Anda di halaman 1dari 3

Dokter yang Ideal

Oleh : Welhelmina Bendelina Lobo


NIM : 102015107

Dokter adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang
sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter
diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Pada saat
kita atau anggota keluarga kita sedang sakit, yang ada di benak kita adalah pergi ke dokter untuk berobat,
pergi ke rumah sakit, pergi ke pengobatan alternatif atau membeli obat-obatan untuk berobat sendiri jika
memungkinkan secara situasi dan kondisi. Sebaiknya jika pergi ke dokter jangan asal pilih dokter mana
saja karena secara kualitas setiap dokter itu berbeda-beda. Tinggal kita pilih yang terbaik sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi ekonomi kita. Sebagai mahasiswa kedokteran yang dibesarkan dalam lingkungan
keluarga yang sederhana saya begitu memahami dan merasakan betapa sulitnya menjadi warga menengah
kebawah. Akses pengobatan yang bermutu menjadi barang mewah bagi warga kelas tersebut. Yang
menjadi satu-satunya pilihan yang realistis dan ekonomis adalah pelayanan puskesmas, akan tetapi
pelayanan di banyak puskesmas yang selama ini diberikan jauh dari pelayanan ideal.

Menjadi seorang dokter artinya sudah siap masuk dalam tugas yang cukup berat. Karena ilmu
yang dipelajari oleh seorang dokter adalah ilmu yang menyangkut kesehatan dan keselamatan nyawa
manusia. Yang artinya tidak ada satu pun ilmu yang main-main yang di pelajari oleh setiap dokter. Semua
ilmu tersebut berazaskan satu hal yaitu nyawa manusia. Bukan hal yang mudah untuk menjadi terampil
sebagai seorang dokter tentunya. Menjadi seorang dokter mengajarkan betapa berharganya nyawa
manusia itu, dan betapa banyaknya hal-hal yang belum tentu diketahui oleh profesi-profesi lain mengenai
diri manusia itu sendiri dan yang pasti mengajarkan betapa luar biasanya Tuhan Yang Maha Esa yang
mampu menciptakan manusia dengan detil dan sesempurna ini. Menjadi seorang dokter juga menjadi
sebuah ibadah dengan melayani makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Untuk menemukan dokter yang baik di jaman sekarang ini bisa dibilang gampang-gampang
susah. Mungkin sebelum kita menentukan dokter mana yang akan kita percaya untuk memeriksa tubuh
kita ini, kita harus melakukan survey, seperti bertanya pada orang yang mungkin sudah tau persis kualitas
dokter tersebut, mencoba pergi ke dokter yang sudah cukup terkenal, atau di jaman yang sudah canggih
ini kita mungkin akan mencari informasi lewat internet, dan lain sebagainya. Tetapi sebenarnya seperti
apakah dokter yang ideal itu? Apakah Dokter yang pintar? Rasa empati yang tinggi? Dokter yang ramah?
Tarif yang murah? Tempat praktek yang bagus?

Dokter yang ideal adalah dokter yang mampu memulihkan mental pasien, dengan mampu
memotivasi pasien agar memiliki semangat untuk sembuh, menghibur dan menghilangkan pikiran-pikiran
negatif pasiennya. Memberi pencerahan sehingga memiliki harapan yang besar untuk bisa sembuh
walaupun penyakit yang diderita cukup berat. Pada situasi tertentu, dokter yang baik selalu menolong
pasien secara sukarela tanpa memungut bayaran. Jika pasien yang datang berasal dari golongan miskin,
maka dokter tidak akan membebani pasien dengan biaya pengobatan yang tak terjangkau, bahkan
seringkali bebas biaya. Dokter yang baik dan berperikemanusiaan tahu kapan harus mencari uang dan
kapan harus menolong tanpa pamrih. Ingatlah seorang dokter adalah ‘pelayan’ bagi masyarakat, bukan
memanfaatkan profesi yang ia miliki untuk kepentingan pribadinya sendiri. Dokter yang sebenar-
benarnya adalah peduli, penuh pengabdian, dan bukan semata-mata mencari uang. Jika tujuan utama
menjadi dokter adalah untuk mencari uang, lebih baik berhenti menjadi dokter dan jadilah seorang
pengusaha. Dokter yang seperti inilah yang sangat diperlukan di daerah terpencil. Dokter tidak pernah tau
kapan dan dimana ada orang sakit, karena dia bukan peramal. Oleh sebab itu, seorang dokter harus selalu
siap dihubungi dan membantu siapa saja. Sudah menjadi resiko, harus siap melayani pasien kapan pun
dan di mana pun. Dokter yang baik akan memberikan nomor telepon yang mudah dihubungi serta siap
menjawab pertanyaan pasien yang datang tiba-tiba. Dokter pun juga harus siap rumahnya didatangi pasien
pada saat di luar jam kerja, bahkan di tengah malam sekalipun.

Seorang dokter harus mencintai profesinya. Jika dia murah senyum, ramah, sabar, telaten, teliti,
pandai mengambil hati, rajin, tidak gampang bete, ikhlas, dan semacamnya, itu tanda yang menunjukkan
dokter yang mencintai pekerjaannya. Pada kondisi tertentu bisa saja ciri tersebut tidak muncul, seperti
ketika sedang capek, sedang ada masalah, atau pasiennya sangat menyebalkan, dan sebagainya.

Tidak jarang dokter akan didatangi pasien dengan luka parah, berdarah, dan sejenisnya. Disaat ini
lah dokter tidak boleh memperlihatkan rasa jijik pada pasien apapun situasinya. Dokter yang takut dengan
darah, takut tertular penyakit, takut dengan fisik pasien yang buruk, dan sebagainya, itu menunjukkan
dokter yang gampang jijik. Dokter yang baik harus bisa mengesampingkan rasa marah, rasa takut, rasa
jijik, rasa malu, dan semacamnya saat melaksanakan tugas mulia yang sedang diemban. Saat dalam
situasi gawat darurat dokter yang baik tetap mampu bersikap tenang dan tidak emosi. Dokter juga harus
bisa menenangkan pasien dan orang lain yang ada di sekitarnya. Di saat yang genting dokter harus
mampu bekerja sesuai prosedur dan cepat mengambil keputusan dalam menentukan tindakan. Tidak ada
kata menyerah untuk seorang Dokter. Terkadang ada beberapa pasien yang sulit memahami penjelasan
yang diberikan oleh dokter, disinilah peran pentingnya komunikasi antara dokter dengan pasien. Percuma
saja bila dokternya pintar namun tidak bisa menyampaikan dengan baik apa yang harus diketetahui oleh
pasien beserta keluarganya. Ini bisa bisa menyebabkan salah paham dan menimbulkan keraguan.
Lakukanlah yang terbaik untuk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan serupa dengan Tuhan ini.
Dokter harus percaya dan yakin bahwa ia bukanlah seorang yang menyembuhkan, akan tetapi Allah lah
yang mempunyai kuasa penyembuhan. Sadar bahwa ia hanyalah manusia yang ditakdirkan oleh Allah
untuk menjadi media penyembuh bagi orang-orang yang sakit, karena itu ia selalu bertakwa kepada Allah
dan bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaannya.

Namun demikian perlu diingat bahwa dokter hanya sebagai perantara saja untuk mencapai suatu
kesembuhan dari penyakit dan gangguan kesehatan. Yang dapat memberikan izin sembuh atas semua
masalah kesehatan kita adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sebagus apapun dokternya, jika Tuhan tidak
mengizinkan sembuh, maka kita tidak akan mendapatkan kesembuhan seperti yang kita harapkan. Dengan
begitu jangan salahkan dokter apabila sudah bekerja sesuai kemampuan, namun hasilnya jauh dari
keinginan kita. Percayalah bahwa semua yang terjadi entah itu baik atau buruk, semua itu merupakan
kehendak Tuhan, yang akan indah pada waktunya. Sebab Tuhan tidak akan memberi ular beracun pada
yang minta roti. Cobaan yang kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita.
Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Dokter / (post on 6th August, 2015 at 07.11) diakses pada tanggal


10 September 2015

Seven (7) Star Doctor. http://ayuwulandr.tumblr.com/ (post on March 18th , 2012 at 2:23 PM)
diakses pada tanggal 10 September 2015