Anda di halaman 1dari 5

BAB XIII

HUBBUL AMAL ( Cinta bekerja )

Islam adalah akidah, syariah, dan amal. Amal meliputi ibadah, ketaatan
serta kegiatan dalam usaha mencari rejeki, mengembangkan produktivitas dan
kemakmuran. Allah SWT menyuruh hamba-Nya untuk bekerja dan berusaha di
muka bumi untuk memperoleh rejeki.
Islam menganjurkan bekerja, karena bekerja merupakan latihan kesabaran,
ketekunan, keterampilan, kejujuran dan pendayagunaan pikiran. Islam membenci
pengangguran, kemalasan dan kebodohan karena akan mengakibatkan kerusakan
dan keburukan.
Barton berpendapat bahwa kemalasan adalah maut dan racun yang
membunuh badan dan akal. Sesungguhnya ketidakaktifan akal lebih jelek
daripada ketidakaktifan badan.

A. Bukti – bukti Rasulullah SAW, senang bekerja


Pertama
Pada masa kecil dan mudanya, Rasulullah SAW menggembalakan kambing milik
Bani Sa’ad bersama saudara sepupunya. Kemudian menggembalakan kambing
milik penduduk Mekah dengan upah tertentu. Beliau bersabda “Tidak ada
seorang Nabi yang tidak menggembalakan kambing”

Kedua
Rasulullah SAW berdagang sebelum diangkat Allah azza wa jalla sebagai nabi
dan rasulnya, yaitu ketika Sayyidah Khadijah Radhiyallahu Anha memberikan
kesempatan kepada orang-orang untuk menjualkan dagangannya dengan memberi
keuntungan kepada mereka. Sayyidah Khadijah mendengar kejujuran Muhammad
serta sifat amanah dan mulia budi pekertinya, lalu ia menawarkan barang
dagangannya kepada beliau untuk pergi ke negeri Syam memberi keuntungan
yang besar daripada yang lainnya dengan disertai pembantu yang bernama
Maisarah. Muhammad menerima tawaran tersebut dan pergi ke negeri Syam.
Ketiga
Ketika kaum kafir Quraisy dan sekutunya dari kabilah Arab dan SAW menyuruh
umatnya untuk menggali parit. Beliau sendiri ikut memecahkan batu dengan
memakai linggis dan menggali tanah sampai kelihatan perutnya yang putih.

Keempat
Rasulullah tidak sombong dan mau bekerja sama dengan seseorang budak untuk
membantunya memerdekakan dirinya.

Kelima
Rasulullah SAW memberi makan unta dan mengikatnya sendiri, menyapu di
rumah, memerah susu kambing, membetulkan sandal, memperbaiki bajunya,
membantu pembantunya membuat tepung gandum, serta membawa sendiri
sesuatu yang dibelinya dari pasar.

Keenam
Seorang laki-laki dari Anshar meminta sesuatu kepada beliau, kemudian beliau
berkata ”Apakah dirumahmu tidak ada sesuatu pun?”
Orang itu menjawab ”Ada, aku mempunyai kain hilsiy yang sebagiannya aku
pakai dan sebagian lagi untuk duduk dan ada pula wadah minuman”
Rasulullah berkata, “ Bawalah ke mari barangmu itu!”
Kemudian orang Anshar itu membawanya dan di ambil oleh Rasulullah,
kemudian beliau berkata, “Siapa yang mau membeli barang ini?”
Ada yang menjawab, “Aku beli kedua barang itu seharga satu dirham”. Beliau
berkata, “Siapa yang berani menambah satu dirham?”. Ada yang menjawab. “Aku
berani membeli dua dirham”.
Barang tersebut diberikan Rasulullah. Kepadanya beliau mengambil dua dirham,
lalu memberikannya kepada Anshar tersebut dan berkata, “Satu dirham untuk
membeli makanan dan berikan kepada keluargamu, dan satu dirham untuk
membeli kampak kemudian bawa kemari”.
Orang tersebut membeli kampak dan membawanya kepada Rasulullah, lalu beliau
berkata ”Pergilah mencari kayu, kemudian juallah kayu itu dan kamu jangan
menampakkan dirimu dihadapan ku selama lima belas hari”. Orang itu
melaksanakan perintah itu, lalu ia datang membawa sepuluh dirham untuk
membeli baju dan makanan. Rasulullah berkata, “Yang begini lebih baik bagi mu
daripada kamu datang di hari kiamat dengan goresan titik-titik di wajahmu,
sesungguhnya minta-minta itu tidak pantas, kecuali bagi orang yang miskin, atau
orang yang punya utang yang berat, atau orang yang mempunyai tanggungan
diyat”.

B. Anjuran Rasulullah SAW untuk bekerja


- Rasulullah SAW. Bersabda :
“Tidak ada orang yang makan makanan yang lebih baik daripada hasil pekerjaan
tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s makan dari hasil
pekerjaannya sendiri”.
- Beliau bersabda:
“Sesungguhnya sebaik-baik yang di makan seseorang ialah dari hasil
pekerjaannya sendiri”

- Juga Beliau bersabda:


“Barang siapa meminta kepada kami, ia akan kami beri, dan barang siapa
yang mencukupi keperluannya sendiri, ia di beri kecukupan oleh Allah,
dan barang siapa tidak meminta kepada kami, ia lebih kami sukai”

- Beliau pun bersabda:


“Jika seorang dari kami membawa tali, lalu membawa seikat kayu di atas
punggungnya, kemudian ia jual kayu tersebut, lalu Allah menutupi
malunya, maka yang demikian itu lebih baik baginya daripada meminta-
minta kepada sesama manusia, baik mereka itu memberi atau menolak
permintaannya.”

- Rasulullah SAW bersabda:


“Tiadalah seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ada burung
atau manusia atau binatang memakan buah tanamannya, maka yang
demikian itu menjadi sedekah baginya.”

- Rasulullah SAW. Bersabda:


“Sebaik-baiknya orang di antara kamu ialah orang yang tidak
meninggalkan akhiratnya karena dunianya dan tidak meninggalkan dunia
karena akhiratnya.”

- Beliau telah bersabda:


“Pahala seseorang yang berusaha untuk menolong janda dan orang miskin
adalah seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dan seperti pahala
orang yang shalat di waktu malam yang tidak mempedulikan
kelelahannya, dan seperti pahala orang yang berpuasa tidak berbuka(puasa
terus-menerus).”

- Juga Rasulullah SAW telah bersabda:


“Jika kiamat datang sedang di tangan seseorang di antara kamu ada bibit
pohon kurma, apabila ia masih sempat menanamnya, tanamlah pohon itu.”

- Beliau bersabda:
“Usaha yang paling baik ialah usaha orang yang bekerja dengan
ikhlas(bersih).”

- Rasulullah SAW bersabda:


“Sesungguhnya sebaik-baiknya usaha ialah usaha para pedagang, yang
apabila mereka berkata, tidak berdusta, apabila mereka diam anahi, tidak
berkhianat, apabila mereka berjanji, tidak menyalahi, apabila mereka
menjual, tidak memuji dagangannya, apabila mereka mempunyai utang,
tidak menunda-nunda, dan apabila mereka mempunyai piutang,tidak
mempersukar.”
- Beliau bersabda lagi:
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang di antara kamu yang apabila
mengerjakan sesuatu pekerjaan, dia rapikan pekerjaannya itu.”

Dalam sebuah hadits dikatakan:


“Rasulullah SAW.keluar menuju ke pasar dan beliau membeli keperluan
untuk keluarganya. Ketika ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, “Jibril
telah memberitakan kepadaku, barang siapa yang berusaha keras karena
keperluan keluarganya agar dia tidak meminta-minta kepada orang lain,dia
berada di (jalan) Allah.”