Anda di halaman 1dari 3

1.

Sediakan 4 wadah yaitu gelas kimia


2.Masukkan air ke dalam gelas kimia secara merata
3.Masukkan detergen pada masing-masing gelas.
Gelas 1 : 0,6 gram
Gelas 2 : 0,3 gram
Gelas 3 : 0,1 gram
Gelas 4 : Tidak ada detergen (kontrol)
4.Aduk detergen yang sudah dimasukkan ke dalam wadah sampai
detergen tersebut larut.
5.Masukkan 1 ekor ikan ke setiap wadah.
6.Amat setiap aktivitas ikan selama dua menit pertama.
7.Hitung kecepatan pernafasan ikan selama satu menit.
8.Lakukan secara berulang-ulang selama lima kali.
9.Setelah itu, amati kondisi tubuh ikan setelah pengamatan.
10.Masukkan data ke dalam tabel
11.Bandingkan perbedaan dari keempat perlakuan tersebut.

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Atau Hasil Penelitian Data
Tabel : Hasil pengamatan pengaruh deterjen terhadap aktivitas ikan
Waktu/perlakuan 2 menit 2 menit 2 menit 2 menit 2 menit
1 2 3 4 5
1.(0,6 gram ) lendir darah Berenang Berenag Mabuk dan
miring miring mati
2.(0,3 gram ) lendir Darah Berenang Mati
miring
3.(0,1 gram ) lendir berenang Mati
miring
A.106 (mati)
B.138 (mati)
C.925 (mati)
B.Pembahasan
Dalam suatu percobaan, seorang siswa meneliti.
Mengukur diterjen menggunakan kertas saring diatas kertas
saring di taruh deterjen dengan berat yang berbeda yaitu (0,6
gram, 0,3 gram, dan 0,1 gram).Mendapati jumlah perhitungan
kecepatan pernafasan ikan normal. Dimana kecepatan
pernafasan ikan normal tersebut adalah sebanyak 121/per menit.
Hal ini cukup wajar karena ikan memiliki oksigen yang cukup
banyak pada gelas kimia. Namun, saat ini kami akan
membandingkanya dengan ikan yang berada pada gelas kimia 1.
Di mana gelas kimia tersebut dicemari oleh deterjen. Akan tetapi
pada awal dimasukan, kecepatan pernafasan ikan tersebut hanya
di dapat 30 kali/per menit. Hal ini tidak sesuai dengan kecepatan
pernafasan ikan normal yaitu sebanyak 121 per menit yang di
ungkapkan oleh kami.Dari saat berada 2 menit 1, kecepatan
pernafasan ikan pun diperoleh 48 kali/per menit. Hasil ini
menurun dari pada hasil saat ikan dimasukan. Dan ini pun masih
jauh dari percepatan pernafasan ikan normal yang di ungkapkan
oleh kami.Sampai pada saat 2 menit ke 2, dan 3 pernafasan ikan
menjadi 76 dan 65 kali permenitnya. Dan hasil ini pun mulai
menurun dari awal pertama ikan dimasukkan. Dan hasil ini juga
jauh dari yang di ungkapkan oleh yang memperoleh kecepatan
pernafasan ikan setiap menitnya adalah 121/per menit.
Ketidak cocokan hasil kecepatan pernafasan ikan yang kami
dapat dengan kemungkinan ikan yang berada pada gelas ukur
pertama dalam keadaan yang cukup sehat, dan juga mungkin
disebabkan karena gelas kimia yang digunakan ada yang
digunakan ada yang besar, sedang, dan yang kecil. Hingga
membuat ikan bebas untuk bernafas.Pengaruh deterjen bagi ikan
adalah membuat ikan kekurangan oksigen, karena deterjen yang
bercampur dengan air akan membuat kandungan oksigen dalam
air menurun, keberadaan busa di permukaan air menjadi salah
satu penyebab kontak udara dengan air terbatas sehingga
menurunkan oksigen terlarut dengan demikian akan
menyebabkan ikan kekurangan oksigen.Cepat lambatnya ikan
bergerak yaitu tergantung pada banyaknya deterjen pada air.
Semakin tinggi konsentrasi deterjen yang terlarut pada air.
Semakin tinggi,kadar deterjen yang terlarut pada air, maka
semakin cepat ikan mati.Namun pada penelitian yang kami
lakukan, ikan yang mendapat konsentrasi yang paling rendahlah
yang kecepatan pernafasanya lebih kecil yaitu pada gelas kimia 2
sedangkan pada ikan yang mendapat kadar deterjen paling
sedikit kecepatan pernafasanya lebih besar yaitu pada
dibandingkan pada gelas kimia ke 1 dan ke 2.Dan selain itu ikan
yang berada pada gelas kimia 2 lah yang mati lebih dulu,
meskipun konsentrasi deterjen cukup sedikit dibandingkan
dengan gelas kimia yang ke 1. Lain halnya dengan ikan pada
gelas kimia ke 1.Yang diberi deterjen lebih banyak pada ikan
gelas kimia ke 2, mereka masih tetap hidup dengan kecepatan
pernafasan mulai menurun yaitu sebanyak 10 detik tiap
menitnya. Mungkin saja ikan yang berada pada gelas kimia 2
memiliki kondisi yang cukup sehat dan stres saat dimasukan ke
dalam gelas kimia.Hingga menyebabkan ikan pada gelas kimia 2
yang lebih mati lebih dahulu.Apabila konsentrasi larutan deterjen
dalam air lebih besar dari sitoplasma (jaringan sel), maka insang
akan terlihat membengkak dan jika terus menerus akan
mengalami pecahnya sel-sel insang. Jika sel-sel insang pecah
maka ikan akan kehilangan alat pernafasan dan membuat ikan
mati.Tanda-tanda fisik yang kami ambil setelah tercemar oleh
deterjen kami mengambil pada gelas ukur 2. Pada
awal overkulum (tutup insang) ikan masih bergerak dengan
normal, namun pada pertengahan menit pertama ikan mulai
bergerak dengan cepat berusaha mengambil oksigen sambil
bergerak ke atas air yang berada di gelas kimia, setelah itu dia
mulai diam hingga akhirnya mati dengan insang berwarna
merah,mata merah,mengeluaran lendir,mengeluarkan
darah,hingga ikan berenang miring dan mati.