Anda di halaman 1dari 3

Matriks Manajemen Energi

TING KEBIJAKAN DAN SISTEM ORGANISASI MOTIVASI SISTEM INFORMASI PROMOSI INVESTASI

4 Kebijakan formal konservasi Manajemen energi telah Komunikasi formal dan Sistem menyeluruh yang Pemasaran nilai bahan Pemisahan yang jelas pada
energi dan sistem terintegrasi dalam struktur informal Formal and membuat target, dan energi, efisiensi skema investasi konservasi
manajemen, rencana aksi manajemen. Pendelegasian informal secara reguler pemantauandan konsumsi energi, kinerja energi dengan pengkajian
dan review reguler dengan tanggung jawab yang jelas yang dilakukan oleh energi dan buangan, emisi, manajemen energi dalam rinci peluang bagi
komitmen dari manajemen akan penggunaan energi. manajer energi dan identifikasi kesalahan, jumlah organisasi maupun diluar membangun baru dan
senior atau bagian dari semua tingkat staf . biaya dan penghematan serta organisasi. perbaikan
strategi korporat. pemantauan anggaran

3 Kebijakan formal konservasi Manajer energi yang Komite energi sebagai Laporan monitoring dan Program pelatihan untuk Kriteria pay back untuk semua
energi, sistem manajemen accountable pada komite saluran utama sasaran untuk masing-masing staf, kesadaran dan investasi. Kajian singkat untuk
belum formal, dan energi yang diketuai oleh bersamaan sebagai individu berdasar pada sub- kampanye reguler membangun baru dan
manajemen puncak belum anggota darimanajmene kontak langsung dengan metering/ monitoring tetapi peluang peningkatan.
mempunyai komitmen aktif. puncak pengguna energi yang penghematan tidak dilaporkan
besar pada pengguna secara efektif

2 Kebijakan energi informal Manajer energi sudah ada, Kontak dengan pengguna Laporan Pemantauan dan Kesadaran pada Investasi menggunakan
dibuat oleh manajer energi melaporkan ke komite ad-hoc energi besar melalui ad- sasaran berdasar pada meter beberapa staf umum dan kriteria short term pay back
atau manager departemen tapi garis manajerial dan hoc yang diketuai oleh supplai/data pengukuran dan pelatihan criteria
senior otoritas belum jelas manager senior tagihan. Staff energi diikut
departemen sertakan secara tidak langsung
pada pembuatan.

1 Petunjuk belum dibuat Manajer energi dilakukan Kontak Informal antara Laporan biaya berdasar pada Kontak Informal contacts Hanya langkah berbiaya
oleh seseorang bersifat paruh engineer dan beberapa data tagihan. Enginner digunakau untuk rendah dilakukan
waktu dengan pengaruh dan pengguna energi mengkompilasi laporan untuk mempromosikan
otoritas terbatas penggunaan internal berkaitan konservasi energi
dengan departemen teknis

0 Tidak ada kebijakan secara Tidak ada manajer energi Tak ada kontak dengan Tidak ada sistem informasi. Tidak ada promosi Tidak ada investasi pada
eksplisit atau formal organisasi yang pengguna energi Tidak ada akuntansi konsumsi konservasi energi peningkatan efisiensi energi
bertanggung jawab terhadap bahan dan energi
penggunaan energi

Matriks menajemen energi merupakan cara yang efektif untuk mempengaruhi pendekatan yang diambil oleh suatu
instansi/perusahaan/organisasi dalam pemanfaatan energinya. Metode ini dapat dipakai selanjutnya secara reguler untuk
mengidentifikasi penghematan energi yang dapat meningkatkan efisiensi energi di instansi/instansi/perusahaan/organisasi
tersebut.
Setiap kolom dalam matriks berkaitan dengan satu dari enam isu krusial menajemen energi, kebijakan menajemen
energi, motivasi pada staf, sistem tracking, pemantauan dan pelaporan, kesadaran/pelatihan, promosi dan investasi. Baris
0 s/d 4 merepresentasikan kenaikan/perbaikan dari masing-masing isu tersebut.

Tujuan dari penerapan matriks tersebut adalah untuk berusaha meningkatkan diri dengan bergerak semakin ke level
atasnya, sekaligus berusaha untuk menyeimbangkan pada masing-masing kolomnya.

Tingkat 0

Manajemen energi bukan merupakan agenda dari organisasi. Tidak ada kebijakan manajemen energi, tidak ada struktur
menajemen energi formal, tidak ada pelaporan, tidak ada orang yang khusus menangani energi.

Tingkat 1

Selangkah lebih maju dalam manajemen energi. Akan tetapi masih belum ada kebijakan resmi manajemen energi
meskipun sudah ada penunjukan manajer energi. Manajer energi mempromosikan kesadaran energi melalui jaringan
informal yang longgar yang langsung berhubungan dengan konsumsi energi Manajer ini juga memberikan saran dan
rekomendasi.

Tingkat 2

Pentingnya manajemen energi sudah dipahami oleh manajemen senior, akan tetapi dalam prakteknya masih belum ada
komitmen atau dukungan dalam aktivitas manajemen energi.

Tingkat 3

Manajer senior sudah memahami nilai dari program penghematan energi. Isu konsumsi energi sudah masuk secara
terintegrasi dalam struktur organisasi. Sudah ada sistem informasi dan pelaporan yang lengkap. Selain itu juga sudah
disetujui sistem manajemen energi dan investasi.

Tingkat 4
Konsumsi energi sudah merupakan prioritas utama di seluruh organisasi. Kinerja aktual dipantau secara rutin dan
dibandingkan dengan target serta keuntungan langkah-langkah efisiensi dihitung. Pencapaian di bidang manajemen
energi dilaporkan dengan baik dan konsumsi energi dihubungkan dengan isu lingkungan hidup. Manajer senior sangat
berkomitmen dengan efisiensi energi.

Cara menggunakan matriks

Pertimbangkan setiap kolom secara individual. Berikan tanda yang paling tepat dimana posisi organisasi berada (bisa
dalam atau antar sel). Hubungkan masing-masing tanda antar kolom dan perhatikan keseimbangan antar kolomnya.
Adanya puncak memperlihatkan usaha yang baik, sedangkan adanya lembah memperlihatkan adanya kekurangan pada
organisasi. Adanya puncak dan lembah adalah hal yang biasa dalam organisasi, perbaikan harus selalu dilakukan setiap
saat.

BENTUK DISKRIPSI DIAGNOSA


1 Seimbang tinggi Nilai 3 atau lebih pada semua kolom Kinerja sangat bagus, masalahnya adalah dalam
mempertahankannya
2 Seimbang rendah Nilai kurang dari 3 pada semua kolom Terjadi kemandekan/stagnasi
3 Bentuk U Ada dua kolom di dalam nilai rendah Ekspektasi menaik
4 Bentuk N Ada dua kolom diluar nilai rendah Pencapaian di tengah sia-sia
5 Bentuk V Satu kolom sangat rendah dibanding lain Pencapaian yang sangat rendah pada kolom ini akan menghambat
keberhasilan
6 Bentuk puncak Satu kolom sangat tinggi dibanding lain Usaha pada area ini akan sia-sia karena kekurangan pada area-area
yang lain
7 Tidak seimbang Dua atau tiga kolom mempunyai nilai kurang Semakin besar ketidakseimbangan akan semakin sulit
dari 2 mengatasinya