Anda di halaman 1dari 14

SISTEM INTEGRASI DATA NASIONAL

Karya Tulis
sebagai peran masyarakat untuk kemajuan sistem dan hubungan data di
Negara Kesatuan Republik Indonesia

Oleh
Nama :Samuel Liputra,S.Sn
Email : Samuelliputra@gmail.com

Jakarta 2018
Latar Belakang
Perkembangan data dan dunia teknologi begitu cepat, sehingga banyak perubahan yang
terjadi dalam penggunaan dan pemanfaatan data dan keamanan data. Hal ini dibuktikan
dengan ada beberapa teknologi yang telah memiliki dan menyimpan data konsumen untuk
tujuan tertentu, sehingga data konsumen yang menggunakan teknologi tersebut dapat diperoleh
secara akurat dan cepat.

Dalam bentuknya data menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan
adanya data yang sangat akurat dan cepat dapat membantu manusia atau pihak pihak yang
memiliki kepentingan untuk dapat mengolah, mendapatkan data dan mengambil keputusan
serta bergerak secara cepat. Di sisi lain, dengan data yang akurat sangat rentan memiliki risiko
yang cukup besar yaitu penyalah gunaan data yang besar. Hal ini dibuktikan dengan kasus
salah satu media sosial yaitu Facebook. Hal dibuktikan dengan beberapa informasi yang telah
diungkap oleh salah bos / CEO Facebook dalam berita di laman Detik.com.

Hal ini menjadi sebuah kebingungan yang cukup pelik bagi pemberi data maupun pihak yang
berkepentingan. Ditambah lagi dengan beberapa pihak yang menggunakan data palsu untuk
memberikan data atau berita yang tidak benar. Sehingga keadaan menjadi tidak terkendali
dengan baik bahkan bisa menjadi sebuah bom waktu yang sangat besar dan sangat
berbahaya.

Untuk hal itu, diperlukan rancangan sistem integrasi data nasional yang merekam dan
melindungi data penduduk khususnya dari kebocoran data dan penggunaan data palsu untuk
menyebarkan berita/ data yang tidak benar. Dalam kapasitas pemerintah hal ini dapat dilakukan
dan dibuat bahkan diwujudkan dengan baik, jika semua perangkat pemerintah dan vendor,
maupun mitra pemerintah dapat bekerja dengan baik. Data dari masyarakat dapat tersimpan
dengan baik, dapat di pantau, bahkan di menjadi pembuktian akan hal hal yang perlu
dibuktikan.

Pembatasan masalah
Perancangan sistem integrasi data yang terintegrasi dengan teknologi

Cakupan
Seluruh sektoral di wilayah NKRI

Samuel Liputra ​ 1
Samuelliputra@gmail.com
Pendahuluan
Sebuah sistem dalam sebuah lingkungan sangat menentukan bagaimana pola dan efisiensi
kerja maupun pengambilan serta pengolahan data secara sebagian maupun menyeluruh.
Banyak dari lingkungan yang kecil selalu membiasakan diri untuk tidak menentukan sistem data
yang akan digunakan sebagai kajian awal. Biasanya lingkungan kecil hanya mengandalkan
kepada data pusat yang mereka kuasai secara mandiri. Sehingga memerlukan banyak sekali
pengorbanan bahkan biaya yang terjadi di dalamnya.

Bahkan hal ini pun terjadi kepada lingkungan teknologi setingkat Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa sektoral kementerian berjalan secara mandiri dan
menggunakan kemandirian dalam menjalankan dan mengolah data. Sehingga terdapat banyak
sekali data yang saling bertabrakan satu dengan lainnya, terlebih ketika data tersebut
bertabrakan dengan pihak swasta. Sehingga sangat dibutuhkan penyelarasan dan integrasi
dalam data yang telah ada.

Di Jakarta dan kota besar lainnya sudah mulai melakukan integrasi data yang cukup baik
diantaranya adalah PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Di mana melalui PTSP ini, banyak
kebijakan dan kemandirian data sudah melakukan integrasi data. Sehingga banyak biaya,
tenaga, pikiran yang tak perlu terpotong secara otomatis sehingga dapat me-​maksimal-k​ an
pelayanan yang memang sangat diperlukan.

Hal ini juga terlihat pada beberapa perbaikan sistem dalam institusi pemerintahan dengan
membuat sebuah Roadmap yang terintergrasi agar pembangunan dapat terlihat dan dapat
dikerjakan bersama sama tanpa adanya tabrakan yang mengakibatkan terjadinya salah paham
bahkan kerusakan yang mendatangkan kerugian yang cukup fatal sehingga mengganggu
berbagai macam hal.

Dengan menggunakan sistem integrasi mendapatkan banyak keuntungan dalam segi


pembiayaan, segi perawatan, segi keamanan, segi penggunaan bahkan segi penghimpunan
data secara cepat dan tepat. Sehingga tidak ada alasan lain untuk melakukan integrasi data
nasional secara merata tanpa adanya ketimpangan antara satu daerah dengan daerah lain.

Samuel Liputra ​ 2
Samuelliputra@gmail.com
Data Nasional
Dalam sebuah pemerintahan pasti memiliki banyak data ke pendudukan yang harus diperoleh
dan diadministrasikan sehingga pemerintah selaku eksekutor dapat mengambil keputusan yang
tepat dan cepat untuk mencegah dan memperbaiki hal yang terjadi dalam kehidupan sosial dan
bermasyarakat. Tetapi sering kali data yang ada beberapa sumber data yang memiliki
perbedaan satu dengan data lainnya. Sehingga membuka celah gesekan, permainan data,
bahkan salah dalam mengambil segala keputusan yang berkaitan dengan berbagai kebijakan
yang mencakup banyak kepentingan dan hajat hidup masyarakat.

Saat ini, data nasional masih memiliki beberapa bentuk yang diperoleh dan disimpan oleh
masyarakat sepeti KTP, kartu keluarga, SIM, kartu Akses, Kartu tanda Kelahiran, kartu donor
dan masih banyak lagi. Hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi agak kewalahan dengan
banyaknya kartu yang dibutuhkan buat dan diberikan kepada masyarakat dan pemohon
pembuatan ijin. Maka diperlukan penyederhanaan dan dengan berbagai cara yang
memudahkan untuk menciptakan satu nomor untuk semua data yang dimiliki. Hal ini dapat
dicontohkan sebagai berikut:

● Pemetaan data penduduk dan inti data ​seperti dalam KTP dan kartu keluarga,
penempatan server / database ada di Kemendagri / Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Masyarakat hanya diberikan info dalam KTP untuk nama, alamat, jenis kelamin, Foto
dan nomor NIK serta barcode NIK, tetapi dengan akes terbatas petugas dapat melihat
data lengkap, kartu keluarga, perkawinan , pecahan kartu keluarga dan sebagainya. Jika
dibutuhkan data untuk di cetak melalui login website Ditjen Dukcapil Kemendagri / di
Kantor Kecamatan dengan layanan mandiri

● Pemetaan data komunikasi dan dunia cyber ​seperti nomor handphone, email, media
sosial divalidasi oleh Kemekom Info dengan nomor NIK yang terintergrasi dengan server
di kemendagri. Penempatan server / database di Kementerian komunikasi dan
informatika, sehingga memudahkan pengawasan terhadap hal hal yang tidak diinginkan
dan dibutuhkan tindakan secara cepat dan tepat.

● Pemetaan keuangan ​ seperti dalam kartu pajak, kartu akses, maupun berputaran uang.
Tercatat pada server tiap bank/ ​KSEI/ perusahaan teknologi keuangan dan lembaga
lembaga lain ​ serta memberikan laporan kepada Kementrian keuangan (termasuk dalam
pencatatan direktorat pajak) secara ​real time​ dan divalidasi dapat di lihat dengan nomor
NIK yang terintergrasi dengan server di kemendagri. Sehingga dapat terlihat segala
transaksi keuangan yang (termasuk pendapatan dan pengeluaran serta hal hal yang
berkaitan dengan jasa keuangan).

● Pemetaan usaha dan pekerja ​ seperti dalam kartu BPJS ketenagakerjaan, izin
perusahaan, NIK perusahaan ( bagi pemilik saham / usaha ) , Surat Migas, dan surat
lainnya yang berhubungan dengan kementrian perdagangan, kementrian Migas,

Samuel Liputra ​ 3
Samuelliputra@gmail.com
kementrian pertanian, kementrian pendidikan, kementrian riset dan teknologi dan
sebagainya.

● Pemetaan asuransi dan kesehatan ​seperti BPJS kesehatan, riwayat penyakit yang
dialami, catatan kedatangan ke rumah sakit atau klinik, bahkan data kelahiran dan
persalinan pun di catat dan di laporkan kepada kementerian dalam negeri untuk
pembuatan NIK anak yang baru lahir. Sehingga seluruh anak anak Indonesia dan
penduduk indonesia tercatat secara menyeluruh dan dapat di urutkan tinggal dimana.

Dengan adanya lima dasar pemetaan ini, kita dapat melihat bahwa dibutuhkan lima data utama
yang menjadi data pokok untuk menghubungkan pengembangan data dan memiliki nilai yang
sangat vital dalam keamanannya. Sehingga harus diperhatikan dan menjadi perhatian penting.

Dengan pemetaan tersebut, data yang digunakan untuk validasi sangat sedikit data yang
terungkap karena mereka hanya boleh masukan kode yang terhubung dengan ​server​ yang
telah diatur untuk mengeluarkan data data yang di perlukan dan diperbolehkan atau yang
memiliki kaitan yang diijinkan oleh pemerintah.

Keterlibatan swasta
Swasta menjadi sangat penting bagi beberapa sektor, khususnya untuk memperkuat dan
pengolahan data yang akan digunakan. Di mana dari pihak swasta dapat dan mampu
membantu pemerintah agar semakin mempermudah pencapaian dan penerimaan data yang
yang diperlukan. Salah satunya perbankan seperti perbankan pada umumnya ( kartu kredit dan
kartu debit , aplikasi dalam dunia keuangan seperti OVO, T-Cash, dan sebagainya.

Contoh Mobile Online Payment

Sering banyak dari kebijakan yang telah ada dalam peraturan pemerintah tidak melibatkan
swatas sehingga seringakali swasta menjadi celah beberapa oknum untuk bermain dan
menghilangkan bukti dan memutar dana yang ada untuk menghapus jejak. Tetapi jika memiliki
pemetaan data sehingga memudahkan melakukan pendataan dan pelacakan jejak untuk segala
transaksi bahkan pemetaan ini pun dapat digunakan untuk mencari jejak tentang penyebar
berita palsu dan mencari motif dari pemesan berita palsu.

Dengan keterlibatan swasta dalam sistem integrasi data nasional, maka pemerintah akan
mendapatkan data dengan semakin volume data yang sangat besar sehingga semakin terlihat
data yang dibutuhkan. Tetapi yang menjadi adalah masalah pada saat volume data yang
sangat besar, maka server yang digunakan pun semakin besar dan membutuhkan investasi

Samuel Liputra ​ 4
Samuelliputra@gmail.com
serta belanja yang sangat besar dan belum termasuk biaya pemeliharaan perangkat. Dengan
keterlibatan swasta, maka server data dan pemeliharaan server serta saluran data akan
terhubung dengan salat satu pemetaan data. Dengan demikian data akan semakin lengkap
dan akurat tanpa kebingungan akan sistem yang harus di bentuk.

Keterlibatan asing
Di dalam dunia yang semakin dewasa ini, menjadi hal yang tidak mungkin jika kita tertutup
dengan keterlibatan asing dalam pengaksesan data oleh asing maupun dari asing. Hal ini tanpa
disadari data yang mereka miliki dibagikan sendiri atau mereka dapatkan karena adanya
pertukaran data secara langsung, maupun tidak langsung. Apa lagi dengan maraknya peretas
komputer yang semakin kuat dan memiliki banyak cara di dunia maya untuk mendapatkan data
penduduk suatu negara bahkan satu daerah.

Sebenarnya dengan bantuan asing dalam kita akan semakin cepat melakukan pengawasan
dan pendataan terhadap segala segala dalam bentuk transaksi apapun secara global.
Sebeneranya dengan koordinasi dan pengolahan data yang benar maka asing dapat membantu
dan lebih mempermudah pemetaan data dengan baik.

Contoh perusahaan asing yang produknya banyak di pakai di Indonesia

Hal ini dapat dilihat dengan contohnya dengan beberapa produk google yang membantu
pemerintah untuk melakukan perekaman data untuk museum sebagai salah satu bentuk
melindungi kelestarian budaya di Indonesia dan masih banyak lagi. Jika kita mendapatkan data
dari saing maka kita juga dapat mencegah terjadinya terorisme yang mengancam kesatuan
NKRI.

● Pemetaan data kependudukan dan integrasi


Pemetaan data nasional sangat diperlukan untuk membagi beban tugas perekaman data dan
memberikan klasifikasi data yang sesuai agar cepat dan efektif. Jika kita mencoba untuk masuk
dalam pemetaan data penduduk dan inti data, maka yang menjadi ciri utama sebagai berikut :

❖ Data permanen​: data yang dimiliki dan hanya dapat di akses oleh kalangan
tertentu dan dilindungi secara ketat oleh pemerintah. Misalnya data keluarga,
data golongan darah, data kelahiran, alamat tempat tinggal ,tempat menetap,
status sosial,NPWP, status sosial dan sebagainya .

❖ Data substitusi ​: data yang menggantikan data permanen dengan nomor atau
sandi tertentu. Seperti nomor NIK , nomor Sim, Nomor kartu keluarga dan

Samuel Liputra ​ 5
Samuelliputra@gmail.com
sebagainya yang di berikan atau di tampilkan atau diberikan sebagai konfirmasi
antar server atau data.

Data permanen dalam pemetaan disimpan merupakan data asli yang didapat dari rumah sakit
( ketika anak baru lahir dan diberikan nomor induk ke pendudukan). Data tersebut dan di rekam
sehingga keluar KTP sementara ( sebelum menginjak 17 tahun ) yang nomor induk
kependudukan di tampilkan dalam bentuk keterangan nama dan alamat serta code ( Barcode/
QR code) yang dipergunakan untuk mendaftar sekolah, pelajaran tambahan, tempat ibadah
yang berbasis pengajaran atau kursus.

Dimana dalam KTP sementara itu terdapat E-akta & E-KK ( Akta lahir dan kartu keluarga
elektronik yang diberikan atau dimasukan pada saat pembuatan NIK). Hal ini juga ditambah
dengan penghargaan yang diperoleh oleh anak itu secara otomatis akan di masukan dan
dicatat oleh pemerintah. Ini bertujuan agar pemerintah mengetahui prestasi apa yang saja yang
telah dicapai oleh anak dan dapat memberikan beasiswa dan pengarahan yang lebih lanjut
untuk pendidiknya. Sehingga jika sudah memasuki dunia kerja dan mengembangkan inovasi
sesuai bidang yang dipelajari untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Sedangkan anak sudah mencapai umur 17 tahun, maka anak tersebut sudah mempunyai hak
pilih dan berhak untuk melakukan penegasan dan melengkapi data diri yang bersangkutan
sebagai pribadi yang dapat mandiri. Di samping itu secara paralel, anak tersebut sudah
diwajibkan membuat NPWP yang terhubung dengan KTP yang telah memiliki status verifikasi.
Walaupun anak 17 tahun belum memiliki penghasilan tetapi NPWP yang ada menjadi acuan
dasar kepemilikan barang pribadi yang perlu di laporkan kepada negara. Tujuannya adalah
untuk menghindari penggunaan nama orang lain dalam pembelian barang ( kecuali orang tua/
Hibah - itupun harus tercatat SPT tahunan yang terhubung dengan SPT tahunan orangtua ).

Dengan dibuatnya metode ini, pemetaan data permanen penduduk dapat disisir dengan baik
serta memudahkan sistem untuk membuat integrasi data dengan baik. Dengan data yang
lengkap, maka pada pemetaan data penduduk dapat terpenuhi dan dapat dengan mudah
diubah menjadi data substitusi yang digunakan untuk integrasi data dan verifikasi data.

Contoh data subtitusi (Barcode and QR code)

Data substitusi adalah data yang digunakan berupa barcode atau QR code yang diberikan
kepada masyarakat sebagai pengganti identitas diri. Data substitusi ini akan dapat terbaca jika
Samuel Liputra ​ 6
Samuelliputra@gmail.com
pihak pembaca memiliki alat yang hubungan ke server yang telah dibatasi pengunaanan oleh
pemerintah dan memiliki kata kunci khusus dari pemerintah dalam hal verifikasi data. Dengan
adanya data substitusi ini, sebagai pengganti data keseluruhan dan lebih aman dibandingkan
dengan membawa data permanen untuk diberikan dalam bentuk hardcopy oleh pihak lainnya.

Dengan cara demikian pemerintah akan menghemat anggaran dan mengurangi kerugian dalam
pembentukan pencurian data maupun menghemat anggaran untuk hal hal yang sudah dijadikan
lembaran digital. Sehingga masyarakat hanya memanggang satu salah satu pedoman data
yang menjadi acuan untuk pembukaan data yang lain dengan otoritas yang terkait/ terpercaya.

● Pemetaan data komunikasi dan dunia cyber


Setelah kita membahas pemetaan dalam data penduduk dan inti data, maka sekarang
memasuki tahap berikutnya yaitu mengintregrasikan data kependudukan dengan data
komunikasi dan dunia cyber yang telah ada dan akan terus berkembang. Sangat kita tidak bisa
pungkiri, bahwa teknologi yang ada begitu berkembang pesat dan sangat rentan dengan dunia
kejahatan yang semakin canggih dan semakin hebat dalam dunia maya maupun dunia nyata.

Salah satu yang menjadi isu yang sangat sering kita dengar belakangan ini adalah pencurian
data penguna dan penyebar berita bohong di dunia maya, sehingga membuat masyarakat
resah akan hal tersebut. Berbagai hal dilakukan pemerintah hingga saat ini, dari membuat
undang undang tentang berita bohong hingga melakukan pendaftaran nomor telepon seluruh
penduduk Indonesia dengan mengunakan nomor kartu keluarga dan kartu penduduk.

Tetapi dalam pengaplikasian data tersebut terdapat masalah di mana nomor yang di data
dengan nama pemilik, nomor induk ke pendudukan dan kartu keluarga memiliki nilai yang tidak
benar. Hal ini sangat meresahkan dan membuat masyarakat berpikir untuk apa pemerintah
melakukan hal yang sama, yang pada ujungnya akan semakin menyusahkan dan hasilnya
sama saja.

Jika kita kembali pada sistem pemetaan data yang telah kita lihat, maka setiap masyarakat
terdaftar dan memiliki nomor induk ke pendudukan memiliki kewajiban untuk melaporkan nomor
tersebut kepada Menkoninfo dengan cara meng-verifikasi data mengunakan data substitusi
kependudukan kepada operator layanan komunikasi. Operator hanya dapat membuka untuk
nama, tanggal lahir dan domisili/ kota tempat tinggal untuk meng-verifikasi akun untuk
telekomunikasi yang telah diberikan sandi sebagai data substitusi kepemilikan nomor telepon.

Data akun ini, operator memiliki database akun pemilik nomor telepon, data pemakaian telepon,
sejarah tujuan pengunaan dan sebagainya. Dari data substitusi ini akan terintergrasi dengan
pemetaan data penduduk dan pemetaan data lainnya yang memiliki kebutuhan data yang sama
satu dengan lainnya. Data yang ada akan tetap menjadi wewenang dan milik Menkoinfo, sesuai
dengan kebijakan yang telah di tetapkan.

Samuel Liputra ​ 7
Samuelliputra@gmail.com
Hal ini juga berlaku bagi dunia maya, dimana dalam dunia maya terdapat banyak data yang
diminta secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan akun maupun data
kelanjutan. Sehingga data tersebut menjadi sangat tidak aman dan sangat rawan dengan
berbagai tindak pencurian maupun pengunaan data yang ada.
Maka dengan adanya data substitusi ini, setiap akun di dunia maya (media sosial/ email/ akun
lainnya) harus dapat melakukan verifikasi data penguna dengan data substitusi sehingga
penguna akun dapat terverifikasi dan mempertanggung jawabkan apa yang di bagikan dan
diberikan kepada orang lain. Dalam ini termasuk email pribadi yang digunakan untuk
berkomunikasi dengan pemerintah/ yang terdaftar di pemetaan pemerintahan.

Sehingga sangat diperlukan perusahaan perusahaan itu mendirikan perwakilan di Indonesia


yang memiliki tugas untuk melakukan verifikasi data / sebagai layanan pelanggan untuk
memandu dan pengenalan masyarakat akan pentingnya verifikasi. Bersamaan perusahaan
perusahaan ini perlu di kembangan sebuah metode layanan verifikasi data secara mandiri.
Banyak sistem aplikasi khususnya aplikasi ​fintech​ yang menggunakan validasi mandiri pada
aplikasinya. Mereka hanya menggunakan foto ktp / npwp untuk melakukan validasi yang sah.

Dengan adanya pemetaan data yang ada, maka validasi data akan semakin mudah dengan
menggunakan QR code yang langsung terhubung dengan sistem operator telekomunikasi
maupun operator web/ apps yang mempunyai akses untuk menyetujui validasi. Sehingga
dengan adanya 2 pemetaan yaitu pemetaan penduduk dan inti data serta pemetaan
komunikasi dan dunia cyber memudahkan untuk melakukan pelacakan data jika terjadi suatu
kasus yang luar biasa.

Dalam hal membuka data pemetaan secara menyeluruh serta sistem integrasi diperlukan
beberapa lapisan hukum pengamanan yang tersendiri sehingga tidak bisa sembarangan orang
masuk dan mengambil data secara menyeluruh. Hal ini mengingat bahwa jika sering dibuka
untuk di akses secara menyeluruh akan sangat mudah masuknya hacker / pencurian data
sebagainya.

Maka diperlukan metode pembukaan sebagian, pembukaan data menyeluruh, perombakan


data. Di mana data tersebut melalui pengadilan dibuka secara
❖ Pembukaan sebagian,​ di mana data integrasi tertentu dapat ditunjukkan sesuai
dengan keperluan dalam kasus tertentu.
❖ Pembukaan menyeluruh,​ dimana data integrasi tertentu dapat dibuka
keseluruhan dan ditunjukan dalam sidang tertutup.
❖ Perombakan data,​ di mana data integrasi memiliki seseorang akan dihapus atau
di hilangkan, jika terjadi hal yang di luar kondisi yang ada.

● Pemetaan dan pendataan sektor keuangan


Selanjutnya setelah melakukan pendataan terhadap data pribadi dan data komunikasi, maka
yang menjadi faktor cukup penting yaitu penataan dan pemetaan keuangan ( pendapatan,
tabungan, kredit, dan belanja). Di mana pemetaan ini, menjadi sangat penting dan menjadi
Samuel Liputra ​ 8
Samuelliputra@gmail.com
sangat berbahaya, karena pada pemetaan ini banyak sekali orang yang bermain untuk
menghilangkan data dan rekam jejak pajak dari barang belanja dan konsumsi yang digunakan.

Salah satu faktor terjadinya kasus pencucian uang karena tidak adanya pengendalian dan
pemantauan aliran keuangan yang terjadi dalam suatu negara. Untuk itu diperlukan suatu
sistem pemetaan keuangan yang memiliki integrasi antara pendapatan dan pengeluaran.
Dalam beberapa berita dan kabar yang terdengar dalam berita online maupun offline, bahwa
pemerintah membuat gerbang pembayaran nasional (GPN) yang menjadi langkah awal
pemerintah untuk melakukan penyederhanaan satu pintu untuk setiap transasksi di Indonesia.

Hal ini merupakan hal yang baik di masa depan, tetapi selama masih ada jalan jalur lain yang
tidak dapt dipertanggung jawabkan, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan data /
transaksi di Indonesia. Bahkan di jaman sekarang ini, banyak bentuk transasksi yang ada
dalam bentuk aplikasi yang terdapat dalam telepon pintar masyarakat. Seperti OVO, Tokopedia,
T-cash, Ponta, dan masih banyak lagi.

Aplikasi seperti ini pun dalam menjalankan bisnis dan kegiatannya sudah diharuskan
mendapatkan sertifikat dan izin dari Bank Indonesia. Hal ini pun dibuktikan dengan ​peraturan BI
(PBI) Nomor 19/12/PBI/2017 tentang penyelenggaraan teknologi finansial​ yang dikabarkan oleh
berita Detik.com. Para penyelenggara aplikasi keuangan ini secara langsung maupun tidak
langsung mendapatkan banyak informasi yang sangat penting. Dalam aplikiasi ini terdapat
banyak sekali fungsi yang dikembangkan, salah satunya adalah pembayaran langsung tanpa
menggunakan uang tunai.

Seluruh transaksi ini dilaporkan kepada pemerintah secara realtime dan jika terdapat transaksi
dan pembelian yang mencurigakan dapat diinformasikan, dilaporkan kepada pihak pihak yang
terkait ( termasuk pajak maupun kepolisian yang berhubungan dengan kasus kasus tertentu). Di
sisi lain dengan pemetaan data keuangan ini, pemerintah dapat mengatur harga beli untuk
barang barang yang bersubsidi / tertentu bagi orang orang / kalangan tertentu, sehingga barang
bersubsidi tersebut dapat disalurkan tepat sasaran dan dapat di data yang menjadi sasaran
pemerintah.

Dalam hal ini, pendataan dan pemetaan keuangan terintergrasi dengan data data kepemilikan
asuransi berbasis unit Link dan investasi dalam bentuk apapaun serta portofolio saham /
reksadana (KSEI) yang dimiliki.sehingga sangat mudah untuk melakukan pengawasan untuk
penanganan masalah yang timbul seperti penyuapan mengunakan metode pembelian asuransi,
pencucian uang dan sebagainya. Disisi lain, dengan terintergrasi data kepemilikan dana dan
transaksi yang dilakukan seseorang, maka jika dibuatkan atau semacam sistem penghitungan
pajak akan secara otomatis yang menghitung sendiri data pajak pendapatan dan belanja.

Sehingga memudahkan untuk terjadi kekeliruan dan penghilangkan bahkan menyembunyikan


transaksi yang terjadi. Sehingga ketika masyarakat melakukan mengisi SPT tahunan, mereka
hanya mencocokan dan melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan pada perekaman.
Samuel Liputra ​ 9
Samuelliputra@gmail.com
Pemetaan dan data keuangan pun dapat terintergrasi dengan konsep dan rancangan yang
sama dengan aplikasi lainnya yang sangat membantu dalam pemetaan perumahan dan
lingkungan. Hal ini pun merupakan hal yang sangat baik karena dengan aplikasi ini pengurus
RT maupun RW dapat melakukan penagihan iuran lingkungan secara online dan dapat di data
oleh pemerintah secara real time. Salah satunya adalah aplikasi QLUSTER dan aplikasi
lainnya yang hampir serupa berguna untuk pendataan pemiliki dan orang yang tinggal di
wilayah tersebut serta membantu memberitahukan informasi yang penting kepada warga di
sekitarnya. Hal ini pun dapat menjadi salah satu alternatif untuk memaksimalkan pajak dan
iuran daerah yang selalu bocor dalam pengelolaan dan bertanggung jawaban di sebuah
lingkungan

Aplikasi Qluster dan Qlue

● Pemetaan dan pendataan pada sektor usaha


Setelah melakukan dan penerapan dalam pemetaan dan pedataan pada keuangan maka
selanjutnya adalah pemetaan dan pendataan pada sektor usaha. Di mana dalam pemetaan ini
sangat penting, karena dalam sektor ini banyak sekali terjadi pungutan liar, pemalsuan data,
termasuk dalam pengelapan pajak dalam usaha. Hal ini menjadi bagian yang kritis
dibandingkan dengan dengan pemetaan keuangan, karena banyak hal yang perlu di
persiapkan sebelum segala hal di lakukan dalam pemetaan ini. Terlebih dalam hal ini
perusahaan mempunyai pengaruh yang besar pada iklim ekonomi dan investasi di suatu
negara.

Setelah melihat dalam perkembangan sistem informasi dalam pemerintahan untuk mendata
perusahaan yang sudah mengalami cukup berkembang, maka pemetaan ini akan bisa di
laksanakan dan dapat dikerjakan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya PTSP (
pelayanan terpadu satu pintu tiap daerah) sehingga memudahkan seseorang untuk mengurus
surat surat yang dibutuhkan dalam usaha. Pertanggal 22 mei 2018 pemerintah menerbitkan NIB
( Nomor Ijin berusaha) secara transparan dan cepat.

Samuel Liputra
10
Samuelliputra@gmail.com
Nomor Izin Berusaha yang mengunakan barode atau QR code

Tetapi dari pengembangan sistem NIB perlu banyak pengembangan karena banyak sekali
sektor yang belum terhubung satu dengan lainnya sehingga membutuhkan integrasi data yang
pararel sehingga dapat saling mendukung antara satu sektor dengan sektor lainnya. Salah satu
yang menjadi proyek percontohan adalah Pajak yang memiliki intergrasi dengan Badan Tenaga
kerja ( BPJS tenaga Kerja ). sehingga NIB mempunyai pemetaan yang hampir sama dengan
pemetaan data kependudukan, tetapi dengan kompleksitas sistem integrarsi bagian yang
berbeda.

Hal ini dapat menginformasikan kasus yang terjadi di Indonesia, yang memperkerjakan
karyawan dengan gaji di bawah UMR bahkan tidak ada BPJS kesehatan maupun BPJS tenaga
kerja. Bahkan waktu kerja mereka pun melebihi batas waktu yang di sarankan pemerintah yaitu
8-9 jam dengan intimidasi sebagai loyalitas kepada perusahaan. Hal ini menjadi sangat penting
di perhatikan bahwa ada beberapa organisasi buruh yang mengajukan kasus ini terhadap
perusahaan yang sebenarnya tidak melakukan hal tersebut.

Maka daripada itu, pemerintah melalui kementerian perdagangan yang mengatur tentang
pendirian usaha dan pemberian NIB ( nomor izin berusaha) yang berisikan informasi ( domisili ,
Izin usaha dan sebagainya) serta mengintegrasikan data masuk karyawan yang masuk ke
dalam perusahaan secara online di dirjen perdagangan yang terhubung Dirjen tenaga kerja,
BPJS tenaga kerja,Dinas pendidikan dan dirjen pajak dengan memasukkan nama dan data
substitusi karyawan dan dilaporkan setiap bulan ke panitera laporan satu pintu.

Pemerintah juga harus menerapkan peraturan keuangan terpisah kepada pemilik perusahaan
yang memiliki dasar hukum seperti PT dan CV. sehingga pemerintah dapat memantau segala
transaksi usaha yang terjadi termasuk penghasilan dan bukti potong / pemotongan pajak
karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga pemerintah mendapatkan data dan
mengetahui secara ​realtime​ serta pemasukan secara langsung dan cepat.

Dengan adanya sistem yang terintergrasi maka akan semakin mudah orang akan membuat
dan mengurus surat surat yang dibutuhkan terlebih semua data yang ada pun terjamin
keasliannya, termasuk dalam retribusi untuk pembuatan surat tersebut yang sudah jelas
masuk dalam kas negara. Sehingga praktek kecurangan dalam berinvestasi khususnya dalam
penanaman modal lebih cepat dan transparan.

Samuel Liputra
11
Samuelliputra@gmail.com
● pemetaan asuransi dan kesehatan
Selanjutnya adalah pemetaan asuransi dan kesehatan, di mana ini merupakan hal yang penting
bagi seluruh kehidupan masyarakat yang tinggal di Indonesia. Banyak sekali hal yang terjadi di
mana produk asuransi ini banyak dijual memiliki nilai yang besar tidak dapat di ketahui secara
dipahami dan digunakan secara menyeluruh, bahkan hal ini pun bisa di salah gunakan oleh
pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya orang yang membeli asuransi untuk pribadi dengan nilai
yang cukup besar. Tetapi tidak dapat digunakan secara maksimal dan bahkan masih ada
beberapa asuransi yang tidak terhubung dengan BPJS Kesehatan yang merupakan jaminan
kesehatan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Sehingga terjadi beberapa hal yang di
luar kendali dari pemerintah, antara lain semakin banyaknya tagihan / utang BPJS kesehatan,
masyarakat yang mengunakan BPJS Kesehatan yang terlantar dan sebagainya.

Seharusnya harus ada pemetaan dan intergrasi data antara kependudukan, kesehatan dan
asuransi. Dimana BPJS sebagai asuransi dasar masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat
yang telah terdata secara ke pendudukan harus memiliki BPJS dalam status apapun. Nantinya
dari intergarsi data pekerja dan sebagainya baru diberikan beberapa orang dalam kategori
tidak mampu atau di bawah standar hidup layak (dapat di lihat dari pemetaan keuangan) dan
tidak memiliki asuransi swasta akan di tanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Sehingga
seluruh masyarakat mendapatkan haknya secara tepat sasaran.

Tetapi bagi masyarakat yang mampu ( dapat di lihat dari pemetaan keuangan sesuai dengan
hidup layak ) dapat terus melakukan pembayaran untuk BPJS kesehatan yang terintergrasi
dengan berbagai macam asuransi yang dibeli ( termasuk asuransi murni untuk pribadi maupun
kendaraan bahkan sampai unit link). Sehingga jika masyarakat tersebut memiliki ganggu
kesehatan yang membutuhkan tindakan cepat maupun di rujuk untuk masuk dalam rumah
sakit, maka secara otomatis BPJS kesehatan tidak menanggung hal tersebut secara sendiri
melainkan adanya sistem yang secara otomatis memerikasa apkiasi apa saja yang ada di BPJS
swasta yang telah dibeli dan diproses secara otomatis dengan metode keuangan digital/
pemetaan keuangan. Untuk masyarakat yang tidak mampu, barulah secara otomatis akan
dilakukan claim kepada BPJS kesehatan.

Dalam pemetaan kesehatan ini, pemerintah juga dapat menginformasikan bahwa segala
pengobatan penyakit yang dilakukan oleh pasien di tulis dan tercatat dalam database rumah
sakit yang dapat di akses oleh pemerintah sesuai dengan pemetaan data kesehatan yang
terintergrasi dengan pemetaan data ke pendudukan. Dari sana pemerintah bisa mengetahui
bahwa berapa jumlah kelahiran anak secara menyeluruh, penyakit yang lagi mewabah di suatu
daerah dan membutuhkan respons cepat, Bahan kajian kebutuhan imunisasi di sekolah, dan
masih banyak lagi.

Nantinya juga pemetaan kesehatan ini berhubungan dengan rumah panti sosial yang
merupakan miliki pemerintah maupun miliki swasta atau organisasi. Sehingga setiap kesehatan
Samuel Liputra
12
Samuelliputra@gmail.com
dana pensiun dan yang berhubungan dengan hari tua dan kenyamanan hidup di hari tua.
Sehingga nantinya orang orang tua yang tidak memiliki pengasuh dapat juga perhatian penuh
dari beberapa pengurus yang telah pilih dan memiliki sertifikat untuk mengurus panti sosial
tersebut.

Kesimpulan

Dengan adanya sistem yang terintegrasi pada data nasional akan semakin memudahkan untuk
pengendalian dan memantau secara langsung dan transparan untuk setiap program
pemerintahan maupun pajak yang diterima oleh negara. Dengan adanya sistem integrasi
seperti ini, memudahkan masyarakat mengetahui alur dari sistem dengan baik dan tidak ada
sistem ganda yang saling bertumpuk yang dapat dipergunakan oleh oknum oknum yang tidak
baik untuk mencari keuntungan.

Dengan sistem integrasi ini, semakin di mungkinkan untuk menemukan orang orang yang
memiliki potensial lebih bahkan orang orang yang kurang beruntung. Sehingga yang memiliki
potensial lebih dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah sedangkan orang yang
kurang beruntung dapat dibantu oleh pemerintah dengan tepat sasaran .

Tetapi dalam pengolahan data ini masih memiliki banyak sistem belum disebutkan secara
mendalam dan terperinci. Sehingga memerlukan pengembangan yang berkala dan orang orang
yang dapat mengerti dan memiliki visi yang sama dengan sistem pengembangan integrasi ini.

---’’---

Samuel Liputra
13
Samuelliputra@gmail.com