Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAKSI

Gunung Merapi di Yogyakarta adalah salah satu gunung yang aktif dan termasuk
dalam daerah bencana. Gunung tersebut mengeluarkan banjir lahar yang kemudian
menyebabkan terjadinya aliran debris. Aliran debris tersebut mengalir ke hilir dengan
jumlah yang sangat besar bersama dengan limpasan akibat curah hujan deras yang
mengangkut endapan material sedimen dan longsoran tebing, lembah atau bukit. Upaya
pengendalian banjir sedimen tersebut adalah dengan cara membuat bangunan sabodam
sehingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan sekitar. Produksi besi dan
baja di Indonesia semakin meningkat. Hasil sisa peleburan bijih besi pun jumlahnya
semakin besar. Pemanfaatan limbah baja (steel slag) sebagai bahan bangunan menjadi salah
satu alternatif cara pengolahan limbah menjadi produk bar yang bermanfaat. Limbah baja
(steel slag) yang memiliki berat jenis hingga 3,6 diharapkan menjadikan bangunan
sabodam menjadi lebih kuat menahan material sedimen. Selain itu nilai berat jenis yang
lebih besar dibandingkan material kerikil bisa diharapkan menjadikan bangunan sabodam
tidak lagi berbentuk sangat besar.
Salah satu parameter suatu beton adalah kuat tekannya. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui pengaruh prosentase penambahan limbah baja sebagai bahan pengganti
agregat kasar pada campuran beton terhadap kuat tekan, modulus elastisitas dan
penyerapan air. Dalam penelitian ini benda uji dibuat dengan tambahan subtitusi limbah
baja sebagai pengganti agregat kasar dengan prosentase 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%
and 70% terhadap berat agregat kasar yang digunakan pada campuran. Benda uji berupa
silinder dengan diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm dengan jumlah benda uji 3 buah pada
masing-masing variasi. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian yang dilakukan adalah
pegujian kuat tekan dan tegangan-tegangan dengan menggunakan alat Compressing Test
Machine, serta pengujian daya serap air. Seluruh pengujian dilakukan setelah seluruh benda
uji silinder beton berumur 28 hari. Penelitian ini menggunakan Mix Design dengan metode
SNI 03-2847-2000.
Dari rangkaian penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang kemudian
dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa penambahan
komposisi limbah baja sebagai substitusi agregat kasar akan menyebabkan nilai kuat tekan
beton semakian meningkat, terlihat pada hasil analisis secara regresi linear pada grafik kuat
desak rata-rata bahwa diperoleh persamaan y = 5,568x + 27,72 dan didapatkan nilai R
sebesar 0,647. Pada penelitian ini diperoleh nilai kuat tekan tertinggi yaitu terdapat pada
variasisubstitusi 60% steel slag dengan kuat tekannya sebesar 32,72 MPa. Dan hasil
pengujian tegangan-regangan diperoleh nilai modulus elastisitas yang menunjukkan bahwa
penambahan komposisi limbah baja sebagai substitusi agregat kasar akan menyebabkan
nilai modulus elastisitas beton semakin meningkat, terlihat pada hasil analisis secara regresi
linear grafik modulus elastisitas rata-rata bahwa diperoleh persamaan y = 5674,x + 21333
dan didapatkan nilai R sebesar 0,760. Hasil pengujian daya serap air menunjukkan bahwa
penambahan komposisi limbah baja sebagai substitusi agregat kasar akan menyebabkan
nilai modulus elastisitas beton semakin menurun, terlihat pada hasil analisis secara regresi
linear pada grafik daya serap air bahwa diperoleh persamaan y = -2,141x + 3,437 dan
didapatkan nilai R sebesar 0,661. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa material
limbah baja dapat digunakan sebagai pengganti material kerikil dalam campuran beton
khususnya pada beton sabodam dengan peninjauan pertimbangan lebih lanjut.

Kata kunci : Gunung Merapi, Sabodam, Aliran Debris, Limbah Baja, Kuat Tekan,
Compressing Test Machine, Modulus elastisitas, Daya serap air, Beton
ABSTRACT

Merapi Mountain in Yogyakarta is one pf the active volcanoes and included in the
disaster area. The volcano is issuing a flood of lava which then caused the debris flow. The
debris flow flows to downstream with large quantities along with large quantities along
with runoff due to heavy rainfall which control the sediment is by means sbodam
constructions so that it does not cause damage to the surrounding environment. Iron and
steel production in Indonesia has increased. The rest of the materials is an alternative way
of processing waste into useful new products. Steel slag which has a specific gravity of up
to 3.6, is expected makes the sabodam contructions become stronger to resist sediment
materials is an alternative way of processing waste into useful new products. Steel slag
which has a specific gravity of up to 3.6, is expected makes the sabodam constructions
become stronger to resist sediment material. In addition, the value of specific gravity which
greater than ordinary gravel material is expected makes sabodam no longer shaped a very
large contruction.
One of the parameters of the concrete is a concrete compressive strength. The
purpose of this study was to determine the effect of adding the percentage of steel slag as
a material substitude for coarse aggregatein the concrete mix against the compressive
strength, odulus of elasticity and water absorption. In this study, the test object is made by
adding steel slag as a sibstitude for coarse aggregate with a composition of 0%, 10%, 20%,
30%, 40%, 50%, 60% and 70% of the wight of coarse aggregate. The test objectin the form
of a cylinder with 15 cm diameter and 30 cm high with the number of the test object are 3
pieces in each variation. Those test are testing the compressive strength and stress-strain
using Compressing Test Machine, as well as water absoption test. The entire test is
implementated after the entire cylinderical concrete are 28 days old Mix Design for this
study uses the methode of SNI 03-2847-2000.
From a series of studies conducted, the results obtained are then analyzed
descriptively Compressive strength test results indicate that the use of steel slag in concrete
mixes as coarse aggregate substitution will increase the compressive strength of concrete,
seen in te results of a linear regression analysis on the compressive strength graphics that
obtained the equation y = 5,558x + 27,72 and obtained 0,647 of R value. Obtained the
highest compressive strength values in this study which is present in variation 60% of steel
slag the values of compressive strength is value indicate that the use of steel slag as a
substitude for coars aggregate in concrete mixes will increase the value of the modulus of
elasticity, seen in the results of a linear regression analysis on the modulus of elasticity
graphics that obtained the equation y = 5674,x + 21333 and obtained 0,760 of R value.
The results of water obsorption tests showed that the use of steel slag as a concrete, seen
in the results of a linear regression analysis on the water obsorption graphics that obtained
the equation y = -2,141x + 3,437 and obtained 0,661 of R value. With theseresults we can
conclude that the steel slag material can be used as a subtitude for gravel materials in the
concrete mix, especially on sabodam constructions with further review and construction.

Keywords : Merapi Mountain, Sabodam, Debris Flow, Steel Slag, Compressive Strength,
Compressing Test Machine, Modulus of elasticity, water absorption of concrete, Concrete