Anda di halaman 1dari 18

PENYEDIA BARANG DAN JASA KELISTRIKAN

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TAMBAKBOYO
2018
LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL TEACHING FACTORY

PENYEDIA BARANG DAN JASA KELISTRIKAN

Diajukan Dalam Rangka PendirianTeaching Factory


Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik
SMK Negeri 1 Tambakboyo

Tambakboyo, 23 Juli 2018


Disahkan oleh, Dibuat oleh,
Wakil Kepala Sekolah Kepala Kompetensi Keahlian
Hubungan Masyarakat dan Industri Teknik Instalasi Tenaga Listrik

ALHAURA NABIGHATUL ULA, S.T. DWI ARI WAHYUDI, S.T.

Mengetahui,
Kepala SMK N 1 Tambakboyo

Dra. RATNA AYUMILIA, S.Pd


Pembina Utama Muda
NIP. 19640621 198903 2 010
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas limpahan taufik hidayah,rahmat serta
karuniaNya. Kami tim pengembang program Teaching Factory di SMK Negeri 1
Tambakboyo telah menyusun proposal program pelaksanaan Teaching Factory. Proposal
program pelaksanaan Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo merupakan
perwujudan harapan kami agar program itu bisa dilaksanakan di sekolah kami, sehingga
harapan kami kepada pihak yang berkompeten dan berwewenang dengan program tersebut
mohon perkenannya dapat menyetujui dan mengabulkan proposal ini. Demikina kiranya tim
pengembang program pelaksanaan Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo
menyampaikan banyak terimakasih atas segala perhatian, bantuan, dan kerjasamanya
terhadap SMK Negeri 1 Tambakboyo untuk dapat melaksanakan program Teaching Factory,
ungkapan terimakasih ditujukan kepada yang terhormat:
1. Direktur PSMK di Senayan Jakarta
2. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur
3. Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah 5
4. Semua pihak yang telah mendukung kami
Proposal program pelaksanaan Teaching Factory yang kami susun merupakan informasi
awal, gambaran pelaksanaan program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo,
sehingga dengan harapan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mendapat persetujuan
dari pihak yang terkait. Atas perkenannya semoga Allah SWT dapat memberikan kebaikan
kepada kita. Amin.

Tambakboyo, 23 Juli 2018


Penyusun
PROFIL TEACHING FACTORY

A. Deskripsi Umum
Nama unit kerja : SMK Negeri 1 Tambakboyo
Tanggal berdiri : 01 September 2009 sesuai dengan SK Bupati Kabupaten Tuban,
SK nomor 188.45/191/KPTS/414.012/2009, Tanggal 01 September
2009
Alamat : Jl. Sawir No. 09, Desa Sawir,Kecamatan Tambakboyo,
Kabupaten Tuban, ProvinsiJawa Timur
E-mail : smeksata@gmail.com
Jenis kerja : Teaching Factory
Produk : Penyedia Barang dan Jasa Kelistrikan

B. Riwayat Unit Kerja


Teaching Factory merupakan perpaduan konsep pembelajaran berbasis kompetensi
dan berbasis produksi, terutama di bidang jasa. SMK Negeri 1 Tambakboyo merupakan
lembaga pelaksana program Teaching Factory khususnya untuk Kompetensi Keahlian
Teknik Instalasi Tenaga Listrik dengan Bidang Penyedia Barang dan Jasa Kelistrikan.

C. Visi dan Misi Unit Kerja


1. Visi
“Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing didunia kerja
yang dilandasi Iman dan Taqwa”
2. Misi
Menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan dengan prinsip mengembangkan
kemampuan secara profesional, memiliki optimalisasi kerjasama dengan industri dalam
rangka meningkatkan kualitas lulusan, yang berdaya saing lebih optimal berlandaskan
Iman dan Taqwa.
D. Struktur Organisasi

PEMBINA

Dra. RATNA AYUMILIA, S.Pd


NIP. 19640621 198903 2 010

KEPALA UNIT KERJA


DWI ARI WAHYUDI, S.T

DU/DI/INSTANSI PASANGAN Ka. BENGKEL TITL

GURU PRODUKTIF TEKNISI / TOOLMAN

SISWA
E. Jenis Usaha yang Dikelola
Teaching Factory SMK Negeri 1 Tambakboyo bergerak di bidang Penyedia Barang dan Jasa
yakni:
1. Bidang Penyedia Barang Kelistrikan:
A. Penjualan Bahan-Bahan Instalasi Listrik
B. Penjualan Peralatan Instalasi Listrik
2. Bidang Jasa Kelistrikan :
A. Jasa Instalasi Listrik Bangunan Rumah dan Gedung
B. Jasa Pembuatan Panel Listrik
C. Jasa Pembuatan Trainer Kelistrikan
Hal itu disesuaikan dengan kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang ada di
SMK Negeri 1 Tambakboyo.

F. Lingkungan Usaha
Di SMK Negeri 1 Tambakboyo jenis usaha yang ditonjolkan yakni di bidang
penyedia barang/jasa dengan pemikiran bahwa di bidang tersebut, memiliki peluang yang
sangat bagus dengan modal yang cukup. Usaha di bidang kelistrikan sangat penting karena
listrik sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat dan pelaku usaha/industri.

G. Kondisi Pasar
SMK Negeri 1 Tambakboyo berada di wilayah Kecamatan yang berpotensi besar
dalam pemasaran unit produksi dan jasa kami. Kami selalu membuat inovasi-inovasi baru
yang lebih efektif dan efisien dengan pelayanan prima terhadap customer. Dengan ini kami
yakin jasa yang kami miliki akan mampu bersaing.

H. Rencana Pemasaran
Berbagai jenis usaha produk SMK Negeri 1 Tambakboyo dengan usaha barang dan
jasa yang sudah kami rencanakan memiliki pelanggan tetap, maka kami akan memasarkanya
dengan membuat brosur, spanduk, website, onlineshop, door to door ke instansi-instansi lain,
ke masyarakat, bazaar, ikut serta dalam suatu event-event keramaian dan akan mendirikan
stand.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada saat ini pendidikan kejuruan sedang dihadapkan dengan permasalahan yang
serius yaitu tidak terserapnya lulusan SMK oleh industri. Dalam UU No. 20 tahun 2003, bab
2, pasal 3 sudah dirumuskan bahwa “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta
bertanggung jawab”. Merujuk pada fungsi pendidikan di atas, maka peningkatan keahlian
sumber daya manusia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan
zaman yang semakin global. Pendidikan merupakan ujung tombak dalam peningkatan
kualitas sumber daya manusia, maka pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan harus
berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas. Upaya pengembangan tersebut
harus terprogram dan melalui jalur yang tepat agar yang dihasilkan benar-benar bermutu dan
kompeten serta bisa bersaing dalam dunia global. Sebagaimana kita ketahui bersama bahan
SMK adalah lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai lembaga pencetak tenaga terampil
dan kompeten di bidangnya harus bisa selaras dengan kebutuhan dunia industri untuk bisa
bersaing. Oleh karena itu peningkatan sumber daya manusia (skill/keahlian) harus menjadi
prioritas utama dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya.
Rendahnya kualitas lulusan SMK dapat berakibat produktivitas tenaga kerja
menengah yang terampil di dunia industri semakin terpuruk. Kepercayaan dunia industri
semakin berkurang sehingga lulusan yang terserap juga sedikit. Banyak faktor yang menjadi
penyebab baik internal maupun eksternal, diantaranya adalah kurangnya sarana dan prasarana
pendidikan, kurangnya biaya pendidikan, kurangnya kinerja guru, dan rendahnya kualitas
guru. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat berakibat SMK tidak siap dalam
menghasilkan lulusan yang berkualita, seharusnya SMK dalam pelaksanaan pendidikannya
mengutamakan pendidikan skill para siswanya. Untuk mencapai hal tersebut SMK harus
memprioritaskan pengembangan system pendidikan yang berorientasi pada peningkatan
lulusan yang benar-benar profesional, memiliki etos kerja, disiplin, dan berkarakter. Untuk
mewujudkan tujuan tersebut, maka pendidikan yang paling sesuai adalah pendidikan yang
berorientasi pada dunia industri. Oleh karena itu SMK harus bisa mencari satu model
pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan harapan dunia industri. Salah satu model
pembelajaran yang cocok adalah dengan menerapkan Teaching Factory dalam proses belajar
di SMK. Program Teaching Factory(TEFA) merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah
ada yaitu, Competence Based Training (CBT), dan Project Based Training (PBT), dalam
pengertiannya bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan
dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya. Untuk
menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan dunia industri (pasar/konsumen). Teaching
Factory merupakan model pembelajaran yang berorientasi kepada bisnis dan produksi.
Aplikasi program Teaching Factory adalah dengan cara memadukan konsep bisnis dan
pendidikan kejuruan sesuai dengan kompetensi keahlian yang relevan, misalnya pada
kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik melalui kegiatan Instalasi Listrik dan pembuatan
panel yang dikerjakan oleh siswa.
Sebagai perwujudan nyata/implementasi dari program Teaching Factory SMK Negeri 1
Tambakboyo menerapkan konsep Teaching Factory dalam kegiatan pemebelajaran sekolah.
Untuk mendukung program ini SMK Negeri 1 Tambakboyo bermitra dengan:

 CV. BOLOSEWU ENERGY


 GRANADA PROPERTY

Dalam penyelanggaraan kegiatan Teaching Factory melibatkan guru dan siswa. Melalui
metode ini siswa dan guru mendapat pengalaman langsung karena didampingi oleh instruktur
yang sudah berpengalaman dari pihak industri. Program Teaching Factory merupakan
langkah positif yang ditawarkan olehpihak SMK Negeri 1 Tambakboyo kepada siswa dan
orang tua/wali murid untuk mengembangkan jiwa enterpreneur, dengan harapan siswa
lulusan SMK Negeri 1 Tambakboyo dapat langsung masuk dunia kerja.
B. Maksud dan Tujuan
Implementasi program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo merupakan
kegiatan pembelajaran dimana para siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi baik
berupa barang maupun jasa di dalam lingkungan sekolah. Barang atau jasa yang dihasilkan
memiliki kualitas sehingga memiliki nilai jualdan diterima oleh masyarakat atau konsumen.
Adapun yang menjadi tujuan program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kompetensi lulusan
2. Meningkatkan jiwa enterpreneurship lulusan
3. Menghasilkan produk barang atau jasa yang memiliki nilai tambah
4. Meningkatkan sumber pendapatan sekolah
5. Meningkatkan kerja sama dengan indusatri atau dunia bisnis yang relevan

C. Rencana Pelaksanaan
Pelaksanaan program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo,
mengaplikasikan kegiatan pembelajaran dan kegiatan produksi secara seimbang sehingga
siswa memiliki bekal pengetahuan dan skill yang memadai untuk menghadapi dunia kerja
yang semakin ketat persaingannya. Bidang-bidang kegiatan Teaching Factory di SMK
Negeri 1 Tambakboyo adalah sebagai berikut:
 Bidang Bisnis Penyedia Barang dan Jasa
Bidang bisnis jasa yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tambakboyo yang berkaitan dengan
program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik.

D. Tim Pelaksana
1. Susunan tim pengembang program Teachimg Factory SMK Negeri 1 Tambakboyo adalah
sebagai berikut:
 Pembina : Dra. Ratna Ayumilia, S. Pd( Kepala SMK Negeri 1 Tambakboyo)
 Penaggung jawab : Dwi Ari Wahyudi, S.T. (Kepala Kompetensi Keahlian Teknik
Instalasi Tenaga Listrik)
 Administrasi dan Keuangan : Happy Latifur Rizal Perdananda, S.Pd.
 Operasional : Wijunarno
2. Mitra dunia usaha dan dunia industri
 CV. BOLOSEWU ENERGY
 GRANADA PROPERTY
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Mekanisme/Strategi pelaksanaan
1. Manajemen
Sebagai tahap awal untuk pelaksanaan program Teaching Factory diSMK Negeri 1
Tambakboyo membentuk tim pengembang program Teaching Factory dengan susunan
sebagai berikut:
 Pembina : Dra. Ratna Ayumilia, S. Pd( Kepala SMK Negeri 1 Tambakboyo)
 Penaggung jawab : Dwi Ari Wahyudi, S.T. (Kepala Kompetensi Keahlian Teknik
Instalasi Tenaga Listrik)
 Administrasi dan Keuangan : Happy Latifur Rizal Perdananda, S.Pd.
 Operasional : Wijunarno
Tim ini bekerja dari mulai mencari informasi tentang pelaksanaan program Teaching Factory
melalui kegiatan study literature dan observasi beberapa sekolah yang telah melaksanakan
program itu. Setelah mendapatkan beberapa informasi dan penjelasan, tim menyusun
proposal permohonan untuk mendapatkan program Teaching Factory. Selanjutnya sebagai
langkah persiapan pelaksanaan program Teaching Factory, tim bekerja mengadakan
sosialisasi kepada jajaran dewan guru, para siswa dan orangtua/wali murid. Melalui tahapan
sosialisasi diharapkan semua stage holder mendapatkan pemahaman tentang pengertian
Teaching Factory, manfaat Teaching Factory dan bagaimana sistem pengelolaannya.
Diharapkan dengan tahap sosialisasi ini mereka memiliki motivasi bahwa Teaching Factory
sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK Negeri 1 Tambakboyo, dengan
demikian semua stage holder secara bersama-sama termotivasi untuk dapat melaksanakan
program Teaching Factory. Tahapan selanjutnya setelah tim melaksanakan kegiatan
sosialisasi langkah berikutnya tim menyusun perencanaan-perencanaan pelaksanaan program
Teaching Factory yang menyentuh untuk kepentingan guru dan kepentingan siswa. Hal itu
perlu dilaksanakan karena Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang pada
prinsipnya perpaduan antara Competence Based Training (CBT) dan Project Based Training
(PBT). Dengan demikian untuk semua guru mata pelajaran diharapkanm engintegrasikan
Teaching Factory pada perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran sehingga
seluruh mata pelajaran dapat salingmendukung dan menunjang bahwa Teaching Factory
merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas kompetensi
siswa khususnya pada kompetensi skill. Bagi guru-guru produktif penekanan
pembelajarannya siswa harus lebih banyak mendapatkan alokasi waktu untuk kegiatan
praktik, karena esensi program Teaching Factory berada pada intensitas dan kapasitas siswa
melakukan praktek baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan industri. Dengan
demikian siswa betul-betul dibentuk dan dilatih segi kompetens iskillnya, etos kerjanya,
disiplin kerja, budaya kerja. Secara intensif kegiatan itu dilakukan dan berulang sehingga
kualitas lulusan sesuai dengan harapan dunia industri sehingga lulusannya akan mudah
diserapoleh dunia kerja.
Selama pelaksanaan program Teaching Factory agar tidak menyimpang dari
indikator-indikator tujuan kegiatan Teaching Factory perlu ada pengawasan. Pengawasan
dilakukan oleh kepala sekolah dan oleh ketua tim pengembang untuk mengukur sudah
seberapa banyak pelaksanaan program Teaching Factory telah dicapai, dan berapa banyak
pula program Teaching Factory yang belum dilaksanakan. Evaluasi ini dengan tujuan berapa
persen tingkat ketercapaian tujuan program Teaching Factory yang telah dilaksanakan,
selanjutnya untuk mengetahui kendala – kendala yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Sebagai tindak lanjut kegiatan evaluasi perlu ada kajian prediksi serta solusi terhadap
kendala–kendala yang menghambat terlaksananya program Teaching Factory sehingga pada
beberapa waktu yang akan datang program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo
dapat dilaksanakan secara utuh sesuaidengan target yang telah ditetapkan.
Kegiatan pelaksanaan program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo
selanjutnya tim pengembang membuat laporan, sebagai bentuk pertanggung jawaban karena
program ini adalah program yang diamanatkan oleh direktorat PSMK kepada SMK Negeri 1
Tambakboyo.

2. Tempat praktik siswa


Sebagai pendukung pelaksanaan program Teaching Factory di SMKNegeri 1 Tambakboyo,
akan diadakan MoU (Memorandum of Understanding) dengan beberapa mitra dunia industri
sebagai berikut:
 CV. BOLOSEWU ENERGY
 GRANADA PROPERTY

3. Pola pembelajaran
Teaching Factory merupakan salah satu model pembelajaran sehingga seluruh guru
dan siswa dalam kegiatan pembelajarannya harus merujuk dan mengaju kepada indikator-
indikator Teaching Factory sebagaimodel pembelajaran. Intinya bahwa model pembelajaran
Teaching Factory guru bersama siswa harus bisa memadukan model pembelajaran
secaraserasi antara Competence Based Training (CBT) dan Project Based Training (PBT).
Para siswa setelah mendapat pembekalan dari guru-gurunya tentang pengetahuan teknis dan
lain-lain berikutnya para siswadiharapkan mampu mempraktekan ilmu yang didapat di ruang
kelas melalui kegiatan praktik di tempat-tempat praktik mitra dunia industri. Pada saat
kegiatan pembelajaran berlangsung di sekolah struktur kurikulum dunia industri dipadukan
struktur kurikulum sekolah sehingga tujuan-tujuan pembelajaran akan lebih luas, instruktur
dari dunia industry berkolaborasi dengan para guru untuk menyampaikan dalam
pembelajarantentang struktur kurikulum industri sehingga para siswa mendapat bekal yang
cukup karena mereka setelah mendapat bimbingan pelatihan dari instruktur dunia industri,
yang pada akhirnya pada saat siswa melaksankan praktik di lapangan mereka tidak lagi
merasa asing dengan dunia industri. Sistem pelaksanaan praktiknya dengan menerapkan
hasil-hasil yang jelas dan konkret artinya setiap siswa secara individu harus bisa
menghasilkan baik berupa barang produksi maupun jasa. Itulah yang menjadi tolok ukur
bahwa Teaching Factory berhasil ataukah tidak dicapai oleh setiap siswa.

4. Pemasaran
Sebagai tindak lanjut kegiatan Teaching Factory, karena siswa menghasilkan produk
barang atau jasa dan produknya itu sudah diupayakan sedemikian rupa untuk mencapai
standar mutu dunia industry yang sesuai dengan harapan konsumen. Hasil karya siswa berupa
barang produk dan kompetensi skill siswa yang telah mereka miliki perlu dipasarkan agar
bisa sampai ke tangan konsumen atau pelanggan dengan cara sebagai berikut:
a. Brosur
b. Spanduk
c. Website
d. Online shop
e. Door to door ke instansi-instansi lain dan ke masyarakat
f. Bazar
g. Ikut serta dalam suatu event-event keramaian dan akan mendirikanstand

5. Produk dan jasa


Program Teaching Factory pada prinsipnya menghasilkan lulusan yang berkompetensi
skill, sehingga para siswa dituntut oleh program itu untuk mampu membuat salah satu produk
atau mampu memberikan jasa pelayanan kepada para pelanggan sesuai dengan program
keahliannya masing-masing. Program Teaching Factorydi SMK Negeri 1 Tambakboyo lebih
diarahkan kepada usaha bidang perdagangan dan bidang jasa untuk lebih jelasnya seperti
terurai dibawah ini:
1. Bidang Penyedia Barang Kelistrikan:
C. Penjualan Bahan-Bahan Instalasi Listrik
D. Penjualan Peralatan Instalasi Listrik
2. Bidang Jasa Kelistrikan :
D. Jasa Instalasi Listrik Bangunan Rumah dan Gedung
E. Jasa Pembuatan Panel Listrik
F. Jasa Pembuatan Trainer Kelistrikan

6. Sumber daya manusia


Program Teaching Factorydi SMK Negeri 1 Tambakboyo dilaksanakan secara
terpadu antara tim pengembang program Teaching Factory, guru-guru, staf TU daninstruktur
dari dunia industri untuk lebih jelasnya dibawah ini sumberdaya manusia yang mendukung
terlaksananya kegiatan Teaching Factory:
1. Alhaura’ Nabighatul Ula, S.T (Humas dan Hubin)
2. M. Umar Said, M.Pd (Kurikulum)
3. Choirul Muhlis, S.Kom (Sarpras)
4. Nur Mufidah S.A, S.Pd (Bendahara)
5. Wijunarno (Teknisi/Laboran/Toolman)

7. Hubungan industri
Program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo dalam pelaksanaannya
mutlak harus ada hubungan kerja sama dengan industry industri.Karena melalui kurikulum
industri yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah agar tujuan yang diharapkan oleh
program Teaching Factory dapat tercapai yaitu lulusan memiliki kompetensi dan skill
secaraprofesional. Hubungan dengan industri dalam konteks Teaching Factorysifatnya
mutlak sehingga SMK Negeri 1 Tambakboyo menjalin kemitraan dengan dunia industri
sebagai sarana dan media pembelajaran.

8. Permohonan Bantuan Yang Dibutuhkan


a. Bahan-bahan Instalasi
b. Tangga
c. Alat Ukur

B. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Matriks rencana kegiatan dan waktu pelaksanaan kegiatan program Teaching Factory di
SMK Negeri 1 Tambakboyo
Agustus September Oktober
No. Kegiatan
I II III IV I II III IV I II III IV
Orientasi program
1
Teaching Factory

2 Penyusunan roposal
programTEFA
Sosialisasi
3 programTEFA
kepadaguru, siswa
Kegiatan
4 pelatihanprogram
TEFA
Pelaksanaan
5
rogramTEFA
Evaluasi program
6
TEFA
Tindak lanjut
7 evaluasi
programTEFA
Pelaporan
8 kegiatanprogram
TEFA
BAB III
EVALUASI PELAKSANAAN

Indikator Keberhasilan
Pelaksanaan program Teaching Factorydi SMK Negeri 1 Tambakboyokegiatannya dimulai
dari observasi, penyusunan proposal, sosialisasi, pelaksanaanprogram, evaluasi pelaksanaan.
Pada kegiatan evaluasi pelaksanaan diperlukan alat ukuryang relevan sebagai barometer
tingkat ketercapaian program. Pada saat melaksanakanevaluasi diperlukan beberapa indikator
yang terdiri dari:
1. Pada saat orientasi dan observasi program sebagai indikatornya berapa
banyakinformasi yang didapat tentang pelaksanaan program Teaching Factory
2. Pada saat penyusunan proposal harus merujuk kepada juknis pembuatan
proposalprogram Teaching Factory
3. Pada saat pelaksanaan program Teaching Factory, kegiatan awal yang
dilakukanpenyusunan perencanaan sebagai indikatornya lengkap tidaknya
substansiprogram pelaksanaan
4. Pada saat implementasi yang berkaitan dengan pembelajaran sebagai
indikatornyadiantaranya rencana pelaksanaan pelajaran yang dibuat guru, lembar
observasikunjungan kelas. Sehingga kesimpulannya apakah guru telah membuat
rencanadan pelaksanaannya sudah ataukah belum mengintegrasikan program
Teaching Factory
5. Yang berkaitan dengan siswa indikator tingkat keberhasilannya diukur
dengankompetensi yang mereka capai
6. Yang berkaitan dengan hasil produk apakah secara kuantitas mencapai target
atautidak. Secara kualitas apakah produknya memenuhi standar kebutuhan
konsumenatau tidak
7. Yang berkaitan dengan produk jasa sebagai indikatornya banyak sedikitnyakonsumen
yang menggunakan jasa para siswa sesuai dengan program keahliannyamasing-
masing
BAB IV
PENUTUP

Program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo yang dimulai dari kegiatan
orientasi dan observasi pembuatan proposal, penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi sesungguhnya ada beberapa harapan yang ingin dicapai diantaranya:
1. Guru dan siswa memiliki pengetahuan dan wawasan tentang konsep teaching factory
2. Dengan adanya program Teaching Factory diharapkan sarana dan prasarana
pendidikan akan lebih lengkap
3. Melalui kegiatan program Teaching Factory diharapkan kompetensi guru lebih
profesional lagi, kompetensi dan skill para siswa lebih meningkat
4. Diharapkan meningkatnya kualitas para siswa untuk memproduksi barang atau jasa
5. Sehingga lulusan dari SMK Negeri 1 Tambakboyo setelah melaksanakan program
teaching factory dapat diserap semaksimal mungkin di dunia kerja
6. Dengan program Teaching Factory di SMK Negeri 1 Tambakboyo kemitraan dengan
pihak dunia industri lebih meningkat kembali
7. Harapan berikutnya lapangan pekerjaan dan pasar kerja bagi lulusan SMK Negeri 1
Tambakboyo peluangnya lebih luas
8. Pada akhirnya tujuan yang final para siswa mampu bersaing di era global
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai