Anda di halaman 1dari 22

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN

APOTEK “SHIFA”
Jln. Cepu - Blora Ds Pojok Watu Sambong
Blora

Diajukan kepada :
IKATAN APOTEKER INDONESIA
BLORA
2017
PROPOSAL PENDIRIAN APOTEK “SYIFA”
SAMBONG, BLORA

I. PENDAHULUAN
Peraturan Pemerintah no. 26 tahun 1965 tentang apotek pada pasal 1
menyebutkan bahwa apotek adalah suatu tempat tertentu, dimana dilakukan usaha –
usaha dibidang kefarmasian dan pekerjaan kefarmasian. Kemudian dperbaharui
dengan peraturan pemerintah no. 25 tahun 1980 yang mendefinisikan apotek
sebagai tempat tertentu, tempat dilakukan pekrjaan kefarmasian dan penyaluran
obat kepada masyarakat.
Undang – undang no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyebutkan
bahwa pekerjaan kefarmasian yang disebutkan diatas meliputi pembuatan termasuk
pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, penyimpanan, dan distribusi obat
pelayanan obat atau resep dokter. Sedangkan perbekalan kesehatan adalah semua
bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Menurut permenkes no. 922 tahun 1993 menyebutkan bahwa apotek adalah
suatu tempat tertentu dimana dapat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan
pelayanan perbekalan farmasi kepada masyarakat. Keputusan Menteri Kesehatan
no. 1332 tahun 2002, Kepmenkes no. 1027 tahun 2004 tentang standar pelayanan
farmasi di apotek sedikit mengubah definisi diatas menjadi, apotek adalah tempat
dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan
kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Menurut Keputusan Menkes RI No.1332/Menkes/SK/X/2002. Apotek merupakan
suatu tempat tertentu untuk melakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada
masyarakat. Apotik adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran Sediaan farmasi, Perbekalan Kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Apoteker adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan
apoteker, mereka yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berhak
melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai Apoteker.Apotek bukanlah suatu
badan usaha tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan
menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya. Pelayanan
kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu
kepada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care).
Study kelayakan pendirian apotek perlu dilakukan mengingat kedua fungsi
apotek tersebut. Study kelayakan ini dilakukan sebagai suatu rancangan
komprehensi terhadap segala sesuatu tentang rencana pendirian apotek untuk dapat
melihat kelayakan usaha ditinjau dari sisi pengabdian profesi maupun dari sisi
ekonomi. Manajemen yang baik diawali dengan perencanaan yang matang.
Berdasarkan uraian diatas maka kami merencanakan untuk membuka
Apotek Syifa yang beralamat di jl raya Cepu – Blora ds. Pojokwatu Kec. Sambong
kab. Blora yang memiliki prospek bisnis cukup baik. Hal ini terlihat dari lokasi
yang berada di dekat pasar, sarana kesehatan dan pemukiman penduduk. Dengan
adanya apotek tersebut juga dapat membantu masyarakat untuk memperoleh obat
dengan jarak yang lebih dekat dan masyarakat akan memperoleh informasi yang
tepat mengenai obat yang mereka gunakan.

II. TUJUAN
Tujuan didirikannya apotek “ Syifa “ adalah :
1. Sebagai tempat pengabdian profesi apoteker
2. Sebagai sarana pelayanan farmasi untuk melaksanakan peracikan,
pengubaan bentuk, pencampuran, dan penyerahan obat maupun bahan obat
3. Sebagai sara penyalur perbekalan farmasi yang bermutu bagi masyarakat
4. Memberikan dan menyediakan informasi, edukasi dan konsultasi kesehatan
kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya sehingga dapat
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, khususnya obat
dan cara pengobatan yang tepat.

III. VISI & MISI


VISI
Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu,
berkualitas, terpercaya serta mudah dijangkau guna memberikan keuntungan bagi
masyarakat dan karyawan

MISI
1. Menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan kefarmasian lainnya
yang bermutu, berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat
2. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang cepat, tepat, ramah, informative
dengan menerapkan konsep pharmaceutical care secara professional
3. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat, karyawan dan
pemilik modal
IV. STRATEGI
Strategi dari apotek adalah :
a. Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat yang diberikan merupakan terapi
obat yang tepat, efektif, nyaman dan aman bagi pasien.
b. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin melakukan
pegobatan mandiri,
c. Melakukan efisiensi biaya kesehatan masyarakat,
d. Memberikan informasi dan konsultasi obat,
e. Merancang SOP (standart operating procedure) dan standar organisasi kerja.

V. ASPEK LOKASI
Desa Pojok Watu, Sambong, Blora, Jawa Tengah. Lokasi apotek ini
tergolong sangat strategis yang dapat mendorong keberhasilan dan erat
hubungannya dengan profit yang diperoleh nantinya. Faktor yang mempengaruhi
dari profit penghasilan :
1. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yaitu terdapat praktek bidan
dan pukesmas.
1. Jumlah Apotek
Jumlah apotek terdekat belum ada (beum ada pesaing).
2. Mudah dijangkau
Lokasi apotek mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan raya dan
pemukiman penduduk yang padat penghuni

VI. PELUANG/PROSPEK PEMASARAN


Melihat lokasi apotek yang strategis dan memperhatikan (swamedikasi),
maka apotek “SHIFA” mempunyai prospek pemasaran yang cukup bagus karena
kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman terhadap apotek “SHIFA” (Swot Analysis).

A. Analisis SWOT
1. Kekuatan/Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif apotek “SHIFA” yang akan didirikan
adalah sebagai berikut:
a. Ketersediaan obat, bahan obat, obat herbal, alkes serta perbekalan farmasi
lainnya di apote relatif lengkap agar tidak membuat kekecewaan pada pasien
dan memberikan harga ekonomis dan terjangkau oleh seluruh lapisan
masyarakat.
b. Apotek dengan konsep memberikan pelayanan berbasis Pharmaceutical
Care
c. Memberikan pelayanan dengan cepat, cermat dan efisien waktu.
d. Letak/lokasi apotek mudah dijangkau
e. Memiliki HumanCapital.
f. Memberikan pelayanan yang ramah dan sopan.
2. Kelemahan/Weakness
Lama apotek yang belum lama berdiri belum dikenal banyak orang dan
mendapat kepercayaan dari pasien.
3. Peluang/Opportunity
a. Jumlah penduduk cukup padat karena merupakan daerah perumahan
penduduk yang cukup padat didaerah Blora.
b. Letak apotik dekat dengan kompleks pendidikan, dan tempat perbelanjaan,
sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial.
4. Ancaman
Belum mendapatkan kepercyaan dari masyarakat karena apotek baru.

B. Rencana Strategi Pengembangan


1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada di
sekitar.
2. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola kebutuhan
pasien.
3. Memberikan tips-tips kesehatan.

C. Strategi Pemasaran
a. Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat yang diberikan merupakan terapi
obat yang tepat, efektif, nyaman, dan aman bagi pasien.
b. Menjalankan program Pharmacutical Care
c. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin melakukan
pengobatan sendiri/ swamedikasi.
d. Memberikan informasi dan konsultasi obat secara jelas dan menjelaskan fungsi
dari obat yang dikonsumsi pasien.
e. Merancang SOP (Standart Operating Procedure).
V. STANDART OPERATING PROSEDURE (SOP)
 SOP Pelayanan OTC
1. Pasien datang.
2. Menyapa pasien dengan ramah dan menawarkan kepada pasien obat apa
yang dibutuhkan.
3. Tanyakan lebih dahulu keluhan yang diderita pasien, kemudian bantu pasien
untuk mendapatkan obat yang tepat.
4. Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga.
5. Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi
dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaaan obat, cara
penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah
penggunaan obat, dan jika diperlukan pengatasan pertama terhadap efek
samping yang ditimbulkan.
 SOP Pelayanan OWA
1. Pasien datang.
2. Menanyakan kepadapasien obat apa yang dibutuhkan dan apa keluhan yang
dialaminya dan gejala penyakitnya.
3. Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat
tertentu dan jangan lupa tanyakan merokok atau tidak.
4. Dipilihkan obat sesuai dengan keluhan dan sesuai dengan tingkat ekonomi.
5. Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat pasien.
Cara penggunaan, dan efek samping.
 SOP Pelayanan Resep
1. Menerima resep pasien.
2. Lakukan skrining resep (alamat lengkap bersamaan dengan nomor HP)
3. Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominalharga.
4. Ambil obat yang sesuai
5. Siapkan etiket labbeling (etiket berisi nama, tanggal lahir, nama obat aturan
pakai dan fungsi obat)
6. Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
 SOP Meracik Obat
1. Pastikan alat dan meja ntuk meracik bersih.
2. Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk meracik
3. Mencuci tangan sebelm mengerjakan resep dan dikeringkan tangannya
4. Mengerjakan resep
5. Cucilah tangan setelah meracik obat dan meja dibersihkan
6. Siapkan etiket labbeling (etiket berisi nama, tanggal lahir, nama obat aturan
pakai dan fungsi obat)
7. Masukkan dalam wadah yang disediakan dan beri etiket, kemudian serahkan
pada petugas lain untuk diperiksa dan diserahkan.
 SOP Menimbang
1. Bersihkan timbangan.
2. Setarakan timbangan terlebih dahulu sebelum mulai menimbang
3. Ambil bahansesuai dengan permintaan resep.
4. Cek ulang anak timbangan apakah berat yang diminta sesuai dengan resep
kemudian dikembalikan ke tempatnya.
5. Di cek pada resep bahan yang ditimbang akan dijadikan sediaan pulveres,
pulvis atau kapsul.
6. Setelah mening selesai timbangan dibersihkan
 SOP Pemesanan Obat
1. Mencatat obat-obat apa yang akan dipesan dibuku pemesanan.
2. Menghitung jumlah obat yang dipesan
3. Pemesanan obat dilakukan pada PBF.
4. Pemesanan obat menggunakan Surat Pesanan (SP) rangkap 2 lembar yang asli
diberikan kepada sales sedang salinannya disimpan sebagai arsip dan obat yang
sudah dipesan ditulis dibuku pesanan yang dicocokan oleh program komputer.
5. Untuk pemesanan obat-obat narkotika dan psikotropika menggunakan SP khusus
untuk SP psikotropik dan SP Nsrkotik.
6. SP ditandatangani oleh Apoteker dan diberi stempel apotik.

Buku
obat
yang
sudah
dipesa
n
Buku obat buku obat
habis datang

Stok
Obat

Gambar Alur Pencatatan Barang


 SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
1. Saat barang datang dari PBF.
2. Cek fisik barang yang dipesan
3. Cek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya cek jumlah barang, ED
No Batch dan dicek di buku pemesanan obat untuk dicek.
4. Faktur ditandatangai oleh apoteker atau asisten apoteker dilengkapi dengan
nomor SIK/SIA/NIP serta distempel Apotek.
5. Faktur dari PBF diambil 1 lembar bagian yang belakang untuk arsip Apotek.
6. Serahkan faktur kepada bagian administrasi untuk di edit di computer.
7. Cocokkan harga yang sudah ada di komputer dengan harga yang tertera pada
faktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak.
8. Hargai barang-barang/ obat bebas dan letakkan sesuai dengan spesifikasinya.
Untuk obat keras langsung disimpan dalam lemari sesuai efek farmakologinya
atau berdasar abjad.
9. Arsip faktur sesuai dengan nama PBF masing-masing.

Dari PBF faktur dicek dimasukkan komputer

 SOP Pembayaran Hutang


1. Menentukan waktu pembayaran hutang pada jatuh tempo pembayaran
2. Menentukan hutang yang harus dibayar berdasarkan waktu jatuh tempo hutang
3. Menyiapkan uang pembayaran dan menyesuaikan jumlahnya dengan harga di
faktur
4. Membayar pada PBF sesuai jumlah pada faktur.

VII. SDM
NAMA DAN LOKASI APOTEK
Nama Apotek : APOTEK SYIFA
Alamat : Jl Raya Cepu – Blora Ds. Pojokwatu Kec. Sambong
Denah apotek terlampir

NAMA PSA dan APA


Nama PSA : Dina Rahmawati, S.Farm, Apt
Alamat PSA : Balun Srikaton Lr. 5 No. 34 Cepu
Nama APA : Estuningtyas Ayu Hapssari, S.Farm, Apt
No SIPA :-
Alamat APA : Ds. Cabak 002 / 002 Cabak Kec. Jiken
TENAGA KERJA
Jumlah tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan pada APOTEK “SYIFFA” terdiri
dari :
1. Apoteker Pengelola Apotek : 1
2. Apoteker Pendamping :-
3. Asisten Apoteker :2
4. Kasir :1

JAM BUKA APOTEK


Apotek buka setiap senin sampai sabtu mulai pukul 07.00 – 20.00 WIB, hari besar
libur.
Apoteker Praktek dari pukul 07.00 – 12.00 WIB

VIII. SARANA DAN PRASARANA


A. Bangunan
1. Bangunan apotek terdiri dari ruang peracikan, ruang administrasi,
ruang tunggu, kamar mandi, tempat pencucian alat, tempat parker
2. Bangunan dilengkapi dengan papan nama, penerangan, alat
pemadam kebakaran, sumber air dan saitasi yang mendukung
B. Perlengkapan
Perlengkapan yang digunakan antara lain :
1. Timbangan dan anak timbangan, gelas ukur, mortar dan stemfer,
thermometer berkala 100 C, spatel, batang pengaduk, botol plastic
2. Perbekalan farmasi seperti obat, alat kesehatan, obat tradisional, dll
3. Alat penyimpanan perbekalan farmasi seperti lemari untuk
menyimpan obat narkotika dan psikotropika, etalase, rak obat, lemari
es
4. Wadah pengemas dan pembungkus serta etiket.
5. Alat administrasi seperti blangko pesanan obat, kartu stok obat,
blangko salinan resep, buku penerimaan barang, buku penjualan,
buku pencatatan narkotik dan psikotropik, nota penjualan
6. Buku pustaka standar yang diwajibkan seperti farmakope Indonesia
edisi 4, buku perkumpulan perundang – undangan yang berhubungan
dengan apotek, buku ISO, MIMS, dll
IX. ANALISIS FINANSIAL
1. Aspek Modal dan Biaya
Modal Rp. 150.000.000
a. Perlengkapan Mebelair Rp. 20.000.000
b. Biaya perijinan Rp. 3.000.000
c. Modal operasional obat Rp. 90.000.000
d. Cadangan modal Rp. 32.000.000
e. Sewa gedung Rp. 5.000.000
Total Rp. 150.000.000
2. RAPB tahun ke – 1
a. Proyeksi Pendapatan
 Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp. 700.000 Rp. 218.400.000
 Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp. 500.000 Rp. 156.000.000
 Penjualan non obat, alkes
26 hari x 12 bulan x 100.000 Rp. 31.200.000
Total Rp. 405.600.000

b. Biaya rutin per bulan tahun ke – 1


APA Rp. 1.500.000
AA Rp. 1.200.000
Kasir Rp. 700.000
Jumlah Rp. 3.400.000
c. Biaya lain – lain
Listrik, air, telephon, keamanan Rp. 300.000
Lain – lain Rp. 100.000
Jumlah Rp. 400.000
Total keseluruhan biaya 1 bulan Rp. 3.800.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun Rp. 45.600.000
d. Pengeluaran rutin tahun ke – 1
1. Pembelian obat bebas 100/115 x 218.400.000
Rp. 189.913.000
2. Pembelian OWA 100/120 x 156.000.000
Rp. 130.000.000
3. Pembelian non obat 100/120 x 31.200.000
Rp. 26.000.000
Biaya variable Rp. 345.913.000
4. Pengeluaran rutin tahun ke – 1 Rp. 45.600.000
Total pengeluaran Rp. 391.513.000
e. Perhitungan laba rugi tahun ke – 1
 Pemasukan tahun ke – 1 Rp. 405.600.000
 Pengeluaran tahun ke – 1 Rp. 391.513.000
Laba kotor Rp. 14.087.000
Pajak ( 1 % ) Rp. 1.408.700
Pajak/bulan Rp. 117.391
Laba bersih Rp. 12.678.300
f. Perhitungan BEP tahun ke – 1
1) Pay back periode
Total Investasi
Pay Back Periode = laba Bersih

Pay Back Periode = 150.000.000 / 12.678.300


= 11,8 tahun
= 11 tahun 8 bulan

2) Break Event Point


𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
BEP = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
1−
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

45.600.000
BEP = 345.913.000
1−
405.600.000

45.600.000
= 1−0,85
45.600.000
= 0,15

= 304.000.000 / tahun
= 25.333.333 / bulan
= 974.358 / hari
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
% BEP = x 100 %
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
45.600.000
= x 100 %
405.600.000−345.913.000

45.600.000
= x 100 %
59.687.000

= 76 %
3) ROI ( Return Of Investment )
Laba Bersih
ROI = x 100 %
Total Investasi

ROI = 12.678.300 / 150.000.000 x 100 %


= 8,4 %

RAPB tahun ke – 2
g. Proyeksi Pendapatan
 Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp. 875.000 Rp. 273.000.000
 Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp. 625.000 Rp. 195.000.000
 Penjualan non obat, alkes
26 hari x 12 bulan x 125.000 Rp. 39.000.000
Total Rp. 507.000.000

h. Biaya rutin per bulan tahun ke – 2


APA Rp. 1.500.000
AA Rp. 1.200.000
Kasir Rp. 700.000
Jumlah Rp. 3.400.000
i. Biaya lain – lain
Listrik, air, telephon, keamanan Rp. 300.000
Lain – lain Rp. 100.000
Jumlah Rp. 400.000
Total keseluruhan biaya 1 bulan Rp. 3.800.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun Rp. 45.600.000
THR 1 x gaji Rp. 3.400.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun + THR Rp. 49.000.000

j. Pengeluaran rutin tahun ke – 2


Pembelian obat bebas 100/115 x 273.000.000 Rp. 237.391.300
Pembelian OWA 100/120 x 195.000.000 Rp. 162.500.000
Pembelian non obat 100/120 x 39.000.000 Rp. 32.500.000
Biaya variable Rp. 432.391.300
Pengeluaran rutin tahun ke – 2 Rp. 49.000.000
Total pengeluaran Rp. 481.391.300
k. Perhitungan laba rugi tahun ke – 2
 Pemasukan tahun ke – 2 Rp. 507.000.000
 Pengeluaran tahun ke – 2 Rp. 481.391.000
Laba kotor Rp. 25.609.000
Pajak ( 1 % 1 tahun ) Rp. 2.560.900
Pajak/bulan Rp. 215.000
Laba bersih Rp. 23.048.100
l. Perhitungan BEP tahun ke – 2
4) Pay back periode
Total Investasi
Pay Back Periode = laba Bersih

Pay Back Periode = 150.000.000 / 23.048.100


= 6,5 tahun
= 6 tahun 5 bulan

5) Break Event Point


𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
BEP = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
1−
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

49.000.000
BEP = 432.391.300
1−
507.000.000

49.000.000
= 1−0,85
49.000.000
= 0,15

= 326.666.666 / tahun
= 27.222.222 / bulan
= 1.047.000 / hari
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
% BEP = x 100 %
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
49.000.000
= x 100 %
507.000.000−432.391.300

49.000.000
= x 100 %
74.608.700

= 65,6 %

6) ROI ( Return Of Investment )


Laba Bersih
ROI = x 100 %
Total Investasi

ROI = 23.048.100 / 150.000.000 x 100 %


= 15,3 %
RAPB tahun ke – 3
Proyeksi Pendapatan
 Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp. 1.093.750 Rp. 341.250.000
 Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp. 781.250 Rp. 243.750.000
 Penjualan non obat, alkes
26 hari x 12 bulan x 156.250 Rp. 48.750.000
Total Rp. 633.750.000

Biaya rutin per bulan tahun ke – 3


APA Rp. 1.500.000
AA Rp. 1.200.000
Kasir Rp. 700.000
Jumlah Rp. 3.400.000

Biaya lain – lain


Listrik, air, telephon, keamanan Rp. 300.000
Lain – lain Rp. 100.000
Jumlah Rp. 400.000
Total keseluruhan biaya 1 bulan Rp. 3.800.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun Rp. 45.600.000
THR 1 x gaji Rp. 3.400.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun + THR Rp. 49.000.000

Pengeluaran rutin tahun ke – 3


Pembelian obat bebas 100/115 x 341.250.000 Rp. 296.739.100
Pembelian OWA 100/120 x 243.750.000 Rp. 203.125.000
Pembelian non obat 100/120 x 48.750.000 Rp. 40.625.000
Total Pembelian ( Biaya variable ) Rp. 540.489.100
Pengeluaran rutin tahun ke – 3 Rp. 49.000.000
Total pengeluaran Rp. 589.489.100

Perhitungan laba rugi tahun ke –3


 Pemasukan tahun ke – 3 Rp. 633.750.000
 Pengeluaran tahun ke – 3 Rp. 589.489.100
Laba kotor Rp. 44.260.900
Pajak ( 1 % 1 tahun ) Rp. 4.426.100
Pajak/bulan Rp. 369.000
Laba bersih Rp. 39.834.800

Perhitungan BEP tahun ke – 3


Pay back periode
Total Investasi
Pay Back Periode = laba Bersih

Pay Back Periode = 150.000.000 / 39.834.800


= 3,7 tahun
= 3 tahun 7 bulan

Break Event Point


𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
BEP = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
1−
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

49.000.000
BEP = 540.489.100
1−
633.750.000

49.000.000
= 1−0,85
49.000.000
= 0,15

= 326.666.666 / tahun
= 27.222.222 / bulan
= 1.047.000 / hari
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
% BEP = x 100 %
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
49.000.000
= x 100 %
633.750.000−540.489.100

49.000.000
= x 100 %
93.260.900

= 52,5 %

ROI ( Return Of Investment )


Laba Bersih
ROI = x 100 %
Total Investasi

ROI = 39.834.800 / 150.000.000 x 100 %


= 26,5 %
RAPB tahun ke – 4
Proyeksi Pendapatan
 Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp. 1.367.200 Rp. 426.566.400
 Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x 1.171.875 Rp. 365.625.000
 Penjualan non obat, alkes
26 hari x 12 bulan x 195.300 Rp. 60.933.600
Total Rp. 853.125.000

Biaya rutin per bulan tahun ke – 4


APA Rp. 1.500.000
AA Rp. 1.200.000
Kasir Rp. 700.000
Jumlah Rp. 3.400.000

Biaya lain – lain


Listrik, air, telephon, keamanan Rp. 300.000
Lain – lain Rp. 100.000
Jumlah Rp. 400.000
Total keseluruhan biaya 1 bulan Rp. 3.800.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun Rp. 45.600.000
THR 1 x gaji Rp. 3.400.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun + THR Rp. 49.000.000

Pengeluaran rutin tahun ke – 4


Pembelian obat bebas 100/115 x 426.566.400 Rp. 370.927.300
Pembelian OWA 100/120 x 365.625.000 Rp. 304.687.500
Pembelian non obat 100/120 x 60.933.600 Rp. 50.778.000
Total Pembelian ( Biaya variable ) Rp. 726.392.800
Pengeluaran rutin tahun ke – 4 Rp. 49.000.000
Total pengeluaran Rp. 775.392.800

Perhitungan laba rugi tahun ke –4


 Pemasukan tahun ke – 4 Rp. 853.125.000
 Pengeluaran tahun ke – 4 Rp. 775.392.800
Laba kotor Rp. 77.732.200
Pajak ( 1 % 1 tahun ) Rp. 7.773.200
Pajak/bulan Rp. 648.000
Laba bersih Rp. 69.959.000

Perhitungan BEP tahun ke – 4


Pay back periode
Total Investasi
Pay Back Periode = laba Bersih

Pay Back Periode = 150.000.000 / 69.959.000


= 2,1 tahun
= 2 tahun 1 bulan

Break Event Point


𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
BEP = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
1−
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

49.000.000
BEP = 726.392.800
1−
853.125.000

49.000.000
= 1−0,85
49.000.000
= 0,15

= 326.666.666 / tahun
= 27.222.222 / bulan
= 1.047.000 / hari
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
% BEP = x 100 %
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
49.000.000
= x 100 %
853.125.000−726.392.800

49.000.000
= x 100 %
126.732.200

= 38,6 %

ROI ( Return Of Investment )


Laba Bersih
ROI = x 100 %
Total Investasi

ROI = 69.959.000 / 150.000.000 x 100 %


= 46,6 %
RAPB tahun ke – 5
Proyeksi Pendapatan
 Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp. 1.709.000 Rp. 533.208.000
 Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x 1.640.625 Rp. 511.875.000
 Penjualan non obat, alkes
26 hari x 12 bulan x 244.125 Rp. 76.167.000
Total Rp. 1.121.250.000

Biaya rutin per bulan tahun ke – 5


APA Rp. 1.600.000
AA Rp. 1.300.000
Kasir Rp. 800.000
Jumlah Rp. 3.700.000

Biaya lain – lain


Listrik, air, telephon, keamanan Rp. 350.000
Lain – lain Rp. 150.000
Jumlah Rp. 500.000
Total keseluruhan biaya 1 bulan Rp. 4.200.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun Rp. 50.400.000
THR 1 x gaji Rp. 3.700.000
Total keseluruhan biaya 1 tahun + THR Rp. 54.100.000

Pengeluaran rutin tahun ke – 5


Pembelian obat bebas 100/115 x 533.208.000 Rp. 463.659.100
Pembelian OWA 100/120 x 511.875.000 Rp. 426.562.500
Pembelian non obat 100/120 x 76.167.000 Rp. 63.472.500
Total Pembelian ( Biaya variable ) Rp. 953.694.100
Pengeluaran rutin tahun ke – 5 Rp. 54.100.000
Total pengeluaran Rp. 1.007.794.100

Perhitungan laba rugi tahun ke –5


 Pemasukan tahun ke – 5 Rp. 1.121.250.000
 Pengeluaran tahun ke – 5 Rp. 1.007.794.100
Laba kotor Rp. 113.455.900
Pajak ( 1 % 1 tahun) Rp. 11.345.600
Pajak/bulan Rp. 945.000
Laba bersih Rp. 102.110.300

Perhitungan BEP tahun ke – 5


Pay back periode
Total Investasi
Pay Back Periode = laba Bersih

Pay Back Periode = 150.000.000 / 102.110.300


= 1,4 tahun
= 1 tahun 4 bulan

Break Event Point


𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
BEP = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
1−
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

54.100.000
BEP = 953.694.100
1−
1.121.250.000

54.100.000
=
1−0,85
54.100.000
= 0,15

= 360.666.666 / tahun
= 30.055.555 / bulan
= 1.155.900 / hari
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
% BEP = x 100 %
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛−𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
54.100.000
= x 100 %
1.121.250.000−953.694.100

54.100.000
= x 100 %
167.555.900

= 32,2 %

ROI ( Return Of Investment )


Laba Bersih
ROI = x 100 %
Total Investasi

ROI = 102.110.300 / 150.000.000 x 100 %


= 68 %
TABEL PERHITUNGAN TAHUN 1 SAMPAI TAHUN V
APOTEK SYIFA

URAIAN NOMINAL ANGGARAN


TAHUN I TAHUN II TAHUN III TAHUN IV TAHUN V
Pendapatan ( Rp ) 405.600.000 507.000.000 633.750.000 853.125.000 1.121.250.000
Pengeluaran ( Rp ) 391.513.000 481.391.000 589.489.100 775.392.800 1.007.794.100
Laba / Rugi ( Rp ) 12.678.300 23.048.100 39.834.800 69.959.000 102.110.300
PBP ( Th ) 11,8 6,5 3,7 2,1 1,4
ROI ( % ) 8,4 15,3 26,5 46,6 68
BEP / hari 974.358 1.047.000 1.047.000 1.047.000 1.155.900
Prosen BEP ( % ) 76 52,5 52,5 38,6 32,2

PERHITUNGAN BALIK MODAL


Tingkat pengembalian modal
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
Kembali modal ( ROI ) = x 100 %
𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙

12.678.300+23.048.100+39.834.800+69.959.000+102.110.300
5
= x 100 %
150.000.000
49.526.100
= x 100 %
150.000.000

= 33 %
𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙
Waktu balik modal = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

150.000.000
= 49.526.100

= 3, 02 tahun
X. Penutup.
Demikian proposal rencana pendirian apotek Syifa ini dibuat, dan dengan paparan
yang diuraikan diatas kiranya dapat disimpulkan bahwa pendirian apotek Syiffa
yang berlokasi di Jl. Raya Cepu – Blora ds. Pojokwatu Kec. Sambong tersebut layak
untuk dikembangkan baik ditinjau dari pengabdian profesi maupun sisi
ekonominya.

Blora, 10 Pebruari 2017


Apoteker Pengelola Apotek,

Estuningtyas Ayu Hapsari, S.Farm, Apt


DENAH RUANGAN
APOTEK SYIFA

A
A. RUANG TUNGGU
B. RUANG PELAYANAN
C. RUANG APOTEKER
B
D. ETALASE
C E. RUANG PERACIKAN
F. KAMAR MANDI

F
DENAH LETAK
APOTEK SHIFA

LAMPIRAN
1. Denah Apotek SHIFA

Alun alun
Blora

Jln arah ke Cepu


Sampai kecamatan sambong

Pom
Sambong

Alfa mart

Apotek
SHIFA LOKASI

PUKESMAS
SAMBONG
PASAR SAMBONG
PERUMAHAN

CEPU