Anda di halaman 1dari 21

USULAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PROSES PENGOLAHAN DAN PENJAMINAN MUTU DI PT.DUA


KELINCI PATI JAWA TENGAH

Oleh:

Faiz Fadhilan
NIM A1F015077

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2018
USULAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PROSES PENGOLAHAN DAN PENJAMINAN MUTU DI PT. DUA


KELINCI PATI JAWA TENGAH

Oleh:

Faiz Fadhilan
NIM A1F015077

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Melaksanakan Praktik Kerja Lapangan
pada Pendidikan Strata Satu Fakultas Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2018
USULAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PROSES PENGOLAHAN DAN PENJAMINAN MUTU DI PT.DUA


KELINCI PATI JAWA TENGAH

Oleh:

Faiz Fadhilan
NIM A1F015077

Diterima dan disetujui

Tanggal : ……………..

Mengetahui,

Wakil Dekan Bidang Akademik, Pembimbing,

Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P. Prof.Dr.Rifda Naufalin,S.P,M.Si

NIP 19601108 198601 1 001 NIP 19671008 199403 1 001


PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-

Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan proposal usulan praktik kerja Lapangan

yang berjudul “Proses Pengolahan dan Penjaminan Mutu di PT.Dua Kelinci

Pati Jawa Tengah”.

Penulisan usulan praktek kerja lapangan ini tidak lepas dari bantuan banyak

pihak. Oleh karena itu, perkenankan penulis kepada.

1. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal

Soedirman yang telah membantu perijinan pelaksanaan praktik kerja lapangan.

2. Prof.Dr.Rifda Naufalin,S.P,M.Si., dosen pembimbing praktik kerja lapangan

yang telah membantu dalam penulisan usulan praktik kerja lapangan.

3. Semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun secara tidak

langsung dalam penulisan usulan praktik kerja lapangan ini.

Penulis menyadari bahwa usulan praktik kerja lapangan ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat

diharapkan demi kelancaran pelaksanaan praktik kerja lapangan.

Purwokerto, Juni 2018

Faiz Fadhilan

iv
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI............................................................................................................ v

DAFTAR TABEL...................................................................................................vi

DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... vii

I. PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan ......................................................................... 2

C. Manfaat Praktik Kerja Lapangan ....................................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................... 3

A. Kacang ................................................................................................................... 3

B. Kacang Tanah ....................................................................................................... 3

C. Proses Pengolahan kacang .................................................................................. 5

D. Penjaminan Mutu ................................................................................................. 6

III. METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN ................................................... 8

A. Tempat dan Waktu Praktik Kerja Lapangan .................................................... 8

B. Materi Praktik Kerja Lapangan .......................................................................... 8

C. Metode Praktik Kerja Lapangan ........................................................................ 9

IV. Jadwal Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA. ........................................................................................... 11

v
LAMPIRAN........................................................................................................... 12

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2. Jadwal pelaksanaan praktik kerja lapangan .......................................................10

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Bidang kajian dalam praktik kerja lapangan .................................................... 12

2. Format laporan praktik kerja lapangan ............................................................ 13

vii
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengetahuan Bahan Pangan digunakan sebagai bahan dasar untuk

mengetahui komposisi bahan makanan dan memenuhi kebutuhan sesuai zat gizi

tertentu, bahan makanan pokok yang dianggap penting pada kehidupan sehari hari

atau yang sering dikonsumsi harus juga kita kenali, seperti makanan pokok yang

merupakan sumber energy dan banyak mengandung karbohidrat dan protein yakni

seperti serealia dan kacang kacangan.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis serealia dan kacang-kacangan dengan

berbagai warna, bentuk, ukuran, dan varietas yang sebenarnya potensial untuk

menambah zat gizi dalam diet atau menu sehari-hari. Serealia umumnya sebagai

sumber karbohidrat (pati) sedangkan kacang kacangan umumnya sebagai sumber

protein, tak hanya protein dan karbohidrat namun dalam serealia dan kacang

kacangan ini juga terdapat lemak yang kadarnya berbeda beda. Konsumsi serealia

dan kacangan di Indonesia seringkali digunakan baik dalam dunia baking maupun

dunia masak karena produk ini bisa diolah menjadi tepung. Selain rasanya yang

enak serealia dan kacang-kacangan juga mengandung banyak vitamin dan mineral

yang penting untuk tubuh kita.

Industri kacang garing merupakan salah satu industri pengolahan hasil

pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Bahan baku yang

berupa kacang tanah segar banyak tersedia di Indonesia. Demikia juga potensi pasar

1
yang cukup besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. PT DUA KELINCI

merupakan salah satu perusahaan agroindustry yang memproduksi kacang garing.

Perusahaan yang bermotto ”ahlinya kacang garing ” ini merupakan salah satu

perusahaan kacang garing terbesar yang telah berhasil menembus pasar ekspor.

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan

Tujuan pelaksanaan praktik kerja lapangan di PT. Dua Kelinci Pati Jawa

Tengah ini adalah:

1. Mengetahui dan mempelajari gambaran umum perusahaan meliputi kondisi,

organisasi, dan kegiatan.

2. Mempelajari proses pengolahan kacang di.

3. Mempelajari sistem penjaminan mutu kacang.

C. Manfaat Praktik Kerja Lapangan

1. Memperoleh pengalaman bekerja di PT. Dua Kelinci.

2. Menambah wawasan, pengetahuan serta pengalaman tentang proses

pengolahan kacang yang dilakukan di PT. Dua Kelinci.

3. Menambah wawasan, pengetahuan serta pengalaman tentang sistem

penjaminan mutu kacang di PT. Dua Kelinci.

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Kacang

Kacang-kacangan merupakan salah satu bahan makanan sumber protein

dengan nilai gizi yang tinggi (20 – 25 g/100 g), vitamin B (thiamin, riboflavin,

niacin, asam folat), mineral (Ca, Fe, P, K, Zn, Mg, dan lain-lain), dan serat.

(J.Dostalova, 2009). Nilai dan mutu gizi kacang kacangnya menjadi lebih baik

setelah dikecambahkan. Selama pengecambahan komponen antigizi (tripsin

inhibitor, asam pitat, pentosan, tannin) menurun dan setelah pengecambahan

terbentuk komponen fitokimia (glokosinolates, antioksidan alami yang berperan

untuk kesehatan. (M. Marto, 2010).

B. Kacang Tanah

Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) berasal dari Amerika Selatan,

diperkirakan dikawasan sekitar Bolivia, Brasil dan Peru. Tanaman kacang tanah

telah dibudidayakan sejak tahun 1500 sebelum masehi, terutama oleh orang Indian

di Amerika Selatan (sumarno 1986). Menurut Rukmana (2007), taksonomi tanaman

kacang tanah adalah Kingdom: Plantae, Divisio: Spermatophyta, Subdivisio:

Angiospermae, Classis: Dicotyledoneae, Ordo: Rosales, Familia: Leguminoceae,

Genus: Arachis, Species: Arachis hypogaea L. Kacang tanah mempunyai dua tipe

pertumbuhan yang berbeda yaitu tipe tegak dan menjalar. Tipe tegak lebih

disenangi oleh petani karena berumur genjah yaitu 100-120 hari dan saat panen

3
lebih mudah. Sedangkan tipe menjalar berumur panjang yaitu 5-6 bulan dan

ginofornya menyebar menurut arah menyebarnya cabang tanaman (Somaatmaja,

1990). Kacang tanah mempunyai susunan perakaran yang pertama adalah akar

tunggang. Akar-akar ini mempunyai akar cabang yang lurus dan berfungsi sebagai

alat penyerap hara. Seiring dengan meningkatnya umur tanaman, akar-akar tersebut

akan mati. Akar yang masih bertahan hidup akan menjadi akar yang permanen.

Pada akar-akar tersebut tumbuh bintil akar yang berisi Rhizhobium japanicum.

Bakteri ini dapat mengikat nitrogen di udara yang digunakan untuk pertumbuhan

kacang tanah (Sumarno, 1986). Kacang tanah berdaun majemuk bersirip genap.

Helaian daun terdiri dari empat anak daun dengan tangkai daun agak memanjang

(Adisarwanto, 2000).

Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal kacang tanah sebagai bahan

pangan industri. Tanaman ini biasanya di tanam di sawah atau tegalan secara

tunggal atau ganda dalam sistem tumpangsari. Sebagai bahan pangan, biji kacang

ini banyak mengandung lemak dan protein. Di Indonesia produksi kacang tanah,

diantara jenis kacang-kacangan lainnya, menempati urutan kedua setelah kedelai,

(Suprapto, 1998)

Kacang tanah dapat tumbuh diberbagai macam tanah, terutama yang

mempunyai adaptasi yang baik. Struktur tanah yang remah dari tanah lapisan atas

dapat menyuburkan pertumbuhan dan mempemudah pembentukan polong. Kacang

tanah tumbuh dengan baik jika ditanam di lahan ringan (loamy sand, sandy, atau

clay) yang cukup mengandung unsur hara (Ca, N, P, K). Tanaman ini menghendaki

lahan yang gembur agar perkembangan perakarannya berjalan baik. Ginofornya

4
mudah masuk ke dalam tanah untuk membentuk polong, dan pemanenannya mudah

(tidak banyak polong yang hilang atau tertinggal dalam tanah). pH tanah yang baik

antara 5,0-6,3. Pada tanah yang sangat asam efisiensi bakteri dalam mengikat unsur

N dari udara akan berkurang, sedangkan pada tanah yang terlalu basa, unsur

haranya kurang tersedia (Suprapto, 1998)

C. Proses Pengolahan kacang

Pascapanen merupakan salah satu proses penting dalam bidang pertanian

yang bertujuan agar hasil tanaman yang dipanen dalam kondisi baik untuk

dikonsumsi langsung maupun sebagai bahan baku pengolahan. Penanganan

pascapanen juga sering disebut sebagai pengolahan primer yang merupakan istilah

untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi segar

atau untuk persiapan pengolahan berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan

penanganan pascapanen yang optimal. Penanganan pascapanen secara umum

meliputi grading (pengkelasan) dan standarisasi, pengemasan dan pelabelan,

penyimpanan, serta pengangkutan. Perlakuan tambahan pada beberapa komoditas

lain yaitu pemberian bahan kimia, pelilinan, pemeraman (Mutiarawati, 2007).

Mekanisasi pertanian yang optimal sangat diperlukan untuk dapat

meningkatkan hasil pertanian. Selama ini pengertian yang keliru terhadap

mekanisasi pertanian yang sering disebut dengan traktorisasi perlu diluruskan.

Menurut Priyanto (1997), mekanisasi pertanian dalam pengertian agricultural

engineering mencakup aplikasi teknologi manajemen penggunaan berbagai jenis

5
alat mesin pertanian (alsintan), mulai dari pengolahan tanah, tanam, penyediaan air,

pemupukan, perawatan tanaman, pemungutan hasil sampai ke produk yang siap

dipasarkan.

D. Penjaminan Mutu

Bahan pangan yang sudah diolah umumnya mudah mengalami kerusakan

dari mulai proses pengolahan sampai proses distribusi sehingga di tangan

konsumen produk tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Solusi yang tepat

untuk mengatasi hal itu adalah dengan pengawasan mutu terhadap produk agar

kualitas dari produk tetap terjaga. Adanya mutu produk yang tetap terjaga maka

akan dapat memenuhi permintaan pasar khususnya konsumen. Pengawasan mutu

merupakan suatu usaha mempertahankan mutu atau kualitas produk atau barang

yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditentukan

(Assauri, 2004).

Pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin bahwa

proses yang terjadi akan menghasilkan produk sesuai dengan tujuan yang

diinginkan. Kegiatan pengawasan mutu adalah mengevaluasi kinerja nyata proses

dan membandingkan kinerja nyata proses dengan tujuan. Hal tersebut meliputi

semua kegiatan dalam rangka pengawasan rutin mulai dari bahan baku, proses

produksi hingga produk akhir. Pengawasan mutu bertujuan untuk mencapai sasaran

dikembangkannya peraturan di bidang proses sehingga produk yang dihasilkan

aman dan sesuai dengan keinginan masyarakat dan konsumen (Assauri, 2004).

6
Pengawasan mutu merupakan suatu usaha dari produsen untuk

mempertahankan mutu produk pada tingkatan-tingkatan tertentu atau hingga batas

toleransi yang dapat diterima oleh konsumen. Pengawasan mutu bertujuan untuk

menciptakan ketertiban dalam hal mutu barang atau produk untuk perkembangan

industri, transaksi perdagangan, perlindungan konsumen dan kelancaran distribusi.

Standar mutu yang diterapkan pada perusahaan dapat diperoleh dengan

mengikuti standar yang berlaku di pasaran internasional maupun standar mutu yang

dirancang oleh perusahaan itu sendiri berdasarkan keputusan manajemen. Apabila

perusahaan ingin membuat atau menetapkan standar mutu sendiri maka hal-hal

yang harus diperhatikan antara lain mempertimbangkan persaingan dan mutu dari

produk pesaing, mempertimbangkan kegunaan terakhir dari produk, mutu produk

hatus sesuai dengan harga jual dan perlu adanya tim yang melaksanakan kegiatan

dalam berbagai bidang seperti penjualan, teknik, pembelian dan produksi.

7
III. METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN

A. Tempat dan Waktu Praktik Kerja Lapangan

Praktik Kerja Lapangan akan dilaksanakan di PT. Dua Kelinci Pati Jawa

Tengah selama kurang lebih satu bulan (25 hari kerja) terhitung mulai bulan agustus

sampai september 2018.

B. Materi Praktik Kerja Lapangan

Materi yang akan dipelajari pada Praktik Kerja Lapangan yang akan

dilaksanakan di PT. Dua Kelinci Pati Jawa Tengah, antara lain :

1. Kondisi umum perusahaan

a. Sejarah dan perkembangan perusahaan

b. Visi dan misi perusahaan

c. Lokasi dan tata letak perusahaan

d. Struktur organisasi perusahaan

e. Ketenagakerjaan

f. Distribusi dan pemasaran

2. Proses pengolahan, pengemasan, dan penjaminan mutu (GMP) kacang PT. Dua

Kelinci Pati Jawa Tengah.

a. Proses persiapan bahan baku dan penimbangan

b. Proses pengolahan dan proses pengemasan

c. Proses penjaminan mutu (GMP)

8
d. Alat dan mesih pengolahan

e. Produk akhir dan proses penyimpanan

C. Metode Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dilakukan di PT. Dua Kelinci Pati Jawa

Tengah dengan menggunakan beberapa metode, antara lain:

1. Melakukan survei langsung terhadap kegiatan pengolahan, pengemasan, dan

penjaminan mutu (GMP).

2. Partisipasi aktif dalam proses pengolahan, pengemasan, dan penjaminan mutu

(GMP).

Melakukan wawancara kepada karyawan dan petugas lain dan studi pustaka.

9
IV. Jadwal Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan

Praktik kerja lapangan ini direncanakan selama kurang lebih 25 hari di PT.

Dua Kelinci Pati Jawa Tengah dengan perencanaan pelaksanaan praktik kerja

lapangan disajikan pada Tabel 2.

Tabel 1. Jadwal pelaksanaan praktik kerja lapangan

Minggu
No Kegiatan
I II III IV
1 Pengenalan kondisi umum
perusahaan meliputi sejarah,
organisasi, visi misi perusahaan, dan
lain-lain.
2 Pengamatan dan pengambilan data
primer pada proses pemilihan bahan
baku, lingkungan dan peralatan
produksi serta proses produksi.
3 Pengambilan data primer pada proses
pengemasan, QA (Quality
Assurance), dan QC (Quality
Control).
4 Pengambilan data sekunder dan
kelengkapan data yang dibutuhkan
dalam penyajian laporan dan
persiapan pembuatan laporan.

10
DAFTAR PUSTAKA.

Adisarwanto.2000.Meningkatkan Produksi Kacang Tanah di Lahan Sawah dan


Lahan Kering.Penebar Swadaya.Jakarta.

Assauri, S. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi, Lembaga


Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

M. Marto, Z. M. 2010. The Role of Sprouts in Human Nutrition a review. Acta


Univ. Sapientiae, Alimentaria . Vol 82.

Mutiarawati, T. 2007. Penanganan Pascapanen Hasil Pertanian. Universitas


Pajajaran. Bandung. Workshop Pemandu Lapangan 1 (PL-1) Sekolah
Lapangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (SL-PPHP). Dep.
Pertanian. 17 hlm.

Rukmana. 2007. Budidaya Kacang Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 98 hal.

Suprapto, H.S.1998. Bertanam Kacang Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta. 33 hl

11
LAMPIRAN

Lampiran 1. Bidang kajian dalam praktik kerja lapangan

I. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


A. Sejarah Umum dan Perkembangan Perusahaan
B. Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
C. Struktur Organisasi
D. Manajemen Sumber Daya Manusia
II. PROSES PENJAMINAN MUTU KACANG
A. Bahan Baku
B. Alat dan Mesin Produksi
C. Proses Pengolahan Kacang
III. TEKNOLOGI PENGOLAHAN KACANG
A. Bahan baku
B. Alat dan Mesin
C. Proses Pengolahan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Bahan Baku
B. Proses Penjaminan Mutu kacang
C. Proses Pengolahan Kacang
D. Pembahasan Umum
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

12
Lampiran 2. Format laporan praktik kerja lapangan

PRAKATA

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan
C. Manfaat Praktik Kerja Lapangan

II. TINJAUAN PUSTAKA

III. MATERI DAN METODE

A. Waktu dan Tempat dan Praktik Kerja Lapangan


B. Materi Praktik Kerja Lapangan
C. Metode Praktik Kerja Lapangan
D. Jadwal Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


A. Sejarah Perkembangan Perusahaan
B. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
C. Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
D. Struktur Organisasi
E. Manajemen Sumber Daya Manusia
V. PROSES PENJAMINAN MUTU KACANG
A. Bahan Baku
B. Alat dan Mesin Produksi
C. Proses Penjaminan Mutu Kacang

13
VI. TEKNOLOGI PENGOLAHAN KACANG
A. Bahan baku
B. Alat dan Mesin
C. Proses Pengolahan
VII. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Bahan Baku
B. Proses Pengawasan Mutu Kacang
C. Proses Pengolahan Kacang
D. Analisis SWOT
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

14