Anda di halaman 1dari 12

Fungsi sel :

1. Berfungsi melakukan seluruh aktivitas dalam tubuh untuk kelangsungan hidup (Dfiore Atlas
Histologi)
Ada 200 jenis sel dlm tubuh manusia
Dg jumlah 100 triliun banyaknya. 25 triliun diantaranya adalah sel darah merah (guyton)

Penyusun sel:
1) Air 1 - cairan utama dlm sel
2) protein : 10% dlm sel
a. Protein struktural - membentuk polimer menjadi filamen yg menjadi sitoskeleton
b. Protein fungsional - berfungsi sbg enzin, yg slalu berpindah2 dlm sel
3) Lipid : larut dlm lemak
a. Fosfolipid dan kolesterol - 2% dalam tubuh - hidrophobic membentuk membran sel
b. Trigliserat - bisa mencapai 95% - cadangan energi yg dpt dilarutkan dn diedarkan
4) karbohidrat : 1% - 3% di otot - 6% dihati - berperan dlm nutrisi sel - hanya sedikit di dlm sel
membentuk glikogen dan glikoprotein - namun bnyak di cairan ekstraseluler berupa glukosa

Organel2 yg memiliki membran lipid dan protein


1) Nukleus
2)Retikulum Endoplasma
4)Aparatus Golgi
5)Lisosom
6)Mitokondria
Bagian - bagian sel :

1. Plasmalemna ( Membran Sel)


Ukuran:
1) ketebalan : 7,5 nm -10 nm ( yg tersiri dari 2 lapis lipid /lipid bilayer)

Penyusun:
1) 55% protein
2) 25% fosfolipid
3) 13% kolesterol
4) 4% lipid lain
5) 3% karbohidrat

A. Protein
1. Protein Integral : yang tertanam di dalam membran , dg fungsi :
-Transport aktif : melawan arah difusi dan membutuhkan energi
- Pengangkut (carrier) zat tidak bisa melewati membran lipid - protein kanal - bersifat
hidrofolik yg mana zat yg laurut dlm air bisa lewat, seperti: ion, air dan kalsium dll.
Khusus untuk air, pd saat melewati protein kanal kecepatannya sangat cepat
-Reseptor enzim - ex: hormon peptida (larut dlm air) - ligan yg menempel pd reseptor
mengubah bntuk protein reseptor dan mengaktifasi untuk protein integral bagian
dalam atau menginduksi terjadinya interaksi antara reseptor dan protein yang ada di
sitoplasma Yg berperan menjadi second massenger.
- Protein Integral yang menyebar dlm sitoplasma berdungsi meneruskan informasi ttg
lingkungan luar sel
2. Protein Perifer : sbg enzim atau sbg pengatur lalu lintas zat
B. Karbohidrat (tersebar di lapisan terluar) - bermuatan negatif
1. Glikoprotein : kombinasi pd protein integral (Pd sebagian besar Protein Integral)
2. Glikolipid : kombinasi pd lipid (1/10 bagian pd keseluruhan lipid)
3. Proteoglikan : kombinasi pada protein kecil
4. Glikokaliks : melapisi permukaan luar membran, dg selubung karbohidrat longgar

Fungsi :
1. Karena bermuatan negatif dan letaknya yg berada dliuar membran, maka karbohodrat
ini berfungsi untuk menulak molekulnyg bermuatan negatif
2. Glikokaliks bisa gberikatan dg glikokaliks membran sel lain, sehingga melekat 1 sm lain
3. Sebagai reseptor untuk beberapa hormon yg naninya akan diteruskan ke protein integral
4. Ikut dlm reaksi kekebalan

Fungsi :
1. Pengenalan sel-sel
2. Endositosis
3.Eksositosis
4.Tempat Reseptor untuk molekul- moleku pemberi Isyarat
5.Sebagai Inisiator
6.Pengontrol sistem massenger sekunder
2. Sitoplasama
a. Sitosol : cairannya. Mengandung : elektrolit, protein, dan glukosa yg terlarut
b. Lemak dg bntuk globulus
c. Granula glikogen
d. Ribosom : terdiri dari protein dan RNA - berfungsi mensintetis protein baru
e.vesikel sekretoris : (asal dr Vesikel RE yg d proses d golgi - vesikel golgi) menghasilkan
roenzim (enzim yg belum aktif) yg nantinya akan di
sekresikan dr sel menuju tmpt pengaktifan

f. Retikulum Endoplasma
1. RE granula (kasar) -memiliki celah yg berhubungan dg nukleus (porus)- ditempeli
ribosom
2. Re aganula (halus)-sintesis lemak - proses lain yg diperantai enzim
g. Badan golgi

1. Sekresi lisosom, vesikel sekretoris dll. Dari vesikel RE

h. Mitokondria
Fungsi :
1. Pembentukan ATP (Adenosina Tri Phospat)
a. Respirasi Aerob
Siklus krebs
2. Sintetis Lemak dan Protein Tertentu
3. Metabolisme lemak
4. Homeostasis kalsium
5. Tranduksi sinyal seluler
6. Biosintesis Piramidina
7. Sebagai tangki penyimpanan yang dapat menyimpan ion kalsium.
9. Mmembangun bagian-bagian tertentu dari darah serta hormon seperti testosteron dan estrogen.
9. Mitokondria dalam sel-sel hati mempunyai enzim yang dapat mendetoksifikasi amonia.
10. Berperan dalam proses kematian sel terprogram, (sel yang tidak diinginkan akan dipangkas
selama perkembangan organisme. Proses tersebut disebut apoptosis. Kematian sel yang abnormal
dikarenakan disfungsi mitokondria akan berdampak dalam mempengaruhi fungsi organ.

i. Lisosom
Fungsi: mencerna : struktur sel yg rusak, yg tidak diinginkan(bakteri), petikel makanan yg
telah di cerna sel
Terdiri dari bilayer lipid, dan d dlmnya terdapat granula yg merupakan
agregat (hsil pengumpulan) protein yg terdiri dri 40 enzim (hidrolase)
pencernaan bersifat hidrolitik.
j. Peroksisom : bersal dr vesil RE yg tdak melewati golgi, yg bersifat oksidase. Oksigennya
Dpt berikatan dg hidrogen atau air yg membentuk H2O2 (hidrogen
peroksida) yg sngt mudah mengoksidasi senyawa lain. Ex: alkohol yg
Apabila tdk d oksidasi (melepas oksigen) dpt menjadi racun.
Pengambilan makanan dan pencernaannya

Endositosis ada2 yaitu:

1. Pinositosis (Pengambilan partikel kecil- ex: protein)


Proses: - ada lekungan berselubung (coat pits) yg dibawahnya ada protein berfibril
(klatrin)
- Diatas Klatrin ada reseptor yg akan bervaginasi ketika partikel protein dr
ekstra sel menempel pd reseptor, kemudian aktin & miosin berkontraksi hingga
membentuk pinositotik (vesikel protein) yg kandungannya termasuk cairan
ekstrasel dan juga ion kalium yg berperan untuk memberi dukungan.
- Proses ini memerlukan energi dari adenosin tri phospat (ATP)
2. Fagositosis (Pengambilan partikel makanan berukuran besar- ex: bakteri, sel utuh, bagian jaringan
yg berdegenerasi) - Hanya beberapa sel yg dpt melakukan proses ini, contoh yg peling sering adalah
sel jaringan makrofag dan sel darah putih.
Proses : (Hampir sama dengan pinositosis) Hanya saja terjadi evaginasi(menutupi) seluruh calon
vesikel fagositik hingga tertutup dan protein kontraktil mendorongnya kedlam hingga terlepas dr
membran

Pencernaan
1.Setelah vesikel2 makanan td masuk, Lisosom mendekatinya
2. Kemudian ia melepaskan enzim hidrolase (pencernaan ) kedalam vesikel
3. Enzim ini kemudian menghidrolisi protein, karbohidrat, dan lipid yg terdp dlm vesikel
4. Namun ada badan residu yg tak bisa dicerna, maka harus di sekresikan. Proses ini adalah
eksositosis yg merupakan kebalikan endositosis

Sistem regerasi dan autolisis pd sel


1.Regerasi
(pengecilan ukuran) ex: uterus pd saat setelah melahirkan (otot sudah lama tidak aktif) makan
lisosom berperan mengecilkannya kembali

2. Autolisis
Apabopila sel mengalami panas,dingin berlebih, terkena zat kimia, terbakar dll. dapat menyebabkan
membuat lisosom pecah dan mengeluarkan enzim hdrolase-ny! Pengeluaran ini bisa ditanggulangi,
apabila hanya sesikit saja, namun ketika kepatahan kerusakan lisosom ini tinggi dan mengeluarkan
hidrolase yang banyak dan tersebar ke sitoplasma, maka terjadilah penghancuran diri sendiri
(autolisis)

3. Bakterisid pada lisosom


Bakteri yg di fagosit oleh sel dapat menyebabkan kerusakan, maka dari itu lisosom g bakterisid yg
mengandung:
-lisozim(melarutkan membran bkateri)
-lisoferin(mengkkat zat ex: besi yg dpt merangsang pertumbuhan bakteri)
-asam dg PH 5 (yg mengaktigkan hidrolase untuk menginaktifkan metabolusme bakteri)

Sintesis protein
-Pembentukan RNA Massenger di nukleolus
Enzim RNA polimerase melekat pd salah satu lokus yg mengandung gen, kemudian membuka
untaian DNA, sehingga nukleotida2(basa nitrogen) yg berda di nukleolus melekat scra berpasangan
(urasil menggantikan timin, dan deoksiribosa digantu dg ribosa) pd untaian yg terbuka tadi hingga
membentuk sebuah untaian baru,
-
-