Anda di halaman 1dari 4

PEDOMAN

SURVEY MAWAS DIRI (SDM)

DINAS KESEHATAN BOJONEGORO


UPTD PUSKESMAS TANJUNGHARJO
TAHUN 2018
PANDUAN SURVEY MAWAS DIRI (SMD)

A. Latar Belakang
Peran dan fungsi Puskesmas dalam penyelenggaraan Upaya Kesehatan
Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan seyogyanya senantiasa
memperhatikan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna pelayanan.Selain itu
diperlukan juga adanya masukan dan evaluasi terhadap kinerja Puskesmas
untuk digunakan dalam upaya perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.Oleh
karena itu diperlukan suatu sistem untuk mendapatkan analisa terhadap
kebutuhan dan harapan masyarakat serta umpan balik terhadap kinerja
Puskesmas.
B. DIFINISI
Survey Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian
masyarakat kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat
setempat dibawah bimbingan kepala Desa/Kelurahan dan Petugas Kesehatan
(Petugas Puskesmas, Bidan di Desa).
Survey Mawas Diri adalah pengenalan, pengumpulan, pengkajian masalah
kesehatan pekerja untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pekerja
mengenai kesehatan kerja.
C. Tujuan
Tujuan pelaksanaan survei adalah untuk mengetahui harapan dan keinginan
masyarakat sebagai pengguna layanan di Puskesmas Tanjungharjodan
meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas Tanjungharjo Panduan ini
digunakan untuk memberikan panduan kepada petugas tentang cara
melaksanakan survei terhadap masyarakatuntuk mendapatkan umpan balik
terhadap kinerja Puskesmas.
D. Sasaran
Sasaran panduan ini adalah petugas Puskesmas sebagai pelaksana
pengambilan data melalui survei serta pelanggan Puskesmas sebagai
responden dari survei.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Survey Mawas Diri (SMD), adalah mencakup aspek-aspek
sebagai berikut:

1. Mengenali, mengumpulkan data dan mengkaji masalah kesehatan yang ada


di desa.
2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat di desa untuk mengetahui masalah
kesehatan.
3. Menginventarisasi potensi yang ada di desa yang dapat digunakan untuk
mengatasi permasalahan kesehatan.
F. Batasan Operasional
Survei Kepuasan Masyarakat menurut Permenpan adalah pengukuran secara
komprehensif kegiatan tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari
hasil pengukuran atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari
penyelenggara pelayanan publik .
Survei Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Bangkingandilaksanakan kepada
pelanggan/pengunjung yang datang ke Puskesmas Bangkinganuntuk menilai
kepuasan terhadap pelayanan yang telah diterima. Survei dilakukan
berkesinambungan sekurang kurangnya satu kali dalam setahun.
G. TATA LAKSANA SURVEY
Adapun tatalaksana Survey Mawas Diri, adalah sebagai berikut :
1. Mengumpulkan informasi tentang masalah kesehatan di desa wilayah kerja
Puskesmas.
2. Mengenali masalah kesehatan di desa wilayah kerja Puskesmas.
3. Membuat surat pemberitahuan kepada Kepala Desa di wilayah kerja
Puskesmas.
4. Mengirim surat pemberitahuan kepada Kepala Desa di wilayah kerja
Puskesmas.
5. Membuat presensi.
6. Membuat formulir pengumpulan data.
7. Mengumpulkan data dengan profil dari desa di wilayah kerja Puskesmas.
8. Mengkaji masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
9. Petugas kesehatan menentukan waktu pelaksanaannya
10. Menentukan cara pelaksanaan Survey Mawas Diri (kunjungan rumah tangga
(pemetaan), wawancara, diskusi, obeservasi/diskusi kelompok terarah
dengan perwakilan masyarakat).
11. Menentukan perumusan masalah Survey Mawas Diri (pengolahan data).
12. Melaksanakan evaluasi hasil Survey Mawas Diri.
13. Membuat Rencana Tindak Lanjut.
14. Melaksanakan Tindak Lanjut.
15. Melaksanakan pendokumentasian hasil Survey Mawas Diri.
16. Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan.
H. DOKUMENTASI
Adapun dokumentasi hasil pelaksanaan Survey Mawas Diri dituangkan dalam
sistim pendokumentasian sebagai berikut :
1. Format pengumpulan dan pengkajian data.
2. Dokumen laporan hasil kajian/analisa data hasil Survey Mawas Diri.
3. Dokumen rencana tindak lanjut.
4. Dokumen hasil pelaksanaan tindak lanjut
5. Notulen.