Anda di halaman 1dari 19

ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Copyright © 2018 FTK Ar-Raniry Press


All rights reserved
Printed in the Indonesia

ESTIMASI BIOMASSA KARBON POHON DI KAWASAN


HUTAN SEKUNDER PULAU IBOIH KECAMATAN SUKAKARYA
KOTA SABANG, ACEH.

Salmiati, Puspa Shafira, Putri Andriani, Syarifah Aisyah Salsabila, Yulia Endang Lestari,
Irda Lovita, Nanda Khairani, Windi Rahmatillah1 Muslich Hidayat, M.Si2

1
Mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry
2
Dosen Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

ABSTRAK
Pulo Iboih adalah salah satu pulau dari beberapa pulau yang menjadi bagian dari
gugusan kepulauan Pulo Aceh yang terletak di kecamatan Sukakarya, Kota
Sabang, Aceh, Indonesia. Hutan sekunder merupakan hutan yang tumbuh dan
berkembang secara alami sesudah terjadi kerusakan/perubahan pada hutan yang
pertama. Biomasa tumbuhan merupakan jumblah total bobot kering semua bagian
tumbuhan hidup. Bomasa tumbuhan bertambah karena tumbuhan menyerap
karbondioksida (CO2) dari udara dan mengubah zat ini menjadi bahan organik
melalui proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi
biomassa pohon dan estimasi karbon pohon di hutan sekunder. Pengumpulan data
dilakukan dengan sampling plot yaitu pengukuran yang memuat panjang dan lebar
yang sama. Ukuran plot adalah 1x1m. Hasil Penelitian diperoleh dari total
keseluruhan biomassa karbon pohon di hutan pulau Iboih pada 10 kelompok
dengan titik lokasi berbeda dalam satu jalur menunjukkan bahwa total biomasa
karbon pada hutan gunung rata rata sebesar 3416917142 C ha-1. Dan jumlah total
stok karbonnya 6.547.803,4825 gr/pohon. Jumlah total Stok karbon tertinggi
adalah di kelompok 1 yaitu 940095,494. Spesies penyimpan karbon terbesar
adalah Macaranga sp., yang menyimpan karbon sebesar 65972,511.

Kata kunci : Hutan Sekunder, Biomassa, Stok karbon, Pohon, Pulau Iboih.

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |1


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

ABSTRAC

Pulo Iboih is one of the islands from several islands that are part of the Pulo Aceh
archipelago located in Sukakarya sub-district, Sabang City, Aceh, Indonesia.
Secondary forest is a forest that grows and develops naturally after the first forest
damage / change. Plant biomass is the sum of all the dry weight of all parts of
living plants. Plant biomass increases because plants absorb carbon dioxide (CO2)
from the air and convert this substance into organic matter through
photosynthesis. This study aims to determine the estimation of tree biomass and
estimated tree carbon in secondary forest. Data collection is done by plot
sampling that is measurement that contains the same length and width. The size of
the plot is 1x1m. The results obtained from the total of tree carbon biomass in
Iboih Island forest in 10 groups with different location points in one path indicate
that total carbon biomass in mountain forest was average 3416917142 C ha-1.
And the total amount of carbon stock is 6,547,803,4825 gr / trees. The highest
total carbon stock is in group 1, that is 940095,494. The largest carbon storage
species is Macaranga sp., Which stores carbon at 65972,511.

Keywords: Secondary Forest, Biomass, Carbon Stock, Tree, Iboih Island.

|2 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

PENDAHULUAN yang cukup tinggi dalam biomasa


Latar Belakang pepohonan. Selain dari pada itu
Pulo Iboih adalah salah satu sistem ini dapat mengurangi emisi
pulau dari beberapa pulau yang gas bila dibandingkan dengan sistem
menjadi bagian dari gugusan pertanian monokultur. Biomasa
kepulauan Pulau Aceh yang terletak merupakan istilah untuk bobot hidup,
di kecamatan Suka Karya, Sabang, biasanya dinyatakan sebagai bobot
Hutan merupakan sumber daya kering, untuk seluruh atau sebagian
yang penting dan bermanfaat bagi tubuh organisme, populasi atau
kehidupan baik secara langsung komunitas.
maupun tidak langsung. Konversi Biomasa tumbuhan merupakan
hutan menjadi lahan pertanian jumblah total bobot kering semua
menyebabkan penurunan kesuburan bagian tumbuhan hidup. Bomasa
tanah yang ditunjukkan oleh adanya tumbuhan bertambah karena
penurunan bahan organik tanah tumbuhan menyerap karbondioksida
(BOT). Hal tersebut terjadi karena (CO2) dari udara dan mengubah zat
kurang berimbangnya antara ini menjadibahan organic melaluii
masukan dan keluaran karbon (C) proses fotosintesis.(Andy Gustiani
dan hara lainnya lewat pengangkutan Salim, 2014).
hasil panen. Menurunnya tingkat Energi biomassa dapat menjadi
kesuburan tanah pada tingkat lokal sumber energi alternatif pengganti
ini mengakibatkan rendahnya tingkat bahan bakar fosil (minyak bumi)
pertumbuhan tanaman, dan akan karena beberapa sifatnya yang
memberikan dampak terhadap menguntungkan yaitu, dapat
lingkungan yang lebih luas, misalnya dimanfaatkan secara lestari karena
erosi dan emisi gas methana (CH4), sifatnya yang dapat diperbaharui
CO2 , N2O dan sebagainya. (renewable resources), relatif tidak
Agroforestri merupakan suatu sistem mengandung unsur sulfur sehingga
pola tanam berbasis pohon dapat tidak menyebabkan polusi udara dan
mempertahankan cadangan karbon juga dapat meningkatkan efisiensi
(C-stock) karena adanya akumulasi C pemanfaatan sumber daya hutan dan

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |3


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

pertanian (Widarto dan Suryanta, konservasi keragaman hayati.


1995). Informasi mengenai jumlah karbon
Peran penting biomassa dalam yang diserap di dalam biomassa
siklus biogeokimia sangat tumbuhan (stok karbon) pada suatu
berpengaruh terhadap proses kawasan menjadi sangat penting
aktivitas siklus karbon. Berdasarkan untuk diketahui. Sebagai kawasan
jumlah keseluruhan karbon hutan, konservasi Pulau Iboih Cagar Alam
sekitar 50% diantaranya tersimpan dan Suaka Margasatwa. Informasi
dalam vegetasi hutan. Sebagai stok karbon di kawasan ini sangat
konsekuensi jika terjadi kerusakan penting untuk diketahui.
hutan, pembalakan, kebakaran, dan
sebagainya akan merubah jumlah Tujuan Penelitian
karbon diatmosfer (Elias, 2009). Tujuan penelitian ini adalah
Besarnya potensi biomassa untuk mengetahui estimasi biomassa
dipengaruhi oleh kemampuan pohon serasah di hutan dan untuk
tersebut untuk menyerap karbon dari mengetahui estimasi karbon serasah
lingkungan melalui proses di hutan.
fotosintesis, yang dikenal dengan
proses sequestration. Hasil proses METODE PENELITIAN
fotosintesis dikurangi dengan Jenis Kegiatan
respirasi akan terakumulasi di dalam Kegiatan ini adalah
biomassa pohon. Besarnya biomassa kegiatan observasi Estimasi
pohon dapat mempengaruhi nilai Biomassa (Estimasi Stok Karbon)
kandungan karbon pada pohon pada tumbuhan yang dilakukan
tersebut (Boswald, 1998). selama satu hari di kawasan Desa
Bertambahnya emisi gas CO2 Deudap Pulo Nasi Kec. Pulo Aceh
di udara menyebabkan peningkatan kab. Aceh Besar.
suhu global di bumi. Fungsi hutan
sebagai penyerap karbon di atmosfir Tempat dan waktu
sangat dibutuhkan dalam menjaga Penelitian ini dilaksanakan di
suhu bumi selain hutan sebagai kawasan Desa Iboih Kecamatan

|4 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Sukakarya Kota Sabang, Aceh, tiga titik pengamatan untuk


dilanjutkan di Laboratorium Biologi pegambilan daun pada pohon secara
UIN Ar-Raniry Banda Aceh dimulai acak (pure posive random) yang
dari bulan Mei 2018 sampai Juli dianggap mewakili ekosistem. Daun
2018. diambil langsung atau dipetik dari
pohon kemudian ditimbang dan
Prosedur Penelitian
dimasukkan ke dalam kantong
Peletakan plot penelitan secara
plastik
zig-zag pada pengambilan sampel
Parameter pengamatan yang
daun pohon yang ukurannya 10x10
dilakukan adalah berat keseluruhan,
M, kemudian membuat plot 1x1 M
berat basah, dan berat kering dengan
untuk pengambilan sampel serasah.
memasukkan daun pohon ke dalam
oven 80 oC hingga beratnya konstan.
Alat dan Bahan
Ada pun alat yang digunakan
dalam penelitian ini adalah tali raffia,
meteran, alat tulis, gunting, kamera,
timbangan.
Adapun bahan yang digunakan
adalah koran, kantung, plastic untuk
mengumpulkan hasil pengambilan
sampel dari lapangan, objek berupa
tipe komunitas tumbuhan dan daun
yang diambil langsung dari pohon.

Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data
dilakukan dengan sampling plot yaitu
pengukuran yang memuat panjang
dan lebar yang sama. Ukuran plot
adalah 1 x 1 M. Disetiap plot dipilih

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |5


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

HASIL PENGAMATAN

Tabel 1 Hasil PenelitianNilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 1:
Berat Biomassa Karbon Total Biomassa Carbon
Kadar Air Pohon Hutan
Nama Berat Basah Total Berat Basah Kering BKt = (gr/pohon) (gr/pohn)
Plot 𝑩𝑲𝒄 %KA = CP Hutan =
Tumbuhan (gr) Contoh (gr) Contoh 𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨 C = B x 0,5
𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) 𝑩𝑲𝒄 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
1 Jati 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
1 Cassia 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
2 Jelutung 100 100 30 30 2,333 97,720 48,86 19250,840
2 Trembesi 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
3 Tampu 100 100 50 50 1,000 99,099 49,549 19522,306
3 Ficus 100 100 30 30 2,333 97,720 48,86 19250,840
4 Waru 100 100 50 50 1,000 99,099 49,549 19522,306
4 Meranti 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
Jumlah 12,666 787,726 296,142 155181,628

|6 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Tabel 2 Hasil PenelitianNilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 2 :

Berat Biomassa Karbon Total Biomassa Carbon


Kadar Air Pohon Hutan
Nama Berat Basah Total Berat Basah Kering BKt = (gr/pohon) (gr/pohn)
Plot 𝑩𝑲𝒄 %KA = CP Hutan =
Tumbuhan (gr) Contoh (gr) Contoh 𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨 C = B x 0,5
𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) 𝑩𝑲𝒄 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
1 Ara 299 100 45 134.55 1.2222 295,3897 147,6948 5819176,729
2 Salam 291 100 40 116.4 1.5000 286,6995 143,3498 5647980,296
3 Kulim 320 100 50 160 1,0000 316,8317 158,4158 6241584,158
4 Huru 300 100 45 135 1.2222 296,3776 148,1888 5838638,858
5 Suren 326 100 50 163 1,0000 322,7723 161,3861 6358613,861

Jumlah 5,9444 1518,071 759.0353 299059,939

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |7


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Tabel 3 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 3 :
Berat Berat Berat Biomassa Karbon Total Biomassa Carbon Pohon
Kadar Air Hutan
Basah Basah Kering BKt = (gr/pohon) (gr/pohn)
Plot Nama Tumbuhan 𝑩𝑲𝒄 %KA = CP Hutan =
Total Contoh Conto 𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨 C = B x 0,5
𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) h (gr) 𝑩𝑲𝒄 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
1 Aquilaria mallaccensis 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Pterocarpus sp. 300 100 75 225 0,3333 299,013 174,806 20976,692
Hopea ponga 300 100 80 240 0,2500 299,251 149,625 58952,250
2 Aquilaria mallaccensis 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Sindora sp. 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Pterospermum javanicum 300 100 80 240 0,2500 299,251 149,625 58952,250
3 Aquilaria mallaccensis 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Scorodocarpus borcensis 300 100 65 195 0,5384 298,393 149,196 58783,224
Derri elliptica 300 100 47 141 1,1276 296,654 148,327 58440,836
4 Mallatus peltatus 300 100 70 210 0,4285 298,745 149,372 58852,568
Dyra costulata 300 100 75 225 0,3333 299,013 174,806 20976,692
Pterocarpus sp. 300 100 75 225 0,3333 299,013 174,806 20976,692
5 Aquilaria mallaccensis 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Toon sureni 300 100 82 246 0,2195 299.342 149,671 58970,374
Sindura sp. 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
Jumlah 4.4805 4,187025 2.319244 770091,518

|8 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Tabel 4 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 4 :

Berat Berat Berat Biomassa Karbon Total Biomassa Carbon Pohon


Nama Nama Ilmiah Basah Basah Kering 𝑩𝑲𝒄 Kadar Air (gr/pohon) (gr/poho) Hutan
Plot BKt = 𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 CP Hutan =
Tumbuhan Total Contoh Contoh 𝑩𝑩𝒄 %KA = 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨 C = B x 0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
𝑩𝑲𝒄
(gr) (gr) (gr) 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
1. Bak mane Vivex pinnata 300 100 45 666 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
Hibiscus
waru 300 100 46,6 642 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
tiliaceus L.
Terminalia
Ketapang 300 100 60,2 498 0,0007 299,9979 149,998 59099,212
catappa
Pterocarpus
2 Angsana 300 100 50 600 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
indicus
Syzygium
Cengkeh 300 100 49,5 606 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
aromaticum
Pterocarpus
Angsana 300 100 47,9 624 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
indicus
Cinnamomum
3 Kayu manis 300 100 61 489 0,0007 299,9979 149,998 59099,212
burmannii
Azadirachta
Mimba 300 100 54,2 552 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
indica
Cinnamomum
Kayu manis 300 100 55 543 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
burmannii
Azadirachta
4 Mimba 300 100 39,9 750 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
indica

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |9


ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Canarium 299,99776
Kenari 300 100 43,7 684 0,0008 1499,9998 5909999,212
indicum L.
Terminalia 299,99776
5. Ketapang 300 100 40,5 738 0,0008 1499,9998 5909999,212
catappa
Hibiscus
waru 300 100 51,4 582 0,0008 299,99776 1499,9998 5909999,212
tiliaceus L.
Jumlah 0,0102 3899,97116 16799,9957 661919,755

Tabel 5 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 5 :

Berat Berat Berat Biomassa Karbon Total Biomassa Carbon Pohon


BKt = Kadar Air Hutan
Nama Basah Basah Kering %KA = (gr/pohon) (gr/poho)
Plot 𝑩𝑲𝒄 CP Hutan =
Tumbuhan Total Contoh Contoh 𝑩𝑩𝒄
𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄
𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨 C = B x 0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) (gr) 𝑩𝑲𝒄 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
1 Samanea saman 100 100 40 40 1,500 98,522 49.261 19408,834
Tectonia grandis 100 100 40 40 1,500 98,522 49.261 19408,834
2 Cinnamomum sp 100 100 40 40 1,500 98,522 49.261 19408,834
Pyera costulata 100 100 30 30 2,333 97,751 48,875 19256,,750
3 samanea saman 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
Macaranga sp. 100 100 50 50 1,000 99,009 49,504 19504,576
3 Syzygium
aromaticum 100 100 20 20 4,000 96,153 48,076 18941,944
Averrhoa balimbi 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
4 Ficus carica 100 100 30 30 2,333 97,751 48,875 19256,750
Ficus elastica 100 100 30 30 2,333 97,751 48,875 19256,750
Cinnamomum sp 100 100 20 20 4,000 96,153 48,076 18941,944

|10 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

5 H.tiliaceus 100 100 50 50 1,000 99,009 49,504 19504,576


Shorea leprosula 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834

Jumlah 25,999 1.274,709 637,351 251116,294

Tabel 6Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 6 :

Biomassa Total Biomassa Carbon Pohon


Berat Berat Berat Karbon
Kadar Air (gr/pohon Hutan
Basah Basah Kering 𝑩𝑲𝒄 (gr/pohn)
Plot Nama Tumbuhan BKt = 𝒙 𝑩𝑩 %KA = 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 ) CP Hutan =
Total Contoh Contoh 𝑩𝑩𝒄
𝑩𝑲𝒄
𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑩𝑩𝒕 C = B x 0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) (gr) B = %𝑲𝑨
𝟏+ 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍
𝟏𝟎𝟎

1 Shorea ovalis 100 100 50 50 1,000 99,009 49,504 19504,576


1 Shorea ovalis 100 100 50 50 1,000 99,009 49,504 19504,576
1 Aquilaria malaccensis 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
Pterospermum
1 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
javanicum
2 Delly ptica 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
2 Azadirachta indica 100 100 35 35 1,857 98,176 49,088 19340,672
3 Shorea ovalis 100 100 35 35 1,857 98,176 49,088 19340,672
3 Taona ciliate 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
Pterospermum
3 100 100 30 30 2,333 97,720 48,86 19250,840

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |11
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

javanicum

4 Swietenia macrophylla 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834


4 Decaspermum humile 100 100 50 50 1,000 99,009 49,504 19504,576
5 Aquilaria malaccensis 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
5 Shorea ovalis 100 100 30 30 2,333 97,720 48,86 19250,840
Pterospermum 100 100 40 40 1,500 98,522 49,261 19408,834
5
javanicum

Jumlah 21,88 1,378,473 591,515 271558,590

Tabel 7 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 7 :

Karbon
Berat Berat Biomassa Total Biomassa Carbon
Berat Kadar Air (gr/pohn
Basa Kerin BKt = (gr/pohon Pohon Hutan
Basah %KA = )
Plot Nama Tumbuhan h g 𝑩𝑲𝒄 ) CP Hutan =
Conto 𝒙 𝑩𝑩 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 C=Bx
Total Conto 𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
B = %𝑲𝑨
𝑩𝑩𝒕 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
h (gr) 𝑩𝑲𝒄
0,5
(gr) h (gr) 𝟏+
𝟏𝟎𝟎
𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍

1 Ficus racemosa 300 100 70 210 0,4285 298,745 149,372 58852,568


2 Pterocarpus rohrii 300 100 90 270 0,1111 299,670 149,835 59034,990
3 Pterospermum 300 100 80 240 0,2500 299,251 149,625 58952,250

|12 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

javanicum
Scorodocarpus
4 300 100 80 240 0,2500 299,251 149,625 58952,250
borneensis
5 Ficus carica L. 300 100 70 210 0,4285 298,745 149,372 58852,568
1,496,76
Jumlah 1,4681 748,382 294644,626
7

Tabel 8 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 8 :

Karbon Total Biomassa Carbon Pohon


Berat Berat Berat Biomassa
Kadar Air (gr/poho) Hutan
Plot Basah Basah Kering 𝑩𝑲𝒄 (gr/pohon)
Nama Tumbuhan BKt = 𝒙 𝑩𝑩 %KA = 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 C=Bx CP Hutan =
Total Contoh Contoh 𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨
𝑩𝑲𝒄
0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) (gr) 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍

1 Hopea sp. 300 100 90 270 0,1111 299,667 149,833 59.034.202


Hopea sp. 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
Hura brasillensis 300 100 70 210 0,4285 298,719 149,359 58.847.446
2 Dyera costulata 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
Dipterocarpus elongatus 300 100 70 210 0,4285 298,719 149,359 58.847.446
Hura brasillensis 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |13
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

3 Shorea sp. 300 100 90 270 0,1111 299,667 149,833 59.034.202


Hopea sp. 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
Dyera costulata 300 100 90 270 0,1111 299,667 149,833 59.034.202
4 Pterocarpus sp. 300 100 90 270 0,1111 299,667 149,833 59.034.202
Hura brasillensis 300 100 90 270 0,1111 299,667 149,833 59.034.202
Hura brasillensis 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
5 Dipterocarpus elongatus 300 100 70 210 0,4285 298,719 149,359 58.847.446
Dipterocarpus elongatus 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
Hura brasillensis 300 100 80 240 0,25 299,251 149,625 58.952.250
Jumlah 3,591 4489,249 2244,617 884.379.098

Tabel 9 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 9 :

Karbon Total Biomassa Carbon Pohon


Berat Berat Berat Biomassa
Kadar Air (gr/pohn) Hutan
Basah Basah Kering 𝑩𝑲𝒄 (gr/pohon)
Plot Nama Tumbuhan BKt = 𝒙 𝑩𝑩 %KA = 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 C=Bx CP Hutan =
Total Contoh Contoh 𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨
𝑩𝑲𝒄
0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) (gr) 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍

1 Ficus racemosa 300 100 45 135 1,222 296,44 148,22 58398,680


1 Syzygium polyanthum 300 100 40 120 1,500 295,56 147,78 58225,320

|14 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

2 Scorodocarpus borneensi 300 100 50 150 1,000 297,02 148,51 58512,940


2 Litsea elongate 300 100 45 135 1,222 296,44 148,22 58398,680
3 Tonna suranii 300 100 50 150 1,000 297,02 148,51 58512,940
3 Pterospermum javanicum 300 100 47 141 1,127 296,73 148,36 58453,840
4 Exocarpus latifolia 300 100 35 105 1,857 294,69 147,34 58051,960
4 Schlaicera oleose 300 100 40 120 1,500 295,56 147,78 58225,320
5 Shorea ovalis 300 100 50 150 1,000 297,02 148,51 58512,940
Jumlah 11,428 2666,48 1333,23 525292,620

Tabel 10 Hasil Penelitian Nilai Biomassa Dan Simpanan Karbon pada Pohon di Jalur I kelompok 10 :

Karbon Total Biomassa Carbon Pohon


Berat Berat Berat Biomassa
Kadar Air (gr/pohn) Hutan
Basah Basah Kering 𝑩𝑲𝒄 (gr/pohon)
Plot Nama Tumbuhan BKt = 𝑩𝑩𝒄 𝒙 𝑩𝑩 %KA = 𝑩𝑩𝒄−𝑩𝑲𝒄 C=Bx CP Hutan =
Total Contoh Contoh 𝒙 𝟏𝟎𝟎% 𝑩𝑩𝒕
B = %𝑲𝑨
𝑩𝑲𝒄
0,5 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒃𝒐𝒏 𝒙 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏
(gr) (gr) (gr) 𝟏+
𝟏𝟎𝟎 𝒍𝒖𝒂𝒔 𝒑𝒍𝒐𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍

1 Ficus racemosa 300 100 45 135 1,222 296,44 148.22 58398,680


2 Syzygium polyanthum 300 100 40 120 1,500 295,56 147.78 58225,320
Jumlah 2,722 592 296 116624,000

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |15
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

PEMBAHASAN kelompok 10 adalah 3416917142 C

Berdasarkan hasilpengamatan ha-1. Dengan jumlah total karbon

dapat diketahui biomasa tumbuhan (gr/pohon) seluruhnya adalah

merupakan jumlah total bobot kering 6.547.803,4825.

semua bagian tumbuhan hidup. Pengambilan sampel

Biomasa tumbuhan bertambah daun/pohon pada kelompok satu

karena tumbuhan menyerap memiliki jumlah karbon yang paling

karbondioksida (CO2) dari udara tinggi pada pohon Tampu dan Waru

dan mengubah zat ini menjadibahan 19522,306 pada plot 3 dan 4 dengan

organik melalui proses fotosintesis total karbon di kelompok satu

Pohon menyerap CO2 dan 940095,494. Kelompok dua

mengubahnya menjadi karbon biomassa karbon paling tinggi

organik (karbohidrat) melalui proses terdapat pada tumbuhan Suren plot 5

fotosintensis dan menyimpannya 6358613,861 dengan total karbon

dalam biomassa tubuh pohon. 299059,939. Kelompok tiga terdapat

Biomassa merupakan bahan organik biomassa karbon tertinggi pada

yang dihasilkan melalui proses pohon Aquilaria mallaccensis,

fotosintesis, baik berupa produk Sindora sp. 59034,990, dengan total

maupun sisa. Setiap pohon memiliki karbon 770091,518. Kelompok

kandungan biomassa yang berbeda- empat jumlah total karbonnya adalah

beda. 661919,755. Kelompok lima terdapat

Suatu hutan dikatakan stok biomasa karbon tertinggi pada pohon

karbon tinggi jika hutan tersebut Macaranga sp. 65972,511 pada plot

memiliki rata-rata stok karbon 3 dengan jumlah total karbon titik

sebesar 150 ton C ha-1 atau lebih tersebut 251116,294. Kelompok

(Gibs et. al, 2007). enam biomassa tertinggi pada pohon

Hasil perhitungan stok karbon Shorea ovalis 19504,576 pada plot 1

pohon di hutan Pulau Iboih dengan total karbon dikelompok

menunjukkan bahwa jumlah total enam 271558,590. Kelompok tujuh

biomassa karbon dalam satu jalur biomasa tertinggi pada pohon

dari data kelompok 1 sampai Pteroarpus rohrii 59034,990 pada

|16 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

plot 2 dengan total karbon tempat konservasi biodiversitas,


294644,626. Kelompok delapan hutan juga bermanfaat dalam
biomasa tertinggi pada pohon Hopea menyimpan karbon.
sp. dan Shorea sp. 59034,202 pada Diameter pohon yang cukup
plot 1 dan 3 dengan total karbon besar dan berat jenis kayu yang
884379,098. Kelompok sembilan cukup besar menyebabkan jenis ini
biomasa tertinggi pada pohon memiliki daya simpan karbon yang
Scorodocarpus borneensi, Tonna besar dibanding jenis lainnya. (Zanne
surani dan Shorea ovalis 58512,940 et.al, 2009)
pada plot dan Shorea sp. 59034.202
pada plot 2,3 dan 5 dengan total KESIMPULAN
karbon 525292,620. Kelompok
Hasil perhitungan stok karbon pohon pada
sepuluh biomasa tertinggi pada
10 kelompok di hutan pulau Iboih
pohon Ficus racemosa 58398,680 menunjukkan bahwa total biomasa karbon
pada plot 1 dengan total karbon pada hutan gunung rata rata sebesar
116624,000. Pada kawasan hutan 3416917142 C ha-1. Dan jumlah total
Iboih diperoleh perhitungan stok stok karbonnya 6.547.803,4825
karbon paling tinggi di kelompok 1 gr/pohon. Jumlah total Stok karbon
dengan jumlah total karbon adalah tertinggi adalah di kelompok 1 yaitu

940095,494. 940095,494. Spesies penyimpan karbon

Keragaman pohon pada suatu terbesar adalah Macaranga sp., yang

kawasan atau hutan merupakan salah menyimpan karbon sebesar 65972,511.

satu faktor banyak atau sedikitnya


stok karbon pohon di kawasan
tersebut. Hutan alami memiliki
jumlah stok karbon yang lebih besar
dibanding dengan hutan produksi.
Hutan alami seperti Cagar Alam dan
Suaka Margasatwa juga memiliki
keragaman jenis yang lebih banyak.
Sehingga selain berfungsi sebagai

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |17
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

DAFTAR PUSTAKA
Widarto, L., dan Suryanta, 1995.
Membuat Bioarang dari
Andi Gustiani Salim. Kotoran Lembu.
2014.“Produksi dan Cetakan ke-6. Kanisius.
Kandungan Hara Serasah Yogyakarta.
pada Hutan Rakyat
Nglanggeran Gunung Kidul Zanne AE, Lopez, G Gonzalez , DA
D.I. Yogyakarta”.Jurnal Coomes, J Ilic, S Jansen, SL
Penelitian Hutan Tanaman. Lewis, RB Miller, NG
Vol.11 No.2. Swenson, Wiemann MC, and
Chave J. 2009. Global Wood
Boswald, K. 1998. Present and Density Database. Dryad.
Future Options of Forests and Identifier:
Forestry for CO2 – http://hdl.handle.net/10255/dr
Mitigation in Germany. yad.235 (diunduh 5 Juni
Carbon Dioxide Mitigation in 2014).
Forestry and Wood Industry.
Spriger- Verlag Berlin
Heidelberg, New York.

Gibbs HK, S Brown, JO Niles and


JA Foley. 2007. Monitoring
and Estimating Tropical
Forest Carbon Stocks:
Making REDD a Reality.
Environmental Research
Letter 2, 1–13.

|18 Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ARTIKEL EKOLOGI TUMBUHAN

Tarbiyah Faculty and Teacher Training, UIN Ar-Raniry Banda Aceh |19