Anda di halaman 1dari 31

Teknik Pengukuran

Alat Ukur Linear Tidak Langsung

1
• Pada pengukuran linier langsung hasil pengukurannya dapat
dibaca langsung pada skala ukur alat ukur yang digunakan
karena memang dari alat ukur tersebut memungkinkan untuk
maksud-maksud di atas.
• Akan tetapi, kadang-kadang kita tidak bisa melakukan
pengukuran langsung dikarenakan adanya pengukuran yang
memerlukan kecermatan yang tinggi ataupun karena bentuk
benda ukur yang tidak memungkinkan untuk diukur dengan
alat ukur langsung.
• Untuk keadaan seperti di atas maka biasanya dilakukan
pengukuran tak langsung, dalam hal ini adalah pengukuran
linier.
2
• Pengukuran linier tidak langsung adalah pengukuran dengan
instrumen pembanding, maksudnya dengan membandingkan
dimensi yang diperoleh dari hasil pengukuran kemudian
membacanya dengan bantuan alat ukur langsung.
• Pada pengukuran ini, akan terjadi dua kali proses pengerjaan

3
A. Alat ukur standar

• Yang termasuk dalam kategori alat ukur standar untuk


pengukuran linier tak langsung adalah: blok ukur (gauge
blok), batang ukur (length height), kaliber induk tinggi
(height master), jangka bengkok dan jangka kaki.

4
1. Blok Ukur (Gauge Blok)

• Blok ukur dikenal juga dengan berbagai nama


misalnya end gauge, slip gauge, jo gauge (johanson
gauge).
• Alat ukur ini berbentuk segi empat panjang dengan
ukuran ketebalan yang bermacam-macam.
• Dua dari 6 permukaannya adalah sangat halus, rata dan
sejajar sehingga dapat digabungkan/disusun tanpa
perantara alat lain.
• Bila penyusunannya dilakukan dengan teliti maka akan
diperoleh suatu susunan blok ukur yang sangat kuat
seolah-olah blok ukur yang satu dengan yang lain
5
sangat melekat.
• Dengan menyusun blok ukur yang mempunyai ukuran
tertentu maka kita dapat mengecek atau mengkalibrasi
ukuran yang lain. Karena blok ukur ini diperlukan
untuk pengukuran presisi sebagai alat ukur standar
maka alat ukur ini harus dibuat dari bahan yang kuat
dan tahan lama.
• Biasanya bahan untuk membuat blok ukur adalah baja,
karbon tinggi, baja paduan atau karbida.

6
• tingkat kestabilan dimensinya tinggi. Kegunaan dari blok
ukur ini antara lain untuk: mengecek dimensi ukuran alat-alat
ukur, mengkalibrasi alat ukur langsung seperti mistar ingsut,
mikrometer dan mistar ketinggian, menyetel komparator dan
jam ukur, menyetel posisi batang sinus dan senter sinus
dalam pengukuran sudut, dan mengukur serta menginspeksi
komponen-komponen yang presisi di dalam ruang inspeksi.

7
8
2. Batang ukur (length height)

• Batang ukur merupakan alat ukur standar dalam


proses pengukuran tak langsung, diantaranya
berfungsi untuk kalibrasi susunan blok ukur dan
penyetelan posisi nol dari alat ukur besar

9
10
3. kaliber induk tinggi. (height master)

• Batang ukur merupakan alat ukur standar dalam


proses pengukuran tak langsung, diantaranya
berfungsi untuk kalibrasi susunan blok ukur dan
penyetelan posisi nol dari alat ukur besar

11
4. Jangka Bengkok dan Jangka Kaki

• Jangka Bengkok
• Guna jangka bengkok digunakan untuk mengukur
tebal, lebar, panjang dan garis tengah benda bulat
secara kasar.
• Alat ini terbuat dari baja perkakas dengan ujungnya
dikeraskan. Bentuknya ada yang dilengkapi dengan
mur penyetel dan ada pula yang tidak.

12
13
Macam-macam jangka bengkok

• Jangka bengkok dengan engsel


• Jangka bengkok dengan pegas dan baut penyetel.
• Jangka bengkok dilengkapi dengan skala ukuran.

14
Jangka Kaki

• Jangka kaki digunakan antara lain untuk mengukur


diameter lubang dan jarak sesuatu celah.
• Bentuk kakinya menghadap keluar dan panjang
kakinya itulah ukuran jangka kaki.

15
B. Alat Ukur Pembanding
a. Jam ukur (dial gauge)
• DIAL GAUGE atau ada yang menyebut dial indicator
adalah alat ukur yang dipergunakan untuk memeriksa
penyimpangan yang sangat kecil dari bidang datar, bidang
silinder atau permukaan bulat dan kesejajaran. Konstruksi
sebuah alat dial indikator terdiri atas jam ukur (dial
gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok
alas magnet, batang penyangga, penjepit, dan baut
penjepit.

16
Dial Indikator

• Dial indikator atau dial gage digunakan untuk


mengukur kebengkokan, run out, kekocakan, end play,
back lash, kerataan, dan sebagainya.
• Didalam dial indikator terdapat mekanisme yang dapat
memperbesar gerakan yang kecil.
• Pada saat spindle bergerak sepanjang permukaan yang
diukur, gerakan tersebut diperbesar oleh mekanisme
pembesar dan selanjutnya ditunjukkan oleh jarum
penunjuk.
17
18
Prosedur penggunaan dial indikator

• Posisi spindle dial indikator harus tegak lurus dengan


permukaan yang diukur.
• Garis imajinasi dari mata si pengukur ke jarum penunjuk
harus tegak lurus pada permukaan dial indikator pada saat
sedang membaca hasil pengukuran .
• Dial indikator harus dipasang dengan teliti pada batang
penyangganya, artinya dial indikator tidak boleh goyang.
• Putarlah outer ring dan stel pada posisi nol. Gerakkan
spindle ke atas dan ke bawah, kemudian periksalah bahwa
jarum penunjuk selalu kembali ke posisi nol setelah spindle
dibebaskan.
19
Prosedur penggunaan dial indikator

• Usahakan dial indicator tidak sampai terjatuh,


karena terdapat mekanisme pengubah yang
sangat presisi.
• Jangan memberi oli atau grease diantara spindle
dan tangkainya, karena akan menghambat
gerakan spindle.

20
b. Bore Gage atau Cylinder Gage

• Bore gage adalah merupakan alat ukur yang digunakan


untuk mengukur diameter silinder.
• Pada bagian atas terdapat dial gage dan pada bagian
bawah terdapat measuring point yang dapat bergerak
bebas.
• Pada sisi lainnya terdapat replacement rod yang
panjangnya bervariasi tergantung keperluan.
• Dalam satu set, terdapat bermacam-macam ukuran
replacement rod dengan panjang tertentu

21
• Disamping itu juga terdapat replacement washer yang
tebalnya mulai dari 1 – 3 mm.
• Replacement securing thread adalah semacam mur
pengikat yang fungsinya untuk mengunci agar
replacement rod dan washernya tidak lepas pada saat
bore gage digunakan.

22
23
• Pengukuran diameter silinder dengan bore gage
memerlukan alat ukur lain yaitu mistar geser
dan mikrometer.

24
c. Caliper Gage

• Caliper gage adalah merupakan alat ukur yang digunakan


untuk mengukur diameter dengan ukuran kecil, misalnya
diameter lubang laluan katup, diameter dalam rocker arm
dan sebagainya.
• Pada bagian atas caliper gage terdapat dial gage dan pada
bagian bawah terdapat kaki (lug) yang dapat bergerak
bebas.
• Fungsi tombol yang terdapat pada dial gage untuk
menggerakkan kaki-kaki. Apabila tombol ditekan, maka
kaki-kaki tersebut akan saling berhimpitan (menyempit).
25
• Untuk menset nol dapat dilakukan dengan memutar
outer ring sehingga jarum penunjuk bertepatan dengan
angka nol pada skala pengukuran.

26
d. Telescoping gage

• Telescoping gage atau pengukur T merupakan alat ukur


pembanding yang biasa digunakan untuk mengukur
diameter dalam komponen yang agak ke dalam.
• Hal tersebut dimungkinkan karena alat ukur ini
mempunyai batang ukur yang cukup panjang. Poros ukur
atau sensornya dapat bergerak memanjang sendiri karena
adanya pegas didalamnya.
• Alat ukur ini biasanya terdiri atas satu set yang berisi
beberapa pengukur T yang masing-masing mempunyai
kapasitas pengukuran yang berbeda
27
Telescoping gage

• Pada batang ukurnya biasanya sudah dicantumkan


kapasitas pengukurannya, misalnya 10 – 25 mm. Ini
berarti ukuran terkecil yang dapat diukur adalah 10
mm dan ukuran maksimumnya 25 mm.

28
Prosedur penggunaan Telescoping gage adalah
sebagai berikut :

1). Pilihlah telescoping gage dengan kapasitas ukur


tertentu sesuai dengan range dari komponen yang akan
diukur.
2). Masukkan telescoping gage ke dalam lubang dan
kendorkan penguncinya sehingga poros ukur benar-
benar menyentuh bidang yang diukur.
3). Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar
pengunci ke kanan sehingga poros ukur tidak dapat
bergerak lagi.
29
4). Keluarkan telescoping gage yang sudah
terkunci tersebut dari lubangnya.
5). Ukurlah panjang poros ukur dengan
mikrometer luar. Besarnya diameter lubang
sama dengan angka yang ditunjukkan pada
mikrometer.

30
SEKIAN
TERIMA KASIH

31