Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH PROVINSI

DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS PERHUBUNGAN
PROVINSI DKI JAKARTA

KERANGKA ACUAN KERJA


( TERMS OF REFFERENCE )

Program : 1.15.04. Program Pembinaan dan Penyelenggaraan


Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan
Kegiatan : 1.15.04.010 Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi
Timur Pulau Pramuka
Wilayah : DKI Jakarta - Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Pagu Anggaran : Rp. 9.756.196.299.00

SUKU DINAS PERHUBUNGAN


KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU
TAHUN ANGGARAN 2018
KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
I. LATAR BELAKANG
Kabupaten administrasi Kepulauan Seribu sebagai bagian dari wilayah Provinsi DKI Jakarta
merupakan wilayah yang unik dibanding dengan wilayah lainnya di Provinsi DKI Jakarta, dengan sebagian
besar wilayahnya yang merupakan perairan, mayoritas masyarakat di Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu berprofesi sebagai nelayan dan pemilik Kapal Angkutan Tradisional baik antar pulau maupun
penghubung ke daratan Jakarta.
Sebagai salah satu dari 10 (sepuluh) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kabupaten
Administrasi Kepulauan Seribu perlu untuk memperbaiki dan menyediakan Prasarana dan Sarana
transportasi perairan yang layak, nyaman dan aman bagi para penggunannya. Hal ini dikarenakan tingkat
pertumbuhan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu yang terus meningkat pada masa yang
akan datang, dan tentunya akan mengakibatkan terjadinya peningkatan terhadap mobilitas perjalanan
orang dan barang. Untuk itu dibutuhkan prasarana dan sarana transportasi yang memadai guna menunjang
kelancaran dan kenyamanan.
Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memiliki tugas pokok dan
fungsi yang salah satunya yaitu melaksanakan penyediaan, dan pemeliharaan serta perawatan prasarana
dan sarana di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut antara lain penyediaan
dermaga dan kolam labuh serta alur masuk dermaga. Upaya yang dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu adalah dengan pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Tanggul
dan Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka.
Pulau Pramuka masuk dalam wilayah Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu - Provinsi DKI Jakarta di mana merupakan salah satu pulau berpenduduk yang mayoritas
masyarakatnya sebagai nelayan dan penyedia jasa angkutan pelayaran. Kebutuhan akan suatu dermaga,
kolam labuh dan alur masuk pelayaran di Pulau Pramuka memang lah diperlukan. Maka dari itu Suku Dinas
Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu telah melaksanakan Pembangunan Dermaga dan
Kolam Labuh Sisi Timur Pulau Pramuka pada tahun anggaran 2016 dan Pembangunan dan Pemeliharaan
Kolam Labuh tahun anggaran 2017 guna memperdalam dan memperlebar alur masuk dan kolam labuh
eksisiting. Pada tahun anggaran 2018 ini Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu merencanakan kegiatan lanjutan di Pulau Pramuka dengan melaksanakan kegiatan Pembangunan
Tanggul dan Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka guna meningkatkan mutu prasarana dan sarana
pelayaran di Pulau Pramuka.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu bermaksud memberi kesempatan kepada dunia usaha jasa konstruksi untuk berperan serta dalam
melaksanakan penyediaan jasa konstruksi di lingkungan Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu khususnya Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka.
Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR) ini disajikan sebagai dasar acuan bagi
para penyedia jasa konstruksi. Adapun pekerjaan konstruksi yang dimaksud dalam KAK ini adalah suatu
paket pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi terhadap kegiatan sebagaimana
tersebut di atas.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dilaksanakan pekerjaan Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan Tanggul dan Dermaga
Sisi Timur Pulau Pramuka adalah membantu dan mendukung Suku Dinas Perhubungan Kabupaten
Administrasi Kepulauan Seribu dalam merealisasikan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dimaksud.
Sedangkan tujuan dari Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi Timur
Pulau Pramuka adalah terlaksananya pembangunan tanggul dan dermaga sehingga diharapkan kegiatan
tersebut dapat terealisasi sesuai dengan batasan waktu, biaya dan mutu persyaratan dalam kontrak.

1
III. SASARAN
Memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan tersedianya prasarana tanggul dan dermaga di
Pulau Pramuka yang baik, layak dan handal serta bermanfaat sehingga dapat menjamin kenyamanan,
keamanan dan keselamatan pelayaran.

IV. LOKASI KEGIATAN


Kegiatan jasa konstruksi ini akan dilaksanakan di Pulau Pramuka - Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu. Berikut peta lokasi kegiatan pembangunan tanggul dan dermaga sisi timur Pulau
Pramuka.

V. SUMBER PENDANAAN
Kegiatan jasa konstruksi Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka ini dibiayai dari
sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun
Anggaran 2018 Nomor : 721/DPA/2018 Tanggal 02 Januari 2018.

VI. DATA UMUM KEGIATAN

Program : 1.15.04 Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Angkutan


Perairan dan Kepelabuhanan
Nama Kegiatan : 1.15.04.010 Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi Timur Pulau
Pramuka
Organisasi/UKPD : Sudin Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Pagu Anggaran : Rp. 9.756.196.299,00
Metode Pelelangan : Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi
Jenis kontrak : Gabungan lumpsum dan harga satuan

VII. NAMA DAN ORGANISASI PENGADAAN BARANG DAN JASA


Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)
Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
Alamat : Jalan Taman Jati Baru No. 1 Jakarta Pusat

A. Pengguna Anggaran (PA)


Nama : Drs. Andri Yansyah SH.
NIP : 197009271991011001
Jabatan : Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
Alamat : Jl. Taman Jati Baru No. 1 Jakarta Pusat

B. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

2
Nama : Robert Edward, ST., MM.
NIP : 196812181998031017
Jabatan : Kepala Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Alamat : Jl. Laksda Yos Sudarso No. 12 Jakarta Utara DKI Jakarta 14320

C. UPPBJ Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu


Alamat : Jl. Laksda Yos Sudarso No. 27-29, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta
Utara, DKI Jakarta 14320

D. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP)


Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

VIII. RUANG LINGKUP, LOKASI PEKERJAAN, DAN FASILITAS PENUNJANG


A. Ruang lingkup/ batasan lingkup pekerjaan konstruksi bagi penyedia Pembangunan Tanggul dan
Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka :
1. Melaksanakan, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan spesifikasi yang tercantum
dalam dokumen pelaksanaan;
2. Melaksanakan kelancaran pekerjaan, baik dalam hal mutu bagian pekerjaan;
3. Penyelesaian administrasi di lapangan mengenai penyerahan pekerjaan, penyimpangan dari
rencana, perhitungan pekerjaan lebih kurang, perpanjangan waktu pelaksanaan;
4. Penyusunan gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing) untuk kelengkapan
dokumen pembangunan;
5. Pekerjaan yang harus dilaksanakan :
Pembangunan Tanggul dan Dermaga Sisi Timur Pulau Pramuka :
a. Pekerjaan Persiapan;
b. Pekerjaan Pelaksanaan;
c. Pekerjaan Mobilisasi/Demobilisasi.

B. Lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan di Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan
Seribu.

IX. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN


Jangka waktu kegiatan pekerjaan konstruksi untuk kegiatan ini, harus dapat diselesaikan dalam waktu 135
(Seratus Tiga Puluh Lima) hari kalender, terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perjanjian/Kontrak oleh
Pemberi Tugas.

2018
RINCIAN KEGIATAN
Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des
Penyusunan KAK
Konsultan Perencana
Kaji RUP dan RPP
Permohonan Lelang + Lelang
Pekerjaan Konstruksi + Pengawasan
Pemeliharaan

X. REFERENSI HUKUM
Peraturan-peraturan yang dipakai adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran;
2. Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Daerah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
3. Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Jenis dan Tarif Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Pekeraan Umum;

3
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
6. Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2015 Tentang Percepatan Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
7. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 78 Tahun 2014 Tentang Standar Biaya di
Lingkungan Kementerian Perhubungan;
8. Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM. 73 Tahun 2004 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau;
9. Peraturan Daerah Provinsi Khusus Ibu Kota Jakarta No. 5 Tahun 2014 Tentang Transportasi;
10. Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta No. 5 tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
Keuangan Daerah;
11. Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta No. 12 Tahun 2014 Tentang Organisasi Perangkat Derah
Khusus Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta;
12. Peraturan Gubernur nomor 161 tahun 2014 Tentang tata cara pelaksanaan anggaran pendapatan dan
belanja Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta;
13. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 270 Tahun 2016 Tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Perhubungan.
14. Peraturan Gubernur No.182 Tahun 2017 Tentang Upah Minimum Provinsi 2018

XI. PERSONIL
Tenaga Ahli/Teknis/Trampil yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini :
Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan menyediakan tenaga ahli menurut kualifikasi, klasifikasi dan
senioritasnya, pengalaman sesuai bidangnya dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Tenaga/personil merupakan lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta atau
lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri yang terakreditasi dengan melampirkan fotocopi ijazah;
2. Memiliki dan melampirkan Sertifikat Keahlian (SKA) untuk tenaga ahli dan atau sertifikat keterampilan
(SKT) untuk tenaga terampil yang telah diregistrasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
(LPJK).
3. Membuat dan melampirkan riwayat hidup (curriculum vitae) yang harus ditulis dengan teliti dan benar,
ditandatangani oleh yang bersangkutan diketahui oleh Pimpinan Perusahaan.
4. Memiliki identitas diri/KTP
5. Memiliki NPWP (khusus untuk kulifikasi SKA);
6. Melampirkan surat pernyataan kesediaan untuk di tugaskan bermaterai dan di lampirkan dalam usulan
teknis.

JUMLAH KUALIFIKASI/
No. PERSONIL
PERSONIL PENGALAMAN
 Pendidikan Minimal S-1 Teknik Sipil
 Pengalaman min.10 thn di bidang pelabuhan/ dermaga
atau sumber daya lainya ( pernah melaksanakan
1. Project Manager 1 (satu) pekerjaan kontruksi di bidang
pembangunan/pemeliharaan dermaga /pelabuhan)
 Memiliki SKA Ahli Utama Manajemen Proyek (602) dan
Memiliki SKA Ahli Madya Teknik Dermaga (208)
2.  Pendidikan Minimal S-1 Teknik Sipil
 Pengalaman min.9 thn di bidang pelabuhan/ dermaga
atau sumber daya lainya ( pernah melaksanakan
Site Manager 1 (Satu)
pekerjaan kontruksi di bidang
pembangunan/pemeliharaan dermaga /pelabuhan)
 Memiliki SKA Ahli MadyaTeknik Dermaga (208)
3. Ahli K3 1 (Satu)  Pendidikan Minimal S-1 Teknik Sipil

4
 Pengalaman min. 5 thn di bidang K3 pelabuhan/
dermaga atau sumber daya lainya ( pernah
melaksanakan pekerjaan kontruksi di bidang
pembangunan/pemeliharaan dermaga /pelabuhan)
 Memiiki SKA Ahli Muda K3 Konstruksi
4.  Pendidikan Minimal D-3 Teknik Sipil
 Pengalaman min. 5 thn di bidang pelabuhan/ dermaga
atau sumber daya lainya ( pernah melaksanakan
Pelaksana 1 (satu) pekerjaan kontruksi di bidang
pembangunan/pemeliharaan dermaga /pelabuhan)
 Memiliki SKT teknis perhitungan kuantitas pekerjaan
sumber daya air (TS-035)
5.  Pendidikan Minimal D-3 Teknik Sipil
CAD/CAM
1 (Satu)  Pengalaman min. 5 thn di bidang juru gambar
Operator
 Memiliki SKT Juru Gambar/ Draftman - Sipil (TS-003)
6.  Pendidikan Minimal D-3 Teknik Sipil
 Pengalaman min. 5 thn di bidang survey pelabuhan/
dermaga ( pernah melaksanakan pekerjaan kontruksi di
Surveyor 1 (Satu)
bidang pembangunan/pemeliharaan dermaga
/pelabuhan)
 Memiliki SKT Juru Ukur /Teknik Pemetaan (TS004)
7.  Pengalaman dibidang penyelaman untuk konstruksi
Penyelam 1 (Satu)  Memiliki Sertifikat Penyelam (ADS - Association Diving
School /ADC - Association Diving Contractors)

XII. PERALATAN DARI PENYEDIA JASA KONSTRUKSI


Peralatan dan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini disiapkan oleh Penyedia Jasa
Konstruksi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Adapun kebutuhan peralatan minimum
untuk pelaksanaan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini :

No. Jenis Peralatan Utama Jumlah Status Kepemilikan Ket.


Theodolite;
1. Kap. Pembacaan 1”/ 5” arc seconds 1 Unit Milik
Akurasi 5 arc seconds
Waterpass;
2. 1 Unit Milik
Min. Fokus 0.2 - 0.3 meter
Mesin Molen Beton Seluruh Alat yang
3. 1 Unit Milik
Kapasitas 0.35 m3 / 350 Liter disampaikan harus
Concrete Vibro; dilampirkan bukti
Jenis Diesel/ listrik kepemilikan/Dukungan
4. Uk. Head 38 mm 1 Unit Milik/Dukungan/Sewa Sewa
Panjang Shaft 4 meter
Frek. Vibrator 12000 rpm
5. Diesel Pile Hammer K-35 1 Unit Milik/Dukungan/Sewa
6. Excavator PC 200 + Ponton 1 Unit Milik/Dukungan/Sewa
7. Crane pancang di laut 1 Unit Milik/Dukungan/Sewa
8. Ponton Apung 1 Unit Milik/Dukungan/Sewa

XIII. PERSYARATAN TEKNIS


1. Melampirkan metode pelaksanaan, mengambarkan penguasaan pekerjaan dari awal sampai dengan
serah terima pekerjaan;
2. Melampirkan jadwal pelaksanaan pekerjaan, disampaikan dalam bentuk barchart dan kurva S, beserta
jadwal penggunaan alat, bahan dan jadwal penempatan tenaga;

5
3. Melampirkan analisa harga satuan pekerjaan :
a. Pemancangan tegak tiang pancang di laut;
b. Pemotongan/bobokan tiang pancang;
c. Pekerjaan beton pile cap 50 x 50 besi 105 kg/m3 ad. 1:1,5:2,5 site mix mutu beton K275;
d. Pekerjaan Balok beton 25 x 40 cm besi 200 kg/m3 ad. 1:1,5:2,5 site mix mutu beton K275;
e. Pekerjaan Plat lantai dan sandaran beton besi 100 kg/m3 ad. 1:1,5:2,5 site mix beton K275
f. Pekerjaan Handling Tiang Pancang ke Titik Pancang

4. Untuk upah di perkenankan menawar di bawah harga UMP DKI Jakarta Tahun 2018
5. Melampirkan Pra RK3K;
6. Melampirkan surat pernyataan kesediaan untuk melakukan uji laboratorium atas pekerjaan beton site
mix pada saat pelaksanaan pekerjaan
7. Surat dukungan bahan/material dan brosur-brosur untuk tiang pancang.
8. Melampirkan Daftar Harga Bahan, Upah dan Alat;

XIV. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan penyedia jasa konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus
dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Diharuskan menggunakan produksi dalam negeri
yang dalam penggunaannya merupakan bahan material yang kokoh dan kuat, kecuali bahan material
tersebut belum diproduksi di dalam negeri.

XV. PERSYARATAN KERJASAMA


Dalam melaksanakan penyediaan jasa konstruksi, penyedia harus memenuhi petunjuk-petunjuk
yang diberikan oleh pihak KPA/PPK baik secara lisan maupun tertulis dan berpedoman pada Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pembayaran untuk penyedia jasa konstruksi dilakukan sesuai dengan pekerjaan dan tidak melebihi
prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan. Bagi penyedia yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai
dengan peraturan maupun ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi berupa teguran, peringatan, denda
dan pembatalan/ pencabutan SPK atau Surat Perjanjian/Kontrak .

XVI. PERSYARATAN PENYEDIA

1. Penyedia Barang/ Jasa harus memiliki Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang dikeluarkan oleh
Lembaga yang berwenang, yang masih berlaku (dalam proses perpanjangan dinyatakan gugur).
Memiliki kemampuan pada sub-klasifikasi Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan,
Dam, dan Prasarana Sumber Daya Air Lainnya (SI001), dengan Kualifikasi Usaha : Non Kecil.
2. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) sub klasifikasi : Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Saluran Air,
Pelabuhan, Dam, dan Prasarana Sumber Daya Air Lainnya (SI001).
3. Memiliki keahlian, pengalaman teknis dan manajerial untuk menyediakan barang/jasa;
4. Memiliki TDP Perusahaan;
5. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan jasa pengiriman;
6. Memiliki Sertifikat Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan;
7. Memiliki Akta Pendirian perusahan dan perubahan (apabila ada perubahan). Untuk Perusahaan
berbentuk PT, akta perubahan disertai dengan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI;
8. Memiliki NPWP Perusahaan dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir Tahun
Dua Ribu Tujuh Belas (2017).
9. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau
direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana,
yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani penyedia barang/jasa;
10. Secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada SPK;
11. Tidak masuk dalam daftar hitam.

6
12. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sesuai dengan sub bidang yang di persyaratkan dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir,dengan melampirkan :
a. Copy Perjanjian/Kontrak;
b. BAST (Berita Acara Serah Terima)
Kecuali Perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 Tahun
13. Memiliki pengalaman sejenis ( Dermaga/Tanggul Laut) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir,
baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, dengan
melampirkan:
a. Copy Perjanjian/Kontrak;
b. Melampirkan Item pekerjaan
c. BAST (Berita Acara Serah Terima).
14. Memiliki Sertifikat SMK3 (Sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dikeluarkan
Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi RI) dan masih berlaku;
15. Memiliki Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9000 Series;
16. Melampirkan perhitungan Sisa Kemampuan Paket (SKP);
17. Memiliki Surat dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta dengan nilai minimal 10% dari nilai
total HPS;
18. Memiliki Kemampuan Dasar (KD) minimal sebesar nilai total HPS (perhitungan KD berdasarkan hasil
evaluasi poin 13)
19. Dalam hal melakukan kemitraan, penyedia harus mempunyai perjanjian kerja sama operasi/kemitraan
yang memuat presentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
a. Peserta wajib mempunyai kerjasama operasi ( KSO)/Kemitraan yang membuat presentase
kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
b. Untuk perusahaan yang melakukam kemitraan, evaluasi persyaratan nomor (1) sampai
dengan nomor (11) dilakukan untuk perusahaan yang memimpin Kemitraan/KSO ( lead firm )
dan setiap perusahaan yang melakukan kemitraan , untuk persyaratan (12) sampai (18) harus
di penuhi oleh Lead Firm.

Jakarta, 4 Juli 2018

KEPALA SUKU DINAS PERHUBUNGAN


KABUPATEN ADM KEPULAUAN SERIBU
Selaku
Kuasa Pengguna Anggaran

ROBERT EDWARD ST., MM.


NIP. 196812181998031007