Anda di halaman 1dari 2

BAB 5

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Klasifikasi Congestive heart failure atau gagal jantung menurut the New York

Heart association (NYHA) mengklasifikasikan dalam empat kelas. Dalam

penelitian ini penulis memakai klasifikasi NYHA kelas tiga, yaitu Terdapat

batasan aktivitas yang bermakana. Tidak dapat keluhan saat beristirahat, tetapi

akitivitas fisik ringan menyebabkan kelelahan, palpitasi atau sesak nafas.

Hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh pijat punggung terhadap penurunan

skor kelalahan pada pasien gagal jantung di ruang seruni Rumah Sakit Umum

Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukan

rerata nilai kelalahan sebelum diberikan intervensi sebesar 23,67 (SD=4,16) dan

setelah diberikan intervensi pijat punggung sebesar 31,33 (SD= 4,72).

5.2. Saran

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran untuk penelitian

mengenai teknik relaksasi bagi pasien CHF. Peneliti selanjutnya di harapkan

dapat melakukan penelitian mengenai hubugan pengaruh pijat punggung pada

pasien CHF dengan tingkat stres pada pasien CHF.

5.3. Rekomendasi

Hasil penelitian yang penulis lakukan selama 5 hari diruang Seruni Rumah

Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Pijat punggung

pada pasien CHF dapat menurunkan skor kelelahan. Intervensi pijat punggung ini

62
63

dapat di lakukan oleh tenaga medis seperti perawat atau fisioterapi maupun non-

medis seperti keluarga pasien.

Intervensi pijat punggung ini direkomendasikan sebagai bagian dari

tindakan intervensi untuk masalah keperawatan keletihan pada pasien CHF di

rumah sakit, walau tidak menutup kemungkinan intervensi ini tidak di lakukan

oleh perawat, bisa juga berkolaborasi dengan fisioterapi yang berada di ruamah

sakit, maupun pemberdayaan keluarga pasien yang sebelumnya dilakukan

pendidikan kesehatan mengenai teknik pijat punggung ini.

Stikes Bani Saleh KIA EBN