Anda di halaman 1dari 24

PROSEDUR OPERASI BAKU

( STANDARD OPERATING PROCEDURE)


Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 1 dari (of) 24

1. TUJUAN
Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memastikan bahwa semua proses lifting dan rigging
dilaksanakan dalam sebuah cara yang baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang
berlaku. Penjelasan dalam prosedur ini didapat dari pengalaman di lapangan, setiap
alternatif atau komentar untuk tujuan yang sarna harus ditaati. Dan prosedur ini dibuat
hanya untuk digunakan para pekerja PT. Columbia Chrome Indonesia dalam
melaksanakan kegiatan lifting dan rigging diarea PT. Adhi Persada Gedung. Peralatan-
peralatan lifting dan rigging ini meliputi chain block, lever block hoist, overhead crane,
gantry crane dan peralatan pendukung lifting dan rigging lainnya, seperti sling, shackles,
beam clamp, hook, dll.

Deviasi ataupun penyimpangan yang terjadi harus dilaporkan kepada Manager yang
kemudian akan diinformasikan kepada Director dan pekerjaannya harus dilakukan
assesment kembali.

REVISION LOG REGISTER


Nomor Dokumen : SOP/CSE/CCI/002
Judul Dokumen : Lifting & Rigging (Pengangkatan dan Penarikan)
Revisi : 01

Halaman Tanggal Revisi Tanda tangan

Dibuat oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disetujui oleh


(Made by) (Checked by) (Approved by) (Approved by)
Jabatan
HSE Cordinator CI-QHSE Manager Director Project HSE Manager
PT.CCI PT.CCI PT. CCI St.LRT PT.APG

Tanda Tangan

Nama Yudhi Rubiyanto Gunawan Ismoyo L.A.C Udyana Erland A. Rukka


Tanggal
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 2 dari (of) 24

DAFTAR ISI

REVISION LOG REGISTER ....................................................................... 1


DAFTAR ISI ................................................................................................ 3
1. RUANG LINGKUP .................................................................................. 5
2. REFERENSI ........................................................................................... 5
3. SINGKATAN ........................................................................................... 6
4. DEFINISI ................................................................................................ 7
5. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ........................................................ 7
5.1 AREA AUTHORITY .......................................................................... 7
5.2 PERFORMING AUTHORITY ............................................................ 7
5.3 RIGGER ........................................................................................... 8
5.4 SIGNALMAN .................................................................................... 8
6. TRAINING DAN KOMPETENSI ............................................................. 9
6.1 SERTIFIKASI PERFORMING AUTHORITY ..................................... 9
6.2 SERTIFIKASI RIGGER..................................................................... 9
6.3 SERTIFIKASI SIGNALMAN .............................................................. 9
7. BAHAYA ................................................................................................. 10
7.1 IDENTIFIKASI BAHAYA ................................................................... 10
7.2 PENGENDALIAN RESIKO ............................................................... 10
8. PERALATAN & AKSESORIS LIFTING DAN RIGGING.......................... 11
8.1 CHAIN BLOCK ............................................................................... 11
8.2 LEVER BLOCK / COMEALONG .................................................... 11
8.3 JENIS-JENIS SLING ...................................................................... 12
8.3.1 WIRE ROPE SLING ................................................................. 12
8.3.2 SYNTHETIC ROPE SLING ...................................................... 13
8.3.3 KAPASITAS AMAN SLING ...................................................... 13
8.3.4 PEMERIKSAAN SLING ............................................................ 14
8.4 BEAM CLAMP ............................................................................... 14
8.5 HOOK ............................................................................................ 15
8.6 SHACKLE ...................................................................................... 15
8.7 EYEBOLT ...................................................................................... Q6
9. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN LIFTING DAN RIGGING ........ 16
9.1 KONDISI BEKERJA YANG AMAN ................................................ 16
9.2 PENILAIAN .................................................................................... 17
9.3 STANDARD OPERATING PROCEDURES .................................. 17
10. PERALATAN-PERALATAN LIFTING DAN RIGGING, KESELAMATAN
SERTIFIKASI DAN PERSYARATAN-PERSYARATAN MINIMUM...... 17
11. PENGGUNAAN UMUM PERALATAN-PERALATAN LIFTING DAN RIGGING
11.1 SEBELUM BEKERJA .................................................................. 18
11.2 PELAKSANAAN KERJA ............................................................. 19
12. JANGKA WAKTU PENGGUNAAN LIFTING GEAR ........................... 20
12.1 PEMERIKSAAN LIFTING GEAR ................................................ 20
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 3 dari (of) 24
13. PERAWATAN DAN PEMERIKSAAN PORTABLE LIFTING EQUIPMENT
14. LAMPIRAN ......................................................................................... 21
LAMPIRAN 1 – GAMBAR-GAMBAR PENGGUNAAN LIFTING GEAR
LAMPIRAN 2 – STANDARD HAND SIGNAL UNTUK PEKERJAAN LIFTING DAN
RIGGING
1. RUANG LINGKUP
Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memastikan bahwa semua proses lifting dan
rigging dilaksanakan dalam sebuah cara yang baik dan sesuai dengan aturan-
aturan yang berlaku. Penjelasan dalam prosedur ini didapat dari pengalaman di
lapangan, setiap alternatif atau komentar untuk tujuan yang sarna harus ditaati. Dan
prosedur ini dibuat hanya untuk digunakan para pekerja PT. Columbia Chrome
Indonesia . Peralatan-peralatan lifting dan rigging ini meliputi chain block, lever block
hoist, winch, jack dan peralatan pendukung lifting dan rigging lainnya, seperti sling,
shackles, beam clamp, hook, dll.

Deviasi ataupun penyimpangan yang terjadi harus dilaporkan kepada Supervisor dan
diteruskan kembali kepada Manager yang kemudian akan diinformasikan kepada
Director dan pekerjaannya harus dilakukan assesment kembali.

2. DEFINISI
Peralatan lifting dan rigging adalah peralatan-peralatan statis yang digunakan untuk
melakukan aktivitas rigging, untuk pengangkatan dan penurunan beban,
seperti:chain block, lever block hoist, winch, jack dll.

Peralatan pendukung lifting dan rigging adalah; peralatan-peralatan tambahan untuk


mendukung aktivitas rigging, seperti: chain, wire rope, sling, endless fiber soft sling,
webbing sling, nylon rope, shackles, beam clamp, hook, gin pole/pulley dll.

Job Safety Analysis tindakan aktivitas yang diperlukan sebelum memulai suatu
pekerjaan untuk mengetahui resiko-resiko kerja yang mungkin terjadi pada
pekerjaan tersebut.

3. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB


3.1. SUPERVISOR FABRICATION
Memastikan keamanan dari tiap-tiap pekerja dan memastikan eksekusi
keselamatan dari setiap kegiatan yang dilakukan.
• Melakukan review terhadap kompetensi dari performing authority dan
memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengerti tugas dan tanggung
jawabnya.
• Selalu berada pada installation facility dan selalu siap setiap waktu.
• Memberikan kewenangan kepada seluruh pekerja untuk
melakukan pemberhentian pekerjaan jika seseorang merasa bahwa pekerjaan
tersebut tidak aman.

3.2. SUPERINTENDENT FABRICATION


• Mengajukan izin kerja.
• Memastikan semua kegiatan telah tercatat di dalam Task Risk Assessment
(TRA).
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 4 dari (of) 24
• Memastikan bahwa hanya pekerja yang telah ter-otorisasi yang melakukan
pekerjaan lifting dan rigging.
• Memastikan bahwa seluruh peralatan lifting dan rigging yang digunakan
telah dipilih, dioperasikan dan dipelihara sesuai dengan prosedur ini dan
aturan-autran tambahan lainnya.
• Memastikan langkah kerja dan resiko pengangkatan telah diketahui oleh rigger
dan signalman.
• Memastikan bahwa resiko pengangkatan telah dimitigasi dengan baik.
• Memberitahukan kepada seluruh pekerja bahwa seluruh pekerja
memiliki kewenangan untuk melakukan pemberhentian pekerjaan jika
seseorang merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak aman. Jika terjadi deviasi
dari pekerjaan yang telah diizinkan atau terjadi perubahan kegiatan,
maka pekerjaan harus diberhentikan dan di-assess kembali.
• Mempersiapkan dokumen workpack.

3.3 RIGGER
 Mengoperasikan peralatan rigging dan melakukan pemasangan material yang
telah terfabriksasi dan peralatan lainnya sesuai dengan workpack.

3.4 SIGNALMAN
 Bekerja sama dengan SPV rigger dan crane operator untuk memastikan
langkah kerja, resiko pengangkatan telah diketahui dan dimitigasi dengan baik.
 Menyepakati metoda signaling dengan SPV, rigger dan crane operator.
 Berdiri pada posisi yang tepat sehingga dapat melihat rigger dan beban dengan
baik, serta terlihat oleh SPV dan crane operator dengan baik.
 Memastikan bahwa pemasangan barikade sudah benar.

PT. Columbia Chrome Indonesia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa


peraturan ini dilaksanakan secara seragam dan semua peralatan static rigging
yang dipilih, dioperasikan dan dipelihara sesuai dengan prosedur, petunjuk atau
instruksi standar dan persyaratan peraturan tambahan lainnya yang berhubungan
dengan kegiatan ini.

Setiap pekerja bertanggung jawab untuk mematuhi peraturan ini dan prosedur
yang dikembangan untuk melengkapi dan melaporkan dengan segera jika
terdeteksi pelanggaran.

4. TRAINING DAN KOMPETENSI


4.1 SERTIFIKASI SUPERVISOR FABRICATION
SPV FAB adalah penanggung jawab yang dapat di rangkap oleh rigger atau
signalman atau merupakan tambahan pada tim pengangkatan.
 SPV FAB yang terlibat dalam proses pekerjaan lifting dan rigging harus
mengikuti dan lulus dalam proses sertifikasi dari: sea survival, minimum basic
rigging, scaffolder, first aid training , lfire fighting training dan working at
height. Sertifikasi kompetensi harus dikeluarkan oleh DEPNAKER/MIGAS
atau oleh perusahaan sertifikasi yang telah ter-otorisasi.
 Sertifikat kompetensi harus divalidasi ulang setelah 3 tahun masa kerja.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 5 dari (of) 24

4.2 SERTIFIKASI RIGGER


• Rigger yang terlibat dalam proses pekerjaan lifting dan rigging harus
mengikuti dan lulus dalam proses sertifikasi dari: sea survival, minimum
basic rigging, first aid training/fire fighting training dan working at height.
Sertifikasi kompetensi harus dikeluarkan oleh DEPNAKER/MIGAS atau
LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dari BNSP.
• Kartu kompetensi harus divalidasi ulang maksimal 2 tahun masa kerja.

4.3 SERTIFIKASI SIGNALMAN


• Signalman yang terlibat daLam proses pekerjaan lifting dan rigging harus
mengikuti dan lulus dalam proses sertifikasi dari: sea survival, minimum
basic rigging, rigging signalman, first aid traininglfire fighting training dan
working at height. Sertifikasi kompetensi harus dikeluarkan oleh
DEPNAKER/MIGAS atau LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dari BNSP.
• Kartu kompetensi harus divalidasi ulang maksimal 2 tahun masa kerja.

5. BAHAYA
5.1 IDENTIFIKASI BAHAYA
Pada proses pekerjaan lifting dan rigging terdapat beberapa resiko potensial yang
dapat mengakibatkan kecelakaan. Hal tersebut disebabkan oleh:
• Pekerja tidak menggunakan PPE yang sesuai dengan persyaratan.
• Kurangnya PPE yang sesuai.
• Kegagalan/kerusakan pada benda yang sedang di angkat.
• Kegagalan pada sistem pengikatan.
• Kegagalan/kerusakan pada alat angkat.
• Kegagalan/kerusakan pada alat bantu angkat
• Adanya pekerja lain atau orang yang tidak berkepentingan di area kerja.
• Bahaya dari peralatan lain disekitar lokasi pengangkatan yang tidak dikontrol
keberadaannya.
• Terjatuh dari ketinggian.

5.2 PENGENDALIAN RESIKO


Pengendalian resiko dilakukan dengan menghindari resiko (risk avoidance) dan
mengurangi resiko (risk reduction), dengan cara mengupayakan beberapa hal
untuk mengurangi tingkat kemungkinan terjadinya resiko yaitu:
• Pekerja wajib menggunakan minimum PPE standards (coverall, safety helmet,
safety glass, heavy duty hand gloves, safety shoes, ear plugs).
• Pekerja wajib menggunakan PPE khusus seperti full body safety harness, work
vest dan penyediaan life ring di tempat yang terjangkau pada saat melakukan
proses lifting dan rigging yang memiliki potensi bahaya terjatuh dari ketinggian
dan terjatuh ke laut.
• Lakukan isolasi lokasi untuk mencegah pekerja yang tidak terkait pekerjaan
lifting dan rigging berada di area kerja.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 6 dari (of) 24
• SPV wajib memastikan kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki oleh pekerja
yang terlibat telah terotorisasi dan sesuai dengan pekerjaan yang akan
dilakukannya.
• SPV wajib memastikan bahwa seluruh peralatan kerja dalam kondisi layak
pakai.
6. PERALATAN & AKSESORIS LIFTING DAN RIGGING
6.1 CHAIN BLOCK

Gambar 1. Macam – macam chain block


Chain block merupakan peralatan standard dalam proses lifting dan rigging yang
berfungsi menaikkan dan menurunkan barang yang melekat padanya baik secara
manual maupun elektrik. Identitas label inspeksi serta kapasitas angkat (SWL)
harus tertera pada chain block yang digunakan pada proyek ini.
Penggunaan, Inspeksi dan maintenance dari chain block

6.2 LEVER BLOCK / COMEALONG

Gambar 2. Macam-macam ukuran lever block/comealong


Lever block/comealong merupakan peralatan dalam proses lifting dan rigging yang
berfungsi untuk menarik barang yang melekat padanya baik secara manual
maupun elektrik dan dapat dioperasikan hampir pada semua orientasi yaitu
menarik dan mengikat. Identitas label inspeksi serta kapasitas angkat (SWL) harus
tertera pada lever block/comealong yang digunakan pada proyek ini.
Penggunaan, Inspeksi dan maintenance dari lever block/comealong

6.3 JENIS-JENIS SLING


6.3.1 Wire Rope Sling
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 7 dari (of) 24

Gambar 3. Wire Rope Sling

Wire rope sling merupakan jenis kabel yang biasa digunakan pada crane
untuk proses lifting dan rigging. Wire Rope Sling merupakan tali yang terdiri
dari beberapa lembar kawat baja yang dipelintir ke dalam helix. Setiap wire
rope sling yang digunakan harus memiliki identitas yang jelas.
Wire rope sling dianggap tidak layak pakai jika:
• Terdapat 5 kawat putus dalam 1 putaran atau 10 kawat putus dalam
pintalan line rope.
• Berkarat/aus.
• Tonjolan untaian.
• Terpuntir/simpul.
• Tidak ada label SWL yang jelas.
• Kode warna tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Lilitan atau untaian berbentuk seperti sarang burung.
• Tidak memiliki identitas yang jelas.
• Tertekuk.
• Terjadi kerusakan karena panas
Penggunaan, Inspeksi dan maintenance dari Wire Rope Sling

6.3.2 Synthetic Rope Sling

Gambar 5. Synthetic Rope Sling

Synthetic rope sling merupakan jenis synthetic rope yang umum digunakan
untuk proses lifting dan rigging yang terbuat dari beberapa jenis material
seperti nylon atau polyester. Synthetic rope sling dibagi menjadi dua kriteria
berdasarkan dari bentuknya yaitu webbing sling dan round sling. Webbing
sling dan round sling dianggap tidak layak pakai jika:
- Identitas telah hilang/rusak.
- Terdapat lubang.
- Lapisan pelindung rusak.
- Jahitan putus.
- Terkena sayatan atau sobek.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 8 dari (of) 24
- Warna telah pudar.
- Terjadi kerusakan karena panas
- Bahan nylon terkontaminasi dengan asam atau zat alkaline.
Penggunaan, Inspeksi danmaintenance dari Wire Rope Sling
6.3.3 Kapasitas Aman Sling
Kapasitas aman sling pada saat pengangkatan ditentukan oleh:
• Berat dan bentuk beban.
• Lokasi yang aman.
• Jenis peralatan yang digunakan.
• Faktor sudut dan faktor ikatan.
6.3.4 Pemeriksaan Sling
Pemeriksaan Sling sebelum pemakaian:
• Sling tidak boleh terpuntir.
• Sling tidak boleh dibuat simpul, memasang baut atau alat lain untuk
memperpendek ukuran panjang Sling.
• Sling harus dilindungi apabila melewati tepian/sudut yang tajam.
• Sebelum memulai pengangkatan, periksa bahwa beban dalam keadaan
.bebas dan angkat beban tanpa hentakan karena hal
tersebut
menyebabkan bertambahnya beban reaktif.
• Jangan meletakkan benda di atas peralatan angkat tapi gunakan
pengganjal di bawah benda untuk menarik tali sling dan pastikan sling
dalam keadaan bebas sebelum menariknya.
• Patuhi WLL yang tertera di peralatan.
• Jika memakai lebih dari dua sling dianjurkan memakai sudut antara kaki
sling tidak melebihi 90°, maksimum sudut untuk setiap sling adalah
120°.

6.4 BEAM CLAMP

Gambar 6.Horizontal Clamp Gambar 7.Vertical Clamp


Beam Clamp merupakan aJat bantu angkat yang umum digunakan pada
proses lifting dan rigging dengan kapasitas pengangkatan seberat 12 ton
dengan lebar jepitan yang bervariasi dengan jarak pengangkatan yang
relatif pendek.
Beam Clamp dianggap tidak layak pakai apabila:
• Terdapat bengkok, aus, renggang, karat atau rusak pada komponen
Beam Clamp.
• Fungsi mekanis dari baut serta pin pada Beam Clamp tidak bekerja
secara maksimal.
• Tidak terdapat label identitas yang jelas.
• Tidak terdapat label inspeksi yang jelas.
• Memiliki kode warna yang tidak sesuai dengan ketentuan.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 9 dari (of) 24

6.5 HOOK

Gambar 8. Berbagai ukuran Hook


Hook merupakan alat bantu angkat tambahan yang umum digunakan pada
proses lifting dan rigging yang terbuat dari campuran metal grade 80 baja alloy.
Hook pada proses penggunaanya diletakkan diantara tackle pada alat angkat
dan beban yang diangkat.
Hook dianggap tidak layak pakai apabila:
• Tidak terdapat safety catch.
• Terdapat aus, karat atau rusak pada komponen Hook.
• Tidak terdapat identitas yang jelas.
• Tidak terdapat label inspeksi yang jelas.
• Memiliki kode warna yang tidak sesuai dengan ketentuan.

6.6 SHACKLE

Gambar 9. Berbagai jenis shackle


Shackle merupakan alat bantu angkat tambahan yang terbuat dari baja dan
memiliki fungsi utama sebagai penghubung antara padeye dengan thimble
serta dapat digunakan sebagai penghubung hook pada proses lifting dan
rigging.
Shackle dianggap tidak layak pakai apabila:
• Terpelintir, bengkok serta retak pada komponen Shackle.
• Tidak terdapat identitas yang jelas.
• Ditemukan tanda pengelasan pada komponen shackle
• Terjadi pengurangan ukuran 10% dari ukuran aslinya (original/katalog).
• Pin shackle tidak sesuai dengan standard.
• Memiliki kode warna yang tidak sesuai dengan ketentuan.

6.7 EYEBOLT
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 10 dari (of) 24
Gambar 10.Eyebolt
Eyebolt merupakan alat bantu yang memiliki fungsi utama sebagai
penghubung antara beban dengan alat bantu angkat dalam proses lifting dan
rigging. Pada penggunaannya dalam proses lifting dan rigging, eyebolt tidak
dijinkan untuk digunakan secara terus-menerus.
Berdasarkan jenisnya eyebolt terbagi menjadi dua, yaitu collared eyebolt dan
uncollared eyebolt, dimana dalam proses pengangkatan jenis eyebolt yang
diijinkan
adalah jenis collared eyebolt.
Eyebolt dianggap tidak layak pakai apabila:
• Terdapat aus, karat, bengkok serta retak pada bagian-bagian dari eyebolt.
• Thread rusak/aus.
• Tidak terdapat identitas yang jelas.
• Terdapat tanda pengelasan.
• Terjadi pengurangan 10% dari ukuran aslinya (original/katalog).
• Memiliki kode warna yang tidak sesuai dengan ketentuan

7. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN LIFTING DAN RIGGING


7.1 KONDISI BEKERJA YANG AMAN
PT. Columbia Chrome Indonesia harus melakukan semua langkah yang benar
dan dibutuhkan untuk menyiapkan kondisi-kondisi bekerja yang aman dan
harus berhati-hati dalam semua aktivitas yang berhubungan dengan lifting dan
rigging.

7.2 PENILAIAN
PT. Columbia Chrome Indonesia sebelum mulai bekerja harus
melaksanakan JSA (Job Safety Analysis) dan mengenalkan pengawasan-
pengawasan yang dibutuhkan yang bertujuan untuk melindungi cedera
personil dan kerusakan terhadap peralatan dan lingkungan.

Penilaian-penilaian yang harus dimasukan ke dalam catatan seperti:


kompleksitas pekerjaan, sifat dan ukuran dari beban dan pengalaman &
pelatihan

7.3 STANDARD OPERATING PROCEDURE


Jika diperlukan setiap lokasi kerja harus memiliki standard operating
procedure di tempat untuk melengkapi aktivitas lifting dan rigging.

8. PERALATAN-PERALATAN LIFTING DAN RIGGING, KESELAMATAN,


SERTIFIKASI DAN PERSYARATAN-PERSYARATAN MINIMUM
• PT. Columbia Chrome Indonesia harus memastikan bahwa semua peralatan
lifting dan rigging mempunyai masing-masing sertifikat inspeksi sebelum
digunakan untuk proyek ini.
• Semua peralatan lifting dan rigging termasuk wire rope slings, fiber slings dan
peralatan yang longgar harus diperiksa sebelum digunakan untuk pekerjaan
ini, pada saat interval 1 Tahun atau pada saat interval yang teridentifikasi oleh
risk assessmenf-nya dari Management, atau setiap waktu dimana terjadi
kondisi-kondisi khusus yang mungkin menyebabkan situasi berbahaya.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 11 dari (of) 24
• Semua peralatan lifting dan figging harus diperiksa oleh user jika ada
kerusakan sebelum digunakan. Jika hal ini lebih dari 1 Tahun sejak
pemeriksaan terakhir atau terdapat hal yang meragukan kondisi aman dari
peralatan tersebut, maka peralatan tersebut harus ditarik kembali dari servis
dan dilakukan pemeriksaan oleh orang yang berkompeten. Lihat lampiran 3,
gambar33. sebagai contohnya.
• Pemeriksaan peralatan secara visual yang dilakukan oleh seseorang yang
berkompeten sebagai bagian dari program inspeksi keselamatan reguler.
Hasil dari pemeriksaan tersebut harus dimasukan ke dalam rigging check list.
• Semua peralatan dan aksesorisnya harus diperiksa dari kerusakan-
kerusakan yang mungkin ada sebelum peralatan itu digunakan.
Pemeriksaan ini tidak perlu didokumentasikan, kecuali jika terdapat
kerusakan.
• Rigging identitor harus memasukan informasi yang cukup dari setiap peralatan
dan aksesorisnya, yaitu :
- Serial number.
- Tanggal pembuatan safe working load.
- Tanggal inspeksi terakhir.
- Pernyataan interval pemeriksaan, misal 1 Tahun
- Tanggal pemeriksaan yang berikutnya.
• Semua item, minimal harus ditandai dan diberi keterangan informasi safe
working load-nya dan setiap number-nya pada check list, sebuah salinan yang
mana harus tetap ada di lokasi peralatan.
• Lokasi peralatan harus dipertahankan dan disiapkan laporan inspeksi
pemeriksaan, sebuah salinannya harus tetap ada di lokasi peralatan.
• Lokasi peralatan harus dipertahankan dan membuat salinan inspeksinya dari
Task Risk Assessment-nya, static rigging standard operating procedure dan
bukti pelatihan dan cara pengoperasian lifting dan rigging yang dilakukan
dalam cara yang aman, terawasi dan terencana dengan benar.
• Tanda-tanda bantuan untuk pengoperasian rigging dan tabel safe working load
untuk metode-metode slinging yang berbeda harus dipamerkan secara jelas
dalam lokasi-lokasi yang benar.
• Semua hook dan peralatan lain yang dipersiapkan untuk rigging harus satu tipe
sehingga mengurangi resiko beban tercabut dari hook atau peralatan lain.

9. PENGGUNAAN UMUM PERALATAN-PERALATAN LIFTING DAN RIGGING


9.1 SEBELUM BEKERJA
• Melakukan Pre-Job meeting sebagai media sosialisasi untuk semua
anggota team yang terlibat pada saat eksekusi.
• SPV MembuatRisk Assesment atau pengkajian resiko di lapangan
dengan melibatkan semua anggota team untuk mendiskusikan resiko-
resiko dan cara pencegahannya.
• Toolbox Meeting diadakan pada setiap shift yang akan melakukan
pekerjaan dan membahas balk status pekerjaan atau sisi safefy-nya dan
melakukan serah terima pekerjaan dari setiap pergantian shift secara terus
menerus agar ada koordinasi antar shift sehingga saling mengetahui
status terakhir pekerjaaan
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 12 dari (of) 24
• SPV menyusun team untuk pekerjaan pengangkatan dan memiljh orang
yang diberi wewenang untuk setiap posisi: Signalman, semua
anggota team harus melaksanakan assesment.
• SPV memastikan bahwa setiap personil yang terlibat didalam pekerjaan
wajib memakai PPE seperti: Cover All Fire Retardant, Safety Shoes,
Safety goggles, Helmet, Heavy Duty Hand Gloves, Safety Helmet.
• SPV memastikan bahwa pekerja menggunakan PPE khusus seperti full
body safetyharness, work vest dan penyediaan life ring di tempat yang
terjangkau pada saat melakukan proses lifting dan rigging yang memiliki
potensi bahaya terjatuh dari ketinggian dan terjatuh ke laut.
• SPV melakukan pemeriksaan secara fisik untuk memastikan tempat atau
kerja aman dari bahaya-bahaya yang akan timbul sebelum dan sesaat
pekerjaan berlangsung. HSSE harus ditunjuk untuk mengawasi bahaya-
bahaya apa yang akan timbul saat pekerjaan berlangsung dan tidak
merangkap pekerjaan lain.
• SPV memastikan bahwa semua peralatan lifting dan rigging yang
dibutuhkan dalam kondisi yang layak dan siap untuk digunakan.
• SPV memastikan bahwa semua personil dalam team yang terlibat dalam
proses lifting dan rigging mempunyai kompetensi yang sesuai dengan
pekerjaan.

9.2 PELAKSANAAN KERJA


Dalam pekerjaan ini sebelumnya harus mempersiapkan tool & alat bantu serta
dokumen-dokumen yang wajib dipenuhi seperti, IK. Adapun uraian prosedur
adalah sebagai berikut:
• Pasang dan tempatkan beam clamp pada existing structure untuk
menggantung chain block guna untuk pengangkatan, serta pastikan
bahwa existing structure masih dalam kondisi baik dan kokoh
untuk sebagai tumpuan beban untuk pengangkatan.
• Periksa dan pastikan area bebas dari bahan atau material yang bisa
mengganggu atau menyebabkan bahaya saat melakukan aktifitas
pekerjaan.
• Lakukan pengikatan/pengaitan pada equipment pengecekan serta
pastikan terhadap material yang akan diangkat, apakah posisi pengait
atau pengikatan dengan sling belt sudah tepat dan benar. Hal ini
agar sewaktu mengangkat material tidak ada kendala keseimbangan
manakala aktifitas sedang berlangsung.
• Pastikan dengan benar semua alat angkat dan kaitan/pengikatan pada
material sudah pada posisi yang telah direncanakan kemudian baru,
mulai lakukan aktifitas pengangkatan dengan metode dan langkah-
langkah yang tepat dan seefisien mungkin. Jangan pegang langsung
material yang diangkat, gunakan tagline untuk mengarahkan material
yang diangkat. Lihat lampiran 3, gambar 3 dan 4.
• Setelah material yang diangkat sudah pada posisi tempat yang
diinginkan, lakukan penginstalan/penggantian material dengan
seksama. Pastikan material yang terinstal dengan baik dan benar.
Sebelum seluruh alat lifting manual dilepas dan dirapikan.
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 13 dari (of) 24
• Lakukan housekeeping pada area kerja setelah pekerjaan selesai,
pastikan area tersebut clear dan bahaya sebelum ditinggalkan.

10. JANGKA WAKTU PENGGUNAAN LIFTING GEAR


Jangka waktu penggunaan lifting gear sangat perlu untuk diperhatikan untuk
menanggapi masalah bahaya yang mungkin terjadi pada pekerjaan rigging di
lapangan, karena pekerjaan rigging merupakan salah satu pekerjaan yang
memiliki resiko bahaya tinggi.

10.1 PEMERIKSAAN LIFTING GEAR


• Pastikan seluruh peralatan lifting gear yang dikirim ke lokasi kerja dalam
kondisi baik, layak digunakan dan ada label (tag) tanggal perawatannya.
• Pastikan telah dilakukan pemeriksaan secara visual dari bentuk dan
kondisi kelayakan lifting gear sebelum digunakan di lokasi kerja.
• Pastikan pemeriksaan harian dan mingguan secara berkala,
diantaranya mengetahui kondisi visual, kelayakan, kekuatan dan
perlengkapan pengamannya tetap dilakukan.
• Berdasarkan hasil pemeriksaan harian dan mingguan maka PT. Columbia
Chrome Indonesia akan memulangkan lifting gear untuk perawatan
dengan ketentuan:
• Lifting gear harus dipulangkan untuk perawatan dengan durasi waktu
penggunaan tiga trip (21 hari) apabila digunakan di splash zone area.
• Lifting gear harus dipulangkan untuk perawatan dengan durasi waktu
penggunaan enam trip (42 hari) apabila tidak digunakan di splash zone
area

Pemulangan lifting gear ditentukan berdasarkan beberapa ketentuan, yaitu:


• Ketika lifting gear mengalami kontak langsung dengan air, oksigen atau
oksidan kuat lainnya maka akan terj'adi proses yang mengakibatkan
karat pada lifting gear.
• Efek dari kondisi cuaca saat terpakainya lifting gear.
• Efek cara pemakaian dan daya kejut (static rigging).
• Efek dari tekukan/keausan dari lifting gear.

11. PERAWATAN DAN PEMERIKSAAN PORTABLE LIFTING EQUIPMENT


Semua portable lifting equipment harus diperiksa dan dirawat setiap 1 Tahun
sekali, Pemeriksaan Tahunan dilakukan oleh pekerja yang terlatih dan telah di
tunjuk sebagai lifting equipment inspector.
Sebagai pengganti sertifikat, suatu tanda pewarnaan harus di buat pada alat bantu
angkat untuk menyatakan bahwa alat bantu angkat telah di periksa setahun
terakhir. Untuk, Untuk portablelifting equipment kode warna inspeksi adalah
sebagai berikut:
• Dari bulan Januari hingga Desember akan dipakai warna biru (blue).
Biru (Januari-Desember)
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 14 dari (of) 24

12. LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 - Gambar-Gambar Penggunaan Lifting Gear.
LAMPIRAN 2 – Standard Hand Signal Untuk Pekerjaan Lifting Dan Rigging

LAMPIRAN 1
GAMBAR-GAMBAR PENGGUNAAN LIFTING GEAR
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 15 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 16 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 17 dari (of) 24
Tabel Efek Sudut Sling, Pengukuran Error Pada Beban
Assumed Assumed ActualAngle
Sling Load (is5°LessThan Actualload Error %
Angle ( AssumedAngle) (Pounds
PoundsPerLeg) PerLeg)
90’ 500 85° 502 0.4
75’ 518 70’ 532 2.8
60’ 577 55° 610 5.7
45’ 707 40’ 778 9.1
30° 1,000 25” 1,183 18.3
15° 1,932 10’ 2,880 49.0
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 18 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 19 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 20 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 21 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 22 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 23 dari (of) 24
PROSEDUR OPERASI BAKU
( STANDARD OPERATING PROCEDURE)
Doc # : SOP/CSE/CCI/002
Rev. :0
Tanggal Effektif : 20 Juli 2018
LIFTING AND RIGGING
(Effective Date) (Jul 20, 2018)
(PENGANGKATAN DAN PENARIKAN )
Halaman(Page) 24 dari (of) 24
LAMPIRAN 2
STANDARD HAND SIGNALUNTUK PEKERJAAN LIFTING DAN RIGGING

Anda mungkin juga menyukai