasarannya dan
meningkatkan laba. Langkah kedua adalah menentukan pelanggan yang mana
yang akan menambah nilai perusahaan.
Menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Sekali kelompok pelanggan telah
diidentifikasi, langkah kedua adalah menentuka kelompok mana yang paling
menguntungkan dan bekerja untuk mempertahankan pelanggan-pelanggan
tersebut dalam kelompok dan menambah jumlah mereka.
Analisis profitabilitas dari berbagai kelas pelanggan memerlukan informasi
mengenai produk, kegiatan pemasaran dan administrasi untuk melayani tiap kelas.

Seperti contoh berikut ini :

Unit yang diproduksi 500.000


Rata-rata harga per model 15
Biaya manufaktur :
Biaya bahan baku langsung per unit 5
Biaya tenaga kerja langsung per unit 3
Biaya overhead per unit 1
Biaya pemasaran :
Komisi (per model yang dijual) 0.75
Kemasan khusus per unit 0.20
Biaya EDI per tahun 100.000
Biaya pasar amal 75.000
Pengiriman 157.500
Biaya sewa ruang / rak penjualan 112.500

Sebuah analisis berdasarkan aktivitas dapat memberikan informasi yang lebih baik
kepada manajemen, aktivitas-aktivitas mana yang lebih diutamakan dan dimana
pengurangan biaya dapat dilakukan. Misalnya, pengadaan pasar amal hanya akan
menghasilkan kerugian jika ditinjau dari sisi penjualan. Mungkin pihak
manajemen dapat mempertimbangkan kegiatan tersebut sebagai kegiatan promosi
saja dan bukan sebagai kelas pelanggan. Pada kenyataannya pasar amal ini adalah
untuk menstimulasi rasa tertarik terhadap semua jalur produk, bukan semata-mata
untuk mnejual 10.000 model. Oleh karena itu, seluruh biaya pasar amal ini dapat
ditambahkan ke biaya pemasaran.

Laba dari Toko Pengecer


Penjualan 4.725.000
dikurangi : Diskon 393.750
penjualan bersih 4.331.250
dikurangi : HPP 2.835.000
Laba kotor 1.496.250
dikurangi : Sewa ruang / rak penjualan 112.500
Pengiriman 157.500
EDI 100.000
Laba 1.126.250

Laba dari Toko Mainan Independen


Penjualan 2.625.000
dikurangi : HPP 1.575.000
Laba kotor 1.050.000
dikurangi : Komisi 131.250
Kemasan khusus 35.000
Laba 883.750

Laba dari Pasar Amal


Penjualan 150.000
dikurangi : HPP 90.000
Laba kotor 60.000
dikurangi : Biaya pasar amal 75.000
Biaya desain 2.100
Biaya persiapan 1.000
Rugi -18.100
Laba keseluruhan
Laba keseluruhan pastinya paling mudah dihitung dan pasti memiliki arti. Jika
laba keseluruhan secara konsisten positif, perusahaan dapat tetap berada dalam
bisnis tersebut, bahkan walau satu atau lebih segmen ternyata mengalami
kerugian.

Pendekatan non diskonto


Kegunan analisis profitabilitas tergantung pada jenis kpeutusan yang dibuat.
Keputusan yang hanya berpengaruh jangka pendek memerlukan informasi yang
berbeda dari keputusan yang berpengaruh jangka panjang.
Jangka pendek adalah periode waktu dimana setidaknya terdapat suatu biaya yang
tetap. Jangka pendek dapat berkisar dari satu jam sampai beberapa tahun.
Jangka panjang adalah periode waktu dimana tidak ada biaya tetap, semuanya
merupakan biaya variabel.

Profitabilitas jangka pendek


Sebuah konsep yang berguna dalam menganalisa laba jangka pendek adalah
margin kontribusi atau perbedaan antara penjualan dan semua biaya variabel.
Yang termasuk dala variabel adalah biaya manufaktur, biaya pemasaran dan
administrasi.

Profitabilitas jangka panjang


Dalam jangka panjang, semua biaya variabel. Laba bersih merupakan sebuah
ukuran jangka panjang, karena biaya yang sifatnya tetap dalam jangka pendek
disatukan (melalui harga pokok penjualan) dan diaplikasikan ke unit yang dijual.
Pendekatan ini memperlakukan biaya tetap produksi sebagai biaya variabel.

Pengaruh Laba Terhadap Perilaku


Teori Keputusan Perilaku
Kerja akhir-akhir ini yang dilakukan peneliti teori keputusan perilaku dapat
memberikan kita gagasan tentang cara orang-orang menghadapi laba atau rugi.
Pengetahuan tentang sikap –sikap dapat memberikan kita gambaran tentang
insentif yang diberikan dengan adanya laba atau rugi dan bagaimana mereka
mempengaruhi perilaku.

Etika
Mereka yang ingin menghindari rugi dan mengambil perspektif jangka pendek
dapat menyebabkan ata menimbulkan potensi perilaku tidak etis. Tindakan-
tindakan yang tidak etis dapat terjadi dalam berbagai bentuk tapi biasanya akan
berupa tindak kebohongan. Perusahaan mungkin akan menyamarkan pekerjaan
yang tidak berkualitas atau bahan baku yang kurang baik sebagai pekerjaan yang
tidak berkualitas – dengan keuntungan tinggi. Tindakan ini bukan strategi jangka
panjang yang baik seperti yang telah dikatakan Hug Aaron, membagi informasi
yang tidak menyenangkan tentang laba yang rendah justru akan meningkatkan
laba.

Pendekatan Non-Diskonto
Pengukuran laba memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku. Secara umum,
manusia berusaha menghindar dari kerugian. Perilaku etis dapat dicemarkan
dengan oenekanan yang berlebih pada laba dan optimasi jangka pendek.