Anda di halaman 1dari 2

GIGITAN ULAR BERBISA

No. Dokumen :
No. Revisi
SPO Tanggal Terbit : Januari 2017
Halaman :
PUSKESMAS Drg. Febrina Sinuraya
ARGA MAKMUR NIP.197402232002122003

1. Pengertian Tata cara mengatasi gigitan bisa ular

2. Tujuan Secara garis besar menghentikan penyebaran efek racun atau bisa dari
gigtan ular.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Arga Makmur No /SK/ / /2017 tentang


Penanganan pasien darurat dan pasien gawat darurat.

4. Prosedur / a) Luka dicuci dengan air bersih atau dengan larutan kalium
Langkah-
permanganat untuk menghilangkan atau menetralisir bisa ular
langkah
yang belum terabsorpsi.
b) Jika gigitan terjadi dalam waktu kurang dari setengah jam,
buat sayatan silang di tempat masuknya gigi taring ular
sepanjang dan sedalam 0,5 cm, kemudian lakukan pengisapan
mekanis.
c) Usaha menghambat penyerapan dapat dilakukan dengan
memasang turniket beberapa sentimeter di atas
gigitan/pembengkakan yang telah terlihat, dengan tekanan
yang cukup untuk menghambat aliran vena dan aliran limfe
tetapi lebih rendah dari pada tekanan arteri (denyut nadi distal
tetap teraba). Ikatan dikendorkan tiap 15 menit selama 1
menit. Tekanan dipertahankan dua jam. Penderita
diistirahatkan supaya aliran darah terpacu.
d) Cara Pemberian dan Lama Pemberian ABU: Dosis pertama
sebanyak 2 vial @ 5 ml sebagai larutan 2% dalam garam faali
dapat diberikan sebagai infus dengan kecepatan 40 - 80 tetes
per menit. Anti serum yang tidak diencerkan dapat diberikan
langsung sebagai suntikan intravena dengan sangat perlahan-
lahan. Dosis anti serum untuk anak-anak sama atau lebih besar
daripada dosis untuk dewasa. Cara lain: penyuntikan serum
Anti Bisa Ular (ABU) polivalen sebanyak 2,5 ml
intramuskuler atau intravena dan 2,5 ml suntikan infiltrasi
sekitar luka.
e) ular tak berbisa tidak memerlukan pertolongan khusus, kecuali
pencegahan infeksi

5. Unit terkait Poli UGD/Tindakan

6. Referensi Modul pelatihan penanggulngan penderita gawat darurat / BTCLS